Thursday, January 23, 2020

Balai Besar Kemenperin Ciptakan Alat Pemantau Lingkungan Berbasis IoT

Balai Besar Kemenperin Ciptakan Alat Pemantau Lingkungan Berbasis IoT

Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto pada Peluncuran Hasil Litbang Balai Besar Teknologi Pencegahan Pecemaran Industri (BBTPPI) di Semarang.
INDUSTRY.co.id - Semarang - Kementerian Perindustrian terus mendorong pelaku industri manufaktur di dalam negeri untuk dapat mendukung kelestarian lingkungan hidup melalui praktek industri hijau. 
Hal ini sejalan dengan salah satu program prioritas yang terdapat di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.
"Melalui implementasi industri 4.0, diharapkan dapat memperbaiki pendekatan keberlanjutan yang sudah ada sebagaimana telah disepakati bersama secara global dalam Sustainable Development Goals (SDGs)," kata Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto pada Peluncuran Hasil Litbang Balai Besar Teknologi Pencegahan Pecemaran Industri (BBTPPI) di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/1).
Eko menegaskan, program pembangunan industri hijau merupakan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.
"Industri hijau merupakan sebuah ikon industri yang harus dipahami dan dilaksanakan, di mana industri dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas terhadap penggunaan sumber daya secara berkelanjutan," jelasnya.
Oleh karena itu, Kemenperin memberikan apresiasi kepada BBTPPI Semarang selaku unit teknis di bawah BPPI yang telah menghasilkan teknologi bermanfaat bagi sektor industri agar bisa lebih ramah lingkungan. Inovasi itu adalah alat pemantauan lingkungan secara real time berbasis Internet of Things (IoT) yang terkoneksi dengan Sistim Informasi Digital (SINDI).
SINDI merupakan sistem informasi digital sebagai dashboard informasi yang terintegrasi dari beberapa layanan jasa teknis di BBTPPI Semarang. SINDI memiliki fitur pelaporan dan evaluasi hasil pengujian laboratorium yang terkoneksi, baik pelanggan sebagai pengguna jasa dan laboratorium sebagai unit penyedia analisis jasa pengujian.
BBTPPI Semarang juga menciptakan reaktor elektrokatalitik pengolah air limbah portable dan pengolahan ozonasi katalitik. Alat ini dapat dimanfaatkan untuk mengelola limbah cair dan gas yang dikeluarkan oleh industri, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan.
"Jadi, melalui sistem yang dikembangkan BBTPPI ini, kami punya dua pilot project. Yang pertama sudah kami tempatkan di industri untuk memonitoring emisi secara online karena menggunakan teknologi IoT. Selain itu, sistem monitoring air limbah yang dioperasikan di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik BBTPPI," paparnya.
Eko optimistis, melalui penerapan inovasi teknologi tersebut, dapat turut memacu daya saing industri yang memanfaatkannya. "Dengan memastikan lingkungan terjaga baik, tentunya proses produksi akan bisa berjalan secara berkelanjutan," ujarnya.
Eko pun meyakini, inovasi teknologi yang dihasilkan oleh BBTPPI Semarang dapat mendukung program Citarum Harum dan Bengawan Solo Bersih. 
"Upaya ini akan kami prioritaskan agar bisa sejalan dengan kebijakan pemerintah, dan kami juga berharap BBTPPI menjadi satelit bagi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) 4.0," tuturnya.
Guna mencapai sasaran tersebut, menurut Eko, perlu langkah sinergis dengan kementerian dan lembaga terkait termasuk pemerintah daerah. "Bahkan, melalui inovasi teknologi ini, kami ingin mendorong pula pengembangan industri kecil dan menengah (IKM)," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BBTPPI Semarang, Ali Murtopo Simbolon menyampaikan, sistem monitoring udara secara real time dan online telah diaplikasikan di PT. Ungaran Sari Garments dan CV. 
"Jadi Jaya Makmur.  Selain diaplikasikan di perusahaan, sistem sistem monitoring udara buatan BBTPPI juga telah di ujicoba untuk memonitor kualitas udara di Semarang dan Bandung," ungkapnya.
Untuk pengembangan selanjutnya, sistem monitoring udara ini akan didesain agar dapat dikustomisasi tergantung pada spesifikasi polutan dan emisi yang dihasilkan di industri, terintegrasi ke dalam unit kontrol proses, dan mampu menganalisis baik kecenderungan dan early warning system melalui pengembangan sistem monitoring udara secara real time dan online berbasis artificial intelligence.
Sementara itu, untuk sistem monitoring air limbah, parameter yang dapat diukur dan dimonitor secara real time dan online antara lain: pH, suhu, Total Suspended Solid (TSS) atau Padatan Tersuspensi Total, Chemical Oxygen Demand (COD) atau Kebutuhan Oksigen Kimia, dan debit air. 
"Prinsip dasar sistem ini adalah hasil pembacaan setiap jenis sensor akan dikirim oleh transmitter hingga menyajikan tampilan hasil pengukuran pada display dashboard," terang Ali. 
Selanjutnya, dengan bantuan data logger dikirimkan ke server dan ditampilkan dalam interface berbasis web maupun android, sehingga pemantauan kualitas air limbah yang dibuang dapat menjadi lebih mudah. Sistem ini diatur untuk melakukan pengukuran real time 24 kali selama 24 jam.

DJP Tegaskan akan Kejar Pajak dari Transaksi Digital

DJP Tegaskan akan Kejar Pajak dari Transaksi Digital

JAKARTA, DDTCNews—Ditjen Pajak (DJP) berkomitmen untuk dapat memajaki transaksi yang dilakukan secara elektronik di era digital saat ini.
Dirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan upaya memajaki ekonomi digital menjadi tantangan besar bagi otoritas pajak di era revolusi industri 4.0 saat ini.
"Era digitalisasi tidak dapat dibendung dan dilawan. Dan ini menjadi tantangan besar bukan hanya bagi DJP," katanya dalam seminar bertajuk ‘Tantangan dan Peluang Perpajakan di Era Revolusi Industri 4.0’ di Universitas Gunadarma, Kamis (23/01/2020).
Mantan Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Kepatuhan Pajak ini menuturkan era digital telah mendisrupsi transaksi ekonomi saat ini. Menurutnya, pelaku usaha tidak perlu berada di Indonesia untuk bisa mengeruk keuntungan.
Suryo mencontohkan layanan digital seperti Netflix dan Spotify yang saat ini tengah populer bagi sebagian masyarakat. Sayang, hingga saat ini, kedua perusahaan tersebut belum memberikan kontribusi kepada penerimaan negara.
Oleh karena itu, menarik pajak dari perusahaan raksasa teknologi menjadi salah satu rencana kerja DJP tahun ini.
"Transaksi digital akan kami address isunya tahun ini karena transaksi saat ini sudah berubah sekali," papar Suryo.
Omnibus Law Perpajakan menjadi salah satu instrumen yang akan dipakai otoritas pajak dalam menjawab tantangan transaksi digital. Secara bertahap, otoritas akan memungut PPN, dan berlanjut ke PPh badan dari perusahaan over the top (TOP).
"Kami sedang susun omnibus law perpajakan. Salah satunya terkait pemajakan atas transaksi yang dilakukan secara digital, khususnya bagaimana memungut PPN dan PPh. Model transaksi global harus bisa kita ikuti," tutur Suryo. (rig)

Rumah Zakat dan Pertamina Dampingi UKM Rajut Lhokseumawe

Rumah Zakat dan Pertamina Dampingi UKM Rajut Lhokseumawe

Pendampingan Rajut UKM Binaan Rumah Zakat dan Pertamina Lhokseumawe.
REPUBLIKA.CO.ID, LHOKSUMAWE -- Pertamina dan Rumah Zakat melakukan pendampingan usaha kepada Usaha Kecil Menengah (UKM) Rajut Sehati di desa Hagu Selatan dan Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhoksumawe. Kegiatan pendampingan usaha ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi UKM Merajut yang sudah memasuki bulan kedua.

Sejak bulan Desember 2019, telah dilaksanakan pelatihan merajut selama 8 hari. Pada Januari 2020 ini hasil dari pendampingan usaha sudah mulai terlihat. Perkembangan kemampuan penerima manfaat sudah terlihat dari hasil produk rajut yang dibuat.

Salah satu hasil produksi dari usaha merajut adalah produk tas dan dompet. Hampir semua penerima manfaat sudah bisa merajutnya dan membuat lapisan serta merangkai tali tas. Untuk beberapa hari kedepan semua tas sudah siap dipasarkan. Bahkan sudah ada beberapa penerima manfaat mulai menerima orderan dan menjual produknya ke pasar.

Para penerima manfaat sangat senang dengan hasil program pemberdayaan ekonomi ini, salah satunya Sri. Dengan penuh keyakinan dan ketekunan, buah dari program ini mulai beliau rasakan. “Alhamdulillah, tas saya sudah ada yang beli dengan harga yang Rp 300 ribu," ujar Sri dengan penuh bahagia.

Dorong Pelaku UMKM Kembangkan Produk

Dorong Pelaku UMKM Kembangkan Produk

SAMPIT–Melihat pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim pun mendorong pelaku UMKM bisa mengembangkan hasil produk yang selama ini diperkenalkan.
Anggota DPRD Kabupaten Kotim Rimbun menilai pengembangan produk itu agar pelaku UMKM di kabupaten ini bisa memperluas penjualan produknya ke daerah lain. Selain itu, dapat menarik minat pembeli lebih banyak lagi.
"UMKM di Kabupaten Kotim ini menjadi UMKM terbaik, dan menjadi barometer kabupaten lainya yang ada di Kalimantan Tengah. Kota Sampit juga merupakan segitiga emas sentra ekonomi sehingga pergerakannya berpengaruh terhadap Kalteng secara keseluruhan terutama di bidang perekonomian," ujarnya saat dibincangi Rabu (23/1).
Melihat kenyataan itulah, ia sangat menyayangkan bila pelaku UMKM tidak dapat berinovasi terhadap produk yang dimiliki.
"Kami akan mendukung penuh setiap hasil karya anak bangsa. Termasuk para pelaku UMKM, dan adanya pengembangan dan penerapan inovasi serta kreasi pada setiap hasil produksi tersebut, diharapkan produk-produk dari pelaku UMKM bisa bersaing di pasaran luar negeri. Hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya lagi.
Politikus PDI Perjuangan ini juga menyarankan agar para pelaku UMKM harus sering mengikuti berbagai pameran. Baik yang digelar oleh pemerintah maupun swasta. Hal ini sebagai upaya mengenalkan produk-produk UMKM.
Selain mengikuti pameran, para pelaku UMKM bisa memasarkan produknya secara online agar dikenal luas.
"Kami juga mendorong para pelaku UMKM bisa ikut pameran-pameran, karena tanpa itu (ikut pameran, red), produk kita tidak bisa dikenal luas. Kami juga berharap pemerintah daerah dapat membantu dengan membuat pemeran setiap bulan sebagai ajang untuk mempromosikan produk-produk UMKM kepada masyarakat," pungkasnya. (bah/ila)

Jadi Incaran Para Milenial, Kiat Sukses Membuat Konten Digital

Jadi Incaran Para Milenial, Kiat Sukses Membuat Konten Digital

Jadi Incaran Para Milenial, Kiat Sukses Membuat Konten Digital
JawaPos.com – Profesi content creator kini menjadi banyak incaran kalangan milenial. Hal ini berbanding lurus dengan dengan meningkatnya kemajuan teknologi dari waktu ke waktu hingga saat ini dan juga ke depannya. Saat ini Indonesia tengah mengalami transformasi digital dan Indonesia bersiap menghadapi industri 4.0.
Linkedln, salah satu jaringan profesional terbesar dunia mencatat bahwa saat ini Usaha Kecil Menengah (UKM) bahkan telah melirik dan merekrut para profesional yang memiliki keterampilan teknologi dan mampu mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan daya saing. Linkedln kini memiliki lebih dari 14 juta pengguna di Indonesia.
Alan Syahlah, Author Komik Onlen berkesempatan berbagi ilmu saat mengisi Sharing Session Kopdar #1 Pesenmakan.id dengan tema Tren Konten Digital 2020 dan Fotografi Lewat Ponsel di GoFood Festival GBK, Jakarta.
Menurutnya, membuat sebuah konten adalah bagaimana mengangkat hal-hal yang paling dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Biasanya, konten yang membahas kehidupan banyak orang akan menjadi konten yang sukses,” ucapnya menyampaikan pengalaman pribadinya.
Dari pengalamannya, biasanya orang suka sama konten yang related sama kehidupannya. “Yang paling dekat adalah konten yang membahas tentang pekerjaan kita sehari-hari. Sukses berkonten itu ada di sekitar kita, gimana cara kita membuat atau menciptakan seuatu menjadi apa yang diinginkan secara visual,” kata Alan.
Komik Onlen sendiri sukses membuat konten di Instagram dengan nama @komikonlen – yang memiliki pengikut mencapai 98.600. Komik Onlen bercerita mengenai kehidupan ojek online yang dibungkus dengan kelucuan khas. Tak hanya lucu, Komik Onlen juga memberikan sentuhan-sentuhan cerita menginspirasi dan mengedukasi untuk para pembacanya.
Disampaikan Alan, selain Instagram, Komik Onlen juga menyasar Webtoon yang juga merupakan aplikasi membaca komik secara online.
Pada bagian lain, Pemilik Pesenmakan.id, Indra Hardianto menyebutkan pilihan GoFood Festival sebagai tempat berlangsungnya Kopdar #1 Pesenmakan.id karena suasananya yang santai dan nyaman. Peserta dapat mendengarkan paparan sharing session sembari menikmati makanan dengan banyak pilihan.
“Acara Kopdar #1 Pesenmakan.id yang diadakan di GoFood Festival menjadi salah satu daya tarik pengunjung yang berada di sekitar lokasi GBK untuk singgah,” katanya.
Menurut Indra, selain dapat berkuliner di satu tempat serba nikmat di GoFood Festival, peserta dari Kopdar #1 Pesenmakan.id juga dapat menambah pengetahuan tentang tren konten dan fotografi di tahun 2020 yang seru dan bermanfaat. Sejak dibuka pada Mei 2018, GoFood Festival Gelora Bung Karno (GBK) telah menjadi salah satu tujuan tempat berkumpul selain sebagai destinasi kuliner popular di pusat Jakarta.

Yuk, Ikut Voting! Ini 9 Kandidat Nama untuk Robot Penjelajah Mars 2020

Yuk, Ikut Voting! Ini 9 Kandidat Nama untuk Robot Penjelajah Mars 2020

Yuk, Ikut Voting! Ini 9 Kandidat Nama untuk Robot Penjelajah Mars 2020
Suara.com - NASA berencana untuk meluncurkan robot penjelajah baru yang disebut Mars 2020 pada Juli mendatang. Robot yang disebut sebagai penerus dari Curiosity, penjelajah yang sebelumnya mendarat pada tahun 2012 silam di Mars, memiliki bentuk yang hampir mirip dengan pendahulunya.
Namun, NASA belum memutuskan nama untuk penjelajah Mars terbaru itu. Sebelumnya, badan antariksa telah meminta para siswa di Amerika Serikat untuk berkontribusi memberikan nama untuk Mars 2020. NASA telah mengumumkan 155 semifinalis dan sekarang telah dipilih kembali sebanyak sembilan nama yang keluar sebagai finalis.
Berikut sembilan penamaan untuk Mars 2020 sekaligus nama siswa yang mengajukan:
1. Endurance oleh Oliver Jacobs dari Virgina
2. Tenacity oleh Eamon Reilly dari Pennsylvania
3. Promise oleh Amira Shanshiry dari Massachusetts
4. Perseverance oleh Alexander Mather dari Virginia.
5. Vision oleh Hadley Green dari Mississippi.
6. Clarity oleh Nora Benitez dari California
7. Ingenuity oleh Vaneeza Rupani dari Alabama.
8. Fortitude oleh Anthony Yoon dari Oklahoma
9. Courage oleh Tori Gray dari Louisiana
NASA juga memperbolehkan siapapun dari belahan dunia manapun untuk memilih satu di antara sembilan masukan penamaan tersebut. Pemilih dapat mengakses situs go.nasa.gov/name2020 untuk melakukan pemilihan. Pemungutan suara akan ditutup pada 28 Januari mendatang.
"Setelah pemungutan suara ditutup, sembilan finalis akan membahas nama-nama penjelajah yang mereka pilih dalam sebuah panel yang akan dihadiri Direktur Divisi Planetary Science NASA Lori Glaze, astronot NASA Jessica Watkins, dan para ahli lainnya," tulis NASA dalam sebuah postingan blog, seperti dikutip dari Space.com.
Sebelum memilih penamaan untuk Mars 2020, pemilih dapat membaca esai singkat yang ditulis para siswa mengenai alasan menggunakan nama tersebut. Saat berita ini ditulis, pemungutan suara terbanyak disumbang oleh pemilih dari Amerika Serikat sebanyak 41.576 suara. Sementara Indonesia menjadi negara ke-27 dengan sumbangan suara sebanyak 171.
NASA akan mengumumkan pemenang akhir pada 18 Februari mendatang. Pemenang akan mendapatkan undangan untuk melihat peluncuran pesawat ruang angkasa pada Juli 2020 dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di Florida.

Digitalisasi Dorong Daya Saing Pasar Tradisional

Digitalisasi Dorong Daya Saing Pasar Tradisional

...
Jakarta, Beritasatu.com - Digitalisasi pasar tradisional diharapkan dapat diterapkan. Langkah tersebut bertujuan agar pasar tradisonal mampu bersaing dengan keberadaan ritel modern.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, mengatakan, digitalisasi pasar tradisional nantinya akan meningkatkan daya saing. Sistem pembayaran menjadi salah satu sektor yang akan didorong dalam rencana digitalisasi pasar tradisional.
"Digitalisasi pembayaran cashless (non-tunai) dan juga soal pelatihan dan event yang bisa membuat pasar ini semakin terproteksi dan bisa bersaing dengan pasar modern seperti pasar ritel saat ini," kata Jerry di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/1/2020).
Jerry menyatakan, Kementerian Perdagangan (Kemdag) memang mendukung pembentukan pasar digital. Pasar tradisional menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat yang tak mungkin ditinggalkan.
Pemkot Surabaya Diminta Perhatikan Pedagang Pasar

Di sisi lain, Kemdag dan pihak terkait lainnya juga melakukan revitalisasi pasar secara fisik. Seluruh wilayah di Indonesia, bakal mendapatkan perhatian. Jerry mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima 
Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).
Ketua Umum APPSI, Ferry Juliantono mengatakan, Presiden memang mengusulkan adanya digitalisasi pasar. Penjual dan pembeli dapat bertransaksi melalui aplikasi daring.
"Tadi disarankan oleh Presiden, kita harus sekarang ngebut juga untuk jangan ragu-ragu menggunakan aplikasi online (daring) untuk bisa menjual barang-barang dari pedagang-pedagang pasar, melayani online untuk masyarakat," kata Ferry.
Ferry menambahkan, digitalisasi kemungkinan diterapkan di 2.600 pasar atau sekitar 20 persen dari total 13.000 pasar di seluruh Indonesia. DKI Jakarta telah menggunakan aplikasi yang diberi nama Digipas atau digital pasar.
"Masyarakat bisa datang ke pasar juga bisa kita layani, kita kirim barangnya ke rumah," ungkap Ferry.