Tuesday, June 15, 2021

Menguak 3 Jurus Utama Menteri Teten Dongkrak Ekspor UMKM


 JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki membeberkan 3 strategi utama yang akan dan sedang dilakukan untuk meningkatkan ekspor UMKM . Pertama, penguatan database, pemetaan potensi produk maupun pasar melalui Basis Data Tunggal UMKM.


Lalu preferensi pasar di negara tujuan, jaringan distribusi dan gudang di luar negeri. Ditambah serta affirmative-action penurunan tarif di negara tujuan dan memperluas kerja sama dagang luar negeri.

"Butuh peran aktif Kemenlu, KBI/KJRI, Atase Perdagangan dan ITPC, BKPM, serta beberapa inkubasi ekspor swasta yang sudah kuat," kata Teten.

Kedua, peningkatan kualitas SDM dan produk melalui program pendidikan dan pelatihan, sekolah ekspor (target 500 ribu eksportir), standardisasi dan sertifikasi, dan factory sharing.

“Kami telah membuka pendaftaran bagi UKM yang memenuhi syarat untuk sertifikasi ISO, HACCP, SNI, Organik, FSSC/BRC, dan SVLK,” ujar Teten.

Selain itu, bersama Bappenas, tahun ini KemenKopUKM akan melakukan pilot project factory sharing di lima provinsi, dengan rencana awal FS untuk komoditas rotan (Jateng), FS untuk komoditas kelapa (Sulut), FS untuk komoditas sapi (NTT), FS untuk komoditas nilam (Aceh), dan FS untuk komoditas biofarmaka (Kaltim).

Ketiga, kemudahan pembiayaan. Skema pembiayaan UKM untuk ekspor terus dipermudah di antaranya melalui kerja sama dengan beberapa sumber pembiayaan ekspor seperti LPEI/KURBE, LPDB-KUMKM, perbankan/himbara, dan skema alternatif lainnya: crowd funding, modal ventura, dan CSR.

"Skema KUR sebagaimana arahan Presiden terbaru dapat dimanfaatkan: plafon KUR dari sebelumnya maksimum Rp500 juta naik menjadi Rp20 miliar. Dan, KUR tanpa agunan naik dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta," tambahnya.

Ia menjelaskan, komoditas ekspor terbesar dari Indonesia ke Mesir berdasarkan data International Trade Center 2021 adalah minyak sawit nilai aktual 609 juta USD dengan potensi 876,8 juta USD, kopi (green beans) nilai aktual 54,7 juta USD, kayu lapis/laminasi nilai aktual 6,4 juta USD dengan potensi 32,9 juta USD.

Lalu kelapa kering nilai aktual 5,4 juta USD dengan potensi 28,2 juta USD, minyak cokat nilai aktual 5,4 juta USD dengan potensi 13,8 juta USD, dan tuna kering/diawetkan nilai aktual 3,3 juta USD dengan potensi 23,2 juta USD.

"Dengan data di atas, masih besar peluang dan potensi yang bisa kita maksimalkan untuk masuk pasar Mesir," tegas Teten.

Teten menjelaskan, salah satu cara Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mampu bertahan di masa pendemi adalah dengan digitalisasi. Menurutnya, selama pandemi, terdapat 38% pengguna internet baru dengan rata-rata waktu online per harinya 4,3-4,7 jam/orang (Riset Google, Temasek, Bain, 2020).

Bahkan, World Bank menyebutkan, 80% UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik. Ia menegaskan, KemenkopUKM akan terus mendorong UMKM Go-Digital dengan 2 pendekatan, yaitu, pertama melalui peningkatan literasi digital, kapasitas dan kualitas usaha.

“Digitalisasi tidak hanya dalam memperluas pasar namun juga di dalam proses bisnisnya, melalui penguatan database (basis data tunggal), peningkatan kualitas SDM, dan pengembangan Kawasan/klaster Terpadu UMKM (factory sharing)," ujarnya.

Kedua, kata Teten, perluasan pasar digital melalui Kampanye BBI, On-boarding platform pengadaan barang & jasa (LKPP, PaDI), Live Shopping, dan Sistem Informasi Ekspor UMKM.

“Untuk onboarding UMKM, telah bertambah 5 juta UMKM atau total 13,7 juta UMKM sudah terhubung dengan ekosistem digital (21% total populasi UMKM)," tambahnya.

Sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/456904/34/menguak-3-jurus-utama-menteri-teten-dongkrak-ekspor-umkm-1623784003

2 Kunci UMKM di Yogyakarta Bisa Naik Kelas


 YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didorong untuk naik kelas.


Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop dan UKM) DIY pun menggandeng perguruan tinggi untuk menggelar inkubasi bisnis.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi, pelatihan inkubator bisnis menjadi komitmen bersama untuk mencetak wirausaha atau pelaku usaha yang unggul, mampu bersaing, dan maju.

"Kunci UMKM naik kelas adalah kolaborasi dan adaptasi, terlebih di tengah pandemi Covid-19," ujarnya, Selasa (15/6/2021).

Ia menilai UMKM di DIY sangat kreatif dan inovatif dengan daya juang dan daya saing yang kuat.

Namun, persaingan bukan lagi prioritas. Sebab, saat ini yang terpenting bersatu dan berkolaborasi menggandeng para akademisi.

Melalui inkubator bisnis, sebanyak 20 pelaku usaha yang tersaring akan mendapatkan fasilitas lanjut dari peguruan tinggi yang digandeng Pemda DIY.

Kenaikan kelas UMKM diharapkan dapat membuat pelaku UMKM tidak bermain dalam skala kecil lagi.

"Program ini untuk menciptakan kolaborasi dan adaptasi sehingga para UMKM di Yogyakarta dan empat kabupaten lainnya ini mudah mengakses investor atau aggregator besar," ucapnya.

Adapun pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan pertama 2021 menujukkan hal positif dengan andil terbesar pada bidang teknologi informasi. Oleh karena itu UMKM di Yogyakarta dan empat kabupaten lainnya diminta untuk ikut bertransformasi.

Sumber : https://www.kompas.tv/article/183834/2-kunci-umkm-di-yogyakarta-bisa-naik-kelas?page=2

Pemko Medan Ajak BRI Pasarkan Produk UMKM


 MEDAN - Pemerintah Kota Medan mengajak Bank Rakyat Indonesia (BRI) memasarkan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).


"Kami (Pemko Medan) selalu membuka kesempatan bagi perbankan untuk berkolaborasi dan menjalin kerjasama. Tentunya ini dilakukan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," jelas Wali Kota Bobby Nasution ketika menerima audiensi Pimpinan Wilayah PT BRI, Ariesta Krisnawan di Kantor Wali Kota Medan, Selasa (15/6/2021)

Bobby Nasution menambahkan Pemko Medan memiliki program prioritas diantaranya adalah di bidang UMKM, dimana fokus saat ini adalah mengembangkan pasar bagi produk UMKM, karena komitmen agar UMKM naik kelas.

Menurut Bobby, hal tersebut menjadi peluang yang dapat dikerjasamakan dengan BRI khususnya dalam bidang digitalisasi agar Pelaku UMKM dapat berkembang dan meningkat.

"Selain permodalan, Pelaku UMKM juga membutuhkan pasar untuk memasarkan produk usahanya. Saat ini Pemko Medan telah memiliki pasar digital yakni Pasarmedan.com yang memasarkan produk-produk UMKM kota Medan. Jika BRI ingin berkerjasama tentu ini sangat membantu Pemko Medan terutama pelaku UMKM," ucap Bobby.

Bobby menjelaskan Pemko Medan terus mendorong stakeholder untuk berkolaborasi guna meningkatkan perekonomian dan pembangunan daerah.

Sebab diakui Bobby Nasution dalam menjalankan Pemerintahan tidak dapat berjalan sendiri, diperlukan dukungan dan kerjasama dari semua pihak. Dengan begitu seluruh program dapat tercapai dan terealisasi.

Sementara itu Pimpinan Wilayah PT BRI Ariesta Krisnawan yang menyebutkan kehadirannya selain bersilaturahmi ingin berkeinginan menawarkan kerjasama dengan Pemko Medan khususnya di bidang pelayanan perbankan.

"Apalagi diera digitalisasi seperti saat ini banyak peluang yang dapat dikembangkan dan dikerjasamakan," ujarnya.

Ariesta Krisnawan menambahkan, pihaknya siap berkolaborasi maupun menjalin kerjasama dengan Pemko Medan terkait dengan pemasaran produk UMKM. Sebab BRI juga telah memiliki pasar digital yakni pasar.id, ini merupakan terobosan BRI dalam digitalisasi perdagangan.

"Kami (BRI) siap berkerjasama dengan Pemko Medan, nantinya produk UMKM dapat dimasukan di Pasar.id," tutupnya.

Sumber : https://www.gosumut.com/berita/baca/2021/06/15/pemko-medan-ajak-bri-pasarkan-produk-umkm

Pelindo III dan Pemkot Surabaya Perkuat UMKM di Tengah Pandemi


 Jatim Newsroom- PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersinergi untuk pemperkuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19.


Direktur SDM Pelindo III Edi Priyanto saat Bincang Kompas secara daring bersama Walikota Surabaya, Eri Cahyadi dan juga Dosen FEB Unesa, Rosa Prafitri Juniarti dengan tema Penguatan Ekonomi Kota Surabaya Dengan Mengokohkan UMKM yang diselenggarakan dalam rangka peringatan HUT Kota Surabaya ke 728, Selasa (15/6/2021).

Edi menyampaikan, sebagai Badan Usaha Milik Negara, Pelindo III memiliki dua program unggulan dalam mendukung UMKM, diantaranya adalah program pendanaan UMKM melalui pembiayaan dan pembinaan usaha mikro dan kecil serta program TJSL yang merupakan program berkelanjutan melalui 4 pilar yaitu sosial, lingkungan ekonomi dan hukum dan tata kelola. Hal ini menurut Edi sudah menjadi bagian dari kewajiban Pelindo III sebagai BUMN memberi manfaat bagi masyarakat khususnya UMKM.

“Pelindo III merupakan bagian dari negara yang wajib turut membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat, salah satunya yang kami lakukan adalah upaya bantuan pada UMKM melalui program pembiayaan dan TJSL kepada para UMKM di wilayah kerja kami khususnya Surabaya”. Ujar Edi Priyanto.

Hingga saat ini Pelindo III i telah membantu 159 UMKM dengan bentuk pembiayaan mencapai total Rp18,4 miliar dana pinjaman modal hingga stimulus pinjaman sebesar Rp662 juta kepada 11 UMKM di Surabaya. Pelindo III berharap upaya tersebut bisa membantu masyarakat keluar dari kondisi krisis dampak dari pandemi Covid-19 yang masih berjalan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menambahkan, meskipun jajaranya telah melakukan berbagai hal untuk memajukan UMKM mulai dari kemudahan proses perijinan hingga mewajibkan jajarannya untuk menggunakan produk UMKM, namun tetap tidak bisa dilakukan sendiri, perlu dukungan berbagai pihak, salah satunya seperti yang dilakukan Pelindo III. Eri yakin yang dilakukan pihaknya dan Pelindo III pada UMKM Surabaya menjadi penguat pondasi ekonomi kota melalui UMKM.

“Kami telah melakukan berbagai upaya dalam mengokohkan UMKM kami namun tentu ini tidak bisa kami lakukan sendiri, dukungan dari berbagai pihak akan sangat bermanfaat bagi kemajuan UMKM. Karena kami sadar UMKM menjadi pondasi ekonomi dalam kondisi krisis seperti saat ini,”tuturnya Eri Cahyadi.

Sumber : http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/pelindo-iii-dan-pemkot-surabaya-perkuat-umkm-di-tengah-pandemi

Optimalkan Laju Bisnis, UMKM Perlu Memahami Berbagai Potensi Risiko


 Jakarta: Sebagai salah satu pilar utama dalam perkembangan perekonomian negara, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mampu membuktikan ketahanannya ketika terjadi krisis ekonomi. Namun, UMKM masih dihadapkan pada banyak tantangan yang membuat UMKM belum tumbuh maksimal terutama di tengah pandemi covid-19.


Head of Underwriting & Product Development Allianz Utama Indonesia Dony Sinanda Putra mengatakan pelaku UMKM tidak hanya harus mengetahui tips berbisnis di tengah pandemi. Namun, sangat penting juga untuk para pelaku UMKM memahami berbagai potensi risiko yang dapat terjadi.

"Maka dibutuhkan perlindungan komprehensif atas kerugian akibat musibah atau bencana alam yang dapat menimpa tempat usaha," kata Dony, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 16 Juni 2021.

Founder dan CEO Baba Rafi Enterprise Hendy Setiono menjelaskan pandemi yang membatasi aktivitas masyarakat memaksa para pengusaha untuk semakin menerapkan digitalisasi. "Di era pandemi, tidak cukup go digital. Pelaku bisnis sepatutnya benar-benar menjadi bagian dari digital itu sendiri, atau be digital," jelas Hendy.

Di sisi lain, para UMKM masih dihadapkan beberapa tantangan, di antaranya yakni dalam hal edukasi, yakni penjual harus memahami fitur-fitur daring baru untuk bisa menggunakannya secara tepat. Kedua, dari sisi operasional, yaitu fasilitas yang sesuai untuk produksi dan penyimpanan barang dalam ukuran yang lebih besar agar dapat menjaga kualitas produk.

Ketiga adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Hendy menyatakan pelaku bisnis lebih baik merancang strategi penjualan secara virtual, sehingga tidak bergantung pada gerai offline untuk menjual produk pada pelanggan. Dengan langkah ini, pelaku bisnis dapat tetap berhasil di tengah pandemi ataupun periode new normal.

Apabila kalangan pelaku usaha sudah dengan matang mempersiapkan strategi bisnis beserta perlindungan yang sesuai untuk usahanya maka pertumbuhan pengusaha nasional dan UMKM dapat semakin terealisasi. Untuk itu, perlu perencanaan strategis bagi pertumbuhan pengusaha nasional dan UMKM serta pengembangan kompetensinya.

Kadin melaporkan hal itu bisa tercapai dengan mendirikan innovation hub untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan melakukan program mentoring kepada UMKM dan pengusaha muda. Dapat didorong juga peningkatan kualitas dan kapasitas pengusaha negara melalui program vocational training.

Dalam mendukung ketahanan UMKM, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid mengungkapkan, pengembangan kewirausahaan dan kompetensi sangat diperlukan.

Sumber : https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/3NO94d0k-optimalkan-laju-bisnis-umkm-perlu-memahami-berbagai-potensi-risiko

Motivasi UKM Lewat Kejar Mimpi Berani Bisnis Fest: “The Rise of Womenpreneur”


 AKURAT.CO Kejar Mimpi, sebagai sebuah wadah untuk pelaku bisnis UKM Indonesia yang diinisiasi oleh CIMB Niaga. Kejar Mimpi Berani Bisnis Fest kembali hadir untuk memberikan motivasi dan inspirasi kepada para pelaku bisnis UKM di Indonesia.


Adapun Kejar Mimpi Berani Bisnis Fest merupakan sebuah program pemberdayaan dan edukasi yang diselenggarakan oleh Kejar Mimpi Berani Bisnis yang merupakan bagian dari gerakan sosial.

Melalui Berani Bisnis Fest, pihaknya hadir sebagai partner dalam memajukan UKM Indonesia dan memberikan solusi nyata melalui program edukasi yang melibatkan pembicara-pembicara inspiratif dan berpengalaman.

Mengusung tema “The Rise of Womenpreneur”, Kejar Mimpi Berani Bisnis Fest akan membahas secara rinci mengenai strategi dan perkembangan pemberdayaan perempuan dalam dunia bisnis di Indonesia yang mampu memberikan kontribusi dalam aspek penyerapan tenaga kerja, sosial ekonomi, maupun dinamika sektor UKM. Jadilah bagian dari Kejar Mimpi Berani Bisnis Fest: “The Rise of Womenpreneur”: Perempuan dan multi peran. Yes we can! Womenpreneur: Empati, Potensi, Kolaborasi Empowerment: Dari perempuan untuk semua! Mompreneur: Keluarga & aktualisasi diri Couplepreneur: Bangun mimpi & emansipasi Kejar Mimpi Berani Bisnis Fest kali ini akan dilaksanakan secara online pada tanggal 17, 18, dan 19 Juni 2021 dengan menghadirkan narasumber yang inspiratif dan berpengalaman.

Narasumber yang akan hadir antara lain Susi Pudjiastuti (Entrepreneur & Independent Activist), Lani Darmawan (Consumer Banking Director, CIMB Niaga), Mesty Ariotedjo (Founder WeCare.id), Destriana Chantika (Founder House of Perempuan), Analisa Widyaningrum (CEO Analisa Personality Development Center (APDC) Indonesia), Dayu Dara (CEO of Pinhome), Mandy Purwa Hartono (CMO Purwadhika Digital Technology School), Cynthia Chaerunnisa (Co-Founder & CMO Kopi Kenangan), Kathya Roesli (Co-Founder Ecaps Jakarta), Elisa Ratnawardani (Head of Sharia Business Banking, CIMB Niaga), Yukka Harlanda (Founder Brodo) & Radinka Qiera (COO Sekolah.mu), Catherine Halim (Co-Founder KISAKU) dan dipandu oleh Anggis Dinda. Sobat Bisnis dapat langsung mendaftarkan diri atau mendapatkan informasi lebih lanjut melalui website https://kejarmimpi.id/beranibisnisfest/.

Event webinar ini tidak dipungut biaya dan wajib banget diikuti oleh pelaku usaha yang sedang merintis bisnis atau baru memulai bisnis. Akan banyak paparan dan insight menarik dari para womenpreneur inspiratif yang sudah sukses membangun bisnis.

Jangan lewatkan juga kesempatan untuk dimentori langsung oleh pembicara Kejar Mimpi Berani Bisnis Fest khusus untuk Sobis yang mempunyai bisnis. Daftar sekarang dan bersama-sama kita dukung pemberdayaan perempuan Indonesia! Untuk informasi lebih lanjut mengenai event langsung follow dan check Instagram @kejarmimpi.beranibisnis.

Selain itu, di Instagram Kejar Mimpi Berani Bisnis juga memberikan konten-konten edukasi, inspiratif, dan menarik untuk Sobat Bisnis yang bertujuan untuk membantu mengembangkan bisnis UKM Indonesia.

Sumber : https://akurat.co/motivasi-ukm-lewat-kejar-mimpi-berani-bisnis-fest-the-rise-of-womenpreneur

Dorong UMKM Naik Kelas, Dinas Koperasi dan UKM DIY Gelar Inkubator Bisnis


TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) DIY menggelar Inkubasi Bisnis dengan menggandeng perguruan tinggi untuk mendorong UMKM naik kelas.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi menyampaikan, selain Bimbingan Teknis (Bimtek), pelatihan maupun pembinaan bagi UMKM DIY yang terdata dalam SiBakul Jogja, pihaknya juga tengah menggelar inkubasi bisnis.

Pelaksanaan pelatihan inkubator bisnis ini merupakan wujud komitmen bersama untuk menyiapkan wirausaha atau pelaku usaha agar mampu bersaing, maju dan unggul serta mempunyai daya juang sangat tinggi dengan berkolaborasi dan beradaptasi.

Sementara pesertanya dibagi menjadi dua angkatan yang terdiri dari 100 peserta yang telah diseleksi sebelumnya pada tahun ini.

Menurutnya, kunci UMKM untuk naik kelas adalah kolaborasi dan adaptasi.

Terkhusus adaptasi ini sangat penting bagi pelaku usaha untuk bertahan di tengah kondisi pandemi COVID-19.

"Kalau saya lihat UMKM di DIY sangat kreatif dan inovatif dengan daya juang dan daya saing yang kuat. Asal jangan bersaing sesama pelaku usaha, kalau bisa justru bersatu dan berkolaborasi menggandeng para akademisi," ujarnya Selasa (15/6/2021).

Melalui Inkubator Bisnis ini, akan tersaring 20 pelaku usaha yang akan mendapatkan fasilitas lanjut dari perguruaan tinggi yang telah mengadakan perjanjian kerjasama dengan Pemda DIY.

"Pelatihan inkubator bisnis ini juga diharapkan bisa menjadi ajang tukar menukar pengalaman, memperoleh mitra hingga memperluas jejaring atau bekerja sama saling mengisi agar UMKM DIY bisa benar-benar naik kelas melalui model inkubasi bisnis," tambahnya.

Siwi menekankan bahwa pemerintah daerah ingin agar pelaku UMKM dapat naik kelas, tidak berskala kecil lagi.

Program ini dilakukan untuk menciptakan kolaborasi dan adaptasi sehingga para UMKM ini mudah mengakses investor atau aggregator besar.

Dengan naik kelas, maka hal itu sesuai harapan dan parameter sekaligus daya ungkit ekonomi dari Menteri Koperasi dan UKM RI maupun Pemda DIY.

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan I 2021 menjadi satu-satunya provinsi di Jawa yang pertumbuhannya positif dengan andil terbesar dari Informasi dan Komunikasi (Infokom) alias teknologi informasi.
Dengan bertumbuhnya teknologi informasi tersebut, maka seluruh pihak termasuk UMKM harus turut bertransformasi.

"Pak Gubernur memberikan arahan agar bisnis UMKM DIY harus siap bertransformasi dengan memanfaatkan teknologi informasi, tetapi produk UMKM harus memenuhi standar hingga pada akhirnya mampu membentuk ekosistem digital nantinya. Banyak pelaku UMKM di DIY yang punya ide dan inovasi yang bisa dimanfaatkan lebih luas," tambahnya.

Sumber : https://jogja.tribunnews.com/2021/06/15/dorong-umkm-naik-kelas-dinas-koperasi-dan-ukm-diy-gelar-inkubator-bisnis