Showing posts with label kemenkominfo. Show all posts
Showing posts with label kemenkominfo. Show all posts

Tuesday, June 18, 2024

Kemenkominfo Dorong Penerapan RME Berbasis AI dalam Pelayanan Kesehatan di Sumbar

 


Bisnis.com, PAYAKUMBUH - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Direktorat Ekonomi Digital mendorong pelayanan fasilitas kesehatan di Provinsi Sumatra Barat, menerapkan transformasi digital rekam medis elektronik (RME) berbasis artificial intelligence (AI). Ketua Tim Transformasi Digital Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Pariwisata Kominfo Hari Purwadi mengatakan penerapan RME merupakan upaya Kominfo dalam rangka membantu percepatan transformasi digital pada fasilitas pelayanan kesehatan di kawasan prioritas, khususnya di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. 

"Untuk mendorong Dinkes Payakumbuh dan Limapuluh Kota ini  untuk transformasi digital, kami turut menyelenggarakan seminar guna meningkatkan pemahaman peserta terkait RME pemanfaatan kecerdasan AI," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (19/6/2024). Dia berharap para FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) mampu memanfaatkan layanan RME berbasis teknologi kecerdasan AI, dimana akan disediakan oleh Nexmedis selaku startup digital yang menjadi mitra Kominfo dalam program adopsi teknologi digital di sektor kesehatan.

Menurutnya melalui teknologi itu dapat menjadi tools analisis yang dapat membantu tingkat akurasi pemilihan kode ICD 10 dalam pencatatan RME atas indikasi gejala atau diagnosis dari sebuah penyakit.  Kemudian dinas Kesehatan setempat dengan dashboard monitoring juga dapat memanfaatkan solusi layanan Nexmedis tersebut untuk membuat kebijakan berdasarkan data yang ada secara real-time.

"Makanya kami lakukan pertemuan bersama para FKTP, dan kami berharap bisa mengakselerasi integrasi Faskes dengan platform SATUSEHAT Kementerian Kesehatan," ujarnya. Dikatakannya inisiatif SATUSEHAT juga menjadi bentuk upaya percepatan adopsi teknologi dalam sektor kesehatan untuk mencapai satu data kesehatan yang terintegrasi dengan mengedepankan interoperabilitas antar sistem. 

Regional Onboarding Coordinator Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes RI, Fena Amalia Untari menambahkan bahwa platform yang akan mengintegrasikan seluruh data, hasil analisis, pelayanan kesehatan dari pasien dapat mempermudah Faskes dalam mengoptimalisasi pelayanan yang diberikan. “Koneksi dengan SATUSEHAT dapat mengurangi redudansi data, mengurangi redudansi proses jenis treatment atau layanan yang diberikan kepada pasien karena semua informasi yang telah terhubung dan dapat diakses oleh semua faskes dimanapun berada,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Technical Working Group SATUSEHAT, Ahmad Hidayat menjelaskan ada sejumlah peluang pemanfaatan kecerdasan buatan dalam implementasi RME.  

Melalui kecerdasan buatan AI dapat meningkatkan akurasi entry data rekam medis melalui teknologi NLP dan machine learning, membantu menganalisis data RME untuk identifikasi tren penyakit dan faktor risiko dan mendukung keputusan klinis untuk diagnosis dan terapi. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota Yulia Masna mengatakan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota terus mengupayakan penerapan RME di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Limapuluh Kota. 

"Puskesmas kita sudah mencoba menggunakan RME namun memang masih ada yang terkendala perangkat dan akan segera disediakan. Selanjutnya di beberapa puskesmas juga terdapat kendala di jaringan internet," ujarnya. Begitupun dari keterangan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Yuniri Yunirman, saat ini RME sudah dilaksanakan di seluruh puskesmas dan di RSUD Adnaan WD. "Namun kami berharap dan mendorong agar seluruh klinik swasta dan praktek dokter umum ataupun dokter gigi juga dapat segera melaksanakan RME ini," ungkapnya.


Sumber: https://sumatra.bisnis.com/read/20240619/533/1775190/kemenkominfo-dorong-penerapan-rme-berbasis-ai-dalam-pelayanan-kesehatan-di-sumbar

Thursday, May 30, 2024

RI Merapat ke China, Cari Peluang Kerja Sama untuk Transformasi Digital dan AI

 


Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Budi melakukan kunjungan kerja di Swiss guna bertemu dengan perwakilan dari China untuk membahas transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI). 

Pertemuan yang diadakan di Geneva International Convention Center (CICG) tersebut merupakan kesepakatan bilateral dengan China yang menekankan perkembangan AI dan investasi pada SDM. Budi bertemu dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi RRC Shan Zhongde pada Senin (27/05/2024), guna membuka peluang kerja sama dalam membangun tranformasi digital di masing-masing negara. 

Termasuk perihal pengembangan AI.  “Semoga pertemuan ini membawa kerja sama yang lebih baik untuk kesuksesan bersama,“ kata Budi dalam tulisan resmi Kominfo.

Budi juga menjelaskan bahwa pengembangan AI dan investasi pada SDM akan mendorong kemajuan Indonesia. Menurut Budi, dengan memajukan digital ekonomi dan pemanfaatan AI, Indonesia bisa lepas dari middle income trap

Budi turut hadir bersama Dirjen PPI Wayan Toni, Dirut Bakti Kominfo Fadhilah Mathar, serta Staf Khusus Menkominfo Sarwoto Atmosutarno, Daniel Hutagalung, Jobpie Sugiharto, dan Dedy Permadi. Adapun Wakil Menteri Zhongde didampingi 9 anggota delegasi dari Pemerintah China. 

Wakil Menteri Zhongde menyatakan bahwa China berkomitmen untuk mendukung Indonesia dalam transformasi digitalnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa fokus utama dukungan tersebut adalah pada sektor telekomunikasi, khususnya pengembangan teknologi 5G dan 6G serta kecerdasan buatan (AI).

Dia juga menyampaikan harapan agar Indonesia mengirimkan delegasi untuk menghadiri forum internasional tentang industri digital dan AI yang akan diselenggarakan di China pada awal September tahun ini. Forum ini diharapkan menjadi platform bagi kedua negara untuk bertukar ide, pengalaman, dan inovasi di bidang digital dan AI. “Kami mengharapkan kerja sama mengenai pemanfaatan AI demi kemajuan rakyat masing-masing negara,” ujarnya. Budi juga menegaskan bahwa Indonesia telah memiliki aturan kode etik dalam pemanfaatan AI.

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Komunikasi Dan Informatika Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2023 Tentang Etika Kecerdasan Artifisial sebagai bentuk respon terhadap pesatnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial intelligence (AI) dalam kehidupan sehari-hari. 

Surat Edaran tersebut mencakup tiga kebijakan utama, yaitu nilai-nilai etika dalam AI, pelaksanaan nilai etika,, serta akuntabilitas dalam pemanfaatan dan pengembangan AI. 

Surat Edaran ini bertujuan untuk menjadi panduan bagi para pelaku usaha yang terlibat dalam aktivitas pemrograman berbasis AI dan penyelenggara sistem elektronik (PSE) baik di sektor publik maupun swasta. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)


Sumber: https://teknologi.bisnis.com/read/20240529/84/1769317/ri-merapat-ke-china-cari-peluang-kerja-sama-untuk-transformasi-digital-dan-ai