Showing posts with label teknologi digital. Show all posts
Showing posts with label teknologi digital. Show all posts

Monday, June 3, 2024

Penggunaan Domain Lokal Menjadi Katalisator Transformasi Digital

 


JUMLAH total pengguna domain .id per 31 desember 2023 yaitu sebanyak 951.421, angka tersebut meningkat 31% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 726.305. 

Namun jumlah pengguna domain .id tersebut masih sangat kecil, yaitu hanya 0,4% jika dibandingkan dengan total pengguna internet di Indonesia sebanysk 215 juta berdasarkan survei APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia). 

Sementara itu, data Exabytes sendiri menyebutkan bahwa pengguna domain .co.id dan .id hanya sekitar 25.43%. Sedangkan pengguna domain .com cukup signifikan 44.67% dari total keseluruhan pengguna domain di Exabytes. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat Indonesia akan penggunaan domain lokal. 

Exabytes dalam upaya digitalisasi bisnis di Indonesia yaitu dengan menjalin kolaborasi dengan PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). PANDI, sebagai pengelola lanskap domain terkemuka di Indonesia, memiliki peranan penting dalam memfasilitasi pendaftaran dan pengelolaan nama domain dengan eksistensi .id. 

Percepatan transformasi digital Indonesia mendapat pengakuan dari World Digital Competitiveness Ranking (WDCR). Hal ini dibuktikan dalam survei International Institute for Management Development (IMD), yang mengatakan bahwa Indonesia naik enam peringkat menjadi peringkat ke-45 pada tahun 2023, dimana sebelumnya Indonesia berada pada peringkat ke-51 pada tahun 2022. 

Sinergi yang tepat dan dukungan penuh dari semua pihak dibutuhkan untuk mewujudkan ekosistem digital yang inklusif dan  kolaboratif berbasis inovasi demi tercapainya Visi Indonesia Digital 2045.

Selaras dengan Visi Indonesia Digital 2045, Exabytes sebagai penyedia solusi All-in-one Bisnis Cloud, Digital, dan Ecommerce terkemuka di Asia Tenggara memiliki misi GROW Digital, yaitu membantu para pengusaha mikro dan UKM dalam menjalankan digitalisasi dan mengembangkan pemasaran produk mereka secara digital demi mendorong pertumbuhan digital di Indonesia. 

Exabytes dan PANDI percaya bahwa penggunaan domain.id harus terus digalakkan karena domain .id merupakan bentuk identitas digital Indonesia untuk menguasai sektor digital. Oleh karena itu, melalui kolaborasi dengan Exabytes, penyedia web hosting dan layanan digital terpercaya, memiliki komitmen bersama untuk memperkuat bisnis dan individu di Indonesia dengan penggunaan domain .id yang lebih luas, sehingga dapat menjadi katalisator bagi transformasi digital bisnis di Indonesia.

Indra Hartawan selaku Country Manager Exabytes Indonesia, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini. “Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan PANDI dalam mendorong upaya digitalisasi di Indonesia. Dengan memaksimalkan keahlian kami di bidang web hosting dan solusi digital, serta pengalaman PANDI yang luas dalam pengelolaan domain, kami berharap dapat menginspirasi dan 
membantu lebih banyak lagi pelaku usaha dan individu untuk memanfaatkan kekuatan internet dalam mencapai tujuan mereka," kata Indra

"Melalui program ini, kami bertujuan untuk menggerakkan revolusi digital di Indonesia dengan mendorong penggunaan nama domain secara luas sebagai landasan pembentukan identitas dan branding online. Dengan memberikan dukungan yang komprehensif, diharapkan dapat membuka jalan menuju Indonesia yang lebih inklusif dan dinamis secara digital. Bersama, kita dapat memanfaatkan kekuatan teknologi untuk mendorong perubahan positif dan menciptakan dunia yang lebih sustainable untuk generasi yang akan datang,” lanjutnya.

Melalui sejumlah program yang mendorong digitalisasi dan mendukung keberlanjutan program ini, Exabytes terus berupaya untuk mendukung perusahaan-perusahaan di Indonesia agar dapat berkembang di lanskap digital yang berkembang pesat, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dengan GROW Digital. (H-2)


Sumber: https://mediaindonesia.com/teknologi/675563/penggunaan-domain-lokal-menjadi-katalisator-transformasi-digital

Pendidikan Tinggi dan Transformasi Digital: Menyiapkan Generasi Muda untuk Masa Depan

 


Pendidikan menjadi salah satu tolak ukur dalam kemajuan suatu negara, khususnya dalam jangka panjang. 

Nelson Mandela mengatakan bahwa "Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa digunakan untuk mengubah dunia" (Silalahi, 2020).

Berdasarkan petikan quote dari Nelson Mandela tersebut, maka dapat diartikan bahwasannya pendidikan secara jelas menjadi senjata nomor satu yang dapat mengubah dunia. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah mengubah dalam hal apa?, bukankah dunia tidak perlu diubah karena ada Sang Maha Kuasa yang sudah mengaturnya?. 

Tentu saja banyak hal yang akan diubah melalui pendidikan. Melihat kondisi dunia kita yang sudah tidak jelas sekarang ini. Kehancuran ada dimana-mana, krisis moral, peperangan yang tak terelakkan, serta tidak adanya kepedulian terhadap kedamaian. 

Melihat kondisi generasi milenial sekarang, banyak orang beranggapan bahwa pendidikan tinggi-tinggi tidak diperlukan. Hal tersebut kebanyakan dikatakan oleh generasi muda yang lekat dengan penggunaan sosial media, baik itu untuk jejaring pertemanan maupun penggunaan aplikasi yang mengakibatkan kurangnya eksistensi diri. Mereka (generasi milenial) beranggapan bahwa mendapatkan sebuah pekerjaan tidak harus menempuh pendidikan yang tinggi. Lalu untuk apa menempuh pendidikan tinggi ketika bisa melakukan semua lewat kemajuan teknologi digital?. Hal tersebut juga didukung dengan melihat banyaknya lulusan perguruan tinggi yang menganggur. 

Pemikiran-pemikiran close minded tersebutlah yang menurunkan kualitas negara. Apakah salah apabila seseorang mengenyam pendidikan setinggi mungkin?, apakah salah seseorang mengejar gelar tinggi ditengah kemajuan teknologi digital yang sangat modern?. Tidak ada yang salah, ingatlah seorang anak yang cerdas, mengenyam pendidikan pada dasarnya bukan hanya untuk tujuan mendapatkan kehidupan ekonomi, sosial yang berkecukupan. Hal yang terpenting dari semua itu adalah untuk mengubah pola pikir atau akal budi kearah yang lebih baik. Bukan hanya itu, seseorang menempuh pendidikan tinggi dengan tujuan meningkatkan value yang ada dalam diri mereka masing-masing. Sejalan dengan hal tersebut, UUD 1945 juga mengamanatkan bahwasanya agar negara mencerdaskan seluruh rakyat, dalam artian memberikan pendidikan yang seluas luasnya dan merata.

Berbicara tentang value, generasi muda seharusnya memiliki value yang lebih baik dalam memajukan sistem pendidikan dilihat dari segi fisik, usia, sosial, psikologi, intelektual, kemampuan berfikir yang dapat mereka pergunakan dan kembangkan kearah yang lebih baik dan terspesialisasi (Nata, 2018). Berdasarkan value atau karakter tersebut, para generasi muda memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan pendidikan. Adapun peran tersebut adalah para pemuda dapat menjadi pribadi yang dapat memberikan pelayanan pendidik secara sukarela dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, memberikan kontribusi dalam pembangunan sekolah sekolah non formal, dan yang paling penting adalah para generasi milenial mampu memberikan kontribusi pendidikan melalui pemanfaatan media digital  (media informasi dan komunikasi) dengan cara menyebarkan informasi-informasi terkait pendidikan, penyebaran ilmu pengetahuan yang dapat diakses oleh masyarakat luas di era kemajuan teknologi yang begitu modern. Contohnya adalah dengan membuat video pembelajaran atau informasi sekitar ilmu pengetahuan di media sosial dan informasi serta platform pembelajaran, publikasi jurnal ataupun artikel. Melalui tindakan tersebut, sedikit banyaknya akan menyadarkan masyarakat bahwa pentingnya sebuah pendidikan. Hal lain yang juga bisa dilakukan adalah dengan para generasi muda ikut serta terjun ke dalam lingkungan masyarakat dalam kehidupan masyarakat untuk tujuan memasyarakatkan bahwa pendidikan sangat penting bagi semua aspek kehidupan serta kemajuan suatu negara. 


Sumber: https://www.kompasiana.com/sudarsonosiburian/665c484fc925c43c560d6693/pendidikan-tinggi-dan-transformasi-digital-menyiapkan-generasi-muda-untuk-masa-depan

Monday, May 6, 2024

Pemerintah Fokus Rumuskan Kebijakan Pro UMKM

 


UTUSAN Khusus Presiden (UKP) Bidang Kerjasama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono menggelar kegiatan focus group discussion (FGD) dengan tema penguatan peran dan partisipasi UMKM dalam peningkatan kinerja perekonomian dan pengentasan kemiskinan, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (6/5).

Mardiono mengatakan, peran UMKM dalam menopang perekonomian Indonesia sangatlah besar. Maka, sudah perlu diberlakukan kebijakan-kebijakan yang dapat meningkatkan peran UMKM.

“Sebagaimana kita ketahui UMKM merupakan salah satu penghasil lapangan kerja terbesar di banyak negara dan terbukti mendukung pengurangan pengangguran, sekaligus mampu meningkatkan stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah fokus untuk merumuskan kebijakan yang berpihak kepada UMKM,” tutur Mardiono.

Mardiono menyebut, kebijakan pemerintah yang berpihak kepada UMKM antara lain dengan meningkatkan kemitraan, memperluas akses pembiayaan bagi UMKM melalui permodalan usaha, hingga mengakselerasi penciptaan startup dan peluang usaha baru.

“Guna menjawab tantangan pengembangan UMKM sebagai instrumen pengentasan kemiskinan juga dibutuhkan beberapa upaya lainnya. Seperti pemerintah juga perlu mengakselerasi penyediaan sistem basis data terpadu bagi UMKM dan lengkap agar dapat diakses oleh berbagai pihak,” jelasnya.

Mardiono menambahkan, koordinasi dukungan program dan pengembangan UMKM pun perlu dibutuhkan dari berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai target pengentasan kemiskinan di Indonesia.

“Untuk menguatkan peran UMKM dan memberantas kemiskinan di Indonesia butuh kerja sama dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan. Terutama melalui upaya-upaya kolaboratif agar dukungan lebih tepat sasaran sekaligus mendorong penggunaan teknologi digital,” pungkasnya.

Adapun FGD pada kali ini juga menghadirkan berbagai narasumber seperti Herbert Siagian Staf Ahli Menteri Bidang Produktivitas dan Daya Saing Kementerian Koperasi dan UKM, Muhamad Candra Utama selaku Senior Executive Vice President Ultra Micro BRI. Kemudian, Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian Bappenas Maliqi, dan Ekonom Senior CORE Hendri Saparini. (Z-6)


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/05/pemerintah-fokus-rumuskan-kebijakan-pro.html

Thursday, April 4, 2024

Membangun Masa Depan Grosir Digital

 

Industri kecantikan dan perawatan pribadi di Indonesia memiliki pasar yang amat kompetitif, terutama dengan banyaknya merek baru yang terus bermunculan. Dengan demikian, upaya untuk membangun identitas merek yang kuat dan menerapkan strategi penjualan Business-to-business (B2B) yang efektif melalui para reseller adalah langkah krusial untuk mencapai kesuksesan.

Untuk membahas hal tersebut, Peeba Indonesia bersama Plause.comenyelenggarakan Founders After Hours bertempat di Bandarkopi Jakarta Selatan, melalui diskusi panel yang informatif bagi para pemilik merek di Indonesia.

Acara yang digelar pekan lalu itu menjadi ajang silaturahmi dan buka bersama serta dikemas sedemikian rupa untuk mengeksplorasi beragam strategi yang digunakan oleh pemilik merek kecantikan dan perawatan pribadi dalam membangun serta mempertahankan keberadaan mereka di pasar yang penuh tantangan.

Dalam kesempatan ini, Peeba Indonesia sebagai sebuah platform grosir digital, mengeksplorasi bagaimana tantangan-tantangan yang dialami para pemilik merk dapat dijawab dengan teknologi. Peeba, berfokus pada pemberdayaan usaha mikro, terutama UMKM, dengan komitmen membantu mereka bersaing dengan peritel besar. Selain itu, Peeba juga menawarkan model grosir online B2B yang unik dengan konsep "beli dulu, bayar kemudian".

Plause.co sebagai beauty community placement atau wadah komunitas pemilik merek yang bertujuan pemilik merek dapat mengembangkan usaha dan memudahkan untuk meningkatkan penjualan.

"Kami sangat gembira karena Plause dapat memberikan wadah bagi teman-teman pemilik merek, sambil menciptakan ruang bagi pertukaran informasi dan kolaborasi antara merek-merek kecantikan. Mereka bisa berbagi pengetahuan tentang bisnis, memperkuat jaringan sosial, serta berbagi informasi tentang produk dan tren terkini. Melalui kerjasama dengan platform grosir seperti Peeba, pemilik merek memiliki kesempatan untuk berkembang dan membuka peluang untuk ekspansi global." tutur Quissa CEO dari Plause.co

Menurut pernyataan Linda Ismirada, pemilik merek Beautetox, "Bagi setiap brand, kelancaran arus kas sangat penting dan dukungan menjadi krusial untuk memastikan arus kas tetap stabil guna meningkatkan produk dan memperluas portofolio. Dengan adanya platform Peeba yang membantu dalam pengelolaan reseller dan mendukung aspek keuangan reseller, merek dapat lebih fokus dalam mengembangkan setiap produk untuk mendapatkan keuntungan maksimal di masa depan."

Peeba telah menjadi mitra strategis bagi banyak bisnis B2B. Platform ini tidak hanya menyediakan akses yang mudah dan efisien bagi reseller untuk membeli produk dari pemilik merek, tetapi juga membantu pemilik merek dalam pengelolaan inventaris, pemrosesan pesanan, dan analisis penjualan.

Langkah terbaru Peeba tidak hanya memberdayakan pelaku usaha mikro, tetapi juga memungkinkan peritel di luar negeri untuk terhubung dengan berbagai merek unik dari Indonesia.

Jacky Lai, pendiri dan CEO Peeba, menjelaskan, meskipun model grosir telah mengalami perkembangan selama bertahun-tahun, peritel kecil di Asia Tenggara masih menghadapi kesulitan dalam mengubah cara mereka melakukan pembelian untuk toko mereka secara signifikan. “Oleh karena itu, kami berupaya menyeimbangkan kesempatan bagi peritel kecil dengan memberikan akses ke ribuan merek terkemuka secara online tanpa perlu membayar biaya persediaan di muka, dan inisiatif ini dimulai dari Indonesia." (RO/M-3)

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/membangun-masa-depan-grosir-digital.html


Monday, March 25, 2024

Serap Tenaga Kerja hingga 97 Persen, UMKM Mesti Dikembangkan Melalui Teknologi Digital

TRIBUNPRIANGAN.COM - Sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) tercatat berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja mencapai sebesar 97 persen dari total tenaga kerja di Indonesia.

Bukan hanya itu, UMKM juga memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61 persen atau senilai dengan Rp9.580 triliun.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, Indonesia memiliki 65,5 juta UMKM yang jumlahnya mencapai 99 persen dari keseluruhan unit usaha.


Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, R. Yunandar Rukhiadi Eka Perwira, para pelaku UMKM termasuk di Jawa Barat mesti diberdayakan dan dikembangkan.


"Tujuannya supaya mengembangkan dan memperkuat perekonomian regional yang berdaya saing global dan berorientasi pada keunggulan komparatif, kompetitif, dan kooperatif dengan berbasis pada segenap potensi yang ada di daerah," kata dia, Selasa (26/3/2024).


Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan, pemerintah bisa mengadopsi langkah yang dilakukan Korea Selatan dalam meningkatkan sektor ekonomi.

Menurut dia, pada 1960-an dan 1970-an, kebijakan Pemerintah Korea Selatan adalah membantu pengembangan UKM, tetapi berfokus pada industri berat dan kimia.

Sementara pada tahun 2000-an, berbagai kebijakan dan inisiatif untuk UKM menyebabkan peningkatan eksplosif dan pertumbuhan bisnis ventura.

Pada tahun 2010-an, lanjut dia, filosofi pertumbuhan 'win-win' antara perusahaan besar dan UKM secara aktif dicari melalui promosi berbagai kebijakan.


Selain itu, berbagai upaya dilakukan untuk memperkuat kompetensi inovatif UKM, membangun tatanan perdagangan yang adil, melindungi area bisnis UKM, secara aktif mempromosikan strategi pertumbuhan win-win dan dukungan untuk memperkuat otonomi UKM.

Meski Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah membuat sejumlah program untuk meningkatkan UMKM, menurut dia, tetap ada kendala yang dialami oleh para pelakunya.

Salah satunya adalah masih banyaknya kegiatan dan transaksi yang dilakukan secara konvensional.

"Dalam hal ini, bantuan teknis diperlukan untuk mendukung pengembangan UMKM. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah penggunaan teknologi digital," ungkapnya.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/03/serap-tenaga-kerja-hingga-97-persen.html

Thursday, April 8, 2021

Saat Pandemi, Pelaku UMKM Perlu Gunakan Teknologi Digital

ilustrasi

Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) mengajak jutaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) anggotanya untuk memanfaatkan Gojek.

Keberadaan platform digital seperti Gojek, dinilai dapat membantu bisnis pengusaha perempuan untuk lebih berdaya tahan dan bahkan tumbuh di tengah pandemi.

Tersebut disampaikan Ketua Umum Inkowapi Sharmila saat kerjasama Inkowappi dengan Gojek, Rabu (7/4/2021).

Menurutnya, saat kondisi pandemi sudah menjadi keharusan bagi anggotanya mengubah pola bisnis, agar bisa terus bertahan dan beradaptasi, salah satunya dengan memahami dan mengadaptasi teknologi digital.

Kerjasama pembinaan strategi pengelolaan bisnis berbasis teknologi digital melibatkan ratusan pelaku usaha dari seluruh Indonesia.

“Ratusan pelaku usaha perempuan yang kami latih, tentunya menjadi awal yang sangat baik untuk dukungan kita bersama terhadap ekosistem UMKM di Indonesia secara keseluruhan. Kami berharap lebih banyak lagi perempuan yang bisa kita fasilitasi dan tingkatkan kapasitasnya dalam berbisnis di era digital,” tuturnya, Rabu (7/4/2021).

VP Merchant Marketing Gojek Bayu Ramadhan mengatakan, kolaborasi ini untuk mendukung pelaku UMKM mengembangkan bisnisnya dengan solusi yang lengkap dan inklusif, mencakup dukungan teknologi dan non-teknologi.

“Bersama Inkowapi, Gojek akan membagikan langkah- sukses berbisnis digital menggunakan GoBiz, aplikasi super bagi mitra usaha Gojek" ujarnya.

Kerja sama Gojek dan Inkowati diawali dengan pelatihan yang diadakan secara daring awal pekan ini, dan dihadiri oleh ratusan usaha pengusaha perempuan di bawah naungan Inkowapi.

Tim Gojek ymemberikan penjelasan komprehensif mengenai ekosistem teknologi Gojek untuk pelaku UMKM, dan seluk beluk mengembangkan bisnis dengan sukses menggunakan aplikasi GoBiz.



sumber : https://www.tribunnews.com/bisnis/2021/04/08/saat-pandemi-pelaku-umkm-perlu-gunakan-teknologi-digital