Showing posts with label perusahaan rintisan. Show all posts
Showing posts with label perusahaan rintisan. Show all posts

Monday, June 24, 2024

Transformasi Digital Indonesia melalui Inovasi Startup

 



PERTUMBUHAN teknologi digital yang masif didukung dengan perluasan jaringan internet memberi wadah yang luas bagi perusahaan rintisan untuk mengembangkan usaha inovatif yang dimilikinya.

Diperlukan banyak katalis agar perusahaan-perusahaan rintisan dapat berpartisipasi dalam transformasi digital Indonesia. Untuk jangka panjang, perusahaan rintisan atau startup ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

Oleh karena itu, PT Data Sinergitama Jaya Tbk (Elitery) bekerja sama dengan Usaid dan Amazon Web Service (AWS) mengumumkan peluncuran tahun kedua program Talenta Akselerator 2024 melalui acara Plenary Talenta Acceleration: Unleashing Potential, Accelerating Growth.

Hadir dalam peluncuran tahun kedua program Talenta Akselerator 2024 di @america Pacific Place, Jakarta itu yakni, President Director Elitery Kresna Adiprawira, Senior Partner Account Manager AWS Kurniawan Wiraatmadja, Deputy Director of Acquisition and Assistance Office Usaid Indonesia Brian Chang, dan President Director Elite Academy Ahmad Gilang.

Acara ini dihadiri secara hybrid oleh 35 startup terpilih dari total 75 pendaftar, para alumni program 2023, serta berbagai stakeholder penting lainnya.

President Director Elitery Kresna Adiprawira mengatakan inisiatif ini bertujuan menjadi katalis dalam transformasi digital Indonesia sekaligus memperkuat fondasi ekonomi negara melalui teknologi.

"Melanjutkan kesuksesan program tahun pertama yang berhasil melibatkan 32 startup dalam program akselerasi, program tahun kedua ini dirancang untuk mendorong lebih banyak lagi startup tahap awal yang potensial di industri EdTech, HealthTech, AgriTech, GovTech, dan smart cities, dengan menyediakan sumber daya esensial yang membantu startup mendapatkan akses ke modal ventura dan menciptakan dampak sosio ekonomi yang signifikan," terang Kresna.

Kresna melanjutkan dari 35 startup yang mengikuti program Talenta Akselerator 2024, terdapat tiga industri yang paling banyak diikuti yakni HealthTech (8 startup), AgriTech (8 startup), dan EdTech (6 startup). 

"Program tahun ini juga dihadiri dua startup Talenta 2023, yaitu MomWork dan KlinikGo, yang mewakili sektor HealthTech dan EdTech, dan memberikan sesi sharing inspirasi untuk para peserta," imbuhnya.

Talenta Akselerator 2024 didukung penuh Elite Academy, Think.Web dan Impactto. Nantinya, peserta yang terpilih mendapat kesempatan untuk meningkatkan kapasitas inovasi dan daya saing mereka di pasar global melalui akses ke teknologi cloud AWS terdepan serta bimbingan dari para pemimpin industri. 

"Melalui program Talenta Akselerator ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal dalam mempersiapkan usaha kecil dan menengah untuk menghadapi pertumbuhan digitalisasi pasar di masa depan."

"Program ini juga berperan penting dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan memberikan landasan yang kuat untuk memajukan ekonomi digital Indonesia," pungkas Kresna.

President Director Elite Academy Ahmad Gilang menambahkan program ini menawarkan pendekatan hybrid, menggabungkan sesi interaktif online dan pertemuan tatap muka yang menghadirkan kelas akselerator, workshop, dan sesi pendampingan. 

"Semua dirancang khusus untuk mengasah kemampuan startup dalam mempresentasikan model bisnis mereka kepada panel investor dan kapitalis ventura yang berpengalaman dengan tujuan untuk mendapatkan pendanaan dan kemitraan strategis," tutur Ahmad.

Ahmad menyampaikan program Talenta Akselerator 2024 juga memberi perhatian khusus pada inklusivitas dan keragaman. "Ini tercermin dari kurikulum akselerator yang berfokus pada pembentukan lingkungan kerja inklusif, integrasi keberagaman, segmentasi pasar yang efektif, validasi bisnis yang solid, pengembangan produk minimum viable (MVP), serta strategi keberlanjutan yang kokoh untuk startup dan ekosistem mereka" tutupnya. (H-2)


Sumber: https://mediaindonesia.com/ekonomi/680242/transformasi-digital-indonesia-melalui-inovasi-startup

Thursday, February 10, 2022

Startup Majoo Dapat Kucuran Dana 5 juta dolar AS untuk Kembangkan UMKM

 mendapat tambahan pendanaan sebesar 5 juta dolar AS dari perusahaan ventura yaitu AC Ventures, Quona Capital, BRI Ventures dan Xendit Ventures.


Melalui tambahan investasi, Majoo yang merupakan penyedia solusi digitalisasi UMKM di Indonesia dapat mempercepat pengembangan produk termasuk toko online, integrasi bisnis pada market place serta meningkatkan penetrasi pasar terutama pertumbuhan produk dan engineering.

“Majoo siap mendigitalisasi UMKM di Indonesia dengan memberikan solusi end-to-end bagi UMKM Indonesia dalam mengelola dan mengembangkan bisnis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air,” kata Founder & CEO Majoo Adi Wahyu Rahadi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/2/2022).

Menurut Adi, saat ini Majoo telah mengakuisisi lebih dari 25.000 pedagang aktif masuk dalam platform pasar digital, tumbuh sebesar 250 persen selama pandemi yang mengindikasikan bahwa kualitas produk yang ditawarkan pedagang sesuai dengan keingingan pasar.

Majoo yang didirikan pada 2019 ini, juga telah memproses lebih dari 100 juta transaksi senilai 600 juta dolar AS untuk UMKM di lebih dari 600 kota di Indonesia pada berbagai bisnis mulai dari makanan dan minuman, jasa laundry hingga toko serba ada.

Dalam mendorong transformasi digitalisasi UMKM, Majoo fokus mengejar target pemerintah yaitu sebanyak 30 juta UMKM terdigitalisasi pada 2023, di mana setiap bulan sebanyak 500.000 UMKM diharapkan akan bergabung dengan ekosistem digital.

“Dengan dukungan dana dari AC Ventures dan Quona Capital, Majoo akan mengembangkan tim untuk menjangkau lebih dari 100 kota di Indonesia, dan meyakini bahwa kemitraan ini akan menjadi titik fokus Majoo dalam mendigitalisasi UMKM di Indonesia,” katanya.

Founder & Managing Partner, AC Ventures mengatakan Majoo telah membuktikan kemampuan dalam memperluas layanan kepada mitranya untuk terus memperluas pemberdayaan potensi digital dari 63 juta UMKM di Indonesia.

“AC Ventures (ACV) percaya dan optimistis untuk melipat gandakan investasi kami kepada Majoo untuk mendukung perjalanan mereka dalam memberdayakan pemilik usaha kecil di seluruh negeri,” ujar Adrian Li.

Sementara itu, Quona Capital Partner Dan Bertoli mengapresiasi kinerja dan pertumbuhan Majoo dalam setahun terakhir terutama tengah tantangan pandemi COVID-19.

"Kami pun terkesan dengan inovasi produk terbaik di industri yang dihadirkan oleh Majoo dengan pendekatan yang fokus terhadap pelanggan," kata Dan Bertoli.

Sumber : https://www.suara.com/bisnis/2022/02/11/070105/startup-majoo-dapat-kucuran-dana-5-juta-dolar-as-untuk-kembangkan-umkm?page=all