Showing posts with label aplikasi. Show all posts
Showing posts with label aplikasi. Show all posts

Thursday, June 20, 2024

Mendorong Pertumbuhan Bisnis UMKM Melalui Teknologi

 


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Digitalisasi menjadi fokus banyak pebisnis. Maka,  Jagel, platform penyedia layanan pembuat aplikasi (no code app builder), juga berupaya mendorong pertumbuhan bisnis UMKM di Indonesia melalui teknologi.

Sepanjang tahun 2024 ini, Jagel mengklaim, membantu UMKM mengalami kenaikan rata-rata total omzet hingga 8% dibandingkan tahun lalu.. "Jagel berupaya meningkatkan produktivitas para pelaku bisnis, khususnya UMKM, melalui teknologi digital. Terutama di di Sumatera dan Kalimantan yang menjadi basis mayoritas user kami saat ini," ujar Danny Liong, Chief of Commercial and Sales Jagel, dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Kamis (20/6). 


Layanan Jagel bisa digunakan dengan sistem berlangganan. User bisa membuat aplikasi sendiri dengan cara mengunduh Jagel.app di Play Store dan memilih paket berlangganan."Dengan bisa mandiri membuat aplikasi, peluang untuk memasarkan produk/jasa akan meningkat pesat dan kami berusaha menjawab masalah tersebut melalui penerapan yang mudah,” lanjut Danny.  


Selain app-builder, Jagel  menyediakan layanan CCaaS (Contact Center as a Service) dan CPaaS (Communication Platform as a Service). Keduanya merupakan pusat pengelolaan kontak pelanggan untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih baik.  Layanan CPaaS mengintegrasikan platform komunikasi (WhatsApp, telepon, Facebook, Instagram) bagi UMKM agar bisa dikelola dengan tersistem.  

Ke depan, Danny optimis layanan software berbasis cloud akan semakin diminati karena menawarkan biaya yang jauh lebih murah. Ditambah gencarnya dukungan Pemerintah terhadap ekonomi kreatif, Danny berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mau berekspansi ke ranah digital. “Transformasi digital bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Teknologi adalah jembatan menuju masa depan yang lebih cerah. Dan Jagel berkomitmen untuk terus mendukung UMKM di Indonesia dalam perubahan ini.”  


Sumber: https://industri.kontan.co.id/news/mendorong-pertumbuhan-bisnis-umkm-melalui-teknologi

Wednesday, June 12, 2024

Muncul Aplikasi China 'Pembunuh' UMKM RI, Pemerintah Siap Hadang!

 


Jakarta, CNBC Indonesia-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan pemerintah telah mewaspadai masuknya aplikasi jual-beli crossborder asal China bernama Temu. Kemenko Perekonomian menyatakan pemerintah sudah memiliki sejumlah regulasi terkait masuknya aplikasi yang dikhawatirkan mengancam UMKM Indonesia ini.

"Memang betul terdapat beberapa perkembangan baru terkait crossborder yang memang jadi perhatian pemerintah, salah satunya adalah setelah kita bicara terkait TikTok, sekarang muncul lagi Temu," kata Asisten Deputi Bidang Koperasi dan UMKM, Herfan Brilianto Mursabdo dalam diskusi di kantornya, Jakarta, Rabu, (12/6/2024).

Temu merupakan aplikasi dari PDD Holdings yang dengan cepat mendulang sukses di pasar luar China. Aplikasi tersebut mulai menjarah pasar Tanah Air sejak 2023 lalu dan meraup lebih dari 100 juta download di toko aplikasi Google Play Store. Temu sukses dengan berfokus menawarkan produk China dengan harga diskon di Negeri Tiongkok dan pasar luar negeri.

Herfan mengatakan untuk mengantisipasi munculnya berbagai aplikasi jual-beli cross border yang bisa berdampak pada perekonomian Indonesia, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023. Dia mengatakan peraturan itu memuat sejumlah syarat dan ketentuan untuk meregulasi aktivitas jual-beli online lintas negara.

"Peraturan ini bisa menjadi acuan. Bukan bermaksud menahan perkembangan jaman, tapi meregulasi secara lebih tepat berbagai aplikasi," kata dia.

Herfan Permendag 31/2023 ini memisahkan definisi antara media sosial dengan e-commerce. Selain itu, kata dia, peraturan tersebut juga mewajibkan perusahaan e-commerce yang ingin berdagang di Indonesia harus membuat kantor perwakilan di negara ini.

"Ini sebenarnya salah satu cara untuk menahan atau memastikan agar inovasi tadi tidak langsung berdampak pada ekonomi kita," kata dia.

Selain itu, kata dia, dalam aturan yang sama pemerintah juga membatasi jumlah harga barang yang bisa dibeli secara lintas negara, yaitu USD 100. Dengan batasan harga itu, kata dia, pasar Indonesia tidak akan dibanjiri oleh produk-produk murah yang dapat merusak kondisi UMKM Indonesia.

"Minimal harganya USD 100 untuk penerimaan barang, itu dua contoh yang bisa menahan aplikasi tersebut," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki juga sempat berbicara mengenai ancaman Temu. Dia bilang setelah TikTok Shop, ternyata ada satu aplikasi lain yang mengancam keberlangsungan UMKM di Indonesia, yaitu Temu.

Teten mengungkap aplikasi yang berasal dari China itu sudah masuk ke 58 negara. Menurut Teten, aplikasi Temu berpotensi berbahaya sebab terhubung langsung dengan 80 pabrik di China. Menurutnya, aplikasi ini lebih berbahaya daripada TikTok Shop.

"Nah kalau TikTok kan masih mending lah, masih ada reseller, ada afiliator, masih membuka lapangan kerja. Kalau ini kan akan memangkas langsung," kata Teten, dikutip dari Detikcom.


Monday, June 3, 2024

Aplikasi LapakIn Bisa Bantu UMKM Temukan Lokasi Lapak Strategis

 


UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) merupakan tulang punggung perekonomian di Indonesia.

Saat ini, peluang bagi UMKM untuk berkembang pun semakin besar dengan adanya beragam platform online yang memungkinkan para pemilik bisnis menjangkau pelanggan secara lebih luas.

Namun, lokasi lapak atau toko offline ternyata juga masih memegang kunci dalam kesuksesan bisnis UMKM.

Haoking Suryanatmaja, Chief Executive Officer (CEO) LapakInaplikasi ciptaan lulusan program Bangkit, yang fokus untuk membantu pengusaha UMKM di Indonesia, juga setuju bahwa lokasi yang tepat dengan tipe usaha yang dimiliki merupakan faktor utama yang perlu diperhatikan para pemilik bisnis.

"Penting bagi para pelaku UMKM untuk selektif dalam memilih lokasi tempat berbisnis. Pastikan bahwa lokasi strategis dan mudah diakses oleh target konsumen. Inilah latar belakang kami menciptakan LapakIn. Kami ingin membantu mempertemukan para pelaku UMKM dan pemilik lapak dalam satu aplikasi," jelas Haoking.

Melalui LapakIn, para pemilik bisnis bisa terhubung dengan pemilik lapak yang ingin menyewa atau menjual ruang bisnis mereka.

Fitur pencarian lokasi, rekomendasi jenis usaha yang cocok, hingga informasi harga sewa diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM menemukan lokasi yang diinginkan dan tepat.

Saat ini, aplikasi LapakIn sudah tersedia untuk pelaku UMKM dan bisa didapatkan di toko aplikasi Google Play Store.


Sumber: https://infokomputer.grid.id/read/124099160/aplikasi-lapakin-bisa-bantu-umkm-temukan-lokasi-lapak-strategis

Monday, August 23, 2021

Aplikasi WBSPro Dorong UMKM Go Digital

 

Aplikasi WBSPro Dorong UMKM Go Digital

Jakarta - Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, menjadi pukulan telak bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pasalnya, tidak sedikit pelaku UMKM yang bangkrut karena dampak pandemi.

"UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional, tentu saja tidak kebal dari dampak pandemi. Oleh karena itu, mereka harus bisa mengembangkan usahanya secara digital,” ujar Direktur Utama Gamma Advertisa sekaligus owner Klik Digital Indonesia, Iswan Febriyanto, Kamis (5/8/2021).

Iwan menjelaskan, berawal dari kecintaan terhadap dunia digital serta kepedulian terhadap masa depan UMKM di seluruh Indonesia, membuatnya tertarik untuk membuat aplikasi khusus untuk UMKM Go Digital yang diberi nama WBSPro.

"Tujuannya tentu saja, agar para UMKM bisa saling mengenal hingga bertukar informasi seputar bisnis dan usaha yang dijalani. Melalui aplikasi ini, saya berharap bisa membantu UMKM di seluruh Indonesia, agar bisa mengembangkan usaha mereka," tegasnya.

Melalui WBSPro, Iswan mengaku merasa terpanggil untuk memperjuangkan UMKM yang dinilainya masih bergerak di tempat, tanpa ada kemajuan sedikitpun.

"Jika para UMKM tersebut dibina hingga diberikan pengetahuan dan sarana yang diperlukan mengenai bisnis marketing, tentunya akan lebih memudahkan mereka dalam mengembangkan usahanya menjadi lebih baik. Bahkan mungkin bisa menjangkau pasar yang lebih luas lagi," paparnya.

Pemilik akun Instagram @ifsaleh ini menambahkan, jumlah pengguna aplikasi WBSPro sendiri terus bertambah dari hari ke hari. Hingga saat ini, jumlah pengguna aplikasi WBSPro ini telah mencapai sekitar 8.000 member.

"Mereka berasal dari berbagai instansi, lembaga sosial, BUMN, bahkan dari kalangan pebisnis online," pungkasnya.

Sumber : https://www.beritasatu.com/digital/810235/aplikasi-wbspro-dorong-umkm-go-digital

Tuesday, March 2, 2021

Aplikasi Bela Upaya Tingkatkan Peran UKM

BIMTEK - Bimbingan Teknis Aplikasi Belanja Langsung (Bela) Pengadaan Barang/Jasa Melalui MBiz Market di ruang rapat Peteng Karuhei II, Kantor Walikota Palangka Raya, Selasa (2/3/2021). FOTO: ISTIMEWA

Pemerintah Kota Palangka Raya gelar Bimbingan Teknis Aplikasi Belanja Langsung (Bela) Pengadaan Barang/Jasa melalui MBiz Market di ruang rapat Peteng Karuhei II, Kantor Wali Kota Palangka Raya, Selasa (2/3). Bimtek dalam rangka peningkatakan peran serta usaha mikro kecil (UKM) dan koperasi dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Mewakili Wali Kota Palangka Raya, Asisten II Setda, Amandus Frenaldy mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah memiliki peran penting dan strategis menggerakkan pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun di daerah.

Dikatakannya pula, lahirnya Perpres Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Perpres nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan peran serta usaha mikro kecil, koperasi dan produk dalam negeri guna menggerakkan sendi-sendi perekonomian masyarakat.

“Pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun juga telah menggerus sektor ekonomi global. Berbagai upaya dilakukan pemerintah agar roda ekonomi terus berjalan. Di antaranya melalui program-program pemulihan ekonomi yang telah digulirkan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya,” bebernya.

Amandus Frenaldy melanjutkan, salah satu fokus pemerintah adalah menyelamatkan sektor UMKM yang terimbas cukup dalam. Di mana tercatat oleh Kemenkop UKM sebanyak 40 persen UMKM terancam berhenti beroperasi selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. Padahal UMKM berkontribusi sekitar 60 persen dari produk domestik bruto Indonesia.

Dengan melihat potensi nilai belanja Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kota Palangka Raya, maka melibatkan Usaha Mikro dan Usaha Kecil merupakan suatu sarana untuk memberi peluang bagi UMKM untuk mendapatkan permintaan belanja dari Pemerintah khususnya Pemerintah Daerah, sebab Pemerintah Daerah mempunyai peran strategis dalam mendorong percepatan dan efektivitas pemulihan ekonomi nasional.

Berbicara tentang E-Marketplace dan tranformasi era digital, kebijakan tranformasi pengadaan barang/jasa pemerintah selaras dan telah didukung melalui visi misi Pemerintah Kota Palangka Raya serta akan terus dikembangkan sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat Kota Palangka Raya.

Besarnya potensi nilai belanja Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah untuk melibatkan Usaha Mikro dan Usaha Kecil melalui proses Pengadaan Barang/Jasa yang menghasilkan value for money, menuntut kemudahan, transparansi, kenyamanan, dan akuntabilitas para pelaku pengadaan.

“Dengan hadirnya Aplikasi Belanja Langsung (Bela) Pengadaan, serta telah dilaksanakannya Mou dan Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Kota Palangka Raya dengan Mbiz Market selaku Mitra Aplikasi Market Place yang ditunjuk oleh LKPP RI, maka kemudian ditindaklanjuti dengan Bimbingan Teknis Aplikasi Belanja Langsung (Bela) Pengadaan Barang/Jasa Melalui Mbiz Market untuk PPTK, Bendahara, Pejabat Penatausahaan Keuangan, dan Pejabat Pengadaan di Lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya,” imbuhnya.

Diharapkan seluruh peserta Bimtek dapat mengikuti dengan seksama, dicermati, dan dapat ditindaklanjuti melalui belanja langsung secara elektronik untuk paket pengadaan barang dan jasa lainnya khususnya untuk pengadaan di bawah 50 juta Rupiah. sehingga program pemulihan ekonomi di Kota Palangka Raya dapat terlaksana dengan baik dan mampu menumbuhkan sektor ekonomi khususnya oleh usaha mikro, kecil dan menengah.


sumber : https://www.tabengan.com/bacaberita/50115/aplikasi-bela-upaya-tingkatkan-peran-ukm/

Tuesday, February 2, 2021

UMKM Bisa Gunakan Aplikasi Ini Supaya Lapkeu Tercatat Rapih

Ilustrasi umkm (freepik)

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini harus beranjak ke sistem digital. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi aplikasi untuk mengelola keuangan.

Saat in terdapat, aplikasi yang bisa memudahkan UMKM mengelola keuangannya agar tertata rapi yaitu CrediBook. Saat ini sebanyak 500 ribu UMKM yang telah manfaatkan CrediBook.

CrediBook dengan berbagai fasilitasnya mampu menghubungkan para pelanggan, pelaku UMKM, pemasok, dan wholesaler, melalui satu aplikasi pencatatan keuangan.

Sukses dengan pertumbuhan bisnis yang semakin ekspansif, CrediBook dinobatkan sebagai juara pertama Pahlawan Digital UMKM 2020 dari Kementerian Koperasi dan UKM, yang kemudian akan menjadi mitra strategis pemerintah untuk digitalisasi UMKM Indonesia.

"Inovasi yang kami hadirkan merupakan kontribusi nyata khususnya dalam membantu usaha kecil yang kini semakin rentan terdampak pandemi," ujar CEO CrediBook Gabriel Frans dalam keterangannya, Rabu (3/2/2021).

Lebih lanjut, Gabriel mengatakan, CrediBook baru saja menerima pendanaan pra-seri A dari Wavemaker Partners, Alpha JWC Ventures, dan Insignia Ventures Partners.

Pendanaan tersebut tentunya merupakan langkah besar dalam mengembangkan aplikasi CrediBook.

Selain memiliki fungsi utama sebagai pencatatan keuangan usaha, CrediBook turut dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pengiriman pesan tagihan, pembayaran tagihan atau transaksi keuangan di dalam aplikasi, hingga pengajuan pinjaman modal usaha.

Sementara, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Fiki Satari, mengakui bahwa inovasi digital yang dihadirkan CrediBook dapat berkontribusi terhadap percepatan digitalisasi UMKM secara sistemik.

"Kami melihat dengan adanya CrediBook, para pelaku UMKM dari sektor mana pun dapat dengan mudah mengelola keuangannya lewat satu aplikasi; bahkan dapat membentuk sebuah ekosistem usaha berbasis digital," pungkas Fiki.





Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .