Sunday, January 17, 2021

UKM Maphan UNM Tetap Aktif Berkegiatan di Tengah Pandemi Covid-19

Pembukaan upgrading dan rapat kerja UKM Maphan UNM, di Baruga Paralegal, Kelurahan Kassi Kassi, Kecamatan Rappocini, Makasar, Sulawesi Selatan, Senin (18/1/2021).
UKM Mahasiswa Peduli HIV/AIDS dan Napza atau Maphan Universitas Negeri Makassar ( UNM ) melaksanakan upgrading dan rapat kerja, di Baruga Paralegal, Kelurahan Kassi Kassi, Kecamatan Rappocini, Makasar, Sulawesi Selatan.

Kedua kegiatan bertema ‘Optimalisasi Loyalitas dan Kualitas Menuju Progresivitas Lembaga’ tersebut dilaksanakan pada hari berbeda.

Upgrading digelar, Senin - Selasa (18-19/1/2021), sedangkan rapat kerja akan dilaksanakan Sabtu – Ahad atau Minggu (23-24/1/2021).

Namun, pembukaan rapat kerja dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan upgrading.

Upgrading dan rapat kerja dibuka Dewan Pembina Maphan UNM, Idham Irwansyah.

Dalam siaran pers Maphan UNM kepada Tribun-Timur.com, Ketua Panitia Upgrading dan Rapat Kerja, Muhammad Rafli mengatakan, upgrading digelar untuk membekali pengetahuan bagi jajaran pengurus sebelum merancang dan menetapkan program kerja pada rapat kerja.”

Ketua Umum Maphan UNM, Muhammad Kahfi Sofyan mengatakan, upgrading menjadi langkah awal yang akan menentukan perjalanan roda organisasi dalam 1 periode ke depan.

“Berharap kiranya jajaran pengurus dan anggota UKM Maphan dapat mengikuti dengan baik dan menyerap ilmu dalam kegiatan upgrading sehingga dapat merumuskan program kerja yang baik. Pada dasarnya tujuan berlembaga bukan berharap memperoleh sesuatu tetapi sebaliknya apa yang bisa kita berikan kepada lembaga,” kata Muhammad Kahfi Sofyan.

Dalam kata sambutannya, Idham Irwansyah mengapresiasi Maphan UNM yang tetap aktif menjalankan kegiatan di tengah pandemi Covid-19.

“Semoga kegiatan upgrading berjalan lancar dan Raker nantinya tidak hanya menghasilkan program kerja yang baik, tetapi juga inovatif dan terukur sehingga sosialiasasi terkait HIV/AIDS dan bahaya Napza dapat berjalan lebih efektif,” kata Idham Irwansyah.


sumber : https://makassar.tribunnews.com/2021/01/18/ukm-maphan-unm-tetap-aktif-berkegiatan-di-tengah-pandemi-covid-19
 

Kebangkitan UMKM Kunci Pemulihan Ekonomi

Ilustrasi UMKM. (Foto: Antara)
Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemkop dan UKM), Hanung Harimba Rachman menyatakan kebangkitan UMKM merupakan kunci penting dalam upaya pemulihan ekonomi. Saat ini jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai sekitar 64,1 juta unit atau 99% dari total pelaku usaha yang ada di Indonesia. UMKM juga mampu menyerap sekitar 116 juta tenaga kerja dan berkontribusi sekitar 58% terhadap produk domestik bruto (PDB). Namun, adanya pandemi membuat UMKM terpuruk karena tergerus dari sisi omzet.

“UMKM dan koperasi diharapkan jadi tulang punggung Indonesia dalam melakukan transformasi. Kebangkitan UMKM dan juga koperasi merupakan kunci pemulihan ekonomi, terutama kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja di tengah tantangan meningkatnya jumlah penganguran,” kata Hanung Harimba dalam webinar “Kebangkitan UMKM untuk Mendorong Perekonomian Nasional” di Jakarta, Senin (18/1/2021).

Webinar ini merupakan kerja sama antara Majalah Investor dengan Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi dan UKM, dan didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Perserto) Tbk, PT PLN (Persero), PT Telkom Indonesia (Persero), Askrindo, Jamkrindo, PT PP (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Hanung menyampaikan tahun 2020 merupakan titik balik bagi koperasi dan UMKM untuk menata kembali semangat berkreativitas dan berinovasi di berbagai bidang untuk bangkit dan mentransformasikan diri pascapandemi.

“Untuk mendorong UMKM bangkit, Kementerian Koperasi dna UKM akan berupaya agar program pemulihan ekonomi nasional masih akan terus dilakukan. Selain itu, Kementerian Koperasi dan UKM melalui kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak juga berupaya mewujudkan semangat Undang-Undang Cipta Kerja bagi UMKM,” kata Hanung.

Ada beberapa hal yang diamanatkan UU Cipta Kerja untuk mendorong kemajuan UMKM, antara lain meningkatkan rasio partisipasi UMKM dalam rantai pasok global yang saat ini baru 4,1%, mempercepat akselerasi digital UMKM dan koperasi, serta menjadikan koperasi sebagai pilihan rasional untuk kegiatan usaha masyarakat melalui peningkatan persentase penduduk yang berkoperasi.

“Pembiayaan yang mudah dan murah bagi UMKM juga akan terus didorong, sehingga UMKM yang terhubung dengan lembaga pembiayaan semakin meningkat,” kata Hanung.

Selain itu, terimpelementasinya kebijakan 40% alokasi belanja kementerian/lembaga untuk menyerap produk-produk UMKM, serta penyediaan minimal 30% dari total area komersial infrastruktur publik untuk pengembangan atau promosi UMKM.

“Kebangkitan UMKM untuk mendorong perekonomian nasional tentunya akan sulit terwujud tanpa adanya dukungan dari semua pihak. Karenanya, Kementerian Koperasi dan UKM sangat mengharapkan adanyanya partisipasi, kolaborasi, dan sinergi dari berbagai pihak untuk pengembangan dan pemberdayaan UMKM ke depan,” kata Hanung.


sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/721193/kebangkitan-umkm-kunci-pemulihan-ekonomi
 

Terkait Penyaluran BPUM, Kemenkop dan UKM Minta Masyarakat untuk Lakukan Hal Penting Ini: Catat

Program BPUM untuk UMKM /Foto: www.depkop.co.id/

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (Kemenkop UKM) menghimbau agar seluruh pelaku UMKM untuk terus berhati-hati.

Pasalnya, saat ini sedang marak terjadi penipuan yang mengatasnamakan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) di media sosial.

Penipuan tersebut biasanya berkedok pendaftaran BPUM dengan mengisi form online.

Kemenkop UKM meminta agar masyarakat tidak sembarangan memberikan daftar pribadi mereka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Hal tersebut disampaikan oleh akun Instagram Kemenkop UKM pada 15 Januari 2021 lalu.

"Penipuan yang mengatasnamakan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk Usaha Mikro sedang marak di media sosial," tulis akun Instagram @kemenkopukm.

"Diharapkan #SobatKUKM dapat lebih bijak dan berhati-hati dalam menerima informasi atau pun membagikan data pribadi, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," sambungnya.

Kemenkop UKM menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data pribadi secara langsung kepada calon ataupun penerima BPUM ini.

Selain itu, informasi tentang BPUM ini hanya akan diumumkan melalui laman resmi www.kemenkopukm.go.id.

Kemudian, pendaftaran juga hanya dapat dilakukan melalui lembaga pengusul, yakni Dinas Koperasi dan UKM yang telah ditunjuk oleh pemerintah.



Cara Membuat Neraca Saldo Sederhana yang Penting untuk UKM

Cara membuat neraca saldo yang benar untuk UKM. Foto: Ist/Net

Cara membuat neraca saldo yang benar penting bagi pelaku bisnis, khususnya usaha kecil. Pengetahuan dalam membuat laporan neraca ini yang baik akan memberikan hasil laporan yang akurat dan bukan hasil rekayasa.


Dalam sebuah bisnis laporan neraca keuangan memiliki peranan penting. Seperti untuk menentukan keakuratan perhitungan berbagai biaya dan lainnya. Selain berguna untuk memantau perkembangan bisnis, laporan ini juga penting bagi investor atau pihak ketiga.

Neraca saldo pada dasarnya bisa kita lakukan secara manual ataupun membuatnya otomatis oleh sistem akuntansi. Dalam laporan keuangan ini tercantum semua data dari setiap akun Buku Besar yang biasanya ditutup pada akhir periode akuntansi.

Cara Membuat Neraca Saldo Secara Mudah

Keberadaan neraca ini sangat penting dalam pembukuan sebuah usaha. Dari laporan ini bisa mencerminkan semua saldo kredit dan debit dari semua akun yang terdapat dalam buku besar.

Karena itu setiap pembuatan neraca keuangan wajib memastikan bahwa setiap akun memiliki data yang akurat dan tidak ada kesalahan.

Dalam pembuatan laporan neraca membutuhkan persiapan dan bahan yang detail agar hasil laporan keuangan ini akurat. Berikut cara-cara membuat neraca saldo yang benar yang penting bagi pelaku usaha kecil.

Memantau Keseluruhan Data

Langkah pertama adalah melakukan pencatatan dari setiap transaksi ke dalam sebuah jurnal. Hasilnya kemudian kita masukkan ke dalam buku besar sehingga pada tahap terakhir bisa untuk menyiapkan neraca keuangan.

Proses ini penting kita melakukannya sebagai metode verifikasi bahwa laporan total debit telah sama dengan total kredit.

Dalam pembuatan pencatatan manajemen ini kita membutuhkan catatan saldo akhir dari semua akun yang terdapat pada buku besar, buku kas, hingga pembukuan bank. Sehingga masing-masing akun buku besar tersebut haruslah seimbang.

Memahami Aturan

Cara membuat neraca saldo yang baik juga penting memahami aturan yang ada. Saldo akun seperti aktiva, akun biaya, saldo tunai, saldo bank, hingga kerugian harus tercatat dalam kolom debit laporan ini.

Begitu juga saldo seperti kewajiban atau liabilitas, akun pendapatan, akun modal, hingga profit penempatannya pada kolom kredit. Aturan dalam pembuatan laporan keuangan ini penting Anda tahu.

Memahami Dua Bentuk Utama

Dalam pembuatan neraca saldo terdapat dua bentuk utama atau metode umum yang biasanya berlaku dalam akuntansi. Kedua bentuk utama tersebut meliputi:

Total Method

Pada bagian sisi debit dan bagian kredit yang terdapat pada akun Buku Besar harus kita pindahkan. Kemudian total sisi debit kita tempatkan pada kolom debit, begitu juga dengan bagian sisi kredit.

Sehingga jumlah pada kolom kredit dan kolom debit dari akun buku besar, kita pindahkan ke dalam buku neraca. Dengan begitu keduanya harus memiliki jumlah yang sama.

Balance Method

Sedangkan cara membuat neraca saldo dalam bentuk balance method ini agak berbeda. Umumnya saldo semua akun yang terdapat pada buku besar akan ditampilkan dalam laporan keuangan ini.

Untuk memberikan contoh pembuatan kolom untuk laporan neraca yang paling mudah adalah dengan cara membuat empat kolom yang terdiri dari Nomor Akun, Nama Akun, Debit, dan Kredit.

1) Pada kolom nama akun bisa Anda isi dengan nomor kode akun.

2) Pada kolom nama akun bisa Anda isi dengan nama akun sesuai dengan urutan nomor akunnya.

3) Pada kolom debit bisa Anda isi dengan jumlah saldo akun yang saldonya debit.

4) Pada kolom kredit bisa Anda isi dengan jumlah saldo akun yang saldonya kredit.

Ketelitian dalam Pembuatan Neraca Saldo

Dalam cara membuat catatan manajemen yang baik, ketelitian merupakan faktor yang sangat penting. Untuk memastikan benar atau tidaknya laporan keuangan tersebut, Anda bisa memperhatikan jumlah total dari debit dan kredit yang telah tercatat.

Apabila jumlah keduanya sama, artinya posting laporan neraca keuangan yang Anda buat telah benar. Agar pembuatan neraca bisa Anda pahami dengan baik Anda bisa melakukan simulasi sendiri supaya bisa lebih cepat dalam menguasainya.

Itulah beberapa hal penting cara membuat neraca saldo yang baik. Keberadaan laporan keuangan ini sangat penting bagi pelaku bisnis, terlebih jika usaha Anda masih skala kecil. Laporan neraca bisa merefleksikan manajemen usaha yang baik.



UI Dukung UKM dengan Prakarsai Katalog Daring 100 UKM JUWARA

Tim UKM Indonesia-LPEM FEB UI berkolaborasi dengan WhatsApp Inc. dan Kemenkop UKM memprakarsai Program Katalog 100 UKM JUWARA. Foto/Dok/Humas UI

Tim UKM Indonesia-LPEM FEB Universitas Indonesia berkolaborasi dengan WhatsApp Inc. dan Kemenkop UKM memprakarsai Program Katalog 100 UKM JUWARA sebagai upaya memamerkan produk-produk UKM yang bagus dan berkualitas, kepada kepada konsumen Indonesia.

Katalog tersebut telah dirilis pada (22/12/2020) dalam format WhatsApp Business Catalog c-commerce s.id/UKMJUWARA dan pdf online s.id/ukmjuwara. Katalog daring ini dikemas dengan pendekatan Conversation Commerce atau c-commerce dengan memanfaatkan whatsapp sebagai platform yang penggunaannya sudah dipahami oleh khalayak.

Katalog ini mengusung kenyamanan bagi konsumen Indonesia untuk melihat, memilih, dan berinteraksi dengan para pelaku UKM Juwara melalui chat WhatsApp, yang dapat menghadirkan pengalaman interaksi yang lebih akrab dan personal.

Project Leader UKM Indonesia - LPEM FEB UI Dewi Meisari Haryanti menjelaskan, pandemi COVID-19 memang membuat banyak usaha tumbang, termasuk UMKM. Tapi disisi lain tidak sedikit pula yang meski sempat tumbang tetapi kembali bangkit untuk menjemput pasar dengan go digital.

"Itulah semangat yang ingin kami sampaikan melalui Program Katalog 100 #UKMJUWARA, sebuah program yang diinisiasi oleh UKM Indonesia selaku komunitas pertama di dunia yang menghadirkan katalog member,” katanya melalui siaran pers, Sabtu (16/1).

UKM Indonesia adalah komunitas dan media digital pusat informasi, pengetahuan, dan kesempatan bagi UMKM yang ingin naik kelas melalui Web Portal ukmindonesia.id.

Sebagai Hak Cipta milik UI yang dikelola oleh LPEM FEB UI, ukmindonesia.id juga aktif mempublikasikan ragam analisis data berupa infografis, kajian, dan advokasi kebijakan untuk pemberdayaan UMKM Naik Kelas.

Dewi mengatakan, katalog ini diharapkan dapat menjadi referensi produk UKM Indonesia yang berkualitas dan mampu bersaing, serta tentunya turut mendukung kampanye #banggabuatanindonesia. Baca juga: BCA Tawarkan Beasiswa Kuliah Buat Lulusan SLTA dan Uang Saku Bulanan, Tertarik?

“Semoga kita dapat terus menggaungkan bersama untuk merajut aksi kolaborasi yang lebih luas lagi. Yuk, bantu share, beli, dan bela produk UKM lokal kita yang keren-keren ini. Kalau bukan kita yang mendukung kemajuan UKM dalam bangkit melawan pandemi, siapa lagi?” ujar Dewi.




Join Pengusaha Kakap, Jokowi Optimistis UMKM Cepat Naik Kelas

Presiden Joko Widodo. FOTO/dok.SINDOnews
Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menyambut baik model bisnis kemitraan antara pengusaha besar dengan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dia menilai bahwa kemitraan ini sangatlah penting untuk memacu UMKM dalam negeri bisa lekas naik kelas.

"Kemitraan UKM, UMKM dengan usaha besar ini sangat lah penting agar apa? Agar UKM kita, UMKM kita bisa masuk dalam rantai produksi global, global value chain. Agar meningkatkan peluang UMKM kita untuk bisa naik kelas. Yang mikro naik kelas ke yang kecil, yang kecil naik kelas ke yang menengah, dan yang menengah kita harapkan bisa naik kelas ke yang besar," katanya dalam acara Penandatanganan Kerja sama Dalam Rangka Kemitraan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan UMKM di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (18/1/2021).

Jokowi menilai bahwa kemitraan ini bisa meningkatkan kualitas usaha UMKM menjadi lebih kompetitif. Dimana baik kualitas produknya, desain maupun manajemennya menjadi lebih baik.

"Dan lebih bank-able. Karena bisa belajar dari perusahan-perusahaan besar, baik perusahan besar dalam negeri maupun perusahan besar asing. Menuju sebuah pertumbuhan ekonomi yg inklusif, pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, pemerataan ekonomi, tujuannya ke sana," ungkapnya.

Dia ingin agar di dalam bisnis kemitraan inti UMKM mau terus belajar. Baik dalam meningkatkan kualitas produknya, perbaikan manajemen, ataupun memperbaharui desain produk sesuai dengan keinginan pasar. “Dan agar bisa memanfaatkan kerja sama, kolaborasi ini untuk bisa menaikkan level kelasnya. Pelan-pelan. Syukur bisa cepat,” ujarnya.

Lebih lanjut dia meminta agar model kemitraan ini terus diperluas. Apalagi dari data terakhir BPS, neraca perdagangan Indonesia tahun 2020 itu surplus USD 21,7 maka eksportir dapat mengajak UMKM untuk bisa menaikan kelasnya. “Karena kalau yang membawa eksportir yang pasti mereka sudah bisa dengan harga yang kompetitif, kualitas produk yang baik, delivery pengiriman yang on time, akan belajar ke sana. Sehingga sekali lagi pengembangan usaha besar harus terus melibatkan UMKM kita," pungkasnya.


sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/304886/34/join-pengusaha-kakap-jokowi-optimistis-umkm-cepat-naik-kelas-1610935295

 

Program Bebas Ongkir UMKM, Wakil Ketua DPRD DIY : Tepat untuk Dongkrak Perekonomian

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana
Kalangan legislatif menilai bahwa program bebas ongkos kirim (ongkir) bagi pelaku UMKM tepat untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengungkapkan, program yang diinisiasi Dinas Koperasi dan UKM (Diskop) DIY itu tercetus berkat aspirasi yang disampaikan para pelaku UMKM di DIY.

Saat pandemi COVID-19 merebak, sebagian pelaku UMKM beradaptasi dengan melakukan pemasaran produk secara daring.

"Karena dengan kondisi orang di rumah, online jadi tumpuan. Artinya UMKM banyak beralih ke online," terang Huda kepada Tribun Jogja Minggu (17/1/2021).

Namun yang jadi persoalan, penjual ataupun pembeli perlu menanggung biaya lebih karena harus membayar ongkir.

"Waktu beralih ternyata ada kendala harga. Misalnya, waktu beli di toko harga Rp 25 ribu. Tapi kalau online ada ongkir Rp 10 ribu sehingga harga jadi 35 ribu. Itu yang jadi masalah," sambungnya.

Baca juga: Dinas Koperasi dan UKM DIY Anggarkan Rp 1,25 Miiliar untuk Fasilitasi UMKM dengan Gratis Ongkir

Sehingga, program bebas ongkir dinilai tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Huda melanjutkan, mulanya relaksasi itu diberikan dengan memanfaatkan dana Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 250 juta dalam rentang waktu selama tiga bulan pada 2020 lalu.

"Ternyata bisa mengungkit UMKM dan banyak berlipat manfaatnya bagi UMKM," tandasnya.

Huda berharap agar program ini dapat terus digalakkan diikuti dengan perluasan penerima manfaat. Terlebih dana sebesar Rp 1,25 M telah dianggarkan dari APBD DIY.

"Harapannya bisa perluasan jangkauan sehingga lebih banyak UMKM yang terlibat. Jadi konsumen tinggal bayar sebagaimana kalau dia datang ke tempat itu. Karena ongkirnya sudah ditanggung pemerintah," katanya.


sumber : https://jogja.tribunnews.com/2021/01/17/program-bebas-ongkir-umkm-wakil-ketua-dprd-diy-tepat-untuk-dongkrak-perekonomian

 

Kontribusi Coca-Cola untuk Ekonomi Indonesia di Tengah Pandemi

lustrasi pertumbuhan ekonomi. FOTO/iStockphoto
Januari 2021, lebih setahun sudah kasus pertama COVID-19 diketahui warga dunia. Sementara di Indonesia, kasus 01 virus Corona pertama kali ditemukan pada awal Maret, kira-kira dua minggu sebelum Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pandemi global. Setelah sembilan bulan dilanda pandemi, hampir semua lini sektor usaha perekonomian di Indonesia kena pukul, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang merupakan mayoritas sektor usaha di negeri ini.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut lebih dari 64 juta unit UMKM berkontribusi terhadap 97 persen tenaga kerja sekaligus 61,07 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional. Nahasnya, pandemi memberikan hantaman keras juga terhadap sektor ini. Survei Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyatakan sekitar 70 persen UMKM terpaksa menghentikan kegiatan produksi sejak pandemi.

Dulu, sektor UMKM memang terbilang tahan banting. Namun tak seperti krisis-krisis sebelumnya, kali ini pelaku usaha mikro seperti toko dan warung kelontong turut merasakan dampak, misalnya penurunan omzet atau pendapatan. Penurunan itu disebabkan adanya kebijakan untuk membatasi aktivitas masyarakat serta berubahnya perilaku konsumen terkait dengan persepsi terhadap praktik kebersihan dan higienitas tempat berbelanja.

Memasuki kuartal ketiga 2020, seiring dibukanya sebagian aktivitas ekonomi, konsumsi rumah tangga mulai membaik meski masih mengalami kontraksi. Perbaikan ini terjadi karena pemerintah, melalui Kementerian Koperasi dan UKM, mendorong dua hal utama: protokol kesehatan dan pertumbuhan sektor mikro. Untungnya, pemerintah tidak bergerak sendirian. Banyak pihak yang turut membantu.

Kolaborasi dan Sinergi Bersama dalam Menghadapi Pandemi

Menghadapi pandemi sekaligus meningkatkan perekonomian di sektor UMKM tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Sebab itulah kolaborasi, sinergi, dan inovasi adalah kunci, sebagaimana yang dilakukan Coca-Cola. Sebagai produk yang sudah hadir di Indonesia selama lebih dari 90 tahun, Coca-Cola Indonesia menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kehidupan masyarakat, komunitas, serta wilayah di tanah air.

Melalui Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI), organisasi nirlaba yang didirikan bersama oleh Coca-Cola System Indonesia, mereka bekerjasama dengan berbagai lembaga dan organisasi berdasarkan tiga prioritas utama dalam sustainability (keberlanjutan), yaitu “Waste, Water, dan Entrepreneurship”. Pengembangan UMKM masuk ke dalam bidang fokus mereka bersama dengan pembangunan dan pemberdayaan SDM, lingkungan hidup yang berkelanjutan, dan bantuan bencana.

Dalam rangka percepatan pemulihan usaha UMKM khususnya sektor ritel tradisional, Coca-Cola (PT Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia) sudah melakukan kolaborasi dan sinergi bersama Kementerian Koperasi dan UKM, UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UKM Center FEB-UI), dan QASA untuk menginisiasi “Gerakan Toko BERSAMA (BERsih, SehAt, MAju)” .

“Pada saat seperti ini, kolaborasi dan sinergitas penting sekali. Pandemi berdampak ke semuanya, mulai dari mata rantai produksi, distribusi, pelaku usaha, sampai pelanggan. Ini jadi isu bersama,” kata Triyono Prijosoesilo, Direktur Public Affairs, Communication and Sustainability, PT Coca-Cola Indonesia.

Triyono menambahkan, kondisi itulah yang membuat Coca-Cola bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mempersiapkan toko tradisional agar segera bangkit.

Gerakan Toko BERSAMA merupakan konsorsium sosial dari perusahaan-perusahaan swasta yang dikelola secara independen dengan Coca-Cola sebagai pendukung awal program. Saat ini, gerakan yang dibentuk bersama QASA ini diupayakan dapat menjadi ruang partisipasi dan kolaborasi stakeholders dalam percepatan perlindungan dan pemulihan usaha UMKM terdampak COVID-19. Termasuk dalam upaya itu adalah membantu toko dan warung tradisional agar dapat bertahan di saat krisis dan terus berkembang setelahnya. “BERsih, SehAt, MAju” sendiri memang mencerminkan semangat gotong royong dari semua stakeholders yang terlibat.

“Kami melihat perlunya kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak untuk mengembangkan inisiatif ini menjadi lebih besar sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pemberdayaan toko dan warung kelontong yang merupakan salah satu sektor pendukung perekonomian nasional,” kata Joko Wiyono, Managing Director QASA.

“Bersama dengan mitra kolaborasi, kami akan membentuk peta jalan untuk pengembangan konsorsium sosial gerakan ini,” sambung Joko.

Bukan tanpa alasan Gerakan Toko BERSAMA berfokus kepada toko dan warung tradisional. Berdasarkan data dari Call Center Kemenkop UKM, ada 236.980 UMKM terdampak dan permasalahan utamanya berupa penjualan/permintaan menurun, permodalan dan distribusi terhambat, dan sulitnya bahan baku; di mana pedagang eceran merupakan sektor terdampak terbesar kedua sebesar 25,33 persen.

“Gerakan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan dukungan kami kepada pemerintah dan mitra usaha kami agar dapat terus menggerakkan roda perekonomian, khususnya pada sektor mikro yang sangat terdampak oleh COVID-19,” kata Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability Coca-Cola Amatil Indonesia--produsen dan distributor resmi produk-produk bermerek dagang Coca-Cola di Indonesia.

Sebagai wujud nyata kontribusi perusahaannya, Lucia mengatakan bahwa Coca-Cola telah memberikan fasilitas pengaman berupa tirai plastik untuk kasir kepada lebih dari 200.000 toko dan warung tradisional.

Sebagai langkah awal, gerakan ini memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pemilik toko mengenai standar operasional toko yang bersih, sehat, dan aman dalam rangka persiapan kehidupan new normal. Tahap berikutnya akan dilanjutkan dengan implementasi dan aktivasi standar operasional di toko tradisional dan kolaboratif program lainnya dalam mempercepat reaktivasi dan pemulihan UMKM.

“Ke depan, kami juga akan menyediakan akses terhadap ilmu manajemen bisnis dan keuangan. Serta akan membangun forum agar teman-teman UMKM bisa berdiskusi. Selama ini, toko-toko kelontong ini jalan sendiri-sendiri. Gerakan ini diharapkan bisa membuat mereka saling berkonsultasi dan mencari solusi,” kata Triyono.


Inovasi untuk Memajukan UMKM Perempuan dan Difabel

Bulan lalu, Program Perempuan Wirausaha Tangguh dan Kreatif merayakan anniversary-nya yang pertama. Program tersebut adalah hasil kolaborasi lain Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI). Dalam hal ini, mereka berkolaborasi dengan Tokopedia dan Asosiasi Perempuan Pengusaha Usaha Kecil (ASPPUK) untuk memberdayakan ribuan pegiat UMKM, terutama perempuan dan difabel,

Kolaborasi ini juga merupakan bagian dari upaya Global Program 5by20 dari The Coca-Cola Company yang memiliki fokus untuk membantu pengusaha perempuan di seluruh rantai nilai Coca-Cola dalam mengatasi tantangan saat membangun dan mengembangkan bisnis mereka. Program 5by20 menargetkan pemberdayaan ekonomi melalui peningkatan kemampuan dari 5 juta pengusaha perempuan pada tahun 2020.

Jika Gerakan Toko BERSAMA mengedepankan kolaborasi dan sinergi berbagai pihak (mulai dari pemerintah, universitas, perusahaan, sampai konsultan); Program Perempuan Wirausaha Tangguh dan Kreatif mengedepankan inovasi.

“Kunci menghadapi pandemi adalah berkolaborasi dan berinovasi. Maka Tokopedia bekerja sama dengan CCFI dan ASPPUK, berupaya mendorong sebanyak-banyaknya pegiat usaha lokal, khususnya UMKM, mempercepat adopsi platform digital demi mempertahankan bisnis di tengah adaptasi kebiasaan baru,” kata Nuraini Razak, VP of Corporate Communications Tokopedia.

Nuraini menambahkan saat ini sudah ada hampir 9 juta penjual di platform digitalnya, dengan hampir 100 persen dari UMKM dan bahkan 94 persennya berskala ultra mikro.

“Kolaborasi yang diinisiasi CCFI dengan Tokopedia dan ASPPUK diharapkan bisa memberikan akses pendampingan bisnis agar para pegiat usaha mikro, khususnya perempuan dan difabel, dapat lebih tangguh dan kreatif dalam menjalankan usaha mereka melalui e-commerce,” kata Triyono Prijosoesilo, Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia dan Wakil Ketua Pelaksana, Coca-Cola Foundation Indonesia.

Triyono menegaskan, pemberdayaan masyarakat melalui UMKM sangat penting sebab berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang berkelanjutan.

Wujud program di atas: 2.140 UMKM di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta mendapatkan materi edukasi berbisnis online. 750 UMKM perempuan dan 75 UMKM difabel dengan ide bisnis terbaik berkesempatan mendapatkan pendampingan lebih intensif dengan didampingi tim ASPPUK secara offline, dalam kelompok kecil, dan sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Salah satu yang merasakan manfaat Program Perempuan Wirausaha Tangguh dan Kreatif ini adalah Rofitasari Rahayu, Pemilik Usaha Kerajinan Wayang Sodo. Kata Rofitasari, program ini sangat membantu para pegiat UMKM terutama difabel untuk bisa meningkatkan kualitas dan pemasaran produk. “Selain itu, lewat Tokopedia, produk kerajinan saya dapat menjangkau masyarakat lebih luas.”

Pemilik Usaha Sabun Langis, Yomi Windri Asni, penerima manfaat yang berasal dari Provinsi DIY, turut merasakan hal serupa.

“Melalui program ini, saya banyak belajar tentang cara memasarkan produk secara online. Penjualan sabun Langis tercatat mengalami peningkatan sebesar 30-40% di bulan Agustus - September 2020. Kelak, saya berharap produk Langis dapat memberdayakan ibu-ibu di sekitar dan menciptakan sumber pendapatan masyarakat di daerah saya tinggal,” ujar Yomi.

Sementara itu, Pemilik Usaha Aulya Lurik, Suyatmi, juga mengungkapkan jika dia mendapat pendampingan serta wawasan baru untuk berani memulai usaha secara online. “Melalui pendampingan ini, usaha saya yang awalnya sama sekali tidak dapat menghasilkan omzet akibat pandemi, kini perlahan mulai stabil bahkan mengalami peningkatan sebesar 20-30% di bulan Agustus-September 2020,” kata Suyatmi.

Kedua program di atas menunjukkan komitmen dan kontribusi Coca-Cola untuk entrepreneurship yang berkelanjutan, terutama di tengah pandemi seperti sekarang yang menimpa UMKM. Dengan memberdayakan UMKM dan menggenjot konsumsi masyarakat, tentunya, ekonomi Indonesia dapat tumbuh sekalipun di tengah situasi tidak kondusif seperti saat ini.





 

Sembako di Perbatasan Sintang Krisis, Diperindag Sintag Pertimbangkan Distribusi Barang Jalur Sungai

Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Sudirman
Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, mempertimbangkan untuk menyalurkan kebutuhan sembako ke masyarakat di Senaning, Kecamatan Ketungau Hulu, menggunakan jalur sungai. Sebab, kebutuhan sembako untuk masyarakat di perbatasan tersebut sangat mendesak. Namun, distribusi sembako terhambat karena jalan rusak parah.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Sudirman mengatakan pilihan untuk distribusi sembako ke Senaning, hanya melalui jalur sungai.

“Karena jalan hancur, transportasi darat putus. Senaning tidak bisa dijangkau lewat darat. Mungkin solusinya, distribusi lewat sungai,” kata Sudirman kepada Tribun Pontianak, Minggu 17 Januari 2021.

Sudirman berencana, distribusi sembako langsung dari Nanga Merakai Kecamatan Ketungau Tengah melewati sungai ke Senaning, Ketungau Hulu.

Hanya saja, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu untuk ketersediaan barang yang ada di Nanga Merakai.

“Cuma masalah ketersediaan barang, kalau ketungau hulu kita masih komunikasi pihak ketiga di ketungau tengah apakah bisa ke sana. Kita lihat juga ketersediaan stoknya di ketungau tengah," ujarnya

"Kemudian memastikan ketersediaan stok kita komunikasi dengan pihak ketiga, pedagang di merakai, apakah mereka bersedia (mengantar ke senaning),” kata Sudirman.

Rencananya, besok Disperindag akan rapat koordinasi dengan dinas terkait untuk menyikapi dan mencari solusi kelangkaan sembako di perbatasan. 


sumber : https://pontianak.tribunnews.com/2021/01/17/sembako-di-perbatasan-sintang-krisis-diperindag-sintag-pertimbangkan-distribusi-barang-jalur-sungai

Hadapi era industri 4.0, pemuda Abdya gagas rumoeh digital

Para penggagas Rumoeh Digital Abdya berfoto bersama di Kota Banda Aceh, Minggu (17/1/2021). (ANTARA/HO)
Sekelompok pemuda asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggagas pembentukan Rumoeh Digital Abdya, sebagai wadah bagi pemuda asal kabupaten berjulukan breuh sigupai itu untuk berkreasi guna menghadapi era revolusi industri 4.0.

Salah satu penggagas Rumoeh Digital Abdya Nasruddin Oos, di Banda Aceh, Minggu, mengatakan pemuda harus siap menghadapi revolusi industri 4.0 yang mengutamakan pada pergeseran dunia ke arah digital.

“Pemuda Indonesia sangat membutuhkan kemampuan digitalisasi agar tidak tergerus oleh tren otomatisasi,” kata Nasruddin.

Wadah itu digagas sejumlah pemuda Abdya dari berbagai latar belakang, seperti Nasruddin Oos dari komunitas fotografer atau komfOOs, pelaku usaha kecil menengah (UKM) kreatif R Faizin Yusuf, pengiat Teknologi Informasi (IT) Adi Khairi, serta Ikhsan Fajri Jakfar yang merupakan seorang praktisi hukum.

"Hari ini kita lihat anak-anak muda Abdya semakin banyak yang kreatif dalam bidang digital. Sehingga ini membutuhkan wadah untuk saling mendukung dalam melahirkan ide ide baru dalam pengembangan teknologi serta membenahi dan memajukan ekonomi kreatif yang ada di Abdya,” katanya.

Nasruddin menjelaskan Rumoeh Digital Abdya yang digagas itu nantinya secara aktif mewadahi semangat, minat dan bakat pemuda, dengan visi menyalurkan potensi pemuda Abdya yang ingin terlibat aktif dalam industri digital.

"Kami ingin menumbuhkan generasi muda yang sadar akan permasalahan di sekitarnya, agar mereka menggunakan kreativitas untuk menciptakan solusi terhadap tantangan yang dihadapi, aktif mengasah empati dan kemauan belajar, serta yakin mereka bisa membawa perubahan,” katanya.

Sementara itu, R Faizin Yusuf mengatakan rumoeh digital tersebut mengajak generasi muda untuk selalu belajar dan paham, agar tidak tergilas zaman, apalagi menjadi korban peradaban. Oleh karena itu kita harus mampu beradaptasi dengan perubahan, bukan mempermasalahkan sebuah perubahan.

"Rumoeh Digital Abdya sebagai sarana berkumpulnya pelaku digital di Abdya dalam menyambut era digital 4.0, tempat untuk mendukung ide dalam berdiskusi ataupun merealisasikan ide setelah berdiskusi sehingga diperlukan wadah untuk bersilaturahmi,” ujarnya.


sumber : https://aceh.antaranews.com/berita/189648/hadapi-era-industri-40-pemuda-abdya-gagas-rumoeh-digital