Thursday, April 8, 2021

PLN Kenalkan Electrifying Agriculture ke UMKM Kendal

GM PLN (UID) Jateng-DIY Irwansyah Putra (kanan) secara simbolis memberikan program sambungan listrik baru kepada perwakilan warga disaksikan Bupati Kendal Dico Ganinduto.

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah-Yogyakarta bersama Pemkab Kendal mengenakan Program Electrifying Agriculture kepada para pelaku UMKM maupun pegiat pariwisata, baru-baru ini.

General Manager PLN (UID) Jateng-DIY Irwansyah Putra mengatakan Program Electrifying Agriculture yang disosialisasikan kepada pelaku UMKM dan pegiat pariwisata di Kendal itu, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat sekitar. Terutama untuk sektor budidaya perikanan, dan pariwisata di Pantai Indah Kemangi.

Irwansyah menjelaskan, dalam mendukung pariwisata dan UMKM di Kendal itu pihaknya melakukan pemasangan baru jaringan listrik di Desa Jungsemi. Total daya sebesar 127.400 Volt Ampere (VA), digunakan untuk melistriki tambak dan kebutuhan UMKM.

Menurut Irwansyah, Desa Jungsemi memiliki potensi besar berupa pusat ikan bandeng olahan maupun tangkap.

“Dengan banyaknya potensi tersebut, kami dari PLN memberikan dukungan dengan inisiasi Program Electrifying Agriculture. Dengan program ini, pelayanan listrik lebih mudah dan terjangkau serta andal untuk masyarakat Indonesia. Tidak hanya di sektor pertanian, melainkan di sektor lainnya. Seperti sektor perikanan, perkebunan, peternakan dan pariwisata,” kata Irwansyah.

Sementara itu Bupati Kendal Dico Ganinduto memberi apresiasi kepada PLN, karena peduli dengan pelaku UMKM dan pegiat pariwisata di wilayahnya. Untuk pariwisata, pantai di Kendal mempunyai keunikan tersendiri dan bisa dikembangkan menjadi lokasi sport tourism.

Menurut Dico, dukungan jaringan listrik dari PLN bisa bermanfaat untuk warga dan pariwisata di Kendal.

“Saya ucapkan terima kasih kepada PLN dan semua pihak yang terlibat atas dedikasi, komitmen dan kerja keras serta dan sumbangsihnya terhadap kemajuan pembangunan di Kabupaten Kendal. Saya berharap, Pantai Indah Kemangi dapat menjadi pelopor pengembangan Badan Usaha Milik Desa di bidang kepariwisataan dan dapat meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat desa,” ucap Dico.


sumber : https://www.radioidola.com/2021/pln-kenalkan-electrifying-agriculture-ke-umkm-kendal/
 

Ketahanan UMKM Diuji di Tengah Pandemi, E-Commerce Jadi Solusi

Kredit Foto: Unsplash/Maarten van den Heuvel

Bagaimana peran marketplace daring (online) dalam membantu bisnis mikro (UMKM) di Indonesia bertahan selama pandemi? Apakah dampaknya signifikan?

Berdasarkan hasil studi kualitatif NeuroSensum, ketika lini penjualan luring (offline) mereka turun, penjualan daring mereka justru meningkat. Samuel, salah satu pedagang pakaian di Tanah Abang mengakui hal itu.

Bisnis mikro Samuel terdampak oleh Pembatasan Sosial Skala Besar 2020. "Kalau gak ada online mungkin tahun lalu saya sudah gulung tikar kali. Pas PSBB kan Tanah Abang ditutup, barang yang saya timbun ada 10M, kalau gak ada online saya bangkrut," ujarnya, dikutip Kamis (8/4/2021).

Padahal, UMKM berperan besar dalam menggerakkan roda ekonomi Indonesia. Di era teknologi digital, peran marketplace daring kemudian menjadi penting dalam menjaga ketahanan UMKM Tanah Air.

Associate Director Neurosensum Indonesia, Grace Oktaviana mengatakan, "Kami menjumpai sejumlah tantangan bagi UMKM, di mana mereka harus berpikir cepat untuk bertransformasi secara digital. Bergabung dengan online marketplace berhasil menolong mereka."

Dalam studi itu, Neurosensum menemukan 3 tantangan utama bagi perkembangan UMKM. Apa saja tantangan itu?

1. Tantangan Edukasi dan Pendampingan.

Perlu ada optimalisasi fitur-fitur yang di dalam aplikasi marketplace daring agar dampaknya maksimal terhadap UMKM. Menurut pelaku UMKM, edukasi penjual begitu membantu membimbing mereka mengembangkan bisnis.

Salah satu bentuk pelatihannya ialah menganalisis tren melalui fitur di marketplace daring sehingga para penjual dapat mengetahui produk yang sedang dan akan tren di pasar.

2. Tantangan Operasional Guna Tingkatkan Kapasitas Produksi

UMKM memerlukan fasilitas memadai untuk produksi dan penyimpanan barang dalam skala lebih besar sehingga kualitas produk dapat terjaga dengan baik.

Saat volume penjualan terus meningkat dan perputaran pesanan cepat dari platform daring, pelaku UMKM perlu menyeimbangi dengan pencatatan stok dan pengemasan barang yang baik sehingga kepuasan pelanggan dapat terjaga.

Dengan bertambahnya jumlah pesanan, pelaku UMKM juga menemui kendala dalam mencari lahan baru untuk menyimpan stok dagang mereka.

"Sekarang itu kendalanya saya di gudang. Gudangnya gak muat. Rumah saya sendiri sudah full buat stok manual. Terus saya kontrak di sebelah rumah punya saudara, itu sudah full dengan barang juga," kata Alif, pedagang kerudung di Probolinggo.

3. Tantangan Sumber Daya Manusia (SDM)

Pengembangan SDM tidak hanya dari sisi kuantitas, tapi UMKM juga harus mempersiapkan SDM berkompeten, berintegritas, dan mampu mengelola tim seiring dengan perkembangan bisnis.

Apalagi, survei Neurosensum tentang ramadan 2021 menunjukkan potensi peningkatan pembelian oleh konsumen. Riset itu menyebut, aktivitas belanja daring pada ramadan 2021 akan meningkat 37% daripada tahun sebelumnya (33%).

48% memilih belanja kebutuhan sehari-hari secara daring saat Ramadhan 2021, sedangkan 33% konsumen membeli barang-barang selain barang kebutuhan sehari-hari. Angka tersebut lahir karena kecemasan konsumen berbelanja luring dan memilih tetap di rumah karena pandemi belum mereda.

Kanal belanja daring kini cukup penting bagi keseharian konsumen. Neurosensum Annual Ramadhan Spending Tracker 2021 menemukan fakta, 82% konsumen berupaya menemukan barang, 80% melakukan riset produk, 69% mencari diskon, dan 66% melakukan pembelian produk.

Artinya, para pelaku UMKM yang berjualan di marketplace daring berpeluang dan cukup optimis untuk memasarkan produk-produknya ke konsumen.

Marketplace daring berperan penting dalam pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM di Indonesia. Dengan memanfaatkan fitur dan layanan marketplace, UMKM dapat terus tumbuh dengan lebih baik lagi.


sumber : https://www.wartaekonomi.co.id/read335888/ketahanan-umkm-diuji-di-tengah-pandemi-e-commerce-jadi-solusi 

Saat Pandemi, Pelaku UMKM Perlu Gunakan Teknologi Digital

ilustrasi

Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) mengajak jutaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) anggotanya untuk memanfaatkan Gojek.

Keberadaan platform digital seperti Gojek, dinilai dapat membantu bisnis pengusaha perempuan untuk lebih berdaya tahan dan bahkan tumbuh di tengah pandemi.

Tersebut disampaikan Ketua Umum Inkowapi Sharmila saat kerjasama Inkowappi dengan Gojek, Rabu (7/4/2021).

Menurutnya, saat kondisi pandemi sudah menjadi keharusan bagi anggotanya mengubah pola bisnis, agar bisa terus bertahan dan beradaptasi, salah satunya dengan memahami dan mengadaptasi teknologi digital.

Kerjasama pembinaan strategi pengelolaan bisnis berbasis teknologi digital melibatkan ratusan pelaku usaha dari seluruh Indonesia.

“Ratusan pelaku usaha perempuan yang kami latih, tentunya menjadi awal yang sangat baik untuk dukungan kita bersama terhadap ekosistem UMKM di Indonesia secara keseluruhan. Kami berharap lebih banyak lagi perempuan yang bisa kita fasilitasi dan tingkatkan kapasitasnya dalam berbisnis di era digital,” tuturnya, Rabu (7/4/2021).

VP Merchant Marketing Gojek Bayu Ramadhan mengatakan, kolaborasi ini untuk mendukung pelaku UMKM mengembangkan bisnisnya dengan solusi yang lengkap dan inklusif, mencakup dukungan teknologi dan non-teknologi.

“Bersama Inkowapi, Gojek akan membagikan langkah- sukses berbisnis digital menggunakan GoBiz, aplikasi super bagi mitra usaha Gojek" ujarnya.

Kerja sama Gojek dan Inkowati diawali dengan pelatihan yang diadakan secara daring awal pekan ini, dan dihadiri oleh ratusan usaha pengusaha perempuan di bawah naungan Inkowapi.

Tim Gojek ymemberikan penjelasan komprehensif mengenai ekosistem teknologi Gojek untuk pelaku UMKM, dan seluk beluk mengembangkan bisnis dengan sukses menggunakan aplikasi GoBiz.



sumber : https://www.tribunnews.com/bisnis/2021/04/08/saat-pandemi-pelaku-umkm-perlu-gunakan-teknologi-digital

Teten Masduki Ingin Produk UMKM Ikut Dipasarkan di Hotel Berbintang

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap produk UMKM bisa dipasarkan di hotel berbintang. /Instagram.com/@tetenmasduki_

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu elemen yang turut terdampak akibat pandemi Covid-19.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM saat ini tengah melakukan berbagai upaya agar bisnis UMKM dapat kembali menggeliat.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap produk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) bisa masuk dan menggeliat di hotel berbintang.

Menurut Teten Masduki, sinergitas dengan hotel berbintang merupakan salah satu cara yang efektif memperkenalkan produk UMKM untuk bisa bersaing dengan produk lainnya.

"Ini bagus untuk memasarkan produk kita, UMKM yang biasanya dijual di emperan, di warung biasa, tapi dengan begini UMKM tidak dianggap jelek oleh tamu hotel," kata Teten Masduki saat penandatanganan MoU Smesco dan Hotel Papandayan di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 2 April 2021, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Lebih lanjut, Teten Masduki mengatakan produk-produk UMKM mulai dari hal kecil seperti sabun maupun kopi, dapat dihadirkan di hotel karena kualitasnya tak kalah bagus.

Dengan begitu, para pengunjung hotel yang berasal dari wisatawan berbagai daerah dapat mengenal produk tersebut. Alhasil, produk UMKM itu dapat dikenal hingga ke daerah lainnya.

"Karena produk UMKM masuk ke ekosistem hotel berbintang, berarti UMKMnya naik kelas, ini bukan hanya MoU, tapi juga tahapan proses dari kami untuk mendukung UMKM,” katanya.

Melalui langkah ini, branding produk UMKM dapat menjadi narasi yang baik sehingga masyarakat dapat lebih memilih produk UMKM.

"Kalau ini semua jaringan hotel berbintang memberi tempat istimewa bagi UMKM, tak lama lagi UMKM akan terus meningkat,” kata Teten Masduki menambahkan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan 2 tahun mendatang merupakan masa pemulihan ekonomi.

Sehingga, kata dia, proses kerjasama antara UMKM dan hotel menjadi salah satu agenda yang masuk ke dalam target Pemprov Jawa Barat.

Lebih lanjut, Setiawan Wangsaatmaja pun mengapresiasi UMKM dapat masuk ke industri perhotelan besar.

"Kami sangat menyambut sekali Gernas BBI (Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia). Kita masuk industri besar, ini fasenya UMKM," kata Sekda Jawa Barat itu.


sumber : https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011739126/teten-masduki-ingin-produk-umkm-ikut-dipasarkan-di-hotel-berbintang?page=2

Yogyakarta Bangkitkan Pariwisata Lewat UMKM Kuliner, Kerajinan dan Busana

Aktivitas perajin topeng kayu di Yogyakarta yang menjadi salah satu UMKM penyangga sektor pariwisata. Tempo/Pribadi Wicaksono

Food (kuliner), craft (kerajinan) dan fashion (busana) menjadi tiga produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) andalan yang mulai ditata lagi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) demi memikat kembali wisatawan di masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

"Sektor usaha itu masih menjadi penyangga utama kegiatan pariwisata sehingga kami persiapkan dan tata lagi agar cepat pulih," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi di sela pertemuan dengan Kementerian Koperasi dan UMKM di Yogyakarta, Rabu petang, 7 April 2021.

Sektor kuliner di Yogyakarta menjadi salah satu daya tarik destinasi sendiri karena titiknya cukup banyak tersebar dan telah membentuk sentra. Misalnya gudeg di Kampung Widjilan dan bakpia di Kampung Patuk.

Adapun sektor busana titiknya juga tersebar lebih banyak seperti batik di Imogiri, Pasar Beringharjo atau Taman Sari. Sedangkan kerajinan bisa ditemui seperti perak di Kotagede, handycraft di Kasongan atau rotan di Bantul.

"Pariwisata itu tidak pernah terpisahkan dari keberadaan UMKM, saat pariwisata menggeliat maka UMKM penyangganya ikut hidup karena pasarnya ada," ujar Siwi.

Hanya saja, Siwi menuturkan selama masa pandemi Covid-19 ini, ribuan pelaku usaha yang bergerak di sektor utama penyangga wisata di Yogya itu terpuruk dan saat ini masih butuh dukungan agar bisa bangkit. Tak kurang 20 ribu pelaku UMKM bidang pariwisata dan ekonomi kreatif Yogya terdampak, bahkan sebagian telah gulung tikar.

"Fokusnya bagaimana pelaku usaha sektor wisata itu menjaga kualitas ketika pasar sudah kembali pulih," kata Siwi.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Arif Rahman Hakim mengatakan UMKM yang bergerak di sektor wisata sudah saatnya bertransformasi dari ranah informal menjadi formal. Sebab, berdasar data kementerian, dari 63,9 juta pelaku usaha mikro yang sudah memiliki legalitas usaha berupa nomor induk berusaha (NIB) baru sekitar 600 ribuan alias masih sangat kecil sekali.

"Tak adanya legalitas itu jadi kendala saat pelaku usaha itu akses permodalan," ujar Arif. Para pelaku usaha wisata, khususnya kuliner, diketahui masih banyak yang belum memiliki NIB itu.

Oleh sebab itu, Kemenkop UKM bersama pemerintah DIY dan daerah lain di Indonesia kini tengah menggencarkan untuk mendampingi pelaku usaha segera memiliki NIB dan sertifikasi sesuai jenis usahanya. Misalnya untuk sektor kuliner, maka pelaku usaha mikro didorong mendapatkan sertifikasi halal, pelaku usaha fashion dan kerajinan juga mendapatkan sertifikasi kompetensi.

Arif mengatakan pelaku usaha wisata perlu beranjak statusnya menjadi sektor formal yang berbadan hukum, termasuk di Yogyakarta, karena Presiden Joko Widodo telah memandatkan agar proporsi bantuan pembiayaan untuk UMKM bisa segera naik bertahap hingga sebesar 30 persen hingga tahun 2025. "Sekarang kan proporsi pembiayaan itu masih 20 persen," kata dia.


sumber : https://travel.tempo.co/read/1450458/yogyakarta-bangkitkan-pariwisata-lewat-umkm-kuliner-kerajinan-dan-busana/full&view=ok
 

Kuartal I/2021: Fintech Urun Dana LandX Terbitkan Saham UMKM Rp22,9 Miliar

Tampilan Landx - Landx.id

Platform teknologi finansial urun dana (fintech equity crodwdfunding/ECF) LandX besutan PT Numex Teknologi Indonesia mendominasi nilai penerbitan saham UMKM selama 2021.

COO dan Co Founder LandX Romario Sumargo mengungkap bahwa hal ini dibuktikan melalui pangsa penyaluran dana dibandingkan dengan kompetitor platform ECF lain, yakni sebesar Rp22,9 miliar dari total ECF funding kuartal I/2021 sebesar Rp35,3 miliar. "

Angka ini menunjukkan LandX mendominasi penyaluran dana terbesar 64,8 persen dibandingkan platform-platform serupa lain yang total keseluruhan penyaluran mencapai 35,2 persen," jelas Romario dalam keterangannya, Kamis (8/4/2021).

Demi menjaga kualitas, LandX telah kerja sama dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan berhasil lolos Audit Surveillance ISO 27001 pada Maret 2021 lalu.

Adapun, dana yang terkumpul terbagi dari empat perusahaan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM), di mana tiga di antaranya bergerak di bisnis properti.

Menariknya, satu perusahaan pupuk batubara, PT Casagro Futura Pratama berhasil mencetak rekor dengan mengumpulkan dana Rp7 miliar dalam kurun waktu 5 jam saja.

"Pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras dari tim LandX dalam melakukan proses seleksi serta monitoring latar belakang perusahaan, dan potensi-potensi bisnis dari usaha itu," tambahnya.

Hal ini bertujuan untuk meminimalisir resiko dan memiliki nilai keuntungan berupa hasil dividen, sementara perusahaan memiliki kepercayaan untuk melakukan ekspansi usaha karena mendapatkan modal.

"Selain proses seleksi ketat, keberhasilan LandX untuk lolos Audit ISO 27001 dan kerja sama KSEI dipastikan akan memperkuat sekaligus meningkatkan kualitas portfolio perusahaan. Kami ingin memberikan keamanan serta kenyamanan kepada para investor anyar LandX agar lebih percaya diri berinvestasi di LandX, dan mendorong perusahaan UKM untuk lebih profesional dalam menjaga amanah para stakeholder," ungkapnya.

Sukses LandX dalam menggarap perusahaan-perusahaan di bidang properti beriringan dengan langkah LandX untuk membangun kepercayaan perusahaan-perusahaan UKM dari lintas industri, sehingga banyak UKM yang mulai mengantre untuk listing di LandX.

Terbaru, LandX menawarkan dua perusahaan yang bergerak di bidang F&B (food & beverage) dan jasa oustourcing, yang sudah dalam tahap final. Di mana, salah satunya adalah restoran yang sangat terkenal di Melbourne, Australia.

"Ekspansi ini akan mengangkat prestisius para investor anyar LandX karena dapat memiliki salah satu restoran ternama. Para Investor anyar LandX juga diajak untuk lebih kritis dalam memilih bisnis-bisnis UKM dengan terbukanya beragam industri yang hadir di LandX," jelasnya.

Sekadar informasi, sejak lahir dan beroperasi secara uji coba pada periode 2019, LandX sudah berhasil menyalurkan dana penerbitan saham UMKM sebesar Rp36 miliar.

Jumlah investor/user terdaftar yang telah bergabung mencapai lebih dari 27.000, dengan total dividen yang sudah dibagikan sebesar Rp1,3 miliar dari 9 proyek penerbitan saham UMKM yang telah sukses digelar. Sekadar informasi, platform fintech ECF merupakan layanan penerbitan saham dari bisnis UMKM atau usaha rintisan (startup) yang disebut 'penerbit', kemudian ditawarkan kepada masyarakat untuk melakukan urun dana/patungan mendanai bisnis tersebut yang kemudian disebut 'pemodal' atau investor.

Pemodal dan telah melakukan urun dana, akan menerima imbalan dalam bentuk kepemilikan saham usaha penerbit, serta berhak atas pembagian dividen dari keuntungan usaha penerbit dalam periode waktu tertentu.


sumber : https://finansial.bisnis.com/read/20210408/563/1378378/kuartal-i2021-fintech-urun-dana-landx-terbitkan-saham-umkm-rp229-miliar
 

Ini 3 Program Kebaikan dari Facebook Indonesia di Bulan Ramadan 2021

Sebagian dari stiker baru yang disiapkan Facebook untuk memeriahkan Ramadan 2021 di aneka platformnya. Facebook Indonesia mengumumkan 3 program Jelajah, Inspirasi, dan Ekspresi Kebaikan di Ramadan 2021. Facebook.com

Facebook Indonesia menggelar tiga program pada bulan Ramadan tahun ini yang diperkirakan segera dimasuki per 13 April mendatang. Menumpang tema #BulanKebaikan yang diangkat Facebook di dunia, ketiga program yang akan dijalankan Facebook dan keluarga aplikasinya di Indonesia adalah Jelajah Kebaikan, Inspirasi Kebaikan, dan Ekspresi Kebaikan.

Facebook Indonesia memaparkan program dan tema tersebut dalam keterangan yang dibagikan secara virtual, Kamis 8 April 2021. Hadir memberikan keterangan adalah Pieter Lydian, Country Director untuk Facebook di Indonesia; Philip Chua, Kepala Kebijakan Publik Instagram Asia Pasifik; Esther Samboh, Manajer Kebijakan Publik WhatsApp Indonesia; dan Dewi Meisari, perwakilan dari UKM Indonesia.

Pieter menjelaskan program yang pertama, Jelajah Kebaikan, berisi panduan yang diberi nama 'antiribet' untuk masyarakat umum dan juga pelaku UKM. Dia mencontohkan panduan jika sejumlah pelaku UKM ingin menggelar bazaar secara online di platform Facebook pengganti bazaar konvensional yang masih dibatasi karena pandemi.

Atau, membeli makanan dengan porsi yang lebih banyak agar dapat berbagi kepada kurir pengantar makanannya. "Semua panduan antiribet akan dibagikan di halaman Facebook Indonesia untuk membantu orang-orang menjelajahi beragam cara untuk menyebarkan kebaikan selama Ramadan," katanya.

Program di Inspirasi Kebaikan paling beragam. Di dalamnya ada serial yang melibatkan gamer dan komunitasnya berisi siaran langsung main bareng sampai buka puasa bareng yang disertai kultum. Ramabar ini dapat diikuti oleh semua orang di Indonesia tiga kali seminggu melalui halaman Facebook resmi dari Arkaw, LoeKeren, dan ZAN.

"Topik kultum tentang topik Ramadan yang dekat dengan komunitas Gaming, seperti Puasa Tetap Ceriwis, Puasa Sambil Ngegame, dan lain-lain," kata Pieter menambahkan.

Ada pula serial #ngabuburitdiinstagram live yang akan melibatkan content creator seperti Nagita Slavina, Prilly Latuconsina, Meisya Siregar, Ersa Mayori, dan Luna Maya. Philip menerangkan, setiap seri ini dihadirkan setiap Sabtu menjelang buka puasa, sepanjang 30 menit, di aplikasi berbagi foto milik Facebook itu. "Topiknya seputar Ramadan dan berbagi inspirasi tentang aksi kebaikan yang mereka lakukan," kata dia.

Masih di program yang sama, WhatsApp--aplikasi perpesanan besutan Facebook--memunculkan ide Pasar JuWAra. Ide ini pada prinsipnya ingin tetap menjembatani para pedagang di pasar dan konsumennya. Pandemi, kata Esther Samboh, telah berdampak ke pasar-pasar barang pokok, jajanan, ataupun pasar konvensional lainnya yang tak seramai biasanya karena kekhawatiran penularan virus.

"Kami bekerja sama dengan kelompok UKM Indonesia melatih lebih dari seribu pedagang pasar untuk bisa pakai WhatsApp Bisnis," kata Esther.

WhatsApp: Pasar JuWAra seluruhnya akan mencakup 1.050 pedagang di 55 pasar di 20 kota di 15 provinsi di Indonesia. Kepada para pedagang pasar itu dikenalkan fitur-fitur yang ada di WhatsApp Bisnis seperti info jam kerja, membalas otomatis untuk setiap chat yang tak terbaca, dan tautan yang tersedia ke katalog produk milik si pedagang.

Pada ramadan tahun ini pula, WhatsApp berkolaborasi dengan influencer seperti Alyssa Subandono, mengajak orang-orang untuk terus berbelanja di pasar tradisional sambil tetap menjaga jarak dengan menggunakan WhatsApp. "Hari ini saya sedang berada di Pasar Kemayoran, Jakarta, untuk memberi pelatihan pedagang di sini untuk program yang sangat baik ini," kata Dewi Meisari.

Program yang ketiga, Ekspresi Kebaikan, diisi stiker dan filter tema khusus ramadan. Philip menerangkan, bakal ada stiker yang berbeda di setiap platform: Facebook, Instagram dan WhatsApp. "Efek kamera dan stiker terbaru juga akan tersedia di Messenger dan Messenger Kids," katanya sambil menambahkan, semua tersedia mulai pekan depan bertepatan dengan dimasukinya Ramadan, "Dan hanya akan tersedia sepanjang Ramadan."

Lalu, di program ini pula, akan ada ekspresi berupa Resep Ramadan #Challenge di Instagram. Isinya adalah berbagi resep favorit oleh sejumlah chef dan penyedia konten atau vlogger kuliner dalam dan luar negeri. Mereka adalah Tastemade Indonesia, Eric Herjanto dari MasterChef Indonesia 6, Hobby Makan Indonesia, Nefis Yemek Tarifleri Turki, Masala TV Pakistan, dan Chef Wardah Pakistan.

Dalam keterangannya, Pieter memberi catatan tambahan bahwa Facebook, Instagram, dan WhatsApp selalu menjadi tempat bagi orang-orang untuk merayakan dan berbagi momen penting serta berkesan. "Di Indonesia, selama Ramadan tahun lalu, lebih dari 10 juta orang membuat post dan komentar tentang pengalaman berbuka puasa di Facebook," katanya.


sumber : https://tekno.tempo.co/read/1450429/ini-3-program-kebaikan-dari-facebook-indonesia-di-bulan-ramadan-2021?page_num=2