Monday, April 6, 2020

Bantu Warga Terdampak Covid-19, JTP Grup Gelontor Rp 5,2 Miliar

Bantu Warga Terdampak Covid-19, JTP Grup Gelontor Rp 5,2 Miliar

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung pandemi Covid-19, Jatim Park Group bekerja sama dengan Pemerintah Kota Batu akan membagikan total 30.000 paket sembako senilai Rp 175.000 selama kurun waktu 3 bulan mulai bulan April sampai Juni.
Menurut Titik S. Aryanto, Manager Marketing dan Humas JTP Grup, bantuan ini merupakan wujud kepedulian dari segenap staff dan karyawan Jatim Park Group kepada warga Kota Batu yang terdampak akibat pandemi Covid-19.
"Jatim Park Group bergerak bersama-sama dengan Pemerintah Kota Batu dalam penentuan data penerima bantuan sembako serta pendistribusian bantuan," ujarnya, Sabtu (4/3).
Ia mengatakan, sembako ini akan dibagikan kepada masyarakat di 5 kelurahan dan 19 desa di Kota Batu. Total budget yang akan dikeluarkan oleh Jatim Park Group untuk kegiatan pembagian sembako ini senilai Rp 5,2 miliar.
Paket sembako itu berisi 5 kg beras, 1 kg gula, 1 liter minyak goreng, mie, kecap, sarden, dan sebagainya.
"Jatim Park Group akan berpartisipasi untuk membagikan paket sembako sebanyak 10.000 paket setiap bulan selama 3 bulan. Kegiatan pendistribusian sembako ini rencananya akan dilaksanakan mulai minggu depan. Agar pembagian ini berjalan dengan efektif, manajemen Jatim Park Group berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pemerintah Kota Batu guna memaksimalkan program ini," katanya.
"Pihak Jatim Park juga turut melibatkan dan bekerjasama dengan pihak UMKM binaan Pemkot Batu dengan melakukan pembelian 6.000 paket produk UMKM dari 3 paguyuban UMKM Kota Batu, yaitu APKB, GRAS, dan Forum IKM Kota Batu," jelasnya.
Titik menambahkan, kegiatan ini juga merupakan bentuk kerja sama antara Jatim Park Group dengan Pemerintah Kota Batu sebagai upaya bantuan kepada sekitar 320 UMKM yang sedang mengalami penurunan pendapatan dan tutup operasional sementara akibat dampak kewaspadaan terhadap virus Corona.
Pembelian produk UMKM ini nantinya akan disalurkan kepada masyarakat Kota Batu yang terkena dampak dari kewaspadaan virus corona. Kerja sama ini difasilitasi oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan melalui PLUT KUMKM Kota Batu. (asa/ns)


Atasi corona, Akulaku dan Bank Yudha Bhakti sumbang APD bagi tenaga medis di Jakarta

Atasi corona, Akulaku dan Bank Yudha Bhakti sumbang APD bagi tenaga medis di Jakarta

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akulaku Finance Indonesia dan Bank Yudha Bhakti menyerahkan bantuan berupa alat kesehatan guna membantu pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam menangani Covid-19. Alat kesehatan tersebut terdiri dari Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis berupa 100 coverall, 14.450 surgical mask, 450 safety goggle, 15.500 medical gloves, 500 shoe cover beserta 82 galon hand sanitizer.

“Bantuan alat kesehatan merupakan salah satu bentuk apresiasi kami kepada para pejuang kemanusiaan dan relawan melalui kerja sama dengan pemerintah khususnya pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam penanganan Covid-19. Kami berharap dengan bantuan peralatan tersebut dapat menjadi salah satu upaya dalam menjaga dan meningkatkan perlindungan serta keselamatan para tenaga medis dan relawan sebagai garda terdepan dalam memerangi Covid-19,” ujar Efrinal Sinaga, Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia.

Bantuan alat kesehatan tersebut juga terwujud atas kerjasama dengan Bank Yudha Bhakti, selaku partner kerja sama pembiayaan channeling dengan Akulaku Finance Indonesia yang telah terjalin sejak bulan Mei 2019.

Hingga saat ini, Bank Yudha Bhakti telah menyalurkan kredit pembiayaan kepada nasabah melalui channeling dengan Akulaku Finance Indonesia lebih dari Rp 470 miliar dengan total 400.000 nasabah kredit dengan NPL di bawah 0,5%. 

Ini menjadi salah satu langkah digitalisasi Bank Yudha Bhakti setelah PT Akulaku Silvrr Indonesia menjadi salah satu pemegang sahamnya.

“Tahun 2020, Bank Yudha Bhakti akan fokus untuk digitalisasi, baik dari sisi kredit maupun funding, dengan mengembangkan IT untuk memberikan berbagai layanan perbankan berbasis digital kepada nasabah kami,” ujar Januar Arifin selaku Sekretaris Perusahaan Bank Yudha Bhakti.

Bantuan diserahkan di balai kota pemerintah Provinsi DKI Jakarta oleh tim terkait. Bantuan ini nantinya akan disalurkan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Rumah Sakit rujukan Covid-19 yang membutuhkan.

Tidak hanya bantuan alat kesehatan, Akulaku Finance Indonesia dan Bank Yudha Bhakti juga akan mendonasikan makanan serta kebutuhan sehari-hari kepada nasabah yang mengalami kesulitan selama wabah Covid-19. 

Diharapkan lewat bantuan yang telah dilakukan oleh Akulaku Finance Indonesia dan Bank Yudha Bhakti dapat menstimulir upaya-upaya dari  industri keuangan dan non keuangan lainnya yang untuk membantu dan bahu membahu dalam memerangi Covid-19 di Indonesia.


Cara Qasir gairahkan UKM di tengah pandemi Covid-19

Cara Qasir gairahkan UKM di tengah pandemi Covid-19

JAKARTA (IndoTelko) – Qasir mendorong pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk antisipatif menghadapi perubahan perilaku konsumen di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Berdasarkan survei yang diadakan oleh YouGov dalam "COVID-19 Impact on Indonesian Consumer Behavior", terjadi peningkatan belanja online sebesar 20% dan pemesanan makanan melalui delivery service sebesar 14%.

Hal ini menunjukkan perilaku konsumen mulai mengarah kepada aktivitas online atau berbasis aplikasi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun demikian, di kota-kota lainnya, masih banyak bisnis yang sangat mengandalkan transaksi offline, khususnya bagi usaha mikro dan kecil.

CEO Qasir Michael Williem menuturkan, pelaku UMKM perlu memiliki respon cepat dalam menanggapi situasi krisis yang melanda.

“Saya melihat saat ini usahawan UMKM sudah mulai merambah ke layanan berbasis online untuk menjaga keberlangsungan usahanya. Namun, bagaimana dengan kelompok usaha yang tidak terlalu beruntung lainnya, mengingat tidak semua usaha bisa serta-merta bertransisi menjadi bisnis online. Hal ini rasanya perlu dicarikan solusi, mengingat usaha-usaha mikro dan kecil merupakan kelompok yang sangat rentan jika terjadi perlambatan daya beli konsumen,” tutur Michael.

Michael menambahkan, dalam keadaan yang serba tidak pasti  ini, sangat penting bagi usahawan untuk mengambil langkah-langkah preventif dan taktis untuk menjaga bisnis tetap berjalan, namun juga tetap waspada terhadap penyebaran virus di sekitarnya.

“Jangan sampai kita terlalu fokus mencari cara agar bisnis terus untung, tapi luput memberikan perlindungan bagi diri sendiri, karyawan, dan keluarga. Semua harus dipertimbangkan dengan bijak,” tambah Michael.

Bagi usahawan mikro dan kecil yang tetap harus menjalankan usahanya, Michael mengimbau agar para usahawan dapat memperhatikan beberapa hal selama berinteraksi sosial seperti menjaga kebersihan dagangan, bijak melakukan stok barang, serta  saling berbagi dan peduli

"Jangan sampai kita dikalahkan oleh kepanikan. Sebagai usahawan, harus tangguh dalam setiap ujian, inilah momen kesempatan untuk dapat mencari peluang baru. Melayani konsumen dengan cara-cara baru; dengan tetap menerapkan kontak minim dan menjaga kebersihan outlet/toko demi keselamatan bersama,” tutup Michael.(ak)


sumber : https://www.indotelko.com/read/1585973957/qasir-covid-19

Simak Online Talk Show Rumah Zakat, Kiat UMKM Bertahan

Talkshow Online Rumah Zakat dengan tema Cara UMKM Bertahan di tengah pandemik Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Virus Corona (Covid-19) memiliki dampak serius diberbagai segi kehidupan, termasuk aktivitas bisnis. Sektor Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terkena dampak cukup signifikan akibat pandemi ini.

Merespons hal tersebut Rumah Zakat menggelar online talkshow bersama Sandiaga Uno. Direktur Marketing Rumah Zakat Irfan Nugraha mengatakan talkshow akan digelar hari ini, Jumat (3/4) pukul 16.00 WIB, live di Facebook dan Youtube Rumah Zakat.

Talkshow menurut Irfan, akan mengupas tuntas bagaimana para pelaku UMKM harus bertahan dalam menghadapi tantangan berat di tengah perlambatan ekonomi akibat pandemi virus corona (Covid-19). Talkshow akan menghadirkan Sandiaga Uno dengan moderator Dian Masyita.

"Yuk jangan sampe ketinggalan online talkshow bareng papah online, Sandiaga Uno tentang "Cara UMKM Bertahan di Tengah Pandemik COVID-19," ujar Irfan dalam siaran persnya.


sumber : https://republika.co.id/berita/q873pw423/simak-emonline-talkshowem-rumah-zakat-kiat-umkm-bertahan

Ini 4 prinsip dasar Cybersecurity

Ini 4 prinsip dasar Cybersecurity

JAKARTA (IndoTelko)c– Schneider Electric mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0.

Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber.

Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang berkembang pesat di lingkungan industri ini? Forrester’s Predictions 2020 memperkirakan di dunia yang semakin terhubung, kejahatan dunia maya (cybercrime) akan semakin mengancam di tahun-tahun mendatang yang menuntut agar para pemangku kepentungan secara kolektif mempertimbangkan cara memperkuat keamanan OT.

Tidak dapat dipungkiri bagaimana The Internet of Things dan konektivitas lintas orang, asset dan sistem memungkinkan pengelolaan data yang lebih akurat untuk meningkatkan performa operasional dan produktivitas. Garis antara IT dan OT menjadi semakin kabur ketika perusahaan menyinkronkan operasional untuk meningkatkan pemantauan yang real-time, dengan model bisnis berbasis data, analisis berbasis cloud dan edge, untuk menciptakan ekosistem digital yang mulus antara kantor pusat dengan pabrik.

Berdasarkan hasil survei Accenture baru-baru ini, 79% CEO mengatakan bahwa organisasi mereka "mengadopsi teknologi baru dan berkembang lebih cepat daripada mereka dapat mengatasi masalah keamanan terkait."

“Di era revolusi industri 4.0, cybersecurity menjadi praktik bisnis mendasar dan berkelanjutan untuk mengidentifikasi, memitigasi, dan mengurangi risiko dengan menerapkan standar kebijakan dan praktik terbaik terkait karyawan, proses, dan teknologi di seluruh lanskap digital dari ujung ke ujung. Para pelaku industri perlu memetakan risiko-risiko keamanan OT dan mencari solusi preventif untuk mencegah risiko tersebut. Solusi tersebut harus dikomunikasikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan operasional termasuk penyedia dan pemasok pihak ketiga untuk memastikan pemahaman dan kepatuhan mereka terhadap kebijakan keamanan perusahaan untuk menciptakan strategi holistik dari rantai pasokan hingga penerapan solusi ke lokasi pelanggan,” kata Country President Director Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly.  

Apa saja risiko keamanan OT?
• Konektivitas memungkinkan lanskap serangan siber yang luas: Setiap perangkat yang terhubung dikaitkan dengan titik akhir yang dapat diidentifikasi oleh peretas untuk menyusup dan memanipulasi seluruh ekosistem digital. Pabrik pintar memiliki ratusan — dan bahkan ribuan — sensor yang terhubung. Oleh karena itu pendekatan holistik untuk keamanan siber - dari keamanan produk hingga perlindungan rantai pasokan - sangat penting.

• Celah infrastruktur warisan dengan perangkat yang sudah tua: Banyak sistem yang mengendalikan kegiatan operasional penting dipasang dan dikembangkan beberapa dekade yang lalu sebelum munculnya Industrial Internet of Things (IIoT), dan ditujukan untuk penggunaan jangka panjang. Dengan perkembangan digitalisasi yang cepat, perusahaan perlu untuk menilai risiko cybersecurity dari infrastruktur warisan, dan perencanaan cybersecurity harus mencakup end-to-end sistem baru dan sistem lama.

• Serangan siber yang ditargetkan pada kelemahan sistem tertentu: Tidak seperti serangan IT, yang biasanya menargetkan pengguna dalam jumlah besar, serangan OT cenderung memfokuskan pada kelemahan spesifik dalam satu target. Bentuk serangan seperti ini membutuhkan sistem perlindungan khusus, karena langkah-langkah defensif yang luas seperti antivirus tidak umum diterapkan atau bahkan dapat melemahkan perangkat itu sendiri. Terlebih lagi, memutus sistem jaringan yang terpengaruh sering kali terlalu kompleks di lingkungan pabrik.

• Akses sistem oleh pihak ketiga secara regular: Sangat umum bagi vendor / teknisi eksternal diberikan akses ke perangkat OT melalui laptop dan perangkat USB mereka sendiri, internet, atau lingkungan yang dihosting sepenuhnya dengan kontrol yang lemah. Akses yang lebih luas ini menimbulkan risiko. Peluang serangan semakin besar dengan setiap laptop yang terhubung atau thumb drive.

Dengan risiko OT yang sangat beragam, penting untuk beralih dari tindakan reaktif ke perencanaan dan pencegahan proaktif secara khusus untuk memperkuat cybersecurity untuk industri. Risiko terhadap waktu kerja dan ketersediaan dan yang lebih penting lagi adalah keselamatan pekerja dan publik, terlalu besar untuk diabaikan.

“Dalam melakukan transformasi pabrik pintarnya, Schneider Electric telah menempatkan kebijakan cybersecurity sebagai bagian dari proses transformasi yang difokuskan pada empat aspek penting yaitu Permit (kebijakan otentikasi dan otorisasi jaringan), Protect (pemanfaatan perangkat sistem proteksi), Detect (kemampuan mendeteksi isu / ancaman secara cepat), dan Respond (kemampuan untuk merespon ancaman secara sistematik dan tepat sasaran untuk meminimalisir dampak).” kata Xavier Denoly.

Adapun beberapa langkah yang perlu dipertimbangkan oleh pelaku industri dalam penerapan cybersecurity di lingkungan OT antara lain:
• Membuat zona segmentasi jaringan agar tidak mudah diretas;
• Membuat kebijakan kontrol karyawan dan operasional yang mencakup aspek pengelolaan jaringan dan
fasilitas, antara lain peraturan pembaharuan password, penanganan insiden, aturan kontrol akses, dsb;
• Perencanaan dan langkah-langkah untuk menghindari cascading;
• Pengamanan terhadap infrastruktur lama/warisan; dan
• Membangun rasa tanggung jawab bersama akan pelaksanaan kebijakan cybersecurity oleh tiap pihak
 yang terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan.(ak)


sumber : https://www.indotelko.com/read/1585893470/4-cybersecurity

Friday, April 3, 2020

ACT Lampung Gandeng Komunitas Bantu APD Rumah Sakit

ACT Lampung bersama komunitas masyarakat bantu APD tiga rumah sakit di Lampung, Rabu (1/4).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG --  Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung menggandeng  beberapa  komunitas masyarakat menggalang bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tiga rumah sakit di Lampung, Rabu (1/4). ACT baru dapat membantu tiga rumah sakit, sementara permintaan APD dari rumah sakit dan puskesmas berdatangan.

Tiga rumah sakit tersebut yakni RSUD Abdul Moeloek Lampung, RSUD Ahmad Yani Kota Metro, dan RS Graha Husada. Bantuan APD tersebut diprioritaskan untuk tenaga medis yang menangani pasien yang terpapar pandemi virus corona (Covid-19) di wilayah Lampung.

Kepala Program ACT Lampung Regina Locita Pratiwi mengatakan, APD yang didistribusikan meliputi Surgical Gown, Hairnet, Masker Bedah, Hand Scoon, Google Glass Kecil, Google Glass Besar, Alkohol 70 persen, Masker N95, Cover Shoes, Masker Bedah dan Sepatu Boots.

Bantuan tersebut berasal dari penggalangan dana yang diinisiasi puluhan komunitas diantaranya; MKC Lampung, Gebyar Pelajar Lampung, Happy Camp Institute, Gajahlah Kebersihan, MPI Lampung, Rois FMIPA Unila, Forum Pelajar Lampung, MDI Aisyah Humaira, Muda Berbagi Lampung, Elbravium Care, Infokyai, Youth Leap, Fossi FT Unila, Fppi Fkip Unila, JJE Lampung, LDK Albanna Polinela, Lampuung, Alkindi Poltekkes Tanjung Karang, Madani Itera, Akademi Filantropi

Selanjutnya Kutub Lampung, Ikamm Pesbar, Birohmah Unila, Ukm Bapinda, Einstein Indonesia, Permupesa MGM, Ikam Lampura, Sahabat Dhuha, Ikam Lamtim, Ikamm Pringsewu, Forum Osis Lampung, Forum Komunikasi Siswa, Anak Lampung, Ikamm Pesawaran, Ruang Sosial, UKM Blitz, Ikasmknut, Taska QF, rimin_id, Genre Lampung, Perma Agt Unila dan Forkom Bidik Misi Unila.

Menurut Regina, penyaluran bantuan bertujuan untuk memudahkan tenaga medis dalam melaksanakan tugasnya menangani pasien tanpa khawatir tertular penyakit termasuk virus corona. Penyaluran berdasarkan permintaan dari tenaga medis di Rumah Sakit tersebut.

Untuk saat ini, ujar dia,  permintaan yang sudah masuk banyak, namun belum dilayani semua. ACT Lampung bersama sejumlah komunitas terus mengajak masyarakat menyalurkan bantuan APD.

“Mudah-mudahan bantuan kami berikan dapat memberi dukungan bagi para garis depan di bidang kesehatan tersebut. Semoga mereka selalu diberi perlindungan dan diberikan kesehatan dalam bekerja,” katanya.


sumber : https://republika.co.id/berita/q85q6y423/act-lampung-gandeng-komunitas-bantu-apd-rumah-sakit

Ini Syarat Nasabah BRI yang Bisa Dapat Keringanan Pinjaman

Ini Syarat Nasabah BRI yang Bisa Dapat Keringanan Pinjaman

Jakarta, CNBC Indonesia- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah penyebaran virus COVID-19. Perseroan mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan relaksasi bagi para pelaku UMKM sehingga dapat bertahan di tengah kondisi yang menantang saat ini.

Corporate Secretary BRI Amam Sukriyanto menjelaskan bahwa BRI siap memberikan relaksasi dan keringanan bagi para debitur UMKM BRI yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban karena debitur atau usahanya terdampak dari penyebaran COVID-19 baik secara langsung ataupun tidak langsung.

"Selain itu, kriteria lain yang harus dipenuhi oleh debitur yakni usahanya masih memiliki prospek yang baik dan secara personal yang bersangkutan memiliki itikad baik untuk kooperatif terhadap upaya restrukturisasi yang akan dijalankan," imbuh Amam.

Amam menjelaskan, BRI memiliki berbagai alternatif skema restrukturisasi yang dapat dijalankan, seperti penurunan tingkat suku bunga, perpanjangan jangka waktu kredit / penjadwalan kembali, perubahan skim kredit serta cara angsuran dan lain sebagainya sesuai ketentuan restrukturisasi yang berlaku.



Sementara itu, sektor ekonomi yang mendapatkan keringanan antara lain pertanian, pertambangan, pengolahan, perdagangan, transportasi, perhotelan serta pariwisata.

Bagi nasabah UMKM BRI yang mengalami penurunan usaha akibat terdampak COVID-19, dapat menghubungi Relationship Manager (RM) pengelola kredit dan mengisi form aplikasi restrukturisasi secara online/e-mail atau dapat juga datang ke Kantor BRI pengelola kredit untuk mengajukan permohonan restrukturisasi kredit.

Selanjutnya BRI akan melakukan analisa/penilaian kelayakan debitur untuk mendapatkan keringanan. Memperhatikan imbauan physical distancing oleh Pemerintah, mekanisme pengajuan permohonan oleh debitur kepada bank dapat disampaikan secara online melalui surat elektronik (email) atau sarana elektronik lainnya dan sampai dengan proses pemberitahuan hasil penilaian oleh bank kepada debitur akan dilakukan secara online pula.

"Seluruh proses tersebut akan dilakukan secara terstandarisasi agar berjalan dengan baik dan tentunya disesuaikan dengan ketentuan internal yang berlaku di BRI, serta menjadi kewenangan dan kompetensi bank untuk menentukan mana yang perlu restrukturisasi dan mana yang tidak perlu. Dan, terakhir yang tidak kalah penting adalah seluruh biaya proses dan materai ditanggung oleh BRI," pungkas Amam.



sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20200402132852-17-149356/ini-syarat-nasabah-bri-yang-bisa-dapat-keringanan-pinjaman