Showing posts with label tiktok. Show all posts
Showing posts with label tiktok. Show all posts

Wednesday, June 12, 2024

Muncul Aplikasi China 'Pembunuh' UMKM RI, Pemerintah Siap Hadang!

 


Jakarta, CNBC Indonesia-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan pemerintah telah mewaspadai masuknya aplikasi jual-beli crossborder asal China bernama Temu. Kemenko Perekonomian menyatakan pemerintah sudah memiliki sejumlah regulasi terkait masuknya aplikasi yang dikhawatirkan mengancam UMKM Indonesia ini.

"Memang betul terdapat beberapa perkembangan baru terkait crossborder yang memang jadi perhatian pemerintah, salah satunya adalah setelah kita bicara terkait TikTok, sekarang muncul lagi Temu," kata Asisten Deputi Bidang Koperasi dan UMKM, Herfan Brilianto Mursabdo dalam diskusi di kantornya, Jakarta, Rabu, (12/6/2024).

Temu merupakan aplikasi dari PDD Holdings yang dengan cepat mendulang sukses di pasar luar China. Aplikasi tersebut mulai menjarah pasar Tanah Air sejak 2023 lalu dan meraup lebih dari 100 juta download di toko aplikasi Google Play Store. Temu sukses dengan berfokus menawarkan produk China dengan harga diskon di Negeri Tiongkok dan pasar luar negeri.

Herfan mengatakan untuk mengantisipasi munculnya berbagai aplikasi jual-beli cross border yang bisa berdampak pada perekonomian Indonesia, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023. Dia mengatakan peraturan itu memuat sejumlah syarat dan ketentuan untuk meregulasi aktivitas jual-beli online lintas negara.

"Peraturan ini bisa menjadi acuan. Bukan bermaksud menahan perkembangan jaman, tapi meregulasi secara lebih tepat berbagai aplikasi," kata dia.

Herfan Permendag 31/2023 ini memisahkan definisi antara media sosial dengan e-commerce. Selain itu, kata dia, peraturan tersebut juga mewajibkan perusahaan e-commerce yang ingin berdagang di Indonesia harus membuat kantor perwakilan di negara ini.

"Ini sebenarnya salah satu cara untuk menahan atau memastikan agar inovasi tadi tidak langsung berdampak pada ekonomi kita," kata dia.

Selain itu, kata dia, dalam aturan yang sama pemerintah juga membatasi jumlah harga barang yang bisa dibeli secara lintas negara, yaitu USD 100. Dengan batasan harga itu, kata dia, pasar Indonesia tidak akan dibanjiri oleh produk-produk murah yang dapat merusak kondisi UMKM Indonesia.

"Minimal harganya USD 100 untuk penerimaan barang, itu dua contoh yang bisa menahan aplikasi tersebut," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki juga sempat berbicara mengenai ancaman Temu. Dia bilang setelah TikTok Shop, ternyata ada satu aplikasi lain yang mengancam keberlangsungan UMKM di Indonesia, yaitu Temu.

Teten mengungkap aplikasi yang berasal dari China itu sudah masuk ke 58 negara. Menurut Teten, aplikasi Temu berpotensi berbahaya sebab terhubung langsung dengan 80 pabrik di China. Menurutnya, aplikasi ini lebih berbahaya daripada TikTok Shop.

"Nah kalau TikTok kan masih mending lah, masih ada reseller, ada afiliator, masih membuka lapangan kerja. Kalau ini kan akan memangkas langsung," kata Teten, dikutip dari Detikcom.


Sunday, May 5, 2024

HIPMI Yakin Sinergi TikTok Shop dan Tokopedia Ikut Percepat UMKM Go Digital

 


\KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keberhasilan  TikTok Shop dan Tokopedia memenuhi regulasi pemerintah melalui percepatan integrasi bisnis keduanya dinilai positif oleh pelaku usaha.

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berharap, migrasi TikTok Shop ke Tokopedia menghasilkan transfer pengetahuan yang bermanfaat bagi pengusaha nasional, khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Wakil Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat HIPMI Anthony Leong mengatakan, Tokopedia merupakan e-commerce lokal, platform digital merah putih yang nasional.

Sementara TikTok merupakan platform digital asing yang populer. Dengan demikian, masifnya konten TikTok tentu akan memberikan dampak positif terhadap Tokopedia.

"Kami harapkan, kolaborasi antara platform asing dengan pengusaha nasional seperti TikTok Shop dan Tokopedia itu akan memberikan knowledge transfer," kata Anthony dalam keterangannya, Senin (6/5).

Menurut Anthony, kolaborasi dan transfer pengetahuan tersebut diharapkan akan membuat pengusaha lokal turut berkembang. Harapannya, pengusaha nasional di Indonesia turut menjadi besar.

Kolaborasi antar platform digital diharapkan juga bermanfaat bagi perkembangan UMKM di Indonesia. Anthony mengatakan, banyak UMKM di Indonesia yang masih belum tersentuh digitalisasi.

Pelaku UMKM perlu diberikan pencerahan mengenai pentingnya digitalisasi dalam mengembangkan bisnis mereka.

"Kita harapkan kolaborasi juga bisa memberikan bekal satu kekuatan digitalisasi kepada banyak UMKM kita," imbuh Anthony.

Seperti diketahui, pemerintah terus mendorong agar UMKM di Indonesia menggelar transformasi digital. Maklum, digitalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam mengembangkan UMKM di Indonesia untuk bisa naik kelas.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, Indonesia memiliki sekitar 65,5 juta UMKM. Dari jumlah tersebut, pada akhir 2023, baru ada sekitar 27 juta UMKM  yang sudah go digital. Pemerintah menargetkan, ada sekitar 30 juta UMKM yang go digital pada tahun ini.

"Ini membutuhkan peran pemerintah dan kolaborasi antar semua pemangku kepentingan untuk mendorong agar UMKM bisa go digital," kata Anthony.


Lebih jauh, Anthony berharap, masuknya TikTok Shop ke Tokopedia bisa memberikan perlindungan terhadap UMKM. Sehingga tidak ada lagi predatory pricing maupun monopoli.

Ia juga berharap, pemerintah terus memonitor agar kolaborasi antara pengusaha asing dan nasional terus bertumbuh dan memastikan konsistensi kerja sama antara TikTok Shop dan Tokopedia



Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/05/hipmi-yakin-sinergi-tiktok-shop-dan.html

Sunday, April 21, 2024

Melihat Potensi UMKM Setelah TikTok Shop-Tokopedia Berkolaborasi

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Kolaborasi TikTok Shop dan Tokopedia dinilai akan membuat Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia semakin besar dan naik kelas. 

Sekertaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero mengatakan hal ini adalah kesempatan bagus bagi UMKM untuk mengakses pasar agar naik kelas. 

“Kolaborasi antar platform digital menjadi kunci dalam mendukung perkembangan UMKM di Indonesia. Melalui integrasi dan migrasi sistem TikTok Shop ke Tokopedia yang hampir tuntas, UMKM di Tanah Air akan memiliki peluang untuk mengakses pasar yang lebih luas sehingga bisa naik kelas,” kata Edy kepada wartawan, Senin (22/4/2024).

Edy mengatakan, TikTok dan Tokopedia adalah dua raksasa di industri digital. Saat ini keduanya berkolaborasi menjadi satu, dan membuka ruang pangsa pasar keduanya untuk semakin luas. 

"Integrasi TikTok Shop dan Tokopedia akan menciptakan pasar baru sehingga pasar pengusaha UMKM yang memasarkan produknya melalui platform tersebut menjadi jauh lebih besar. Artinya, peluang UMKM untuk menjadi lebih besar dan naik kelas juga lebih terbuka," kata Edy. 

Menurut Edy, pelaku UMKM harus menyambut integrasi TikTok Shop dan Tokopedia dengan baik. Itu sebabnya, pelaku UMKM perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk merebut pasar baru yang disiapkan TikTok Shop dan Tokopedia.

Edy mewanti-wanti, jangan sampai pasar baru yang besar ini justru direbut oleh pihak lain. Hal itu akan justru membuat produk impor akan membanjiri pasar baru tersebut. 

Pengusaha UMKM harus sungguh-sungguh untuk mempersiapkan produk maupun jasa yang mereka tawarkan dengan meningkatkan kualitas dan menata margin keuntungan. 

"Pengusaha UMKM jangan berleha-leha. UMKM harus mengambil kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan merespons keinginan konsumen dengan baik supaya menjadi tuan di negeri sendiri," ucap Edy.

 Melalui kolaborasi antar platform digital seperti yang dilakukan TikTok Shop dan Tokopedia, Edy menambahkan, UMKM memiliki peluang untuk masuk ke pasar global.

Dengan demikian, UMKM akan semakin bergairah sehingga bisa memberikan kontribusi lebih besar agar Indonesia untuk menjadi salah satu negara dengan ekonomi terkuat pada 2045. Selama ini, UMKM di Indonesia telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia. 

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61 persen atau senilai Rp 9.580 triliun. Kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja mencapai sebesar 97 persen.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/melihat-potensi-umkm-setelah-tiktok.html

Tuesday, April 2, 2024

Masa Depan Kemitraan E-commerce & Medsos untuk UMKM di Indonesia

 

Empat bulan hampir berlalu sejak investasi perusahaan global TikTok ke perusahaan e-commerce asli Indonesia, Tokopedia. Investasi lebih dari US$ 1,5 miliar atau setara Rp 24 triliun ini adalah respons dari perusahaan global untuk berinvestasi di Indonesia pascakeluarnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 tahun 2023. Beleid yang berlaku sejak 26 September 2023 ini mengatur pemisahan social commerce dan e-commerce.

Permendag 31 betul-betul menjadi jalan tengah pemerintah dalam melakukan pengawasan sekaligus mengakomodasi kemajuan teknologi demi perkembangan bisnis UMKM. Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun memberikan waktu bagi TikTok-Tokopedia selama 4 bulan sejak Desember 2023 untuk memigrasikan sistem elektronik, data, hingga transaksi ke Tokopedia.

Mengingat bahwa saat ini masih banyak pemain global, seperti Instagram dan Youtube yang tengah menjajaki bisnis social commerce di Indonesia, model kemitraan TikTok dan Tokopedia menjadi eksperimen pertama dari eksekusi Permendag 31 sehingga pantas menjadi pusat perhatian.

Lantas, dari perspektif teknologi informasi, apakah mungkin pemisahan sistem elektronik terjadi di balik layar tanpa penggunanya harus berpindah aplikasi?

Pertama, kita harus memahami definisi sistem elektronik. Sistem elektronik adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengirimkan, dan menyebarkan informasi elektronik.

Di dunia modern yang semuanya serba terhubung seperti sekarang, integrasi sistem-sistem elektronik ini menjadi sangat penting. Dengan adanya konektivitas yang tinggi, berbagai layanan dapat dengan mudah diakses dan diintegrasikan melalui satu platform digital. Hal ini memudahkan pengguna dalam melakukan berbagai aktivitas, seperti perjalanan, pemesanan, dan pembayaran, secara efisien dan terpadu.

Hal ini diwujudkan melalui penggabungan beberapa sistem elektronik untuk dapat bekerja bersamaan, meskipun sistem-sistem itu sebenarnya saling terisolasi dan dikelola oleh departemen berbeda dari satu perusahaan, atau oleh entitas perusahaan yang sama sekali berbeda.

Salah satu contohnya adalah Traveloka yang memberikan berbagai layanan mulai dari reservasi hotel, pemesanan tiket pesawat, tiket kereta api, tiket bus, penyewaan mobil, tiket atraksi, tur, sampai dengan pembayaran yang mudah melalui kartu kredit, debit, dan lain-lain. Semua dilakukan dari satu layar, konsumen tidak perlu login berkali-kali untuk berpindah dari satu layanan ke layanan lainnya.

Padahal Traveloka ini terwujud karena penggabungan beberapa sistem elektronik dari beberapa perusahaan yang berbeda-beda. Seperti reservasi hotel diwujudkan melalui integrasi dengan sistem perhotelan di berbagai kota.

Demikian pula reservasi tiket pesawat diwujudkan oleh integrasi dengan maskapai penerbangan yang berbeda. Antara Traveloka dengan sistem-sistem lain tersebut secara teknis dihubungkan secara terbatas seperlunya saja, sehingga keamanan sistem dan privasi data tetap terjaga.

Contoh lain adalah kasus TikTok-Tokopedia. Sebenarnya secara teknis mirip dengan Traveloka namun dampaknya luar biasa, karena keduanya adalah perusahaan raksasa. Integrasi keduanya berdampak besar terhadap industri di Indonesia.

Kemendag mencoba membatasi dampak ini melalui Permendag Nomor 31. Permendag ini mengatur bahwa perusahaan yang memiliki lisensi social commerce tidak boleh memroses transaksi pembayaran, karena untuk ini diperlukan izin lokapasar (e-commerce).

TikTok-Tokopedia mengatasi ini melalui solusi teknologi, yang memungkinkan etalasi produk dilakukan oleh sistem TikTok, dan transaksi pembayaran dilakukan oleh sistem Tokopedia. Strategi mereka adalah mengutamakan pengalaman konsumen yang tidak dipaksa untuk berpindah-pindah aplikasi.

Kedua, pengalaman konsumen yang mulus ini juga terkait erat dengan keamanan siber. Karena jika konsumen dipaksa untuk pindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain untuk menyelesaikan transaksi dapat menimbulkan berbagai risiko siber seperti tertipu iklan palsu sampai salah lompat ke sistem e-commerce tiruan.

Jika konsumen dirugikan, baik penyedia platform media sosial (medsos) maupun e-commerce tidak ada yang mau bertanggung jawab karena transaksi dilakukan di luar platform mereka.

Di luar kedua isu teknis di atas, sebenarnya integrasi sistem yang mulus ini juga berdampak positif tidak hanya bagi konsumen tapi juga bagi UMKM. UMKM akan mendapatkan eksposur lebih luas dalam memasarkan produk di platform baru, gabungan e-commerce dan social commerce.

Apalagi kalau kita mengacu pada data Statistik E-Commerce 2021 dari BPS. Ternyata, lebih dari setengah (54,66%) usaha e-commerce jualan online lewat media sosial (Facebook, Instagram, Twitter). Jadi mayoritas bukan lewat marketplace yang hanya 21,64%. Artinya ini kesempatan bagi pemerintah mendorong UMKM beralih ke marketplace.

Jangan lupa, tahun ini pemerintah menargetkan 30 juta UMKM go digital, naik dari target 2023 sebanyak 24 juta. Dari target itu, data Smesco Kementerian Koperasi dan UMKM mencatat, per Desember 2022 baru 20,76 juta atau 69% yang melek digital.

Dari sisi makro, e-commerce juga diprediksi terus menjadi kontributor utama ekonomi digital dan ujungnya pertumbuhan ekonomi. Riset Google, Temasek, Bain & Company dalam e-Conomy SEA 2023 memprediksi, nilai ekonomi digital Indonesia di 2025 bisa tembus US$ 109 miliar, setara Rp 1.690 triliun, naik 15%, dengan kontribusi terbesar dari e-commerce US$ 82 miliar atau Rp 1.271 triliun.

Adapun bagi pelaku e-commerce, inovasi ini akan membantu mendorong strategi mereka dalam mengejar profit di tengah upaya mereka berinovasi di layanan, fitur, dan model bisnis.

Saat ini Instagram dan Youtube berlomba-lomba untuk mencari ceruk pasar di e-commerce dan juga e-commerce seperti Shopee dan Lazada membuka layanan seperti media sosial melalui live commerce-nya. Tren global menunjukkan media sosial dan e-commerce akan terus mencari bentuk kemitraan yang sesuai.

Indonesia justru mempunyai kesempatan untuk menjadi "role model" di tingkat global dengan menunjukkan keberhasilan kemitraan antara perusahaan media sosial seperti TikTok dan e-commerce seperti Tokopedia demi memberikan manfaat untuk UMKM lokal.

Tentunya kemitraan antarperusahaan media sosial dan e-commerce harus terus dikawal karena semua platform menghadapi tantangan yang sama, khususnya dalam hal penjualan barang impor. Walau penjualan barang impor merupakan isu klasik di Indonesia di pasar ritel online maupun offline, tetapi perusahaan seperti TikTok dan Tokopedia justru dapat berkontribusi untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal melalui berbagai pelatihan.

Saya ingat ungkapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengatakan bahwa kecepatan menjadi modal dalam persaingan antarnegara. Negara cepat akan mengalahkan negara lambat. Bukan lagi negara besar mengalahkan negara kecil, begitu kata Presiden Jokowi. Oleh sebab itu, bagaimana kita bersikap, apakah kita menganggap teknologi itu ancaman atau justru menjadi peluang dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/masa-depan-kemitraan-e-commerce-medsos.html

Wednesday, August 25, 2021

Kominfo dukung TikTok rayakan HUT RI lewat kreasi #BerjuangBerkreasi

 

Kominfo dukung TikTok rayakan HUT RI lewat kreasi #BerjuangBerkreasi

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendukung gerakan kreativitas yang diselenggarakan salah satu platform digital berbagi video singkat yaitu TikTok untuk mengajak masyarakat Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-76 di rumah saja dengan kampanye #BerjuangBerkreasi.

"Perayaan kemerdekaan merupakan momentum yang penting untuk diperingati, karena dapat membangkitkan kembali nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme bangsa. Berkat kemajuan teknologi, perayaan ini kini bisa dilakukan secara virtual dan justru bisa menjangkau seluruh warga Indonesia dari Sabang sampai Merauke, seperti yang dilakukan TikTok melalui program #BerjuangBerkreasi ini," ujar Plt. Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ferdinandus Setu dalam keterangannya, Senin.

Program #BerjuangBerkreasi di TikTok meliputi berbagai kegiatan untuk masyarakat. Tak terkecuali kompetisi TikTok untuk para wartawan yang berasal dari Indonesia.

Tidak hanya itu akan ada kegiatan diskusi bernama “TikTok Talk” yang dilakukan bersama kreator yang melestarikan budaya khas Indonesia melalui video singkat. Dari segi dukungan bagi UMKM lokal ada juga dan program belanja Merdeka Sale bersama jenama- jenama lokal.

TikTok juga mengajak seluruh pengguna untuk mengikuti tantangan seru di dalam aplikasi, antara lain kompetisi #BerjuangBerkreasi untuk pengguna yang berkarya dengan cara masing-masing, serta remake tantangan #WelcomeToIndonesia yang dipandu oleh penampilan musikal dari sejumlah kreator musik di TikTok.

Semua kemeriahan itu diharapkan bisa menawarkan cara baru bagi masyarakat merayakan hari kemerdekaan di tengah pandemi.

Program #BerjuangBerkreasi ini sejalan dengan tema "Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh" yang diusung pemerintah untuk Peringatan Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia.

Tema itu dapat menggambarkan nilai-nilai ketangguhan, semangat pantang menyerah untuk terus maju bersama dalam menempuh jalan penuh tantangan, agar dapat mencapai masa depan yang lebih baik.

"Tema ini sangat menggambarkan semangat yang ada di platform TikTok, di mana pengguna dari berbagai daerah saling bersatu dan menyemangati di tengah kondisi yang serba tak menentu ini. Program #BerjuangBerkreasi ini menjadi perayaan bagi pengguna dan seluruh bangsa Indonesia, termasuk para pebisnis, wartawan, dan pengguna individu untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa kita, termasuk budaya Indonesia," kata Head of Operations TikTok Indonesia Angga Anugrah Putra.

Kerjasama juga dilakukan dengan pengembang aplikasi digital lainnya, kali ini TikTok bekerjasama dengan platform streaming musik Spotify menghadirkan tantangan menarik bertajuk #MusikIndonesiadiSpotify.

Tantangan ini menguji kemampuan para pengguna mengenal lagu- lagu lokal yang populer di Indonesia. Ada pun para musisi yang terlibat dalam kolaborasi unik ini adalah Pamungkas, Hindia, Nadin Hamizah, dan dua musisi ahli tembang Jawa yaitu Guyon Waton serta Woro Widowati.

Perayaan puncak program #BerjuangBerkreasi akan diselenggarakan secara meriah di program khusus INBOX di salah satu televisi swasta pada tanggal 15 Agustus 2021. Acara ini akan dipandu oleh Yuki Kato dan Fero Walandouw, serta diramaikan oleh top kreator TikTok dan juga sejumlah selebritis, seperti Ziva Magnolya, UNIT1Y, hingga Cakra Khan.

Sumber : https://m.antaranews.com/berita/2316094/kominfo-dukung-tiktok-rayakan-hut-ri-lewat-kreasi-berjuangberkreasi

 

Monday, August 2, 2021

Dukung UKM Go Digital, TikTok Berikan Materi Bisnis Online

 

Dukung UKM Go Digital, TikTok Berikan Materi Bisnis Online

TikTok, platform destinasi video singkat terdepan, telah merampungkan rangkaian kelas online #MajuBarengTikTok yang berlangsung sepanjang bulan Juni dan berhasil menjangkau lebih dari 12.000 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di seluruh Indonesia.

Sebagai kelanjutan dari program pemberdayaan UKM ini, TikTok memberikan kesempatan kepada pelaku bisnis lainnya untuk mengakses semua materi dengan mengunjungi dan mendaftarkan diri di situs MajuBarengTikTok.com.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen TikTok untuk mendukung para pelaku UKM agar bisa maju bersama di era digital, dengan mengoptimalkan platform digital berbasis kreativitas, seperti TikTok.

Materi pemberdayaan #MajuBarengTikTok yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja ini terbagi ke dalam rangkaian topik yang secara holistik merangkum proses digitalisasi pengembangan bisnis online.

Topik-topik tersebut antara lain Pengenalan ke Bisnis Online dan Toko Online, Media Sosial dan Platform Digital, Strategi Digital Marketing, Praktik Terbaik Konten Kreatif, Pengenalan TikTok untuk UKM, Pembuatan Konten Kreatif, hingga langkah dan tips untuk mulai beriklan di TikTok.

Berbagai topik tersebut disampaikan oleh pemateri yang merupakan para ahli di bidang pemasaran, yang dapat diserap dan diterapkan oleh para peserta. Pandu Nitiseputro, Head of SMB TikTok Indonesia menyampaikan bahwa pendampingan berkala pada UKM merupakan hal penting untuk mendukung mereka bisa go digital.

“Semenjak peluncuran solusi bisnis melalui TikTok for Business tahun lalu, kami melihat ada banyak UKM yang tumbuh di TikTok. Mereka terhubung dengan komunitas TikTok dengan menyampaikan kisah brand (storytelling) secara yang otentik.,” ujar Pandu dalam keterangan resminya, Senin (2/8).

Program #MajuBarengTikTok yang telah terselenggara pada 3 hingga 29 Juni 2021 ini telah diikuti oleh peserta UKM yang berasal dari 34 provinsi berbeda di Indonesia.

Latar belakang mereka juga beragam, mulai dari pebisnis kuliner, fashion, pelaku usaha bidang pendidikan dan agribisnis. Dari 10 kelas yang berbeda, topik mengenai pengenalan TikTok dan TikTok untuk UKM menjadi kelas yang paling banyak diminati, karena memberikan tips yang aplikatif untuk mereka bisa menjangkau konsumen di TikTok.

Sumber : https://www.genpi.co/ekonomi/124859/dukung-ukm-go-digital-tiktok-berikan-materi-bisnis-online?page=2

Thursday, January 21, 2021

Aplikasi TikTok Sedang Tren Dalam Membantu Dunia Usaha ?

Aplikasi TikTok dapat menghasilkan uang
Di tengah pandemi Covid-19 daya tahan sektor yang menyerap jutaan tenaga kerja ini seakan diuji. Seperti juga UKM yang terkena imbasnya. Meski demikian, pemerintah pusat maupun daerah terus memberikan dorongan – dorongan kepada pelaku UKM agar tetap berjalan. Dikarenakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional.

Dalam kondisi pandemi seperti ini, berdampak positif juga bagi pelaku UKM yang memulai usahanya. Karena adanya kesenggangan waktu untuk menjalankan usaha yang diinginkan.

Pada di zaman yang sudah modern, hampir semua aktivitas bisa dilakukan secara online, termasuk pemasaran produk. Yang terjadi sekarang ini, di aplikasi TikTok sebagai media hiburan dan berkreasi selama pandemi, bahkan pelaku usaha memanfaatkan sebagai media promosi. 60% dari pengguna tik tok adalah remaja, sehingga merupakan peluang dan terbuka luas untuk mendapatkan konsumen bagi pelaku UKM untuk melakukan promosi suatu produk. Pengguna TikTok yang mempunyai viewers dan followers yang cukup banyak biasanya juga mendapatkan penghasilan dari TikTok dengan mendapatkan endorse dari pelaku UKM tersebut.

Kelebihan promosi di aplikasi TikTok ialah, menampilkan video yang cukup singkat akan tetapi menarik untuk ditonton, pelaku UKM juga bisa mengadakan chalengge hastag untuk lebih merik perhatian pelanggan. Dan pelaku UKM memberikan hadiah bagi pemenang chalengge tersebut.
 


sumber : https://kumparan.com/165-zilvia-andriani/aplikasi-tiktok-sedang-tren-dalam-membantu-dunia-usaha-1v13NswYiHG/full