Showing posts with label Digital. Show all posts
Showing posts with label Digital. Show all posts

Tuesday, June 18, 2024

Pos-In Terus Bertransformasi Digital

 


JAYAPURA – Menghadapi perkembangan teknologi saat ini, Pos Indonesia telah bertransformasi digital. Hal tersebut disampaikan Manager Operasional Pelayanan Pos-In Jayapura, Surya, bahwa saat ini pengembangan transformasi digital bagi Pos Indonesia telah dilakukan.

Khususnya dari sisi pelayanan,  pihaknya telah menghadirkan aplikasi pelayanan yang juga dapat didownload di play store. “Kami ada aplikasi Pos Pay, untuk layanan kurir dan Pos Aja untuk pelayanan keuangan, baik dari sisi pembayaran tagihan listrik, pembelian pulsa dan juga transaksi lain,”ungkapnya  kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (15/6) kemarin.

Diakuinya, saat ini Pos -In tengah mengarah pada transformasi digital, dengan harapan semua layanan bisa diakses menggunakan jaringan internet. Dengan harapan, lebih memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, baik itu pelayanan pengiriman barang hingga pelayanan keuangan.

Meskipun ada pengembangan transformasi digital, hal tersebut tidak akan berdampak pada PHK karyawan saat ini. Meski ada wacana bahwa layanan Kantor Pos akan diperhatikan sistem atau robotik namun hal tersebut menurutnya masih sebatas wacana.

“Yang namanya investasi sebuah robot itu membutuhkan biaya besar, sementara Pos Indonesia memiliki SDM yang cukup memadahi, jadi sampai saat ini SDM kami siap melayani masyarakat, ” terangnya. (ana/ary)

Sumber: https://cenderawasihpos.jawapos.com/ekonomi-bisnis/19/06/2024/pos-in-terus-bertransformasi-digital/

Prodi KPI STAI Attaqwa Kembangkan Transformasi Digital

 


Transformasi digital membuka peluang yang besar bagi lulusan program studi komunikasi penyiaran islam untuk berkarir dibidang media dan komunikasi. Beragam profesi yang dapat dikembangkan diantaranya menjadi jurnalis, fotographer, konten kreator, copy writer dan lainnya.

Untuk itu, program studi komunikasi penyiaran islam (KPI) STAI Attaqwa terus berupaya meningkatkan kualitas perkuliahan dengan mendatangkan praktisi media dan komunikasi sebagai dosen pengajar. Selain itu, mengembangkan transformasi digital untuk mengasah kemampuan mahasiswa agar dapat berkontribusi bagi aktivitas dakwah ditengah masyarakat.

Kaprodi KPI STAI Attaqwa, Hj. Miftahussa'adah Wardi, MA menegaskan hal tersebut dalam acara Akhbar Attaqwa di Radio Attaqwa pada Selasa (18/6/2024).

Menurutnya, STAI Attaqwa berupaya untuk meningkatakan kualitas lulusan agar memiliki pengetahuan dan keterampilan multitalenta. Mereka dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi untuk bekerja dan berdakwah.

"Sesuai visi STAI Attaqwa, maka prodi KPI menekankan pentingnya peran dakwah yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan digitalisasi media yang berkembang saat ini, " jelasnya.  

Sejak tahun 2016, STAI Attaqwa memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang mempunyai prestasi dan berasal dari keluarga tidak mampu untuk kuliah di program studi komunikasi penyiaran islam.

"Prodi KPI memang dikembangkan sebagai bagian dari upaya STAI Attaqwa memberikan pilihan kepada calon mahasiswa mengembangkan bakat dan passion yang dimilikinya," terang Hj. Sa'adah yang juga istri almarhum Dr. Abid Marzuki, mantan Ketua STAI Attaqwa.

Pada tahun ajaran 2024/2025, prodi KPI menargetkan penerimaan mahasiswa baru sebanyak dua kelas dengan dukungan sarana dan prasarana multimedia yang terus ditingkatkan agar sesuai dengan kebutuhan industri media yang terus berkembang. (dwh)


Sumber: https://www.kompasiana.com/dhanywahab/66724c68ed6415683f5594b2/prodi-kpi-stai-attaqwa-kembangkan-transformasi-digital

Wednesday, June 12, 2024

Pemerintah Targetkan 30 Juta Pelaku UMKM Go Digital pada 2024

 


Jakarta, InfoPublik - Pemerintah menargetkan 30 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa bertransformasi ke sektor digital atau go digital pada 2024.

Pemerintah pun telah mendorong Digitalisasi UMKM dimana sampai dengan 2024 ditargetkan 30 juta UMKM onboarding pada platform digital.

Demikian disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud dalam Media Briefing di Jakarta, Rabu (12/6/2024).

Musdhalifah menuturkan, hingga akhir 2023, telah terdapat sekitar 25 juta pelaku usaha UMKM atau sekitar 39 persen dari total jumlah UMKM yang ada di Indonesia telah bertransformasi ke sektor digital.

Menurutnya, digitalisasi UMKM tidak cukup hanya sekedar onboarding. Proses onboarding UMKM ke dalam platform digital merupakan peluang untuk mendorong UMKM bisa naik kelas melalui akses kepada teknologi dan pasar yang lebih luas.

"Agar bisa memanfaatkan sepenuhnya keberadaan platform digital, UMKM perlu didukung melalui pembinaan dan pendampingan untuk memperkuat manajemen dan tata kelola bisnisnya, sehingga bisa melakukan diversifikasi produk, meningkatkan kualitas produk, bahkan hingga membuka akses kepada pembiayaan," jelas Musdhalifah.

Musdhalifah mengatakan, Kemenko Perekonomian selama ini telah mengoordinasikan antarpemangku kepentingan, seperti Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, asosiasi, akademisi, dan pelaku industri.

Selain itu, Musdhalifah menyampaikan pihaknya telah melakukan berbagai program digitalisasi UMKM yaitu, program bangga buatan indonesia bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan pembinaan, pelatihan, inisiasi pengembangan program terkait digitalisasi UMKM bersama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

Adapun program lainnya seperti, perluasan infrastruktur digital nasional oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga terus mendorong pengembangan regulasi serta pembinaan dan pelatihan berkaitan dengan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Kemudian program berikutnya seperti Inisiasi Digitalisasi penjualan UMKM melalui PaDi UMKM oleh Kemen BUMN, program e-katalog produk UMKM dalam LKPP, juga program lain seperti monitoring dan dukungan regulasi bagi pembiayaan digital (fintech) yang dilakukan OJK, serta inovasi dalam sistem pembayaran QRIS dan sistem pencatatan keuangan siApik yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian INDEF pada akhir 2023, tiga besar kategori produk yang dijual oleh UMKM adalah olahan makanan dan minuman 53,94 persen, fasyen dan aksesoris fesyen 29,13 persen dan kecantikan, perawatan & kesehatan 7,87 persen.

Selain itu, sebagian besar responden UMKM menjual produk sendiri yaitu sebanyak 43,31 persen dan sebanyak 20,08 persen UMKM yang melakukan penjualan sebagian produksi sendiri dan sebagian lainnya produk usaha lain.


Sumber: https://infopublik.id/kategori/nasional-ekonomi-bisnis/861458/pemerintah-targetkan-30-juta-pelaku-umkm-go-digital-pada-2024

Pemerintah Targetkan 30 Juta UMKM Masuk Platform Digital Akhir 2024

 


PEMERINTAH dalam hal ini, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), terus mendorong digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sampai dengan akhir tahun ini ditargetkan 30 juta usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) onboarding pada platform digital.

"Hingga akhir 2023 terdapat sekitar 25 juta pelaku usaha atau sekitar 39% dari total jumlah UMKM yang ada di Indonesia," ujar Plh Deputi IV Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud di Jakarta pada Rabu (12/6).

Digitalisasi UMKM, sambung Musdhalifah, tidak cukup hanya onboarding. Proses onboarding UMKM ke dalam platform digital merupakan peluang untuk mendorong UMKM bisa naik kelas melalui akses kepada teknologi dan pasar yang lebih luas.

"Agar bisa memanfaatkan sepenuhnya keberadaan platform digital, UMKM perlu didukung melalui pembinaan dan pendampingan untuk memperkuat manajemen dan tata kelola bisnisnya, sehingga bisa melakukan diversifikasi produk, meningkatkan kualitas produk, bahkan hingga membuka akses kepada

Saat ini Kemenko Perekonomian telah melakukan proses pengoordinasian antarpemangku kepentingan, seperti K/L terkait, asosiasi, akademisi, dan pelaku industri terkait dengan digitalisasi untuk UMKM.

Adapun beberapa program digitalisasi UMKM yang selama ini melibatkan Kemenko Perekonomian antara lain ialah Program Bangga Buatan Indonesia bersama dengan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), pembinaan, pelatihan, inisiasi pengembangan program terkait digitalisasi UMKM bersama dengan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM), serta perluasan infrastruktur digital nasional oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Kemenkominfo). (Z-2)


Sumber: https://mediaindonesia.com/ekonomi/677654/pemerintah-targetkan-30-juta-umkm-masuk-platform-digital-akhir-2024

Tuesday, June 11, 2024

Transformasi Digital di Era Industri 4.0 yang Menjadi Peluang dan Tantangan Masa Kini

 


Di era Industri masa kini, Transformasi digital telah menjadi kehausan berbagai sektor, mulai dari manufaktor hingga Pendidikan. Revolusi ini ditandai dengan integrasi teknologi canggih yang mengubah secara fundamental cara kita bekerja, berinteraksi, dan membuat keputusan. Salah satu teknologi kunci adalah Internet of Things (IoT), yang memungkinkan perangkat fisik terhubung dan berkomunikasi melalui internet. Ini menciptakan ekosistem yang terhubung, di mana data dapat dikumpulkan dan dianalisis secara real-time untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas. Misalnya, di sektor manufaktur, IoT memungkinkan mesin dan perangkat untuk memantau kondisi mereka sendiri dan mengirimkan data ke sistem pusat untuk analisis, yang bisa mencegah kegagalan dan downtime produksi.

Selain IoT, kecerdasan buatan (AI) memainkan peran penting dalam transformasi digital. AI memungkinkan mesin untuk belajar dari data, mengenali pola, dan membuat keputusan yang cerdas. Dalam sektor pelayanan kesehatan, misalnya, AI dapat digunakan untuk menganalisis data pasien dan membantu dokter dalam diagnosis dan perawatan. Di bidang pendidikan, AI dapat personalisasi proses pembelajaran berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa, sehingga meningkatkan hasil belajar.

Teknologi lainnya adalah big data, yang mengacu pada kemampuan untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis sejumlah besar data yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Dengan analisis big data, perusahaan dapat memahami tren pasar, preferensi pelanggan, dan performa produk dengan lebih baik. Contohnya, dalam sektor ritel, big data dapat digunakan untuk mengoptimalkan stok barang berdasarkan pola pembelian pelanggan, sehingga mengurangi biaya penyimpanan dan meningkatkan penjualan.

Namun, transformasi digital ini tidak tanpa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah keamanan siber, karena meningkatnya jumlah data yang disimpan dan diproses secara digital meningkatkan risiko serangan siber. Perusahaan harus mengadopsi langkah-langkah keamanan yang kuat untuk melindungi data mereka dari ancaman seperti hacking dan ransomware.

Terakhir, perubahan budaya organisasi dan kompleksitas integrasi juga merupakan tantangan yang signifikan. Transformasi digital tidak hanya tentang mengadopsi teknologi baru tetapi juga tentang mengubah cara kerja dan budaya perusahaan untuk mendukung inovasi dan fleksibilitas. Integrasi teknologi baru dengan sistem dan proses yang sudah ada memerlukan perencanaan yang matang untuk memastikan bahwa perubahan ini berjalan dengan lancar dan tidak mengganggu operasi bisnis sehari-hari.

Peluang di Era Industri 4.0

Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas

Implementasi teknologi otomatisasi dan Internet of Things (IoT) memungkinkan proses produksi menjadi lebih efisien dan akurat. Mesin yang terhubung dengan internet dapat berkomunikasi satu sama lain, memungkinkan pertukaran informasi secara real-time. Dengan demikian, rantai pasokan dapat dioptimalkan secara otomatis, persediaan dapat dipantau, dan produksi dapat disesuaikan sesuai kebutuhan tanpa perlu campur tangan manusia secara langsung. Kesalahan manusia dapat dikurangi secara signifikan, menghasilkan lingkungan kerja yang lebih efisien dan produktif.

Inovasi dan Pengembangan Produk

Teknologi digital memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mengembangkan produk dan layanan baru yang lebih inovatif. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan analisis big data, perusahaan dapat menganalisis tren pasar dan kebutuhan konsumen secara mendalam. Ini memungkinkan perusahaan untuk menciptakan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar dan menghasilkan inovasi yang lebih baik.

Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Dengan memanfaatkan big data dan analitik, organisasi dapat membuat keputusan yang lebih baik dan tepat waktu. Data real-time dapat digunakan untuk memprediksi tren masa depan dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Analisis data yang mendalam membantu manajemen dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada fakta dan bukti, bukan hanya pada intuisi.

Peningkatan Pengalaman Pelanggan

Transformasi digital memungkinkan personalisasi layanan dan interaksi dengan pelanggan. Penggunaan chatbot, platform e-commerce yang dioptimalkan, dan aplikasi mobile memungkinkan perusahaan untuk berinteraksi lebih dekat dengan pelanggan mereka. Personalisasi ini meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pelanggan dengan menyediakan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

Fleksibilitas dan Adaptabilitas

Teknologi cloud computing dan alat kolaborasi digital memungkinkan pekerja untuk bekerja dari mana saja dan kapan saja. Karyawan dapat mengakses data dan aplikasi penting dari berbagai lokasi, meningkatkan fleksibilitas dan adaptabilitas perusahaan dalam menghadapi perubahan pasar yang cepat. Ini juga memungkinkan tim untuk bekerja secara kolaboratif tanpa terbatas oleh batasan fisik kantor.

Tantangan dalam Transformasi Digital

Keamanan Siber

Dengan meningkatnya jumlah data yang disimpan secara digital, ancaman keamanan siber juga meningkat. Perusahaan harus memastikan bahwa mereka memiliki langkah-langkah keamanan yang kuat untuk melindungi data mereka dari serangan siber. Ini termasuk penerapan firewall yang kuat, enkripsi data, pemantauan keamanan yang aktif, serta pelatihan karyawan tentang praktik keamanan digital yang baik.

Biaya Implementasi

Transformasi digital membutuhkan investasi yang signifikan dalam perangkat keras, perangkat lunak, dan pelatihan karyawan. Hal ini bisa menjadi tantangan bagi perusahaan kecil dan menengah yang memiliki sumber daya terbatas. Perusahaan perlu membuat perencanaan anggaran yang matang dan mencari solusi yang paling efisien agar dapat mengadopsi teknologi baru tanpa mengganggu keberlanjutan bisnis.

Kesenjangan Keterampilan

Adopsi teknologi baru memerlukan keterampilan baru yang mungkin belum dimiliki oleh sebagian besar tenaga kerja saat ini. Pelatihan dan pengembangan keterampilan menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa karyawan dapat mengikuti perkembangan teknologi. Perusahaan harus berinvestasi dalam pelatihan internal atau mencari sumber daya dengan keterampilan yang diperlukan di pasar kerja.

Peubahan Budaya Organisasi

Transformasi digital tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang perubahan budaya organisasi. Perusahaan perlu mendorong budaya inovasi dan fleksibilitas untuk berhasil dalam perjalanan transformasi digital. Ini melibatkan pembangunan lingkungan kerja yang mendukung eksperimen, pemecahan masalah, dan kolaborasi antar tim.

Kompleksitas Integrasi

Mengintegrasikan sistem dan proses yang sudah ada dengan teknologi baru bisa menjadi kompleks dan memerlukan perencanaan yang matang. Integrasi yang buruk dapat menghambat aliran kerja dan mengurangi efisiensi. Perusahaan perlu merancang strategi integrasi yang baik dan memastikan bahwa sistem baru dapat berintegrasi dengan lancar dengan infrastruktur yang sudah ada.

Kesimpulan

Transformasi digital di era Industri 4.0 menawarkan peluang besar bagi perusahaan dalam peningkatan efisiensi operasional, inovasi produk, dan pengembangan bisnis yang lebih luas. Dengan otomatisasi proses dan pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI), perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan rantai pasokan, dan mengembangkan solusi baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Namun, untuk meraih manfaat ini, perusahaan juga dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Keamanan siber yang semakin kompleks, biaya implementasi yang besar, dan kesenjangan keterampilan dalam tenaga kerja menjadi tantangan utama yang harus dihadapi. Dengan strategi yang tepat dan komitmen untuk beradaptasi, perusahaan dapat mengatasi hambatan ini dan memanfaatkan teknologi digital sebagai alat untuk mencapai keunggulan kompetitif di pasar global yang terus berkembang.


Sumber; https://www.kompasiana.com/akhmadinam23/6667d939c925c43b67581172/tranformasi-digital-di-era-industri-4-0-yang-menjadi-peluang-dan-tantangan-masa-kini


Thursday, June 6, 2024

Wabup H. Ardani Membuka Pelatihan Digital Marketing Bagi Pelaku UKM

 


OGANILIR.CO-Wakil Bupati (Wabup)  Ogan Ilir H. Ardani SH, MH, didampingi Ketua I TP PKK Faizah Ardani, membuka Pelatihan Kesehatan Mandiri (Self Asessment) bagi pengurus Koperasi dan Pelatihan Digital Marketing terhadap  Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kabupaten Ogan Ilir. Berlangsung  di Hotel Grand Duta, Palembang, Rabu 5 Juni 2024.

Kepala Disperindagkop dan UKM M Tapip mengatakan pelatihan digital marketing ini dapat berperan penting bagi pelaku usaha untuk mengoptimalkan media digital sebagai salah satu media untuk pemasaran.

“Media digital ini seperti yang kita ketahui, memiliki jangkauan yang sangat luas. Sehingga produk-produk pelaku UMKM ini mendapat akses pasar yang lebih luas pula"jelas M Tapip.

Melalui pelatihan ini lanjut M Tapip agar kepada seluruh pelaku UMKM untuk saling mendukung sesame, sehingga target  bisa di capai.

Sementara itu Wabup H. Ardani mengatakan seiring dengan pesatnya perkembangan pasar pada era modernisasi dan digitalisasi, kesempatan usaha mikro untuk memasuki dan menembus jangkauan pangsa pasar dengan cukup luas menjadi terbuka lebar.

“Sehingga, peluang untuk melakukan interaksi promosi dan pemasaran lebih mudah dilakukan oleh para pelaku usaha" tuturnya .

Wabup H. Ardani menambahkan saat ini kreatifitas para pedagang di era digital juga menjadi kunci terhadap kemajuan usaha. Perkembangan zaman hari ini juga mendukung atas kemajuan digital marketing.

“Saya berharap para peserta juga dapat memaksimalkan kesempatan yang ada. Sehingga wawasan dan pengetahuan para peserta menjadi semakin kreatif dan inovatif,’’ujarnya.

Dan dengan adanya pelatihan digital marketing ini, diharapkan dapat meningkatkan pula wawasan dan pengetahuan para peserta. Sehingga hal tersebut juga meningkatkan kreatifitas dan inovatifnya.(**)


Sumber: https://oganilir.disway.id/read/17377/wabup-h-ardani-membuka-pelatihan-digital-marketing-bagi-pelaku-ukm

Wednesday, June 5, 2024

Transformasi Digital, 5 Manfaat Telemedicine yang Harus Kamu KetahuiGana

 


DALAM era digital yang semakin berkembang, teknologi telah merevolusi hampir setiap aspek kehidupan manusia, termasuk layanan kesehatan. Salah satu inovasi terkemuka dalam sektor ini adalah telemedicine.

Telemedicine, atau sering disebut juga konsultasi medis jarak jauh, merupakan praktik pemberian layanan kesehatan dan konsultasi medis yang dilakukan melalui teknologi komunikasi, seperti telepon, video konferensi, atau aplikasi khusus.

Bagaimana Telemedicine Bekerja?

Telemedicine memungkinkan pasien untuk berkomunikasi dengan penyedia layanan kesehatan, seperti dokter atau spesialis, tanpa perlu bertemu secara langsung di tempat praktek atau rumah sakit. Ini dilakukan melalui platform digital yang aman dan terenkripsi, yang memungkinkan pasien dan dokter untuk berinteraksi secara real-time.

Proses telemedicine dimulai dengan membuat janji temu melalui platform atau aplikasi yang disediakan oleh penyedia layanan kesehatan. Selanjutnya, pasien akan bergabung dalam sesi konsultasi melalui telepon atau video konferensi. Selama sesi ini, dokter akan menanyakan gejala, riwayat medis, dan memberikan rekomendasi atau diagnosis yang sesuai. Dokter juga dapat meresepkan obat atau melakukan tindakan medis sederhana jika diperlukan.

5 Manfaat Telemedicine

  1. Akses Kesehatan yang Lebih Mudah: Telemedicine memungkinkan pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus datang ke fasilitas medis fisik, yang sangat menguntungkan bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil atau sulit dijangkau.

  2. Efisiensi Waktu dan Biaya: Dengan telemedicine, pasien tidak perlu menghabiskan waktu dan biaya untuk perjalanan ke dokter. Mereka dapat mengakses konsultasi medis dengan cepat dan efisien dari kenyamanan rumah mereka sendiri.

  3. Peningkatan Aksesibilitas: Telemedicine membantu mengatasi masalah aksesibilitas dalam layanan kesehatan, terutama bagi individu dengan mobilitas terbatas atau kondisi kesehatan kronis yang memerlukan pemantauan rutin.

  4. Konsultasi Kesehatan Praktis: Telemedicine memungkinkan pasien untuk berkonsultasi dengan dokter atau spesialis kesehatan tanpa perlu membuat janji temu jauh-jauh hari atau menghadapi antrian panjang di pusat kesehatan.

  5. Pencegahan Penularan Penyakit: Dalam konteks pandemi global seperti COVID-19, telemedicine membantu mengurangi risiko penularan penyakit dengan membatasi kontak langsung antara pasien dan petugas medis.


Meskipun telemedicine menawarkan banyak manfaat, ada beberapa tantangan dan pertimbangan etis yang perlu diperhatikan. Beberapa di antaranya termasuk masalah keamanan data, kualitas layanan, regulasi yang konsisten, serta isu-isu privasi dan keamanan.

Belum lama ini, jaringan Apotek K-24, juga mengembangkan layanan Telemedicine, yang bisa dijangkau dari mana saja dan kapan saja selama 24 jam. Layanan ini memungkinkan masyarakat berkonsultasi langsung dengan dokter secara jarak jauh. 

Layanan Telemedicine Apotek K-24 bisa diakses langsung melalui aplikasi K24Klik dan website www.k24klik.com

“Melalui layanan telemedicine ini masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan dokter dari mana saja dan kapan saja karena layanan ini dapat diakses selama 24 jam, sehingga lebih memudahkan pasien untuk menjangkau akses layanan kesehatan,” ungkap CEO K24Klik Ebed Kharistian. 

Tidak hanya itu 40 gerai Apotek K-24 juga serentak dibuka di seluruh Indonesia. Mulai dari Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Kepulauan Bangka, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Papua.

Founder sekaligus Direktur Utama Apotek K-24  Gideon Hartono menyampaikan, tahun 2024 ini, pihaknya menargetkan membuka 110 gerai baru, 40 gerai yang baru saja Grand Opening merupakan bagian dari target 110 gerai tersebut. 

“Tidak hanya berfokus untuk melakukan ekspansi pertambahan jumlah gerai, tentunya kualitas pelayanan juga terus diperbarui agar lebih memudahkan masyarakat di pelosok negeri untuk mengakses layanan kesehatan,” tambah dia. 

Menurut dia, saat ini, telemedicine telah menjadi alat penting dalam memberikan akses kesehatan yang lebih mudah, efisien, dan praktis bagi masyarakat. Dengan terus berkembangnya teknologi dan adopsi yang lebih luas, telemedicine memiliki potensi besar untuk mengubah paradigma pelayanan kesehatan secara global, memungkinkan lebih banyak orang untuk mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan, di mana pun dan kapan pun. (Z-10)


Sumber:https://mediaindonesia.com/teknologi/675705/transformasi-digital-5-manfaat-telemedicine-yang-harus-kamu-ketahui


Monday, June 3, 2024

Penggunaan Domain Lokal Menjadi Katalisator Transformasi Digital

 


JUMLAH total pengguna domain .id per 31 desember 2023 yaitu sebanyak 951.421, angka tersebut meningkat 31% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 726.305. 

Namun jumlah pengguna domain .id tersebut masih sangat kecil, yaitu hanya 0,4% jika dibandingkan dengan total pengguna internet di Indonesia sebanysk 215 juta berdasarkan survei APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia). 

Sementara itu, data Exabytes sendiri menyebutkan bahwa pengguna domain .co.id dan .id hanya sekitar 25.43%. Sedangkan pengguna domain .com cukup signifikan 44.67% dari total keseluruhan pengguna domain di Exabytes. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat Indonesia akan penggunaan domain lokal. 

Exabytes dalam upaya digitalisasi bisnis di Indonesia yaitu dengan menjalin kolaborasi dengan PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). PANDI, sebagai pengelola lanskap domain terkemuka di Indonesia, memiliki peranan penting dalam memfasilitasi pendaftaran dan pengelolaan nama domain dengan eksistensi .id. 

Percepatan transformasi digital Indonesia mendapat pengakuan dari World Digital Competitiveness Ranking (WDCR). Hal ini dibuktikan dalam survei International Institute for Management Development (IMD), yang mengatakan bahwa Indonesia naik enam peringkat menjadi peringkat ke-45 pada tahun 2023, dimana sebelumnya Indonesia berada pada peringkat ke-51 pada tahun 2022. 

Sinergi yang tepat dan dukungan penuh dari semua pihak dibutuhkan untuk mewujudkan ekosistem digital yang inklusif dan  kolaboratif berbasis inovasi demi tercapainya Visi Indonesia Digital 2045.

Selaras dengan Visi Indonesia Digital 2045, Exabytes sebagai penyedia solusi All-in-one Bisnis Cloud, Digital, dan Ecommerce terkemuka di Asia Tenggara memiliki misi GROW Digital, yaitu membantu para pengusaha mikro dan UKM dalam menjalankan digitalisasi dan mengembangkan pemasaran produk mereka secara digital demi mendorong pertumbuhan digital di Indonesia. 

Exabytes dan PANDI percaya bahwa penggunaan domain.id harus terus digalakkan karena domain .id merupakan bentuk identitas digital Indonesia untuk menguasai sektor digital. Oleh karena itu, melalui kolaborasi dengan Exabytes, penyedia web hosting dan layanan digital terpercaya, memiliki komitmen bersama untuk memperkuat bisnis dan individu di Indonesia dengan penggunaan domain .id yang lebih luas, sehingga dapat menjadi katalisator bagi transformasi digital bisnis di Indonesia.

Indra Hartawan selaku Country Manager Exabytes Indonesia, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini. “Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan PANDI dalam mendorong upaya digitalisasi di Indonesia. Dengan memaksimalkan keahlian kami di bidang web hosting dan solusi digital, serta pengalaman PANDI yang luas dalam pengelolaan domain, kami berharap dapat menginspirasi dan 
membantu lebih banyak lagi pelaku usaha dan individu untuk memanfaatkan kekuatan internet dalam mencapai tujuan mereka," kata Indra

"Melalui program ini, kami bertujuan untuk menggerakkan revolusi digital di Indonesia dengan mendorong penggunaan nama domain secara luas sebagai landasan pembentukan identitas dan branding online. Dengan memberikan dukungan yang komprehensif, diharapkan dapat membuka jalan menuju Indonesia yang lebih inklusif dan dinamis secara digital. Bersama, kita dapat memanfaatkan kekuatan teknologi untuk mendorong perubahan positif dan menciptakan dunia yang lebih sustainable untuk generasi yang akan datang,” lanjutnya.

Melalui sejumlah program yang mendorong digitalisasi dan mendukung keberlanjutan program ini, Exabytes terus berupaya untuk mendukung perusahaan-perusahaan di Indonesia agar dapat berkembang di lanskap digital yang berkembang pesat, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dengan GROW Digital. (H-2)


Sumber: https://mediaindonesia.com/teknologi/675563/penggunaan-domain-lokal-menjadi-katalisator-transformasi-digital

Thursday, May 30, 2024

RI Merapat ke China, Cari Peluang Kerja Sama untuk Transformasi Digital dan AI

 


Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Budi melakukan kunjungan kerja di Swiss guna bertemu dengan perwakilan dari China untuk membahas transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI). 

Pertemuan yang diadakan di Geneva International Convention Center (CICG) tersebut merupakan kesepakatan bilateral dengan China yang menekankan perkembangan AI dan investasi pada SDM. Budi bertemu dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi RRC Shan Zhongde pada Senin (27/05/2024), guna membuka peluang kerja sama dalam membangun tranformasi digital di masing-masing negara. 

Termasuk perihal pengembangan AI.  “Semoga pertemuan ini membawa kerja sama yang lebih baik untuk kesuksesan bersama,“ kata Budi dalam tulisan resmi Kominfo.

Budi juga menjelaskan bahwa pengembangan AI dan investasi pada SDM akan mendorong kemajuan Indonesia. Menurut Budi, dengan memajukan digital ekonomi dan pemanfaatan AI, Indonesia bisa lepas dari middle income trap

Budi turut hadir bersama Dirjen PPI Wayan Toni, Dirut Bakti Kominfo Fadhilah Mathar, serta Staf Khusus Menkominfo Sarwoto Atmosutarno, Daniel Hutagalung, Jobpie Sugiharto, dan Dedy Permadi. Adapun Wakil Menteri Zhongde didampingi 9 anggota delegasi dari Pemerintah China. 

Wakil Menteri Zhongde menyatakan bahwa China berkomitmen untuk mendukung Indonesia dalam transformasi digitalnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa fokus utama dukungan tersebut adalah pada sektor telekomunikasi, khususnya pengembangan teknologi 5G dan 6G serta kecerdasan buatan (AI).

Dia juga menyampaikan harapan agar Indonesia mengirimkan delegasi untuk menghadiri forum internasional tentang industri digital dan AI yang akan diselenggarakan di China pada awal September tahun ini. Forum ini diharapkan menjadi platform bagi kedua negara untuk bertukar ide, pengalaman, dan inovasi di bidang digital dan AI. “Kami mengharapkan kerja sama mengenai pemanfaatan AI demi kemajuan rakyat masing-masing negara,” ujarnya. Budi juga menegaskan bahwa Indonesia telah memiliki aturan kode etik dalam pemanfaatan AI.

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Komunikasi Dan Informatika Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2023 Tentang Etika Kecerdasan Artifisial sebagai bentuk respon terhadap pesatnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial intelligence (AI) dalam kehidupan sehari-hari. 

Surat Edaran tersebut mencakup tiga kebijakan utama, yaitu nilai-nilai etika dalam AI, pelaksanaan nilai etika,, serta akuntabilitas dalam pemanfaatan dan pengembangan AI. 

Surat Edaran ini bertujuan untuk menjadi panduan bagi para pelaku usaha yang terlibat dalam aktivitas pemrograman berbasis AI dan penyelenggara sistem elektronik (PSE) baik di sektor publik maupun swasta. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)


Sumber: https://teknologi.bisnis.com/read/20240529/84/1769317/ri-merapat-ke-china-cari-peluang-kerja-sama-untuk-transformasi-digital-dan-ai

Tuesday, May 7, 2024

Transformasi Digital, Porsi Dana Murah BTN Naik Jadi 50,1% per Maret 2024

 


PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memastikan terus melakukan transformasi digital dari sisi transaksi elektronik. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan dana murah (current account savings account/CASA) perseroan.

Selain itu, BTN juga aktif mengakselerasi digital banking melalui BTN Mobile hingga peluncuran kartu debit BTN contactless yang memudahkan transaksi nasabah.

Dengan berbagai transformasi tersebut, hingga Maret 2024 BTN mencatatkan peningkatan transaksi melalui BTN Mobile sebesar 158,6 persen secara tahunan (year on year/yoy). BTN juga mencatatkan porsi CASA sebesar 50,1 persen per Maret 2024.

Direktur Distribution and Institutional Funding BTN Jasmin mengatakan, konsistensi menjalankan peran sebagai bank tabungan dan meningkatkan tingkat inklusi keuangan di masyarakat membuat perseroan meraih penghargaan Best Savings Bank 2024 for Indonesia di Thailand.

Ia menjelaskan, bibit awal kelahiran BTN bermula dari bank milik Belanda bernama Postspaarbank. Visi awal bank tersebut yakni mendidik masyarakat untuk menabung demi masa depan. Dalam perjalanannya, Postspaarbank kemudian berganti nama menjadi Tokin Kyoku, Bank Tabungan Pos, hingga menjadi Bank Tabungan Negara.

"Meski telah melewati ratusan tahun dan berevolusi, BTN tetap konsisten dengan peran sebagai bank tabungan untuk mengajak masyarakat menabung. Penghargaan ini akan menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjalankan peran tersebut, demi masa depan yang lebih baik," ujar Jasmin dalam keterangannya, Senin (6/5).
Sebagai bank tabungan, lanjut Jasmin, salah satunya BTN juga berfokus menyediakan akses inklusi dengan menghadirkan agen BTN di perumahan-perumahan yang dibiayai perseroan. BTN juga menyediakan BTN Mobile yang mudah diakses para nasabahnya.
"Bagi kami, menjalankan peran sebagai bank tabungan berarti tidak hanya menawarkan produk, tapi juga mengingatkan masyarakat untuk menabung demi masa depan karena hidup gak cuma tentang hari ini," jelasnya.
Deepali Khana, Vice President Asia Regional Office The Rockefeller Foundation mengatakan, di masa saat ini, sebuah merek tidak hanya besar karena profit yang dihasilkan. "Merek besar akan memiliki bisnis yang berkelanjutan ketika konsisten dengan perannya dalam memberikan dampak nyata di masyarakat termasuk dalam menjalankan inklusi keuangan," ujarnya dalam Global Brands Magazine Award di Thailand, Sabtu (4/5).

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/05/transformasi-digital-porsi-dana-murah.html


Mengoptimalisasi Fungsi Platform Digital untuk UMKM Desa

 




BOGOR, NETRALNEWS.COM- Sabtu, 16 Maret 2024 silam, 3 Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University Program Studi Komunikasi Digital dan Media yang terdiri dari Intan Arimiawati, Miqdad, dan Rahillatul Akromah sukses melaksanakan kegiatan Komunitas Tanpa Putus Ekonomi (KTP) di Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Acara ini diselenggarakan di Balai Desa Sukaraja dengan mengundang penggerak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Sukaraja. Sebanyak 30 UMKM dari berbagai jenis seperti makanan, minuman, jasa, kerajinan tangan datang untuk mengikuti dan memeriahkan workshop ini.

Kegiatan KTP Project ini mengangkat SDG’s nomor 8 yang berfokus pada “Pekerjaan Layak dan Pertumbukan Ekonomi”.

Tema tersebut menjadi panduan utama. Mahasiswa memahami bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian di tingkat lokal. Dengan mengangkat perkembangan ekonomi melalui pendekatan digitalisasi, hal ini akan membuat penggerak UMKM desa semakin cakap digitalisasi.

Acara dimulai dengan sambutan Bapak Asep AOS selaku Kepala Desa Sukaraja. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa pemangku UMKM di Desa Sukaraja sangat penting untuk pembangunan desa agar lebih makmur dan sejahtera.

Beliau sangat senang dan antusias karena kegiatan KTP Project yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University Program Studi Komunikasi Digital dan Media ini dapat dilaksanakan di Desa Sukaraja dan melibatkan para penggerak UMKM Desa Sukaraja.

Dalam kegiatan KTP Project ini, mahasiswa tersebut membawakan tiga topik di antaranya adalah Digital Marketing, Cara Aktivasi Aplikasi Jual Beli Online, dan Copywriting Produk.

Mereka memaparkan materi yang berbeda-beda. Materi yang pertama ialah Digital Marketing yang dibawakan oleh Miqdad. Materi ini berusaha membangun ketertarikan penggerak UMKM Desa Sukaraja untuk lebih aware dengan Digital Marketing.

Selanjutnya materi kedua disampaikan oleh Rahillatul Akromah mengenai Aktivasi Aplikasi Jual Beli Online. Isi yang disampaikan dalam materi kedua ialah mengenai praktek cara membuat onlineshop atau memperjual belikan produk UMKM di aplikasi shopee.

Dalam materi kedua ini para penggerak UMKM dipandu oleh pemateri untuk membuat akun hingga meproses penjualan produk UMKM hanya dengan menggunakan handphone masing-masing. Dan, dilanjut oleh materi yang terakhir yaitu mengenai Copywriting Produk yang disampaikan oleh Intan Arimiawati.

Penyampaian materi ketiga ini lebih kepada melakukan interaksi antara penggerak UMKM dan pemateri untuk melaksanakan sesi diskusi interaktif mengenai bagaimana cara membuat Copywriting Produk dengan efektif, interaktif, dan efisien.

Setelah melaksanakan sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif, acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari penyelenggara acara kepada Desa Sukaraja dan penggerak UMKM Desa Sukaraja yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir pada acara workshop KTP Project.

 Acara ini menjadi jembatan untuk UMKM desa agar dapat mengembangkan produk dan jasa nya ke era digitalisasi dengan menggunakan platform jual beli online. Dengan demikian penggerak UMKM Desa Sukaraja dapat melek teknologi digital yang berbasis pada perkembangan ekonomi desa merata seperti goals pada SDG’s nomor 8.

Antusias penggerak UMKM yang sangat tinggi pada saat workshop membuat mereka mampu mengaplikasikan materi yang telah diberikan dan meningkatkan keuntungan penjualan.

Semoga kegiatan ini dapat terus menginspirasi dan bermanfaat bagi seluruh penggerak UMKM desa, tidak hanya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat namun juga di seluruh Indonesia.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/05/mengoptimalisasi-fungsi-platform.html

Sunday, May 5, 2024

Literasi Digital Lewat Pendampingan & Pelatihan Jadi Bekal Memahami Digitalisasi Keuangan dan Usaha

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaku UMKM didorong lebih memahami kegiatan keuangan secara digital, dan pelan-pelan akan meninggalkan cara konvensional.


Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi yang mengaku optimis nasabah Mekaar akan mampu melakukan hal di atas.


Apalagi, pihaknya terus aktif dalam memberikan wawasan mengenai literasi keuangan dan literasi digital melalui pendampingan dan pelatihan terhadap nasabahnya dengan harapan penggunaan Digitalisasi.


“Ekosistem cashless terus kami genjot untuk mendorong nasabah naik kelas. Tentu harus dimulai dengan pemahaman para nasabah tentang apa itu keuangan digital dan dilanjutkan dengan inklusinya,” kata Arief, Senin (6/5/2024).



Arief juga mendorong ketua kelompok nasabah Mekaar untuk dapat membentuk ekosistem agar dapat ciptakan nilai lebih pada ekonomi dan sosial.


“Selain pelatihan, pada kesempatan yang sama, ketua kelompok nasabah PNM Mekaar juga dijadikan sebagai agen BRILink Mekaar. Anggota kelompok nantinya dapat melakukan transaksi seperti pembelian pulsa, pencairan dan transaksi keuangan lainnya melalui ketua kelompok masing-masing," terangnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus mendorong nasabahnya untuk lebih melek Digital dan meningkatkan jumlah pertumbuhan nasabahnya secara bersamaan.


Tentunta, untuk menunjang hal itu semua holding Ultra Mikro telah mempersiapkan berbagai enabler yaitu rekening Simpedes UMI, AgenBRILink Mekaar dan Senyum Mobile.


“Selain itu, dengan alignment proses bisnis yang telah dilakukan, kini nasabah PNM Mekaar telah menerima pencairan pinjaman secara cashless dengan total Rp2,02 triliun pada akhir Triwulan I 2024,” jelasnya.



Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/05/literasi-digital-lewat-pendampingan.html