Showing posts with label Ruang Kelas. Show all posts
Showing posts with label Ruang Kelas. Show all posts

Tuesday, June 18, 2024

UMKM Bangkit, Ekonomi Meningkat

 


Pada Kamis, 25 April 2024 Suasana Balai Kota Malang mendadak semarak, kalian tahu nggak kenapa? yaa betull, hari dimana memperingati HUT Malang ke-110 dengan bagi-bagi gorengan gratis untuk semua orang loo! tidak hanya itu tapi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkumpul dalam acara Bazar UMKM yang diadakan sehari penuh di Balai Kota Malang. Event ini tidak hanya menjadi ajang pameran produk-produk lokal, namun juga menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk berbagi inspirasi dan memperluas jaringan bisnis.

Bazar yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Malang ini menghadirkan lebih dari 50 stand yang menampilkan beragam produk kreatif. Mulai dari kerajinan tangan, pakaian, aksesoris, hingga kuliner khas Malang, semuanya tersaji dengan menarik perhatian pengunjung. Warga Malang dan wisatawan yang sedang berlibur di kota ini tampak antusias memadati area bazar, memborong produk-produk berkualitas dengan harga terjangkau.

Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. 

"Kami ingin memberikan panggung bagi para pelaku UMKM untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi mereka. Dengan adanya bazar ini, kami berharap produk-produk lokal Malang bisa semakin dikenal luas dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional," ujarnya.

Selain pameran produk, bazar ini juga menyelenggarakan seminar yang diisi oleh para ahli di bidang kewirausahaan. Peserta mendapatkan wawasan baru tentang strategi pemasaran digital, manajemen keuangan, hingga cara meningkatkan kualitas produk. Dengan demikian, acara ini tidak hanya sekedar tempat jual beli, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka lebih lanjut. 

Melihat kesuksesan acara ini, Pemerintah Kota Malang berencana untuk menjadikan Bazar UMKM sebagai agenda rutin tahunan. Diharapkan dengan adanya event ini, Malang tidak hanya dikenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan inovasi UMKM.

Dengan semangat kolaborasi dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Bazar UMKM di Balai Kota Malang berhasil menunjukkan bahwa kreativitas lokal Malang memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di pasar global.


Sumber:https://www.kompasiana.com/magangmbkmbalaikotamalang7425/667141b634777c233b414272/umkm-bangkit-ekonomi-meningkat

Tuesday, June 11, 2024

Transformasi Digital di Era Industri 4.0 yang Menjadi Peluang dan Tantangan Masa Kini

 


Di era Industri masa kini, Transformasi digital telah menjadi kehausan berbagai sektor, mulai dari manufaktor hingga Pendidikan. Revolusi ini ditandai dengan integrasi teknologi canggih yang mengubah secara fundamental cara kita bekerja, berinteraksi, dan membuat keputusan. Salah satu teknologi kunci adalah Internet of Things (IoT), yang memungkinkan perangkat fisik terhubung dan berkomunikasi melalui internet. Ini menciptakan ekosistem yang terhubung, di mana data dapat dikumpulkan dan dianalisis secara real-time untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas. Misalnya, di sektor manufaktur, IoT memungkinkan mesin dan perangkat untuk memantau kondisi mereka sendiri dan mengirimkan data ke sistem pusat untuk analisis, yang bisa mencegah kegagalan dan downtime produksi.

Selain IoT, kecerdasan buatan (AI) memainkan peran penting dalam transformasi digital. AI memungkinkan mesin untuk belajar dari data, mengenali pola, dan membuat keputusan yang cerdas. Dalam sektor pelayanan kesehatan, misalnya, AI dapat digunakan untuk menganalisis data pasien dan membantu dokter dalam diagnosis dan perawatan. Di bidang pendidikan, AI dapat personalisasi proses pembelajaran berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa, sehingga meningkatkan hasil belajar.

Teknologi lainnya adalah big data, yang mengacu pada kemampuan untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis sejumlah besar data yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Dengan analisis big data, perusahaan dapat memahami tren pasar, preferensi pelanggan, dan performa produk dengan lebih baik. Contohnya, dalam sektor ritel, big data dapat digunakan untuk mengoptimalkan stok barang berdasarkan pola pembelian pelanggan, sehingga mengurangi biaya penyimpanan dan meningkatkan penjualan.

Namun, transformasi digital ini tidak tanpa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah keamanan siber, karena meningkatnya jumlah data yang disimpan dan diproses secara digital meningkatkan risiko serangan siber. Perusahaan harus mengadopsi langkah-langkah keamanan yang kuat untuk melindungi data mereka dari ancaman seperti hacking dan ransomware.

Terakhir, perubahan budaya organisasi dan kompleksitas integrasi juga merupakan tantangan yang signifikan. Transformasi digital tidak hanya tentang mengadopsi teknologi baru tetapi juga tentang mengubah cara kerja dan budaya perusahaan untuk mendukung inovasi dan fleksibilitas. Integrasi teknologi baru dengan sistem dan proses yang sudah ada memerlukan perencanaan yang matang untuk memastikan bahwa perubahan ini berjalan dengan lancar dan tidak mengganggu operasi bisnis sehari-hari.

Peluang di Era Industri 4.0

Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas

Implementasi teknologi otomatisasi dan Internet of Things (IoT) memungkinkan proses produksi menjadi lebih efisien dan akurat. Mesin yang terhubung dengan internet dapat berkomunikasi satu sama lain, memungkinkan pertukaran informasi secara real-time. Dengan demikian, rantai pasokan dapat dioptimalkan secara otomatis, persediaan dapat dipantau, dan produksi dapat disesuaikan sesuai kebutuhan tanpa perlu campur tangan manusia secara langsung. Kesalahan manusia dapat dikurangi secara signifikan, menghasilkan lingkungan kerja yang lebih efisien dan produktif.

Inovasi dan Pengembangan Produk

Teknologi digital memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mengembangkan produk dan layanan baru yang lebih inovatif. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan analisis big data, perusahaan dapat menganalisis tren pasar dan kebutuhan konsumen secara mendalam. Ini memungkinkan perusahaan untuk menciptakan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar dan menghasilkan inovasi yang lebih baik.

Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Dengan memanfaatkan big data dan analitik, organisasi dapat membuat keputusan yang lebih baik dan tepat waktu. Data real-time dapat digunakan untuk memprediksi tren masa depan dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Analisis data yang mendalam membantu manajemen dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada fakta dan bukti, bukan hanya pada intuisi.

Peningkatan Pengalaman Pelanggan

Transformasi digital memungkinkan personalisasi layanan dan interaksi dengan pelanggan. Penggunaan chatbot, platform e-commerce yang dioptimalkan, dan aplikasi mobile memungkinkan perusahaan untuk berinteraksi lebih dekat dengan pelanggan mereka. Personalisasi ini meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pelanggan dengan menyediakan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

Fleksibilitas dan Adaptabilitas

Teknologi cloud computing dan alat kolaborasi digital memungkinkan pekerja untuk bekerja dari mana saja dan kapan saja. Karyawan dapat mengakses data dan aplikasi penting dari berbagai lokasi, meningkatkan fleksibilitas dan adaptabilitas perusahaan dalam menghadapi perubahan pasar yang cepat. Ini juga memungkinkan tim untuk bekerja secara kolaboratif tanpa terbatas oleh batasan fisik kantor.

Tantangan dalam Transformasi Digital

Keamanan Siber

Dengan meningkatnya jumlah data yang disimpan secara digital, ancaman keamanan siber juga meningkat. Perusahaan harus memastikan bahwa mereka memiliki langkah-langkah keamanan yang kuat untuk melindungi data mereka dari serangan siber. Ini termasuk penerapan firewall yang kuat, enkripsi data, pemantauan keamanan yang aktif, serta pelatihan karyawan tentang praktik keamanan digital yang baik.

Biaya Implementasi

Transformasi digital membutuhkan investasi yang signifikan dalam perangkat keras, perangkat lunak, dan pelatihan karyawan. Hal ini bisa menjadi tantangan bagi perusahaan kecil dan menengah yang memiliki sumber daya terbatas. Perusahaan perlu membuat perencanaan anggaran yang matang dan mencari solusi yang paling efisien agar dapat mengadopsi teknologi baru tanpa mengganggu keberlanjutan bisnis.

Kesenjangan Keterampilan

Adopsi teknologi baru memerlukan keterampilan baru yang mungkin belum dimiliki oleh sebagian besar tenaga kerja saat ini. Pelatihan dan pengembangan keterampilan menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa karyawan dapat mengikuti perkembangan teknologi. Perusahaan harus berinvestasi dalam pelatihan internal atau mencari sumber daya dengan keterampilan yang diperlukan di pasar kerja.

Peubahan Budaya Organisasi

Transformasi digital tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang perubahan budaya organisasi. Perusahaan perlu mendorong budaya inovasi dan fleksibilitas untuk berhasil dalam perjalanan transformasi digital. Ini melibatkan pembangunan lingkungan kerja yang mendukung eksperimen, pemecahan masalah, dan kolaborasi antar tim.

Kompleksitas Integrasi

Mengintegrasikan sistem dan proses yang sudah ada dengan teknologi baru bisa menjadi kompleks dan memerlukan perencanaan yang matang. Integrasi yang buruk dapat menghambat aliran kerja dan mengurangi efisiensi. Perusahaan perlu merancang strategi integrasi yang baik dan memastikan bahwa sistem baru dapat berintegrasi dengan lancar dengan infrastruktur yang sudah ada.

Kesimpulan

Transformasi digital di era Industri 4.0 menawarkan peluang besar bagi perusahaan dalam peningkatan efisiensi operasional, inovasi produk, dan pengembangan bisnis yang lebih luas. Dengan otomatisasi proses dan pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI), perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan rantai pasokan, dan mengembangkan solusi baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Namun, untuk meraih manfaat ini, perusahaan juga dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Keamanan siber yang semakin kompleks, biaya implementasi yang besar, dan kesenjangan keterampilan dalam tenaga kerja menjadi tantangan utama yang harus dihadapi. Dengan strategi yang tepat dan komitmen untuk beradaptasi, perusahaan dapat mengatasi hambatan ini dan memanfaatkan teknologi digital sebagai alat untuk mencapai keunggulan kompetitif di pasar global yang terus berkembang.


Sumber; https://www.kompasiana.com/akhmadinam23/6667d939c925c43b67581172/tranformasi-digital-di-era-industri-4-0-yang-menjadi-peluang-dan-tantangan-masa-kini


Monday, June 10, 2024

Dawet Ireng Nyonya Cantikul-yogyakarta-peran-umkm-dalam-memajukan-ekonomi-lokal

 


UMKM merupakan singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Pada dasarnya, UMKM merujuk pada jenis usaha atau bisnis yang dikelola oleh individu, kelompok, badan usaha kecil, atau bahkan rumah tangga. Usaha-usaha ini sering kali beroperasi dengan skala yang lebih kecil jika dibandingkan dengan perusahaan besar, baik dari segi jumlah karyawan maupun volume bisnis yang dihasilkan.

Oleh sebab itu, UMKM dapat dipahami sebagai kegiatan ekonomi yang umumnya dilakukan oleh masyarakat dari kalangan menengah ke bawah, yang mencari peluang untuk meningkatkan taraf hidup mereka melalui kewirausahaan. UMKM memberikan kesempatan bagi individu untuk memanfaatkan keterampilan dan sumber daya yang mereka miliki guna menciptakan produk atau layanan yang dibutuhkan pasar.

UMKM memainkan peran dan fungsi yang sangat penting dalam perekonomian suatu negara, terutama di Indonesia. Sebagai negara berkembang, Indonesia menempatkan UMKM sebagai pondasi utama dalam sektor perekonomian masyarakat. Langkah ini diambil untuk mendorong kemampuan kemandirian dan pertumbuhan ekonomi di kalangan masyarakat, terutama di sektor ekonomi.

Sebagai fakta singkat, UMKM menjadi penopang utama ekonomi Indonesia saat hampir tumbang akibat krisis moneter pada tahun 1997. Pada masa itu, ketika banyak perusahaan besar mengalami kebangkrutan, UMKM justru berperan sebagai penyelamat dengan mempertahankan aktivitas ekonomi dan menyediakan lapangan kerja. Aktivitas UMKM yang berkelanjutan pada masa krisis membantu menstabilkan ekonomi yang sedang terpuruk, memungkinkan Indonesia untuk bertahan dan pulih dari keterpurukan.

Tanpa adanya aktivitas UMKM yang aktif pada masa krisis moneter 1997, Indonesia mungkin tidak akan mencapai kondisi ekonomi seperti sekarang ini. Hingga saat ini, peran dan fungsi UMKM tetap berlanjut dalam mengangkat derajat perekonomian di Indonesia. UMKM terus memberikan kontribusi yang signifikan melalui penciptaan lapangan kerja, penyediaan barang dan jasa, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Yogyakarta dikenal memiliki potensi UMKM yang tinggi, salah satunya terletak di Kabupaten Bantul. Dawet Ireng Nyonya Cantik, sebuah UMKM yang berlokasi di daerah Bantul Yogyakarta, baru saja didirikan pada tahun 2023. Meski usaha ini masih tergolong baru, namun giatnya dalam merintis perjalanan usahanya menunjukkan tekad untuk lebih dikenal oleh masyarakat luas.


Berlokasi di Jl. Diponegoro, Bantul Wr., Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Dawet Ireng Nyonya Cantik memiliki letak yang sangat strategis karena berada di pinggir jalan raya Bantul, sehingga mudah diakses oleh pelanggan. Jam operasionalnya yang dimulai dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB juga memberikan kenyamanan bagi pelanggan.

Dawet Ireng merupakan salah satu varian es dawet yang berasal dari daerah Butuh, Purworejo, Jawa Tengah. Nama "ireng" sendiri diambil dari Bahasa Jawa yang berarti hitam. Keunikan dari dawet ireng terletak pada warna hitam alami yang dihasilkan oleh bahan bakunya, yaitu merang yang dibakar. Merang, yang merupakan istilah Bahasa Jawa untuk jerami, memberikan warna hitam khas pada es dawet ini.

"Dawet ireng yang dibuat ini berbahan utama tepung oman pati onggok, pewarna hitamnya ini berasal dari merang yang dibakar. Butiran dawet berwarna hitam karena diperoleh dari abu bakar merang yang dicampur dengan air. Nah proses ini menghasilkan air berwarna hitam yang kemudian digunakan sebagai pewarna alami untuk dawet ireng ini." Ujar Eka Yuli Astuti, karyawan Dawet Ireng Nyonya Cantik.

Selanjutnya, untuk kuahnya seperti dawet-dawet pada umumnya yaitu menggunakan santan kelapa yang dicampur dengan gula Jawa sebagai pemanis dan daun pandan sebagai penyedap. Santan yang kental dan manis dari gula Jawa memberikan cita rasa yang khas dan lezat pada kuah dawet ireng. Dalam penyajian dawet ireng seringkali disajikan dengan tambahan potongan buah nangka yang memberikan aroma segar dan rasa yang manis. Biasanya, dawet ireng disajikan dalam mangkuk putih bersama es sebagai penyegar.


Dawet Ireng Nyonya Cantik tidak hanya menawarka sajian utamanya, dawet ireng, tetapi juga menyediakan menu pelengkap yang tak kalah lezat, yaitu batagor. Menu ini menjadi alternatif yang menarik bagi para pelanggan yang ingin menikmati variasi rasa saat datang ke warung tersebut. Dengan harga yang terjangkau, satu porsi batagor dihargai sebesar Rp. 8.000, sementara satu porsi dawet ireng seharga Rp. 6.000. Ketersediaan menu pelengkap menjadi nilai tambah dan mampu menjangkau lebih banyak kalangan konsumen.

"Untuk omzet perhari kurang lebih 200 porsi dawet dan 150 porsi batagor" ujar Eka Yuli Astuti, salah satu karyawan di Dawet Ireng Nyonya Cantik. Jika dikalikan dengan harganya, warung ini meraup sekitar Rp. 1.200.000 dari penjualan dawet dan Rp. 1.200.000 dari penjualan batagor, dengan total omzet mencapai kurang lebih Rp. 2.400.000 per hari. Angka ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh UMKM ini dalam menggerakkan roda perekonomian lokal.

Pelanggan di warung ini terus berdatangan dengan antusias yang tinggi. Salah satu pelanggan yaitu Kayla Erita menceritakan pengalamannya saat pertama kali mencoba dawet ini "saya baru pertama mencoba dawet ini karena penasaran, saat berangkat sekolah melihat Dawet Ireng Nyonya Cantik ini selalu ramai pelanggan. Berbeda dengan dawet-dawet lainnya yang biasanya hanya dibeli untuk dibawa pulang karena tidak ada tempat duduk untuk menikmatinya secara langsung disini kita bisa langsung menikmati dawetnya, rasa dawetnya enak manisnya pas." ucap Kayla Erita.

UMKM memiliki peran yang signifikan dalam menyediakan sarana untuk meratakan tingkat ekonomi. Kehadiran UMKM yang tersebar di berbagai tempat, termasuk di daerah-daerah terpencil dan pedesaan, memungkinkan akses ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah. Dengan adanya UMKM yang dapat dijangkau oleh masyarakat desa, mereka memiliki kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi tanpa harus meninggalkan tempat tinggal mereka.

UMKM juga secara tidak langsung berkontribusi dalam upaya mengatasi masalah kemiskinan yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Sebagai negara berkembang, Indonesia dihadapkan pada tantangan meningkatkan pembangunan ekonomi yang berkualitas. Oleh karena itu, UMKM menjadi salah satu solusi dalam upaya mengurangi tingkat kemiskinan dengan menyerap tenaga kerja yang cukup besar.

UMKM juga berperan dalam perluasan kesempatan kerja, terutama di tengah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat di Indonesia. Dengan laju pertumbuhan penduduk yang pesat, kebutuhan akan lapangan kerja semakin mendesak. UMKM mampu menciptakan banyak lapangan kerja baru yang bisa menyerap tenaga kerja dari berbagai kalangan, baik itu lulusan baru, pekerja berpengalaman, maupun mereka yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan.

Hal ini tercermin dalam pandangan salah satu dari tiga karyawan yang bekerja di Dawet Ireng Nyonya Cantik, Eka Yuli Astuti. "Sebagai karyawan di Dawet Ireng Nyonya Cantik, saya menyadari betapa pentingnya peran UMKM dalam memajukan perekonomian lokal. Saya merasakan dampak positifnya secara langsung. Dengan adanya UMKM seperti ini, saya sangat terbantu karena mendapat kesempatan untuk bekerja," ujar Eka Yuli Astuti. Melalui penciptaan kesempatan kerja, UMKM tidak hanya membantu mengurangi tingkat pengangguran, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.

Dawet Ireng Nyonya Cantik menjadi salah satu cerminan pentingnya peran UMKM dalam menggerakkan dan memajukkan ekonomi lokal. Dengan inovasi dan dedikasi, UMKM seperti Dawet Ireng Nyonya Cantik mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat perekonomian daerah. Keberhasilan dan kesuksesan UMKM ini tidak hanya memperkaya ragam kuliner lokal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Semakin berkembangnya UMKM semacam ini, semakin terbukalah potensi ekonomi lokal untuk terus maju dan berkembang.


Sumber: https://www.kompasiana.com/caamaharani2205/6667084fc925c44aec6a8e02/dawet-ireng-nyonya-cantik-bantul-yogyakarta-peran-umkm-dalam-memajukan-ekonomi-lokal?page=3&page_images=1

Pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi Pelaku UMKM: Pilar Utama Kemajuan Usaha Kecil Menengah

 


Bertempat di Desa Kertosari, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, telah dilaksanakan kegiatan pengisian Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 82 Tahun 2024 posko 10 UIN Walisongo Semarang pada Jumat (31/5/2024).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program KKN yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dalam meningkatkan usaha ekonomi lokal. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang memberikan pendampingan dan bantuan teknis kepada pelaku UMKM dalam proses pengisian NIB.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kementrian Agama Kabupaten Kendal, tokoh masyarakat, serta para pelaku UMKM yang berada di Desa Kertosari. Semua pihak menyambut baik dan mengapresiasi upaya mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dalam membantu pengembangan UMKM di Desa Kertosari.

Salah satu aspek yang menarik dari program ini adalah pengaruhnya terhadap proses sertifikasi halal. Ainun Naim selaku pendamping proses sertifikasi halal dari Walisongo Halal Center (WHC) mengatakan bahwa, "Dengan memiliki NIB, pelaku usaha menjadi lebih mudah untuk mengikuti proses sertifikasi halal, karena NIB menjadi salah satu identifikasi resmi dari pelaku usaha yang terdaftar."

 Selain itu NIB menjadi kunci utama dalam mengakses berbagai kemudahan dan dukungan yang diperlukan untuk mengembangkan usaha kecil mereka.

Pentingnya memiliki NIB bagi Pelaku UMKM memberikan legalitas resmi bagi usaha UMKM, untuk menjalankan berbagai transaksi bisnis secara sah dan terpercaya. Dengan memiliki NIB, pelaku UMKM dapat menjalankan usaha mereka dengan lebih yakin dan tanpa hambatan hukum. 

Selain itu, bank dan lembaga keuangan lainnya cenderung lebih mempercayai usaha yang telah memiliki NIB. Hal ini dinilai dapat memudahkan pelaku UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan yang diperlukan untuk mengembangkan usaha mereka, seperti pinjaman modal usaha atau kredit modal kerja.

Pemerintah sering memberikan berbagai insentif dan dukungan kepada pelaku UMKM yang memiliki NIB. Mulai dari pelatihan dan pendampingan bisnis hingga akses pasar dan pembiayaan. Memiliki NIB dapat membuka pintu untuk memanfaatkan berbagai program dukungan yang disediakan oleh pemerintah.

Dengan memahami pentingnya dan manfaat dari memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang akan mengambil langkah untuk memperolehnya. NIB bukan hanya sekadar angka atau kode, tetapi merupakan kunci utama untuk membuka pintu menuju kemajuan dan kesuksesan bagi usaha kecil dan menengah di Indonesia.


https://www.kompasiana.com/alfina83975/666695acc925c456ef36f002/pentingnya-nomor-induk-berusaha-nib-bagi-pelaku-umkm-pilar-utama-kemajuan-usaha-kecil-menengah


Thursday, June 6, 2024

UMKM Banggai Kepulauan Tingkatkan Daya Saing dengan Pendaftaran Merek dan Perseroan Perorangan

 


Banggai Kepulauan, 6 Juni 2024 -- Bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Kanwil Kemenkumham Sulteng ikuti kegiatan Sosialisasi Fasilitasi pendampingan pendaftaran Merek dan Perseroan Perseorangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Bangkep. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada para pelaku UKM tentang pentingnya pendaftaran merek dan kemudahan berusaha.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekertaris Disperindagkop, Rani Pasomba. Turut hadir Kepala Bidang UKM Disperindagkop, Sri Adrianti Lamuan serta pemateri dari Kanwil Kemenkumham Sulteng, Kepala Sub Bidang Kekayaan Intelektual, Aida Julpha Tangkere, Pejabat Fungsional PBJ, Yefrison Padjamu, dan perwakilan sub bidang AHU Kemenkumham Sulteng, M Said.

Mewakili Kasubid KI, Yefrison Padjamu, Pejabat Fungsional PBJ Kemenkumham Sulteng, menjelaskan bahwa merek adalah tanda untuk membedakan produk barang atau jasa. Ia menekankan bahwa pendaftaran merek memiliki beberapa manfaat penting bagi UMKM, di antaranya mendapat perlindungan selama 10 tahun dari penjiplakan.

Selain itu tujuannya untuk menjaga reputasi dan nilai bisnis UMKM, Merek terdaftar memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan yang tidak terdaftar, meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen Memberikan keuntungan dalam persaingan, Merek terdaftar membantu UMKM bersaing dengan bisnis yang lebih besar serta Mempermudah perluasan bisnis Merek terdaftar mendukung UMKM dalam memperluas bisnis ke pasar baru.

Yefrison juga memaparkan 12 Etalase Katalog Elektronik yang diluncurkan oleh Kemenkumham untuk membantu UMKM memasarkan produk mereka secara online. Katalog ini dapat diakses oleh instansi pemerintah dan BUMN yang ingin membeli produk dari UMKM. Yefrison juga menjelaskan pentingnya perizinan berusaha bagi UMKM, menekankan bahwa UMKM wajib memiliki izin usaha untuk menjalankan bisnis secara legal.

M Said, perwakilan sub bidang AHU Kemenkumham Sulteng, menyampaikan materi tentang kemudahan berusaha bagi UMKM di Kabupaten Banggai Kepulauan. Salah satu program pemerintah yang dijelaskan adalah PT Perorangan, sebuah perseroan terbatas yang didirikan oleh satu orang dengan persyaratan yang sangat mudah dan biaya yang terjangkau.

Disisi lain, Kakanwil Kemenkumham Sulteng, Hermansyah Siregar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. "Penting bagi para pelaku UMKM untuk memahami pentingnya pendaftaran merek dan kemudahan berusaha. Hal ini dapat membantu mereka untuk meningkatkan daya saing dan mengembangkan usahanya," ujar Hermansyah.

Hermansyah juga menegaskan komitmen Kemenkumham Sulteng untuk terus mendukung UMKM di Bangkep. "Kami siap membantu para pelaku UMKM dalam proses pendaftaran merek dan pendirian PT Perorangan," ujarnya.

Manfaat PT Perorangan bagi UMKM yaitu Memudahkan akses ke perbankan untuk memperoleh dana, Memisahkan harta pribadi dengan harta perusahaan dan Meningkatkan kredibilitas usaha

Acara edukasi ini diikuti dengan antusias oleh para pelaku UMKM di Banggai Kepulauan. Mereka aktif mengajukan pertanyaan kepada para pemateri mengenai pendaftaran merek dan PT Perorangan. Diharapkan, informasi yang disampaikan dapat membantu para pelaku UMKM di Banggai Kepulauan untuk mengembangkan usaha mereka dan menjadi lebih sukses. Kegiatan ditutup dengan pendampingan pendaftaran Merek dan Perseroan Perorangan oleh operator dari masing -- masing Sub Bidang. (HUMAS KANWIL KEMENKUMHAM SULTENG)


Sumber: https://www.kompasiana.com/gardaterdepanhumas1432/6661ab8eed6415372a16f312/umkm-banggai-kepulauan-tingkatkan-daya-saing-dengan-pendaftaran-merek-dan-perseroan-perorangan

Sunday, June 2, 2024

Peran Musyarakah dalam Mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah

 


Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memiliki peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah perlu menciptakan kebijakan yang kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan UKM, serta meningkatkan peran dalam memberdayakan UKM dan mengembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil. 

Dalam upaya mengembangkan UKM, salah satu akad yang dapat digunakan adalah musyarakah. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi peran musyarakah dalam mengembangkan usaha kecil dan menengah. 

Dalam era globalisasi ini, UKM memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung ekonomi negara. Namun, mereka sering menghadapi kendala seperti akses terbatas terhadap modal, keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, serta keterbatasan akses ke pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, penting untuk memperkenalkan model bisnis yang dapat memberikan solusi untuk tantangan ini. 

Salah satu model bisnis yang dapat digunakan adalah musyarakah, yang merupakan bentuk kerjasama antara dua pihak atau lebih dalam mengembangkan usaha. 

Dalam konteks UKM, musyarakah memungkinkan pengusaha kecil dan menengah untuk berkolaborasi dengan mitra bisnis atau investor yang lebih besar untuk memperoleh modal, berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta memperluas jaringan dan peluang usaha.


Peran Musyarakah dalam Mengembangkan UKM:


Akses Modal: Salah satu kendala utama yang dihadapi oleh UKM adalah akses terbatas terhadap modal. Dalam musyarakah, pengusaha kecil dan menengah dapat berkolaborasi dengan mitra bisnis atau investor untuk mendapatkan modal yang diperlukan untuk mengembangkan usaha mereka. Hal ini membantu mengatasi hambatan modal dan memungkinkan UKM untuk tumbuh dan berkembang.

Pembagian Keuntungan dan Kerugian: Dalam musyarakah, keuntungan dan kerugian dibagi antara semua pihak yang terlibat sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Hal ini menciptakan keterlibatan yang adil dan mendorong kerjasama aktif antara pengusaha kecil dan mitra bisnis atau investor. Dengan adanya pembagian keuntungan yang adil, musyarakah memberikan insentif bagi semua pihak untuk bekerja sama dan berkontribusi secara maksimal dalam mengembangkan usaha.

Pengetahuan dan Pengalaman: Melalui musyarakah, pengusaha kecil dan menengah dapat memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman mitra bisnis atau investor. Mitra bisnis yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam industri tertentu dapat memberikan bimbingan dan nasihat yang berharga bagi pengusaha kecil dan menengah. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan pengusaha kecil dan menengah dalam mengelola usaha mereka dan menghadapi tantangan yang mungkin terjadi.

Jaringan dan Peluang: Dalam musyarakah, pengusaha kecil dan menengah dapat memperluas jaringan mereka melalui koneksi dan hubungan mitra bisnis atau investor. Mitra bisnis yang memiliki jaringan yang luas dapat membantu memperluas pasar dan membuka peluang baru bagi pengusaha kecil dan menengah. Dengan adanya akses ke jaringan dan peluang yang lebih luas, UKM dapat mengembangkan usaha mereka dengan lebih baik.

Musyarakah memiliki peran penting dalam mengembangkan usaha kecil dan menengah. Melalui musyarakah, UKM dapat mengatasi kendala modal, memperoleh pengetahuan dan pengalaman dari mitra bisnis atau investor, serta memperluas jaringan dan peluang. 

Dengan adanya musyarakah, UKM dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan.


Sumber: https://www.kompasiana.com/abdulahrahmanarif/665b234334777c3ef7327782/peran-musyarakah-dalam-mengembangkan-usaha-kecil-dan-menengah


Monday, May 27, 2024

Peran dan Tantangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) terhadap Kemajuan Ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia

 


Bank berasal dari kata "banca" yang mengacu sebagai tempat penukaran uang, fungsi awal bank sebagai lembaga yang memfasilitasi pertukaran uang dan transaksi keuangan. Sedangakan menurut undang undang bank memiliki pengertian perantara keuangan Masyarakat ke Masyarakat, menimbun dana dari Masyarakat ke Masyarakat unuk meningkatkan tarif hidup.

Sedangakan bank perkreditan rakyat memiliki definisi Bank perkreditan rakyat merupakan lembaga keuangan yang beropasi baik secara konvensional maupun syariah. Bank perkrediyan rakyat fokus terhadap kegiatan usaha tanpa melayani transaksi pembayaran, bpr sendiri fokus untuk menyediakan pelayanan terhadap pengusaha mikro, kecil dan menengah. Bpr memberikan layanan berupa penghimpunan dana dari masyarkat, tabungan, simpanan, memberikan kredit, dan deposito

UMKM atau usaha mikro kecil menengah adalah usaha yang didirikan individua tau perorangan yang relative kecil bukan berbentuk Perusahaan. Usaha mikro kecil menengah atau yang biasa disebut dengan umkm sendiri memiliki peran penting dalam kemajuan ekonomi di indonesia. Di negara maju maupun berkembang UMKM sangatlah berpengaruh dalam kemajuan  ekonomi. Umkm memiliki  peran penting dalam kemajuan ekonomi karena, umkm dapat memberikan lapangan  pekerjaan yang luas yang dapat menambah pendapatan mereka, dan berkurangya pengangguran, Sehingga hal itu menjadikan ekonomi indonesia lebih stabil. Karena UMKM sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi, pemerintah haruslah memberikan fasilitas yang memadai, seperti peminjaman modal, pembinaan usaha, tempat atau pasar yang memadai. Dan hal itu bisa terpenuhi dalam bank perkreditan rakyat atau biasa disingkat BPR.

bank perkreditan rakyat memberikan penyaluran dana kepada pengusaha umkm dengan memberikan penyaluran dana  kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) berupa kredit yang digunakan untuk modal kerja. Kredit yang diberikan kepada masyrakat biasa disebut dengan kredit modal kerja atau KMK. Jenis jenis kredit modal kerja tersebut diantaranya:

KMK sektor perdagangan

KMK sektor industri

KMK sektor pertanian

KMK sektor jasa

Selain kredit modal kerja, BPR juga menyalurkan sebagian kecil dana dalam bentuk kredit konsumtif kepada beberapa nasabah perorangan.

Peran utama  bpr sebagai penyedia dana kepada pengusaha umkm menjadikan pengusaha umkm terus mengembangkan bisnis mereka dan dapat meajukan ekonomi mereka. Bpr memiliki peran penting terhadap kemajuan ekonomi pengusaha UMKM dikarenakan bpr memiliki posisi yang lebih dekat dengan masyarakat, dan prosudur pelayanan relative mudah, sehingga hal ini menjadikan bpr memiliki peran penting untuk kemajuan ekonomi pengusaha umkm. Selain itu BPR juga memberikan binaan terkait penggunaan modal usaha agar dapat menguntungkan dan dapat menambah pendapatan mereka. Selain itu BPR juga mencarikan pasar untuk UMKM agar bisa memasarkan produknya dengan mudah.

BPR sendiri memiliki peran yang masih  relative kecil dalam memenuhi penyaluran dana kepada umkm dibandingkan dengan bank umum. Hal ini menjadikan BPR memiliki tantangan terhadap kemajuan ekonomi usaha mikro kecil menengah, tantangan yang dialami oleh bank perkreditan rakyat antara lain:

Struktur pendanaan bpr masih lemah karena kurangnya modal yang kuat serta keterbatasan dalam mengumpulkan dana dari masyarakat

Kualitas sumber daya manusia di bpr, baik di level manajerial maupun operasional, masih kurang memadai

Industri bpr belum memiliki sarana pendukung, seperti lembaga yang dapat berfungsi sebagai penyangga dana.

Pengendalian yang lemah dan inefisiensi dalam kegiatan operasional menjadi kendala

Tambahan

Kurangnya informasi dan kepercayaan  Masyarakat terhadap bank perkreditan rakyat

Kurangnya pengetahuan Masyarakat tentang teknologi sehingga hal tersebut juga dapat menjadi tantangan bank perkreditan rakyat.


Sumber: https://www.kompasiana.com/lailatulkhasanah0022/66553e12c925c40e5230aad2/peran-dan-tantangan-bank-perkreditan-rakyat-bpr-terhadap-kemajuan-ekonomi-usaha-mikro-kecil-menengah-umkm-di-indonesia

Wednesday, May 8, 2024

Pandangan Masa Depan: Transformasi Digital dalam Tata Kelola TI dan Alatnya

 


Transformasi digital telah menjadi perubahan paradigma dalam tata kelola TI, menawarkan peluang besar bagi perusahaan yang berani mengadopsinya. Dengan teknologi seperti cloud computing, kecerdasan buatan, dan blockchain, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan pengambilan keputusan, dan menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Namun, perubahan ini tidak datang tanpa tantangan. Keamanan data yang ditingkatkan dan kekurangan keterampilan teknologi menjadi beberapa hambatan yang harus diatasi.

Pentingnya tata kelola TI yang solid tidak boleh diabaikan. Dengan memiliki kepatuhan terhadap regulasi, manajemen risiko yang efektif, dan pengelolaan perubahan organisasi yang baik, perusahaan dapat mengurangi risiko keamanan dan meningkatkan keberhasilan transformasi digital mereka. Namun, strategi yang tepat juga krusial. Identifikasi kebutuhan bisnis yang spesifik, pemilihan teknologi yang tepat, dan pengelolaan proyek yang efisien adalah langkah-langkah penting dalam mencapai kesuksesan.

Melihat ke depan, masa depan tata kelola TI akan dipengaruhi oleh terus berkembangnya teknologi. Kita mungkin akan menyaksikan integrasi yang lebih erat antara manusia dan mesin, serta penggunaan yang lebih luas dari teknologi blockchain dalam berbagai transaksi bisnis. 

Namun, dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan ini, penting bagi pemimpin bisnis untuk terlibat secara aktif dalam proses transformasi digital. Dukungan dari puncak organisasi adalah kunci dalam membentuk masa depan yang inovatif dan berkelanjutan bagi perusahaan.

Dalam kesimpulan, transformasi digital tidak hanya tentang mengadopsi teknologi baru, tetapi juga tentang mempersiapkan organisasi untuk menghadapi perubahan yang tak terelakkan. Dengan memahami tren terkini, mengatasi tantangan, dan merancang strategi yang tepat, perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang terbuka di era digital ini. Dan yang tak kalah pentingnya, keterlibatan aktif dari pemimpin bisnis adalah kunci untuk membawa perusahaan menuju kesuksesan dalam transformasi ini.


Sumber: https://www.kompasiana.com/willyanimarta/663a3336de948f23844abee2/pandangan-masa-depan-transformasi-digital-dalam-tata-kelola-ti-dan-alatnya

Tuesday, May 7, 2024

Industri 4.0: Transformasi Digital yang Membentuk Masa Depan Produksi

 


Industri 4.0 telah menjadi topik yang ramai dibicarakan dalam dunia manufaktur dan produksi. Transformasi digital membuat perubahan signifikan dalam cara produksi, pengelolaan, dan pengendalian proses manufaktur. Kehadiran teknologi yang semakin canggih tentunya akan sangat mempengaruhi masa depan produksi dengan mengubah lanskap industry secara keseluruhan.


Konsep Industri 4.0

Industri 4.0 adalah konsep yang menggabungkan teknologi dan inovasi untuk membangun suatu sistem yang lebih efisien dan produktif. Hal ini adalah perkembangann lebih lanjut dari industry 3.0 yang terdiri dari penggunaan komputer dan teknologi informasi untuk mengatur dan mengelola produksi. Teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), big data, robotika, dan komputasi awan digabungkan untuk menciptakan sistem tersebut. Konsep ini pertama kali dikenalkan pada tahun 2011 oleh beberapa ahli dalam berbagai bidang asal Jerman, pada tahun di acara Hannover Trade Fair yang kemudian di tahun 2015, diperkenalkan kembali dan di follow up oleh Angella Markel di acara World Economic Forum (WEF).

Transformasi Digital di Berbagai Sektor Industri


Manufaktur: Pabrik menjadi lebih otomatis, adaptif dan terkoneksi. Beberapa pabrik yang sudah dilengkapi dengan sensor-sensor IoT dapat memonitor kondisi mesin secara real-time, mengoptimalkan rantai pasokan dan memungkinkan produkssi massal yang disesuaikan.

Pertanian: Dalm pertanian, teknologi seperti IoT  dan drone dapat digunakan untuk memonitor tanaman, memprediksi hasil panen, dan mengoptimalkan pemberian air serta pupuk pada tanaman. Hal ini tentunya membantu petani untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas tanaman mereka.

Kesehatan: Di bidang Kesehatan, industry 4.0 memungkinkan teknologi seperti telemedicine, wearable devices dan big data analytics untuk meningkatkan diagnosis, pengobatan, dan manajemen penyakit.

Transportasi: Teknologi yang semakin berkembang membawa mobilitas yang lebih aman, efisien dan berkelanjutan. Industri 4.0 merubah cara pandang kita pada transportasi dari kendaraan otonom hingga jaringan transportasi pintar yang terhuung dengan teknologi digital.

Dampak dan Manfaat Industri 4.0


Peningkatan efisiensi : Integrasi teknologi digital dalam proses produksi meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi waktu siklus, dan meminimalkan limba. Hal ini menghasilkan penghematan biaya dan peningkatan produktivitas

Inovasi Produk dan Layanan: Dengan industri 4.0 memungkinkan perusahaan untuk menciptakan produk yang lebih inovatif dan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Dengan analisis data yang mendalam, perusahaan dapat memahami preferensi pelanggan dan merancang solusi yang lebih releva

Peningkatan Kualitas: Sistem produksi yang terhubung memungkinkan pemantauan dan pengendaliaan kualitas secara real-time. Ini menghasilkan produk yang lebih konsisten dan berkualitas tinggi

Peningkatan Kualitas: Sistem produksi yang terhubung memungkinkan pemantauan dan pengendalian kualitas secara real-time. Ini menghasilkan produk yang lebih konsisten dan berkualitas tinggi.

Fleksibilitas Produksi: Pabrik-pabrik pintar dapat dengan cepat beradaptasi dengan perubahan permintaan pasar dan menghasilkan produk-produk yang lebih variatif dalam volume yang lebih kecil.

Tantangan dan Peluang


Meskipun potensi yang besar, implementasi Industri 4.0 juga menimbulkan tantangan tertentu. Dari sisi teknis, integrasi sistem yang kompleks dan keamanan data menjadi perhatian utama. Selain itu, perubahan budaya dan keterampilan juga diperlukan untuk mengadopsi transformasi digital ini secara efektif. Namun, peluang yang besar juga sangat menguntungkan. Industri 4.0 membuka pintu bagi inovasi baru, model bisnis yang disesuaikan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Perusahaan yang berhasil mengambil langkah-langkah awal dalam mengadopsi teknologi digital akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan di pasar global yang semakin terhubung.


Kesimpulan

Industri 4.0 bukan hanya sekadar revolusi teknologi, tetapi juga revolusi dalam cara kita bekerja, berproduksi, dan hidup. Transformasi digital ini membuka pintu menuju masa depan produksi yang lebih efisien, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan memahami konsep Industri 4.0 dan mengambil langkah-langkah untuk mengadopsinya, kita dapat memanfaatkan potensi penuh dari revolusi industri ini.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/05/industri-40-transformasi-digital-yang.html




Monday, April 29, 2024

Transformasi Digital dalam Manajemen Pemerintahan: Tantangan dan Peluang di Era Terkini

 


Transformasi digital telah menjadi sorotan utama dalam berbagai bidang, termasuk pemerintahan. Dalam konteks ini, artikel ini mengulas isu-isu terkini yang berkaitan dengan manajemen pemerintahan dalam menghadapi tantangan dan peluang dalam era transformasi digital. Dengan mengkaji berbagai penelitian dan literatur terkait, artikel ini membahas dampak transformasi digital terhadap manajemen pemerintahan, termasuk perubahan paradigma, peningkatan efisiensi, dan tantangan baru yang muncul.

Selain itu, artikel ini juga membahas beberapa strategi yang dapat diadopsi oleh pemerintah untuk menghadapi perubahan tersebut, termasuk investasi dalam infrastruktur digital, penguatan keamanan cyber, dan peningkatan literasi digital di kalangan birokrasi. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana transformasi digital memengaruhi manajemen pemerintahan serta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memanfaatkannya secara efektif dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era terkini.

Kata Kunci: Transformasi Digital, Manajemen Pemerintahan, Tantangan, Peluang, Infrastruktur Digital, Keamanan Cyber, Literasi Digital.

Di era digital yang semakin maju saat ini, transformasi digital telah menjadi pendorong utama perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pemerintahan. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah paradigma tradisional dalam manajemen pemerintahan, membuka peluang baru untuk meningkatkan efisiensi, responsivitas, dan transparansi dalam penyelenggaraan layanan publik. Transformasi ini tidak hanya mengubah cara pemerintah beroperasi, tetapi juga memengaruhi interaksi antara pemerintah dan masyarakat serta antara berbagai lembaga pemerintahan (Bovens, 2019).

Dalam konteks ini, penting untuk memahami secara mendalam dampak transformasi digital terhadap manajemen pemerintahan, serta tantangan dan peluang yang muncul di era ini. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu terkini dalam manajemen pemerintahan yang terkait dengan transformasi digital, pemerintah dapat mengambil langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk memanfaatkan teknologi dengan maksimal dalam melayani kebutuhan masyarakat dan mengatasi tantangan yang dihadapi (Fountain, 2019). Oleh karena itu, analisis yang mendalam tentang peran transformasi digital dalam manajemen pemerintahan menjadi sangat relevan dan penting untuk dilakukan dalam konteks dinamika perubahan yang terus-menerus dalam masyarakat dan teknologi.

Metode Penelitian

Untuk menggali pemahaman yang komprehensif tentang isu-isu terkini dalam manajemen pemerintahan yang terkait dengan transformasi digital, penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan antara studi literatur dan analisis konten. Langkah pertama melibatkan pencarian dan penelitian terhadap literatur ilmiah, artikel jurnal, buku, dan sumber informasi terpercaya lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data akademis dan perpustakaan daring untuk mengidentifikasi karya-karya yang telah dipublikasikan sebelumnya dan mendapatkan wawasan tentang konsep-konsep kunci, temuan empiris, dan pandangan ahli tentang transformasi digital dalam manajemen pemerintahan.

Selanjutnya, analisis konten digunakan untuk mengevaluasi dan menyintesis informasi dari literatur yang telah dikumpulkan, dengan fokus pada pengidentifikasi pola, tren, perbedaan, dan kesamaan dalam pendekatan, temuan, dan rekomendasi yang ditemukan dalam literatur yang relevan. Pendekatan gabungan ini memungkinkan untuk mendapatkan pemahaman yang holistik dan mendalam tentang isu-isu terkini dalam manajemen pemerintahan yang terkait dengan transformasi digital, serta memungkinkan identifikasi tantangan dan peluang yang signifikan yang perlu dijelajahi lebih lanjut dalam konteks penelitian ini.

Hasil & Pembahasan

1.Dampak Transformasi Digital terhadap Manajemen Pemerintahan:

Transformasi digital telah membawa dampak yang signifikan pada berbagai aspek manajemen pemerintahan. Salah satu dampak utama adalah perubahan paradigma dalam cara pemerintah beroperasi. Adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memungkinkan pemerintah untuk mempercepat proses administrasi, meningkatkan efisiensi birokrasi, dan menyediakan layanan publik yang lebih responsif dan terjangkau. Misalnya, dengan menerapkan sistem pelayanan publik online, warga negara dapat mengakses berbagai layanan pemerintah secara mudah dan cepat tanpa harus menghadiri kantor pemerintah secara fisik. Selain itu, teknologi analitik dan kecerdasan buatan memungkinkan pemerintah untuk menganalisis data dengan lebih efisien, memberikan wawasan yang lebih dalam tentang kebutuhan masyarakat, dan mengoptimalkan pengambilan keputusan yang didasarkan pada bukti.

Namun, sementara transformasi digital membawa manfaat besar, juga timbul beberapa tantangan baru yang perlu diatasi. Salah satunya adalah masalah keamanan cyber. Dengan semakin banyaknya data yang diproses dan disimpan secara digital, pemerintah menjadi rentan terhadap serangan cyber yang dapat mengancam keamanan nasional dan privasi individu. Oleh karena itu, perlindungan terhadap infrastruktur digital menjadi sangat penting bagi keberhasilan transformasi digital dalam pemerintahan. Selain itu, transformasi digital juga mempengaruhi interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan adanya platform media sosial dan forum daring, masyarakat memiliki akses yang lebih besar untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, memberikan umpan balik, dan mengawasi kinerja pemerintah. Hal ini menuntut pemerintah untuk menjadi lebih transparan, terbuka, dan akuntabel dalam tindakan mereka (Heeks, 2017). Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya mengubah cara pemerintah beroperasi secara internal, tetapi juga mengubah dinamika hubungan antara pemerintah dan masyarakat, membawa dampak yang luas dalam manajemen pemerintahan di era digital ini.


2.Strategi Menghadapi Tantangan dan Memanfaatkan Peluang:

Untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang muncul dalam transformasi digital dalam manajemen pemerintahan, pemerintah perlu mengadopsi strategi yang tepat. Pertama, investasi dalam infrastruktur digital menjadi kunci. Pemerintah harus mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk membangun dan memperkuat infrastruktur TIK mereka, termasuk jaringan internet yang cepat dan aman, sistem basis data yang handal, dan platform pelayanan publik online yang intuitif dan responsif. Dengan infrastruktur yang memadai, pemerintah dapat meningkatkan efisiensi operasional mereka dan menyediakan layanan publik yang lebih baik kepada masyarakat.

Kedua, penguatan keamanan cyber menjadi prioritas. Pemerintah harus mengembangkan kebijakan dan strategi keamanan yang komprehensif untuk melindungi infrastruktur digital mereka dari ancaman cyber yang berkembang pesat. Hal ini mencakup investasi dalam teknologi keamanan mutakhir, pelatihan untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko keamanan cyber di kalangan pegawai pemerintah, serta kerjasama dengan sektor swasta dan lembaga internasional dalam pertukaran informasi dan praktik terbaik dalam keamanan cyber.

Ketiga, peningkatan literasi digital di kalangan birokrasi juga sangat penting. Pemerintah harus menyediakan pelatihan dan pendidikan yang memadai kepada pegawai mereka untuk memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan teknologi digital dengan efektif dalam menjalankan tugas-tugas mereka sehari-hari. Dengan meningkatkan literasi digital di kalangan birokrasi, pemerintah dapat memaksimalkan potensi transformasi digital dalam meningkatkan kinerja organisasi dan memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat (Moon, 2017).

Dengan mengadopsi strategi-strategi ini, pemerintah dapat mengatasi tantangan yang terkait dengan transformasi digital dalam manajemen pemerintahan dan memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan efisiensi, responsivitas, dan keterbukaan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Strategi ini juga akan membantu pemerintah untuk tetap relevan dan kompetitif di era digital ini, serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Dalam era transformasi digital saat ini, manajemen pemerintahan menghadapi tantangan dan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya. Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara pemerintah beroperasi, mulai dari penyediaan layanan publik hingga interaksi dengan masyarakat. Meskipun transformasi ini membawa manfaat besar dalam meningkatkan efisiensi, responsivitas, dan keterbukaan pemerintahan, juga menghadirkan tantangan baru seperti keamanan cyber dan perlunya peningkatan literasi digital di kalangan birokrasi.

Namun demikian, dengan mengadopsi strategi yang tepat, pemerintah dapat mengatasi tantangan tersebut dan memanfaatkan peluang yang ada. Investasi dalam infrastruktur digital yang kuat, penguatan keamanan cyber, dan peningkatan literasi digital di kalangan birokrasi merupakan langkah-langkah kunci yang dapat diambil oleh pemerintah untuk memaksimalkan potensi transformasi digital dalam manajemen pemerintahan. Dengan demikian, pemerintah dapat menjadi lebih responsif, efisien, dan terbuka dalam menyediakan layanan publik bagi warga negara mereka, serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan di era digital ini.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/transformasi-digital-dalam-manajemen.html


Sunday, April 21, 2024

Transformasi Digital dan Tata Kelola TI: Bagaimana Keduanya Berhubungan dalam Menciptakan Nilai

 


Transformasi digital dan tata kelola TI adalah dua pilar yang saling berinteraksi dan vital dalam kancah bisnis kontemporer. Sebagai gerakan strategis yang fundamental, transformasi digital tidak hanya mengadopsi teknologi terbaru, tetapi juga secara radikal merombak model bisnis untuk memanfaatkan potensi digital secara optimal. 

Perubahan ini mencakup integrasi teknologi digital di setiap sudut bisnis, merevolusi operasi dan cara perusahaan menyampaikan nilai kepada pelanggan mereka. Di sisi lain, tata kelola TI adalah fondasi yang memastikan bahwa investasi dan inovasi teknologi selaras dengan visi dan misi perusahaan. Struktur ini bukan hanya tentang pengawasan, tetapi juga tentang memastikan bahwa teknologi mendukung pertumbuhan dan efisiensi.

Hubungan antara kedua aspek ini adalah symbiotik. Tata kelola TI menyediakan kerangka kerja yang esensial, memungkinkan transformasi digital untuk diimplementasikan dengan sukses. Investasi dalam teknologi baru, jika didukung oleh tata kelola yang kuat, mengurangi pemborosan dan memaksimalkan peluang sukses. 

Misalnya, integrasi cloud computing dapat mengurangi biaya infrastruktur, sedangkan analitik data besar menyajikan wawasan yang dapat mengoptimalkan operasi dan penawaran perusahaan. Dengan cara ini, transformasi digital menciptakan nilai melalui peningkatan efisiensi dan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang berubah.


Namun, tantangan tidak dapat dihindari. Integrasi yang sukses antara transformasi digital dan tata kelola TI sering kali terhambat oleh resistensi internal terhadap perubahan, kesenjangan keahlian, dan masalah skalabilitas. Ini membutuhkan pendekatan yang cermat---pendekatan yang tidak hanya mengatasi faktor teknis tetapi juga faktor manusia. 


Manajemen risiko menjadi krusial, terutama dalam skenario di mana keamanan data dan privasi berada di bawah ancaman yang meningkat. Tata kelola TI yang efektif tidak hanya meminimalkan risiko ini tetapi juga memperkuat kepercayaan pelanggan dengan menjamin bahwa data mereka dikelola secara aman dan etis.


Sebagai kesimpulan, transformasi digital ketika digabungkan dengan tata kelola TI yang baik, tidak hanya meredefinisi cara perusahaan beroperasi tetapi juga bagaimana mereka menciptakan nilai yang substansial dan berkelanjutan. Perusahaan yang berhasil mengharmoniskan keduanya akan menemukan diri mereka di puncak keberhasilan, tidak hanya bertahan dalam persaingan tetapi juga mendefinisikan ulang lanskap industri mereka. Dengan mengadopsi pendekatan holistik ini, bisnis tidak hanya menavigasi tantangan digitalisasi dengan lebih efektif tetapi juga memanfaatkan teknologi sebagai leverage untuk pertumbuhan masa depan.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/transformasi-digital-dan-tata-kelola-ti.html

Friday, April 19, 2024

Transformasi Digital: Mengoptimalkan Proses Keputusan dengan Teknologi Informasi

 

Transformasi digital telah mengubah cara perusahaan beroperasi dan membuat keputusan secara mendasar. Ini bukan hanya tentang memperkenalkan teknologi baru, tapi juga tentang perubahan total dalam budaya, struktur, dan strategi bisnis. Teknologi Informasi (TI) memungkinkan pengolahan dan analisis data besar secara cepat, mengarah pada pengambilan keputusan yang lebih tepat dan responsif. Misalnya, penggunaan Big Data dan AI tidak hanya mempercepat proses keputusan tetapi juga meningkatkan kualitasnya dengan memberikan prediksi yang akurat dan wawasan yang mendalam.

Namun, integrasi teknologi ini tidak bebas dari tantangan. Resistensi dari karyawan, keamanan data yang ketat, dan integrasi sistem yang kompleks adalah beberapa hambatan yang sering dihadapi. Untuk mengatasi ini, penting bagi para eksekutif untuk membangun budaya inovasi, mengadopsi praktik keamanan data yang ketat, dan memastikan infrastruktur TI mereka cukup fleksibel dan skalabel untuk menyesuaikan dengan perubahan kebutuhan bisnis. Melalui adaptasi dan inovasi yang berkelanjutan, perusahaan dapat mengamankan posisi mereka di pasar yang sangat kompetitif ini.


Studi kasus tentang perusahaan e-commerce yang berhasil mengintegrasikan TI dalam pengambilan keputusannya menunjukkan bagaimana teknologi dapat mengoptimalkan operasi dan meningkatkan pengalaman pelanggan. Misalnya, analitik data memungkinkan perusahaan tersebut untuk mengidentifikasi tren belanja dan menyesuaikan tawaran secara real-time, sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan dan efisiensi operasional. Ini menunjukkan bahwa ketika diterapkan dengan benar, teknologi dapat menjadi game changer dalam pengambilan keputusan bisnis.


Eksekutif harus menangkap peluang ini dengan proaktif dalam mengadopsi TI yang tidak hanya mendukung kebutuhan saat ini tetapi juga siap untuk masa depan. Dengan memperkuat keamanan, memperkuat keterampilan karyawan, dan memastikan bahwa sistem TI mendukung pertumbuhan, mereka dapat memanfaatkan sepenuhnya potensi dari transformasi digital. Ini adalah perjalanan yang kompleks dan menantang, namun dengan persiapan yang tepat, perusahaan dapat memanfaatkan teknologi untuk meraih kesuksesan jangka panjang di era digital ini. 

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/transformasi-digital-mengoptimalkan.html

Thursday, April 18, 2024

Dampak Hilirisasi Terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Negara Berkembang

 

Dalam era globalisasi ekonomi yang semakin kompleks, negara berkembang khususnya Indonesia terus mencari strategi untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonominya. Salah satu strategi yang digunakan adalah hilirisasi, yaitu proses transformasi bahan baku mentah menjadi produk jadi dengan nilai tambah lebih tinggi. 


Hilirisasi masuk salah satu strategi presiden untuk menuju Indonesia Emas. Hal tersebut ditegaskan Presiden saat menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka HUT Ke-78 Proklamasi Kemerdekaan RI, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/08/2023) pagi. 


pemerintah juga terus menggencarkan kebijakan hilirisasi industri yang tidak hanya dapat meningkatkan penciptaan lapangan kerja yang menghasilkan produktivitas nasional tetapi juga memberikan nilai tambah yang sebesar-besarnya. "Di sinilah peran sektor ekonomi hijau dan hilirisasi sebagai window of opportunity kita untuk meraih kemajuan, karena Indonesia sangat kaya sumber daya alam, termasuk bahan mineral, hasil perkebunan, hasil kelautan, serta sumber energi baru dan terbarukan," ujarnya.

Hilirisasi yang ingin dilakukan Indonesia, kata Presiden, adalah hilirisasi yang melakukan transfer teknologi, manfaatkan sumber energi baru dan terbarukan, serta meminimalisasi dampak lingkungan. Hilirisasi tersebut juga harus mengoptimalkan kandungan lokal, bermitra dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, dan nelayan, sehingga manfaatnya terasa langsung bagi rakyat kecil.


Presiden menambahkan, hilirisasi tak hanya dilakukan pada komoditas mineral tetapi juga nonmineral seperti sawit, rumput laut, kelapa, dan komoditas potensial lainnya Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hilirisasi bisa menjadi peluang besar untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Namun, di sisi lain, hilirisasi juga dapat membawa tantangan dan risiko bagi UMKM. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi dampak hilirisasi secara spesifik terhadap UMKM di negara berkembang, serta mempertimbangkan apakah hilirisasi itu baik bagi perekonomian negara-negara tersebut.


Adapun Dampak Positif Hilirisasi terhadap UMKM:


Meskipun hilirisasi membawa tantangan dan risiko, secara keseluruhan, banyak ahli percaya bahwa hilirisasi memberikan dampak positif dan manfaat yang signifikan bagi perekonomian negara berkembang. Beberapa alasan mendukung hal ini meliputi:


*Peningkatan Daya Saing : Hilirisasi membantu meningkatkan daya saing UMKM di pasar global dengan memungkinkan mereka untuk menghasilkan produk dengan kualitas dan nilai tambah yang lebih tinggi.


*Peningkatan Kontribusi terhadap PDB: Dengan meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan pangsa pasar UMKM, hilirisasi dapat meningkatkan kontribusi sektor UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara berkembang.


*Diversifikasi Ekonomi: Hilirisasi membantu mengurangi ketergantungan negara berkembang pada ekspor bahan baku mentah dan mendorong diversifikasi ekonomi melalui pengembangan sektor manufaktur dan industri.


*Peningkatan Nilai Tambah Produk: Hilirisasi membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan nilai tambah produk mereka. Dengan mengolah bahan baku mentah menjadi produk jadi yang lebih kompleks, UMKM dapat menawarkan produk dengan harga yang lebih tinggi dan kualitas yang lebih baik. Hal ini dapat meningkatkan daya saing dan keuntungan UMKM.

Hilirisasi yang ingin dilakukan Indonesia, kata Presiden, adalah hilirisasi yang melakukan transfer teknologi, manfaatkan sumber energi baru dan terbarukan, serta meminimalisasi dampak lingkungan. Hilirisasi tersebut juga harus mengoptimalkan kandungan lokal, bermitra dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, dan nelayan, sehingga manfaatnya terasa langsung bagi rakyat kecil.


Presiden menambahkan, hilirisasi tak hanya dilakukan pada komoditas mineral tetapi juga nonmineral seperti sawit, rumput laut, kelapa, dan komoditas potensial lainnya Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hilirisasi bisa menjadi peluang besar untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Namun, di sisi lain, hilirisasi juga dapat membawa tantangan dan risiko bagi UMKM. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi dampak hilirisasi secara spesifik terhadap UMKM di negara berkembang, serta mempertimbangkan apakah hilirisasi itu baik bagi perekonomian negara-negara tersebut.


Adapun Dampak Positif Hilirisasi terhadap UMKM:


Meskipun hilirisasi membawa tantangan dan risiko, secara keseluruhan, banyak ahli percaya bahwa hilirisasi memberikan dampak positif dan manfaat yang signifikan bagi perekonomian negara berkembang. Beberapa alasan mendukung hal ini meliputi:


*Peningkatan Daya Saing : Hilirisasi membantu meningkatkan daya saing UMKM di pasar global dengan memungkinkan mereka untuk menghasilkan produk dengan kualitas dan nilai tambah yang lebih tinggi.


*Peningkatan Kontribusi terhadap PDB: Dengan meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan pangsa pasar UMKM, hilirisasi dapat meningkatkan kontribusi sektor UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara berkembang.


*Diversifikasi Ekonomi: Hilirisasi membantu mengurangi ketergantungan negara berkembang pada ekspor bahan baku mentah dan mendorong diversifikasi ekonomi melalui pengembangan sektor manufaktur dan industri.


*Peningkatan Nilai Tambah Produk: Hilirisasi membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan nilai tambah produk mereka. Dengan mengolah bahan baku mentah menjadi produk jadi yang lebih kompleks, UMKM dapat menawarkan produk dengan harga yang lebih tinggi dan kualitas yang lebih baik. Hal ini dapat meningkatkan daya saing dan keuntungan UMKM.

*Diversifikasi Portofolio Produk: Proses hilirisasi memungkinkan UMKM untuk diversifikasi portofolio produk mereka. Dengan memiliki berbagai produk turunan dari bahan baku utama, UMKM dapat mengurangi risiko ketergantungan pada satu produk saja. Diversifikasi ini tidak hanya meningkatkan ketahanan bisnis UMKM terhadap fluktuasi pasar, tetapi juga memperluas kesempatan pasar bagi mereka.


*Peningkatan Akses Pasar: Produk hasil hilirisasi cenderung memiliki daya tarik yang lebih besar di pasar. Kualitas yang lebih tinggi dan nilai tambah yang lebih besar membuat UMKM lebih mudah menembus pasar lokal maupun internasional. Ini membuka peluang baru bagi UMKM untuk memperluas pangsa pasar mereka dan meningkatkan pendapatan.


*Peningkatan Efisiensi Produksi: Hilirisasi mendorong UMKM untuk meningkatkan efisiensi produksi mereka. Dengan mengadopsi teknologi dan praktik produksi yang lebih canggih, UMKM dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. Ini membantu mereka bersaing lebih baik di pasar yang semakin ketat.

*Diversifikasi Portofolio Produk: Proses hilirisasi memungkinkan UMKM untuk diversifikasi portofolio produk mereka. Dengan memiliki berbagai produk turunan dari bahan baku utama, UMKM dapat mengurangi risiko ketergantungan pada satu produk saja. Diversifikasi ini tidak hanya meningkatkan ketahanan bisnis UMKM terhadap fluktuasi pasar, tetapi juga memperluas kesempatan pasar bagi mereka.


*Peningkatan Akses Pasar: Produk hasil hilirisasi cenderung memiliki daya tarik yang lebih besar di pasar. Kualitas yang lebih tinggi dan nilai tambah yang lebih besar membuat UMKM lebih mudah menembus pasar lokal maupun internasional. Ini membuka peluang baru bagi UMKM untuk memperluas pangsa pasar mereka dan meningkatkan pendapatan.


*Peningkatan Efisiensi Produksi: Hilirisasi mendorong UMKM untuk meningkatkan efisiensi produksi mereka. Dengan mengadopsi teknologi dan praktik produksi yang lebih canggih, UMKM dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. Ini membantu mereka bersaing lebih baik di pasar yang semakin ketat.

*Pemberdayaan Lokal: Proses hilirisasi dapat menjadi katalisator untuk pemberdayaan ekonomi lokal. Melibatkan lebih banyak pelaku usaha lokal dalam rantai nilai produk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. UMKM yang terlibat dalam hilirisasi juga cenderung menggunakan bahan baku lokal, mendukung pertumbuhan sektor pertanian dan industri lainnya di tingkat lokal.


Meskipun hilirisasi meningkatkan nilai tambah produk dan lapangan kerja, dampak negatifnya juga signifikan. Proses ini bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi suatu daerah, tetapi sering kali menyebabkan eksploitasi sumber daya alam dan kerusakan lingkungan. Dalam beberapa kasus, hilirisasi juga memperkuat ketimpangan ekonomi dan meningkatkan risiko terhadap fluktuasi harga pasar global.


Dampak Negatif Hilirisasi terhadap UMKM:


1.Peningkatan Persaingan:

Hilirisasi meningkatkan persaingan di pasar, terutama bagi UMKM yang mungkin kesulitan bersaing dengan perusahaan besar yang memiliki sumber daya lebih besar. Hal ini bisa mengancam kelangsungan hidup UMKM yang kurang mampu bersaing dalam pasar yang semakin kompetitif.


2.Tergantung pada Pasokan Bahan Baku:

UMKM yang terlibat dalam hilirisasi dapat menjadi lebih tergantung pada pasokan bahan baku tertentu. Fluktuasi harga atau ketersediaan bahan baku dapat menjadi risiko tambahan bagi UMKM. Banyak UMKM yang impor bahan baku seperti bahan tekstil. Hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti harga, kualitas, kontinuitas pasokan, produk substtusi, dan elastisitas bahan baku impor menjadi daya tarik yang menyebabkan ketergantungan masih tinggi.

3.Biaya Produksi yang Lebih Tinggi:

Proses hilirisasi dapat meningkatkan biaya produksi bagi UMKM. Pengadaan peralatan dan bahan baku tambahan, serta biaya tenaga kerja yang lebih tinggi, dapat memberikan tekanan finansial tambahan bagi UMKM, terutama yang memiliki keterbatasan modal.


4.Dampak Lingkungan:

Hilirisasi bisa memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Proses produksi tambahan yang diperlukan dalam hilirisasi dapat meningkatkan jejak lingkungan UMKM dan berkontribusi pada masalah lingkungan seperti polusi udara, air, dan tanah. Seperti yang terjadi di Halmahera, Maluku Utara dampak hilirisasi nikel membuat masyarakat setempat terganggu, karna ada nya pecemaran udara, yg terjadi karna PLTU, kemudian sungai dan laut sebagai mata pencarian masyarakat setempat juga rusak oleh pengelolaan limbah yang tidak sesuai.


5.Risiko Kegagalan:

UMKM yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan proses hilirisasi atau menghadapi persaingan yang sengit mungkin menghadapi risiko kegagalan atau kebangkrutan. Seperti era digital sekarang, masih banyak UMKM yang tidak bisa mengakses internet khususnya di pedesaan dan banyak juga UMKM yang beroperasi dengan tradisional. Hal ini bisa berdampak negatif pada stabilitas ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.


Dengan demikian, penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mendukung UMKM dalam menghadapi tantangan hilirisasi. Ini termasuk menyediakan akses ke modal, teknologi, pelatihan, dan dukungan kelembagaan yang diperlukan untuk membantu UMKM beradaptasi dengan perubahan pasar dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh hilirisasi. Dengan demikian, hilirisasi dapat menjadi alat yang efektif dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di negara berkembang.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/dampak-hilirisasi-terhadap-usaha-mikro.html

Wednesday, September 1, 2021

Mahasiswa KKN UNEJ Dampingi UKM Batik Tulis Inayah dengan Digital Marketing dan Packaging Menarik

Mahasiswa KKN UNEJ Dampingi UKM Batik Tulis Inayah dengan Digital Marketing dan Packaging Menarik
 
Pandemi Covid 19 yang terjadi di Indonesia menjadi permasalahan yang dihadapi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Hampir dari semua sektor usaha yang dilakukan oleh masyarakat mengalami penurunan, salah satunya yaitu Usaha Kecil Menengah (UKM). Berdasarkan hal tersebut, salah satu mahasiswi KKN BTV 3 UNEJ kelompok 74 yaitu Nur Saidah Kholiliyah melaksanakan kegiatan KKN dengan membantu mengatasi permasalahan UKM Batik Tulis Inayah yang berada di Kelurahan Bugul Kidul Kecamatan Bugul Kidul Kota Pasuruan.

Permasalahan yang dimiliki UKM Batik Tulis Inayah ditengah pandemi ini, yaitu menurunnya omzet penjualan batik tulis selama pandemi dikarenakan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan sehingga jumlah pesanan dan pengunjung yang datang ke toko pemilik UKM Batik Tulis Inayah mengalami penurunan dibandingkan sebelum pandemi.

Permasalahan yang kedua adalah kurangnya memaksimalkan proses pemasaran produk batik tulis dengan digital marketing. Adanya kegiatan KKN BTV 3 ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi saya untuk mendampingi pelaku UKM Batik Tulis Inayah dalam mengembangkan usaha batik tulis yang dijalankan dengan memberikan empat kali pelatihan dan pendampingan.

Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan, yaitu dengan meningkatkan kualitas produk dari segi packaging serta memaksimalkan proses pemasaran produk dengan digital marketing melalui media sosial, e-commerce, dan website. Pelatihan pertama yang dilakukan adalah pelatihan penggunaan media sosial (Instagram dan Whatsapp Bisnis) dan e-commerce (Shopee) kemudian dilanjutkan pelatihan kedua mengenai pengambilan dan editing foto, video produk yang menarik.

Pelatihan ketiga mengenai packaging menarik dengan membuat kartu ucapan yang berisi terimakasih, kata menarik, serta mencantumkan media sosial dan e-commerce produk kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan katalog online melalui website linktree (berisi link Instagram, Whatsapp Bisnis, Shopee) dan justshop (https://inayahbatiktulis.justshop.id/).

Dengan diadakannya pelatihan dan pendampigan tersebut diharapkan dapat membantu penyelesaian permasalahan pelaku usaha yaitu dengan memperluas jaringan pemasaran serta inovasi produk dari segi packaging sehingga produk dapat dikenal masyarakat luas dan mampu menarik minat masyarakat untuk membeli. Semoga kedepannya UKM Batik Tuis Inayah dapat terus berkembang dan beradaptasi mengikuti situasi dan perkembangan masyarakat.

Sumber : https://www.kompasiana.com/nursaidahkh/612dccfc31a2876da56ba992/mahasiswa-kkn-btv-3-unej-dampingi-ukm-batik-tulis-inayah-dengan-digital-marketing-dan-packaging-menarik