Narasumber :
Raden Tedy - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia/ Ketua Umum Komunitas UMKIM Naik Kelas
Moderator: MulyansyahKami membantu I-UKM (INDUSTRI-USAHA KECIL MIKRO) untuk Naik Kelas dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Sosial Media. Kontak kami : startsmeup@dayaciptamandiri.com HP: 0812-1057533
Narasumber :
Raden Tedy - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia/ Ketua Umum Komunitas UMKIM Naik Kelas
Moderator: MulyansyahWebinar Pentingnya Business Plan dalam Menjalankan Bisnis - 4 Agustus 2021
Pembicara : Djoko Kurniawan
Point kedua yang akan kita bahas dalam Business Development 101 kali ini adalah fokus caranya. Setelah point pertama menentukan tujuan (visi dan misi), maka kita harus fokus ke caranya.
Bila usaha anda adalah Business to Customer (B2C), maka pendekatan apa yang akan anda pakai untuk mencapai visi dan misi ? Itulah caranya.
Misal, usaha anda jualan burger. Artinya ini B2C. Visi anda membuat Burger Rasa Lidah Indonesia (BURLI) terbaik, lalu misi anda tentukan. Pertama menemukan resep BURLI terbaik anda. Detailkan.
Setelah itu, apa, bagaimana orang tahu tentang BURLI ini ? Anda detailkan, mungkin buka counter di rumah, atau ruko dekat anda tinggal. Mungkin berjualan via online. Banyak cara. Inilah yang harus anda detailkan dengan baik.
Coba cek lagi, siapa target konsumen BURLI anda ini ?
1. Penggemar Burger
2. Penggemar rasa lokal Indonesia (yang mana) - detailkan.
Lalu anda sepakat, wah mau mulai dengan BURLI Rendang dulu. Lakukan itu, riset pasar, riset market. Dapatkan harga terbaik untuk sumber BURLI anda itu.
Lalu bagaimana anda 'mendekati' market anda, para penggemar burger dan rasa lokal tadi ?
Buat daftar yang anda bisa lakukan ? Misal,
1. Brosur
2. Buat Instagram
3. Buat Facebook
4. Promosi2
Nah, sudah jelaskan caranya. Pastikan anda ketemu dengan market anda di cara yang anda tentukan.
Fokus ke CARA nya, ini sangat penting, dan pikirkan berbagai aspeknya.
Maju UMKM Indonesia..
Penulis: Fanky Christian, founder StartSMEup.id & UKMentor.id
sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/6109f1ce1525102f031ea322/business-development-101-fokus-caranya
Apapun bisnis anda, pasti fokusnya ada. Inilah hal penting yang harus ditentukan di awal.
Dalam satu kesempatan diskusi dengan anak-muda di kampus, membahas startup, mereka bertanya bagaimana saya bisa mengembangkan bisnis sampai sekarang. Pertanyaan yang simple, tapi mendalam.
Maka saya pun menjawab singkat, apa tujuan startup yang kamu buat ?
Mereka langsung menjawab, kamu membuat burger, kami membuat podcast, kami membuat produk ramah lingkungan..
Semua bicara langsung ke produknya, lupa satu hal, tujuan bisnis.
Tujuan bisnis ini adalah tujuan yang ingin kita capai dengan bisnis kita. Ini bisa saja berupa hal yang sangat pribadi. Misal ingin terbebas dari zona nyaman bekerja. Misal ingin memajukan bangsa. Atau mungkin cukup sederhana, ingin kaya. Semua inilah tujuan mengapa anda harus berbisnis.
Waktu saya memulai awal bisnis, saya sudah punya tujuan pribadi. Saya ingin mengembangkan daya, membuat atau mencipta, untuk mencapai kemandirian. Itu dia sebabnya, email saya yang pertama sudah seperti tujuan bisnis saya, dayaciptamandiri@ ..
Maka tidak heran, waktu kesempatan itu datang, dimana saya harus memilih, apakah harus bekerja (dan sudah mencari pekerjaan selama tiga bulan tapi tidak ada yang cocok), atau ingin menggapai mimpi yang selama ini saya idamkan, membuka usaha sendiri. Tapi tidak punya modal.
Lalu saya kembali ke nilai-nilai yang menjadi tujuan saya berusaha, daya - cipta - mandiri. Ketiga nilai ini saya rumuskan di awal menjadi tujuan bisnis, atau dalam bahasa umumnya visi dan misi usaha. Daya Cipta Mandiri menjadi visi usaha saya. Saya memulai konsep ini dan menuliskannya. Ingat ya, harus ditulis.
Setelah itu, dapatlah visi yang jelas, tujuan usaha yang jelas. Barulah detailkan misi yang ingin dilakukan untuk mencapai visi itu.
Maka sama dengan startup, usaha apapun yang anda buat, tentukan dulu visi dan misi, tuliskan itu.
Dan itu terus saya lakukan tiap tahun. Tiap tahun kami sebagai tim duduk bersama, membahas visi - misi, menyelerasakan misi , rencana kerja. Dan inilah kerjaan business development, pengembangan bisnis. Bisnis itu tidak akan pernah berhenti. Visi ada, misi ada, program kerja ada, dan ini semua diselaraskan terus. Itulah pekerjaan pengembangan bisnis, business development, yang tidak pernah akan berhenti bila anda menjadi entrepreneur.
Penulis: Fanky Christian, founder StartSMEup.id & UKMentor.id
sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/6108a0ac15251019e44ad3a2/business-development-101-tentukan-tujuan-anda
Bahasan saya sebelumnya menyatakan bahwa posisi, jabatan dan fungsi Business Development menjadi salah satu posisi kunci masa ini, terutama di masa pandemi. Mengapa? Karena seorang business development harus AGILE.
Adaptif. Perkembangan bisnis saat ini turun naik. Ada di industri tertentu masuk ke dalam fase gelap, bisnisnya meredum. Maka mau tidak mau harus adaptif. Tidak terbayang misalnya, seperti nama besar AIRASIA. Yang harus juga keluarkan banyak jurus adaptif untuk bisa bertahan. Mulai dari mengistirahatkan 245 pesawatnya, melakukan IPO dan mencaplok bisnis Gojek di Thailand. Semua ini agar tetap bisa berjalan bisnis nya dan berkembang, meskipun bisnis utamanya rontok, tapi kemampuan adaptif nya ini termasuk yang jadi perhatian dunia.
Gercep. Gerak Cepat, diperlukan tidak hanya adaptif. Setelah lakukan penyesuaian, mengadaptasi, lalu segera bertindak, jangan tunda. Ini kesalahan pebisnis kita, sering menunda, ragu. Padahal semua berubah cepat. Mana ada yang menyangka pemerintah benar-benar berani me'lock-down' dan semua kalau belum punya toko online, kerjasama dgn marketplace dan jasa pengantaran, maka akan rontok benar-benar. Gerak cepat harus menjadi ciri utama bisnis kala ini.
Informasi kuncinya. Adaptif dan Gerak Cepat tadi tidak bisa tanpa dasar yang jelas, maka informasi menjadi panduannya. Informasi ini dikumpulkan dalam data. Data yang bisa dianalisa, disimpulkan, dan barulah strategi akan keluar. Tidak bisa hanya informasi lisan saja, semua harus terekam, tercatat dalam sistem, sebagai data. Itulah sebabnya, perusahaan, atau usaha yang belum punya CRM (Customer Relationship Management) atau Akunting akan sangat kesulitan membaca data yang diperlukan untuk keputusan usahanya.
Libatkan ekosistem. Bisnis untuk menjadi besar saat ini tidak bisa sendirian. Perlu ekosistem. Coba cek lagi usaha anda, siapa saja stakeholdernya. Siapa saja yang punya kepentingan. Bisa pemerintah, bisa swasta, bisa akademisi. Untuk berkembang kita perlu komunitas, maka berjejaringlah. Ekosistem sangat penting untuk bisnis kita saat ini.
Emosional Connection menjadi penting. Semenjak masa pandemi, ikatan emosional menjadi penting. Coba cek, yang membuat bisnis kita ada sampai sekarang karena kita memiliki customer yang peduli dengan kita, karena kita pun peduli dengan mereka. Banyak bisnis yang tumbang karena koneksi emosional ini tidak ada, tidak terjalin dengan baik. Untuk bisa mengetahui dengan baik tiap konsumen kita, kita perlu bantuan tim kita menggunakan dan memasukkan data ke dalam sistem CRM. Untuk bisa mendukung mereka dengan baik, kita harus menyiapkan sistem Support. Demikian juga dengan partner, vendor. Kita perlu koneksi emosional dalam masa pandemi ini.
Penggunaan tools CRM, Service serta Marketing menjadi sangat penting, dan ini semua bisa didapatkan di produk seperti CREATIO.
Business Development yang mengutamakan pendekatan AGILE diatas akan mendapatkan maksimum strategi untuk bisa bertahan di masa pandemi ini. Pastikan telah menggunakannya.
sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/61054720152510117d3943e2/business-development-yang-agile-di-masa-pandemi
Suka kritis terhadap masalah-masalah di sekitarmu? Ingin berpendapat supaya orang lain mau mendengarkannya di media media sosial? Mari berbagi pengalaman mengenai ini di WEBINAR
LINDUNGI DIRI DI DUNIA DIGITAL
👍 Webinar Gratis 100 Persen
👍 E-sertifikat dari Kementerian Kominfo
👍 Secara nasional sudah dibuka oleh Presiden Joko Widodo
👍 Ada Hadiah Voucher menarik untuk 10 peserta
Kegiatan berlangsung pada
Hari: Selasa, 13 Juli 2021
Waktu: Pkl. 13.00 WIB - Selesai
Dihadiri oleh Para Narasumber Terpercaya:
1. Drs. Rusmanto, M.M
Tema: Tips & Tricks Menghindari Penipuan Digital
2. Fanky Christian
Tema: Pentingnya Memiliki Digital Skill Di Masa Pandemi
3. Reko Serasi, S.S., M.A
Tema: Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu!
4. Mildaini, S.Pd
Tema: Memahami Batasan Dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital
Pendaftaran
melalui tautan :
https://s.id/LitDigRejangLebong_1307
Moderator:
Fernand Tampubolon
Key Opinion Leader:
Dwi Bidari @dwibidari24
Terima kasih atas partisipanya.
#makincakapdigital
#literasidigital
#siberkreasi
#digitalculture
#digitalethics
#digitalskills
#digitalsafety
#lidigBengkulu
#STARTSMEUP
![]() |
| Hasil Studi UGM 2017 |
Program Literasi Digital yang baru digulirkan pemerintah belakangan ini dilengkapi dengan berbagai kegiatan di berbagai tempat. Kembali memahami apa istilah LITERASI , kita melihat arti dari literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Jika dulu definisi literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Saat ini, istilah Literasi sudah mulai digunakan dalam arti yang lebih luas. Dan salah satunya adalah literasi digital.
Konsep Literasi Digital sendiri diperkenalkan oleh Paul Gilster pertama kali pada tahun 1997 dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy. Dan implementasi dari literasi digital ini sendiri tidak mudah. Tujuan utama dari literasi digital adalah mempersiapkan dan menciptakan manusia digital berikut dengan kapasitas dan kompetensinya.
UNESCO sendiri baru membahas hal ini di tahun 2007, dengan fokus ICT skills, civic skills, learning to learn skills, dan participation of adults in lifelong learning, dan diprioritaskan pada pengembangan digital competence.
Literasi digital ini dibangun dengan gerakan awal Relawan TIK yang digawangi Kominfo, kemudian sekarang beralih menjadi Program Nasional Literasi Digital. Relawan TIK sendiri telah berhasil menjaring ribuan orang masuk menjadi simpatisan dan menjadi aktif menggunakan digital.
Satu hal yang dicermati saat ini adalah peranan literasi digital untuk mendorong penggunaan digital di UMKM, semua ini agar selaras dan sejalan dengan target pemerintah, menjadi Digital Nation.
Melansir salah satu hasil Studi terkait Literasi Digital dari PETA GERAKAN LITERASI DIGITAL DI INDONESIA: STUDI TENTANG PELAKU, RAGAM KEGIATAN, KELOMPOK SASARAN DAN MITRA dari Universitas Gadjah Mada di tahun 2017. Data ini menunjukkan ragam kegiatan terkait literasi digital serta presentase nya.
Hasil studi sebelum masa pandemi tentu berbeda dengan hasil studi di masa pandemi. Apa yang kurang untuk segmen UMKM ?
Menurut pengamatan kami yang selama ini kurang adalah PENDAMPINGAN, atau istilah kerennya MENTORING.
Kami melihat ini dari pengalaman kami menjalankan ONLINE SALES AGENT atau AGEN BISNIS ONLINE, dimana memang ditargetkan untuk UMKM yang perlu pendampingan. Literasi digital mungkin mereka sudah tahu, karena mereka sekarang sangat mengerti perlunya digital dalam bisnis mereka, tapi pendampingan lah yang sangat mereka perlukan.
Mereka perlu didampingi agar bisa menggunakan digital, sosial media, blog, website hingga marketplace. Jangan harapkan UMKM mau baca buku digital, karena buku fisiknya pun jarang mereka baca. Mereka cenderung ingin yang praktis. Yang dengan mudah dilakukan.
Dan satu-satunya cara adalah memastikan mereka mendapatkan pendampingan, ada orang yang dekat dengan mereka dan membantu mereka melakukannya. Jumlah UMKM kita yang besar, juga menghasilkan tantangan yang besar untuk mempersiapkan orang yang bisa mendampingi mereka. Dan inilah perlunya komunitas, jaringan, relawan dibentuk untuk membantu mereka.
Kita harus pastikan bahwa UMKM didampingi, bukan hanya ikut webinar, seminar, tanpa pendampingan. Itulah yang kami berusaha lakukan terus melalui startsmeup.id dan OSA / ABO yang ada. Usaha kecil tapi diharapkan berdampak lebih baik