Showing posts with label tokopedia. Show all posts
Showing posts with label tokopedia. Show all posts

Sunday, May 5, 2024

Transfer Pengetahuan dari Merger TikTok Shop dan Tokopedia Bisa Percepat Digitalisasi UMKM

 


JAKARTA, KOMPAS.com - Bergabungnya TikTok Shop dan Tokopedia dinilai bisa memberikan "transfer knowledge" pada UMKM yang akhirnya akan mempercepat proses UMKM go digital. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai, kerja sama ini bisa menghasilkan transfer pengetahuan yang bermanfaat bagi pengusaha nasional, khususnya UMKM. 

Wakil Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat HIPMI Anthony Leong mengatakan, Tokopedia merupakan e-commerce lokal, dan TikTok adalah platform digital asing. Dengan integrasi keduanya, konten TikTok akan memberikan dampak positif terhadap Tokopedia.

"Kami harapkan, kolaborasi antara platform asing dengan pengusaha nasional seperti TikTok Shop dan Tokopedia itu akan memberikan knowledge transfer," kata Anthony di Jakarta, Senin (6/5/2024). Menurut Anthony, kolaborasi dan transfer pengetahuan tersebut akan membuat pengusaha lokal juga ikut berkembang. 

Di sisi lain hal itu juga memberikan peluang besar kepada para pengusaha nasional. Anthony mengatakan, banyak UMKM di Indonesia yang masih belum tersentuh digitalisasi. Oleh kerena itu, pelaku UMKM perlu diberikan pencerahan

"Kita harapkan kolaborasi juga bisa memberikan bekal satu kekuatan digitalisasi kepada banyak UMKM kita," ungkap Anthony. Seperti diketahui, pemerintah terus mendorong agar UMKM di Indonesia menggelar transformasi digital. 

Ini dinilai penting karenandigitalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam mengembangkan potensi UMKM di Indonesia, sehingga mampu naik kelas. 

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, Indonesia memiliki sekitar 65,5 juta UMKM. Dari jumlah tersebut, pada akhir 2023, sekitar 27 juta UMKM yang sudah go digital. Pemerintah menargetkan, ada sekitar 30 juta UMKM yang go digital pada tahun ini.

"Ini tentu membutuhkan peran pemerintah dan kolaborasi antar semua pemangku kepentingan untuk mendorong agar UMKM bisa go digital," lanjut Anthony.

Anthony berharap, masuknya TikTok Shop ke Tokopedia bisa memberikan perlindungan terhadap UMKM. Sehingga tidak ada lagi predatory pricing maupun monopoli. Dia juga berharap, pemerintah terus memonitor agar kolaborasi antara pengusaha asing dan nasional terus bertumbuh.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/05/transfer-pengetahuan-dari-merger-tiktok.html

Sunday, April 28, 2024

UMKM Batik Perlu Ekosistem yang Kondusif dalam Pasar Digital, Kampus ISI Ikut Digandeng

 


Krjogja.com - YOGYA - Pemerintah mengapresiasi keterlibatan swasta dalam mengembangkan UMKM Batik. Deputi Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi Hanung Harimba mengungkapkan, peran swasta sangat dibutuhkan dalam mendukung UMKM batik mulai dari pendampingan manajemen usaha, pemasaran usaha hingga kemitraan.

“Kampanye Melokal dengan Batik yang dilakukan Tokopedia dan Shop | Tokopedia  sangat membantu UMKM batik dalam melakukan inkubasi, konsultasi pengembangan usaha batik serta mengembangkan bisnis batik lokal dalam platform e-commerce,” ungkap Hanung dalam keterangan tertulis, Senin (29/4/2024).

Hanung menambahkan, ekosistem yang kondusif dalam pasar digital sangat diperlukan. Ini karena batik mempunyai kontribusi yang cukup besar terhadap ekspor Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekspor batik Indonesia pada 2023 berjumlah 17,5 juta dolar Amerika. Jumlah ini belum sebesar di masa sebelum pandemi.

Namun, angka tersebut memperlihatkan potensi industri batik yang sangat besar. Batik asal Indonesia paling banyak diekspor ke negara-negara: Amerika Serikat (porsi 74,75 persen), Jerman (3,61 persen), Singapura (3,23 persen), Malaysia (2,82 persen), dan Kanada (1,92 persen).

Shop | Tokopedia Fashion Category Lead Desey Muharlina Bungsu mengungkapkan, kampanye Melokal dengan Batik merupakan salah satu upaya Tokopedia dan Shop | Tokopedia untuk mendukung perkembangan industri batik sekaligus memperkenalkan batik secara lebih luas kepada masyarakat.

Kata Desey, program ini juga membantu UMKM batik lokal untuk memasarkan produk mereka serta memberikan kemudahan akses pinjaman modal usaha dari mitra keuangan terhubung. Selain itu, pihaknya melalui e-commerce menggandeng Institut Seni Indonesia (ISI) untuk membuatkan beberapa desain yang menarik untuk UMKM batik lokal

“Jadi, UMKM batik lokal yang bergabung dalam program Melokal dengan Batik tidak kami pungut komisi alias nol persen. Mereka yang bergabung dengan program ini akan kami bantu terkait pendanaan yang menghubungkan UMKM dengan lembaga keuangan," lanjutnya.

Bukan itu saja, kata Desey, UMKM batik lokal yang tergabung dengan Melokal dengan Batik akan dibantu kampanye pemasaran produk agar bisa meningkatkan penjualan. Menurut dia, langkah ini ternyata terbukti efektif dalam meningkatkan pemesanan UMKM batik lokal sebesar hampir 2,5 kali lipat.

Marketing Manager Batik Arkanza, Oki Dwiyanto memuji kampanye Melokal dengan Batik yang dilakukan oleh Tokopedia dan Shop | Tokopedia. Kata dia, Batik Arkanza awalnya hanya berjualan dari garasi rumah dengan dua orang karyawan. Kini, Batik Arkanza telah tersedia secara online melalui Tokopedia dan Shop | Tokopedia dan berhasil mempekerjakan 50 karyawan.

“Saya bisa belajar banyak dari program Melokal dengan Batik. Awalnya produk batik Arkanza dijual secara konvensional dan kini sudah bisa di e-commerce. Bukan itu saja, motif batik Arkanza juga semakin banyak dan konsep brand juga naik. Kini kami mulai masuk ke anak muda,” tambah Oki.

Kepala bidang usaha Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Riesta Karentina menjelaskan, 60 persen dari  64,5 juta UMKM batik masuk kategori mikro. UMKM batik mikro ini perlu bantuan untuk membangun ekosistem agar bisa semakin tumbuh berkembang.

“Tantangan UMKM batik itu ada dua, pertama aspek legalitas dan yang kedua manajerial. Masalah legalitas yang paling sering ditemukan antara lain kasus hak intelektual dan juga hak merek, sedangkan masalah manajerial yaitu bagaimana UMKM mikro bisa dikelola dengan baik hingga bisa mencari pasar sendiri,” pungkas Riesta. (Fxh)


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/umkm-batik-perlu-ekosistem-yang.html

Tuesday, April 23, 2024

Biaya layanan lokapasar naik, UMKM diimbau fokus genjot penjualan

 

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero mengimbau para pelaku UMKM untuk fokus menggenjot penjualan mereka demi meminimalisir dampak dari kenaikan biaya layanan lokapasar (marketplace).


Pernyataan itu disampaikan Edy merespons pertanyaan terkait pengumuman Tokopedia yang akan menaikkan biaya layanan mereka mulai dari 2 persen hingga 6,5 persen per 1 Mei 2024.

 

Saat dihubungi ANTARA melalui sambungan telepon, Selasa, Edy mengakui bahwa keputusan tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi para pelaku UMKM karena kenaikan biaya layanan ini dapat berdampak pada keuntungan mereka.

 

Namun, alih-alih menaikkan harga produk mereka, pelaku UMKM diimbau untuk menggenjot volume penjualan apalagi Tokopedia yang kini sudah merger dengan Tiktok adalah pasar yang besar dan potensial bagi UMKM.

 

“Oke tidak apa-apa biaya layanannya naik 5 persen, tetapi bagaimana saya menggenjot penjualan saya, yang tadinya 1.000 buah, bisa tidak saya menjual jadi 2.000. Sehingga secara kualitas dan kuantitas akan menghasilkan keuntungan yang cukup,” ujarnya.

 

Ia juga mengimbau para pelaku UMKM untuk memperhitungkan margin keuntungan mereka setelah adanya kenaikan ini.

 

Di sisi lain, Edy berharap Tokopedia dapat meningkatkan biaya layanannya secara berharap.

 

“Jangan membuat kami sebagai pelaku UMKM terkaget-kaget dengan kenaikan biaya layanan,” ujarnya.

 

“Meski demikian, satu hal yang harus dipegang oleh UMKM harus tetap bertahan dalam kondisi apa pun,” lanjutnya.

 

Tokopedia mengumumkan akan menyesuaikan biaya layanan mulai dari 2 persen hingga 6.5 persen yang berlaku untuk mitra penjual yang terdaftar sebagai Power Merchant dan Power Merchant PRO. Biaya layanan akan dihitung berdasarkan kategori produk yang terjual.

 

Tokopedia membagi ke dalam lima kategori grup produk, yakni kategori A (naik menjadi 6,50 persen), B (5,50 persen), C (4 persen), D (3,10 persen), dan E (2 persen).

 

Kelima kategori ini terbagi ke dalam pengelompokan berbagai jenis barang seperti barang elektronik, fesyen, ibu dan bayi, kecantikan, kesehatan, perawatan tubuh, makanan dan minuman, olahraga, dan rumah tangga.

 

Langkah Tokopedia ini menyusul Shopee dan Lazada yang telah lebih dulu menaikkan biaya layanannya sejak Desember 2023.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/biaya-layanan-lokapasar-naik-umkm.html

Monday, April 22, 2024

Biaya layanan lokapasar naik, UMKM diimbau cermat hitung margin

 

Jakarta (ANTARA) - Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting, mengatakan para pelaku UMKM harus cermat memperhitungkan margin keuntungan mereka menyusul banyaknya lokapasar (marketplace) yang menaikkan biaya layanan kepada para mitra penjual.

Pernyataan itu disampaikan Loto merespons pertanyaan terkait keputusan Tokopedia yang akan menaikkan biaya layanan mereka mulai dari 2 persen hingga 6,5 persen per 1 Mei 2024.

Loto di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa kebijakan kenaikan biaya layanan ini adalah hak prerogatif dari masing-masing perusahaan marketplace. Namun, menurutnya, UMKM perlu cermat dalam menghitung ulang margin keuntungan mereka setelah adanya kenaikan ini.

Marketplace kan ada beragam jadi perajin UMKM ini bisa memperhitungkan apakah memang pesanan yang paling banyak itu datang dari misalnya Tokopedia,” kata Loto.

“Di samping itu, kan ada juga marketplace yang mungkin tidak sebesar itu biaya adminya,” katanya menambahkan.

Di tengah tren kenaikan biaya layanan marketplace ini, Loto menyoroti keberadaan lokapasar Pasar Digital UMKM, PaDi UMKM, yang telah diluncurkan oleh Kementerian BUMN dan perusahaan-perusahaan BUMN sejak 2020 lalu.

Ia mengatakan PaDi BUMN menawarkan biaya layanan yang relatif lebih rendah dibandingkan marketplace besar lainnya.

Pada 22 April lalu, Tokopedia mengumumkan akan menyesuaikan biaya layanan mulai dari 2 persen hingga 6.5 persen yang berlaku untuk mitra penjual yang terdaftar sebagai Power Merchant dan Power Merchant PRO. Biaya layanan akan dihitung berdasarkan kategori produk yang terjual.

Tokopedia membagi ke dalam lima kategori grup produk, yakni kategori A (naik menjadi 6,50 persen), B (5,50 persen), C (4 persen), D (3,10 persen), dan E (2 persen).

Kelima kategori ini terbagi ke dalam pengelompokan berbagai jenis barang seperti barang elektronik, fesyen, ibu dan bayi, kecantikan, kesehatan, perawatan tubuh, makanan dan minuman, olahraga, dan rumah tangga.

Langkah Tokopedia ini menyusul Shopee dan Lazada yang telah lebih dulu menaikkan biaya layanannya sejak Desember 2023.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/jakarta-antara-staf-ahli-bidang.html

Pasar Kian Besar, TikTok Shop-Tokopedia Buka Peluang UMKM untuk Naik Kelas

 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kolaborasi antar platform digital menjadi kunci dalam mendukung perkembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Melalui integrasi dan migrasi sistem TikTok Shop ke Tokopedia yang hampir tuntas, UMKM di Tanah Air akan memiliki peluang untuk mengakses pasar yang lebih luas sehingga bisa naik kelas.

Sekertaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero mengatakan, TikTok dan Tokopedia merupakan dua raksasa di industri digital. Saat keduanya berkolaborasi menjadi satu, ruang pasar keduanya akan semakin besar.

"Integrasi TikTok Shop dan Tokopedia akan menciptakan pasar baru sehingga pasar pengusaha UMKM yang memasarkan produknya melalui platform tersebut menjadi jauh lebih besar. Artinya, peluang UMKM untuk menjadi lebih besar dan naik kelas juga lebih terbuka," ujar Edy dalam keterangan resmi, Jumat (19/4).

Menurut Edy, pelaku UMKM harus menyambut integrasi TikTok Shop dan Tokopedia dengan baik. Itu sebabnya, pelaku UMKM perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk merebut pasar baru yang disiapkan TikTok Shop dan Tokopedia.

Edy mewanti-wanti, jangan sampai pasar baru yang besar ini justru direbut oleh pihak lain. Sehingga, justru produk impor yang akan membanjiri pasar baru tersebut.

Pengusaha UMKM harus all out untuk mempersiapkan produk maupun jasa yang mereka tawarkan dengan meningkatkan kualitas dan menata margin keuntungan.

"Pengusaha UMKM jangan berleha-leha. UMKM harus mengambil kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan merespons keinginan konsumen dengan baik supaya menjadi tuan di negeri sendiri," tegas Edy.

Melalui kolaborasi antar platform digital seperti yang dilakukan TikTok Shop dan Tokopedia, Edy menambahkan, UMKM memiliki peluang untuk masuk ke pasar global.

Dengan demikian, UMKM akan semakin bergairah sehingga bisa memberikan kontribusi lebih besar agar Indonesia untuk menjadi salah satu negara dengan ekonomi terkuat di 2045.

Selama ini, UMKM di Indonesia telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61% atau senilai Rp 9.580 triliun. Kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja mencapai sebesar 97%.

Lebih jauh, Edy mengingatkan, UMKM membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk bisa memberikan kontribusi lebih besar. Selain dukungan dari industri digital, yang paling penting adalah dukungan dari Pemerintah.

Sebagai regulator, Pemerintah harus mendukung perkembangan UMKM melalui berbagai regulasi. Selain itu, masyarakat sebagai konsumen juga harus memiliki keberpihakan terhadap produk lokal.

"Kalau UMKM kolaps, ekonomi kita bisa ambruk. Kalau itu tidak mau terjadi, mari kita topang UMKM kita," imbuh Edy

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/pasar-kian-besar-tiktok-shop-tokopedia.html

Sunday, April 21, 2024

Melihat Potensi UMKM Setelah TikTok Shop-Tokopedia Berkolaborasi

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Kolaborasi TikTok Shop dan Tokopedia dinilai akan membuat Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia semakin besar dan naik kelas. 

Sekertaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero mengatakan hal ini adalah kesempatan bagus bagi UMKM untuk mengakses pasar agar naik kelas. 

“Kolaborasi antar platform digital menjadi kunci dalam mendukung perkembangan UMKM di Indonesia. Melalui integrasi dan migrasi sistem TikTok Shop ke Tokopedia yang hampir tuntas, UMKM di Tanah Air akan memiliki peluang untuk mengakses pasar yang lebih luas sehingga bisa naik kelas,” kata Edy kepada wartawan, Senin (22/4/2024).

Edy mengatakan, TikTok dan Tokopedia adalah dua raksasa di industri digital. Saat ini keduanya berkolaborasi menjadi satu, dan membuka ruang pangsa pasar keduanya untuk semakin luas. 

"Integrasi TikTok Shop dan Tokopedia akan menciptakan pasar baru sehingga pasar pengusaha UMKM yang memasarkan produknya melalui platform tersebut menjadi jauh lebih besar. Artinya, peluang UMKM untuk menjadi lebih besar dan naik kelas juga lebih terbuka," kata Edy. 

Menurut Edy, pelaku UMKM harus menyambut integrasi TikTok Shop dan Tokopedia dengan baik. Itu sebabnya, pelaku UMKM perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk merebut pasar baru yang disiapkan TikTok Shop dan Tokopedia.

Edy mewanti-wanti, jangan sampai pasar baru yang besar ini justru direbut oleh pihak lain. Hal itu akan justru membuat produk impor akan membanjiri pasar baru tersebut. 

Pengusaha UMKM harus sungguh-sungguh untuk mempersiapkan produk maupun jasa yang mereka tawarkan dengan meningkatkan kualitas dan menata margin keuntungan. 

"Pengusaha UMKM jangan berleha-leha. UMKM harus mengambil kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan merespons keinginan konsumen dengan baik supaya menjadi tuan di negeri sendiri," ucap Edy.

 Melalui kolaborasi antar platform digital seperti yang dilakukan TikTok Shop dan Tokopedia, Edy menambahkan, UMKM memiliki peluang untuk masuk ke pasar global.

Dengan demikian, UMKM akan semakin bergairah sehingga bisa memberikan kontribusi lebih besar agar Indonesia untuk menjadi salah satu negara dengan ekonomi terkuat pada 2045. Selama ini, UMKM di Indonesia telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia. 

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61 persen atau senilai Rp 9.580 triliun. Kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja mencapai sebesar 97 persen.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/melihat-potensi-umkm-setelah-tiktok.html

Tuesday, April 2, 2024

Masa Depan Kemitraan E-commerce & Medsos untuk UMKM di Indonesia

 

Empat bulan hampir berlalu sejak investasi perusahaan global TikTok ke perusahaan e-commerce asli Indonesia, Tokopedia. Investasi lebih dari US$ 1,5 miliar atau setara Rp 24 triliun ini adalah respons dari perusahaan global untuk berinvestasi di Indonesia pascakeluarnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 tahun 2023. Beleid yang berlaku sejak 26 September 2023 ini mengatur pemisahan social commerce dan e-commerce.

Permendag 31 betul-betul menjadi jalan tengah pemerintah dalam melakukan pengawasan sekaligus mengakomodasi kemajuan teknologi demi perkembangan bisnis UMKM. Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun memberikan waktu bagi TikTok-Tokopedia selama 4 bulan sejak Desember 2023 untuk memigrasikan sistem elektronik, data, hingga transaksi ke Tokopedia.

Mengingat bahwa saat ini masih banyak pemain global, seperti Instagram dan Youtube yang tengah menjajaki bisnis social commerce di Indonesia, model kemitraan TikTok dan Tokopedia menjadi eksperimen pertama dari eksekusi Permendag 31 sehingga pantas menjadi pusat perhatian.

Lantas, dari perspektif teknologi informasi, apakah mungkin pemisahan sistem elektronik terjadi di balik layar tanpa penggunanya harus berpindah aplikasi?

Pertama, kita harus memahami definisi sistem elektronik. Sistem elektronik adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengirimkan, dan menyebarkan informasi elektronik.

Di dunia modern yang semuanya serba terhubung seperti sekarang, integrasi sistem-sistem elektronik ini menjadi sangat penting. Dengan adanya konektivitas yang tinggi, berbagai layanan dapat dengan mudah diakses dan diintegrasikan melalui satu platform digital. Hal ini memudahkan pengguna dalam melakukan berbagai aktivitas, seperti perjalanan, pemesanan, dan pembayaran, secara efisien dan terpadu.

Hal ini diwujudkan melalui penggabungan beberapa sistem elektronik untuk dapat bekerja bersamaan, meskipun sistem-sistem itu sebenarnya saling terisolasi dan dikelola oleh departemen berbeda dari satu perusahaan, atau oleh entitas perusahaan yang sama sekali berbeda.

Salah satu contohnya adalah Traveloka yang memberikan berbagai layanan mulai dari reservasi hotel, pemesanan tiket pesawat, tiket kereta api, tiket bus, penyewaan mobil, tiket atraksi, tur, sampai dengan pembayaran yang mudah melalui kartu kredit, debit, dan lain-lain. Semua dilakukan dari satu layar, konsumen tidak perlu login berkali-kali untuk berpindah dari satu layanan ke layanan lainnya.

Padahal Traveloka ini terwujud karena penggabungan beberapa sistem elektronik dari beberapa perusahaan yang berbeda-beda. Seperti reservasi hotel diwujudkan melalui integrasi dengan sistem perhotelan di berbagai kota.

Demikian pula reservasi tiket pesawat diwujudkan oleh integrasi dengan maskapai penerbangan yang berbeda. Antara Traveloka dengan sistem-sistem lain tersebut secara teknis dihubungkan secara terbatas seperlunya saja, sehingga keamanan sistem dan privasi data tetap terjaga.

Contoh lain adalah kasus TikTok-Tokopedia. Sebenarnya secara teknis mirip dengan Traveloka namun dampaknya luar biasa, karena keduanya adalah perusahaan raksasa. Integrasi keduanya berdampak besar terhadap industri di Indonesia.

Kemendag mencoba membatasi dampak ini melalui Permendag Nomor 31. Permendag ini mengatur bahwa perusahaan yang memiliki lisensi social commerce tidak boleh memroses transaksi pembayaran, karena untuk ini diperlukan izin lokapasar (e-commerce).

TikTok-Tokopedia mengatasi ini melalui solusi teknologi, yang memungkinkan etalasi produk dilakukan oleh sistem TikTok, dan transaksi pembayaran dilakukan oleh sistem Tokopedia. Strategi mereka adalah mengutamakan pengalaman konsumen yang tidak dipaksa untuk berpindah-pindah aplikasi.

Kedua, pengalaman konsumen yang mulus ini juga terkait erat dengan keamanan siber. Karena jika konsumen dipaksa untuk pindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain untuk menyelesaikan transaksi dapat menimbulkan berbagai risiko siber seperti tertipu iklan palsu sampai salah lompat ke sistem e-commerce tiruan.

Jika konsumen dirugikan, baik penyedia platform media sosial (medsos) maupun e-commerce tidak ada yang mau bertanggung jawab karena transaksi dilakukan di luar platform mereka.

Di luar kedua isu teknis di atas, sebenarnya integrasi sistem yang mulus ini juga berdampak positif tidak hanya bagi konsumen tapi juga bagi UMKM. UMKM akan mendapatkan eksposur lebih luas dalam memasarkan produk di platform baru, gabungan e-commerce dan social commerce.

Apalagi kalau kita mengacu pada data Statistik E-Commerce 2021 dari BPS. Ternyata, lebih dari setengah (54,66%) usaha e-commerce jualan online lewat media sosial (Facebook, Instagram, Twitter). Jadi mayoritas bukan lewat marketplace yang hanya 21,64%. Artinya ini kesempatan bagi pemerintah mendorong UMKM beralih ke marketplace.

Jangan lupa, tahun ini pemerintah menargetkan 30 juta UMKM go digital, naik dari target 2023 sebanyak 24 juta. Dari target itu, data Smesco Kementerian Koperasi dan UMKM mencatat, per Desember 2022 baru 20,76 juta atau 69% yang melek digital.

Dari sisi makro, e-commerce juga diprediksi terus menjadi kontributor utama ekonomi digital dan ujungnya pertumbuhan ekonomi. Riset Google, Temasek, Bain & Company dalam e-Conomy SEA 2023 memprediksi, nilai ekonomi digital Indonesia di 2025 bisa tembus US$ 109 miliar, setara Rp 1.690 triliun, naik 15%, dengan kontribusi terbesar dari e-commerce US$ 82 miliar atau Rp 1.271 triliun.

Adapun bagi pelaku e-commerce, inovasi ini akan membantu mendorong strategi mereka dalam mengejar profit di tengah upaya mereka berinovasi di layanan, fitur, dan model bisnis.

Saat ini Instagram dan Youtube berlomba-lomba untuk mencari ceruk pasar di e-commerce dan juga e-commerce seperti Shopee dan Lazada membuka layanan seperti media sosial melalui live commerce-nya. Tren global menunjukkan media sosial dan e-commerce akan terus mencari bentuk kemitraan yang sesuai.

Indonesia justru mempunyai kesempatan untuk menjadi "role model" di tingkat global dengan menunjukkan keberhasilan kemitraan antara perusahaan media sosial seperti TikTok dan e-commerce seperti Tokopedia demi memberikan manfaat untuk UMKM lokal.

Tentunya kemitraan antarperusahaan media sosial dan e-commerce harus terus dikawal karena semua platform menghadapi tantangan yang sama, khususnya dalam hal penjualan barang impor. Walau penjualan barang impor merupakan isu klasik di Indonesia di pasar ritel online maupun offline, tetapi perusahaan seperti TikTok dan Tokopedia justru dapat berkontribusi untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal melalui berbagai pelatihan.

Saya ingat ungkapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengatakan bahwa kecepatan menjadi modal dalam persaingan antarnegara. Negara cepat akan mengalahkan negara lambat. Bukan lagi negara besar mengalahkan negara kecil, begitu kata Presiden Jokowi. Oleh sebab itu, bagaimana kita bersikap, apakah kita menganggap teknologi itu ancaman atau justru menjadi peluang dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/masa-depan-kemitraan-e-commerce-medsos.html

Tuesday, February 22, 2022

5 Tips Optimalkan SEO untuk Tingkatkan Penjualan UMKM

 Jakarta - Search Engine Optimization (SEO) kini menjadi salah satu teknik yang banyak digunakan untuk meningkatkan visibilitas di mesin pencarian. Tak hanya itu, kaidah SEO bahkan dapat mengundang lebih banyak calon pembeli hingga mendongkrak transaksi bisnis.



SEO Senior Lead Tokopedia, Frans Fernando menyampaikan teknik SEO juga dapat dimanfaatkan oleh UMKM lokal untuk meningkatkan penjualan dan memperluas bisnis. Mengingat dengan mengoptimalkan SEO, produk tentunya akan lebih mudah ditemukan oleh pembeli di halaman mesin pencarian.

Berikut lima tips SEO yang bisa dimanfaatkan UMKM untuk meningkatkan penjualan.

1. Penulisan Nama Produk

Nama produk menjadi hal pertama yang seringkali dicari oleh para pembeli. Saat menulis nama produk, sebaiknya tulislah sesuai dengan produk yang dijual. Jika nama produk telah sesuai, hal ini akan memudahkan calon pembeli menemukan produk yang diinginkan.

2. Deskripsi Produk Sesuai Kata Kunci

Selain nama produk, pastikan juga untuk memperhatikan penulisan deskripsi produk. Untuk menarik calon pembeli, gunakan kata kunci yang relevan agar mereka lebih tertarik. Penulisan deskripsi yang relevan juga akan membuat produk yang dijual muncul di halaman pencarian sehingga memungkinkan menjaring calon pembeli yang tepat.

"Lengkapi deskripsi produk dengan jelas agar memudahkan pembeli mencari produk yang dibutuhkan. Pegiat usaha bisa menggunakan fitur 'Wawasan Pasar' di Tokopedia untuk mencari kata kunci produk yang sering dicari calon pembeli. Misalnya untuk produk Sambal, kata kunci yang relevan, contoh: Sambal Matah, Sambal Dabu-Dabu, dan Sambal Bawang," kata Frans dalam keterangan tertulis, Selasa (22/2/2022).

3. Tambahkan Tautan yang Relevan

Mencantumkan tautan akun toko Tokopedia pada halaman media sosial atau situs yang dikelola juga penting untuk menambah jumlah pengunjung. Bukan hanya itu, hal ini juga bisa mendorong penjualan dan meningkatkan kepercayaan calon pembeli.

"Menambahkan tautan akun toko Tokopedia di media sosial, serta menautkan ke situs yang relevan dengan produk juga akan mengoptimalkan performa SEO," jelas Frans.

4. Optimalkan Visual Produk

Saat membeli produk, gambar atau foto produk menjadi salah satu prioritas yang sering diperhatikan pembeli. Jadi, pastikan untuk menyertakan gambar atau video yang jelas.

Foto atau gambar produk dapat membantu meningkatkan jumlah calon pembeli yang berkunjung ke halaman produk. Semakin banyak jumlah pengunjung maka akan mempengaruhi secara positif urutan rating toko di mesin pencarian.

"Gunakan foto yang jelas, jernih dan menarik agar calon pembeli merasa terpikat untuk melihat produk Anda," kata Frans.

5. Kombinasikan Kata Kunci

Kata kunci juga tak kalah penting untuk mengoptimalkan SEO. Namun, pastikan kata kunci yang digunakan relevan dengan produk yang dijual. Kombinasi kata kunci yang saling berkaitan dengan produk akan memudahkan calon pembeli menemukan barang yang lebih spesifik.

Contoh cara menamai produk yang baik adalah dengan mencantumkan jenis produk, merek, dan keterangan (model/pola, tipe atau warna). Misalnya 'Mukena Wanita (merek) Merah Ukuran M' akan lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli yang mencarinya.

Nah, itulah kelima tips untuk mengoptimalkan SEO untuk meningkatkan penjualan. Ke depan, Tokopedia akan terus mendorong perkembangan para UMKM lokal guna mencapai pemerataan ekonomi digital, khususnya di masa pandemi.

"Tokopedia ke depannya akan #SelaluAdaSelaluBisa mendorong kemajuan para pegiat usaha lokal, khususnya UMKM, lewat pemanfaatan teknologi agar dapat #BangkitBersama di tengah pandemi dan meraja di negeri sendiri," tutup Frans.

Sumber : https://inet.detik.com/tips-dan-trik/d-5954403/5-tips-optimalkan-seo-untuk-tingkatkan-penjualan-umkm?_ga=2.122631118.491299709.1645414181-29033108.1642075443

Sunday, February 20, 2022

Transaksi UMKM Solo Naik 5 Kali Lipat di Tokopedia

 


Jakarta - Inisiatif hyperlocal yang digencarkan Tokopedia kembali membawa peningkatan transaksi pada platform tersebut. Upaya ini telah mendorong pemerataan ekonomi di berbagai daerah, tak terkecuali di Kota Solo yang kini memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-277.

Tercatat selama Kuartal IV-2021, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Solo yang tergabung di kampanye Kumpulan Toko Pilihan (KTP) Solo mengalami lonjakan transaksi hingga lebih dari 5 kali lipat ketimbang yang belum mengikuti kampanye turunan inisiatif Hyperlocal itu. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pun turut mengapresiasi pencapaian itu.

"Kami mengapresiasi upaya Tokopedia yang konsisten mendukung Pemkot Solo dalam mendorong UMKM untuk memanfaatkan platform digital. UMKM harus maju dan lebih melek teknologi agar dapat meningkatkan daya saing usaha sehingga masyarakat semakin mendukung produk UMKM dan pemulihan ekonomi nasional tercapai," ujar Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melalui keterangan tertulis, Kamis (17/2/2022).

Sementara itu, Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia Astri Wahyuni mengungkapkan kampanye KTP mendorong tren belanja online masyarakat sepanjang tahun 2021. Lima kategori terlaris di Solo, antara lain kategori Rumah Tangga, Kesehatan, Fesyen, Elektronik, dan Makanan dan Minuman.

Untuk meningkatkan keterampilan usaha UMKM Solo, Tokopedia rutin mengadakan Kelas Maju Digital setiap bulannya. Kelas itu menyediakan pendampingan dan pembekalan dengan beragam topik terkait pengembangan usaha dan kompetensi kewirausahaan dari UMKM mentor lainnya.

Astri kemudian memberikan contoh UMKM Solo yang telah merasakan dampak positif setelah mengikuti beragam turunan dari inisiatif Hyperlocal Tokopedia. Yaitu, Kangensolo milik Cyntia Andika Amarta yang bergabung di Tokopedia di awal 2020. Ia mengawali usaha itu dari kerinduannya terhadap kuliner khas Solo.

"Sejak pandemi, banyak bermunculan UMKM rumahan yang memproduksi kuliner khas Solo seperti ampyang (gula kacang), geti wijen (kue wijen) dan intip (kerak nasi). Akhirnya, saya gandeng produsen-produsen tersebut dengan harapan bisa ikut memberdayakan mereka," ungkap Cyntia.

Kini omzet Kangensolo lewat Tokopedia bisa mencapai hingga belasan juta rupiah setiap bulannya. Bahkan produk yang dihasilkan oleh para produsen rumahan yang digandengnya, kini juga dapat menjangkau berbagai daerah di Indonesia termasuk selama pandemi.

Lebih lanjut, Astri mengungkapkan Tokopedia juga berkolaborasi dengan Pemkot Solo dalam meningkatkan perpajakan negara. Contohnya, pembayaran PBB secara online.

"Tokopedia mencatat adanya peningkatan transaksi PBB Online di Solo sebesar hampir 2x lipat selama 2021 dibandingkan 2020," kata Astri.


Sumber : https://inet.detik.com/business/d-5947148/transaksi-umkm-solo-naik-5-kali-lipat-di-tokopedia.

Sunday, February 13, 2022

Tokopedia Dongkrak Transaksi UMKM Balikpapan hingga 2 Kali Lipat

 


Jakarta - Inisiatif Hyperlocal yang digencarkan oleh Tokopedia membawa sederet dampak positif di berbagai daerah, termasuk Balikpapan. Terlihat transaksi UMKM Balikpapan di Tokopedia meningkat 2x lipat selama 2021 dibandingkan 2020.

Diketahui, inisiasi Hyperlocal fokus untuk mendukung para pegiat bisnis lokal di berbagai daerah di Indonesia agar memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan usaha melalui teknologi. Upaya tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan.

"Kami mengapresiasi upaya Tokopedia dalam mengembangkan UMKM Balikpapan. Sinergi antara pemerintah dan pihak swasta merupakan kunci dalam mendorong pembangunan ekonomi di Balikpapan," kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud melalui keterangan tertulisnya, Jumat (11/2/2022).

Sementara itu, Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia Emmiryzan mengungkapkan ada lima kategori paling laris selama 2021 di Tokopedia dibanding tahun sebelumnya. Ia membagikan tren jual-beli online di Balikpapan sepanjang 2021.

"Di Balikpapan, Makanan dan Minuman, Ibu dan Anak serta Fesyen Anak, Kesehatan, Kecantikan, dan Rumah Tangga menjadi beberapa kategori paling laris selama 2021 di Tokopedia dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Emmir.

Produk daging, paket dan parsel makanan, juga susu menjadi beberapa produk yang laris diburu masyarakat Balikpapan selama 2021 dibandingkan 2020. Emmir mengungkapkan, kenaikan transaksi bidang makanan dan minuman sampai 2,5 kali lipat.

Sementara di kategori Ibu dan Anak, dan Fesyen Anak, ada beberapa produk yang paling dicari masyarakat sepanjang 2021.

"Di kategori Ibu dan Anak serta Fesyen Anak, tercatat produk seperti popok, makanan dan susu bayi, serta seragam sekolah menjadi beberapa produk paling dicari masyarakat Balikpapan sepanjang 2021 dibandingkan 2020," tambah Emmir.

Selanjutnya di kategori Kesehatan, produk masker, perlengkapan kebersihan, serta nutrisi ibu hamil menjadi beberapa produk paling laris di Balikpapan selama 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.

"Di Balikpapan, ada peningkatan penjualan produk face and body paint, pembersih make-up, serta aksesoris rambut pada Kategori Kecantikan dibandingkan tahun sebelumnya," jelas Emmir.

Pada kategori Rumah Tangga, produk seperti Perumahan, Motors and Power Transmission, dan Machinery terlihat banyak diburu oleh masyarakat Balikpapan pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.

Berbagai temuan menarik di atas didukung oleh sederet inisiatif Hyperlocal Tokopedia yang diusung selama 2021 untuk mendekatkan pembeli dengan penjual terdekat, di antaranya adalah Waktu Indonesia Belanja (WIB) Lokal, Kumpulan Toko Pilihan (KTP), Bangga Buatan Indonesia dan masih banyak lagi.

Emmir mengungkapkan produk Sambal Raja Roa merupakan contoh pegiat usaha lokal asal Balikpapan yang aktif mengikuti program KTP Tokopedia. Toko tersebut disebut mengalami peningkatan omzet sebesar 3 kali lipat setelah mengikuti program tersebut.

"Ke depannya, kami akan terus berkolaborasi dengan mitra strategis agar UMKM lokal menemukan momentum di tengah pandemi untuk meraja di negeri sendiri," tutup Emmir.

Sumber : https://inet.detik.com/business/d-5937988/tokopedia-dongkrak-transaksi-umkm-balikpapan-hingga-2-kali-lipat.

Thursday, January 27, 2022

Inisiatif Hyperlocal Tokopedia Pacu Transaksi UMKM Bali Naik 2x Lipat

 Tokopedia terus berupaya mendorong pemerataan ekonomi daerah di wilayah Indonesia, termasuk di Bali. Salah satunya dengan menggencarkan inisiatif Hyperlocal.

Inisiatif yang telah diluncurkan pada pertengahan 2020 ini pun telah menghasilkan berbagai dampak positif bagi para UMKM Bali hingga masyarakat secara umum.


"Berbagai program turunan inisiatif Hyperlocal, seperti Digitalisasi Pasar Tradisional, Sekolah Kilat Seller hingga Mitra Tokopedia, misalnya, telah mendorong peningkatan transaksi UMKM Bali hingga 2x lipat pada 2021 dibandingkan dengan 2020," ujar External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/1/2022).

Lebih lanjut, Ekhel menyampaikan, Tokopedia juga mencatat kategori yang mengalami peningkatan transaksi paling tinggi pada 2021 dibandingkan 2020, khususnya di Bali. Beberapa kategori di antaranya kategori Kecantikan, Makanan dan Minuman serta Kesehatan dan Perawatan Diri.

Di tahun yang sama, di Bali, tirai matahari, sayur-sayuran serta masker dan hand sanitizer merupakan beberapa produk yang paling diburu masyarakat lewat Tokopedia.

Ekhel menyebutkan, ada juga berbagai inisiatif turunan Hyperlocal yang membantu masyarakat secara umum dalam memenuhi kebutuhan. Hal ini meliputi Bangga Buatan Indonesia, Waktu Indonesia Belanja (WIB) Lokal, Kumpulan Toko Pilihan (KTP), dan inisiatif lainnya.

"Berbagai inisiatif tersebut membantu masyarakat Bali lebih dekat dengan penjual setempat sehingga UMKM di seluruh penjuru Indonesia, khususnya Bali, punya kesempatan yang sama untuk bertumbuh," jelas Ekhel.

Agung Bali Mall yang didirikan oleh Komang Rismawati menjadi salah satu contoh UMKM Bali yang turut merasakan dampak positif dari Tokopedia. Berkat bergabung dengan Tokopedia, Komang mengatakan omzet usahanya terus mengalami peningkatan. Tak hanya itu, dirinya pun bisa memberdayakan para perajin lokal.

"Sejak bergabung, omzet kami terus meningkat, kini bisa mencapai belasan juta per bulannya. Bahkan dengan memanfaatkan fitur TopAds, transaksi toko kami bisa meningkat 2x lipat," kata Komang.

"Platform digital seperti Tokopedia telah membantu kami untuk bisa terus memberdayakan sejumlah perajin lokal dari Bali, Lombok hingga pulau Jawa," pungkasnya.