Monday, January 17, 2022

UMKM Dapat Sertifikat, Bupati Syamsul Sarankan untuk Disekolahkan

 


Bupati Rejang Lebong (RL) Drs Syamsul Effendi, MM Senin (17/1/2022) didampingi Kapolres Forkopimda RL menyerahkan 86 lembar sertifikat tanah kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Ruang Pola Pemda RL. Menurutnya, sertipikat tersebut tentu memberikan ketegasan atas kepemilikan lahan atau hak atas tanah dan bangunan bagi masyarakat. Bahkan bupati juga mengatakan bahwa sertipikat tersebut juga bisa di "sekolahkan" atau di agunkan.

"Iya tentu harapan kita dengan adanya sertifikat ini bisa memberikan banyak manfaat untuk masyarakat. Bahkan kalau bahasa kitanya itu sertifikat ini juga bisa "disekolahkan", tapi tentu harus sesuai dengan rencana awalnya yang matang dan untuk mengembangkan UMKM mereka itu. Jangan sampai sudah disekolahkan tapi perencanaanya tidak tepat jadi sia-sia," ujar bupati.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Rejang Lebong Jamaludin menjelaskan, ada 86 lembar sertifikat yang tersebar untuk pemilik UMKM di 4 kecamatan dan 5 desa di dalamnya. Sebenarnya ada 250 lembar yang direncanakan, namun karena ada recofusing untuk penanganan pandemi covid-19 maka hanya ada ketersediaan anggaran untuk 86 lembar saja.

"Ini khusus orang yang punya UMKM jadi berbeda dengan PTSL atau umum Jadi ini sertifikatnya bebas, intinya asalkan mereka punya UMKM makanya kita berkolaborasi dengan Diskoperindag. Kendalanya memang kadang memang ada pemohon yang NIK nya tidak ngelink ke aplikasi kita. Jadi kalau seperti itu kita koordinasi dengan Disdukcapil akhirnya selesai Ini program pertama untuk UMKM jadi yang mengusulkan ini dari Dikoperindag," paparnya.

Ia menambahkan bahwa program ini merupakan program nasional jadi semuanya gratis tidak ada biayanya, hanya saja masyarakat dibebankan biaya sebelum sertipikat seperti materai, KTP dan lain sebagainya. "Ini merupakan program nasional, jadi gratis tidak ada pungutan biayanya," pungkas Jamaludin. (Yon)

Sumber : https://www.bengkulutoday.com/umkm-dapat-sertifikat-bupati-syamsul-sarankan-untuk-disekolahkan

Simak! UMKM Dapat 'Karpet Merah' Gelar Lapak di Rest Area-Bandara

 Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat sejumlah kemudahan seperti diatur dalam Undang-undang Cipta Kerja. Melalui Undang-undang ini, UMKM mendapat tempat untuk menjalankan usaha di ruang publik seperti bandara hingga jalan tol.



Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Penerbitan dan Pembagian Nomor Induk Berusaha untuk Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan, Rabu (22/12/2021).

"Kami juga di Undang-undang Cipta Kerja sudah diatur 30% ruang publik seperti pelabuhan, terminal, bandara, rest area di jalan tol 30% untuk UMKM," katanya.

"Jadi Pak Jokowi begitu memanjakan UMKM. Jadi Bapak Ibu sekalian kita semangat ya, siap? Nah gitu," katanya.

Tak hanya itu, 40% belanja pemerintah juga mesti menyerap produk UMKM. Produk yang bisa diserap pun beragam seperti makanan hingga alat tulis kantor.

"40% belanja pemerintah sekarang harus menyerap produk UMKM, kuliner bisa jualan lewat online untuk rapat-rapat di kantor, lewat bela pengadaan. Sekarang Bapak Ibu sekalian bisa juga menjadi vendor pengadaan pemerintah untuk furnitur, alat tulis kantor, macam-macam, permesinan dan lain sebagainya, alat pertanian, alat kesehatan," ungkapnya.


Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5865695/simak-umkm-dapat-karpet-merah-gelar-lapak-di-rest-area-bandara?_ga=2.5591987.1050507743.1642257641-29033108.1642075443

"Tahun ini sekitar Rp 447 triliun dan ini sudah menjadi kewajiban karena sudah diatur di Undang-undang Cipta Kerja," imbuhnya.

UMKM Mau Dapat Buyer dari Luar Negeri? Catat Nih Tipsnya

 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berorientasi ekspor jadi salah satu pendorong perekonomian nasional. Meskipun pandemi COVID-19 masih melanda, UMKM masih tetap bisa membuat produknya mendunia.



Seperti halnya sejumlah UMKM di BNI Xpora, yakni Blankenheim, CV Frinsa Agrolestari, serta Kriya Nusantara & Gloya. Ketiganya telah sukses menjadi eksportir dan memiliki buyer dari luar negeri. Lantas apa sih tipsnya?

Co-Founder brand sepatu lokal asal Bandung, Blankenheim, Maulana Ammar mengungkapkan setiap UMKM memiliki kesempatan untuk menembus pasar ekspor, tapi tidak semua UMKM mampu bertahan menghadapi persaingan. Untuk itu, hal pertama agar UMKM dapat buyer dari luar negeri adalah memperhatikan kualitas produk.

"Pertama yang harus kita lakukan tentu di kualitas produk ini harus memenuhi standar internasional terutama di negara tujuan. Misalkan di negara Eropa, standar kita harus mengikuti negara tersebut," jelasnya dalam Webinar BNI Jawa Barat, dikutip Kamis (30/12/2021).

Selain itu, kapasitas produksi juga jadi hal penting. Menurutnya, ketika UMKM ingin mendapatkan buyer dari luar negeri pastikan kapasitas produksinya dapat memenuhi. Sebab, buyer dari luar negeri kerap memiliki permintaan yang tinggi.

Founder CV Frinsa Agrolestari Wildan Mustofa menambahkan, sebagai UMKM yang bergerak pada komoditas pertanian kopi, dirinya menyarankan agar para UMKM rutin ikut pameran jika ingin mendapatkan buyer dari luar negeri pertama.

"Terutama di pameran yang ada kompetisinya, kenapa karena di situ kita bisa berkenalan langsung dengan para juri yang memang dari industri yang kita masuki itu entry point kita di situ," ungkapnya.

Wildan mengaku kerap mengikuti berbagai pameran baik nasional maupun internasional. Langkah tersebut jadi salah satu cara agar produk berkualitas yang UMKM punya bisa dikenal oleh berbagai stakeholder.

"Pada tahap selanjutnya setelah kita dapat pembeli, kalau yang saya lakukan link and match kita antara buyer dengan mitra gitu, tujuannya agar buyer semakin tertarik dengan produk kita," jelasnya.

Lebih lanjut, Founder Kriya Nusantara & Gloya, Abdul Sobur mengungkapkan UMKM harus bisa beradaptasi dengan segala perubahan zaman. Menurutnya ini penting agar UMKM bisa bersaing di pasar yang luas, seperti halnya berjejaring memanfaatkan kesempatan dengan mengikuti pameran, atau mengambil peluang yang diberikan perbankan seperti BNI.

"Jadi yang terpenting bagi para UMKM kalian boleh bermimpi setinggi langit untuk menjadi eksportir besar dan mulai aja dari hal kecil dulu, nggak usah harus dapat jutaan dollar, jadi start small," ungkapnya.

"Dan yang terpenting lagi now action, buat barang-barang yang memenuhi standar negara tujuan. Mumpung ada Xpora," katanya.

"BNI Xpora bukan hanya sekedar modal kerja tapi one stop solution, ini sangat bagus dan strategis, hemat saya kalau Xpora betul-betul dilaksanakan ini pasti akan ada perubahan besar di UMKM," pungkasnya.

Sebagai informasi, webinar UMKM BNI Jawa Barat ini dipersembahkan oleh detikcom bersama BNI Xpora untuk mendukung para UMKM Indonesia Menembus Pasar Global. Bersama Xpora, ekspor jadi mudah

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5877425/umkm-mau-dapat-buyer-dari-luar-negeri-catat-nih-tipsnya.


RI Ekspor 150 Kontainer Sabun Olahan UMKM ke Afrika dan Timur Tengah

 Kementerian Koperasi dan UKM mengapresiasi PT Restu Graha Dana yang baru saja melakukan ekspor 150 kontainer sabun olahan UMKM ke enam negara di Afrika dan Timur Tengah. Diharapkan langkah ini menjadi semangat baru bagi para UKM untuk terus berdaya saing dan menembus pasar global.




"Ini salah satu prioritas kita agar UMKM masuk pasar global," kata Deputi Bidang UKM, KemenKopUKM, Hanung Harimba Rachman dalam acara Peluncuran Ekspor 150 Kontainer Sabun, Sabtu (15/1/2022).

Hanung menjelaskan, saat ini pemerintah ingin meningkatkan kontribusi ekspor UKM mencapai 17 persen di tahun 2024, di mana saat ini baru mencapai 15,6 persen.

Menurutnya, untuk memastikan target peningkatan kontribusi ekspor UKM ini, pelaku UKM nasional membutuhkan biaya logistik yang lebih murah dan pengurusan administrasi ekspor yang lebih cepat.

"Kelangkaan kontainer menjadi permasalahan utama untuk UKM. Akibatnya biaya pengangkutan mahal atau biaya yang naik 300 persen, dan risiko kerusakan sangat tinggi karena lamanya penyimpanan produk," ujarnya..

Selain kelangkaan kontainer, lanjut Hanung, kendala lainnya ialah pemetaan permintaan domestik atau tidak adanya market intelligence untuk menanggapi peluang produk, kapasitas produk, sertifikasi internasional, dan kemudahan pembiayaan ekspor bagi pelaku UKM.

Dia pun menegaskan, kontribusi ekspor Indonesia masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Tiongkok yang memiliki kontribusi ekspor UKM sebesar 68 persen, dan indeks kinerja logistik 3,61, serta India dengan kontribusi ekspor UKM 40 persen dan indeks kinerja logistik 3,18.

"Ini menunjukkan kurang efisiennya waktu dalam pemenuhan dokumen ekspor serta kurangnya dukungan infrastruktur bagi pelaku UKM Indonesia untuk ekspor produknya. Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama," ujar Hanung.

Kendati begitu, dalam membangun ekosistem ekspor yang kondusif bagi UKM, KemenKopUKM telah menyediakan berbagai program, di antaranya SMESCO Hub Timur untuk mengagregasi produk UMKM dan koperasi wilayah timur Indonesia, baik untuk target pasar di dalam dan luar negeri.

Selain itu, KemenKopUKM juga menyediakan SMESCO Labo untuk skill enrichment bagi semua pelaku usaha atau industri kecil dan menengah. Di dalam SMESCO Labo ini, tersedia beberapa fasilitas laboratorium yang sudah tersedia, seperti mechanical lab, photography lab, food lab, dan handicraft labo.

"Kita juga punya Rumah Produksi Bersama dalam komoditas produk nilam, rotan, bio farma, kelapa, dan sapi. Angkutan kargo terjadwal, dan logistik bersubsidi kolaborasi bersama Garuda Indonesia. Pembiayaan ekspor. Sertifikasi internasional, sertifikasi mutu ISO/HACCP, FSSC, BRC, Organik, dan SVLK. Satgas pengembangan ekspor. Agenda pameran internasional dalam G20 ada 150 side event yang bisa dimanfaatkan untuk promosi UMKM, juga MotoGP, Muslim Indonesia Fashion Festival, serta berbagai program lainnya," pungkas Hanung.


Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4860578/ri-ekspor-150-kontainer-sabun-olahan-umkm-ke-afrika-dan-timur-tengah

Surge dan Kemenkop UKM Dorong Percepatan UMKM Go Digital di Jawa Timur

 


Perusahaan konektivitas infrastruktur digital Surge, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), serta Induk Koperasi Unit Desa, menghadirkan festival Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Warung bertajuk Gudang Festival.

Festival yang diadakan selama dua hari ini bertujuan untuk memperkenalkan program Go-Digital berbasis gudang Koperasi Unit Desa (KUD) dari Surge bagi masyarakat lokal.

Peluncuran pertama di Provinsi Jawa Timur ini diharapkan bisa menjaring lebih banyak mitra UMKM dan warung untuk masuk dalam ekosistem digital Surge, membuka akses pasar yang lebih luas bagi bisnis lokal, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian digital.

Dalam siaran persnya, ditulis Sabtu (15/1/2022), Surge menyebut telah mengaktivasi ratusan titik gudang KUD di sepanjang Jawa, yang berfungsi sebagai fulfillment center berbagai produk dari kebutuhan sehari-hari maupun produk-produk UMKM lainnya.

Potensi nilai transaksi dari aktivasi gudang-gudang ini mencapai Rp 500 Miliar per bulan dengan potensi customer base mencapai 1 juta mitra UMKM dan warung yang tergabung dalam ekosistem Surge.

Berawal di Piyungan, Kabupaten Bantul, program ini berlanjut ke puluhan kabupaten lainnya di Jawa Tengah dan kini hadir di Jawa Timur seiring perkembangan teknologi yang semakin meningkat di daerah Tier-2 dan Tier-3.

CEO Surge Hermansjah Haryono mengatakan, dalam tujuh bulan beroperasi, mereka telah mengelola puluhan gudang KUD di Pulau Jawa yang menjual kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari dengan harga yang terjangkau.

Hermansjah juga menyebut, mereka sudah memiliki lebih dari 22 ribu mitra UMKM maupun mitra atau warung.

"Kehadiran program Gudang Festival di Mojokerto, Nganjuk dan wilayah lainnya, kami harapkan dapat memperluas jangkauan dukungan kami dalam mengembangkan perekonomian daerah lewat akses digital yang lebih baik," kata Hermansjah.

Menurutnya, fokus Surge adalah bagaimana menyediakan konektivitas, teknologi, aplikasi, maupun marketplace yang bisa mempermudah dan mempercepat perkembangan aktivitas gudang.

Ahmad Zabadi, Deputi bidang Perkoperasian Kemenkop UKM mengatakan, program Gudang Festival ini sejalan dengan program strategis mereka untuk mempercepat UMKM go-digital.

"Tak hanya memberi nilai tambah bagi warung-warung sekitar karena harganya yang lebih baik, program ini juga dapat menjadi pusat hub logistik bagi perusahaan logistik dan marketplace nasional dan global," kata Ahmad.

Menurut Ahmad Zabadi, investasi gudang membutuhkan biaya yang tidak kecil dan dengan jaringan gudang KUD yang sangat besar, perusahaan logistik dan marketplace dapat lebih dekat dengan konsumen.

"Dengan adanya digitalisasi pergudangan, hal ini akan memperkuat ekosistem distribusi wilayah Jawa, meningkatkan efisiensi biaya operasional dan biaya distribusi," imbuhnya.

Portasius Nggedi selaku Direktur Utama Induk KUD mengatakan, langkahkolaborasi ini ditempuh untuk modernisasi jaringan Induk KUD, Pusat KUD dan KUD lewat teknologi digital.

"Peresmian di Mojokerto dan Nganjuk ini, merupakan aksi berkelanjutan kami bersama Surge untuk membantu Koperasi dan UMKM di wilayah Jawa Timur untuk masuk dalam ekosistem digital," kata Portasius.

Acara Gudang Festival sebagai ajang sosialisasi dan registrasi mitra UMKM dan warung di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Nganjuk diadakan pada 12 dan 13 Januari 2022.

Dalam festival dua hari tersebut, Surge juga menyelenggarakan Bazar danpelatihan agar UMKM dan warung dapat memasarkan produknya kepada warga lokal di sekitar lewat aplikasi marketplace.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/4859646/surge-dan-kemenkop-ukm-dorong-percepatan-umkm-go-digital-di-jawa-timur



Produk UKM Karya Difabel Mejeng di Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai

 Pada minggu ke-12 Expo 2020 Dubai, Paviliun Indonesia menampilkan produk usaha kecil dan menengah (UKM) hasil karya para penyandang disabilitas (difabel) di Indonesia. Produk yang dipamerkan yaitu batik ciprat yang dibuat menggunakan malam, sehingga membentuk motif indah dan kemudian dikreasikan menjadi syal, songkok, serta tas.




Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dan Komisioner Jenderal Paviliun Indonesia Didi Sumedi mengatakan memasuki paruh pertama pelaksanaan Expo 2020 Dubai, Paviliun Indonesia telah menjadi wadah untuk memperkenalkan budaya dan juga produk-produk UKM siap ekspor berkualitas.

"Sebanyak 153 pertunjukan seni dan budaya telah dipertontonkan di panggung Paviliun Indonesia dan sebanyak 575 produk UMKM siap ekspor telah dipamerkan di area pameran. Di minggu ke-12, Paviliun Indonesia juga menampilkan produk UKM karya penyandang disabilitas," ujar Didi dalam keterangan tertulis, Senin (27/12/2021).

Didi menuturkan, para penyandang disabilitas menyalurkan kreativitas melalui kain yang diwarnai dengan warna-warna yang menyegarkan mata dan membentuk motif yang indah. Selain kain batik ciprat, para pengunjung juga dapat melihat koleksi produk UKM lain, seperti sikat yang terbuat dari limbah sabut dan batok kelapa dari Minahasa Utara, briket arang dari kelapa, dan produk herbal.

"Paviliun Indonesia menghadirkan pameran produk UKM unggul yang berbeda setiap minggunya. Produk tersebut antara lain makanan dan minuman, dekorasi rumah, kerajinan tangan, perhiasan, dan kain tradisional. Aneka produk yang ditampilkan memiliki cerita masing-masing. Ada produk yang dihasilkan dari pemberdayaan masyarakat desa dan produk yang berasal dari bahan daur ulang," ungkap Didi.

Selain menampilkan produk UKM karya difabel, Paviliun Indonesia di minggu ke-12 juga menghadirkan pencak silat dan kolaborasi Angklung dengan Vietnam. Produk UKM dan penampilan budaya tersebut sukses menarik ratusan pengunjung Expo 2020 Dubai untuk berkunjung ke Paviliun Indonesia.

Pertunjukan pencak silat terbagi menjadi tiga sesi, yaitu menampilkan seni gerakan dasar, menunjukkan gerakan bertarung, dan mengajak pengunjung mencoba langsung teknik dasar pencak silat.

Menurut Didi, pencak silat telah menjadi warisan budaya Indonesia dan meraih popularitas di kancah internasional. Setelah sukses diadaptasi di dalam film blockbuster seperti Star Wars Episode VII, Fast & Furious, serta John Wick Trilogy, pencak silat pada 2019 juga diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO.

"Sehingga, memperkenalkan pencak silat di kancah internasional seperti Expo 2020 Dubai diharapkan dapat menjadi momentum yang baik untuk lebih jauh memperkenalkan budaya Indonesia," imbuh Didi.

Kolaborasi Paviliun Indonesia dan Paviliun Vietnam dalam menggelar pertunjukan musik juga menarik perhatian pengunjung, karena sama-sama memiliki alat musik yang terbuat dari bambu. Kolaborasi itu menyatukan irama melalui kendang dan angklung asal Indonesia serta dan bau dan trung dari Vietnam. Alunan seruling bambu juga turut menambah harmonisasi kolaborasi musik kedua negara.

Direktur Paviliun Vietnam Trinh Quac Anh mengatakan, perhelatan Expo 2020 Dubai merupakan wadah bagi setiap negara untuk dapat menunjukkan potensi, menyatukan pikiran, dan mencari solusi lewat kolaborasi.

"Kami senang dapat menyatukan budaya dengan Indonesia melalui pertunjukan musik ini. Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan baik antar negara dan dapat memperkenalkan lebih jauh kekayaan seni dan budaya negara-negara di ASEAN," kata Trinh.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5873043/produk-ukm-karya-difabel-mejeng-di-paviliun-indonesia-expo-2020-dubai?_ga=2.69103761.1050507743.1642257641-29033108.1642075443

Sunday, January 16, 2022

Puluhan UMKM Lepas Ekspor Rp 79,7 M, Minyak Sawit Sampai Sepeda

 


Kementerian Perdagangan hari ini melepas ekspor senilai US$ 2,44 miliar atau setara Rp 35,03 triliun dari 278 perusahaan. Sebanyak 54 di antaranya atau 19% merupakan kategori UMKM yang melepas ekspor Rp 79,7 miliar.

"Kategori UMKM dengan nilai ekspor US$ 5,56 atau Rp 79,7 miliar. Sebesar 81% atau 224 perusahaan berkategori non UKM dengan total ekspor mencapai US$ 2,43 miliar atau setara Rp 34,9 triliun," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi dalam acara Pelepasan Ekspor Akhir Tahun 2021 Oleh Menteri Perdagangan, Kamis (23/12/2021).

Adapun kategori produk yang diekspor oleh segmen UMKM yakni, produk perikanan dan kelautan, furniture, kerajinan dan dekorasi rumah, makanan olahan, rempah-rempah, serta tekstil dan produk tekstil.

Sedangkan ragam produk non-UMKM antara lain batu bara, otomotif, minyak sawit, produk perikanan dan kelautan, tekstil dan produk tekstil (TPT), produk kimia, sepeda dan sebagainya.

"Karet dan produk karet, makanan-minuman olahan, furniture, mebel, kerajinan, besi baja, hasil perkebunan, minyak atsiri, kayu dan produk kayu, alas kaki, keramik, pipa, serta timah," lanjutnya

Pelepasan ekspor ini ke 58 negara dan 87% didominasi ke pasar tradisional. Sementara 13% tujuan ekspor ke negara non tradisional. "13% ke negara non-tradisional seperti, Polandia, Kolombia, Pakistan, Kamboja, Afrika Selatan, Meksiko, Maladewa, dan Oceania," ucapnya

"Pelepasan ekspor ini bekerja sama dengan pelaku usaha dan pemerintah daerah di 26 Provinsi," imbuhnya.

Adapun provinsi tersebut yaitu Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5867576/puluhan-umkm-lepas-ekspor-rp-797-m-minyak-sawit-sampai-sepeda?_ga=2.74955922.1050507743.1642257641-29033108.1642075443