Sunday, May 16, 2021

UMKM Membangun Pondasi dan Diplomasi Ekonomi Indonesia


 Usaha Mikro Kecil Menengah merupakan pondasi dan bagian dari diplomasi ekonomi Indonesia. Pemerintah pun serius membangun ekosistem yang sehat bagi UMKM karena dapat menyerap banyak tenaga kerja dan menggerakan roda perekonomian rakyat, utamanya di masa pandemi Covid-19.


Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) belakangan menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak, berbagai bantuan dari Kementrian Koperasi dan UMKM gencar dilakukan.

Mulai dari bantuan pencairan dana usaha dengan mudahnya persyaratan yang ada, hingga berbagai bantuan berkala bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Pencairan dana UMKM senantiasa terlaksana secara bertahap dari bulan ke bulan secara langsung tersalurkan pada masyarakat yang sudah terverifikasi sebagai pelaku usaha.

Hal ini membuat siapapun tersulut semangatnya untuk membuat usaha. Lalu apa sebenarnya manfaat bagi pemerintah dalam membagikan berbagai bantuan kepada masyarakat yang memiliki usaha? Untuk menjawabnya tidak bisa hanya sebatas asumsi belaka, melainkan harus juga diimbangi dengan data yang valid untuk menemukan jawaban tersebut.

Berdasarkan Pasal 2 ayat (1 dan 2) Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah dijelaskan bahwa, “Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memberikan kemudahan, pelindungan, dan pemberdayaan bagi Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (1) Kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan bagi Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui :

a. pembinaan; dan b. pemberian fasilitas. Adapun aturan turunan perihal UMKM ini apalagi ditengah situasi Pandemi Covid-19 memicu lahirnya Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Nomor 2 tahun 2021 menjadi keseriusan bagi Pemerintah dalam membangun UMKM. Regulasi tersebut hadir berdasarkan Perubahan atas Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah bagi Pelaku Usaha Mikro untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional dalam rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional serta Penyelamatan Ekonomi Nasional pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

UMKM sudah banyak memberikan kontribusinya pada negeri ini dalam perkembangan ekonomi masyarakat Indonesia.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan, Riza Damanik menjelaskan bahwa kontribusi UMKM ditargetkan mencapai 62,36% terhadap produk domestik bruto (PDB) di tahun 2021 dan diharapkan terus naik naik menjadi 65% dari PDB pada tahun 2024.

Pengembangan koperasi dan UKM pada 2021-2024 sudah sangat dipetakan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM. Dengan peta jalan tersebut ditargetkan pada 2021 koperasi dan UMKM mulai beranjak kemudian mengalami peningkatan di 2022 dan perbaikan di 2023.

Di luar negeri, Pemerintah terus mengoptimalkan diplomasi ekonomi. Perwakilan RI dapat menjadi katalis agar para pelaku usaha Indonesia dapat menembus pasar internasional.

Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo menyampaikan bahwa meskipun jumlah penduduk Singapura tidak sebesar Indonesia, tetapi potensi pasar yang dimiliki Singapura sangat besar. Peluang tersebut harus dapat dimanfaatkan dengan baik. Selain itu, dengan tantangan kebutuhan pasar internasional yang semakin tinggi, diharapkan UMKM Indonesia dapat juga mengembangkan bisnisnya secara digital melalui platform e-commerce.

Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah telah melaksanakan upaya-upaya pembinaan kepada UMKM melalui berbagai kegiatan, seperti pameran UMKM Gayeng yang akan dilaksanakan pada bulan April/Mei 2021 dengan serangkaian kegiatan meliputi fasilitasi kurasi, pengembangan kapasitas, business matching, dan promosi, baik dalam maupun luar negeri.

Masyarakat juga dapat berperan dalam optimalisasi UMKM ini dengan berinovasi kreatif dalam membangun usaha sesuai kebutuhan pasar ketika modal usaha sudah dibantu oleh pemerintah. Berbagai kejadian menggemparkan perekonomian Indonesia dan beberapa negara di dunia pada tahun 1997-1998, membuat usaha berskala besar kala itu tidak mampu bertahan mengahadapi gelombang krisis moneter.

Ketika kita sudah mampu membayangkan kekacauan ekonomi global yang juga menghantam Indonesia, kiranya kita akan paham seberapa besar dampak ekonomi terhadap kehidupan sosial masyarakat di Indonesia. Jelas akan juga merembet pada kehidupan politik, pendidikan, Kesehatan, juga keamanan dan ketertiban masyarakat yang akan terganggu. Agaknya kita juga perlu berlajar dari sejarah, bahwa UMKM benar-benar tidak terdampak secara signifikan.

Oleh karena itu agar sejarah kelam tidak terulang seperti saat krisis moneter melanda Indonesia, optimalisasi UMKM jelas harus disadari oleh semua pihak dan mulai dilaksanakan realisasinya oleh seluruh stakeholder yang ada di Indonesia.
Saya meyakini bahwa UMKM adalah pondasi perekonomian bangsa Indonesia, hal ini bukanlah asumsi pribadi tapi sudah saya jelaskan baik secara historal, empirical, yuridical, beserta data valid didalamnya.

Semoga keresahan dari mahasiswa ini mampu tersampaikan kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia baik dari suprastruktur politik seperti halnya pemangku kebijakan, hingga infrastruktur politik masyarakat khususnya, berbagai media masa, dan para pengusaha tentunya.

Sumber : https://www.klikwarta.com/umkm-membangun-pondasi-dan-diplomasi-ekonomi-indonesia

Mandiri Capital Sediakan 'Dua Kantong' Buat Danai Startup di 2021

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro menjelaskan bahwa langkah follow on funding startup dalam portofolio masih akan jadi fokus pada tahun ini.


Menurutnya, mencari bibit startup baru tetap penting. Namun, masa pandemi telah menampakkan jati diri startup lama, terutama bagaimana strategi dan langkah mereka dalam bertahan atau mempertahankan pertumbuhan kinerja.

Startup semacam ini, yang notabene masih berkinerja apik setelah pandemi pun berpotensi menjaring putaran pendanaan baru pada 2021.

Oleh sebab itu, apabila startup seperti ini berada dalam portofolio, Eddi menyatakan MCI tentu akan berupaya mempertahankan persentase kepemilikan sahamnya dengan mengikuti putaran pendanaan.

"Bujet kita bagi dua. Satu kantong untuk yang follow on funding, kita mungkin ada Rp50 miliar. Kalau kantong buat yang [startup] baru bisa Rp70 miliar atau kalau dipaksa bisa Rp100 miliar. Kemarin baru saja kita invest ke Bukalapak, ini masih mencari lagi," kata Eddi dalam diskusi eksklusif bersama Media, dikonfirmasi Bisnis, Minggu (16/5/2021).

Sekadar informasi, selain Bukalapak, berapa startup populer yang telah berada dalam portofolio MCI, antara lain, fintech payment pelat merah LinkAja, digital signature PrivyID, dan beberapa nama besar pemain fintech peer-to-peer (P2P) lending, yaitu Amartha, KoinWorks, Investree, dan Crowde.

Mandiri Capital juga berinvestasi ke platform kasir digital iSeller dan Yokke, financial planning Halofina, serta beberapa payment gateway seperti PTEN, Cashlez, raksasa ride-hailing Gojek, serta Mekari yang merupakan platform SaS layanan keuangan pembukuan dan akuntansi UMKM secara digital.

"Tahun ini dari portofolio kelihatannya ada dua yang mau fundraising. Kita lagi penjajakan. Jadi ibaratnya kita sudah punya anak 15, masa tidak kita perhatiin, malah nyari yang baru terus. Justru mereka-mereka ini yang jangan sampai lepas," ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa MCI tengah menjajaki beberapa startup yang telah mempresentasikan diri, serta terus mencari platform Insurtech yang punya karakteristik inovasi baru dalam proses bisnis atau produk.

"Tapi ingat, kita lebih suka yang bukan early stage banget, ya. Lebih ke series A atau B, bukan siege stage. Kalau awal banget, kita masih perlu lebih liat track record mereka apakah sustainable atau tidak," ungkapnya.

Sumber : https://finansial.bisnis.com/read/20210517/89/1394318/mandiri-capital-sediakan-dua-kantong-buat-danai-startup-di-2021

Jaga pemulihan investasi, Wakil Ketua DPR minta penanganan pandemi lebih serius


 KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia diprediksi telah berada pada jalur pemulihan ekonomi di tengah pandemi virus corona (Covid-19).


Bahkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebelumnya telah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh positif pada kuartal kedua tahun 2021. Tanda pemulihan tersebut juga terlihat dari pertumbuhan realisasi investasi.

Mengacu data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), capaian realisasi investasi kuartal I tahun 2021 sebesar Rp 219,7 triliun. Angka itu meningkat sebesar 2,3% dari periode sebelumnya, dan naik 4,3% dibandingkan tahun 2020.

Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar meminta tren positif itu untuk dapat dipertahankan. Termasuk dengan menjaga penanganan Covid-19 sehingga tak terjadi lonjakan kasus.

"Kebijakan mudik Lebaran misalnya, meskipun telah dilarang, namun tetap tidak mampu membendung secara penuh mobilitas masyarakat. Kondisi yang tentunya akan meningkatkan risiko lonjakan kasus dan penyebaran Covid-19," ujar Muhaimin dalam keterangan pers, Senin (17/5).

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu juga menyoroti program vaksinasi. Program vaksinasi perlu terus didorong mengingat saat ini hal itu belum mencapai target.

Muhaimin menilai investasi di Indonesia dipercaya berada pada jalur pemulihan. Hal itu terlihat seiring dengan semakin agresifnya perusahaan-perusahaan rintisan (startup) dari berbagai sektor, seperti financial technology dan logistik, yang mulai memasuki pasar bursa sebagai upaya untuk mendapatkan pendanaan.

Melalui pendanaan tersebut diharapkan perusahaan-perusahaan tersebut dapat mendorong banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu mitra mereka untuk terus tumbuh.

Selain pada perusahaan rintisan, investasi di sektor manufaktur perlu terus didorong. Mengingat sektor tersebut merupakan salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi, terutama bagi industri yang memiliki nilai tambah tinggi dan menyerap banyak tenaga kerja.

Menurutnya, melalui fungsi anggaran, DPR perlu secara berkala mengevaluasi besaran anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang untuk sebagian ditopang dengan keberhasilan program vaksinasi nasional yang belum mencapai target. Per 30 April 2021, realisasi dana PEN telah mencapai 22,3%.

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, perusahaan-perusahaan yang menerima pendanaan program PEN harus dapat memberikan dampak bagi ekosistem sejenis. Terutama bagi startup yang melibatkan UMKM sebagai mitra mereka.

”Bersama-sama pemerintah, DPR RI dapat melakukan penghitungan kembali besarnya dana transfer bagi daerah, terutama daerah-daerah yang memiliki potensi sebagai kawasan tujuan investasi untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut di antaranya melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan pelaku usaha di daerah-daerah tersebut,” kata legislator dapil Jawa Timur VIII itu.

Muhaimin bilang untuk menjaga ekosistem yang kondusif bagi investasi, salah satunya adalah keamanan wilayah. Dengan begitu bisa meningkatkan kepercayaan calon investor khususnya bagi mereka yang menyasar sejumlah sektor di daerah.

Sumber : https://nasional.kontan.co.id/news/jaga-pemulihan-investasi-wakil-ketua-dpr-minta-penanganan-pandemi-lebih-serius

Sidak Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran 2021, Santoso Tak Temukan ASN Kota Blitar yang Bolos


 SURYAMALANG.COM, BLITAR - Wali Kota Blitar, Santoso inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada hari pertama masuk kerja setelah libur Hari Raya Idul Fitri 2021, Senin (17/5/2021).


Santoso ingin memastikan para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Blitar tidak ada yang bolos pada hari pertama kerja.

Santoso bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Inspektorat mendatangi beberapa kantor OPD.

Kali pertama, Santoso mendatangi kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kota Blitar.

Santoso mengecek para pegawai di beberapa ruangan kantor Dinas Koperasi dan UMKM.

Santoso juga mengecek presensi para pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM.

Setelah dari kantor Dinas Koperasi dan UMKM, Santoso melanjutkan sidak ke kantor Dinas Pendidikan Kota Blitar.

Santoso juga mengecek para pegawai di sejumlah ruangan kantor Dinas Pendidikan.

Dari kantor Dinas Pendidikan, Santoso meluncur ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Blitar.

Terakhir, Santoso melakukan sidak di kantor Kecamatan Sukorejo.

Santoso mengatakan sidak ini untuk melihat kedisiplinan para pegawai setelah libur Hari Raya Idul Fitri.

Santoso tidak menemukan pegawai yang absen kerja tanpa keterangan.

"Hanya ada pegawai yang izin karena sakit dan dinas luar," kata Santoso kepada SURYAMALANG.COM.

"Pegawai yang bolos akan ada sanksi," ujarnya.

Sebelumnya, Santoso sudah mengeluarkan surat edaran terkait larangan mudik dan larangan cuti bagi para ASN pada Hari Raya Idul Fitri 2021.

Kebijakan itu untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait larangan mudik sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Sumber : https://suryamalang.tribunnews.com/2021/05/17/sidak-hari-pertama-kerja-usai-libur-lebaran-2021-santoso-tak-temukan-asn-kota-blitar-yang-bolos?page=2

Bali In Your Hand Gandeng Narasumber Ahli untung Bangkitkan UMKM Bali


 Fimela.com, Jakarta Bali In Your Hands terus berkomitmen untuk meningkatkan kembali antusiasme konsumen dalam dan luar negeri agar membeli produk hasil kerajinan UMKM asal Bali. Oleh karena itu, mulai Mei 2021 ini mereka mengajak para ahli di bidang digital dan pasar luar negeri untuk dapat berbagi ilmu kepada para peserta UMKM Bali yang terdaftar mengikuti rangkaian acara spesial Bali In Your Hands secara daring.


“Menurut kami, di era digital seperti saat ini sangat penting bagi para UMKM Bali untuk dapat melek digital agar dapat bersaing dengan produk-produk luar negeri. Karenanya Bali In Your Hands berkolaborasi dengan para ahli di bidang digital dan pasar luar negeri untuk dapat berbagi ilmu kepada para pebisnis UMKM Bali." jelas Myrna Soeryo dari komite Bali In Your Hands.

Rangkaian acara e-learning Bali In Your Hands ini nantinya akan dilakukan melalui berbagai platform digital seperti IG Live dan Zoom setiap minggunya mulai tanggal 12 Mei 2021 hingga akhir Juli 2021. Adapun narasumber yang akan mengisi materi e-learning Bali In Your Hands nantinya, yaitu:

Herlin Syahrita, South East Asia Business Director GoFace. Aswino Vitus Sumopawiro, Professional Photographer. Salma Habibie, Buyer dari Mesir Sarita Sutedja, Co-Founder and General Manager Corporate Communication Foodizz. Mike Gunawan, Event Collaboration Expert and Founder Livelife. Yuni Howie, Buyer dari Los Angeles, Amerika Serikat. Llia Salsabeela, Co-Managing Director Girls In Tech Indonesia. Restika Ariani, Marketing Lead ShopBack Indonesia. Marlin Siahaan, Former Country Manager Google Waze.

“Di masa pandemi, banyak pebisnis yang harus berinovasi atau bahkan alih profesi dari bidangnya untuk dapat survive dalam bisnis yang mereka jalani. Untuk itu, Bali In Your Hands hadir untuk memberikan pembekalan dengan mengundang para ahli di bidangnya serta menjadi sarana para UMKM melebarkan pangsa pasarnya.” ucap Rahmi Fajar Harini, salah satu inisiator Bali In Your Hands.

“Kami berharap pengalaman para narasumber e-learning Bali In Your Hands dapat memberikan dampak positif untuk para UMKM dan merek lokal Bali yang berpartisipasi di Bali In Your Hands, khususnya ilmu digital, sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian Bali,” tutup Nidya Gustianingsih, inisiator Bali In Your Hands lainnya.

Sumber : https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/4556862/bali-in-your-hand-gandeng-narasumber-ahli-untung-bangkitkan-umkm-bali

Bantu UMKM Kuliner, Kemenkop Gandeng Gojek


 REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) pada 2019 lalu. Sebagai tindak lanjutnya, Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop bersama perusahaan penyedia jasa itu menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Kamis (6/5).


"Melalui PKS ini, Kementerian Koperasi dan UKM akan memfasilitasi usaha mikro bidang kuliner untuk masuk ke GoFood dan laman Bela Pengadaan LKPP," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dalam acara Sinergi Untuk Penguatan Usaha Mikro Berdaya Saing, di Jakarta, Kamis (6/5).

Selain penandatangan perjanjian, dilakukan pula penyerahan bantuan jaring pengaman sosial kepada pengusaha warung tegal dan pengusaha warung makan lainnya oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sekaligus penyerahan santunan kepada anak yatim dan dhuafa. Teten mengatakan, pedagang warteg dan warung makan lainnya merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19. Melalui program bantuan jaring pengaman sosial, BAZNAS akan memberikan bantuan jaring pengaman sosial senilai Rp 1 miliar kepada mereka.

Sumber : https://www.republika.co.id/berita/qsok4j384/bantu-umkm-kuliner-kemenkop-gandeng-gojek

Percepatan Literasi Digital Kunci Daya Tahan Sektor Retail Offline


 Bisnis.com, JAKARTA - Semua pihak mesti meningkatkan upaya literasi digital bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya juang di tengah arus digitalisasi.


Kepala Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Eko Nugroho menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penelitian berseri sepanjang 2018-2020 khusus marketplace mulai dari aspek pembayaran dan pembiayaan berbasis digital.

Menurutnya, berbagai pihak, termasuk Pemerintah, perlu meningkatkan kemampuan literasi UMKM dengan melakukan percepatan serta pendampingan secara konkrit. Tuturnya, produk UMKM semakin mudah dipasarkan, semberi perlu sokongan lain seperti pembiayaan untuk meningkatkan skala produksi.

Peningkatan daya saing UMKM sangat penting di tengah persaingan global yang semakin tinggi, dan merebaknya platform marketplace cross-border yang memungkinkan penjual asing langsung memasarkan produknya ke masyarakat dalam negeri.

UMKM harus mampu menghadapi tantangan global ini dengan terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi usahanya dengan memanfaatkan teknologi dan melakukan inovasi produk.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof. Rully Indrawan, mengatakan total UMKM nasional sekitar 99,9 persen dari total usaha yang ada di Indonesia dan mengalami turbulensi akibat pandemi pandemi. Akan tetapi, pandemi ini pun memberikan peluang yang baik bagi pelaku UMKM untuk tumbuh kembang.

Salah satunya adalah peluang untuk melakukan transformasi digital lewat optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam bertransaksi baik penjualan atau pembelian.

Transaksi secara online setahun terakhir ini meningkat tajam karena dianggap sebagai solusi untuk meminimalisir kontak langsung agar penularan virus Covid-19 bisa ditekan.

Adapun total nilai transaksi marketplace pada 2020 tercatat lebih tinggi dari perkiraan Bank Indonesia (BI). Sebelumnya, bank sentral memperkirakan, total nilai transaksi marketplace di tahun 2020 sebesar Rp 253 triliun, atau naik dari tahun 2019 yang sebesar Rp 210,78 triliun dan 2018 yang sebesar Rp 110,96 triliun.

Akan tetapi, data riil menunjukkan bahwa total nilai transaksi 14 marketplace terbesar di Indonesia di sepanjang tahun 2020 tercatat Rp327,49 triliun.

“Pemanfaatan teknologi semacam ini juga mendorong keberlangsungan pelaku UMKM, termasuk di sektor retail, agar dapat bertahan seiring perkembangan zaman,” terangnya.

Selain Pemerintah, peran sektor swasta, pun dibutuhkan untuk mendorong penetrasi UMKM dan sektor retail offline ke platform teknologi. Sejumlah perusahaan teknologi turut menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan sektor retail offline.

Salah satunya adalah perusahaan teknologi besutan William Tanuwijaya Tokopedia yang santer menggencarkan komitmennya kepada kios dan warung lewat Mitra Tokopedia.

Selama dua tahun, Mitra Tokopedia telah mempermudah pegiat usaha tradisional seperti pemilik warung, toko kelontong, dan usaha sejenis lainnya untuk mengembangkan usaha melalui pemanfaatan teknologi.

Berbagai dampak positif juga dirasakan oleh pemilik usaha setelah memutuskan bergabung menjadi Mitra Tokopedia.

Hal tersebut bisa dilihat dari hasil survei yang dilakukan terhadap ribuan mitra pada Oktober 2020 yang membeberkan hampir 80% pemilik usaha meraih keuntungan tambahan lebih dari 2 kali lipat ketika bergabung menjadi mitra Tokopedia.

Para Mitra juga mengaku bisa menghemat biaya transportasi lebih dari Rp50.000 dengan fitur grosir di aplikasi Mitra Tokopedia.

Berdasarkan data App Annie, sampai Februari 2021, aplikasi Mitra Tokopedia berhasil menduduki peringkat #1 untuk kategori aplikasi ritel FMCG dengan jumlah rata-rata pengguna aktif harian tertinggi.

Sepanjang Januari-Februari 2021, rata-rata pengguna aktif harian Mitra Tokopedia tumbuh hingga 50 persen dibandingkan dengan kuartal IV/2020.

Head of New Retail Tokopedia, Doni Nathaniel Pranama mengatakan fitur grosir, membantu pemilik warung membeli stok dengan lebih mudah, cepat dan efisien.

Dia melanjutkan, di masa pandemi kali ini, Mitra Tokopedia juga mendapatkan berkah dari penjualan produk digital. Produk digital yang paling laris di Mitra Tokopedia selama pandemi adalah pulsa dan paket data, token listrik, PDAM, BPJS dan voucher game.

Hal tersebut juga diakui oleh salah satu Mitra Tokopedia yang juga ibu rumah tangga Ine Febrina. Ibu asal Jakarta ini bergabung dengan Mitra Tokopedia sejak Maret 2020 dan mengatakan transaksi warungnya meningkat signifikan karena adanya berbagai fitur dan juga berjualan produk digital.

"Selama pandemi, transaksi di warung saya meningkat signifikan. Dengan memanfaatkan fitur Grosir, pendapatan saya bisa mencapai puluhan juta tiap bulannya. Mitra Tokopedia juga memfasilitasi saya untuk bisa menambah pemasukan dengan berjualan produk digital," tutur Ine.

"Selain itu, melalui usaha warung, saya bisa membantu pengemudi ojek online yang sepi pelanggan. Para pelanggan yang tergerak untuk memberikan bantuan, mempercayakan saya untuk membagikan sembako bagi para pengemudi ojek online. Kini, masyarakat juga dipermudah dalam memenuhi kewajiban perpajakan, seperti membayar PBB, lewat warung dan toko kelontong," tambahnya.

Dengan berbagai layanan yang menarik tersebut, tidak heran jika berdasarkan data App Annie sampai Februari 2021 aplikasi Mitra Tokopedia berhasil menduduki peringkat nomor 1 untuk kategori aplikasi ritel FMCG, aplikasi mitra Tokopedia mencatatkan jumlah rata-rata pengguna aktif harian tertinggi.

Sepanjang Januari-Februari 2021, rata-rata pengguna aktif harian Mitra Tokopedia tumbuh hingga 50 persen dibandingkan dengan kuartal IV/2020.

Sumber : https://market.bisnis.com/read/20210517/192/1394329/percepatan-literasi-digital-kunci-daya-tahan-sektor-retail-offline