Showing posts with label Kominfo. Show all posts
Showing posts with label Kominfo. Show all posts

Friday, June 21, 2024

Keberhasilan Transformasi Digital Butuh Dukungan Peraturan dan Strategi Pemerintah

 


Jakarta – Transformasi digital sedang terjadi hampir di semua sektor industri. Masyarakat semakin nyaman hidup berdampingan dengan teknologi. Namun potensi serangan siber harus menjadi perhatian. Perlu peraturan dan strategi dari pemerintah untuk menopang keberhasilan transformasi digital.

Plt Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan, Ditjen Aptika, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Aris Kurniawan mengatakan, kebocoran data menjadi salah satu tantangan di era digital.

Menurutnya, kebocoran data terjadi karena infrastruktur yang dibangun tidak sesuai standar, sehingga data diretas hacker. Maka, perlu adanya satu fasilitas yang benar-benar terjamin keandalan dan keamanannya.

Pihaknya menegaskan, pemerintah tidak akan pernah berhenti memberantas kejahatan keuangan digital yang kian marak dan semakin canggih.

“Tantangan keamanan dalam ekosistem digital semakin kompleks. Mulai dari pinjaman online (pinjol) illegal sampai penipuan online yang merugikan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 20 Juni 2024.

Untuk melindungi masyarakat kata dia, Kementerian Kominfo menyoroti empat aspek yang menjadi fokus penting, yakni budaya digital, keterampilan digital, etika digital, dan keamanan digital.

Aris mengimbau masyarakat bijak dalam menggunakan teknologi digital, memahami risikonya, dan melaporkan tindakan-tindakan mencurigakan yang terjadi di ruang digital.

Sementara, Juru Bicara Badan Siber Ariandi Putra memaparkan, serangan ransomware yang terjadi pada beberapa institusi keuangan bisa mengakibatkan gangguan operasional signifikan dan memaksa institusi tersebut untuk membayar sejumlah besar uang sebagai tebusan. Ancaman siber adalah masalah serius yang perlu ditangani dengan strategi keamanan yang kuat.

“Sektor keuangan rentan terhadap berbagai jenis serangan siber yang dapat mengakibatkan dampak yang merugikan,” katanya.

Ariandi menambahkan, institusi sektor keuangan harus memperkuat infrastruktur sibernya, yaitu implementasi teknologi keamanan advanced, pengembangan kebijakan dan prosedur keamanan, pelatihan dan kesadaran pegawai, kepatuhan terhadap regulasi.

Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata BSSN Edit Prima menyampaikan, ekonomi digital saat ini menjadi penopang baru perekonomian indonesia. Inovasi dan pemanfaatan teknologi digital semakin berkembang pesat.

Di mana, sektor ekonomi digital tumbuh positif dan diprediksi akan terus berlanjut. Melihat sejumlah tantangan yang ada di era digital, ACA Pacific Financial Summit 2024 bersama Sandi Fajariadi, Ketua Bidang Operasional dan Teknologi APGI membahas topik “Secure Digital Financial Services”.

Pengamanan transaksi digital sesuai standar keamanan, pemantauan dan deteksi ancaman, melakukan enkripsi data dan peningkatan kesadaran keamanan. Maka, dibutuhkan kolaborasi dengan regulator, membentuk forum diskusi industri dan pedoman keamanan dan pelatihan.

ACA Pacific sebagai distributor teknologi Informasi (TI) menyediakan berbagai solusi dan produk terkini kepada mitra dan pelanggan di seluruh Indonesia. ACA Pacific menjalin kemitraan strategis dengan berbagai vendor terkemuka, memastikan bahwa produk dan solusi yang mereka sediakan selalu berada di garis terdepan teknologi.

Sedangkan untuk membahas strategi transformasi digital, ACA Pacific, Delphix, BMC, Keyfactor, Versa, SecIron dan Commvault serta Soluix, Babagi juga menghelat Financial Summit 2024 bertema ‘Government Regulatory and Strategy Empowering Digital Transformation’ di Jakarta pada 11 Juni 2024 lalu. (*) Ari Astriawan


Sumber: https://infobanknews.com/keberhasilan-transformasi-digital-butuh-dukungan-peraturan-dan-strategi-pemerintah/

Tuesday, June 18, 2024

Kemenkominfo Dorong Penerapan RME Berbasis AI dalam Pelayanan Kesehatan di Sumbar

 


Bisnis.com, PAYAKUMBUH - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Direktorat Ekonomi Digital mendorong pelayanan fasilitas kesehatan di Provinsi Sumatra Barat, menerapkan transformasi digital rekam medis elektronik (RME) berbasis artificial intelligence (AI). Ketua Tim Transformasi Digital Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Pariwisata Kominfo Hari Purwadi mengatakan penerapan RME merupakan upaya Kominfo dalam rangka membantu percepatan transformasi digital pada fasilitas pelayanan kesehatan di kawasan prioritas, khususnya di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. 

"Untuk mendorong Dinkes Payakumbuh dan Limapuluh Kota ini  untuk transformasi digital, kami turut menyelenggarakan seminar guna meningkatkan pemahaman peserta terkait RME pemanfaatan kecerdasan AI," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (19/6/2024). Dia berharap para FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) mampu memanfaatkan layanan RME berbasis teknologi kecerdasan AI, dimana akan disediakan oleh Nexmedis selaku startup digital yang menjadi mitra Kominfo dalam program adopsi teknologi digital di sektor kesehatan.

Menurutnya melalui teknologi itu dapat menjadi tools analisis yang dapat membantu tingkat akurasi pemilihan kode ICD 10 dalam pencatatan RME atas indikasi gejala atau diagnosis dari sebuah penyakit.  Kemudian dinas Kesehatan setempat dengan dashboard monitoring juga dapat memanfaatkan solusi layanan Nexmedis tersebut untuk membuat kebijakan berdasarkan data yang ada secara real-time.

"Makanya kami lakukan pertemuan bersama para FKTP, dan kami berharap bisa mengakselerasi integrasi Faskes dengan platform SATUSEHAT Kementerian Kesehatan," ujarnya. Dikatakannya inisiatif SATUSEHAT juga menjadi bentuk upaya percepatan adopsi teknologi dalam sektor kesehatan untuk mencapai satu data kesehatan yang terintegrasi dengan mengedepankan interoperabilitas antar sistem. 

Regional Onboarding Coordinator Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes RI, Fena Amalia Untari menambahkan bahwa platform yang akan mengintegrasikan seluruh data, hasil analisis, pelayanan kesehatan dari pasien dapat mempermudah Faskes dalam mengoptimalisasi pelayanan yang diberikan. “Koneksi dengan SATUSEHAT dapat mengurangi redudansi data, mengurangi redudansi proses jenis treatment atau layanan yang diberikan kepada pasien karena semua informasi yang telah terhubung dan dapat diakses oleh semua faskes dimanapun berada,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Technical Working Group SATUSEHAT, Ahmad Hidayat menjelaskan ada sejumlah peluang pemanfaatan kecerdasan buatan dalam implementasi RME.  

Melalui kecerdasan buatan AI dapat meningkatkan akurasi entry data rekam medis melalui teknologi NLP dan machine learning, membantu menganalisis data RME untuk identifikasi tren penyakit dan faktor risiko dan mendukung keputusan klinis untuk diagnosis dan terapi. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota Yulia Masna mengatakan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota terus mengupayakan penerapan RME di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Limapuluh Kota. 

"Puskesmas kita sudah mencoba menggunakan RME namun memang masih ada yang terkendala perangkat dan akan segera disediakan. Selanjutnya di beberapa puskesmas juga terdapat kendala di jaringan internet," ujarnya. Begitupun dari keterangan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Yuniri Yunirman, saat ini RME sudah dilaksanakan di seluruh puskesmas dan di RSUD Adnaan WD. "Namun kami berharap dan mendorong agar seluruh klinik swasta dan praktek dokter umum ataupun dokter gigi juga dapat segera melaksanakan RME ini," ungkapnya.


Sumber: https://sumatra.bisnis.com/read/20240619/533/1775190/kemenkominfo-dorong-penerapan-rme-berbasis-ai-dalam-pelayanan-kesehatan-di-sumbar

Monday, June 3, 2024

Menkominfo Budi Arie: Menyedihkan, Baru 30% ASN yang Siap Transformasi Digital

 


Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengaku prihatin dengan kondisi aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai negeri sipil (ASN). Sebab menurut penelitian terakhir Kominfo, baru 30 persen ASN yang melek digital. 

"Penelitian terakhir kami agak menyedihkan, karena ASN Indonesia ini hanya 30 persen yang siap beradaptasi terhadap transformasi digital. Jadi masih banyak pekerjaan yang harus kami benahi," ungkapnya dalam acara Google AI untuk Indonesia Emas 2045 di Senayan, Jakarta, Senin (3/6/2024).

Budi Arie menilai, saat ini Indonesia berada pada titik penting di mana teknologi dimanfaatkan untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi nasional. 

Menurutnya, visi Indonesia Emas 2045 yang sudah dicanangkan menjadikan Indonesia bangsa yang berdaulat, progresif, adil, dan makmur seperti yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.

"Transformasi digital menjadi salah satu arah pembangunan dalam kerangka agenda transformasi ekonomi," lanjutnya.

Untuk mendukung dan merealisasikan agenda itu, Kementerian Kominfo telah meluncurkan Visi Indonesia Digital 2045 dengan infrastruktur digital sebagai pondasi utama yang menopang tiga arah pilar pembangunan Indonesia di bidang digital yakni ekonomi digital, pemerintah digital, dan masyarakat digital. 

Ia menilai kemajuan tiga pilar ini harus bersamaan. Jadi tidak bisa saling menunggu salah satu, harus bersamaan.

Budi Arie berpandangan, panduan bagi pemerintah dan masyarakat dalam pengembangan teknologi yang inklusif dan memberdayakan sangat penting untuk memajukan Visi Indonesia Emas 2045. 

Ia menuturkan, transformasi digital berpotensi mendorong Indonesia keluar dari middle income trap. Adapun teknologi yang harus dioptimalkan untuk mendorong transformasi digital adalah AI.

Budi berdalih, banyak perusahaan global yang telah menggunakan AI pada bisnis mereka, mulai dari layanan kesehatan, manufaktur, pertanian, ataupun pendidikan.

Maka dari itu, Menkominfo menekankan pentingnya warga Indonesia untuk membangun keterampplan AI dan kemampuan berpikir kritis, baik itu dari pelatihan keterampilan maupun platform pembelajaran online, workshop, hingga kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan industri. 


Sumber: https://www.suara.com/tekno/2024/06/03/203359/menkominfo-budi-arie-menyedihkan-baru-30-asn-yang-siap-transformasi-digital

Thursday, May 30, 2024

RI Merapat ke China, Cari Peluang Kerja Sama untuk Transformasi Digital dan AI

 


Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Budi melakukan kunjungan kerja di Swiss guna bertemu dengan perwakilan dari China untuk membahas transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI). 

Pertemuan yang diadakan di Geneva International Convention Center (CICG) tersebut merupakan kesepakatan bilateral dengan China yang menekankan perkembangan AI dan investasi pada SDM. Budi bertemu dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi RRC Shan Zhongde pada Senin (27/05/2024), guna membuka peluang kerja sama dalam membangun tranformasi digital di masing-masing negara. 

Termasuk perihal pengembangan AI.  “Semoga pertemuan ini membawa kerja sama yang lebih baik untuk kesuksesan bersama,“ kata Budi dalam tulisan resmi Kominfo.

Budi juga menjelaskan bahwa pengembangan AI dan investasi pada SDM akan mendorong kemajuan Indonesia. Menurut Budi, dengan memajukan digital ekonomi dan pemanfaatan AI, Indonesia bisa lepas dari middle income trap

Budi turut hadir bersama Dirjen PPI Wayan Toni, Dirut Bakti Kominfo Fadhilah Mathar, serta Staf Khusus Menkominfo Sarwoto Atmosutarno, Daniel Hutagalung, Jobpie Sugiharto, dan Dedy Permadi. Adapun Wakil Menteri Zhongde didampingi 9 anggota delegasi dari Pemerintah China. 

Wakil Menteri Zhongde menyatakan bahwa China berkomitmen untuk mendukung Indonesia dalam transformasi digitalnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa fokus utama dukungan tersebut adalah pada sektor telekomunikasi, khususnya pengembangan teknologi 5G dan 6G serta kecerdasan buatan (AI).

Dia juga menyampaikan harapan agar Indonesia mengirimkan delegasi untuk menghadiri forum internasional tentang industri digital dan AI yang akan diselenggarakan di China pada awal September tahun ini. Forum ini diharapkan menjadi platform bagi kedua negara untuk bertukar ide, pengalaman, dan inovasi di bidang digital dan AI. “Kami mengharapkan kerja sama mengenai pemanfaatan AI demi kemajuan rakyat masing-masing negara,” ujarnya. Budi juga menegaskan bahwa Indonesia telah memiliki aturan kode etik dalam pemanfaatan AI.

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Komunikasi Dan Informatika Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2023 Tentang Etika Kecerdasan Artifisial sebagai bentuk respon terhadap pesatnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial intelligence (AI) dalam kehidupan sehari-hari. 

Surat Edaran tersebut mencakup tiga kebijakan utama, yaitu nilai-nilai etika dalam AI, pelaksanaan nilai etika,, serta akuntabilitas dalam pemanfaatan dan pengembangan AI. 

Surat Edaran ini bertujuan untuk menjadi panduan bagi para pelaku usaha yang terlibat dalam aktivitas pemrograman berbasis AI dan penyelenggara sistem elektronik (PSE) baik di sektor publik maupun swasta. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)


Sumber: https://teknologi.bisnis.com/read/20240529/84/1769317/ri-merapat-ke-china-cari-peluang-kerja-sama-untuk-transformasi-digital-dan-ai

Wednesday, May 29, 2024

Indonesia Sepakat Kerja Sama dengan China untuk Transformasi Digital dan AI

 


JAKARTA - Selama kunjungan kerja Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi ke Jenewa, Swiss, pemerintah Indonesia sepakat untuk mendalami kerja sama transformasi digital dan AI dengan China.

Dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi RRC Shan Zhongde, Menkominfo mengatakan bahwa Indonesia yakin pengembangan AI (Artificial Intelligent) dan investasi pada SDM akan membawa kemajuan.

Budi juga mengungkapkan Indonesia saat ini telah memiliki aturan kode etik pemanfaatan AI. Sehingga, Budi berharap China dapat mendukung pengembangan digitalisasi di daerah pedalaman Indonesia.

“Semoga pertemuan ini membawa kerja sama yang lebih baik untuk kesuksesan bersama,“ kata Menteri Budi Arie mengutip siaran resminya pada Selasa, 28 Mei.

Wakil Menteri Zhongde pun turut menyatakan di mana China ingin mendukung Indonesia dalam transformasi digital, terutama di sektor telekomunikasi yakni pengembangan teknologi 5G dan 6G serta AI.

Dia berharap Indonesia mengirimkan delegasi dalam forum internasional tentang industri digital dan AI yang akan dihelat pada awal September tahun ini di negaranya.

“Kami mengharapkan kerja sama mengenai pemanfaatan AI demi kemajuan rakyat masing-masing negara,” ucapnya. 


Sumber: https://voi.id/teknologi/384875/indonesia-sepakat-kerja-sama-dengan-china-untuk-transformasi-digital-dan-ai

Monday, April 29, 2024

Wamenkominfo Ajak Mahasiswa RI di AS Ikut Tumbuhkan Ekonomi Digital

 


Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengajak Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) Seattle aktif memanfaatkan ekonomi digital nasional. Ia menyebut ekonomi digital Indonesia memiliki prospek yang sangat baik dan akan terus tumbuh.


"Pemerintah berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi digital Indonesia dengan mempercepat transformasi digital dan mengembangkan talenta digital nasional. Jadi, hari ini kita bertemu dengan rekan-rekan dari Permias di Seattle, berdiskusi tentang pertumbuhan ekonomi digital dan ini terkait dengan Visi Indonesia Digital 2045," kata Nezar dalam keterangan tertulis, Selasa (30/4/2024).

Dalam pertemuan di Amerika Serikat pada Minggu (28/4) waktu setempat, Nezar menjelaskan berbagai laporan menunjukkan tren proyeksi kenaikan nilai ekonomi digital nasional pada tahun 2030 mencapai sekitar US$ 210 miliar sampai US$ 360 miliar. Sementara proyeksi kontribusi pengembangan talenta digital nasional bisa setara dengan US$ 303,4 miliar.

Diketahui, kontribusi pertumbuhan ekonomi digital nasional terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pun meningkat sebesar 6,2 persen tiap tahun. Bahkan pada tahun 2045 diprediksi mencapai 20,5 persen.

Lebih lanjut, Nezar menyinggung pentingnya memperhatikan perkembangan lanskap global demi mewujudkan Indonesia Emas di 2045. Menurutnya, saat ini, pertumbuhan ekonomi digital cukup agresif, sehingga membuka peluang bagi Indonesia menjadi pemain yang penting di Asia Tenggara.


"Pada tahun 2030, Indonesia diproyeksikan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital. Bersama Permias Seattle, kita mendiskusikan bagaimana perkembangan industri digital yang ada di sini, Amerika Serikat, khususnya di Seattle sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri dan teknologi," tuturnya.

Ia menerangkan Mahasiswa Indonesia-AS yang ada di Seattle berasal dari ragam studi yang berbeda. Umumnya menekuni bidang Science Technology, Electrical and Computer Engineering, Mathematics. Ada juga yang berfokus pada studi Operations and Supply Chain Management and Information Systems, serta Financial Support Services.

"Tentu saja ilmu yang dipelajari itu penting sekali untuk mendukung suatu kolaborasi di tingkat global untuk pengembangan talenta digital," tandasnya.

Ia pun mengaku senang bisa bertemu dengan perwakilan Permias dari berbagai generasi, antara lain Ketua Permias Tahun 1986 Adron Yusuf serta Ketua Permias saat ini Luis Endrika Umbupaty. Nezar berharap ada peningkatan kolaborasi antara pelajar, profesional, maupun diaspora Indonesia yang ada di Seattle.

"Ini bisa terus ditingkatkan dengan rekan-rekan yang berada di Tanah Air, khususnya untuk generasi muda, mereka yang sedang membangun perusahaan rintisan di Indonesia bisa menimba ilmu dan bertukar pikiran maupun pengalaman untuk berkontribusi memajukan ekonomi digital di tahun 2030 nanti bisa tercapai," ungkapnya.

Usai mendengar paparan mengenai peluang ekonomi digital di Indonesia, Ketua Permias Seattle Luis Endrika Umbupaty mengaku tak segan mengajak pelajar Indonesia yang tengah mengenyam pendidikan di Amerika Serikat, khususnya Seattle, untuk kembali pulang ke Tanah Air.

"Saya mengajak rekan-rekan Permias untuk mengisi pasar di Indonesia. Kami senang bisa bertemu dengan Bapak Wakil Menteri Kominfo Nezar Patria untuk berdiskusi memajukan Indonesia," ungkap Luis.

"Saya mewakili rekan-rekan Permias Seattle, sangat senang bisa berdiskusi dengan Pemerintah Indonesia seputar perkembangan teknologi digital. Dengan perkembangan yang ada di Indonesia, dapat membuka banyak lapangan pekerjaan di masa depan," sambungnya.

Dalam pertemuan ini, ia pun menceritakan tantangan yang dihadapi anak muda yang melanjutkan kuliah di Seattle. Menurutnya, salah satu kunci merebut sukses ialah memperkaya keahlian diri.

"Misalnya, menguasai bahasa Inggris untuk berkomunikasi dan mencari tahu tentang sistem pendidikan yang berlaku di Amerika Serikat. Jadi, kita harus melakukan seberapa penyesuaian seperti mencari tahu terlebih dahulu mengenai cara mendaftar kuliah di sini, kelas kuliah di kampus yang dituju bagaimana prosesnya, dan sebagainya," jelasnya.

Sebagai informasi, dalam pertemuan ini Nezar didampingi Staf Khusus Riant Nugroho dan Plt. Direktur Layanan Aplikasi dan Informatika Pemerintahan Ditjen Aplikasi Informatika Aris Kurniawan. Sementara Ketua Permias Seattle Luis Endrika Umbupaty didampingi mahasiswa asal Indonesia lain Cathleen Annabelle Kasenda, Jessyln Putri Tilon, Kevin Pasha Sumitramiharja, Evander Hartanto, serta Kent Jonathan Utomo.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/wamenkominfo-ajak-mahasiswa-ri-di-as.html

Monday, August 23, 2021

Kominfo: Percepatan transformasi digital kunci pemulihan pascapandemi

 

 Kominfo: Percepatan transformasi digital kunci pemulihan pascapandemi 

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyatakan transformasi digital perlu menjadi perhatian negara-negara anggota G-20 sebagai salah satu elemen kunci dalam mempercepat pemulihan pascapandemi COVID-19.

“Percepatan transformasi digital yang berkelanjutan adalah elemen kunci dalam upaya pemulihan pascapandemi COVID-19, sekaligus menjadi komponen pendorong dalam membangun bangsa yang lebih tangguh dan berdaya,” kata Johnny dalam siaran pers dikutip Jumat.

Hal itu dia paparkan dalam sesi pertama Pertemuan Tingkat Menteri G20 Bidang Digital dari Jakarta secara virtual, Kamis (05/08).

Dalam sesi yang membahas “Transformasi Digital untuk Pemulihan Ekonomi” itu, Menkominfo juga memaparkan Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 yang disusun sebagai pedoman transformasi digital Indonesia.

Dia mengatakan Peta Jalan Indonesia 2021-2024 disusun sebagai pedoman strategis perjalanan Indonesia menjadi bangsa digital, yang dilaksanakan melalui empat pilar, yaitu infrastruktur digital, tata kelola digital, masyarakat digital, dan ekonomi digital.

Menurut dia, keberadaan infrastruktur digital yang kuat dan merata adalah prasyarat agar transformasi digital dapat menjangkau serta dirasakan oleh setiap orang.

Pemerintah terus berupaya melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur digital, seperti penggelaran jaringan serat optik backbone, pengembangan jaringan fiber-link dan microwave-link, peluncuran sembilan satelit telekomunikasi, dan pembangunan 559.000 stasiun pemancar sinyal (base-transceiver stations/BTS).

“Pemerintah Indonesia dan perusahaan telekomunikasi telah menggelar jaringan kabel serat optik sepanjang 342.000 kilometer di darat dan laut, sebagai tulang punggung konektivitas teknologi informasi dan komunikasi. Di mana lebih dari 12.000 kilometer dibangun di bawah proyek nasional jaringan Palapa Ring,” ujar dia.

Menkominfo menjelaskan, sebagai cerminan komitmen untuk memastikan tercapainya tujuan dan perencanaan infrastruktur digital, Indonesia menerapkan skema pembiayaan campuran (blended financing scheme) yang diharapkan dapat meningkatkan rasio tautan internet secara berkelanjutan sekaligus memperkecil disparitas digital di Indonesia.

“Upaya tersebut tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur atau di tingkat hulu. Ada urgensi untuk melanjutkan upaya ini ke tingkat hilir, di mana kegiatan ekonomi digital terutama dilaksanakan,” kata dia.

Oleh karena itu, kata dia, Kementerian Kominfo tengah mempersiapkan terbentuknya masyarakat digital yang semakin cakap melalui berbagai pelatihan literasi dan kompetensi digital guna memastikan transformasi digital dapat dikelola dengan baik dan dimanfaatkan secara berkelanjutan

“Jadi, kami tidak hanya berhenti di pembangunan infrastruktur digital yang merupakan prasyarat utama dalam transformasi digital. Tetapi, pilar-pilar ini harus berjalan beriringan, untuk mencapai transformasi digital yang menyeluruh,” kata Johnny.

Dalam kesempatan itu, Menkominfo juga mengatakan transformasi digital dapat mendorong perubahan model usaha, meningkatkan peluang yang menghasilkan nilai tambah, dan mendorong perubahan lintas sektoral dalam pola pikir bisnis yang didorong secara digital.

Hilir dari infrastruktur digital akan berujung pada penguatan potensi ekonomi digital. Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak memanfaatkan infrastruktur digital dan mendorong penguatan dan manfaat ekonomi digital.

"Saat ini tulang punggung perekonomian Indonesia adalah UMKM dan Ultra Mikro (UMi) yang menjadi penyumbang 61,07 persen dari PDB Indonesia,” jelas dia.

Sebagai komitmen nyata memperkuat potensi ekonomi digital Indonesia, Kementerian Kominfo berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya baik melalui penguatan over-the-top marketplace, pembinaan perusahaan rintisan (start-up) menjadi unicorn dan decacorn, serta memberdayakan UMKM/UMi agar dapat semakin cakap mengembangkan bisnis di platform digital.

“Kami memfasilitasi 30 juta UMKM/UMi agar dapat masuk secara digital (digitally onboarded) pada tahun 2024, mengingat kontribusinya terhadap PDB Indonesia. Untuk tahun lalu saja, PDB Indonesia bernilai lebih dari 1,06 triliun dollar AS, atau 40 persen dari total ukuran ekonomi ASEAN,” tutur Johnny.

Menkominfo menyatakan saat ini ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan melampaui nilai 124 miliar dollar Amerika Serikat pada akhir tahun 2024.

Menurutnya, hal ini menjadi pendorong ekonomi digital Indonesia di kawasan, yang menjadi salah satu dari dua sektor yang mencatatkan pertumbuhan positif dua digit, yaitu sebesar 10,58 persen pada tahun 2020 lalu.

Digital onboarding UMKM/UMi juga diharapkan dapat semakin berkontribusi pada ekspansi ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan akan terus tumbuh sebesar 23 persen menjadi 124 miliar dollar AS pada tahun 2024.

Pemerintah Indonesia juga telah memberikan stimulus keuangan dan subsidi khusus untuk para pelaku UMKM/UMi agar dapat tetap berusaha dan kembali bangkit di masa pandemi.

Indonesia dikatakan sedang dalam perjalanan menuju transformasi digital yang berkelanjutan dengan fokus tidak hanya memberdayakan ekonomi start-up, tetapi juga membuat para pelaku UMKM/UMi tetap berkembang selama dan setelah masa pandemi.

"Untuk itu, Indonesia terus menciptakan instrumen pendanaan bagi UMKM/UMi dan startup,” kata Menteri Johnny.

Menkominfo meyakini, setiap negara yang mengikuti Pertemuan Menteri Digital G20, memiliki aspirasi yang sama dengan Indonesia untuk terus memberdayakan pihak-pihak yang paling membutuhkan bantuan selama masa pandemi, terutama melalui proses digitalisasi dan kolaborasi yang konkret.

Dalam sesi itu, Indonesia menegaskan komitmen terus melaksanakan transformasi digital untuk pertumbuhan berkelanjutan. Indonesia juga mendorong negara-negara G20 untuk terus meningkatkan kolaborasi agar dapat semakin mengoptimalkan peluang serta manfaat ekonomi digital.

Sebagai forum negara-negara ekonomi terbesar, Indonesia berharap agar G20 dapat menjadi aktor penggerak utama dalam upaya transformasi digital dunia yang lebih baik dan semakin berkelanjutan.

Sumber : https://m.antaranews.com/berita/2311086/kominfo-percepatan-transformasi-digital-kunci-pemulihan-pascapandemi