Showing posts with label startSMeUp. Show all posts
Showing posts with label startSMeUp. Show all posts

Wednesday, August 4, 2021

TATACARA PEMBUATAN PROPOSAL BISNIS UMKM - 4 Agustus 2021 - KADIN INDONESIA

 

Narasumber :

Raden Tedy - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia/ Ketua Umum Komunitas UMKIM Naik Kelas

Moderator: Mulyansyah

Webinar Pentingnya Business Plan dalam Menjalankan Bisnis - 4 Agustus 2021

Webinar Pentingnya Business Plan dalam Menjalankan Bisnis - 4 Agustus 2021

  Pembicara : Djoko Kurniawan

Tuesday, August 3, 2021

Business Development 101: Fokus Caranya

 Point kedua yang akan kita bahas dalam Business Development 101 kali ini adalah fokus caranya. Setelah point pertama menentukan tujuan (visi dan misi), maka kita harus fokus ke caranya. 

Bila usaha anda adalah Business to Customer (B2C), maka pendekatan apa yang akan anda pakai untuk mencapai visi dan misi ? Itulah caranya.

Misal, usaha anda jualan burger. Artinya ini B2C. Visi anda membuat Burger Rasa Lidah Indonesia (BURLI) terbaik, lalu misi anda tentukan. Pertama menemukan resep BURLI terbaik anda. Detailkan. 

Setelah itu, apa, bagaimana orang tahu tentang BURLI ini ? Anda detailkan, mungkin buka counter di rumah, atau ruko dekat anda tinggal. Mungkin berjualan via online. Banyak cara. Inilah yang harus anda detailkan dengan baik.

Coba cek lagi, siapa target konsumen BURLI anda ini ? 

1. Penggemar Burger 

2. Penggemar rasa lokal Indonesia (yang mana) - detailkan. 

Lalu anda sepakat, wah mau mulai dengan BURLI Rendang dulu. Lakukan itu, riset pasar, riset market. Dapatkan harga terbaik untuk sumber BURLI anda itu.

Lalu bagaimana anda 'mendekati' market anda, para penggemar burger dan rasa lokal tadi ?

Buat daftar yang anda bisa lakukan ? Misal, 

1. Brosur

2. Buat Instagram

3. Buat Facebook

4. Promosi2

Nah, sudah jelaskan caranya. Pastikan anda ketemu dengan market anda di cara yang anda tentukan. 

Fokus ke CARA nya, ini sangat penting, dan pikirkan berbagai aspeknya.

Maju UMKM Indonesia..



Penulis: Fanky Christian, founder StartSMEup.id & UKMentor.id

sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/6109f1ce1525102f031ea322/business-development-101-fokus-caranya

Business Development 101: Tentukan Tujuan Anda

 Apapun bisnis anda, pasti fokusnya ada. Inilah hal penting yang harus ditentukan di awal. 

Dalam satu kesempatan diskusi dengan anak-muda di kampus, membahas startup, mereka bertanya bagaimana saya bisa mengembangkan bisnis sampai sekarang. Pertanyaan yang simple, tapi mendalam. 

Maka saya pun menjawab singkat, apa tujuan startup yang kamu buat ?

Mereka langsung menjawab, kamu membuat burger, kami membuat podcast, kami membuat produk ramah lingkungan..

Semua bicara langsung ke produknya, lupa satu hal, tujuan bisnis.

Tujuan bisnis ini adalah tujuan yang ingin kita capai dengan bisnis kita. Ini bisa saja berupa hal yang sangat pribadi. Misal ingin terbebas dari zona nyaman bekerja. Misal ingin memajukan bangsa. Atau mungkin cukup sederhana, ingin kaya. Semua inilah tujuan mengapa anda harus berbisnis. 

Waktu saya memulai awal bisnis, saya sudah punya tujuan pribadi. Saya ingin mengembangkan daya, membuat atau mencipta, untuk mencapai kemandirian. Itu dia sebabnya, email saya yang pertama sudah seperti tujuan bisnis saya, dayaciptamandiri@ .. 

Maka tidak heran, waktu kesempatan itu datang, dimana saya harus memilih, apakah harus bekerja (dan sudah mencari pekerjaan selama tiga bulan tapi tidak ada yang cocok), atau ingin menggapai mimpi yang selama ini saya idamkan, membuka usaha sendiri. Tapi tidak punya modal.

Lalu saya kembali ke nilai-nilai yang menjadi tujuan saya berusaha, daya - cipta - mandiri. Ketiga nilai ini saya rumuskan di awal menjadi tujuan bisnis, atau dalam bahasa umumnya visi dan misi usaha. Daya Cipta Mandiri menjadi visi usaha saya. Saya memulai konsep ini dan menuliskannya. Ingat ya, harus ditulis.

Setelah itu, dapatlah visi yang jelas, tujuan usaha yang jelas. Barulah detailkan misi yang ingin dilakukan untuk mencapai visi itu. 

Maka sama dengan startup, usaha apapun yang anda buat, tentukan dulu visi dan misi, tuliskan itu. 

Dan itu terus saya lakukan tiap tahun. Tiap tahun kami sebagai tim duduk bersama, membahas visi - misi, menyelerasakan misi , rencana kerja. Dan inilah kerjaan business development, pengembangan bisnis. Bisnis itu tidak akan pernah berhenti. Visi ada, misi ada, program kerja ada, dan ini semua diselaraskan terus. Itulah pekerjaan pengembangan bisnis, business development, yang tidak pernah akan berhenti bila anda menjadi entrepreneur



Penulis: Fanky Christian, founder StartSMEup.id & UKMentor.id

sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/6108a0ac15251019e44ad3a2/business-development-101-tentukan-tujuan-anda

Saturday, July 31, 2021

Business Development yang AGILE di masa pandemi

 Bahasan saya sebelumnya menyatakan bahwa posisi, jabatan dan fungsi Business Development menjadi salah satu posisi kunci masa ini, terutama di masa pandemi. Mengapa? Karena seorang business development harus AGILE.

Adaptif. Perkembangan bisnis saat ini turun naik. Ada di industri tertentu masuk ke dalam fase gelap, bisnisnya meredum. Maka mau tidak mau harus adaptif. Tidak terbayang misalnya, seperti nama besar AIRASIA. Yang harus juga keluarkan banyak jurus adaptif untuk bisa bertahan. Mulai dari mengistirahatkan 245 pesawatnya, melakukan IPO dan mencaplok bisnis Gojek di Thailand. Semua ini agar tetap bisa berjalan bisnis nya dan berkembang, meskipun bisnis utamanya rontok, tapi kemampuan adaptif nya ini termasuk yang jadi perhatian dunia.

Gercep. Gerak Cepat, diperlukan tidak hanya adaptif. Setelah lakukan penyesuaian, mengadaptasi, lalu segera bertindak, jangan tunda. Ini kesalahan pebisnis kita, sering menunda, ragu. Padahal semua berubah cepat. Mana ada yang menyangka pemerintah benar-benar berani me'lock-down' dan semua kalau belum punya toko online, kerjasama dgn marketplace dan jasa pengantaran, maka akan rontok benar-benar. Gerak cepat harus menjadi ciri utama bisnis kala ini.

Informasi kuncinya. Adaptif dan Gerak Cepat tadi tidak bisa tanpa dasar yang jelas, maka informasi menjadi panduannya. Informasi ini dikumpulkan dalam data. Data yang bisa dianalisa, disimpulkan, dan barulah strategi akan keluar. Tidak bisa hanya informasi lisan saja, semua harus terekam, tercatat dalam sistem, sebagai data. Itulah sebabnya, perusahaan, atau usaha yang belum punya CRM (Customer Relationship Management) atau Akunting akan sangat kesulitan membaca data yang diperlukan untuk keputusan usahanya.

Libatkan ekosistem. Bisnis untuk menjadi besar saat ini tidak bisa sendirian. Perlu ekosistem. Coba cek lagi usaha anda, siapa saja stakeholdernya. Siapa saja yang punya kepentingan. Bisa pemerintah, bisa swasta, bisa akademisi. Untuk berkembang kita perlu komunitas, maka berjejaringlah. Ekosistem sangat penting untuk bisnis kita saat ini.

Emosional Connection menjadi penting. Semenjak masa pandemi, ikatan emosional menjadi penting. Coba cek, yang membuat bisnis kita ada sampai sekarang karena kita memiliki customer yang peduli dengan kita, karena kita pun peduli dengan mereka. Banyak bisnis yang tumbang karena koneksi emosional ini tidak ada, tidak terjalin dengan baik. Untuk bisa mengetahui dengan baik tiap konsumen kita, kita perlu bantuan tim kita menggunakan dan memasukkan data ke dalam sistem CRM. Untuk bisa mendukung mereka dengan baik, kita harus menyiapkan sistem Support. Demikian juga dengan partner, vendor. Kita perlu koneksi emosional dalam masa pandemi ini.

Penggunaan tools CRM, Service serta Marketing menjadi sangat penting, dan ini semua bisa didapatkan di produk seperti CREATIO. 

Business Development yang mengutamakan pendekatan AGILE diatas akan mendapatkan maksimum strategi untuk bisa bertahan di masa pandemi ini. Pastikan telah menggunakannya.



sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/61054720152510117d3943e2/business-development-yang-agile-di-masa-pandemi

Tuesday, July 20, 2021

Trik UKM Hadapi Musim Pandemi Ala Hermawan Kartajaya


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hermawan Kartajaya resmi terpilih sebagai Incoming Chair dari The International Council for Small Business (ICSB) Global menggantikan Winslow Sargeant pada periode 2021-2022 mendatang.

Sebelumnya, Hermawan aktif di ICSB Global sebagai Board Member dan merupakan Co-Founder ICSB Indonesia bersama dengan AAGN Puspayoga, sekaligus chairman organisasi tersebut di Indonesia. Hermawan juga merupakan Founder serta Chairman dari Asia Council for Small Business (ACSB).

Dalam kesiapannya untuk mengemban tugas baru, Hermawan memberikan kiat-kiat khusus bagi para pelaku UKM di Indonesia dalam menghadapi gelombang kedua pandemi saat ini.

Pertama, menjaga semangat kewirausahaan (entrepreneurship) penting untuk dilakukan agar tidak patah semangat di tengah jalan. "Namun, bekali juga diri Anda dengan ilmu-ilmu pemasaran, sehingga strategi yang diambil di masa sulit ini bisa lebih tepat sasaran," kata Hermawan.

Kedua, terus tingkatkan kreativitas untuk menggali ide-ide baru dan lakukan inovasi untuk mengubahnya menjadi solusi yang pas dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

"Ketiga, lakukan kolaborasi dengan berbagai pihak atau pelaku UKM lain, komunitas, perusahaan besar, kampus dan juga pemerintah, agar Anda bisa mendapatkan alternatif jalan keluar dari krisis yang Anda hadapi," tandas Hermawan.

Dengan resmi menjadi Incoming Chair ICSB Global tahun ini, maka pada Juli tahun 2022 nanti, Hermawan akan kembali dilantik menjadi Chair dari ICSB Global. Hermawan juga sekaligus menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan ICSB World Congress pada tahun 2023 yang rencananya akan diselenggarakan di Bali. "Momen penting tersebut diharapkan akan bisa mempercepat pemulihan sektor pariwisata di Pulau Dewata," ujar Hermawan.

International Council for Small Business (ICSB) sendiri adalah organisasi nonprofit global dengan jaringan di berbagai negara dengan misi untuk mempromosikan pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil di seluruh dunia.

Hermawan maju sebagai orang Indonesia pertama yang terpilih menjadi Incoming Chair ICSB Global dimana organisasi tersebut merupakan organisasi payung terbesar dalam pembinaan UKM di dunia yang telah berdiri sejak 1955. ICSB Indonesia sendiri bergabung secara aktif dengan jaringan ICSB global sejak tahun 2015 atas prakarsa dari AAGN Puspayoga dan Hermawan Kartajaya.

Sumber : https://www.tribunnews.com/kilas-kementerian/2021/07/21/trik-ukm-hadapi-musim-pandemi-ala-hermawan-kartajaya 

Sunday, July 11, 2021

LINDUNGI DIRI DI DUNIA DIGITAL

 


Suka kritis terhadap masalah-masalah di sekitarmu? Ingin berpendapat supaya orang lain mau mendengarkannya di media media sosial? Mari berbagi pengalaman mengenai ini di WEBINAR

LINDUNGI DIRI DI DUNIA DIGITAL

👍 Webinar Gratis 100 Persen
👍 E-sertifikat dari Kementerian Kominfo
👍 Secara nasional sudah dibuka oleh Presiden Joko Widodo
👍 Ada Hadiah Voucher menarik untuk 10 peserta

Kegiatan berlangsung pada

Hari: Selasa, 13 Juli 2021
Waktu: Pkl. 13.00 WIB - Selesai

Dihadiri oleh Para Narasumber Terpercaya:
1. Drs. Rusmanto, M.M
Tema: Tips & Tricks Menghindari Penipuan Digital
2. Fanky Christian
Tema: Pentingnya Memiliki Digital Skill Di Masa Pandemi
3. Reko Serasi, S.S., M.A
Tema: Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu!
4. Mildaini, S.Pd
Tema: Memahami Batasan Dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital

Pendaftaran
melalui tautan :
https://s.id/LitDigRejangLebong_1307

Moderator:
Fernand Tampubolon

Key Opinion Leader:
Dwi Bidari @dwibidari24


Terima kasih atas partisipanya.

#makincakapdigital
#literasidigital
#siberkreasi
#digitalculture
#digitalethics
#digitalskills
#digitalsafety
#lidigBengkulu
#STARTSMEUP

Sunday, July 4, 2021

FPKG: Waspada Pihak Tuntut Penambahan Kuota Raw Sugar


Jakarta (beritajatim.com) – Ketua Forum Peduli Komuditas Gula (FPKG), Slamet Poerwadi mengingatkan publik untuk mewaspadai pihak-pihak yang menuntut penambahan kuota impor raw sugar untuk kepentingan perusahaan tertentu, dengan dalih untuk kepentingan petani tebu dan UKM.

Menurutnya, tidak mungkin petani tebu meminta “impor raw sugar.” Petani dipastikan fokus untuk menjual tebunya. Demikian pula dengan UKM. Tidak semua UKM butuh gula rafinasi (GKR). Hanya UKM yang terdaftar yang membutuhkan gula rafinasi.

Menurut Slamet, sebaiknya pemerintah dan pabrik gula fokus menutupi defisit gula konsumsi (GKP) antara 600 – 800 ribu ton/ tahun daro total kebutuhan GKP 3 juta ton per tahun. Menurut Slamet, tidak perlu mengusik gula industri yang pasokannya sudah mencukupi kebutuhan industri makanan-minuman. Jadi tidak mungkin defisit.

“Industri gula rafinasi itu sudah ditetapkan sebagai daftar negatif investasi. 11 pabrik GKR saat ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan insustri mamin. Jika ditambah, bisa rembes ke pasar konsumsi,” ujar Slamet.

Menurut Doktor bidang ekonomi UII Yogyakarta itu, terkait dengan wacana swasembada gula, maka fokus diskusinya adalah pada dua hal utama yakni ekstensifikasi dan intensifikasi lahan. Bukan pada penambahan kuota impor raw sugar.

“Tidak logis jika wacana swasembada dikaitkan dengan penambahan kuota impor raw sugar. Mestinya perluasan lahan tebu diluar jawa dan peningkatan kualitas tebu, terutama rendemen,” jelasnya.

Ia mengkritik narasi sejumlah pengamat dan politisi yang sibuk bicara importasi raw sugar, tapi mengabaikan soal ekstensifikasi dan intensifikasi lahan tebu.

Pemerintah dan seluruh stakeholders gula, menurutnya, harus fokus menutup defisit GKP sekitar 600 – 800 ribu ton/ tahun. Setara dengan penambahan sekitar 200 ribu hektar lahan tebu. Saat ini lahan tebu yang masih produktif seluas 400 ribu hektar. Luas lahan tersebut bisa saja menyusut, ketika petani memutuskan untuk mengganti dengan tanaman palawija yang harga jualnya lebih tinggi.

Sejumlah pabrik gula baru sebetulnya diberikan kewajiban untuk memperluas lahan tebu. Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jawa Timur mensinyalir mandatory itu tidak dilaksanakan secara serius. Sebagaimana dirilis APTRI Jawa Timur, sejumlah pabrk gula membeli tebu petani, lalu di klaim sebagai tebu hasil panen sendiri. Tujuannya untuk mendapat stimulus kuota impor raw sugar.

Sumber : https://beritajatim.com/ekbis/fpkg-waspada-pihak-tuntut-penambahan-kuota-raw-sugar/ 

Wednesday, June 30, 2021

Literasi Digital Perlu Mentoring

 

Hasil Studi UGM 2017

Program Literasi Digital yang baru digulirkan pemerintah belakangan ini dilengkapi dengan berbagai kegiatan di berbagai tempat. Kembali memahami apa istilah LITERASI , kita melihat arti dari literasi adalah kemampuan  seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Jika dulu definisi literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Saat ini, istilah Literasi sudah mulai digunakan dalam arti yang lebih luas. Dan salah satunya adalah literasi digital. 

Konsep Literasi Digital sendiri diperkenalkan oleh Paul Gilster pertama kali pada tahun 1997 dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy. Dan implementasi dari literasi digital ini sendiri tidak mudah. Tujuan utama dari literasi digital adalah mempersiapkan dan menciptakan manusia digital berikut dengan kapasitas dan kompetensinya. 

UNESCO sendiri baru membahas hal ini di tahun 2007, dengan fokus ICT skills, civic skills, learning to learn skills, dan participation of adults in lifelong learning, dan diprioritaskan pada pengembangan digital competence. 

Literasi digital ini dibangun dengan gerakan awal Relawan TIK yang digawangi Kominfo, kemudian sekarang beralih menjadi Program Nasional Literasi Digital.  Relawan TIK sendiri telah berhasil menjaring ribuan orang masuk menjadi simpatisan dan menjadi aktif menggunakan digital. 

Satu hal yang dicermati saat ini adalah peranan literasi digital untuk mendorong penggunaan digital di UMKM, semua ini agar selaras dan sejalan dengan target pemerintah, menjadi Digital Nation. 

Melansir salah satu hasil Studi terkait Literasi Digital dari PETA GERAKAN LITERASI DIGITAL DI INDONESIA: STUDI TENTANG PELAKU, RAGAM KEGIATAN, KELOMPOK SASARAN DAN MITRA dari Universitas Gadjah Mada di tahun 2017. Data ini menunjukkan ragam kegiatan terkait literasi digital serta presentase nya.

Hasil studi sebelum masa pandemi tentu berbeda dengan hasil studi di masa pandemi. Apa yang kurang untuk segmen UMKM ?

Menurut pengamatan kami yang selama ini kurang adalah PENDAMPINGAN, atau istilah kerennya MENTORING.

Kami melihat ini dari pengalaman kami menjalankan ONLINE SALES AGENT atau AGEN BISNIS ONLINE, dimana memang ditargetkan untuk UMKM yang perlu pendampingan. Literasi digital mungkin mereka sudah tahu, karena mereka sekarang sangat mengerti perlunya digital dalam bisnis mereka, tapi pendampingan lah yang sangat mereka perlukan.

Mereka perlu didampingi agar bisa menggunakan digital, sosial media, blog, website hingga marketplace. Jangan harapkan UMKM mau baca buku digital, karena buku fisiknya pun jarang mereka baca. Mereka cenderung ingin yang praktis. Yang dengan mudah dilakukan. 

Dan satu-satunya cara adalah memastikan mereka mendapatkan pendampingan, ada orang yang dekat dengan mereka dan membantu mereka melakukannya. Jumlah UMKM kita yang besar, juga menghasilkan tantangan yang besar untuk mempersiapkan orang yang bisa mendampingi mereka. Dan inilah perlunya komunitas, jaringan, relawan dibentuk untuk membantu mereka.

Kita harus pastikan bahwa UMKM didampingi, bukan hanya ikut webinar, seminar, tanpa pendampingan. Itulah yang kami berusaha lakukan terus melalui startsmeup.id dan OSA / ABO yang ada. Usaha kecil tapi diharapkan berdampak lebih baik


Monday, June 28, 2021

UMKM Binaan SIG Ekspor Sambal ke AS dan Kanada


Surabaya, Beritasatu.com - Di tengah pandemi Covid-19, UMKM mitra binaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Dede Satoe, yang memproduksi sambal sejak Januari hingga pertengahan Juni 2021 telah mengekspor 2.160 botol sambal ke Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Dede Satoe telah melakukan ekspor sambal sejak 2016.

General Manager of CSR SIG, Edy Saraya mengatakan, usaha ekspor yang dilakukan Dede Satoe secara berkelanjutan itu membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing di pasar ekspor.

"SIG terus berusaha mendorong kinerja UMKM mitra binaan untuk naik level bahkan bisa go global melalui pemberian pendampingan dan pembinaan intensif mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran. Ini merupakan komitmen perseroan dalam mengembangkan UMKM guna untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya, Senin (28/6/2021).

Sementara itu, pengelola Dede Satoe, Siti Fatimah, menyampaikan, Dede Satoe mulai berproduksi sambal pada tahun 2011. Awalnya hanya mencoba memproduksi sambal dari cabai segar dan mengemasnya dalam botol plastik, lalu dititipkan di toko-toko dekat rumah.

Usaha produk sambal terus berkembang, kini Dede Satoe telah memiliki 8 pekerja tetap dan 20 pekerja lepas yang merupakan warga sekitar. Sekali memproduksi sambal, membutuhkan 150 kilogram (kg) cabai untuk menghasilkan 700 botol.

"Saat ini sudah tersedia 18 varian sambal yang diproduksi diantaranya sambal Surabaya, sambal ikan roa, sambal ikan teri, sambal ikan peda, sambal ikan jambal roti, sambal sereh, sambal ikan klotok, sambal rujak manis, sambal pecel serta sambal korek,” kata Siti Fatimah.

Agar produk sambal diterima pasar, Dede Satoe membekali dengan izin dan sertifikat HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) yang merupakan bukti jaminan kualitas yang diterbitkan lembaga sertifikasi independen dan merupakan jaminan keamanan pangan, sehingga produk kami berhasil untuk ekspor ke beberapa negara.

Selain di pasar ekspor, produk Dede Satoe juga merambah di berbagai daerah di luar Surabaya seperti Jakarta, Bandung, Pontianak, Balikpapan, Manado, Banjarmasin, Makassar, Jayapura, Sorong dan Timika. Produk sambalnya menjangkau supermaket modern dan toko oleh-oleh maupun toko souvenir di beberapa bandara di Indonesia.

Sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/793167/umkm-binaan-sig-ekspor-sambal-ke-as-dan-kanada 

Sunday, June 27, 2021

Ariza Ajak Masyarakat Belanja Online di UMKM Binaan Pemprov DKI


 JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengajak masyarakat berbelanja di unit UMKM binaan Pemprov DKI. Tujuannya adalah menjaga kestabilan ekonomi saat masa PPKM Mikro.


"Insyaallah bagi teman-teman dengan kita berada di rumah, mohon jangan lupa tetap berbelanja di tempat tempat UMKM yang kita bina, sama-sama belanjakan keperluan kebutuhan sehari-hari di rumah dengan membeli di UMKM secara online," kata Ariza di akun Instagram @arizapatria, Minggu (27/6/2021).

Ariza mengatakan, masyarakat tidak perlu berbelanja secara fisik. Kini dengan teknologi bisa dengan mudah berbelanja sekaligus membatasi pertemuan antara penjual dan pembeli di tengah lonjakan kasus positif Covid-19 di Jakarta.

"Tidak perlu datang secara fisik, mari belanjalah secara online, dan mari kita hidupkan, majukan UMKM di DKI Jakarta," katanya.

Ariza sebelumnya melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke RSUD Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (27/6/2021) pukul 19.00 WIB. Dengan kemeja putih gading ia menyambangi ruang perawatan pasien.

Selain itu, Ariza juga menyapa dan memberikan semangat kepada pasien yang sedang menjalani perawatan. "Hari ini saya berkunjung ke rumah sakit umum daerah Kembangan yaitu rumah sakit type D," tuturnya.

Ia mengatakan, RSUD Kembangan juga merawat pasien Covid-19. "Di sini ada kurang lebih 35 bed dan ada lima pasien Covid dan ada 13 konfirmasi positif ditangani dan akan dirujuk ke RS Covid-19," katanya.

Ariza menyebut RSUD Kembangan sejauh ini masih terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. "Sejauh ini rumah sakit ini terus bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat sekitar dan terus meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya," ucapnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota. "Bagi masyarakat tidak usah khawatir jangan panik, tetap disiplin, waspada laksanakan protokol kesehatan terbaik, laksanakan 3M. Tugas kami melaksanakan 3T, insyaAllah kami akan terus memastikan fasilitas yang dibutuhkan ada dan siap memberikan pelayanan terbaik," katanya.

"Sekali lagi mari kita dukung program pencegahan penanganan Covid-19 dengan melaksanakan protokol kesehatan dan tetap berada dirumah dan kita dukung kita bantu berpartisipasi melaksanakan vaksin bagi kita keluarga dan lingkungan kita dengan hadir di tempat tempat yang telah disediakan," katanya.

Sumber : https://metro.sindonews.com/read/467988/171/ariza-ajak-masyarakat-belanja-online-di-umkm-binaan-pemprov-dki-1624820801

Thursday, June 24, 2021

Pandemi Masih Berlangsung, UMKM Perlu Diselamatkan Bersama


 JAKARTA - Pemerintah bersama swasta didorong untuk terus bersinergi dalam upaya menggerakkan ekonomi menengah ke bawah. Hal itu bisa dilakukan dengan menyelamatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.


Kepala UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Zakir Machmud mengatakan, mempertahankan UMKM bisa dilakukan dengan mengajak memasarkan lewat sebuah kegiatan pameran. Seperti di acara AFC yang akan digelar di Bali.

"Apapun untuk menolong UMKM perlu di support. Kita tidak bisa terus mengandalkan pemerintah, swasta juga harus turut membantu," ungkap Zakir di Jakarta, Kamis (24/6/2021).

Dia mengatakan bahwa AFC Indonesia mendukung pelaku UMKM melalui dua cara, yaitu berdonasi dan menyediakan fasilitas pasar. "Nah ini kan bentuk seperti itu. Intinya apapun yang mendukung perkembangan UMKM, baik dalam bentuk donasi atau market untuk UMKM berjualan, itu patut di support," ujar Zakir.

Saat ini, AFC Indonesia menyediakan sekitar 27 booth yang digunakan untuk menjual oleh-oleh khas Bali, mulai dari makanan kering dan basah, tas rajut, hingga kain tenun. Tidak hanya itu, AFC Indonesia juga akan memberikan donasi senilai Rp200 juta untuk para pelaku UMKM. Donasi tersebut merupakan bentuk dukungan AFC Indonesia kepada para pelaku usaha yang terdampak Covid-19.

AFC Indonesia juga memberikan donasi sebesar Rp2 miliar kepada Yayasan Bina Nusantara yang dipandu langsung oleh Raline Shah. Pemberian donasi itu disaksikan langsung oleh para peserta dan tamu VIP acara Spirit of Samurai.

Sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/465674/34/pandemi-masih-berlangsung-umkm-perlu-diselamatkan-bersama-1624550787

Tuesday, June 22, 2021

Kerja dengan Browser Saja


 Coba cek, berapa banyak anda habiskan waktu di depan browser?


Browser sendiri ditemukan di tahun 1991, saya sendiri mulai menggunakan dari namanya Mosaic, kemudian Netscape. Jaman itu masih gunakan internet dial untuk terkoneksi ke Internet.

Browser sekarang berbeda. Dia telah menjadi teman akrab kita. Coba ingat berapa kali anda membuka browser di laptop, dan terutama di smartphone anda. Aplikasi berita mendominasi penggunaan browser pada masa awalnya.

Tapi sekarang, browser sudah jauh lebih dari itu. Browser telah menjadi tempat kerja kita. Istilah kerennya adalah workplace. Tidak heran, bahkan Google - sang penguasa Internet pun, sekarang menggunakan produknya sebagai Google Workspace.

Saya sendiri menggunakan browser dalam seluruh kegiatan bisnis, apa saja itu?

Pertama, komunikasi via email. Sekarang tidak usah repot memasang email client, cukup gunakan browser untuk mengakses email. Dan itu cukup gunakan gmail. Smartphone anda yang menggunakan android, pastinya gunakan email gmail untuk komunikasi emailnya. Bahkan banyak orang yang tidak sadar akan hal ini.

Kedua, mengakses aplikasi perkantoran, atau office. Dulu kita harus install office, dan berbayar cukup mahal. Resource memory dan harddisk juga harus cukup untuk itu. Sekarang tidak, karena semua aplikasi office ini diakses dari browser saja. Google telah menyediakan 3 aplikasi yang paling banyak diakses orang. Google Sheet, Google Docs dan Google Slide, trio office yang sangat diperlukan orang.

Keempat, mengakses media penyimpanan berbasis cloud. Karena gunakan browser, maka aplikasi semua berubah, diakses dari browser dan gunakan media penyimpanan di cloud juga. Ini ada di tangan anda. Mulai dari Google Drive, OneDrive dan lain sebagainya. Intinya, kita menyimpan file kita di cloud yang disediakan, umumnya disediakan secara gratis terbatas.

Kelima, akses aplikasi yang ada di kantor. Karena WFH, kebanyakan aplikasi kita yang semula berbasis desktop, ada di komputer PC, beralih, semua harus bisa diakses secara browser, dari mana pun. Maka aplikasi bantu seperti TSPLUS menjadi solusi untuk membantu anda mengakses aplikasi-aplikasi desktop yang ada di kantor, tapi hanya cukup gunakan browser dari luar kantor.

Keenam, atur jadwal dengan Calendar. Jarang kita sadar, padahal kita punya waktu terbatas dalam satu hari. Dan itu semua harus diatur dengan baik. Maka aplikasi calendar dari Google sangat membantu kita. Kita set di smartphone, maka di semua browser dengan akun kita, akan otomatis terjadwal juga. Calendar juga tidak hanya untuk diri kita sendiri, kita bisa mengatur jadwal orang lain, tim kita, dan semua tugas dimasukkan di sana.

Ketujuh, kerja dengan Chromebook. Nah, ini yang mungkin belum banyak yang tahu. Google telah mengeluarkan Chromebook, laptop khusus dengan Chrome Operating System, browser nya malah menjadi sistem operasinya.

Jadi kerjanya murni hanya gunakan Chrome. Aplikasi lain tentu banyak, karena hampir semua aplikasi android bisa dipasang di chromebook saat ini. Chromebook didesain untuk bisa bekerja lama, rata-rata laptop chromebook bisa bertahan 6-12 jam, dan benar-benar memanjakan kita, ringan serta mudah diakses.

Tujuh hal di atas bisa sangat membantu anda produktif dengan hanya gunakan browser. Pastikan anda telah memiliki akun gmail untuk bisa memulai layanan Google Workspace. Dengan Google Workspace, semuanya terintegrasi jadi satu. Hal ini juga ditunjukkan dari hasil Gartner, 94% perusahaan akan cenderung memilih hybrid work, memudahkan karyawannya bisa bekerja di kantor dan bahkan dimana saja.

Sumber : https://www.kompasiana.com/startmeup/60d29681bb44864a132d96f2/kerja-dengan-browser-saja?page=all#section1

Monday, June 21, 2021

Bangkitkan UMKM, 10 Food Truck Beroperasi di Kendari


 KENDARI - Upaya membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi COVID-19 terus dilakukan. Seperti di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sebanyak 10 food truck kekinian kini mulai beroperasi.


Jumlah itu merupakan yang terbanyak yang pernah dirilis di Indonesia Timur. Peluncuran 10 unit food truck itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Kendari Sulkarnain, Ketua DPRD Kendari, Subhan dan CEO Sari Kreasi Boga (SKB) Food Eko Pujianto, Senin (21/6/2021).

Jajaran Pemkot Kendari dan perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Kendari Prenuer juga ikut menyaksikan peresmian food truck di Tambat Labuh, Kota Kendari. Eko menjelaskan 10 food truck kekinian itu dikelola oleh sumber daya lokal. Total ada 40 orang warga setempat yang direkrut sebagai pengelola.

"Sebelum (food truck) diresmikan, kami dari Jakarta lebih dulu memberikan pelatihan kepada calon pengelola, sehingga ada transfer knowledge dalam pengelolaan food truck ini," ujar Eko dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/6/2021).

Selain membuka lapangan pekerjaan baru untuk warga setempat, Eko menyebut kehadiran food truck ini juga sebagai upaya pemerataan ekonomi di Indonesia Timur. Manajemen SKB Food akan mengakomodir produk-produk UMKM lokal agar memiliki daya saing. "Produk-produk itu akan dikurasi lebih dulu sebelum dipasarkan," paparnya.

Ke depan, Eko berharap hadirnya food truck ini dapat membangkitkan optimisme UMKM lokal. Khususnya UMKM kuliner atau resto. Inovasi UMKM, kata Eko, harus terus dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan zaman. "Di era sekarang, nampaknya kerja keras saja nggak cukup. Perlu kerja cerdas dan kerja kreatif. Untuk itulah food truck kekinian ini hadir," ujarnya.

Ketua Kendari Preneur Syarif Maulana mengatakan, food truck itu nantinya disebar di 10 titik di Kota Kendari. Diantaranya kawasan tugu eks MTQ yang merupakan salah satu pusat keramaian di Kendari. "Nanti juga ada yang keliling," katanya.

Wali Kota Kendari Sulkarnain mengapresiasi kehadiran food truck ini. Dia berharap masyarakat Kendari kian bersemangat mengembangkan UMKM meski di tengah pandemi COVID-19. "Kerjasama semacam ini sangat baik untuk membangkitkan UMKM," katanya.

Sumber : https://daerah.sindonews.com/read/462628/174/bangkitkan-umkm-10-food-truck-beroperasi-di-kendari-1624309574