Monday, May 4, 2020

Temukan solusi-solusi untuk membantu perusahaan anda di ASCI 8 Mei 2020

Temukan berbagai solusi untuk membantu perusahaan anda di masa pandemi ini, di acara
APTIKNAS Smart City & IoT Solutions during Covid-19 Pandemic

Segera register ke : https://www.eventcerdas.com/registrasipeserta.php?id=134
Tempat terbatas

#smartcity #IoT #aptiknas #eventcerdas #kotacerdas #kotacerdasindonesia




Friday, April 17, 2020

Digitalisasi Kemaritiman Pasca Covid-19

Telkomsat Dorong Digitalisasi Industri Maritim Nasional
Bidang kemaritiman –pelabuhan, pelayaran, logistik, dll– juga menjalankan kebijakan work from home atau WFH di tengah wabah virus corona saat ini. Sayang, tidak semua pekerjaan di bidang kemaritiman bisa dilakukan dari rumah. Ada pekerjaan yang masih harus dilakukan langsung di lapangan. Penyandaran kapal dan bongkar-muat kargo segelintir contoh dari pekerjaan itu. Belum ada teknologi yang memungkinkan pelayanan penyandaran kapal dan bongkar-muat kargo dapat dilakukan dari rumah.
Tetapi, digitalisasi di bidang kemaritiman, termasuk di Tanah Air, sudah bergerak cukup baik. Bahkan jauh sebelum wabah Covid-19 melanda. Ada platform Inaportnet. Ada Indonesia National Single Window (INSW). Belakangan, muncul National Logistics Ecosystem (NLE) dalam khazanah kemaritiman dan perlogistikan nasional. Saya sempat mengikuti beberapa diskusi mengenai isu ini yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi jauh sebelum corona merajalela. NLE memang “mainannya” pemerintah.
Pertanyaannya sekarang adalah: di masa wabah Covid-19 saat ini bagaimanakah kinerja berbagai platform digital kemaritiman yang ada yang dioperasikan oleh seluruh stakeholder bidang ini?
Saya menelusuri berbagai situs berita kemaritiman di seluruh dunia mencari jawaban atas pertanyaan tadi. Tidak saya temukan. Kadung penasaran, saya hubungi beberapa teman yang bergerak di sektor pelabuhan dan pelayaran.
Menurut teman-teman saya, tidak terjadi peningkatan trafik dari berbagai teknologi informasi atau aplikasi yang ada di bidang kemaritiman nasional (pemesanan peti kemas online, pemesanan truk online, dll) dalam masa wabah corona ini. Malah, cenderung turun seiring dengan melemahnya gerak pelayaran lokal maupun global. Pelayaran lesu darah karena perdagangan dunia “hidup segan, mati tak mau”. Akibatnya, shipment banyak yang ditunda, bahkan dibatalkan, oleh pelayaran. Dalam istilah pelayaran, pembatalan pelayaran ini dinamakan blank sailing.
Kalau pun ada yang naik itu hanya pada konsumsi bandwidth karena tingginya konferensi video internal. Ini kata teman saya yang bekerja di perusahaan pelabuhan. Lain lagi kata kawan yang bekerja di salah satu pelayaran penyeberangan. Teknologi informasi atau platform aplikasi belum sepenuhnya berjalan di perusahaannya. Malah, penerapan penjualan tiket online baru akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Itupun setelah digeber oleh Kementerian Perhubungan. Dia menambahkan, yang justru meningkat pemakaian kuota/pulsa karena komunikasi dengan sejawat dan bos untuk urusan kantor dari rumah.
Riset kecil-kecilan yang saya adakan dadakan itu menggambarkan bahwa geliat digitalisasi di ranah kemaritiman dan perlogistikan nasional berbeda-beda levelnya antara satu perusahaan atau sektor dengan perusahaan/sektor lainnya. Lebih jauh, digitalisasi yang ada tidak atau belum mampu menawarkan dirinya sebagai new norm untuk industri terkait padahal sudah ada entry point-nya, yaitu merebaknya Covid-19.


UKM Binaan BNI Produksi APD

Pekerja menyelesaikan pembuatan alat pelindung diri (APD) tenaga medis dan non medis di sebuah industri rumahan, (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berupaya membantu para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di tengah penyebaran pandemi virus corona. Tak hanya berusaha mempertahankan mata pencariannya, UKM berupaya tetap membantu Pemerintah dan tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD), masker medis, hingga hand sanitizer.

Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah BNI Tambok P Setyawati mengatakan para pelaku UKM aktif di Rumah Kreatif BUMN (RKB) binaan BNI. Setidaknya ada empat RKB yang memproduksi pakaian hazmat atau baju pelindung, yaitu RKB Bantaeng, Sulawesi Selatan; RKB Banjarbaru, Kalimantan Selatan; RKB Cilacap, Jawa Tengah; dan RKB Padang, Sumatera Barat.

Sedangkan di sembilan RKB, ada lebih dari 30 UKM yang memproduksi masker. RKB tersebut adalah RKB Bekasi, Jawa Barat; Padang, Sumatera Barat; Cilacap, Jawa Tengah; Tabalong , Kalimantan Selatan; Banjarbaru, Kalimantan Selatan; Bantaeng, Sulawesi Selatan; Tegal, Jawa Tengah; Mamuju, Sulawesi Barat; dan Way Kanan, Lampung.

“UKM mampu menghasilkan masker kain hingga 300 buah per hari. Produk masker kain itu kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat atau dijual di pasar online sehingga dapat dikirim ke luar kota,” ujarnya dalam keterangan tulis di Jakarta, Rabu (15/4).

Menurutnya para pelaku UKM telah bekerja sama dengan rumah sakit setempat dalam membuat baju pelindung diri. Produk pakaian hazmat-nya diutamakan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di daerah tersebut.

Adapun upaya yang dilakukan BNI bersama UKM binaannya merupakan langkah untuk memudahkan rumah sakit dan tenaga medis memperoleh APD yang memadai serta membantu masyarakat mendapatkan produk perlindungan diri yang terjangkau, yaitu masker nonmedis. Upaya bersama itu pun dimaksudkan untuk memutus mata rantai COVID-19 melalui penyediaan hand sanitizer ramah lingkungan.

“Upaya ini juga menghidupkan UKM agar mereka tetap mendapat peluang usaha dan memperoleh penghasilan pada masa sulit. Ini juga merupakan bagian dari kepedulian RKB kepada masyarakat, bangsa, dan negara pada masa pandemi COVID-19,” ucapnya.

Selain itu, menurut Tambok, sebagai upaya meningkatkan stamina tenaga kesehatan di rumah sakit, BNI mengirimkan donasi dalam bentuk minuman herbal yang merupakan produksi UKM-UKM di RKB BNI. Kegiatan ini membantu UKM lokal tetap berproduksi.

“Produk herbal tersebut diyakini dapat meningkatkan stamina saat pandemi ini. Produk yang diproduksi antara lain serbuk jahe merah, secang, sereh, serta temu lawak dalam kemasan saset dan botol siap minum,” ucapnya.


sumber : https://republika.co.id/berita/q8t8z2423/ukm-binaan-bni-produksi-apd

Selain KUR, Ini Lho Kredit yang Boleh Libur Cicil Saat Corona

Selain KUR, Ini Lho Kredit yang Boleh Libur Cicil Saat Corona

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan berbagai stimulus untuk meringankan beban Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto mengatakan pembatasan sosial dan pembatasan fisik untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona (Covid-19) membawa dampak pada dunia usaha, tak terkecuali segmen UMKM.
"Pemerintah mengeluarkan kebijakan penundaan pembayaran angsuran pokok dan bunga [kredit bank] selama 6 bulan," kata Andin melalui siaran tertulisnya, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (14/4/2020).
Adapun kata dia, total pagu pokok yang ditunda pembayarannya sebesar Rp 64,87 triliun dan untuk tambahan anggaran subsidi, pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 6,1 triliun.


Andin merinci, kepada 11,9 juta debitur eksisting Kredit Usaha Rakyat (KUR), data hingga 29 Februari 2020, terdapat penundaan Rp 68 triliun pokok dan bunga yang tidak disetor ke lembaga keuangan, yang nantinya selama 6 bulan.
"Berarti uang ini masih bergulir di masyarakat. Diharapkan dapat menciptakan kegiatan ekonomi yang positif," ujarnya.

Keringanan penundaan pembayaran juga diberikan kepada UMKM yang mendapatkan pinjaman melalui Kredit Ultra Mikro (UMi) untuk 10,4 juta debitur, yang mendapatkan kreditnya melalui lembaga penyalur UMi yang ditunjuk oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yaitu Mekaar, koperasi, dan online.

Sebagai informasi, Mekaar adalah singkatan dari 
Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera, sebuah program dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Sejak 2017 hingga saat ini, pembiayaan UMi telah diterima oleh 1,98 juta debitur, dengan total penyaluran sebesar Rp 6,08 triliun.

"Untuk debitur UMi, pemerintah juga memberi penundaan pembayaran pokok dan bunga selama 6 bulan untuk 1 juta debitur yang terdiri atas Rp 1,292 triliun pokok dan Rp 0,323 triliun bunga," jelas Andin.
Sedangkan bagi para calon debitur baik KUR maupun UMi, pemerintah akan memberikan kemudahan persyaratan administrasi serta percepatan penyaluran kredit. Untuk KUR, akses pengajuan dapat dilakukan secara online dengan penangguhan sementara berkas-berkas administrasi pengajuan kredit.
Untuk diketahui, UMKM memiliki kontribusi sebesar 60,3% dari total PDB Indonesia, menyerap sekitar 97% dari total tenaga kerja dan 99% dari total lapangan pekerjaan.



sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20200414140805-17-151812/selain-kur-ini-lho-kredit-yang-boleh-libur-cicil-saat-corona

BI Prediksi Transaksi Digital Meningkat Akibat Corona

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.  BI memproyeksi transaksi digital meningkat pada Maret 2020 seiring kenaikan kebutuhan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyatakan kelancaran sistem pembayaran di tengah pandemi virus corona tetap terjaga baik transaksi tunai maupun nontunai. Hal ini tecermin dari Posisi Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) per Maret 2020 tumbuh 7,53 persen year on year (yoy) atau lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI memproyeksi pembayaran transaksi digital meningkat pada Maret 2020. Hal ini sejalan kenaikan kebutuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital (EKD) periode pembatasan mobilitas masyarakat. 

"Transaksi nontunai menggunakan ATM, kartu debit, kartu kredit dan uang elektronik pada Februari 2020 terlihat menurun sejalan penurunan aktivitas ekonomi," ujar Perry saat konferensi video di Jakarta, Selasa (14/4).

Meskipun demikian, lanjut Perry, BI mengapresiasi berbagai upaya pelaku EKD untuk mendorong penggunaan pembayaran nontunai. Hal ini sebagai bentuk dukungan program pemerintah dalam menyalurkan dana bantuan sosial melalui pembayaran nontunai. 

"Upaya yang ditempuh pelaku EKD ini tidak hanya mendukung akitivitas ekonomi sehari-hari tetapi juga meningkatkan efisiensi perekonomian," ucap Perry.

Ke depan, Bank Indonesia bersama Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) akan terus memperkuat transformasi digital untuk ekonomi Indonesia melalui penerapan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025. Hal ini sejalan dengan peningkatan akseptasi sistem pembayaran menggunakan kode QR standar Indonesia (QR Code Indonesia Standard/QRIS) secara meluas di berbagai toko miliki pelaku UMKM dan pasar tradisional, lembaga pendidikan, lembaga sosial dan tempat ibadah. 


Kemenkop Rilis E-Form Guna Mendata KUMKM Terdampak Covid-19

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI, Prof  Dr Rully Indrawan MSi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) merilis e-form. Platform itu bertujuan mendata pelaku koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19.

“Agar dapat menerapkan kebijakan dan memfasilitasi para pelaku koperasi dan UMKM terdampak Covid-19 secara tepat sasaran, diperlukan data akurat,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan di Jakarta pada Selasa, (13/4).

Ia menambahkan, data yang mutakhir dan detail penting sebagai dasar pengambilan kebijakan di lapangan.

Ia mengatakan, data tersebut hanya dapat diperoleh melalui partisipasi dari masyarakat pelaku yang terdampak langsung. Pendataan ini merupakan tindak lanjut dari program melalui hotline pengaduan Koperasi dan UMKM (KUMKM) terdampak yang dibuka sejak 17 Maret 2020.

Hal itu sebagai respon cepat Kemenkop untuk menerima laporan. Sekaligus sebagai dasar menyiapkan strategi tepat, supaya bisa menyalurkan bantuan sesegera mungkin.

Data yang diperoleh dan telah dilengkapi Nomor Induk Kependudukan (NIK) pelaku KUMKM akan dikompilasi dalam sistem terpadu, sehingga para pelaku tidak perlu melakukan pengisian data ulang di masa mendatang. Kemenkop memastikan, pendataan ini tidak memungut dana karena anggaran berbagai program mitigasi ini sudah cair.

Maka tidak ada keharusan bagi para pelaku membayar kompensasi apapun. “Kami paham sudah banyak beredar pendataan di masyarakat, namun e-form ini sangat diperlukan demi memastikan tersedianya data akurat dan mutakhir,” kata Rully.

Kondisi di lapangan yang sangat beragam, baik dari sisi karakteristik dan permasalahan KUMKM yang tersebar di seluruh Indonesia, kata Rully, menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menyalurkan program dan bantuan tepat. “Oleh sebab itu sirkulasi e-form ini kami lakukan melalui jejaring perangkat organisasi terkait KUMKM, bukan langsung ke masyarakat,” jelasnya.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Fiki C Satari menambahkan, Kemenkop turut menggandeng kementerian dan lembaga terkait pasokan dan analisis data tersebut. Kementerian, kata dia, juga menggandeng berbagai kelompok masyarakat dan pendamping KUMKM, yang memiliki jangkauan dan jejaring hingga ke seluruh pelosok Indonesia.

Nantinya e-form kuesioner diisi oleh para pelaku KUMKM terdampak. Lalu, kata dia, data yang diperoleh dari e-form akan terintegrasi dengan big data kementerian.

Dengan begitu akan dimanfaatkan sebagai basis bagi pemutakhiran data dan penanganan lebih sigap dan tanggap. Ini demi mendukung program pemerintah selanjutnya.

“Maka para pelaku diminta menginformasikan kondisinya secara lebih rinci dan spesifik. Sebab selain agar bisa diintegrasikan dengan data terdahulu, juga untuk menghindari duplikasi data," tutur Fiki.

E-form Pendataan Koperasi dan UMKM Terdampak Covid-19 ini mulai didistribusikan melalui Organisasi Perangkat Daerah yang membawahi KUMKM. Didistribusikan pula oleh seluruh institusi yang memiliki jejaring dan stakeholder para pelaku KUMKM.

Pendataan lewat e-form mulai dilakukan pada Senin, (13/4). Melalui tautan https://bit.ly/SiapBersamaKUMKM dalam payung program #SiapBersamaKUMKM.


sumber : https://republika.co.id/berita/q8q0yz383/kemenkop-rilis-emeformem-guna-mendata-kumkm-terdampak-covid19

Perlu Aplikasi Pembukuan Digital UMKM? Ini Solusinya



FAJAR.CO.ID– Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) memang memiliki peran sangat penting dalam menopang perekonomian Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah unit usaha UMKM dibandingkan dengan bisnis berskala besar, serta banyaknya tenaga kerja yang dapat diserap oleh UMKM.
UMKM juga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini masih bergerak di level 5%. UMKM dianggap mampu menopang ekonomi bangsa ditengah gonjang-ganjing situasi ekonomi global.
Namun dengan peran dan peluang besar yang dimiliki UMKM, perkembangannya saat ini masih belum optimal, sehingga pertumbuhannya perlu diakselerasi, salah satunya dengan mendorong para pelaku UMKM untuk bisa go online dengan cara memanfaatkan internet, termasuk aplikasi digital, untuk mengembangkan bisnis mereka.
Pandangan positif dari banyak pihak meyakini bahwa produk-produk UMKM lokal bisa berjaya di pasar global. Tetapi, jumlah UMKM yang sudah go online saat ini masih relatif sedikit dibandingkan dengan jumlah keseluruhannya.
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, dari total sekitar 60 juta UMKM yang ada di Indonesia, baru sekitar 9.4 juta UMKM yang go online. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM beserta Kementerian Kominfo, telah menargetkan untuk meng-online-kan 8 juta UMKM sampai dengan tahun 2020 ini.

Dengan banyaknya peluang yang terbuka lebar untuk kemajuan UMKM di Indonesia, seberapa mampukah mereka untuk dapat menjalankan dan mengembangkan bisnis mereka secara profesional di tengah persaingan yang semakin ketat?
Berkembangnya sebuah bisnis berawal dari manajemen keuangan yang baik. Pengelolaan keuangan usaha yang baik berarti Anda mengetahui setiap pergerakan arus kas dan dapat mengontrol pengeluaran uang agar usaha Anda tidak mengalami kerugian.
Caranya mudah, Anda hanya perlu rajin mencatat setiap transaksi keuangan yang dilakukan, baik itu penjualan, pembelanjaan modal, pelanggan yang berhutang, dan pembayaran tempat sewa. Namun pada kenyataannya, hal ini belum tentu mudah untuk dijalankan jika semua dilakukan secara manual, tidak sistematis, ataupun tidak terintegrasi.
Lalu, di zaman serba digital ini, bagaimana UMKM yang sudah go online dapat memanfaatkan teknologi untuk mempermudah pembukuan? Solusinya adalah dengan penggunaan aplikasi digital. Penggunaan Aplikasi Digital untuk memudahkan Pembukuan UMKM
Saat ini telah tersedia BukuKas, aplikasi pengelolaan keuangan digital yang aman, mudah, dan gratis untuk membantu Anda para pelaku usaha untuk mengelola dan memantau penjualan, pengeluaran, hutang piutang dan keuntungan melalui smartphone Anda.
Sebagai aplikasi pembukuan gratis yang sudah dapat diakses sejak November 2019, BukuKas telah membantu lebih dari 150,000 UMKM di seluruh Indonesia.
Aplikasi ini akan memudahkan Anda memonitor transaksi keuangan, menyusun laporan keuangan secara otomatis, dan mengetahui keuntungan usaha Anda setiap saat, sehingga bisnis Anda jadi lebih berkembang.
Fitur-fitur di BukuKas membantu untuk mengelola keuangan usaha Anda dari mulai pencatatan hingga pembuatan laporan keuangan. Anda akan terbebas dari rumitnya hitung-hitungan manual, karena transaksi keuangan bisnis dapat dikelola secara otomatis sehingga meminimalisir kesalahan.
Anda jadi punya lebih banyak waktu untuk mengelola usaha secara efisien. Selain itu, yang paling penting, data Anda aman tersimpan dengan aplikasi ini.
Berikut adalah beberapa fitur yang terdapat dalam BukuKas:
1.Laporan Keuangan
Fitur ini digunakan untuk memonitor performa usaha Anda secara periodik, baik itu harian, mingguan maupun bulanan. Tersedia 3 jenis laporan keuangan yang dapat Anda unduh dan cetak sesuai dengan kebutuhan.

2.Catatan pemasukan
Dengan fitur ini, Anda bisa mencatat transaksi penjualan secara detil dan melengkapinya dengan informasi rinci seperti modal pembelian barang, jenis barang, foto bon, metode pembayaran dan keperluan transaksi.
3.Catatan pengeluaran
Fitur ini membantu Anda untuk mencatat pengeluaran secara detail agar pengeluaran terkontrol. Lengkapi juga catatan Anda dengan informasi rinci seperti foto bon, metode pembayaran dan keperluan transaksi.
4.Hutang Piutang
Anda bisa mencatat transaksi utang piutang bisnis Anda secara detail agar pembayarannya terkontrol. Gunakan fitur kirim Pengingat Pembayaran Hutang via WhatsApp agar pelunasan tepat waktu.
5.Multibook
Jika Anda mengelola lebih dari satu jenis usaha, fitur Multibook ini akan sangat membantu, karena dapat mengelola catatan pembukuan transaksi keuangan beberapa usaha Anda di pembukuan terpisah. Anda juga bisa mendapatkan laporan keuangan terpisah untuk setiap usaha Anda.
6.Kartu Nama Digital
Anda bisa memiliki kartu nama digital bisnis Anda sendiri untuk memudahkan promosi usaha Anda ke pelanggan. Kartu Nama digital ini dapat dibagikan lewat chat WhatsApp dan media sosial.
Dengan BukuKas, Anda bisa memantau kesehatan finansial usaha Anda dan membantu menemukan celah yang bisa mempengaruhi perkembangan bisnis Anda, sehingga selanjutnya Anda bisa menyusun strategi yang tepat agar bisnis Anda maju. Aplikasi catatan keuangan BukuKas ini sudah bisa di-download dari Google Play Store.