Friday, April 19, 2024

Transformasi Digital: Mengoptimalkan Proses Keputusan dengan Teknologi Informasi

 

Transformasi digital telah mengubah cara perusahaan beroperasi dan membuat keputusan secara mendasar. Ini bukan hanya tentang memperkenalkan teknologi baru, tapi juga tentang perubahan total dalam budaya, struktur, dan strategi bisnis. Teknologi Informasi (TI) memungkinkan pengolahan dan analisis data besar secara cepat, mengarah pada pengambilan keputusan yang lebih tepat dan responsif. Misalnya, penggunaan Big Data dan AI tidak hanya mempercepat proses keputusan tetapi juga meningkatkan kualitasnya dengan memberikan prediksi yang akurat dan wawasan yang mendalam.

Namun, integrasi teknologi ini tidak bebas dari tantangan. Resistensi dari karyawan, keamanan data yang ketat, dan integrasi sistem yang kompleks adalah beberapa hambatan yang sering dihadapi. Untuk mengatasi ini, penting bagi para eksekutif untuk membangun budaya inovasi, mengadopsi praktik keamanan data yang ketat, dan memastikan infrastruktur TI mereka cukup fleksibel dan skalabel untuk menyesuaikan dengan perubahan kebutuhan bisnis. Melalui adaptasi dan inovasi yang berkelanjutan, perusahaan dapat mengamankan posisi mereka di pasar yang sangat kompetitif ini.


Studi kasus tentang perusahaan e-commerce yang berhasil mengintegrasikan TI dalam pengambilan keputusannya menunjukkan bagaimana teknologi dapat mengoptimalkan operasi dan meningkatkan pengalaman pelanggan. Misalnya, analitik data memungkinkan perusahaan tersebut untuk mengidentifikasi tren belanja dan menyesuaikan tawaran secara real-time, sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan dan efisiensi operasional. Ini menunjukkan bahwa ketika diterapkan dengan benar, teknologi dapat menjadi game changer dalam pengambilan keputusan bisnis.


Eksekutif harus menangkap peluang ini dengan proaktif dalam mengadopsi TI yang tidak hanya mendukung kebutuhan saat ini tetapi juga siap untuk masa depan. Dengan memperkuat keamanan, memperkuat keterampilan karyawan, dan memastikan bahwa sistem TI mendukung pertumbuhan, mereka dapat memanfaatkan sepenuhnya potensi dari transformasi digital. Ini adalah perjalanan yang kompleks dan menantang, namun dengan persiapan yang tepat, perusahaan dapat memanfaatkan teknologi untuk meraih kesuksesan jangka panjang di era digital ini. 

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/transformasi-digital-mengoptimalkan.html

Bertemu Tony Blair, Presiden Jokowi Bahas Investasi Energi dan Percepatan Transformasi Digital

 

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (18/04/2024). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas, membahas serangkaian inisiatif strategis untuk memajukan sektor energi terbarukan dan transformasi digital di Indonesia.

Dalam keterangannya selepas pertemuan, Menteri Investasi menyebut bahwa pertemuan bersama Tony Blair menghasilkan beberapa kesepakatan penting, termasuk rencana pembangunan fasilitas solar panel di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang akan dikerjakan bersama dengan Persatuan Emirat Arab.

“Kami sedang menyusun detail rencana pembangunan ini,” ujar Menteri Investasi, menambahkan bahwa inisiatif ini akan difasilitasi oleh Tony Blair dan merupakan bagian dari kerja sama lebih luas di bidang energi baru terbarukan dan logistik.

Selain itu, pembahasan juga mencakup rencana pemanfaatan carbon storage di Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan negara baru. “Kami berbicara tentang bagaimana carbon storage yang sudah kita putuskan kemarin bahwa 70 (persen) dalam negeri, 30 (persen) luar negeri,” ucap Bahlil.

Di sisi transformasi digital, Menteri PANRB Abdullah Azwar Annas mengungkapkan bahwa Indonesia tengah berupaya keras untuk mempercepat transformasi digital di sektor birokrasi. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Tony Blair Institute serta melakukan studi ke negara-negara yang telah maju dalam transformasi digital seperti Inggris dan Estonia.

“Begitu kami diminta Bapak Presiden untuk mengoordinasi transformasi digital, Tony Blair ke kantor Kemenpan RB, beliau meyakinkan bahwa tidak ada cara yang lebih cepat untuk melipatgandakan pencapaian negara dan birokrasi yang efisien kecuali program digitalisasi,” jelasnya.

MenPAN RB juga mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi telah memberikan arahan khusus untuk mengintegrasikan layanan digital melalui portal nasional. Hal tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintah.

“Sekarang ini begitu banyak aplikasi, ada 27 ribu aplikasi dan setiap inovasi selama ini membuat aplikasi. Jadi yang terjadi bukan memudahkan rakyat untuk mendapatkan layanan tapi mempersulit rakyat,” ujar Menteri PANRB. (BPMI SETPRES/AIT)


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/bertemu-tony-blair-presiden-jokowi.html

Nevi Serukan Pengembangan dan Penguatan UMKM

 

PADEK.JAWAPOS.COM—Dalam pertemuan terbatas Komisi VI DPR dalam mendiskusikan pentingnya pengembangan dan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, Anggota DPR RI komisi VI Nevi Zuairina penghargaan yang sebesar-besarnya kepada pelaku UMKM yang selama ini  dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.

Menurut Nevi Zuarina, UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Mereka bukan hanya memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga menjadi penggerak utama dalam penciptaan lapangan kerja di negara ini. Oleh karena itu, pembangunan dan penguatan UMKM menjadi sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dalam pernyataannya, Politisi PKS ini menekankan bahwa meskipun UMKM telah terbukti tahan terhadap berbagai krisis ekonomi, namun tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Indonesia masih sangat nyata.

“Kami melihat bahwa akses keuangan, pemasaran, infrastruktur, regulasi, dan keterbatasan ketrampilan dan pengetahuan masih menjadi hambatan besar bagi UMKM untuk berkembang,” tambahnya.

Anggota Badan Anggaran DPR ini juga menyambut baik langkah-langkah konkret yang telah diambil oleh pemerintah dalam mendukung UMKM, seperti alokasi 40% produk/jasa UMKM dalam pengadaan barang/jasa pemerintah dan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Namun, beliau juga menegaskan bahwa masih diperlukan upaya yang lebih besar untuk memperkuat sektor UMKM.

“Kami mendukung pembangunan infrastruktur yang memadai untuk mendukung UMKM, program pembiayaan seperti KUR dan pembiayaan Ultra Mikro, serta digitalisasi UMKM sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas,” ungkapnya.

Nevi Zuarina juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antara berbagai pihak terkait dalam mendukung pengembangan UMKM. “Kami percaya bahwa dengan kerjasama yang solid antara sektor publik, swasta, akademi, dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan,” tuturnya.

Ia menilai semua pihak terutama pemerintah untuk terus mendukung pengembangan dan penguatan UMKM sebagai salah satu kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Semoga pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM di Indonesia semakin besar baik skala maupun jumlahnya. Pemerintah mesti menjadi inspirator semua pelaku UMKM di negara ini sehingga terus berkembang dan menjadi besar yang pada akhirnya menjadi tiang penyangga utama perekonomian Nasional,” tutup Nevi Zuairina. (cr1)


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/nevi-serukan-pengembangan-dan-penguatan.html

Revitalisasi Ekonomi Lokal: BRI Mengubah Paradigma UMKM melalui BRILink

 


TRIBUNJAMBI.COM -Bank Rakyat Indonesia (BRI)  memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui BRILink.


BRILink berada di garis depan gelombang digitalisasi menawarkan jalan bagi UMKM.


UMKM kini memiliki kesempatan untuk menjadi agen BRILink, menyediakan layanan perbankan mikro kepada komunitas sekitarnya.


Dengan bergabung dengan BRILink, UMKM tidak hanya meningkatkan pendapatan mereka tetapi juga memperluas jaringan bisnis mereka secara signifikan.


Salah satu kisah sukses adalah milik Siti Jiati, seorang pengusaha yang memanfaatkan layanan BRILink.


Beroperasi di Muara Tembesi, Siti Jiati telah menjadi satu di antara UMKM yang memanfaatkan  transaksi non tunai melalui BRILink.


"Dampaknya sangat besar—itu menyederhanakan transaksi bagi komunitas," katanya.

Inisiatif digitalisasi ini membuktikan menjadi perubahan besar bagi mereka yang mencari transaksi non tunai.


Sambil menjalankan bisnis suku cadang untuk kendaraan bermotor seiring dengan usaha BRILink-nya, Siti Jiati menekankan betapa inisiatif ini telah sangat membantu, bahkan sebagai usaha sampingan.


Pemimpin Cabang BRI Muara Bulian, Azdy Fransedo mengatakan pihaknya berupaya mendorong digitalisasi dengan berbagai program dengan tujuan peningkatan literasi digital di Kabupaten Batanghari.


Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dan juga mendorong peningkatan literasi digital bagi para pelaku usaha dan masyarakat.


BRI juga mendorong program-program literasi digital sebelumnya yang mana hal ini menjadi inisiatif BRI guna mendorong percepatan transaksi berbasis cashless dan inklusi keuangan.

 

Masyarakat bisa memanfaatkan acceptance BRI baik berupa BRIMO dan QRIS.



Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/revitalisasi-ekonomi-lokal-bri-mengubah.html


Thursday, April 18, 2024

Dukung Transformasi Digital UMKM, Diskominfo DIY Gelar Pelatihan E-Business

 

BANTUL—Sebanyak 30 orang perwakilan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, mengikuti pelatihan E-Business dengan tema Pelatihan Digital Marketing bagi Pelaku UMKM menuju Bisnis Online di Kantor Kalurahan Gadingsari, Sanden, Bantul, Kamis (18/4/2024).

Pelatihan yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY dengan menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) tersebut dimaksudkan agar usaha para pelaku UMKM naik kelas menghadapi digitalisasi teknologi informasi di masa kini.

Pranata Humas Muda Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Wiwik Lestariningrum mengungkapkan pelatihan teknis bagi pelaku UMKM sangat penting sebab 99% pelaku bisnis di DIY adalah UMKM. “Harapannya dengan ponsel, bapak-ibu peserta pelatihan ini bisa nambah omzetnya secara nyata. Dan nanti pasti berkelanjutan," ujar Wiwik saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Selain itu, dengan adanya pelatihan E-Business ini, kata Wiwik, Diskominfo DIY berkomitmen terus mendukung pengembangan UMKM DIY agar dapat bertransformasi ke arah yang lebih digital dan berdaya saing. “Nantinya peserta pelatihan diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan dalam pelatihan ini guna memperluas jangkauan pemasaran mereka,“ katanya.

Adapun, metode pelatihan yang diterapkan, kata Wiwik, adalah dengan menggabungkan antara penyampaian materi dengan diskusi peserta dan narasumber.

Untuk materi yang diberikan, tidak hanya soal pemberdayaan masyarakat untuk kesejahteraan, akan tetapi cara pembuatan reels di Instagram dan TikTok untuk keperluan branding serta praktik memunculkan produk di halaman utama pada Instagram dan juga Youtube dengan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya.

“Termasuk pembuatan WhatsApp BisnisFacebook Bisnis juga. Jadi kami padukan antara pemberdayaan dan praktik,” imbuh pendiri Alterasi Indonesia yang juga sekaligus peneliti di UNU Jogja, Sunaji Zamroni yang menjadi salah satu narasumber kegiatan.

Sunaji mengungkapkan, ada banyak faktor yang  mempengaruhi keberdayaan dalam suatu kelompok masyarakat. Tidak hanya kesehatan, ada sosial budaya, pendidikan dan penguasaan akses sumber kemajuan ekonomi. “Semuanya itu berpengaruh atas keberhasilan masyarakat untuk berkembang dan maju atau malah semakin tertinggal ke depannya,” katanya.

Sunaji berharap agar pelaku UMKM bisa mengadopsi berbagai macam bentuk pemberdayaan di wilayahnya masing-masing di antaranya berupa pengorganisasian masyarakat, penguatan kelembagaan, penguatan SDM dan pengembangan usaha ekonomi, kapasitas sosial, budaya dan politik di kelompok masyarakat itu sendiri.

“Selain itu, para UMKM juga diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan dalam pelatihan ini untuk perluasan jangkauan pemasaran,” harap Sunaji.

Sementara itu, Nova Ardiyanto, Konten Kreatif Infotekno lebih menekankan pemanfaatan pengguna media sosial di Indonesia, terutama di Instagram.

Dia mengatakan jumlah pengguna aplikasi berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna mengambil foto, mengambil video, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial saat ini cukup besar. “Dan, diharapkan Instagram ini mampu membantu bisnis UMKM,” ujarnya.

Adapun, anggota DPRD DIY, Boedi Dewantara mengatakan jika pelatihan ini adalah bentuk fasilitasi dan upaya dari Pemda DIY untuk pelaku UMKM. Apalagi, pelatihan yang digelar mendorong UMKM naik kelas dengan mengoptimalkan teknologi digital. “Kami harapkan pelatihan ini bisa memberikan motivasi, membantu UMKM untuk terus berkembang. Apalagi saat ini, mereka dihadapkan pada perkembangan teknologi, sehingga harus bertransformasi ke arah digital dan berdaya saing lebih,” ucapnya.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/dukung-transformasi-digital-umkm.html

LinkedIn's Top 15 Companies in Indonesia: Bank Mandiri and Telkom Take the Lead

 

Jakarta. LinkedIn, a professional networking platform, unveiled its list of the top 15 companies renowned for fostering career development in Indonesia for the year 2024. Leading the pack is state-owned Bank Mandiri, recognized as the best workplace for career advancement in the country.

Following closely is Telkom Indonesia, another state-owned entity in the telecommunications sector, securing the second spot. This is trailed by Bank Tabungan Negara, eFishery, and Bank Rakyat Indonesia.

Additionally, renowned companies such as Reckitt, Procter & Gamble, Djarum, Philip Morris International, The Coca-Cola Company, Infineon Technologies, ExxonMobil, Nestlé, Alphabet Inc, and Kino Indonesia have also earned places in the prestigious LinkedIn Top Companies 2024 list.

Agus Dwi Handaya, Director of Compliance and HR at Bank Mandiri said in a statement that the bank has implemented a range of training programs through corporate universities and structured programs such as onboarding programs, career acceleration, career mentoring, career assignments, talent mobility, technical & leadership development, and international exposure through scholarships for formal postgraduate education (Master's degree) to 15 of the world's best universities. Notably, the bank has achieved commendable gender equality with 52 percent of its workforce being women, including 36 percent in leadership roles.

Meanwhile, Afriwandi, Director of Human Capital Management at Telkom, expressed gratitude for the recognition, attributing it to the collective efforts of Telkom Indonesia employees. The consecutive inclusion of Telkom in the Top Companies list reflects the company's commitment to transformation and excellence, fueled by the dedication and diligence of its workforce.

LinkedIn's evaluation methodology incorporates various factors, including advancement opportunities, skill development, company stability, external prospects, company culture, gender diversity, educational background diversity, and employee headcount.

To be considered, companies must have a minimum of 500 employees in Indonesia as of December 31, 2023, with layoffs not exceeding 10 percent during the assessment period from January 1, 2023, to December 31, 2023.

Here are LinkedIn's Top 15 Companies in 2024:

  1. Bank Mandiri
  2. Telkom Indonesia
  3. Bank Tabungan Negara
  4. eFishery
  5. Bank Rakyat Indonesia
  6. Reckitt
  7. Procter & Gamble
  8. Djarum
  9. Philip Morris International
  10. The Coca-Cola Company
  11. Infineon Technologies
  12. ExxonMobil
  13. Nestlé
  14. Alphabet Inc
  15. Kino Indonesia

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/linkedins-top-15-companies-in-indonesia.html

Bahlil Sebut Uni Emirat Arab Berencana Investasi di IKN, Bangun Panel Surya


 JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut Uni Emirat Arab (UEA) berencana membangun panel surya di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal tersebut diungkap Bahlil Lahadalia usai mendampingi Presiden Joko Widodo bertemu dengan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (18/4/2024).

“Khususnya untuk di IKN, akan ada rencana pembangunan dengan Uni Emirat Arab, untuk surya panel di sana, detailnya kami lagi menyusun,” kata Bahlil.

Bahlil menjelaskan rencana pembangunan panel surya di IKN merupakan kerja sama business to business (B2B) yang difasilitasi oleh Tony Blair Institute of Global Change.

“Ini B2B, dia akan masuk dari Uni Emirat Arab ya, detailnya nanti akan kami sampaikan, tapi difasilitasi oleh Tony Blair Institute,” ucap Bahlil.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil kemudian ditanya berapa nilai investasi panel surya yang akan diberikan oleh Uni Emirat Arab di IKN.

“Kita belum bisa bicara nilai, kapasitasnya kurang lebih sekitar 1,2 (GigaWatt),” ucap Bahlil.

“Ini proposal baru masuk, jangan aku ditagih lagi nanti soalnya, ini sudah mau dekat bulan Oktober soalnya, jangan kita ditagih-tagih.”

Bahlil berharap semua investasi yang rencananya dilakukan Uni Emirat Arab (UEA) di IKN benar-benar bisa realisasi.

“Ini kan baru menyampaikan minat, mudah-mudahan, doakan ya (penandatanganan kontrak tahun ini -red) bisa tahun ini ya, Insya Allah, Insya Allah ya, kita sekarang lebih banyak Insyaallah,” ujar Bahlil.

Oleh karena itu, Bahlil mengatakan akan segera merumuskan formulasinya agar investasi panel surya dari Uni Emirat Arab dapat terealisasi. Satu di antaranya membangun bekerja sama antara otorita IKN dengan Satgas Investasi.

“Ini kita akan dikerjakan oleh Satgas bareng-barang dengan otorita, dengan Satgas Investasi, pasti akan berkolaborasi dengan PLN, karena undang-undang kan kita yaitu PLN, makanya kita lagi merumuskan formulasinya,” ujar Bahlil.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/jakarta-kompas.html