Sunday, October 17, 2021

Teknologi IT Mendukung Pencegahan Perubahan Iklim

 


Digital. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering 

Dalam pembahasan di salah satu webinar kami di EVENTCERDAS, kami secara khusus di bulan ini mengangkat tema ICT for Climate Change, Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung pencegahan perubahan iklim. 

Ada dua hal yang kami fokuskan angkat, pertama adalah pusat data (data center) yang semasa pandemi ini malah berkembang, serta  penggunaan daya listrik komputer desktop. 

Pembahasan pertama kami membidik pusat data , atau data center dengan upaya menghemat energi. Data Center mendadak tumbuh berkembang pesat dalam waktu di masa pandemi, karena memang sebagian orang bekerja remote, work from home. Sehingga ini membuat semua data yang ada di ruang server, data center perusahaan dan instansi, mulai dipindahkan bertahap ke data center bersama, atau kita kenal dengan cloud. Oleh karena itu, ruang server dan data center di perusahaan dan instansi tidak lagi menjadi optimal, sehingga bisa dikurangi penggunaan daya-nya. Untuk bisa mencapai ini, banyak perusahaan dan instansi mulai berbenah diri. Mereka melakukan rasionalisasi data center atau pusat data. Ruangan mereka kecilkan, server menggunakan virtualisasi, sehingga jumlahnya berkurang, dan semua dapat ditempatkan dalam fasilitas data center yang lebih hemat. 

Maka teknologi seperti virtualisasi, cloud serta penggunaan data center berbasis rack, seperti smart rack, micro data center, berkembang pesat di masa pandemi. Semua ini menekan penggunaan daya listrik yang ada di data center kita, yang semula tinggi di lingkungan perusahaan dan instansi. Dengan penggunaan teknologi informasi ini maka Net-Zero Emission bisa dicapai oleh perusahaan dan instansi.  

Kedua, kami mengangkat penggunaan daya listrik di komputer desktop, yang saat ini masih banyak juga digunakan di perkantoran, pabrik dan banyak tempat lainnya. Digantikan dengan menggunakan teknologi zero client computing. Sesuai dengan namanya, zero client computing tidak menggunakan prosesor dan memori, serta terkoneksi dengan menggunakan teknologi remote. Sehingga semua prosesing terjadi di pusat data, atau server utama yang menampung koneksi zero client ini. 

Teknologi ini sangat sesuai menggantikan penggunaan komputer desktop yang saat ini menggunakan daya minimal 250-450 watt per komputer, digantikan dengan zero client computing yang hanya menggunakan daya 5 watt. Maka otomatis penggunaan daya listrik untuk komputer menurun drastis. 

Kedua teknologi diatas setidaknya akan menolong upaya perusahaan dan instansi untuk melakukan Net-Zero Emission dengan mengurangi penggunaan daya di data center dan penggunaan desktop komputer di tempat mereka. 

Kami sangat bersyukur, ada beberapa perusahaan dan instansi yang telah kami bantu mengimplementasikan dan menggunakan teknologi ini karena mereka sadar pentingnya upaya nyata pengurangan dampak perubahan iklim.

sumber : https://www.kompasiana.com/startmeup/616a33e801019015237bf2e2/teknologi-it-mendukung-pencegahan-perubahan-iklim

Monday, October 11, 2021

Tentukan Kalkulasi Penjualan Anda

Salah satu yang saya diingatkan kembali dalam sesi GLEAM adalah Kalkulasi Penjualan. Ini sudah saya pernah dengar dan pelajari sebelumnya dari para coach yang saya ikuti dalam lima tahun terakhir, tapi tetap saja ada yang menarik untuk dibahas. 

Apa saja komponen dalam kalkulasi penjualan bisnis dan usaha anda ?

Traffik

Bagaimana calon pelanggan menemukan anda, bagaimana mereka kontak dengan anda, dan mengetahui bahwa anda menjual produk dan layanan yang mereka cari. Ini disebut dengan trafik. Yang lain menyebutnya prospek, atau LEAD. Semua sama. Yaitu bagaimana cara konsumen datang kepada anda, dan anda tahu bahwa mereka ada dan datang. Ini penting. Banyak yang tahu ada calon konsumen datang, tapi tidak bereaksi apa-apa. Cuek saja. 

Sekarang ini, LEAD atau trafik ini datangnya dari mana-mana. Bisa jadi dia datang ke toko anda. Bisa juga dia mampir ke website anda. Ataupun mungkin melihat sosial media anda. Semua ini membuat anda harus memastikan memiliki banyak cara (kanal) agar memudahkan mereka datang. Dalam sistem Customer Relationship Management, ini dimasukkan dalam modul LEAD dan OPPORTUNITY. 

Konversi

Setelah trafik ini datang, lead ini ada, dan ‘ditangkap’ datanya, lalu apa ? Memastikan mereka dapat kita konversi, dari yang calon konsumen menjadi konsumen. Dari yang calon pembeli, hanya lihat-lihat saja, lalu tertarik membeli dan bertransaksi. Potensi konversi juga dikelola dalam sistem CRM yang disebut dengan OPPORTUNITY, atau PELUANG. Berapa banyak KONVERSI yang bisa terjadi, ini adalah faktor penting dalam bisnis anda. 

Bila ada 1000 trafik, lalu 10% bisa terkonversi, maka anda punya 100 konsumen (baru). 

Rumusannya : Jumlah Pembeli = Trafik x Konversi (%)

Frekuensi

Dalam beberapa bidang usaha dan bisnis, ada yang bisa membuat bisnis tetap hidup, yaitu pembeli berulang. Pembeli yang membeli lagi ini lah yang disebut dengan frekuensi. Untuk bisa memastikan berapa kali mereka membeli, ada beberapa upaya yang harus dilakukan. Pertama tentu adalah kepuasan mereka waktu membeli pertama. First impression. Kalau transaksi pertama saja sudah puas, maka tentu mereka akan kembali lagi, dan lagi. 

Di beberapa bidang usaha, upaya untuk menjaga frekuensi ini membuat berbagai program, seperti program loyalty. Agar anda membeli terus , maka diberikan poin. Poin dikumpulkan untuk membeli lagi. Ada juga yang diberikan insentif, bonus apapun itu, semua untuk membuat konsumen kembali lagi.

Maka pastikan kita punya database customer kita , dalam sistem CRM akan jauh lebih baik. Kita bisa mencatat berapa kali konsumen membeli.

Nilai Pembelian

Selain berapa kali membeli, memastikan konsumen membeli barang yang lebih baik, lebih mahal, meningkatkan nilai pembeliannya juga sangat penting. Maka rumusan lengkapnya bisa menjadi :

Omzet = ( Jumlah Pembeli x Frekuensi x Nilai Pembelian ) 

Bila ada jumlah pembeli = 100 x 2 x 200.000 = 40.000.000

Maka untuk meningkatnya, bisa disesuaikan dengan bisnis dan usaha anda.

Untuk anda yang ingin mendapatkan jumlah pembeli tinggi, maka pastikan TRAFIK atau LEAD juga tinggi. Targetkan berapa banyak yang bisa dikonversi dari tiap LEAD yang masuk per minggu, per bulan. Bila TRAFIK atau LEAD tinggi, otomatis konversi juga tinggi. Bila tidak ada atau sedikit lead, bagaimana mungkin menjadi konversi dan muncul jumlah pembeli. 

TRAFIK/LEAD bisa saja menjadi tanggung jawab marketing, tapi memastikan KONVERSI menjadi tanggung jawab tim SALES. Memastikan customer yang membeli lagi, bisa menjadi tanggung jawab tim ACCOUNT atau CUSTOMER RELATION. Semua usaha ini akan menghasilkan bisnis yang berkesinambungan.

sumber : https://www.kompasiana.com/startmeup/6164e2c138350053ef775e84/tentukan-kalkulasi-penjualan-anda


Tuesday, September 7, 2021

Digital Saku Dukung Smart City Kab Bandung

 

Bupati Bandung Dadang Supriatna melaunching Payment Point Online Banking Digital Saku (PPOB DS), di Gedung Moh. Toha Soreang, Senin (6/9/21). by Hms


SOREANG – Bupati Bandung Dadang Supriatna melaunching Payment Point Online Banking Digital Saku (PPOB DS). PPOB DS merupakan sistem aplikasi hasil kerjasama antara PT. BPR Kerta Raharja, Alco Tech Indonesia dan Cv. Tunas Mandiri.

Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk melakukan berbagai macam transaksi keuangan. Antara lain pembayaran tagihan listrik, PDAM, iuran BPJS Kesehatan, TV berlangganan, hingga transfer ke seluruh bank yang ada di Indonesia.

Kegiatan launching yang dilakukan di Gedung Moh. Toha Soreang, Senin (6/9/21) tersebut, diikuti pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, serta para mitra yang sudah bekerjasama, secara virtual.

Bupati Bandung mengapresiasi kehadiran aplikasi keuangan tersebut. Menurutnya PPOB DS dapat memenuhi bebagai kebutuhan masyarakat, agar dapat bertransaksi secara praktis.

“Aplikasi ini merupakan terobosan yang sangat luar biasa. Di tengah pandemi ini, kita harus membatasi kegiatan di tempat umum. Dengan adanya PPOB DS, kita bisa bertransaksi dari rumah secara mudah dan tentunya sangat aman,” ujar bupati didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung, Marlan.

Kang DS, sapaan Dadang Supriatna mengatakan, PPOB DS harus disosialisasikan kepada seluruh warga hingga ke tingkat RW. Sistem itu dinilainya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Dengan adanya agen kios pembayaran, akan menambah penghasilan masyarakat. Yang artinya, biasanya dia pergi sendiri ke bank untuk bertransaksi, sekarang tidak perlu jauh-jauh karena sudah ada agen yang tersebar hingga ke tingkat RW,” paparnya.

Kang DS menilai, PPOD DS mampu mendukung terwujudnya smart city di Kabupaten Bandung. Smart City merupakan salah satu konsep kota, yang diimpikan hampir semua daerah di Indonesia.

“Perwujudan smart city Kabupaten Bandung tidak sekedar wacana, tetapi sudah dibuktikan dengan berbagai aplikasi yang kita miliki hingga saat ini. Mari kita ciptakan pelayanan di Kabupaten Bandung berbasis digital,” tutur Kang DS.

Sementara itu Direktur Operasional BPR Kerta Raharja Boy Ferli Sumaatmaja mengungkapkan, kehadiran PPOB DS mampu mengembangkan teknologi pembayaran yang handal dan mudah digunakan.

“Aplikasi ini sudah tersedia di Google Play Store, tinggal didownload lalu bisa langsung digunakan sesuai dengan kebutuhan, masyarakat tidak perlu lagi ke bank atau ke ATM,” kata Boy.***


sumber : https://www.balebandung.com/digital-saku-dukung-smart-city-kab-bandung/

Monday, September 6, 2021

5 Trends di Perusahaan Yang Harus Anda Ketahui

 Perkembangan teknologi di masa pandemi berkembang sangat cepat, dan ada 5 tren yang sedang terjadi secara global dan juga di Indonesia, khususnya di perusahaan atau instansi.


Hal ini yang akan dibahas secara detail dalam berbagai webinar EVENTCERDAS.COM, didukung oleh BISKOM dan Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS).



Apa saja 5 tren itu ?

Pertama, AUTOMATION. Semua sistem sekarang dibuat otomatis bisa berjalan. Kecenderungan banyak perusahaan yang harus bisa menerima kondisi sebagian besar karyawannya bekerja secara remote (work of home). Akibatnya banyak pekerjaan yang biasanya dilakukan manusia, mulai dipikirkan untuk dilakukan oleh sistem secara otomatis. Kita membahasnya bersama STEM dengan solusi UIPath.

Kedua, DIGITAL WORKPLACE. Semua karyawan, baik yang bekerja secara remote, atau bekerja di kantor, sekarang dihadapkan pada tren baru, bekerja secara digital. Bekerja secara digital ini harus bisa mendukung mereka mengakses berbagai resource, aplikasi, file dan lainnya, dari mana saja dengan cepat dan tepat. Kita membahasnya bersama CLOUD ACE dengan solusi Google Workspace.

Ketiga, CYBERSECURITY. Mau tidak mau, karena semua karyawan mengakses dari rumah, mereka mengakses dari berbagai media koneksi yang ada. Perusahaan, instansi berpikir keras mengamankan akses mereka, serta memastikan aplikasi, database, bahkan email dapat diakses , digunakan dengan aman. Dalam kesempatan kali ini HGC akan mengupas phishing dan data breach sebagai pembahasan utama. 

Pelajari solusi Cybersecurity dari HGC lebih lanjut

Ketiga, HYBRID CLOUD. Karena tingginya keperluan akses data yang tinggi dari luar ruang server, data center kantor perusahaan, maka banyak mereka mulai melakukan migrasi ke cloud. Tapi tetap mengutamakan faktor kehati-hatian, banyak perusahaan cenderung menggunakan pendekatan hybrid cloud.

Kelima, BANK DIGITIZATION. Salah satu bidang industri yang ditantang bergerak cepat di Indonesia adalah perbankan. Mereka harus menyiapkan diri menjadi bank digital, memastikaan semua layanan tetap bisa berjalan, dan perusahaan, instansi tetap bisa terhubung, melakukan transaksi dengan mudah. Maka digitalisasi bank menjadi fokus utama dari banyak bank saat ini.

Semua ini akan dibahas dalam rangkaian webinar setiap Kamis siang, jam 14-16 WIB. Pastikan kehadiran anda dalam berbagai kegiatan webinar kami.


Wednesday, September 1, 2021

Maju Tak Gentar! Upaya Bangkit Pelaku UMKM di Tengah Pandemi

 

Maju Tak Gentar! Upaya Bangkit Pelaku UMKM di Tengah Pandemi

JAKARTA – Ketika pandemi Covid-19 tiba di Indonesia pada tahun lalu, Syarif yang berusia 36 tahun sempat berpikir bahwa dirinya adalah orang paling apes di dunia. Bekerja setiap hari sebagai pegawai di salah satu maskapai penerbangan dalam negeri, Syarif harus menerima nasib dirumahkan dan kehilangan sebagian besar penghasilannya.

“Sementara pengeluaran jalan terus, anak-anak saya masih tetap sekolah dan keluarga tetap butuh makan setiap hari,” keluh Syarif kepada Bisnis, Senin (30/8/2021).

Pertengahan September tahun lalu, Syarif lantas mencoba bangkit dengan merintis bisnis kuliner kecil-kecilan, yang melayani pesan antar via ojek daring (ojol).

Awalnya, hasil dari bisnis itu tak seberapa. Namun lama kelamaan penghasilan Syarif sudah lebih dari sekadar cukup untuk menghidupi keluarganya.

“Dulu memberanikan diri ambil kredit untuk usaha di salah satu [peer-to-peer lending/P2P] online. Sekarang sudah mau lunas, dan syukurnya bisnis sudah mulai balik modal,” imbuh Syarif.

Saat ini Syarif mengaku masih berharap kantor tempatnya bekerja memanggilnya lagi untuk menekuni pekerjaan lama. Namun, bilapun hal itu tidak terjadi, dia sudah siap hidup bergantung 100 persen dengan bisnis rintisannya untuk jangka panjang.

Wahyu (41), yang lebih lama malang melintang sebagai pelaku UMKM, punya pengalaman tidak jauh berbeda. Berdagang roti di dalam mal sejak 6 tahun lalu, Wahyu dihadapkan pada kenyataan pahit ketika sejak tahun lalu pemerintah membatasi jam operasional mal.

Di awal tahun ini, Wahyu memutuskan untuk memindahkan bisnisnya dengan membuka gerai di luar mal dan melayani pesan antar. Tentu saja dengan keberanian menjual jenis-jenis panganan selain roti, seperti kopi susu dan aneka minuman lain, dan menggelontorkan modal yang tidak sedikit.

Seperti Syarif, Wahyu memberanikan diri mengambil kredit usaha lewat salah satu platform P2P lending.

"Saya cukup berhati-hati, tanya-tanya dulu ke teman-teman dekat karena banyak kan gosip kalau pinjaman online berbahaya. Tapi yang saya pakai sudah terverifikasi [OJK] dan sejauh ini baik-baik saja, pembayaran lancar karena alhamdulillah bisnis juga sedang lumayan,” kata Wahyu kepada Bisnis.

Sejak kedatangan pandemi Covid-19, yang membuat interaksi fisik dibatasi, kenaikan permintaan kredit usaha di platform-platform pembiayaan digital memang meningkat pesat.

PT Modal Rakyat Indonesia alias Modal Rakyat misalnya, mengklaim telah berhasil menyalurkan pinjaman Rp660 miliar khusus pada 2020.

Beroperasi pada 2020, per awal Maret lalu pembiayaan Modal Rakyat, yang memang dikhususkan untuk segmen UMKM, telah menembus Rp1 triliun dan seiring berjalannya tahun ini perusahaan optimistis bisa menembus nominal penyaluran kredit Rp2 triliun.

“Ini adalah bukti nyata bahwa penggunaan teknologi secara tepat dan sinergis dengan kondisi pasar dapat mendukung permodalan dan pemberdayaan UMKM secara menyeluruh,” tutur Komisaris Utama Modal Rakyat Wafa Taftazani dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis belum lama ini.

Sebagai informasi, pada 2020, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) diprediksi menyusut hingga 38,14 persen akibat pandemi. Angka tersebut turun pesat dari proporsi 2019, ketika UMKM masih mampu menyumbang 60,3 persen PDB. Ini juga merupakan rekor terkecil kontribusi UMKM terhadap PDB sejak 2010.

Dengan adanya tren geliat pembiayaan segmen UMKM sejak pengujung tahun lalu sampai pertengahan tahun ini, Modal Rakyat berharap kontribusi UMKM bisa maksimal lagi.

“Dalam jangka menengah dan panjang, harapannya ini akan membawa dampak positif untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia,” sambung Wafa. Hal serupa disuarakan perusahaan P2P lending lainnya, PT Mitrausaha Indonesia Group alias Modalku.

Terhitung sejak berdiri 5 tahun lalu hingga akhir kuartal I/2021 lalu, Modalku Group mengklaim telah menyalurkan kredit senilai Rp22,4 triliun ke pelaku UMKM di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jumlah pinjaman tersebut telah mencakup 4 juta lebih UMKM.

Untuk memastikan peran memulihkan kinerja UMKM di dalam negeri, co-founder sekaligus direktur Modalku Iwan Kurniawan berkata perusahaannya mengembangkan proyek penelitian bersama konsultan DSInnovative. Penelitian tersebut berfokus untuk memberikan perspektif pendekatan baru dalam merangkul UMKM.

Sejauh ini, hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku bisnis UMKM dapat mengatur arus kas lebih lancar, meningkatkan produksi bisnis, dan menjaga kelancaran operasional harian bisnis melalui pendanaan dari Modalku. Temuan ini didapat melalui survei online dan diskusi melalui telepon terhadap 350 pelaku UMKM yang merupakan peminjam Modalku.

“Melalui terobosan dan pendekatan berbasis teknologi, serta penilaian kelayakan kredit yang sesuai dengan karakteristik UMKM, sektor fintech terutama P2P lending memiliki peran penting dalam mendukung pelaku UMKM yang belum tersentuh akses pendanaan lembaga keuangan konvensional [bank dan multifinance],” kata Iwan dalam keterangan tertulisnya.

Usaha P2P lending menggencarkan pembiayaannya di sisa tahun ini juga mendapat respons positif dari perbankan.

Kini tidak hanya menyalurkan kredit lewat layanan konvensionalnya, perbankan terutama bank-bank berbasis digital mulai aktif menyuntik dana ke platform-platform P2P lending agar dapat menjangkau pelaku usaha.

PT Bank Jago Tbk. (ARTO) salah satunya, sejauh ini telah melakukan penyuntukan dana ke sejumlah fintech. Hampir Rp500 miliat dikucurkan perusahaan pada tahun ini untuk platform-platform seperti Modal Rakyat, Akseleran hingga Paper.id.

Hal serupa dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (AGRO) alias BRI Agro, yang mengusung misi sebagai home of fintech.

“Pelaku UMKM adalah salah satu pilar pemulihan ekonomi di Indonesia. Ke depan, BRI Agro berharap dapat memperbanyak kolaborasi dengan penyelenggara teknologi finansial digital,” ujar Direktur Ritel Agri dan Pendanaan BRI Agro Sigit Murtiyoso saat menandatangani perjanjian dengan Modalku pada awal Mei lalu.

Berbagai upaya dan sinergi antara UMKM dan industri keuangan digital untuk memulihkan perekonomian di tengah pandemi sejalan dengan mandat pemerintah. Hal ini belum lama juga ditekankan lagi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

"Kita akan berdampingan dengan Covid-19 dalam jangka waktu yang belum bisa kita pastikan. Perlu kerja sama yang dipercepat, dengan protokol kesehatan, dan memanfaatkan semua kemampuan termasuk teknologi digital. Pemulihan [lewat digitalisasi] bisa dilakukan di bidang ekonomi yaitu dengan menaikkan produktivitas," kata Muhadjir dalam konferensi pers virtual Senin (30/8/2021).

Bersamaan dengan peningkatan secara berkala kapasitas vaksin dan pelaksanaan vaksinasi, Muhadjir yakin pemanfaatan teknologi dan digitalisasi akan menjadi rumus yang tepat bagi Indonesia untuk bertahan sampai pandemi lewat.

Hingga Senin (30/8/2021) dari sisi vaksinasi, data Satgas Penanganan Covid-19 BNPB merekapitulasi penyuntikan vaksin dosis kedua telah mencapai 35.315.460 warga atau setara 16,95 persen target, sementara untuk dosis pertama telah mencapai 62.294.896 warga atau setara 29,91 persen dari total target 208.265.720 warga.

Sumber : https://m.bisnis.com/ekonomi-bisnis/read/20210831/9/1436003/maju-tak-gentar-upaya-bangkit-pelaku-umkm-di-tengah-pandemi

Anies Baswedan Nilai Pameran UMKM Jakreatifest Percepat Pemulihan Ekonomi Jakarta

 

Anies Baswedan Nilai Pameran UMKM Jakreatifest Percepat Pemulihan Ekonomi Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai pameran UMKM tahunan Jakarta Creative Festival (Jakreatifest) berpotensi percepat pemulihan ekonomi di Ibu Kota karena kapasitas pelaku usaha didorong mulai dari akses pembiayaan, produksi hingga pemasaran produk.

“Semua kegiatan dari Jakpreneur, Jakreatifest ini adalah bagian dari ikhtiar menggerakkan pemulihan,” katanya dalam pembukaan Jakreatifest 2021 di Jakarta, Senin (30/8).

Menurutnya, Jakreatifest berpeluang memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM, industri kreatif, pariwisata dan digitalisasi bagi pelaku usaha khususnya di Jakarta.

Pertumbuhan ekonomi DKI yang mencapai 10,9 persen pada triwulan II-2021 diharapkan menjadi momentum yang harus dimanfaatkan pelaku usaha setelah sebelum nya mengalami pertumbuhan negatif selama 2020.

Jakreatifest dilaksanakan atas kerja sama BI Jakarta dengan Pemprov DKI Jakarta yang menyinergikan kegiatan pengembangan ekonomi kreatif di antaranya Festival Kopi Nusantara, Festival Kreatif dan Seni Jakarta, Festival Ekonomi dan Keuangan Digital dan Festival Ekonomi Syariah.

Berdasarkan data dari laman Jakreatifest, sekitar 144 pelaku UMKM mengikuti pameran virtual yakni kuliner sebanyak 67 usaha, kopi nusantara (10), fesyen (26), kerajinan (31) dan industri kreatif (10).

Seperti dilansir dari Antara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Onny Widjanarko menambahkan dalam Jakreatifest juga menghubungkan ekosistem di dalam UMKM di antaranya lembaga pembiayaan hingga pemasaran daring. Tercatat ada empat lembaga pembiayaan dari sektor perbankan yang terdaftar dalam Jakfreatifest.

“Jakretifest ini untuk mendukung gerakan nasional Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan bangga wisata Indonesia,” ucapnya.

Tak hanya itu, ia juga mengharapkan makin banyak pelaku usaha yang juga memanfaatkan digitalisasi termasuk dalam berjualan hingga promosi.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia pada 2019 mencapai 65,4 juta unit usaha atau 99,9 persen dari total unit usaha di Tanah Air. Sektor ini menyerap 119,5 juta tenaga kerja, 109,8 juta di antaranya merupakan tenaga kerja usaha mikro.

Sektor UMKM menyumbang Rp9.580,7 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) 2019. Namun, dari 65,4 juta pelaku usaha itu, sekitar 13 persen di antaranya atau sekitar 8,5 juta yang sudah menggunakan ranah digital.

Sumber : https://m.merdeka.com/jakarta/anies-baswedan-nilai-pameran-umkm-jakreatifest-percepat-pemulihan-ekonomi-jakarta.html

Gandeng YCAB dan YBI, Standard Chartered Bantu Latih Calon Pelaku UMKM

 

Gandeng YCAB dan YBI, Standard Chartered Bantu Latih Calon Pelaku UMKM

JAKARTA - Standard Chartered Bank menggandeng YCAB Foundation dan Youth Business International (YBI) untuk meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Covid-19. Program ini ditujukan untuk mendukung kaum muda, khususnya perempuan pelaku UMKM, untuk pulih dari dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

CEO YCAB Foundation Veronica Colondam mengatakan, lewat program ini pihaknya menargetkan 10.000 calon pengusaha dan pengusaha muda perempuan di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, yang dibantu dan diberikan pelatihan serta pendampingan dalam mengembangkan usahanya.

“Setelah bertahun-tahun bekerja dalam meningkatkan kesejahteraan, kami sedih melihat kemunduran yang disebabkan oleh pandemi ini. Itulah sebabnya kami bersemangat untuk menjadi bagian dari inisiatif global ini dalam mengambil langkah pertama yang diperlukan menuju pemulihan dan pertumbuhan baru," ujarnya dalam peluncuran program yang dilakukan secara virtual, Selasa (31/8/2021).

Menurut dia, melalui pendidikan dan pembiayaan inovatif, pihaknya berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha muda perempuan untuk berkontribusi pada pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.

Sementara itu, Head of Corporate Affairs, Brand & Marketing Indonesia & ASEAN Markets, Standard Chartered Diana Mudadalam mengatakan, program ini adalah bagian dari Futuremakers yang merupakan inisiatif global bank untuk mengatasi kesenjangan dengan menggalakkan inklusi ekonomi bagi kaum muda, termasuk mereka yang terdampak Covid-19.

Program ini mengintegrasikan elemen digital melalui pengembangan sistem pembelajaran pendidikan yang memiliki fitur Chatbot dengan Learning Management System (LMS) dan Helpline yang tertanam di dalamnya.

"Sistem pembelajaran ini khusus untuk melayani pengusaha dengan literasi digital rendah dan alat digital ini memanfaatkan platform WhatsApp untuk alasan kebiasaan dan kemudahan penggunaan," kata dia..

Selain itu akan disediakan juga modul baru yang melengkapi pelatihan literasi keuangan dasar yang mencakup informasi terkait Covid-19 baik untuk protokol kesehatan dan pembaruan vaksinasi, manajemen stres, dan pelatihan tentang cara mengubah bisnis mereka.

Selain dukungan teknologi, pelatihan ini juga diberikan mencakup literasi keuangan serta akses ke dukungan permodalan dan sesi pendampingan kelompok.

"Kami optimis bahwa program yang mulai dijalankan tahun ini akan dapat membawa dampak positif dan dapat menjadi katalis bagi para pengusaha muda dan UMKM Indonesia untuk bangkit dan berkontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional," ucapnya.

Sumber : https://money.kompas.com/read/2021/08/31/135639726/gandeng-ycab-dan-ybi-standard-chartered-bantu-latih-calon-pelaku-umkm