Showing posts with label kuliner. Show all posts
Showing posts with label kuliner. Show all posts

Tuesday, June 18, 2024

UMKM Bangkit, Ekonomi Meningkat

 


Pada Kamis, 25 April 2024 Suasana Balai Kota Malang mendadak semarak, kalian tahu nggak kenapa? yaa betull, hari dimana memperingati HUT Malang ke-110 dengan bagi-bagi gorengan gratis untuk semua orang loo! tidak hanya itu tapi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkumpul dalam acara Bazar UMKM yang diadakan sehari penuh di Balai Kota Malang. Event ini tidak hanya menjadi ajang pameran produk-produk lokal, namun juga menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk berbagi inspirasi dan memperluas jaringan bisnis.

Bazar yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Malang ini menghadirkan lebih dari 50 stand yang menampilkan beragam produk kreatif. Mulai dari kerajinan tangan, pakaian, aksesoris, hingga kuliner khas Malang, semuanya tersaji dengan menarik perhatian pengunjung. Warga Malang dan wisatawan yang sedang berlibur di kota ini tampak antusias memadati area bazar, memborong produk-produk berkualitas dengan harga terjangkau.

Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. 

"Kami ingin memberikan panggung bagi para pelaku UMKM untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi mereka. Dengan adanya bazar ini, kami berharap produk-produk lokal Malang bisa semakin dikenal luas dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional," ujarnya.

Selain pameran produk, bazar ini juga menyelenggarakan seminar yang diisi oleh para ahli di bidang kewirausahaan. Peserta mendapatkan wawasan baru tentang strategi pemasaran digital, manajemen keuangan, hingga cara meningkatkan kualitas produk. Dengan demikian, acara ini tidak hanya sekedar tempat jual beli, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka lebih lanjut. 

Melihat kesuksesan acara ini, Pemerintah Kota Malang berencana untuk menjadikan Bazar UMKM sebagai agenda rutin tahunan. Diharapkan dengan adanya event ini, Malang tidak hanya dikenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan inovasi UMKM.

Dengan semangat kolaborasi dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Bazar UMKM di Balai Kota Malang berhasil menunjukkan bahwa kreativitas lokal Malang memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di pasar global.


Sumber:https://www.kompasiana.com/magangmbkmbalaikotamalang7425/667141b634777c233b414272/umkm-bangkit-ekonomi-meningkat

Monday, June 3, 2024

Badan Kuliner Bogor Hadirkan UMKM di Acara Puncak Hari Jadi Bogor ke-542

 


TEMPO.CO, Jakarta - Badan Kuliner (Bakul) Bogor memfasilitasi para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk hadir di bazar Hari Jadi Kota Bogor ke-542 yang diselenggarakan pada 2 Juni 2024 di Jalan Sudirman, Bogor. 

Bakul merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam mengembangkan kualitas dan pasar UMKM Bogor. Di bawah naungan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bogor, Bakul mengajak UMKM Bogor untuk hadir dalam pameran guna memperluas pasar.

Di bazar Hari Jadi Kota Bogor kali ini, sebanyak 16 UMKM turut terlibat, beberapa di antaranya adalah Vinni Cake dan Saladin Kentang Magic.

Ella (62) selaku pemilik Vinni Cake menjual banyak varian kue kering dan basah, salah satunya coklat kacang sukhoi. Di bazar Hari Jadi Kota Bogor, banyak produk Vinni Cake yang sudah terjual. Ella merasa bersyukur bisa mendapatkan banyak keuntungan melalui penjualan di bazar. Ia terbantu oleh Bakul dalam pemasaran produknya, salah satunya melalui bazar kali ini. 

Tidak hanya Ella, Hanna (35), pelaku usaha kuliner kulit kentang, Saladin Kentang Magic juga merasa terfasilitasi di bazar Hari Jadi Bogor untuk menjual produk-produknya. Ia tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk sewa tempat dan tenda di bazar. 

Natali (38), Ketua Koordinator Bakul Bogor mengatakan memang sudah jadi tugasnya dalam mencari dan menginformasikan kegiatan bazar ke peserta. Bakul berperan sebagai wadah bagi UMKM untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas pasar UMKM kuliner Kota Bogor. Tidak hanya dalam ajang bazar Hari Jadi Bogor saja, Bakul mengembangkan distribusi dan pemasaran produk UMKM kuliner Kota Bogor. 

“Banyak UMKM yang sudah memperluas pemasarannya di retail market Bogor, seperti Transmart, Indomaret, Alfamart, dan Lapis Bogor Sangkuriang,” kata Natali. 

Natali berharap UMKM Kota Bogor dan Bakul dapat terus bekerja sama. Tidak hanya di  Bogor saja, Natali mengharapkan produk UMKM Kota Bogor bisa bersaing di pasar yang lebih luas. 


Sumber: https://bisnis.tempo.co/read/1875117/badan-kuliner-bogor-hadirkan-umkm-di-acara-puncak-hari-jadi-bogor-ke-542

Monday, February 7, 2022

Jualan Bubur Ketan Hitam Topping Kekinian, dari Iseng Sampai Beromzet Rp8 Juta Per Bulan

Siapa sangka berawal coba-coba ternyata bisa sukses berbisnis. Adalah Dzaky Allam yang berhasil menghadirkan inovasi produk yaitu bubur ketan item dengan aneka topping kekinian.

Ya, biasanya memang bubur ketam item hanya dipadukan dengan kacang hijau bersama kuah santan. Namun, Dzaky Allam menambahkan aneka topping seperti oreo, coco crunch, marshmallow, biskuit, keju, dan es krim.

 


Tak hanya topping tersebut, Dzaky juga bereksperimen dengan topping buah seperti strawberry, pisang, dan mangga. Ya, camilan hasil inovasi bisa ditemukan salah satunya di Jalan Cikutra, Bandung, Jawa Barat.

Dikutip dari Kompas TV, Dzaky menceritakan awal mula membuat usaha ini, dari keisengannya. Saat itu, Dzaky mencampurkan es krim dengan bubur ketan hitam.

Tak diduga rasanya semakin enak. Dari situlah idenya muncul untuk menjual kudapan tersebut dengan beragam pilihan toping.

"Kan bubur ketan itu kan makanan lama yah tradisional terus emang enak juga. Kita ingin menggabungkan di jaman yang sekarang ini banyak anak muda yang suka makanan manis, dessert," ujar Dzaky.

"Dari situ saya mencoba menemukan bagaimana caranya bubur ketan itu tak hanya disukai orangtua saja, segmen yang terbatas tapi semua segmen anak muda, anak kecil, orangtua dengan cara menggabungkan dengan topping," kata Dzaky.

Dzaky memulai usahanya sejak tahun 2019. Di tengah wabah pandemi Covid-19, usaha bubur ketan hitamnya pun terdampak tetapi bisa bertahan.

Kini usaha bubur ketan hitam miliknya dengan merek Kang Bubur membuka peluang kemitraan dan sudah memiliki cabang di luar Bandung. Ada cabang di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Tegal, dan daerah lainnya.

Untuk omzet, per bulannya bisa mencapai hingga Rp 8 juta. Besaran omzet tersebut tentu tak lepas dari pengaruh media sosial.

Seperti salah satu konsumen Kang Bubur yang mengetahui camilan bubur ketan hitam melalui aplikasi tiktok.

Setelah pertama mencoba langsung ketagihan, terutama bubur ketan hitam menggunakan toping mangga.

"Pertama tuh aneh ya, tapi pas udah nyoba kedua ketiga jadi kaya oh unik ya, ini ada bubur ketan dicampur pake es krim belum lagi pake topping yang jadi banyak, jadi unik aja, pas aja, manisnya. apalagi ada buahnya, asem jadi pas," kata Intan dikutip dari Kompas TV.

Per mangkok bubur ketan hitam dijual mulai dari Rp 12.000. Jika kamu ingin menambah toping hanya menambah Rp 3.000 per jenis topping.

Sumber : https://umkm.kompas.com/read/2022/02/08/100332583/jualan-bubur-ketan-hitam-topping-kekinian-dari-iseng-sampai-beromzet-rp8-juta