Wednesday, March 9, 2022

Dekranasda Kota Bandung Berkomitmen Dampingi dan Bantu UMKM Berkembang

 BANDUNG - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Bandung kini terus berangsur berkembang pasca dihantam pandemi Covid-19.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung berkomitmen untuk terus mendampingi para UMKM di Kota Bandung untuk terus berkembang.


Sejak 2018-2021 di bawah kepemimpinan Siti Muntamah, Dekranasda berhasil menaikkan pendapatan UMKM melebihi target yang mereka tetapkan.

"Dekranasda memfasilitasi pelaku usaha untuk mampu memasarkan produk. Dari target keuntungan 6M, ternyata melampaui sampai 10M," ungkap Siti, Minggu (6/3/2022).

Untuk periode selanjutnya 2021-2023, Ketua Dekranasda diserahkan kepada Yunimar Mulyana, istri dari Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana.

Siti juga menyampaikan, ia sangat yakin jika amanah Dekranasda diemban oleh Yunimar. Ia berharap, Dekranasda akan semakin bisa mengayomi dan mendorong percepatan ekonomi para UMKM.

"Bertahun-tahun bekerja bersama Bu Yuni, saya tidak ragu jika beliau yang melanjutkan perjuangan dalam menjadi Ketua Dekranasda. Semoga kedepannya, akan semakin banyak program-program baik yang mampu menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat," harapnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Bandung yang baru, Yunimar Mulyana mengucapkan terima kasih kepada Siti Muntamah yang telah mengarahkan Dekranasda Kita Bandung menjadi lebih baik.

"Kami apresiasi setinggi tingginya kepada Umi (Siti Muntamah) yang telah membimbing Dekranasda Kota Bandung semakin solid. Dekranasda memajukan UMKM kota Bandung," katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Iendra Sofyan menuturkan, kegiatan dan program yang dilakukan Dekranasda mampu membuat sisi perekonomian Jawa Barat membaik dan kembali pulih.

"Dekranasda membina para pengrajin hingga bangkit kembali dari keterpurukan ekonomi selama pandemi covid-19 ini. Bahkan, membuat tingkat ekonomi Jawa Barat setara dengan rata-rata nasional," ungkap Iendra.

Di kesempatan yang sama, menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eric M. Attauriq selaku perwakilan Plt. Wali Kota Bandung, acara pisah sambut ini bukan hanya sebuah momentum penyerahan jabatan.

“Momentum ini bukan hanya penyerahan jabatan, tapi juga momentum transformasi pengetahuan dari ketua lama ke ketua baru. Semoga dengan transformasi pengetahuan ini, Ibu Yunimar bisa terus memberdayakan para pengrajin di Kota Bandung," kata Eric.

Apresiasi atas kinerja Dekranasda juga dirasakan betul oleh para UMKM Kota Bandung. Salah satunya Nur Nurainingsih, pengrajin fesyen.

Menurutnya, pelatihan yang diberikan Dekranasda di masa pandemi sangat membantu para UMKM keluar dari keterpurukan mereka.

"Di saat pebinis dan pengrajin terpuruk kala masa pandemi, Dekranasda melakukan pelatihan dengan mengundang konsumen dari luar negeri. Bahkan, kami juga difasilitasi MoU kepada 10 UKM terbaik,” aku Nur. (34)

Sumber : https://bandung.bisnis.com/read/20220306/550/1507340/dekranasda-kota-bandung-berkomitmen-dampingi-dan-bantu-umkm-berkembang

Sambut Ajang G20 di Belitung, Puluhan UMKM dan Ekonomi Kreatif Dipersiapkan

 


Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempersiapkan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di daerah itu guna menyambut ajang pertemuan Menteri Pembangunan G20 di daerah itu pada 7-9 September 2022.

"Sejauh ini memang sudah ada sebanyak 65 UMKM yang sudah kami siapkan untuk terlibat di ajang G20," kata Plt Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja Belitung, Adnizar di Tanjung Pandan, Rabu.

Jumlah pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang dilibatkan dalam ajang G2O masih bisa bertambah dan berkurang karena pihaknya akan terus melakukan evaluasi.

"Kami akan evaluasi lagi sampai ada tiga tahapan di bulan April, Juni sampai Agustus 2022," katanya.

Sejumlah persyaratan yang harus dimiliki oleh pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di daerah itu agar bisa terlibat dalam ajang G20 antara lain memiliki kelengkapan dokumen perizinan, narasi produk, kemasan, lokasi usaha serta aspek pertimbangan lainnya.

"Lokasi usahanya yang bisa dikunjungi oleh para delegasi minimal jarak tidak terlalu jauh kemudian memiliki kapasitas parkir," ujar dia.

Adnizar mengatakan, selain itu, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di daerah itu akan dibekali dengan kemampuan berbahasa asing guna memudahkan berkomunikasi dengan para delegasi.

"Dinas Pariwisata Belitung nanti akan membekali mereka dengan kemampuan berbahasa asing karena ini sangat penting untuk berkomunikasi kepada para delegasi guna mempromosikan produk mereka nanti," katanya. (ANTARA)


Sumber : https://sumsel.suara.com/read/2022/03/10/063500/sambut-ajang-g20-di-belitung-puluhan-umkm-dan-ekonomi-kreatif-dipersiapkan

Tak Kalah Menarik dengan Barang Luar Negeri, Produk UMKM Hadir di Surabaya Kriya Gallery

 


Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Surabaya rupanya tak kalah menarik dengan kualitas asal luar negeri. Berbagai jenis varian produk UMKM tersebut, bisa dibeli melalui Surabaya Kriya Gallery (SKG). Tak hanya berupa produk makanan dan minuman. Namun SKG juga menghadirkan beragam aksesoris menarik dan pakaian yang layak untuk dibeli.

SKG tersebar di 10 titik Kota Surabaya, yakni, Jalan Dr Ir H Soekarno No. II Middle East Ring Road (MERR), Gedung Siola lantai 1, Jalan Tunjungan No 1 - 3, Kebun Binatang Surabaya (KBS) Jalan Setail No 1, RSUD BDH Jalan Kendung No 115 - 117 lantai 1 dan Sentra Ikan Bulak (SIB).

Hadir pula di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) lantai II, Jalan Joyoboyo No. 1, Park and Ride lantai 2 Jalan Mayjen Sungkono No 112, UPTSA Timur Jalan Menur No 31C, Park and Ride Jalan Arif Rahman Hakim No 100 dan Parkir Bus Kawasan Wisata Religi Ampel di Jalan Pegirian.

Sebagai pusat oleh-olehnya UMKM berkelas Kota Pahlawan, SKG Reborn telah resmi dibuka Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pada Senin, (7/3/2022). Dalam peresmian itu, hadir pula Ketua Dewan Kerajinan Nasional Indonesia (Dekranasda) Rini Indriyani dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya.

Eri Cahyadi menginginkan agar Surabaya Kriya Gallery tak hanya sekadar menjadi ruang pameran atau penjualan produk UMKM. Lebih dari itu, SKG menjadi ruang inkubasi UMKM untuk menaikkan kelas dan pemasaran. Ada pendampingan, riset pasar, product development, dan sebagainya semua dipusatkan melalui SKG.

"Di SKG kita juga beri pelatihan bagaimana memasarkan produk lewat digital dan lain sebagainya. Karena saya ingin ke depannya UMKM ini bisa melek digital," kata Wali Kota Eri Cahyadi dalam peresmian SKG tersebut.

Bahkan, pada tahun 2022 ini, Wali Kota Eri Cahyadi juga mencanangkan 250 ribu UMKM Surabaya onboarding atau go digital. Ribuan produk UMKM Surabaya itu akan terus didorong masuk ke semua lini marketplace dan pasar global.

"Saya sudah canangkan target 250 ribu UMKM on boarding alias go digital tahun ini. Memasuki semua lini di marketplace," ujar dia.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Kota Surabaya itu menyebut, UMKM memiliki peranan besar bagi pertumbuhan ekonomi Kota Pahlawan. Hal itu tercatat pada kinerja pertumbuhan ekonomi Surabaya yang mengalami peningkatan dari tahun 2020 terkontraksi minus 4,85 persen melompat ke angka 4,29 persen pada 2021. Bahkan lompatan ini melampaui kinerja pertumbuhan ekonomi nasional 3,69 persen dan bahkan Jawa Timur 3,57 persen.

"Karena peran UMKM ini besar, maka pemkot memberikan fasilitas. Kalau tempatnya nyaman seperti SKG ini, barangnya bagus, pasti dituku (dibeli). Jadi, pemerintah jangan sampai habis memberikan pelatihan kemudian dibiarkan begitu saja. Tapi harus kita bina hingga produknya bernilai tinggi," jelas dia.

SKG Reborn menjadi bagian dari komitmen Pemkot Surabaya mewujudkan program padat karya. Selain bertujuan menggerakkan kembali roda perekonomian pasca pandemi Covid-19, sekaligus untuk mendorong kualitas produk UMKM lebih berkelas. Tentu saja untuk mencapai tujuan besar itu semuanya harus diawali dari hal-hal yang kecil.

Wali Kota Eri Cahyadi optimistis produk UMKM Surabaya yang hadir di SKG Reborn ke depan akan mampu menguasai pangsa pasar global. Seperti halnya Amazon, Google, Apple dan Walt Disney. Bisnis-bisnis yang diawali dari garasi itu, kini dikenal oleh masyarakat luas dan menguasai pasar global.

"Maka UMKM jangan berkecil hati, dimulai dari langkah kecil ini, dengan SKG Reborn kita yakin bisa menggapai cita-cita besar seperti yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan raksasa tersebut," ujarnya.

SKG Reborn merupakan rebranding Sentra UMKM yang pernah ada. Tak hanya sekadar menjadi wadah untuk pelaku UMKM memasarkan produk terbaiknya. Melainkan pula sebagai destinasi wisata belanja di Kota Surabaya. Bahkan, di SKG MERR, pemkot juga melengkapinya dengan sejumlah fasilitas pendukung yang memanjakan para pengunjung.

"Di SKG Reborn MERR ini ada berbagai fasilitas pendukung. Ada kafe, sekaligus bisa digunakan sebagai co-working space, berbagai produk premium dan kurang lebih di SKG ini ada 266 produk UMKM Surabaya," kata Ketua Dekranasda Surabaya, Rini Indriyani.

Dia meyakini, melalui SKG Reborn ini, kinerja pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan Pemkot Surabaya dapat tercapai secara bertahap. Lebih dari itu, SKG dapat menjadi salah satu destinasi wisata belanja bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. "Tentunya kami juga bersinergi dengan stakeholder, agar nantinya para pegiat UMKM dapat berkembang dan meningkatkan perekonomian Kota Surabaya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (DKKORP) Kota Surabaya, Wiwiek Widyati mengaku tengah mengoptimalkan pemasaran SKG melalui sektor pariwisata. Caranya yakni, dengan memantik wisatawan domestik agar datang ke Kota Pahlawan. Dengan sejumlah fasilitas infrastruktur yang memadahi, dia memastikan Surabaya menjadi kota di Indonesia yang sangat potensial untuk dikunjungi

"Industri pariwisata Surabaya juga luar biasa. Artinya, hotelnya oke, rumah makannya juga oke, tinggal bagaimana produk UMKM mampu menjadi barang bawaan atau oleh-oleh bagi wisatawan tersebut," kata Wiwiek.

Makanya, Wiwiek menyatakan, akan menggaet berbagai agen travel, hotel dan lain sebagainya untuk menarik wisatawan datang ke Kota Surabaya. Tentu saja, setiap wisatawan yang datang itu juga diajak ke SKG agar dapat membeli langsung beragam jenis varian oleh-oleh khas Surabaya. "Jadi nanti para wisatawan bisa memanfaatkan SKG ini sebagai tempat pusat oleh-olehnya Surabaya," pungkas Wiwiek. (ADV)

Sumber : https://www.suara.com/bisnis/2022/03/09/190254/tak-kalah-menarik-dengan-barang-luar-negeri-produk-umkm-hadir-di-surabaya-kriya-gallery?page=all

Optimalkan Xpora, BNI Ajak UMKM Kopi Business Matching

 Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus melanjutkan ekspansi program BNI Xpora. Kali ini BNI menggelar Business Matching untuk membuka peluang produk UMKM Indonesia untuk go global.



Gelaran ini dilakukan di tengah meningkatnya potensi ekspor produk dalam negeri bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bekerja sama dengan National Support for Local Investment Climate (NSLIC), Kedutaan Besar Kanada, Kedutaan Besar Filipina, Kedutaan Besar Jerman, dan PT Sarinah, business matching ini diikuti UMKM binaan BNI yang memiliki usaha kopi.

Kerja sama ini dikukuhkan dalam ajang International Business Matching Ijen Coffee Market 2022, awal pekan ini. Dalam Business Matching ini, pelaku UMKM khususnya dari industri perkopian Tanah Air akan bertemu dengan calon buyer dari Kanada, Jerman, dan Filipina.

Direktur Bisnis UMKM BNI, Muhammad Iqbal, menyampaikan sebagai penyumbang kurang lebih 60% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan juga menyerap kurang lebih 90% dari total tenaga kerja di dalam negeri, UMKM menjadi motor pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pemerintah pun proaktif mendorong UMKM untuk naik kelas dan menjadi pemain di pasar global dengan berbagai kebijakan fiskal. Namun, inisiatif ini membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, guna mewujudkan UMKM yang berdaya saing internasional.

"Ajang international Business Matching merupakan wujud nyata bagaimana kerja sama sinergis antara BNI, Sarinah, NSLIC, serta berbagai kedutaan besar negara sahabat (agar) dapat membentuk support system bagi UMKM Indonesia. Dengan demikian, UMKM mendapatkan akses pasar luar negeri, salah satunya akses ke pasar yang lebih luas menjadi salah satu tantangan utama bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya," kata Iqbal dalam keterangan tertulis, Rabu (9/3/2022).

Iqbal melanjutkan kerja sama ini sejalan dengan program BNI, Xpora, yang ingin mendukung ekosistem UMKM Indonesia untuk Go Productive, Go Digital, dan Go Global, serta memperkuat kerja sama dengan ekosistem diaspora Indonesia. Terlebih, segmen ini dapat berkolaborasi dengan baik bersama cabang BNI di berbagai negara.

"Upaya ini juga sejalan dengan semangat dari para investor, pecinta kopi dari berbagai negara. Semangat mereka mendorong kami untuk terus berkarya menghasilkan produk terbaik dan berkualitas untuk dinikmati semua orang. Kami berharap dapat membuka jalan ke pasar yang lebih luas, meningkatkan bisnis kopi, dan menjadi bagian penting di pasar global," tutur Iqbal.

Portofolio UMKM Tembus 20%

Lebih lanjut, Iqbal menuturkan portofolio kredit BNI pada tahun 2021 yang diberikan untuk UMKM sejauh ini mencapai 20,1%, dan terus tumbuh positif seiring dengan pemulihan ekonomi nasional setelah tertekan selama masa pandemi COVID-19.

BNI pun telah memiliki roadmap yang cukup jelas dalam pengembangan kredit segmen UMKM ini. BNI berharap ikut menjadi kontributor dalam mendorong ekspansi kredit UMKM nasional hingga 30% pada 2024 mendatang.

"Kami juga lebih aktif untuk meningkatkan bisnis nasabah dan debitur melalui pembentukan ekosistem digital value chain yang terintegrasi sebagai solusi pembiayaan dan layanan transaksi dari hulu ke hilir. Melalui berbagai produk dan layanan perbankan, kami berupaya proaktif mendukung perkembangan bisnis mitra-mitra BNI," ungkap Iqbal.

Sebagai bank dengan keunggulan bisnis global, BNI juga proaktif mendorong nasabah dan debitur kami untuk mengeksplorasi sekaligus meningkatkan penetrasi produk dan jasa UMKM ke pasar internasional.

Ekosistem ini BNI dukung dengan champion program bernama BNI Xpora yang menghubungkan berbagai pelaku usaha ekspor dan diaspora dalam satu gerakan bisnis lebih terukur.

"Cabang-cabang luar negeri BNI pun tak sekadar memberikan layanan, tetapi juga aktif menginformasikan berbagai kesempatan ekspansi pasar luar negeri," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Sarinah, Fetty Kwartati mengatakan Sarinah merupakan platform untuk memamerkan produk-produk lokal yang diproduksi oleh UMKM, khususnya para pengusaha perempuan. Acara Business Matching mengingatkan Sarinah untuk tetap menjadi badan usaha yang otentik dan tidak melupakan akar rumputnya.

"Kami sangat mendukung acara ini, sebab acara ini merupakan bentuk refleksi terkait pembentukkan karakter UMKM lokal yang mandiri dan tangguh dalam menghadapi banyak ketidakpastian dan ancaman," ucap Fetty.


Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5974714/optimalkan-xpora-bni-ajak-umkm-kopi-business-matching?_ga=2.25083260.754882923.1646803935-29033108.1642075443

NSLIC Fasilitasi UMKM Kopi Indonesia Rambah Pasar Internasional

 Proyek kolaborasi pemerintah RI-Kanada The National Support for Local Investment Climates/National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED), membuka akses bagi UMKM ke pasar internasional.



NSLIC/NSELRED didanai oleh Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC) bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

NSLIC mempertemukan UKM kopi Indonesia dengan pembeli dari Kanada, Jerman, dan Filipina di ruang digital.

Perwakilan Duta Besar Kanada untuk Indonesia Richard Le Bars menuturkan, melalui pelatihan intensif, pelaku UMKM kopi mampu memenuhi standar internasional.

"Lewat pembinaan dan fasilitasi yang diberikan oleh proyek NSLIC, kami melihat kualitas dan kuantitas produk mereka meningkat," kata Richard Le Bars.

Richard juga mengapresiasi mitra sektor swasta yaitu PT Sarinah (Persero) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) atas kerja sama dalam memfasilitasi ekspor para produsen lokal tersebut.

"Kami berharap kemitraan yang dimulai hari ini dapat bertahan lama dan bermanfaat bagi masyarakat lokal dan bisnis yang terlibat," ujar Richard

Salah satu program yang dijalankan dalam rangka pembinaan UMKM kopi adalah Temu Bisnis Internasional Ijen 2022. Event ini melibatkan 2.196 petani kopi yang tergabung dalam 11 kelompok usaha yang berbeda dari Jawa Timur (Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo), Bali dan Yogyakarta, dengan total luas lahan sebesar lebih dari 9.000 hektar.

Jenis-jenis kopi yang akan dipromosikan antara lain Arabika, Robusta, Ekselsa, dan Liberika dengan proses pengolahan yang berbeda-beda sesuai ciri khas masing-masing kelompok usaha.

"NSLIC dengan senang hati membantu mempromosikan hubungan bisnis internasional bagi produsen kopi kecil dan mikro Indonesia untuk membantu memperkuat kestabilan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan bagi perempuan dan laki-laki miskin. Kami yakin bahwa eksposur internasional dari acara Ijen ini akan menghasilkan banyak kemitraan bisnis jangka panjang yang baru dan bermanfaat bagi keuntungan produsen lokal kecil dan keluarga mereka," kata Direktur Proyek NSLIC/NSELRED Peter Walton.


Sumber : https://umkm.kompas.com/read/2022/03/08/123753283/nslic-fasilitasi-umkm-kopi-indonesia-rambah-pasar-internasional

Monday, March 7, 2022

Data UMKM Pengguna QRIS akan Diintegrasikan dengan Aplikasi Siapik

 Bank Indonesia berencana mengintegrasikan data Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari penggunaan sistem pembayaran QRIS dan aplikasi Siapik.



Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Juwono mengatakan integrqasi itu dilakukan agar transaksi dari QRIS yang juga tercatat dalam aplikasi Siapik dapat terintegrasi agar laporan keuangannya bisa dijadikan profil kredit UMKM yang bersangkutan.

Dengan demikian diharapkan UMKM lebih mudah mendapatkan kredit usaha atau pembiayaan dari perbankan. Saat ini penyaluran kredit perbankan kepada UMKM baru mencapai 20,6 persen per tahun dari seluruh kredit yang dihasilkan perbankan atau masih jauh dari target Presiden Jokowi di 2024 yang sebesar 30 persen per tahun.

"Kami harap pelaku UMKM tidak hanya difasilitasi oleh QRIS dan Siapik tapi juga terdapat pendampingan dari 46 kantor perwakilan kami agar Siapik digunakan dengan baik," kata Doni, Senin (7/3/2022).

Doni menuturkan, BI juga terus memperkuat dorongan pengembangan UMKM melalui kebijakan korporatisasi, di mana BI bekerja sama dengan offtaker baik dari kalangan dunia usaha maupun Kementerian dan Lembaga untuk menjadi pembeli produk UMKM.

Bank Indonesia akan terus meningkatkan kapasitas UMKM terutama yang berkaitan dengan keahlian digital antara lain melalui digitalisasi pembayaran.

"Kami mendorong sertifikasi UMKM, ekspor, maupun pengembangan UMKM syariah, serta turut mengurasi produk UMKM untuk kegiatan pemerintah," ucap Doni.


Sumber : https://umkm.kompas.com/read/2022/03/08/091400983/data-umkm-pengguna-qris-akan-diintegrasikan-dengan-aplikasi-siapik

Lulus Kurasi, 240 UMKM Lombok Tengah Bisa Tampil di MotoGP Mandalika

 Sebanyak 240 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dinyatakan lulus kurasi untuk tampil dalam kegiatan MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika Lombok.



"Hasil kurasi yang telah dilaksanakan itu sebanyak 240 pelaku UMKM lulus," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lombok Tengah, Ikhsan di Praya seperti dikutip dari Antara.

Sementara itu, dari ratusan produk hasil UMKM yang mengikuti kurasi tersebut, sebanyak 375 produk UMKM Lombok Tengah bisa dipasarkan dalam ajang balap motor kelas dunia tersebut.

"Artinya satu pelakunya UMKM memiliki produk lebih dari satu," kata Ikhsan.

Untuk mendorong pertumbuhan para pelaku UMKM, pemerintah daerah telah menyiapkan stand atau lokasi bagi para pelaku UMKM di ajang MotoGP tanggal 18-20 Maret itu secara gratis.

"Stand yang disiapkan itu sebanyak 70 unit. Satu stand bisa ditempati oleh dua sampai tiga pelakunya UMKM. Baik di area parkir maupun di dalam area Sirkuit Mandalika," tambah Ikhsan.

Dari ratusan produk UMKM yang telah lulus kurasi tersebut, produk yang dominan adalah di sektor kuliner.

Sektor kuliner paling banyak karena semua penonton yang datang tentunya lebih membutuhkan makanan dan minuman.

Jumlah produk UMKM pada ajang MotoGP ini lebuh banyak bila dibandingkan dengan ajang WSBK tahun lalu yang yakni 200 produk.

"80 persen produk UMKM yang lulus kurasi itu adalah kuliner," ujar Ikhsan.

Kabupaten Lombok Tengah telah menjadi pusat perhatian dengan keberadaan Sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan menjadi tempat penyelenggaraan MotoGP.

Pemerintah daerah sejak jauh hari sudah mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan agar masyarakat menjadi bagian aktif dalam membangun daerah ini. Salah satu hal yang paling konkret yang dilakukan yakni dengan melibatkan IKM dan UMKM untuk ambil bagian dalam perhelatan MotoGP mendatang.

"Kita sudah punya pengalaman pada perhelatan WSBK akhir tahun 2021 yang lalu. Kita ingin produk yang disediakan UMKM terjual dalam jumlah yang banyak," kata Ikhsan.


Sumber : https://umkm.kompas.com/read/2022/03/07/190000483/lulus-kurasi-240-umkm-lombok-tengah-bisa-tampil-di-motogp-mandalika.