Monday, September 14, 2020

Dokumentasi Webinar PENGEMBANGAN TEKNOLOGI DAN DIGITAL TALENT DALAM PERCEPATAN TRANSFORMASI DIGITAL DI DAERAH - 10 SEP 2020

  APTIKNAS bekerja sama dengan FORK4SI ( Forum Kepala Dinas KOMINFO Kota dan Kabupaten Seluruh Indonesia ), dan didukung ole APJII ( Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ) yang dilaksanakan oleh PT. Garindo Media Tama akan menyelenggarakan Webinar ”PENGEMBANGAN TEKNOLOGI DAN DIGITAL TALENT DALAM PERCEPATAN TRANSFORMASI DIGITAL DI DAERAH, dengan para pembicara:


1. Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA Balitbang SDM Kominfo 

2. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P Gubernur Jawa Tengah 

3. Dr. Ir. GS Vicky Lumentut, S.H, M.Si, D.E.A Walikota Manado (Narasumber)

4. Giri Prasta, Bupati Badung, Bali

5. Ir. Soegiharto Santoso, Ketua Umum APTIKNAS (Narasumber)

6. Jamalul Izza, Ketua Umum APJII (Narasumber)

7.  Ignatius Benny, Account Manager Hikvision Indonesia

8.   Sabas F. Chahyanto, Vice President Marketing Primacom Interbuana

Berikut adalah rekaman :




Monday, August 24, 2020

Virtual Event APTIKNAS MERDEKA IT INDONESIA - Data Center and Cloud - 27 Agustus 2020

 [INVITATION]

APTIKNAS MERDEKA IT INDONESIA, dengar dan pelajari bagaimana teknologi DATA CENTER dan CLOUD bisa memerdekakan IT dan bisnis di Indonesia. 


Moderator:

👤 Fanky Christian

Ketua APTIKNAS DKI JAKARTA 


Sharing:

👤 Wisnoe Pribadi,  Perumus SNI 8799

SNI Pusat Data 8799:2019


👤 Sutedjo Tjahjadi, 

Managing Director, Datacomm Cloud Business, 

PT. Datacomm Diangraha

Cloud Adoption


👤 Zanipar S.A. Siadari

Product Marketing Printer & Visual Instrument Department Head 

PT. Epson Indonesia

Cloud Solution


👤 James Valentino & Billy Novan Toshi

PT. Cloud Ace Integra

Deployment of Machine Learning Model on Google Data Center Jakarta for COVID-19 Detection


👤 Basori HP

PT. Advantech International

Advantech server solution and application


🗓 : Kamis, 27 Agustus 2020

⏰ : 14.00-16.30 WIB

📍 : Live on Zoom & YouTube

💰 GRATIS!

📜 : E-Certificate


Registration

https://www.eventcerdas.com/registrasipeserta.php?id=160

Info: 0857-7415-4495 - Putri


YouTube

https://bit.ly/eventcerdaslive

 

TECH-TALK WEEK! Consumer Electronics in Manufacturing Industry 27 Ags 2020

  TECH-TALK WEEK!



Begitu banyak macam solusi dan teknologi di konsumen elektronik manufaktur yang dapat berlaku di keseluruhan proses pabrikasi. Dari perangkat lunak manajemen mutu, ke pengolahan bahan, perencanaan dan penjadwalan, hingga kemampuan intelijen manufaktur dengan konektivitas langsung ke mesin dan produksi utama - semuanya berkaitan langsung.

Para peserta webinar akan menemukan bagaimana elektronik manufaktur dapat memberikan keuntungan bagi pabrikan melalui solusi gabungan elektronik konsumen dan tentunya industri pengolahan itu sendiri.

Tema: Konsumen Elektronik di Industri Manufaktur - via zoom,
Tanggal: Kamis, 27 Agustus 2020,
Waktu: pk. 10.00 (AM/GMT+7),
Registrasi gratis: https://lnkd.in/dsiGrb9.

Monday, May 4, 2020

Temukan solusi-solusi untuk membantu perusahaan anda di ASCI 8 Mei 2020

Temukan berbagai solusi untuk membantu perusahaan anda di masa pandemi ini, di acara
APTIKNAS Smart City & IoT Solutions during Covid-19 Pandemic

Segera register ke : https://www.eventcerdas.com/registrasipeserta.php?id=134
Tempat terbatas

#smartcity #IoT #aptiknas #eventcerdas #kotacerdas #kotacerdasindonesia




Friday, April 17, 2020

Digitalisasi Kemaritiman Pasca Covid-19

Telkomsat Dorong Digitalisasi Industri Maritim Nasional
Bidang kemaritiman –pelabuhan, pelayaran, logistik, dll– juga menjalankan kebijakan work from home atau WFH di tengah wabah virus corona saat ini. Sayang, tidak semua pekerjaan di bidang kemaritiman bisa dilakukan dari rumah. Ada pekerjaan yang masih harus dilakukan langsung di lapangan. Penyandaran kapal dan bongkar-muat kargo segelintir contoh dari pekerjaan itu. Belum ada teknologi yang memungkinkan pelayanan penyandaran kapal dan bongkar-muat kargo dapat dilakukan dari rumah.
Tetapi, digitalisasi di bidang kemaritiman, termasuk di Tanah Air, sudah bergerak cukup baik. Bahkan jauh sebelum wabah Covid-19 melanda. Ada platform Inaportnet. Ada Indonesia National Single Window (INSW). Belakangan, muncul National Logistics Ecosystem (NLE) dalam khazanah kemaritiman dan perlogistikan nasional. Saya sempat mengikuti beberapa diskusi mengenai isu ini yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi jauh sebelum corona merajalela. NLE memang “mainannya” pemerintah.
Pertanyaannya sekarang adalah: di masa wabah Covid-19 saat ini bagaimanakah kinerja berbagai platform digital kemaritiman yang ada yang dioperasikan oleh seluruh stakeholder bidang ini?
Saya menelusuri berbagai situs berita kemaritiman di seluruh dunia mencari jawaban atas pertanyaan tadi. Tidak saya temukan. Kadung penasaran, saya hubungi beberapa teman yang bergerak di sektor pelabuhan dan pelayaran.
Menurut teman-teman saya, tidak terjadi peningkatan trafik dari berbagai teknologi informasi atau aplikasi yang ada di bidang kemaritiman nasional (pemesanan peti kemas online, pemesanan truk online, dll) dalam masa wabah corona ini. Malah, cenderung turun seiring dengan melemahnya gerak pelayaran lokal maupun global. Pelayaran lesu darah karena perdagangan dunia “hidup segan, mati tak mau”. Akibatnya, shipment banyak yang ditunda, bahkan dibatalkan, oleh pelayaran. Dalam istilah pelayaran, pembatalan pelayaran ini dinamakan blank sailing.
Kalau pun ada yang naik itu hanya pada konsumsi bandwidth karena tingginya konferensi video internal. Ini kata teman saya yang bekerja di perusahaan pelabuhan. Lain lagi kata kawan yang bekerja di salah satu pelayaran penyeberangan. Teknologi informasi atau platform aplikasi belum sepenuhnya berjalan di perusahaannya. Malah, penerapan penjualan tiket online baru akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Itupun setelah digeber oleh Kementerian Perhubungan. Dia menambahkan, yang justru meningkat pemakaian kuota/pulsa karena komunikasi dengan sejawat dan bos untuk urusan kantor dari rumah.
Riset kecil-kecilan yang saya adakan dadakan itu menggambarkan bahwa geliat digitalisasi di ranah kemaritiman dan perlogistikan nasional berbeda-beda levelnya antara satu perusahaan atau sektor dengan perusahaan/sektor lainnya. Lebih jauh, digitalisasi yang ada tidak atau belum mampu menawarkan dirinya sebagai new norm untuk industri terkait padahal sudah ada entry point-nya, yaitu merebaknya Covid-19.


UKM Binaan BNI Produksi APD

Pekerja menyelesaikan pembuatan alat pelindung diri (APD) tenaga medis dan non medis di sebuah industri rumahan, (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berupaya membantu para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di tengah penyebaran pandemi virus corona. Tak hanya berusaha mempertahankan mata pencariannya, UKM berupaya tetap membantu Pemerintah dan tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD), masker medis, hingga hand sanitizer.

Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah BNI Tambok P Setyawati mengatakan para pelaku UKM aktif di Rumah Kreatif BUMN (RKB) binaan BNI. Setidaknya ada empat RKB yang memproduksi pakaian hazmat atau baju pelindung, yaitu RKB Bantaeng, Sulawesi Selatan; RKB Banjarbaru, Kalimantan Selatan; RKB Cilacap, Jawa Tengah; dan RKB Padang, Sumatera Barat.

Sedangkan di sembilan RKB, ada lebih dari 30 UKM yang memproduksi masker. RKB tersebut adalah RKB Bekasi, Jawa Barat; Padang, Sumatera Barat; Cilacap, Jawa Tengah; Tabalong , Kalimantan Selatan; Banjarbaru, Kalimantan Selatan; Bantaeng, Sulawesi Selatan; Tegal, Jawa Tengah; Mamuju, Sulawesi Barat; dan Way Kanan, Lampung.

“UKM mampu menghasilkan masker kain hingga 300 buah per hari. Produk masker kain itu kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat atau dijual di pasar online sehingga dapat dikirim ke luar kota,” ujarnya dalam keterangan tulis di Jakarta, Rabu (15/4).

Menurutnya para pelaku UKM telah bekerja sama dengan rumah sakit setempat dalam membuat baju pelindung diri. Produk pakaian hazmat-nya diutamakan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di daerah tersebut.

Adapun upaya yang dilakukan BNI bersama UKM binaannya merupakan langkah untuk memudahkan rumah sakit dan tenaga medis memperoleh APD yang memadai serta membantu masyarakat mendapatkan produk perlindungan diri yang terjangkau, yaitu masker nonmedis. Upaya bersama itu pun dimaksudkan untuk memutus mata rantai COVID-19 melalui penyediaan hand sanitizer ramah lingkungan.

“Upaya ini juga menghidupkan UKM agar mereka tetap mendapat peluang usaha dan memperoleh penghasilan pada masa sulit. Ini juga merupakan bagian dari kepedulian RKB kepada masyarakat, bangsa, dan negara pada masa pandemi COVID-19,” ucapnya.

Selain itu, menurut Tambok, sebagai upaya meningkatkan stamina tenaga kesehatan di rumah sakit, BNI mengirimkan donasi dalam bentuk minuman herbal yang merupakan produksi UKM-UKM di RKB BNI. Kegiatan ini membantu UKM lokal tetap berproduksi.

“Produk herbal tersebut diyakini dapat meningkatkan stamina saat pandemi ini. Produk yang diproduksi antara lain serbuk jahe merah, secang, sereh, serta temu lawak dalam kemasan saset dan botol siap minum,” ucapnya.


sumber : https://republika.co.id/berita/q8t8z2423/ukm-binaan-bni-produksi-apd

Selain KUR, Ini Lho Kredit yang Boleh Libur Cicil Saat Corona

Selain KUR, Ini Lho Kredit yang Boleh Libur Cicil Saat Corona

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan berbagai stimulus untuk meringankan beban Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto mengatakan pembatasan sosial dan pembatasan fisik untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona (Covid-19) membawa dampak pada dunia usaha, tak terkecuali segmen UMKM.
"Pemerintah mengeluarkan kebijakan penundaan pembayaran angsuran pokok dan bunga [kredit bank] selama 6 bulan," kata Andin melalui siaran tertulisnya, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (14/4/2020).
Adapun kata dia, total pagu pokok yang ditunda pembayarannya sebesar Rp 64,87 triliun dan untuk tambahan anggaran subsidi, pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 6,1 triliun.


Andin merinci, kepada 11,9 juta debitur eksisting Kredit Usaha Rakyat (KUR), data hingga 29 Februari 2020, terdapat penundaan Rp 68 triliun pokok dan bunga yang tidak disetor ke lembaga keuangan, yang nantinya selama 6 bulan.
"Berarti uang ini masih bergulir di masyarakat. Diharapkan dapat menciptakan kegiatan ekonomi yang positif," ujarnya.

Keringanan penundaan pembayaran juga diberikan kepada UMKM yang mendapatkan pinjaman melalui Kredit Ultra Mikro (UMi) untuk 10,4 juta debitur, yang mendapatkan kreditnya melalui lembaga penyalur UMi yang ditunjuk oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yaitu Mekaar, koperasi, dan online.

Sebagai informasi, Mekaar adalah singkatan dari 
Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera, sebuah program dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Sejak 2017 hingga saat ini, pembiayaan UMi telah diterima oleh 1,98 juta debitur, dengan total penyaluran sebesar Rp 6,08 triliun.

"Untuk debitur UMi, pemerintah juga memberi penundaan pembayaran pokok dan bunga selama 6 bulan untuk 1 juta debitur yang terdiri atas Rp 1,292 triliun pokok dan Rp 0,323 triliun bunga," jelas Andin.
Sedangkan bagi para calon debitur baik KUR maupun UMi, pemerintah akan memberikan kemudahan persyaratan administrasi serta percepatan penyaluran kredit. Untuk KUR, akses pengajuan dapat dilakukan secara online dengan penangguhan sementara berkas-berkas administrasi pengajuan kredit.
Untuk diketahui, UMKM memiliki kontribusi sebesar 60,3% dari total PDB Indonesia, menyerap sekitar 97% dari total tenaga kerja dan 99% dari total lapangan pekerjaan.



sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20200414140805-17-151812/selain-kur-ini-lho-kredit-yang-boleh-libur-cicil-saat-corona