Showing posts with label APTIKNAS. Show all posts
Showing posts with label APTIKNAS. Show all posts

Friday, April 26, 2024

Mempersiapkan Talenta AI Indonesia

 

Dalam kesempatan kemarin, saya hadir di pertemuan IAIS Meetup Chapter Jabodetabek. Indonesia Artificial Intelligence Society (IAIS) ini adalah asosiasi komunitas AI (baca: kecerdasan artifisial) di Indonesia sejak 2019. Saya sendiri berkiprah sebagai direktur Kolaborasi Industri (kolabin) yang menjalin kerjasama industri. Fokus utama dari IAIS adalah mempersiapkan talenta dan kemandirian AI di Indonesia.

Salah satu kegiatan yang kami lakukan adalah melakukan pertemuan dengan penyedia AI, baik platform, software bahkan perusahaan-perusahaan pengguna AI dan melihat bagaimana mereka menggunakan dan mengembangkan AI mereka, serta melihat potensi kerjasama dengan IAIS, khususnya dalam pengembangan talenta AI. Mengapa ini jadi sangat penting?

Pertama, potensi AI yang luar biasa. Tidak hanya di Indonesia, tapi secara global juga mengakui pentingnya AI bagi manusia. Dan implementasi ini sangat beragam. Yang jad pertanyaan, apakah kita(Indonesia) telah mempersiapkan orang-orang terbaiknya untuk mengembangkan AI, bukan hanya sebagai pengguna.

Kedua, potensi kembangkan AI jadi jurus utama Indonesia. Indonesia sangat tidak mungkin mengejar ketertinggalan membangun industri hardware, terutama chip nya sendiri. Negara adidaya, USA dan China telah menguasai sektor ini jauh lebih lama. Bahkan sekarang, China menjad penguasa AI dunia, karena mereka memiliki industri dan ekosistemnya.


Indonesia masih ada potensi untuk bisa mengejar ketertinggalannya, dengan memampukan talenta yang ada untuk bisa mengembangkan AI. Bukan hanya sebagai pengguna, tapi mempelajari cara membuat, arsitektur dan tentu saja membangun sistem dan aplikasi berbasis AI.

Untuk bisa membangun sistem dan aplikasi AI, maka diperlukan infrastruktur hardware. Selama ini ketersediaan infrastruktur hanya bisa diakses melalui cloud, karena memang biaya tinggi investasi yang diperlukan untuk membangun infrastruktur AI.

Dalam beberapa tahun ini, banyak perusahaan sudah menggunakan AI, tapi tidak banyak yang menggunakannya secara onpremise. Karena tingginya biaya investasi server dan GPU(Graphic Processing Unit) yang harus dimiliki. CPU menangani semua jenis tugas komputasi yang diperlukan agar sistem operasi dan aplikasi dapat berjalan. Unit pemrosesan grafis (GPU) adalah komponen perangkat keras serupa tetapi lebih khusus. GPU dapat lebih efisien menangani operasi matematika yang kompleks yang berjalan secara paralel daripada CPU umum. Disinilah NVIDIA selama ini menguasai sejak 1933.

Nvidia Corporation adalah perusahaan teknologi yang terkenal dalam merancang dan memproduksi unit pemrosesan grafis ( GPU ). Perusahaan ini didirikan pada tahun 1993 oleh Jen-Hsun "Jensen" Huang, Curtis Priem dan Chris Malachowsky dan berkantor pusat di Santa Clara, California. Jadi jelas mereka adalah perusahaan USA.

Yang menarik, terjadi "chip-war" antara USA dan China sejak September 2022. Ada chip yang dilarang dibeli oleh kedua belah pihak negara. Tapi NVDIA sepertinya tetap memiliki pasar chip dunia.

NVIDIA sendiri utamanya memiliki pabrik di Taiwan, tapi sekarang juga telah memiliki pabrik di Vietnam. NVIDIA sendiri juga telah bermitra dengan banyak pihak untuk mengembangkan platform infrastruktur AI nya, termasuk denga jaringan awan( cloud provider).

Oleh karena itulah, kami sangat senang, saat mendengar berita LINTASARTA, salah satu cloud provider lokal bekerjasama dengan NVDIA. Ini bisa menjadi"breakthrough" karena selama ini harus menggunakan provider cloud yang menempatkan GPU server nya di luar negeri, meskipun hanya di Singapura

Bagi perusahaan yang memiliki dana investasi TI cukup, mereka bisa melakuka investasi perangkat ini, dan ini tidak murah. Tapi sebenarnya bukan hanya bisa membeli server dan GPU serta software platformnya, tantangan terberatny justru menjaga server berbasis GPU ini tetap running. Itulah gunanya kita memiliki perusahaan seperti LINTASARTA.

AI inference is when an AI model produces predictions or conclusions. AI training is the process that enables AI models to make accurate inferences.

Untuk infrastruktur AI, bisa kita gunakan sebagai AI Interference dimana kit gunakan sebagai server untuk proses pemodelan prediksi AI, dan server lainny juga sebagai AI training. Keduanya ini nanti kita gunakan di server cloud based GPU yang akan disediakan.

Pemerintah sendiri, melalui DIKTI telah membantu dengan menyediakan infrastruktur AI ini untuk proses pengembangan dan pembelajaran di 6 kampus yang ada, tapi tidak semua fasilitas ini bisa diakses oleh publik, termasuk oleh komunitas AI.

Itulah sebabnya, kami di IAIS dan juga beberapa asosiasi terkait, terus mendorong dan mendukung agar semakin banyak penyedia cloud provider GPU yang bisa menyediakan platform pembelajaran bagi banyak orang.

IAIS terus berkarya mendidik dan mempersiapkan talenta di bidang AI, dengan terus bekerjasama dengan banyak pihak, juga dengan APTIKNAS. Termasuk mulai dari pelatihan AI, hingga penempatan dan magang. Inilah gunanya keberadaan AI yang lebih netral dan bisa menerima semua teknologi yang ada. Semua ini untuk kemajuan teknologi AI di Indonesia.

Silahkan berkontak ke IAIS - admin@indonesiaai.org, atau Telp/WA +62-811-188-3990. Kontak saya untuk kami visit apabila perusahaan anda telah mengembangkan dan mengimplementasika AI. Mari sinergi bersama membangun AI Indonesia.

Fanky Christian - Direktur Kolaborasi Industri IAIS / Sekjen APTIKNAS

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/mempersiapkan-talenta-ai-indonesia.html

Wednesday, March 27, 2024

Tantangan dan Peluang Digitalisasi di Berbagai Industri

 

Dalam kegiatan Yorindo 27 Maret 2024, kami dari berbagai industri yang bernaung di bawah asosiasi APTIKNAS, APINDO, PERSI dan APTISI berkumpul untuk berdiskusi bersama mengenai tema menarik ini.

Kegiatan dibuka oleh Yolanda Roring, selaku direktur Yorindo Communication, yang selama ini menjadi mitra kegiatan APTIKNAS di berbagai kota. 

Dalam kesempatan berikutnya, Hery Jauhari, selaku Wakil Ketua Bidang Diklat Vokasi dan Produktivitas, menyampaikan pandangannya dari sisi digitalisasi dari dunia manufaktur. 

Heri Jauhari (koleksi pribadi)

Dan disambung dengan pengalaman menarik dari dr. Theryoto, M.kes, SpOK, MARS, beliau memiliki segudang pengalaman terkait digitalisais di rumah sakit.

dr. Theryoto, M.kes, SpOK, MARS (koleksi pribadi)

Barulah di sesi selanjutnya, Fanky Christian, Sekjen APTIKNAS menyampaikan trend-oppportunties-challenges dari sisi dunia Teknologi informasi dan komunikasi.

Fanky Christian (koleksi pribadi)

Pengalaman Fanky Christian dalam berinteraksi di DCMGroup (Daya Cipta Mandiri Group) menjadi hal menarik dibagikan dalam sesi ini.

Panel Diskusi

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/03/tantangan-dan-peluang-digitalisasi-di.html


Wednesday, June 30, 2021

Literasi Digital Perlu Mentoring

 

Hasil Studi UGM 2017

Program Literasi Digital yang baru digulirkan pemerintah belakangan ini dilengkapi dengan berbagai kegiatan di berbagai tempat. Kembali memahami apa istilah LITERASI , kita melihat arti dari literasi adalah kemampuan  seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Jika dulu definisi literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Saat ini, istilah Literasi sudah mulai digunakan dalam arti yang lebih luas. Dan salah satunya adalah literasi digital. 

Konsep Literasi Digital sendiri diperkenalkan oleh Paul Gilster pertama kali pada tahun 1997 dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy. Dan implementasi dari literasi digital ini sendiri tidak mudah. Tujuan utama dari literasi digital adalah mempersiapkan dan menciptakan manusia digital berikut dengan kapasitas dan kompetensinya. 

UNESCO sendiri baru membahas hal ini di tahun 2007, dengan fokus ICT skills, civic skills, learning to learn skills, dan participation of adults in lifelong learning, dan diprioritaskan pada pengembangan digital competence. 

Literasi digital ini dibangun dengan gerakan awal Relawan TIK yang digawangi Kominfo, kemudian sekarang beralih menjadi Program Nasional Literasi Digital.  Relawan TIK sendiri telah berhasil menjaring ribuan orang masuk menjadi simpatisan dan menjadi aktif menggunakan digital. 

Satu hal yang dicermati saat ini adalah peranan literasi digital untuk mendorong penggunaan digital di UMKM, semua ini agar selaras dan sejalan dengan target pemerintah, menjadi Digital Nation. 

Melansir salah satu hasil Studi terkait Literasi Digital dari PETA GERAKAN LITERASI DIGITAL DI INDONESIA: STUDI TENTANG PELAKU, RAGAM KEGIATAN, KELOMPOK SASARAN DAN MITRA dari Universitas Gadjah Mada di tahun 2017. Data ini menunjukkan ragam kegiatan terkait literasi digital serta presentase nya.

Hasil studi sebelum masa pandemi tentu berbeda dengan hasil studi di masa pandemi. Apa yang kurang untuk segmen UMKM ?

Menurut pengamatan kami yang selama ini kurang adalah PENDAMPINGAN, atau istilah kerennya MENTORING.

Kami melihat ini dari pengalaman kami menjalankan ONLINE SALES AGENT atau AGEN BISNIS ONLINE, dimana memang ditargetkan untuk UMKM yang perlu pendampingan. Literasi digital mungkin mereka sudah tahu, karena mereka sekarang sangat mengerti perlunya digital dalam bisnis mereka, tapi pendampingan lah yang sangat mereka perlukan.

Mereka perlu didampingi agar bisa menggunakan digital, sosial media, blog, website hingga marketplace. Jangan harapkan UMKM mau baca buku digital, karena buku fisiknya pun jarang mereka baca. Mereka cenderung ingin yang praktis. Yang dengan mudah dilakukan. 

Dan satu-satunya cara adalah memastikan mereka mendapatkan pendampingan, ada orang yang dekat dengan mereka dan membantu mereka melakukannya. Jumlah UMKM kita yang besar, juga menghasilkan tantangan yang besar untuk mempersiapkan orang yang bisa mendampingi mereka. Dan inilah perlunya komunitas, jaringan, relawan dibentuk untuk membantu mereka.

Kita harus pastikan bahwa UMKM didampingi, bukan hanya ikut webinar, seminar, tanpa pendampingan. Itulah yang kami berusaha lakukan terus melalui startsmeup.id dan OSA / ABO yang ada. Usaha kecil tapi diharapkan berdampak lebih baik


Monday, May 3, 2021

Webinar : Answering Cyber Security Threats in Indonesia with World's Leading Technologies


Tahukah Anda kalau sejak pandemi COVID-19, Indonesia menjadi negara kedua yang paling ditargetkan di Asia Tenggara untuk serangan phishing?


Kebijakan Work From Home, minimnya kesadaran berinternet yang baik ditambah dengan kurangnya peningkatan kontrol keamanan siber, adalah faktor yang mengancam keamanan siber suatu organisasi.

Investasi di teknologi serta pelatihan kesadaran akan keamanan siber adalah salah satu cara untuk menangkal serangan siber.

Seperti apa teknologi yang dapat mendeteksi, menganalisis, dan memulihkan insiden siber yang seharusnya digunakan oleh organisasi Anda? Simak obrolan Chief Information Security Officer Gojek, George Do dengan Bryce Galbraith, principal instructor dari SANS Institute di hari Kamis tanggal 27 Mei 2021 pukul 14.00 WIB.

Daftar segera di https://s.id/GND27mei

#aptiknas #cybersecurity #GND #security #SANS #eventcerdas #acci

Tuesday, March 30, 2021

Opening Seminar Startup4industry Quick Adoption Lasting Growth

The Opening of SEMINAR Startup4industry Series.

Memanggil seluruh tech startup Indonesia untuk berpartisipasi dalam program tahun 2021 ini. Saksikan Pembukaan Seminar dari Program Startup4industry 2021 bersama Keynote Speaker : Menteri Perindustrian RI, Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita.

Pemateri :

Gati Wibawaningsih
Direktur Jenderal IKMA

Dini Hanggadari
Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut

Marco Siebert
Direktur Kerjasama Internasional, Deutsche Messe AG

Beno K. Pradekso
CEO Solusi 247

Rizka Alfiana
CEO Dbatik


Catat tanggal dan waktunya ya Sobat Industri.

Startup4industry 2021, Quick Adoption Lasting Growth


sumber : https://www.startup4industry.id/e/s4i2021

Thursday, February 4, 2021

DPR Minta Perbankan Lebih Kencang Kucurkan Kredit ke UMKM

Pengunjung melihat produk UMKM di Jakarta, belum lama ini. Bisnis - Abdurachman

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pelaku industri perbankan agar lebih meningkatkan penyaluran kredit ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto mengatakan penyaluran kredit kepada pelaku usaha di Tanah Air, khususnya sektor UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus lebih ditingkatkan.

“Terkait dengan penyaluran kredit pelaku usaha Tanah Air, di samping itu juga menjadi tulang punggung atau kunci dalam pemulihan ekonomi nasional,” katanya seperti dilansir Antara, Jumat (5/2/2021).

Dito juga menyampaikan perbankan memiliki peran penting dalam mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari dampak pandemi Covid-19.

“Mitigasi risiko perlu dilakukan secara cermat terhadap dampak dari pandemi Covid-19 dan dengan faktor ketidakpastian kapan selesainya, maka dibutuhkan kebijakan yang kuat dalam rangka akselarasi pemulihan ekonomi nasional,” kata Dito.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan hingga 31 Desember 2020 pihaknya telah menyalurkan kredit PEN sebesar Rp66,6 triliun dengan jumlah 268.859 debitur. Adapun subsidi bunga untuk UMKM sebesar Rp1,26 triliun untuk 723.929 rekening.

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini menjelaskan sepanjang 2019-2020 terjadi pertumbuhan kredit KUR sebesar 33,6 persen tahun 2020 (yoy), peningkatan jumlah debitur sebesar 76 ribu.

Kemudian terdapat kenaikan penyaluran KUR dari Rp16,5 triliun menjadi Rp22 triliun. Dia menyebutkan tentunya penyaluran KUR yang agresif ini dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian yang tercermin dari NPL yang hanya di kisaran 0,2 persen.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 yang saat ini berada di level Rp533,1 triliun meningkat hingga Rp619 triliun.

Meski demikian, Sri Mulyani tidak memaparkan secara detail mengenai bidang yang akan mendapat tambahan anggaran namun berdasarkan penjelasan menyebutkan alokasi Rp533,1 triliun belum termasuk bidang insentif perpajakan.

Sri Mulyani menuturkan pemerintah berencana mengalokasikan dana untuk insentif pajak dalam paket anggaran PEN 2021 yang jumlahnya sekitar Rp42 triliun hingga Rp60 triliun.


sumber : https://finansial.bisnis.com/read/20210205/90/1352746/dpr-minta-perbankan-lebih-kencang-kucurkan-kredit-ke-umkm



Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

Dukung UMKM, Tokopedia Gelar Festival Produk Lokal Kota Batu 2021


Tokopedia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan menggelar Festival Produk Lokal Kota Batu 2021. Festival ini digelar di marketplace Tokopedia dalam rangka mendorong kemajuan produk Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu Eko Suhartono menyampaikan pandemi yang berkepanjangan sejak tahun 2020 lalu menyebabkan perekonomian di Kota Batu mengalami penurunan.

Oleh karena itu, Ia berharap festival ini dapat menjadi dukungan bagi pelaku UMKM untuk bertahan dan berevolusi. Menurut Eko, pembeli disuguhi dengan berbagai kemudahan belanja dan penawaran menarik melalui platform Tokopedia dalam kerja sama ini.

"Adanya pandemi ini menyebabkan terjadinya pergeseran pemasaran dari konvensional ke media digital, festival ini menjadi media UMKM Kota Batu untuk membuka peluang pemasaran yang lebih luas," kata Eko dalam keterangan tertulis, Jumat (5/2/2021).

Dalam kesempatan ini Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko turut menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Ia pun berharap pendapatan UMKM Kota Batu dapat meningkat dan terus bertumbuh.

"Alhamdulillah, hari ini Pemkot Batu bersama Tokopedia mengadakan kerja sama sebagai upaya menjadikan UMKM Kota Batu lebih luas lagi, tidak hanya nasional bahkan bisa internasional," ujar Dewanti.

Tak hanya itu, Dewanti pun memborong beberapa produk makanan UMKM Kota Batu. Mulai dari keripik tempe, wedang pokak, minuman sari buah, dan lainnya.

Secara simbolis Dewanti menerima paket pesanan yang telah dibeli melalui jasa ekspedisi. Ia pun berharap semua kemudahan ini dapat membantu UMKM di Kota Batu untuk terus bertumbuh.

"Saya harap, kualitas, harga dan pelayanan UMKM dapat terus dijaga, sehingga pembeli bisa tetap puas dengan barang yang telah dipesan," tuturnya.

Sebagai informasi Festival Produk Lokal Kota Batu digelar mulai dari 1 hingga 5 Februari 2021. Festival ini menampilkan ratusan produk berkualitas dari puluhan UMKM lokal Kota Batu.



sumber : https://news.detik.com/berita/d-5362199/dukung-umkm-tokopedia-gelar-festival-produk-lokal-kota-batu-2021


Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

Quick Insight, Layanan Riset Pasar untuk Startup dan UKM

bisnis ukm

Untuk memahami pasar dan mempunyai daya saing, kalangan bisnis membutuhkan data dan informasi tentang pasar. Namun, tidak semua perusahaan mengetahui harus mencari kemana, apalagi mempunyai akses langsung terhadap sumber data. Lantas, biasanya mereka menggunakan jasa perusahaan riset untuk mendapatkan data atau fakta pasar yang akurat dan terkini.

Namun tak jarang kebutuhan ini terkendala biaya. Pada umumnya riset pasar membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sementara informasi dan data sangat dibutuhkan untuk membuat keputusan strategis perusahaan.

Merespon kebutuhan pasar tersebut, Central Insight menawarkan Quick Insight, sebuah paket jasa riset pasar dengan harga yang sangat terjangkau. Quick Insight dilakukan dengan metode riset sekunder dengan harga mulai Rp. 500.000. Paket jasa riset yang ekonomis ini mencakup pencarian data dan informasi, serta membuat laporan dari hasil temuannya. Harga mulai dari Rp. 500.000, dapat berubah tergantung dari pekerjaan yang dilakukan, karena permintaan klien berbeda-beda dan dikerjakan secara customized.

Quick Insight ditargetkan melayani kebutuhan riset pasar yang mendasar seperti data market size, volume dan nilai impor suatu produk, mencari distributor,informasi mengenai kandungan atau kemasan suatu produk, proses pendaftaran di lembaga yang mengeluarkan sertifikat, dan sebagainya.

Sejatinya, tidak semua kebutuhan akan riset pasar berupa riset yang mendalam dengan cakupan yang luas –jenis riset yang juga dilayani oleh Central Insight. Jenis riset ini tentu membutuhkan biaya yang besar dan relatif hanya perusahaan besar yang sanggup membiayainya.

Sementara perusahaan startup mapun kecil dan menengah membutuhkan tipe riset yang berbeda. Mereka membutuhkan informasi dasar, sesuai dengan bisnis dan juga budget riset pasar yang mampu mereka alokasikan. Namun tidak berarti perusahaan besar tidak membutuhkan jasa seperti ini. Perusahaan kategori ini bisa saja membutuhkan riset awal yang mendasar sebelum kemudian memutuskan melakukan riset yang mendalam.

Selain startup dan UKM, riset semacam ini cocok bagi kalangan akademisi, baik mahasiswa Strata dua dan Strata tiga yang sedang melakukan riset untuk keperluan penyusunan tesis; maupun peneliti, terutama peneliti yang berkaitan dengan tema bisnis.

Membantu UKM yang selama ini tidak mampu mengakses jasa riset pasar merupakan salah satu misi Central Insight yang portofolio kliennya didominasi perusahaan asing dari luar Indonesia. Dengan senang hati, manajemen Central Insight membantu UKM untuk dapat lebih memahami pasar, baik pasar secara keseluruhan, pelaku pasar, produk, maupun proses bisnis. Central Insight mendukung UKM untuk meningkatkan daya saing mereka dengan memahami pasar sebagai langkah pertama.

Jika selama ini Central Insight banyak membantu perusahaan dari luar negeri untuk memahami pasar Indonesia sehubungan rencana mereka melebarkan sayap bisnisnya ke Indonesia, dengan Quick Insight, Central Insight ingin lebih menyeimbangkan peranannya dalam dunia bisnis Indonesia. Pengalamannya di berbagai sektor industri merupakan kekayaan yang ingin dibagikan kepada UKM Indonesia.

Central Insight adalah perusahaan yang bergerak di bidang riset pasar dan konsultasi bisnis yang berfokus pada pasar Indonesia. Central Insight baru berdiri 3 tahun yang lalu, namun tim manajemennya terdiri dari para profesional yang sudah berkecimpung di bidang riset pasar dan konsultasi bisnis selama lebih dari 20 tahun.



sumber : https://swa.co.id/swa/trends/qiuck-insight-layanan-riset-pasar-untuk-startup-dan-ukm


Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

Terdampak Pandemi COVID-19, UKM Pangandaran Perlu Dukungan

Ilustrasi pandemi Corona (ilustrator: Edi Wahyono)
Mayoritas pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Pangandaran selama ini kurang tersentuh dukungan, baik dari pemerintah dan lembaga lainnya. Padahal potensi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang dimiliki Kabupaten Pangandaran cukup tinggi, terutama usaha yang bergerak di bidang agrobisnis dan kelautan.

"Itulah sebabnya kami bertekad untuk bangkit memperkuat lembaga untuk selanjutnya berkiprah mendorong kemajuan pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Pangandaran," kata Caretaker Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Pangandaran Yayan Sugiantoro usai menggelar pertemuan dengan pengurus Karang Taruna Pangandaran di Kecamatan Parigi, Pangandaran, Kamis (4/2/2021).

Meski enggan menjelaskan dengan rinci, Yayan mengakui organisasi Kadin saat ini tengah mengalami sedikit permasalahan. "Kami tak ingin membahas itu, namun kami lebih fokus kepada langkah dan kiprah nyata Kadin untuk menjadi mitra pemerintah membantu pelaku usaha," kata Yayan.

Terlebih di tengah dampak buruk ekonomi akibat pandemi COVID-19, para pelaku usaha di Pangandaran sangat membutuhkan dukungan. "Kadin harus hadir di tengah kesulitan yang dialami para pelaku usaha akibat Pandemi, makanya kami segera melakukan konsolidasi organisasi agar bisa segera bergerak. Termasuk bersilaturahmi dengan Karang Taruna, ini menjadi bagian langkah persiapan kami," tutur Yayan.

Menurut Yayan, Karang Taruna menjadi mitra strategis bagi Kadin karena merupakan wadah pemuda yang diharapkan menjadi pelaku dan penggerak ekonomi kreatif. "Kami pun akan segera menggelar musyawarah Kadin tingkat Kabupaten agar Kadin bisa segera bergerak," kata Yayan.

Ketua Karang Taruna Pangandaran Dede Supratman menyatakan apresiasi atas langkah Kadin Pangandaran yang mulai melakukan pergerakan untuk mendukung pelaku UKM yang tengah kelimpungan akibat dampak pandemi COVID-19. "Ini selaras dengan program karang taruna yakni mengembangkan ekonomi kreatif pemuda dan kewirausahaan," ucap Dede.



sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5361302/terdampak-pandemi-covid-19-ukm-pangandaran-perlu-dukungan

 

Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

KoinWorks bantu UKM kelola cash flow


KoinWorks menghadirkan inovasi bagi UKM agar mudah memperhatikan ​cash-flow perusahaan.

Hal ini karena dengan memiliki pengelolaan arus kas yang baik, UKM tidak hanya dapat menjaga stabilitas bisnisnya, tetapi berbagai peluang pengembangan bisnis pun dapat diperoleh dengan lebih mudah.

“Pada dasarnya manajemen keuangan merupakan hal yang sangat penting dimiliki tidak hanya oleh pebisnis, tetapi juga dalam hal urusan keuangan pribadi sekalipun. Untuk bisnis sendiri, pengelolaan keuangan yang baik seperti salah satunya dengan mengelola & meningkatkan kelancaran ​cash-flow bisnis dapat memberikan beberapa keuntungan seperti memprediksi terjadinya kondisi ​shortfall pada bisnis, sebagai dasar pengambilan keputusan untuk hal-hal terkait bisnis, juga meningkatkan reputasi perusahaan terutama apabila memiliki rencana untuk mengembangkan usaha baik melalui pengajuan kredit maupun kerjasama atau kolaborasi usaha,” ujar Chief Operating Officer, KoinWorks ​Bernard Arifin​.

Mengutip dari pendapat salah satu pelaku UKM, Jonathan Kho atau Om Botak pada acara Online Media KOINversation KoinWorks, diketahui banyak pelaku UKM yang memiliki masalah dalam hal mengatur kelancaran cash-flow salah satunya diakibatkan dari masih seringnya mereka mencampur antara rekening dana pribadi juga rekening bisnisnya. Padahal, memisahkan dana pribadi & bisnis merupakan hal yang sangat krusial dalam pengelolaan keuangan bisnis, sehingga setiap pemasukan & pengeluaran dapat tercatat & terkelola dengan rapi dan memudahkan saat melakukan analisa kondisi bisnis.

Selain itu, tantangan lain yang dihadapi oleh UKM dalam mengelola kelancaran arus kasnya juga disebabkan dari tertunda atau terlambatnya pembayaran invoice dari pelanggan, sehingga menyebabkan uang yang telah dikeluarkan sebagai modal usaha untuk memenuhi pesanan dari pelanggan tidak dapat dengan segera kembali digunakan untuk kebutuhan usaha.

Dalam hal ini, berbagai platform P2P Lending yang menyediakan pembiayaan produktif seperti KoinP2P di Super Financial Apps KoinWorks, yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UKM untuk memperoleh alternatif pembiayaan melalui skema Invoice Financing seperti salah satunya melalui produk KoinInvoice dari KoinP2P. Invoice Financing sendiri merupakan skema pembiayaan yang memanfaatkan iInvoice sebagai jaminan. Melalui skema ini, para pelaku UKM bisa mendapatkan fleksibilitas lebih dalam mengelola arus kasnya.

KoinWorks sebagai platform Super Financial App yang fokus menghadirkan berbagai inovasi & solusi finansial bagi para pelaku UKM pun memiliki beberapa produk lain yang dikembangkan dari permasalahan UKM terkait pengelolaan ​cash-flow bisnis tersebut.

Salah satunya melalui produk KoinGaji yang dikembangkan dari kebutuhan dari para pelaku usaha untuk memberikan tambahan benefit bagi karyawan dengan kemudahan mencairkan gajinya lebih awal atau ​salary advance, ​tanpa mengganggu cash-flow perusahaan, terutama apabila total jumlah pengajuan pencairan gaji oleh para karyawannya mencapai nilai yang cukup besar.

KoinWorks sendiri saat ini juga tengah menyiapkan solusi finansial terbaru bagi para pelaku UKM Indonesia yang memungkinkan para pelaku UKM untuk dapat mengakses layanan keuangan yang terintegrasi & ​seamless dengan berbagai tambahan manfaat terutama dalam hal pengelolaan keuangan bisnis, transaksi digital hingga meningkatkan kesempatan UKM untuk memperoleh akses pembiayaan hingga 10 kali lipat, melalui pemanfaatan inovasi terkini.


sumber : https://www.indotelko.com/read/1612440698/koinworks-flow


Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

Disperindag Jatim Akan Dampingi IKM/UKM Masuk Pasar Korsel

Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto (kiri) dan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan (Korsel) Sung Yun-mo usai menandatangani Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) di Seoul, Korsel, Jumat (18/12/2020). - Dok. Kementerian Perdagangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur memastikan kesiapannya untuk memberikan pendampingan, konsultasi maupun sosialisasi regulasi ekspor bagi pelaku industri/usaha kecil menengah (IKM/UKM) yang ingin menembus pasar ke Korea Selatan.


Kepala Disperindag Jatim, Drajat Irawan mengatakan IKM/UKM Jatim saat ini sudah memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar Korsel terutama setelah ditandatanganinya perjanjian kemitraan Indonesia - Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) Desember 2020.

“Berlakunya IK-CEPA menjadi peluang besar bagi Jatim untuk meningkatkan neraca perdagangan dengan Korsel, apalagi negara tersebut merupakan salah satu negara utama ekspor kita,” katanya, Kamis (4/2/2021).

Dia mengatakan potensi dari IK-CEPA ini didukung adanya penurunan bahkan penghapusan tarif, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan, fasilitas perdagangan, trade remedies, perdagangan jasa, hingga investasi.

Diketahui dalam IK-CEPA ini, Korsel akan mengeliminasi hingga 95,54 persen pos tarifnya, dan Indonesia mengeliminasi 92,06 persen pos tarifnya.

Sejumlah produk Indonesia yang tarifnya akan dieliminasi oleh Korsel adalah bahan baku minyak pelumas, stearic acid, t-shirts, blockboard, buah-buahan kering dan rumput laut. Sedangkan Indonesia akan mengeliminasi tarif untuk beberapa produk seperti gear box kendaraan, bantalan bola, dan paving, dan perapian atau ubin dinding.

“Komoditi potensial Jatim yang permintaannya cukup tinggi di Korea Selatan inilah yang harus didorong untuk bisa memenuhi standar produk layak ekspor,” imbuh Drajat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, tren perdagangan Jatim dengan Korsel selama 2016 - 2020 terus membaik meskipun masih defisit. Pada 2017, Jatim tercatat mengalami defisit US$441,12 juta, pada 2018 defisit US$10,08 juta, kemudian pada 2019 dan 2020 mengalami surplus dengan Korsel yakni masing surplus US$79,19 juta dan US$35,88 juta.

Sementara komoditi Jatim yang selama ini diekspor ke Korsel di antaranya seperti sisa dan skrap logam yang digunakan untuk pemulihan logam mulia selain emas dan platina, Monosodium Glutamate (MSG), lembaran kayu lapis selain bambu, kayu tropis, palm fatty acid distillate, tembaga yang dimurnikan untuk katoda dan bagian dari katoda, blockboard, laminboard dan battenboard, sisa skrap tembaga, tembaga pabrikasi untuk sigaret, dan obat, tidak untuk keperluan terapeutik atau profilaktik.

Sebaliknya Jatim kerap mengimpor produk Korsel seperti besi, kapal tanker, propylene copolymers, perahu penyelamat, bagian dari aksesori instrumen musik, tanki bahan bakar tidak dirakit untuk kendaraan bermotor, unit penukar panas yang dioperasikan secara elektrik, paduan aluminium yang tidak ditempa, dan seng tidak ditempa.

Dari sisi investasi Korsel di Jatim, selama 10 tahun terakhir ini setidaknya sudah ada 192 industri yang berdiri dengan total nilai investasi US$1,23 juta, di antaranya seperti Cheil Jedang Indonesia, Miwon Indonesia, Sam Bo, Sewon, Dwi Prima Sentosa, Daewoong Infion, Indoko, Indoko Sejahtera, Seng Dam Jaya Abadi, dan Cort Indonesia. Semua investasi tersebut tersebar di Surabaya, Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo dan Gresik.

Drajat menambahkan dengan adanya peluang peningkatan ekspor tersebut, UKM/IKM Jatim pun diharapkan bisa jeli melihat kondisi pasar dan mampu berkreasi dalam mengembangkan produk yang sesuai permintaan pasar.

“IK-CEPA merupakan platform kerjasama yang memberikan serangkaian keuntungan jika dimanfaatkan dengan tepat. Daya saing dan kesiapan menjadi faktor penentu apakah kita bisa menuai keuntungan atau justru kita hanya menjadi pangsa pasar,” imbuhnya.


sumber : https://surabaya.bisnis.com/read/20210204/532/1352210/disperindag-jatim-akan-dampingi-ikmukm-masuk-pasar-korsel


Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .