Showing posts with label Bisnis Digital. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Digital. Show all posts

Sunday, February 13, 2022

Tokopedia Dongkrak Transaksi UMKM Balikpapan hingga 2 Kali Lipat

 


Jakarta - Inisiatif Hyperlocal yang digencarkan oleh Tokopedia membawa sederet dampak positif di berbagai daerah, termasuk Balikpapan. Terlihat transaksi UMKM Balikpapan di Tokopedia meningkat 2x lipat selama 2021 dibandingkan 2020.

Diketahui, inisiasi Hyperlocal fokus untuk mendukung para pegiat bisnis lokal di berbagai daerah di Indonesia agar memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan usaha melalui teknologi. Upaya tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan.

"Kami mengapresiasi upaya Tokopedia dalam mengembangkan UMKM Balikpapan. Sinergi antara pemerintah dan pihak swasta merupakan kunci dalam mendorong pembangunan ekonomi di Balikpapan," kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud melalui keterangan tertulisnya, Jumat (11/2/2022).

Sementara itu, Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia Emmiryzan mengungkapkan ada lima kategori paling laris selama 2021 di Tokopedia dibanding tahun sebelumnya. Ia membagikan tren jual-beli online di Balikpapan sepanjang 2021.

"Di Balikpapan, Makanan dan Minuman, Ibu dan Anak serta Fesyen Anak, Kesehatan, Kecantikan, dan Rumah Tangga menjadi beberapa kategori paling laris selama 2021 di Tokopedia dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Emmir.

Produk daging, paket dan parsel makanan, juga susu menjadi beberapa produk yang laris diburu masyarakat Balikpapan selama 2021 dibandingkan 2020. Emmir mengungkapkan, kenaikan transaksi bidang makanan dan minuman sampai 2,5 kali lipat.

Sementara di kategori Ibu dan Anak, dan Fesyen Anak, ada beberapa produk yang paling dicari masyarakat sepanjang 2021.

"Di kategori Ibu dan Anak serta Fesyen Anak, tercatat produk seperti popok, makanan dan susu bayi, serta seragam sekolah menjadi beberapa produk paling dicari masyarakat Balikpapan sepanjang 2021 dibandingkan 2020," tambah Emmir.

Selanjutnya di kategori Kesehatan, produk masker, perlengkapan kebersihan, serta nutrisi ibu hamil menjadi beberapa produk paling laris di Balikpapan selama 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.

"Di Balikpapan, ada peningkatan penjualan produk face and body paint, pembersih make-up, serta aksesoris rambut pada Kategori Kecantikan dibandingkan tahun sebelumnya," jelas Emmir.

Pada kategori Rumah Tangga, produk seperti Perumahan, Motors and Power Transmission, dan Machinery terlihat banyak diburu oleh masyarakat Balikpapan pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.

Berbagai temuan menarik di atas didukung oleh sederet inisiatif Hyperlocal Tokopedia yang diusung selama 2021 untuk mendekatkan pembeli dengan penjual terdekat, di antaranya adalah Waktu Indonesia Belanja (WIB) Lokal, Kumpulan Toko Pilihan (KTP), Bangga Buatan Indonesia dan masih banyak lagi.

Emmir mengungkapkan produk Sambal Raja Roa merupakan contoh pegiat usaha lokal asal Balikpapan yang aktif mengikuti program KTP Tokopedia. Toko tersebut disebut mengalami peningkatan omzet sebesar 3 kali lipat setelah mengikuti program tersebut.

"Ke depannya, kami akan terus berkolaborasi dengan mitra strategis agar UMKM lokal menemukan momentum di tengah pandemi untuk meraja di negeri sendiri," tutup Emmir.

Sumber : https://inet.detik.com/business/d-5937988/tokopedia-dongkrak-transaksi-umkm-balikpapan-hingga-2-kali-lipat.

Monday, January 17, 2022

UMKM Mau Dapat Buyer dari Luar Negeri? Catat Nih Tipsnya

 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berorientasi ekspor jadi salah satu pendorong perekonomian nasional. Meskipun pandemi COVID-19 masih melanda, UMKM masih tetap bisa membuat produknya mendunia.



Seperti halnya sejumlah UMKM di BNI Xpora, yakni Blankenheim, CV Frinsa Agrolestari, serta Kriya Nusantara & Gloya. Ketiganya telah sukses menjadi eksportir dan memiliki buyer dari luar negeri. Lantas apa sih tipsnya?

Co-Founder brand sepatu lokal asal Bandung, Blankenheim, Maulana Ammar mengungkapkan setiap UMKM memiliki kesempatan untuk menembus pasar ekspor, tapi tidak semua UMKM mampu bertahan menghadapi persaingan. Untuk itu, hal pertama agar UMKM dapat buyer dari luar negeri adalah memperhatikan kualitas produk.

"Pertama yang harus kita lakukan tentu di kualitas produk ini harus memenuhi standar internasional terutama di negara tujuan. Misalkan di negara Eropa, standar kita harus mengikuti negara tersebut," jelasnya dalam Webinar BNI Jawa Barat, dikutip Kamis (30/12/2021).

Selain itu, kapasitas produksi juga jadi hal penting. Menurutnya, ketika UMKM ingin mendapatkan buyer dari luar negeri pastikan kapasitas produksinya dapat memenuhi. Sebab, buyer dari luar negeri kerap memiliki permintaan yang tinggi.

Founder CV Frinsa Agrolestari Wildan Mustofa menambahkan, sebagai UMKM yang bergerak pada komoditas pertanian kopi, dirinya menyarankan agar para UMKM rutin ikut pameran jika ingin mendapatkan buyer dari luar negeri pertama.

"Terutama di pameran yang ada kompetisinya, kenapa karena di situ kita bisa berkenalan langsung dengan para juri yang memang dari industri yang kita masuki itu entry point kita di situ," ungkapnya.

Wildan mengaku kerap mengikuti berbagai pameran baik nasional maupun internasional. Langkah tersebut jadi salah satu cara agar produk berkualitas yang UMKM punya bisa dikenal oleh berbagai stakeholder.

"Pada tahap selanjutnya setelah kita dapat pembeli, kalau yang saya lakukan link and match kita antara buyer dengan mitra gitu, tujuannya agar buyer semakin tertarik dengan produk kita," jelasnya.

Lebih lanjut, Founder Kriya Nusantara & Gloya, Abdul Sobur mengungkapkan UMKM harus bisa beradaptasi dengan segala perubahan zaman. Menurutnya ini penting agar UMKM bisa bersaing di pasar yang luas, seperti halnya berjejaring memanfaatkan kesempatan dengan mengikuti pameran, atau mengambil peluang yang diberikan perbankan seperti BNI.

"Jadi yang terpenting bagi para UMKM kalian boleh bermimpi setinggi langit untuk menjadi eksportir besar dan mulai aja dari hal kecil dulu, nggak usah harus dapat jutaan dollar, jadi start small," ungkapnya.

"Dan yang terpenting lagi now action, buat barang-barang yang memenuhi standar negara tujuan. Mumpung ada Xpora," katanya.

"BNI Xpora bukan hanya sekedar modal kerja tapi one stop solution, ini sangat bagus dan strategis, hemat saya kalau Xpora betul-betul dilaksanakan ini pasti akan ada perubahan besar di UMKM," pungkasnya.

Sebagai informasi, webinar UMKM BNI Jawa Barat ini dipersembahkan oleh detikcom bersama BNI Xpora untuk mendukung para UMKM Indonesia Menembus Pasar Global. Bersama Xpora, ekspor jadi mudah

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5877425/umkm-mau-dapat-buyer-dari-luar-negeri-catat-nih-tipsnya.


Surge dan Kemenkop UKM Dorong Percepatan UMKM Go Digital di Jawa Timur

 


Perusahaan konektivitas infrastruktur digital Surge, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), serta Induk Koperasi Unit Desa, menghadirkan festival Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Warung bertajuk Gudang Festival.

Festival yang diadakan selama dua hari ini bertujuan untuk memperkenalkan program Go-Digital berbasis gudang Koperasi Unit Desa (KUD) dari Surge bagi masyarakat lokal.

Peluncuran pertama di Provinsi Jawa Timur ini diharapkan bisa menjaring lebih banyak mitra UMKM dan warung untuk masuk dalam ekosistem digital Surge, membuka akses pasar yang lebih luas bagi bisnis lokal, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian digital.

Dalam siaran persnya, ditulis Sabtu (15/1/2022), Surge menyebut telah mengaktivasi ratusan titik gudang KUD di sepanjang Jawa, yang berfungsi sebagai fulfillment center berbagai produk dari kebutuhan sehari-hari maupun produk-produk UMKM lainnya.

Potensi nilai transaksi dari aktivasi gudang-gudang ini mencapai Rp 500 Miliar per bulan dengan potensi customer base mencapai 1 juta mitra UMKM dan warung yang tergabung dalam ekosistem Surge.

Berawal di Piyungan, Kabupaten Bantul, program ini berlanjut ke puluhan kabupaten lainnya di Jawa Tengah dan kini hadir di Jawa Timur seiring perkembangan teknologi yang semakin meningkat di daerah Tier-2 dan Tier-3.

CEO Surge Hermansjah Haryono mengatakan, dalam tujuh bulan beroperasi, mereka telah mengelola puluhan gudang KUD di Pulau Jawa yang menjual kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari dengan harga yang terjangkau.

Hermansjah juga menyebut, mereka sudah memiliki lebih dari 22 ribu mitra UMKM maupun mitra atau warung.

"Kehadiran program Gudang Festival di Mojokerto, Nganjuk dan wilayah lainnya, kami harapkan dapat memperluas jangkauan dukungan kami dalam mengembangkan perekonomian daerah lewat akses digital yang lebih baik," kata Hermansjah.

Menurutnya, fokus Surge adalah bagaimana menyediakan konektivitas, teknologi, aplikasi, maupun marketplace yang bisa mempermudah dan mempercepat perkembangan aktivitas gudang.

Ahmad Zabadi, Deputi bidang Perkoperasian Kemenkop UKM mengatakan, program Gudang Festival ini sejalan dengan program strategis mereka untuk mempercepat UMKM go-digital.

"Tak hanya memberi nilai tambah bagi warung-warung sekitar karena harganya yang lebih baik, program ini juga dapat menjadi pusat hub logistik bagi perusahaan logistik dan marketplace nasional dan global," kata Ahmad.

Menurut Ahmad Zabadi, investasi gudang membutuhkan biaya yang tidak kecil dan dengan jaringan gudang KUD yang sangat besar, perusahaan logistik dan marketplace dapat lebih dekat dengan konsumen.

"Dengan adanya digitalisasi pergudangan, hal ini akan memperkuat ekosistem distribusi wilayah Jawa, meningkatkan efisiensi biaya operasional dan biaya distribusi," imbuhnya.

Portasius Nggedi selaku Direktur Utama Induk KUD mengatakan, langkahkolaborasi ini ditempuh untuk modernisasi jaringan Induk KUD, Pusat KUD dan KUD lewat teknologi digital.

"Peresmian di Mojokerto dan Nganjuk ini, merupakan aksi berkelanjutan kami bersama Surge untuk membantu Koperasi dan UMKM di wilayah Jawa Timur untuk masuk dalam ekosistem digital," kata Portasius.

Acara Gudang Festival sebagai ajang sosialisasi dan registrasi mitra UMKM dan warung di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Nganjuk diadakan pada 12 dan 13 Januari 2022.

Dalam festival dua hari tersebut, Surge juga menyelenggarakan Bazar danpelatihan agar UMKM dan warung dapat memasarkan produknya kepada warga lokal di sekitar lewat aplikasi marketplace.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/4859646/surge-dan-kemenkop-ukm-dorong-percepatan-umkm-go-digital-di-jawa-timur



Monday, August 2, 2021

Dukung UKM Go Digital, TikTok Berikan Materi Bisnis Online

 

Dukung UKM Go Digital, TikTok Berikan Materi Bisnis Online

TikTok, platform destinasi video singkat terdepan, telah merampungkan rangkaian kelas online #MajuBarengTikTok yang berlangsung sepanjang bulan Juni dan berhasil menjangkau lebih dari 12.000 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di seluruh Indonesia.

Sebagai kelanjutan dari program pemberdayaan UKM ini, TikTok memberikan kesempatan kepada pelaku bisnis lainnya untuk mengakses semua materi dengan mengunjungi dan mendaftarkan diri di situs MajuBarengTikTok.com.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen TikTok untuk mendukung para pelaku UKM agar bisa maju bersama di era digital, dengan mengoptimalkan platform digital berbasis kreativitas, seperti TikTok.

Materi pemberdayaan #MajuBarengTikTok yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja ini terbagi ke dalam rangkaian topik yang secara holistik merangkum proses digitalisasi pengembangan bisnis online.

Topik-topik tersebut antara lain Pengenalan ke Bisnis Online dan Toko Online, Media Sosial dan Platform Digital, Strategi Digital Marketing, Praktik Terbaik Konten Kreatif, Pengenalan TikTok untuk UKM, Pembuatan Konten Kreatif, hingga langkah dan tips untuk mulai beriklan di TikTok.

Berbagai topik tersebut disampaikan oleh pemateri yang merupakan para ahli di bidang pemasaran, yang dapat diserap dan diterapkan oleh para peserta. Pandu Nitiseputro, Head of SMB TikTok Indonesia menyampaikan bahwa pendampingan berkala pada UKM merupakan hal penting untuk mendukung mereka bisa go digital.

“Semenjak peluncuran solusi bisnis melalui TikTok for Business tahun lalu, kami melihat ada banyak UKM yang tumbuh di TikTok. Mereka terhubung dengan komunitas TikTok dengan menyampaikan kisah brand (storytelling) secara yang otentik.,” ujar Pandu dalam keterangan resminya, Senin (2/8).

Program #MajuBarengTikTok yang telah terselenggara pada 3 hingga 29 Juni 2021 ini telah diikuti oleh peserta UKM yang berasal dari 34 provinsi berbeda di Indonesia.

Latar belakang mereka juga beragam, mulai dari pebisnis kuliner, fashion, pelaku usaha bidang pendidikan dan agribisnis. Dari 10 kelas yang berbeda, topik mengenai pengenalan TikTok dan TikTok untuk UKM menjadi kelas yang paling banyak diminati, karena memberikan tips yang aplikatif untuk mereka bisa menjangkau konsumen di TikTok.

Sumber : https://www.genpi.co/ekonomi/124859/dukung-ukm-go-digital-tiktok-berikan-materi-bisnis-online?page=2