Showing posts with label pelaku UMKM. Show all posts
Showing posts with label pelaku UMKM. Show all posts

Wednesday, June 12, 2024

Kemendagri Dukung Pelaku UMKM Lewat Indonesia Maju Expo & Forum 2024

 


BORNEONEWS, Jakarta - Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri menggelar Indonesia Maju Expo & Forum 2024 sebagai bentuk dukungan Kemendagri terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Gelaran Indonesia Maju Expo & Forum 2024 akan berlangsung mulai tanggal 4 hingga 7 Juli di Jakarta Convention Center (JCC).

"Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta ruang komunikasi yang konstruktif dan sarana untuk meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan dalam negeri serta menarik minat investasi," kata Pelaksana Harian Direktur Kewaspadaan Nasional Ditjen Polpum Kemendagri Andi Baso Indra dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan UMKM merupakan pilar penting bagi pembangunan ekonomi Indonesia yang terus didorong agar naik kelas. Dengan begitu, UMKM mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian dan menyerap tenaga kerja lebih banyak.

Andi mengatakan Indonesia Maju Expo dan Forum 2024 merupakan upaya pemerintah dalam mempertemukan produsen dengan konsumen dan melalui kegiatan ini diharapkan tercipta hubungan bisnis yang saling menguntungkan di antara keduanya.

"Ujung-ujungnya nanti bagaimana mempertemukan antara produsen dengan konsumen, kemudian juga nanti dari bisnis kemudian dengan masyarakat yang akan membeli mungkin produk itu, itu kan bagian dari upaya pemerintah," ujarnya.

Selain itu, menurut Andi, perlunya dukungan dari berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut karena ajang Indonesia Maju Expo & Forum 2024 dapat menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk ikut andil menumbuhkan perekonomian melalui seni budaya dan UMKM.

"Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya acara ini," jelas Andi.

Andi juga mendorong seluruh pemerintah daerah turut menyukseskan kegiatan tersebut. "Kami mendorong pemerintah daerah untuk memberikan dukungan yang maksimal kepada penyelenggaraan kegiatan ini," imbuhnya.


Sumber: https://www.borneonews.co.id/berita/343911-kemendagri-dukung-pelaku-umkm-lewat-indonesia-maju-expo-forum-2024

Tuesday, May 28, 2024

Bantu Kelola Keuangan, Pelaku UMKM Dapat Bantuan Pembayaran Digital hingga Pendanaan

 


WARTAKOTALIVE.COM, KOTA BEKASI - Layanan platform bisnis Majoo hadirkan sejumlah pilihan layanan bagi masyarakat umum guna keperluan mengembangkan dan menumbuhkan proses Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).


Founder sekaligus CEO Majoo, Adi Wahyu Rahadi mengatakan layanan untuk pelaku bisnis tersebut mulai dari pembayaran digital hingga solusi pendanaan.


“Tersedia MajooPay, MajooCapital, MajooSupplies, MajooAds, MajooFranchise, dan MajooCare merupakan layanan terintegrasi yang dihadirkan oleh Majoo bagi para pelaku bisnis UMKM,” kata Adi, Selasa (28/5/2024).


Adi menjelaskan MajooPay menyediakan untuk membuka peluang pembayaran digital dengan e-wallet, QRIS, dan layanan paylater. 


Berdasarkan layanan ini, UMKM dapat mengelola transaksi keuangan secara lebih praktis dan efisien.

Lalu MajooCapital menyediakan pendanaan yang cepat dan mudah dengan nilai hingga Rp 2 miliar tanpa agunan.


Persyaratan ini dinilai lebih mudah, prosesnya hanya memerlukan lampiran laporan keuangan dari aplikasi Majoo, dan memberikan fleksibilitas cicilan hingga 36 bulan.

“MajooSupplies turut hadir untuk membantu UMKM dalam pengadaan bahan baku dengan sistem pembayaran terms of payment (TOP) dan pengantaran rutin. Hal ini memberikan kemudahan bagi para pelaku bisnis dalam menjalankan operasional sehari-hari mereka,” ujarnya.


Dilanjut Adi menuturkan perihal MajooAds dengan menjadi mitra penting bagi UMKM dalam meningkatkan jangkauan pasar melalui kampanye digital. 

Jika memanfaatkan layanan ini, para pelaku bisnis dapat memperluas potensi promosi produk dan layanan mereka secara lebih luas.


MajooFranchise juga menjadi opsi bagi UMKM yang ingin memulai bisnis franchise. 

Menggunakan satu platform, para calon mitra bisnis dapat menjelajahi berbagai pilihan brand terkemuka dan mendapatkan informasi paket kemitraan secara lengkap. 


Ditambah aplikasi langsung terpasang otomatis sebagai Point of Sale (POS) juga memudahkan pengelolaan bisnis franchise.

Layanan akhir ialah MajooCare didukung oleh teknisi yang tersebar di 600 kota di seluruh Indonesia. 

“Kami berkomitmen untuk menjadi mitra yang andal bagi UMKM di Indonesia. Dengan menyediakan layanan terintegrasi yang lengkap, kami hadir untuk membantu para pelaku bisnis dalam mengatasi tantangan operasional mereka dan meraih kesuksesan di pasar yang semakin kompetitif,” tutupnya. (m37)



Sumber: https://wartakota.tribunnews.com/2024/05/28/bantu-kelola-keuangan-pelaku-umkm-dapat-bantuan-pembayaran-digital-hingga-pendanaan

Sunday, May 5, 2024

Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi di ASEAN, Pelaku UMKM Masih Terhambat Akses Kredit

 


Liputan6.com, Jakarta Asia Tenggara atau ASEAN adalah rumah bagi jutaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang menyumbang hingga 40% dari ekonomi wilayah tersebut. Bisnis mikro mewakili hingga 94% dari total UMKM, memainkan peran penting sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, terutama di negara-negara seperti Indonesia dan Thailand.

Meskipun kontribusi mereka yang signifkan, 90% pedagang mikro di Asia Tenggara mengalami hambatan seperti akses kredit yang terbatas, tantangan dalam mendapatkan pinjaman karena jaminan yang tidak memadai dan minim riwayat kredit, serta rendahnya literasi keuangan digital, terutama di daerah perdesaan.

Berkaca dari hal tersebut, pada acara Money 20/20 yang dilaksanakan di Bangkok Thailand, Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengungkapkan inovasi teknologi dan literasi keuangan yang inklusif merupakan kunci dalam meningkatkan daya saing usaha mikro Indonesia di Asia Tenggara.

Menurut dia, pelaku industri teknologi fnansial seperti Amartha, memainkan peran kunci dalam menyediakan layanan yang mudah diakses kepada segmen yang tidak terlayani, dimana proporsi pinjaman usaha mikro terhadap layanan pinjaman teknologi fnansial lebih besar dibandingkan usaha menengah.

Perjalanan menuju inklusi akses permodalan bagi usaha mikro turut diiringi dengan meningkatnya tren impact investing. Di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, saat ini menjadi tempat tujuan impact investing yang memungkinkan para investor dan institusi global untuk diversifkasi portofolio mereka di pasar yang berkembang serta turut serta memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

Di periode 2020-2022, impact investor telah berkomitmen lebih dari 67% dari total modal yang diinvestasikan dalam periode 10 tahun sebelumnya dari 2007-2016 di Asia Tenggara, menunjukkan percepatan tren aktivitas impact investing di wilayah tersebut.

"Kondisi geografis yang luas selalu menjadi fokus utama dalam menyediakan akses permodalan yang merata bagi usaha mikro di Indonesia. Salah satu tantangannya adalah penyaluran modal yang belum merata di luar pulau Jawa. Sebagai penyedia layanan keuangan digital inklusif, Amartha terus berkomitmen menghadirkan teknologi terbaik yang relevan dan ramah pengguna bagi usaha pedagang mikro tradisional, memungkinkan mereka untuk mencapai potensi terbaik mereka.” ungkap Andi Taufan dikutip Minggu (5/5/2024).

Dalam memastikan inklusivitas, Amartha telah membangun infrastruktur keuangan digital yang menghubungkan bisnis mikro di kota-kota Tier 2 dan 3 di luar Jawa, dengan menawarkan model pendanaan dan pemberian pinjaman yang terintegrasi baik dari sektor institusi maupun ritel. Hal ini memungkinkan para peminjam untuk mengakses modal kerja dengan efsien.

Selain itu, infrastruktur mereka menyediakan layanan pembayaran dan sistem skor kredit internal, menjadikannya platform keuangan mikro yang paling terintegrasi untuk segmen akar rumput Indonesia.

Lebih lanjut, guna menyediakan ketersediaan akses permodalan yang lebih luas, Amartha menggunakan local branchless agents, yang memberdayakan mitra bisnis lokal lokal di daerah pedesaan dengan menawarkan layanan keuangan digital seperti transfer peer-to-peer, tabungan mikro, dan pembayaran tagihan.

Produk-produk strategis ini memperluas layanan keuangan esensial kepada para pelaku usaha mikro. Melalui pendekatan tersebut, Amartha secara aktif mempromosikan literasi digital dan keuangan dengan menempatkan local branchless agents ke area perdesaan.

 Selain mendiskusikan tantangan dan upaya memaksimalkan potensi ekonomi akar rumput di Asia Tenggara, salah satu topik diskusi pada acara Money 20/20 adalah bagaimana perjalanan menuju inklusi akses permodalan bagi usaha mikro turut diiringi dengan meningkatnya tren impact investing.

Di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, saat ini menjadi tempat tujuan impact investing yang memungkinkan para investor dan institusi global untuk mendiversifkasi portofolio mereka di pasar yang berkembang serta turut serta memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

Pada 2023, Amartha telah mendapatkan institutions facility commitment untuk pembiayaan usaha mikro dari tiga organisasi terkemuka, yang mencapai total kontribusi sebesar $285 juta dari Community Investment Management, International Finance Corporation, dan Credit Saison.

Besarnya tren impact investing serta konsisten menghadirkan inovasi teknologi yang relevan, menjadikan Amartha memiliki catatan proftabilitas yang baik selama tiga tahun terakhir. Dengan tren arah pertumbuhan yang positif ini, Amartha semakin memperkuat komitmen untuk mempromosikan popularitas impact investing di Indonesia.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/05/jadi-mesin-pertumbuhan-ekonomi-di-asean.html

Monday, April 29, 2024

Pj. Bupati Bekasi Ingin MTQ Jabar di Kabupaten Bekasi Jadi Berkah untuk Pelaku UMKM

 


PORTALJABAR, KAB. BEKASI - Digelarnya Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-38 tingkat Provinsi Jawa Barat 2024 di Kabupaten Bekasi membawa berkah bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bekasi. 

Hadirnya ribuan kafilah dari berbagai kota di Jawa Barat diharapkan dapat meningkatkan omset para pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi dan meningkatkan pendapatan masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, usai membuka acara Bazar Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) di arena utama MTQ ke-38 Jabar di Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, pada Minggu (28/4/2024).

“Dengan kehadiran para kafilah hampir lima ribu peserta dari 27 kabupaten/kota, omsetnya naik, dengan omset naik belanjanya juga naik dan tentu pendapatan masyarakat juga bertambah. Artinya Kabupaten Bekasi sebagai tuan rumah MTQ Jabar adalah suatu keberkahan bagi masyarakat kabupaten Bekasi,” ujarnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, Ida Farida mengatakan, para pelaku UMKM diberikan tempat untuk ikut menyemarakkan MTQ tingkat Provinsi Jawa di Kabupaten Bekasi yang menjadi tuan rumah.

“Saya berharap momen ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku UMKM Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.

Ida menyampaikan, Bazar UMKM yang digelar di arena MTQ Jabar diikuti oleh gabungan UMKM se-Kabupaten Bekasi, Forum UMKM di 23 kecamatan, beberapa perangkat daerah dan gabungan koperasi yang terlibat dalam koperasi UMKM. 

“Ya kami bersyukur, dengan digelarnya MTQ Jawa Barat di Kabupaten Bekasi tingkat pesanan catering dan snack dari kafilah MTQ kepada para pelaku UMKM meningkat,” ujarnya. (Diskominfo Kab. Bekasi/Fauziah)


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/pj-bupati-bekasi-ingin-mtq-jabar-di.html

Sampoerna Berikan Pelatihan Digitalisasi kepada 100 Pelaku UMKM di Kabupaten Bogor

 


Bogor, 25 April 2024 – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), melalui program pemberdayaan UMKM “Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC)” di bawah payung Program Keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia”, menggelar pelatihan bertajuk Optimalisasi Platform Digital untuk Pemasaran Produk UMKM di Bogor (25/4/2024). Acara yang merupakan bagian dari melalui program UMKM Untuk Indonesia 2024 (UUI) untuk Transformasi Digital 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan para pelaku UMKM, utama terkait optimalisasi penggunaan platform digital dalam memasarkan produknya.

Pelatihan ini diikuti oleh 100 UMKM dari Kabupaten Bogor. Mereka tampak antusias mengikuti program yang digelar oleh SETC, bekerja sama dengan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK), serta Pemerintah Kabupaten Bogor.

Turut hadir dalam pelatihan ini adalah Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana. Dalam sambutannya, Iman memberikan apresiasi kepada Sampoerna dan Yayasan INOTEK atas penyelenggaraan acara pemberdayaan UMKM di wilayahnya.

“Pemerintah daerah telah melaksanakan berbagai program untuk meningkatkan kelas UMKM di Kabupaten Bogor. Dengan adanya kolaborasi dan dukungan dari Sampoerna dan Yayasan INOTEK, program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas bisnis UMKM sehingga usahanya dapat semakin melejit” ujarnya.

Pelatihan yang digelar pada bulan Februari – September 2024 ini menargetkan sekitar 1.000 pelaku UMKM. Selama mengikuti program ini, para pelaku UMKM akan menerima berbagai materi yang relevan, seperti pemasaran melalui platform digital hingga penerapan sistem pembayaran digital. Program ini dirancang untuk mendukung pencapaian pemerintah Indonesia dengan target 30 juta pelaku UMKM untuk go digital pada tahun ini.

Sejak didirikan pada 2007, SETC telah memberi pelatihan kepada lebih dari 72.000 pelaku UMKM di Indonesia, baik secara daring maupun luring. Program ini merupakan salah satu dari berbagai pelatihan dan pendampingan UMKM yang telah dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan utama SETC selama 17 tahun terakhir bagi UMKM di berbagai wilayah di Indonesia.

Kepala Urusan Eksternal Sampoerna, Ishak Danuningrat, menyatakan bahwa Sampoerna berkomitmen untuk memperkuat perkembangan UMKM di Indonesia, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital. “Sampoerna secara konsisten mendukung kemajuan sektor UMKM sebagai salah satu motor utama ekonomi negara,” ujar Ishak.

Direktur Eksekutif, Ivi Anggraeni, menyampaikan bahwa UMKM sebagai penggerak perekonomian bangsa harus turut memanfaatkan teknologi sebagai alat dalam mendongkrak usahanya untuk bertumbuh dan berkembang. “Melalui upaya ini, maka kami yakin bahwa UMKM akan mampu untuk bersaing secara global,” ujarnya.

About PT HM Sampoerna Tbk
Tentang Sampoerna untuk Indonesia
Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) melambangkan komitmen keberlanjutan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) untuk terus berkontribusi pada pembangunan Indonesia. Komitmen ini selaras dengan Falsafah Tiga Tangan kami dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Sampoerna percaya bahwa transformasi kinerja bisnis diperlukan untuk menciptakan dampak positif terhadap operasional, sosial, dan lingkungan.

Tentang Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia
Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) adalah sebuah inkubator bisnis yang didirikan pada 17 Januari 2008 untuk mendukung pengembangan usaha pemula, kecil dan menengah yang berbasis Teknologi Tepat Guna. Pendirian INOTEK didasari oleh keyakinan yang kuat bahwa inovasi teknologi yang aplikatif dan tepat-guna akan memberi manfaat dan dampak sosial dan ekonomi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. INOTEK menjangkau ratusan wirausaha berbasis teknologi tepat guna di Indonesia dan berupaya untuk memobilisasi dukungan bisnis yang dibutuhkan perusahaan agar tumbuh menjadi bisnis yang sukses.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/sampoerna-berikan-pelatihan.html

Monday, April 22, 2024

Ini Nih Pentingnya Digitalisasi untuk Pelaku UMKM di Daerah

 

Jakarta - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) didorong untuk bisa terus berkembang, salah satunya dengan cara digital. Digitalisasi untuk UMKM ini jadi hal yang diperlukan, khususnya untuk pelaku UMKM di daerah.

Di Jawa Timur, diselenggarakan kegiatan Temu Bisnis dan Sosialisasi Travel Fair antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menawarkan produk/jasa; makanan dan minuman, barang elektronik, alat tulis kantor (ATK), serta travel agent - travel agent lokal di Jawa Timur.

Pemanfaatan platform B2B marketplace di Provinisi Jawa Timur, dilakukan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan barang/ jasa pemerintah. Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Perpres No.16/2018) menjadi landasan utama Sistem Penyelenggaran Secara Elektronik (SPSE), yang menentukan tentang pemanfaatan e-marketplace untuk menyediakan infrastruktur teknis dan layanan dukungan transaksi bagi Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah dan Penyedia.

Hal ini didukung dengan Keputusan Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah, nomor 38 tahun 2021 tentang tata cara penyelenggaraan Toko Daring, serta Peraturan Gubernur nomor 76 tahun 2020, beserta perubahan peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 61 tahun 2021 tentang pemanfaatan penyelenggaraan perdagangan melalui sistem elektronik, dan tentang pelaksanaan Jatim Bejo

Pemerintah Provinsi Daerah Jawa Timur dalam upaya mendorong transformasi pengadaan digital barang/ jasa kebutuhan pemerintah, menyelenggarakan kegiatan Temu Bisnis dan Sosialisasi Travel Fair antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menawarkan produk/jasa; makanan dan minuman, barang elektronik, alat tulis kantor (ATK), serta travel agent - travel agent lokal di Jawa Timur.

Pemanfaatan platform B2B marketplace di Provinisi Jawa Timur, dilakukan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan barang/ jasa pemerintah. Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Perpres No.16/2018) menjadi landasan utama Sistem Penyelenggaran Secara Elektronik (SPSE), yang menentukan tentang pemanfaatane-marketplace untuk menyediakan infrastruktur teknis dan layanan dukungan transaksi bagi Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah dan Penyedia.

Hal ini didukung dengan Keputusan Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah, nomor 38 tahun 2021 tentang tata cara penyelenggaraan Toko Daring, serta Peraturan Gubernur nomor 76 tahun 2020, beserta perubahan peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 61 tahun 2021 tentang pemanfaatan penyelenggaraan perdagangan melalui sistem elektronik, dan tentang pelaksanaan Jatim Bejo.

"Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pada hari ini adalah untuk memperkenalkan dan mempertemukan secara langsung penyedia-penyedia, atau UMKM lokal kepada Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Melalui kegiatan ini, Perangkat Daerah dapat mengenal, dan melihat produk dan jasa yang ditawarkan secara langsung. Sekaligus mencoba barang/ jasa yang ditawarkan oleh penyedia yang terlibat dalam kegiatan ini. Kami berharap, selanjutnya, pengadaan barang/ jasa yang dilakukan oleh Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat menjangkau lebih banyak lagi penyedia, dan dilakukan secara merata. Jadi penyedianya tidak hanya itu-itu saja. Sesuai Keputusan Presiden nomor 12 tahun 2001, tentang pengadaan barang jasa pemerintah, pasal 65 ayat 21, bahwa Kementerian Lembaga, Pemerintah Daerah wajib menggunakan produk usaha kecil, serta koperasi, dari hasil produksi dalam negeri, dan wajib mengalokasikan paling sedikit 40% dari nilai anggaran belanja barang jasa Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah. Melalui kegiatan ini, harapannya kesempatan yang merata dapat diberikan kepada pelaku usaha UMKM, sehingga terjadi pemerataan pendapatan," ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jawa Timur Moh. Gunawan Saleh.

Sejak program Jatim Bejo diinisiasi pada November 2020, tercatat lebih dari 2.250 penyedia lokal telah bergabung dan berpartisipasi dalam pengadaan digital kebutuhan pemerintah, dengan lebih dari 155.000 produk tayang. Pada tahun 2023, nilai transaksi yang dicapai lebih dari Rp 56 milyar yang berasal dari 66.000 pesanan, dari 7.250 lebih penyedia. Kegiatan Temu Bisnis menawarkan kesempatan kepada penyedia yang belum berkesempatan untuk berpartisipasi dalam pengadaan pemerintah.
"Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan belum lama ini, dipahami bahwa terjadi ketidak-merataan pembelian terhadap penyedia - penyedia UMKM yang tergabung melalui program Jatim Bejo. Penyedia yang dipilih dan mendapat kesempatan berpartisipasi dalam pengadaan digital barang/ jasa pemerintah, masih itu-itu saja. Kami memahami bahwa ketidak-merataan tersebut terjadi semata-mata karena kebiasaan saja. Oleh karena hal tersebut, pada hari ini, dihadirkan penyedia-penyedia lain yang sama sekali belum mendapatkan pesanan, atau bila ada yang sudah mendapat kesempatan, tetapi masih sedikit. Silahkan kunjungi stan-stan UMKM setelah ini, silahkan dicoba makanan atau produk-produk lainnya yang ditawarkan". Ungkap Dr. Endy Alim Abdi Nusa, S.IP., M.M, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Jawa Timur menambahkan.

Kegiatan Temu Bisnis dan Sosialisi Travel Fair ini dapat memberikan informasi terkini mengenai best pratice pengadaan digital kepada pengguna dan OPD di Jawa Timur. Sekaligus membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada pelaku usaha UMKM di Jawa Timur untuk berpartisipasi dalam pengadaan pemerintah.

"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah mempercayakan pengadaan digital barang/jasa kebutuhan pemerintah melalui platform Mbizmarket. Kami senang dapat ambil bagian mendukung penyelenggaraan kegiatan Temu Bisnis dan Sosialisasi Travel Fair ini. Dengan fitur MbizTravel, kami berharap dapat memberikan kemudahan kepada OPD terkait dalam memesan dan membeli tiket penerbangan domestik. Kini saatnya beralih ke Travel Lokal, dalam upaya mendukung pelaku usaha travel agen - travel agen lokal di Jawa timur. Bagi travel agen di Jawa Timur sendiri, hal ini merupakan kesempatan untuk go digital, menjadi Online Travel Agen (OTA) tanpa perlu modal tambahan, langsung bisa ekspansi melayani berbagai OPD di Jawa Timur yang eksistensinya telah dikurasi, dan dapat menerima pembayaran secara online melalui berbagai kanal pembayaran; kode billing, virtual account, kartu kredit, hingga Kartu Kredit Indonesia" tutur Ryn Mulyanto Riyadi Hermawan, CEO & Co-Founder Mbizmarket.

Platform perdagangan elektronik Mbizmarket secara langsung telah diakui eksistensi dan perannya oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa LKPP (LKPP) Republik Indonesia, dalam mendukung transformasi digital pengadaan barang dan jasa di tanah air.

Kerja sama antara Mbizmarket dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait dengan kegiatan Temu Bisnis untuk mendorong UMKM lokal berpartisipasi dalam pengadaan digital pemerintah ini, diharapkan dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lain di seluruh Indonesia.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/ini-nih-pentingnya-digitalisasi-untuk.html

Sunday, April 21, 2024

Melihat Potensi UMKM Setelah TikTok Shop-Tokopedia Berkolaborasi

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Kolaborasi TikTok Shop dan Tokopedia dinilai akan membuat Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia semakin besar dan naik kelas. 

Sekertaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero mengatakan hal ini adalah kesempatan bagus bagi UMKM untuk mengakses pasar agar naik kelas. 

“Kolaborasi antar platform digital menjadi kunci dalam mendukung perkembangan UMKM di Indonesia. Melalui integrasi dan migrasi sistem TikTok Shop ke Tokopedia yang hampir tuntas, UMKM di Tanah Air akan memiliki peluang untuk mengakses pasar yang lebih luas sehingga bisa naik kelas,” kata Edy kepada wartawan, Senin (22/4/2024).

Edy mengatakan, TikTok dan Tokopedia adalah dua raksasa di industri digital. Saat ini keduanya berkolaborasi menjadi satu, dan membuka ruang pangsa pasar keduanya untuk semakin luas. 

"Integrasi TikTok Shop dan Tokopedia akan menciptakan pasar baru sehingga pasar pengusaha UMKM yang memasarkan produknya melalui platform tersebut menjadi jauh lebih besar. Artinya, peluang UMKM untuk menjadi lebih besar dan naik kelas juga lebih terbuka," kata Edy. 

Menurut Edy, pelaku UMKM harus menyambut integrasi TikTok Shop dan Tokopedia dengan baik. Itu sebabnya, pelaku UMKM perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk merebut pasar baru yang disiapkan TikTok Shop dan Tokopedia.

Edy mewanti-wanti, jangan sampai pasar baru yang besar ini justru direbut oleh pihak lain. Hal itu akan justru membuat produk impor akan membanjiri pasar baru tersebut. 

Pengusaha UMKM harus sungguh-sungguh untuk mempersiapkan produk maupun jasa yang mereka tawarkan dengan meningkatkan kualitas dan menata margin keuntungan. 

"Pengusaha UMKM jangan berleha-leha. UMKM harus mengambil kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan merespons keinginan konsumen dengan baik supaya menjadi tuan di negeri sendiri," ucap Edy.

 Melalui kolaborasi antar platform digital seperti yang dilakukan TikTok Shop dan Tokopedia, Edy menambahkan, UMKM memiliki peluang untuk masuk ke pasar global.

Dengan demikian, UMKM akan semakin bergairah sehingga bisa memberikan kontribusi lebih besar agar Indonesia untuk menjadi salah satu negara dengan ekonomi terkuat pada 2045. Selama ini, UMKM di Indonesia telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia. 

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61 persen atau senilai Rp 9.580 triliun. Kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja mencapai sebesar 97 persen.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/melihat-potensi-umkm-setelah-tiktok.html

Thursday, April 4, 2024

Puluhan UMKM meriahkan Bazaar Ramadhan Rumah BUMN di Kota Malang

 

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Puluhan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) memeriahkan kegiatan Bazaar Ramadhan Rumah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang digelar di kawasan Stasiun Malang Kota Baru, Jawa Timur, pada 4-6 April 2024.


CEO Rumah BUMN Jawa Timur Isanto Putra di Kota Malang, Jatim, Kamis, mengatakan bahwa pelaksanaan Bazaar Ramadhan Rumah BUMN tersebut diharapkan bisa menjadi wadah promosi untuk produk-produk yang dihasilkan UMKM binaan.

"Harapan kami, dengan penyelenggaraan Bazaar Ramadhan ini menjadi wadah pemasaran bagi UMKM," katanya.

Isanto menjelaskan selain menjadi wadah pemasaran produk pelaku usaha kecil tersebut, Bazaar Ramadhan yang diikuti kurang lebih sebanyak 25 pelaku UMKM itu juga diharapkan mampu meningkatkan omzet khususnya menjelang perayaan Idul Fitri 1445 Hijriah.

Menurutnya, para pelaku UMKM yang turut serta dalam Bazaar Ramadhan Rumah BUMN tersebut, merupakan binaan dari Rumah BUMN Kota Malang, Rumah BUMN Kabupaten Malang, dan Rumah BUMN Mojokerto.

"Ini merupakan kolaborasi, ada kurang lebih 25 UMKM binaan. Diharapkan bisa meningkatkan omzet menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah," katanya.

Ia menambahkan Bazaar Ramadhan Rumah BUMN sebelumnya juga sudah digelar di Rumah BUMN Kota Malang.

Pelaksanaan kali ini, dilakukan dengan skala lebih besar dan diharapkan bisa menjangkau masyarakat lebih luar khususnya yang tengah melaksanakan mudik Lebaran.

"Ini yang kedua dengan skala lebih besar. Kami harap untuk masyarakat yang melaksanakan mudik bisa mengakses Bazaar Ramadhan Rumah BUMN ini," katanya.

Untuk wilayah lain di Jawa Timur, lanjutnya, pihaknya telah memberikan instruksi untuk melaksanakan kegiatan serupa di masing-masing daerah. Kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan selama bulan Suci Ramadhan.

Di wilayah Jawa Timur, ada kurang lebih sebanyak 45 ribu pelaku UMKM yang diberikan pendampingan oleh Rumah BUMN. Di provinsi tersebut, ada sebanyak 17 Rumah BUMN yang tersebar di berbagai wilayah dan memberi pendampingan kepada pelaku usaha kecil itu.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/puluhan-umkm-meriahkan-bazaar-ramadhan.html

Wednesday, January 26, 2022

BukuWarung dan Pemprov Jateng Bersinergi Berdayakan Pelaku UMKM

 Pemanfaatan teknologi oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air saat ini masih tergolong rendah. Padahal, teknologi dan digitalisasi merupakan kunci bagi pelaku UMKM untuk bertahan dan mengembangkan usaha.

Terlebih, di tengah situasi pandemi Covid-19 dengan persaingan bisnis yang kian kompetitif, UMKM dituntut mampu untuk go digital.


Merespons hal itu, salah satu startup bidang financial technology (fintech), BukuWarung, berinisiatif memberdayakan pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan teknologi digital. Dengan begitu, pelaku UMKM bisa semakin berkembang dan berdaya saing.

Berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), BukuWarung memberikan pelatihan terkait pemanfaatan ekosistem keuangan digital untuk pelaku UMKM di Kabupaten Sukoharjo, Senin (24/1/2022).

Adapun bentuk pelatihan yang diberikan BukuWarung dan Dinkop UKM berupa workshop peningkatan akses pembiayaan melalui literasi keuangan dan studi kelayakan usaha untuk 1.000 pelaku UMKM di Jateng.

Head of Product Marketing BukuWarung Irwansyah Fansury mengatakan, pihaknya siap mendukung pemberdayaan pelaku UMKM di Jateng guna mendorong inklusi keuangan.

Pada pelatihan tersebut, lanjut Irwansyah, BukuWarung memaparkan materi terkait digitalisasi dan literasi keuangan serta peran penting pencatatan keuangan.

“Dalam studi kelayakan usaha, hal itu perlu dipahami pelaku UMKM untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dari perbankan ataupun nonbank,” ujar Irwansyah dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (25/1/2022).

Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman literasi keuangan pelaku UMKM. Utamanya, terkait pengelolaan keuangan usaha dan program pembiayaan, baik dari perbankan maupun nonbank.

Irwansyah menambahkan, pemberdayaan UMKM yang dijalankan Pemprov Jateng sejalan dengan visi dan misi BukuWarung. Lewat upaya tersebut, BukuWarung dapat berkontribusi untuk mendukung pelaku UMKM agar lebih sejahtera dan berdaya saing.

“Kami satu-satunya startup pencatatan digital yang diundang (Pemprov Jateng) untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemberdayaan tersebut. Hal ini menandakan bahwa eksistensi dan konsistensi BukuWarung dalam pemberdayaan UMKM melalui platform digital makin diakui,” terangnya.

Untuk diketahui, BukuWarung berdiri sejak 2019. Perusahaan ini menghadirkan platform pencatatan keuangan digital yang mudah diakses dan digunakan oleh pelaku UMKM.

BukuWarung juga memperkuat inovasi teknologi dengan menambahkan fitur-fitur baru, seperti etalase online, pembayaran, dan pembiayaan digital. Fitur tersebut dihadirkan untuk memudahkan pelaku UMKM dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya.

Saat ini, lebih dari 7 juta pelaku UMKM telah tergabung dalam ekosistem BukuWarung dan berpotensi memajukan bisnisnya.

UMKM sebagai kunci

Seperti diketahui, sektor UMKM adalah kelompok kunci yang dapat mendorong Indonesia menjadi pemain ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Sayangnya, tingkat literasi keuangan pelaku UMKM di Indonesia masih rendah.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2019 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, indeks literasi keuangan UMKM di Tanah Air hanya mencapai 38,3 persen dengan indeks inklusi keuangan 76,19 persen

Adapun indeks literasi keuangan Provinsi Jateng masih berada di atas indeks literasi nasional, yaitu 47,48 persen. Meski demikian, literasi keuangan Jateng masih perlu ditingkatkan, terutama di kalangan pelaku UMKM.

Sementara itu, berdasarkan catatan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), sebanyak 94 persen pelaku UMKM belum menggunakan komputer. Kemudian, 90 persen UMKM tidak menggunakan internet dalam menjalankan usahanya.

Merespons tantangan tersebut, Dinkop UKM Provinsi Jateng menggelar kegiatan pemberdayaan UMKM, yang dimulai dari Kabupaten Sukoharjo.

Rangkaian kegiatan pemberdayaan tersebut juga akan dilakukan di berbagai kota dan kabupaten lain di Jateng pada Februari dan Maret 2022.

Kota dan kabupaten tersebut adalah Semarang, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen, Wonosobo, Tegal, Pekalongan, Banyumas, Boyolali, Karanganyar, Jepara, Pati, dan Salatiga.

Kepala Dinkop UKM Jateng Ema Rachmawati mengapresiasi keterlibatan BukuWarung dalam pemberdayaan pelaku UMKM. Ia mengatakan, BukuWarung punya peran penting dalam mengatasi kendala yang dihadapi UMKM di Jateng.

“Khususnya, terkait rendahnya literasi keuangan. Hal ini berakibat pada pelaporan keuangan bisnis UMKM yang tidak jelas antara modal, cash flow, keuntungan, dan kerugian,” kata Ema.

Pihaknya berharap, BukuWarung dapat membantu dalam mempercepat digitalisasi pelaku UMKM di Jateng agar bisnis yang dijalankan semakin berkembang.

“Terlebih, di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini dengan persaingan bisnis yang kian kompetitif,” terang Ema.

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Sukoharjo Iwan Setiyono memaparkan potensi sektor UMKM di wilayahnya.

Iwan menjelaskan, jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Sukoharjo diperkirakan mencapai 227.000 pada 2022. Mereka bergerak di berbagai sektor, seperti industri, jasa, perdagangan, perikanan, pertanian, dan peternakan.

Meski begitu, pelaku UMKM menghadapi tiga permasalahan utama, yaitu akses permodalan, administrasi usaha yang kurang tertib, dan inovasi produk.

Melalui kegiatan tersebut, lanjut Iwan, pihaknya berharap pelaku UMKM dapat melakukan digitalisasi, berinovasi, dan mengintegrasikan ekonomi keuangan digital.

Sumber : https://biz.kompas.com/read/2022/01/26/100000328/bukuwarung-dan-pemprov-jateng-bersinergi-berdayakan-pelaku-umkm.

Tuesday, January 18, 2022

Bantu UMKM di Semarang, ShopeePay Hadirkan Program “Semangat UMKM Lokal”

 ShopeePay berupaya memberikan kontribusi pada pemulihan bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan ekonomi lokal di wilayah Indonesia.




Kontribusi dari layanan pembayaran digital tersebut diwujudkan melalui kehadiran program "Semangat UMKM Lokal" di Kota Semarang. Program ini sudah berlangsung sejak Maret 2021 dan akan terus dilakukan ShopeePay di tahun 2022.

Adapun program Semangat UMKM Lokal ditujukan sebagai upaya berkelanjutan dalam membantu meningkatkan transaksi pada bisnis UMKM lokal melalui promo spesial Cashback 60 Persen di lima sentra UMKM favorit di Semarang.

Seluruh masyarakat, khususnya di Kota Semarang bisa menikmati promo spesial dari ShopeePay di Pujasera Simpang Lima, Food Fair Ciputra, Pujasera Batan, DP Mall Food Court, dan Tiong Bahru Market mulai Minggu, (16/1/2022) hingga Sabtu (22/1/2022).

Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay Eka Nilam Dari mengatakan, pihaknya telah menghadirkan program Semangat UMKM Lokal di sembilan kota di Indonesia dengan menggandeng ratusan merchant di lebih dari 30 sentra UMKM.

“Program Semangat UMKM Lokal bersama dengan cashback yang diberikan merupakan dukungan yang dilakukan ShopeePay untuk merchant. Khususnya pelaku UMKM, agar dapat kembali mendorong roda bisnis mereka,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (18/1/2022).

Pemilihan Semarang untuk kedua kalinya bukan tanpa alasan. Menurut Eka, kota ini telah lama menjadi salah satu pusat ekonomi daerah di wilayah Jawa Tengah (Jateng) yang sangat fokus pada kemajuan UMKM.

“Sehingga kami ingin bersama-sama mendorong kemajuan UMKM di Semarang melalui program Semangat UMKM Lokal. Ke depannya, kami berharap program ini dapat terus membantu lebih banyak pelaku UMKM di tanah air,” ucap Eka.

Seperti diketahui, situasi pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan yang harus ditaklukan oleh para pelaku usaha di Indonesia, khususnya untuk kembali membangkitkan bisnisnya.

Pelaku usaha kecil menengah (UKM) terdampak wabah Covid-19 di Jateng selama pandemi sebanyak 44.338 orang. Dari jumlah ini, UKM yang paling banyak terdampak adalah bidang makanan minuman sebanyak 65,33 persen.

Untuk mengatasi situasi tersebut, berbagai dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak dilakukan agar pemilik usaha, khususnya di bidang kuliner dapat kembali bangkit. Salah satu upaya itu dengan mendorong adopsi teknologi digital dan menyediakan akses ke dalam ekosistem digital.

Upaya tersebut juga menjadi fokus Kota Semarang, sebagai salah satu wilayah di Jateng dengan jumlah pelaku UMKM yang cukup tinggi.

Harus inovatif dan adaptif

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama (Dirut) PT Bandeng Juwana Arif Honggowijoyo Kusmadi mengatakan, kunci sukses usahanya tidak hanya pada inovasi, tetapi juga adaptasi sesuai perkembangan zaman.

Untuk diketahui, Bandeng Juwana Elrina didirikan pada 1981 dari ide awal yang tercetuskan ketika sang pendiri, yaitu Daniel Nugroho Setiabudhi memantau ramainya toko bandeng duri lunak di Semarang. Setelah lama melalui proses uji coba, akhirnya pada 3 Januari 1981, Bandeng Juwana Elrina mulai dijual di depan rumahnya.

Perlahan tapi pasti, puluhan tahun telah berlalu dan kini Bandeng Juwana Elrina sudah memiliki empat cabang di Kota Semarang.

“Empat puluh satu tahun sudah Bandeng Juwana Elrina hadir dan terus berkembang hingga kini dikenal banyak orang sebagai pilihan oleh-oleh wajib saat berkunjung ke Semarang. Perjalanannya tentu saja tidak mudah, banyak inovasi yang kami lakukan dalam hal produk dan juga layanan,” imbuh Arif.

Namun, tidak hanya itu, lanjut dia, Bandeng Juwana Elrina juga sangat adaptif dengan situasi terkini.

“Misalnya, saat pandemi ketika semua orang membatasi kontak dan aktivitas fisik. Usaha kami mengadopsi teknologi yang bersifat digital dan contactless, seperti layanan pembayaran digital ShopeePay serta layanan pemesanan makanan online,” jelas Arif.

Sementara itu, Ketua Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Wilayah Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Didik Listi Abi mengatakan, pihaknya secara aktif menghadirkan ruang diskusi untuk berbagi pandangan mengenai tantangan yang ada bagi sesama pegiat usaha hingga solusinya.

“Saya percaya industri kuliner merupakan salah satu industri yang kompetitif dan kerap kali menuntut para pelaku usaha untuk terus kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Didik, dorongan dari berbagai pihak adalah salah satu kunci untuk bangkitnya bisnis UMKM.

Kami mengapresiasi program Semangat UMKM Lokal yang dihadirkan oleh ShopeePay. Semoga program ini dapat mendorong transaksi pada banyak bisnis di Semarang, khususnya UMKM,” imbuhnya.


Rangkul UMKM lokal

Melalui program Semangat UMKM Lokal, ShopeePay juga berupaya merangkul lebih banyak UMKM lokal di Semarang dan seluruh Indonesia untuk masuk ke dalam ekosistem digital.

Selain menghadirkan promo cashback spesial 60 Persen, ShopeePay menyiapkan sebuah laman khusus ShopeePay Semangat UMKM Lokal di aplikasi Shopee. Laman khusus ini untuk memberikan visibilitas yang lebih besar bagi pelaku UMKM dari daerah yang telah dikunjungi sebelumnya.

Shopee sendiri telah membuka Kampus UMKM Shopee Semarang pada Agustus 2021 lalu. Adapun tujuannya untuk menghadirkan program edukasi dari hulu ke hilir bagi para pelaku UMKM di Jateng, khususnya Semarang.

Di Kampus UMKM Shopee Semarang, para pelaku UMKM bisa memanfaatkan berbagai program dan fasilitas yang dihadirkan secara gratis, meliputi konsultasi, pelatihan, edukasi mengenai hal operasional dan strategi bisnis online.

Tak hanya itu, para UMKM juga bisa mendapatkan insight dan pemahaman untuk pengembangan bisnisnya. Tersedia juga fasilitas seperti live streaming room dan studio foto untuk membantu pemasaran produk para pelaku UMKM.

Selain itu, selama program Semangat UMKM Lokal berjalan, turut diperkenalkan pula aplikasi Mitra Shopee.

Aplikasi Mitra Shopee dihadirkan sebagai layanan yang dapat membantu para pemilik warung tradisional di Semarang dan kota lainnya untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari penjualan produk pulsa, paket data, token Perusahaan Listrik Negara (PLN), voucher game, hingga layanan top-up saldo ShopeePay.

Tertarik mendapatkan promo cashback ShopeePay? Jika belum memiliki aplikasinya, kamu bisa unduh secara gratis melalui App Store atau Google Play Store dan segera aktifkan ShopeePay.