Showing posts with label dorong UMKM. Show all posts
Showing posts with label dorong UMKM. Show all posts

Monday, August 30, 2021

Pemkot Tasikmalaya Dorong UMKM Manfaatkan E-Commerce

 

Pemkot Tasikmalaya Dorong UMKM Manfaatkan E-Commerce

TASIKMALAYA - Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat merealisasikan program pelatihan pemanfaatan pasar digital untuk mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) menggunakan sistem jual beli produk secara elektronik atau e-commerce agar tetap memberikan keuntungan di tengah pandemi COVID-19.

"Kita ada pelatihan e-commerce bagi seribu pelaku usaha UKM di Kota Tasikmalaya, dengan teknologi e-commerce tidak terbatas lokal, bisa pengiriman ke mana pun atau keluar," kata Kepala Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Industri pada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Tasikmalaya Dadang Ginanjar di Tasikmalaya, Ahad (15/8).

Ia menuturkan wabah COVID-19 yang melanda Indonesia, termasuk Kota Tasikmalaya telah mengganggu kegiatan usaha industri UMKM, terutama yang berdampak cukup parah industri produk bukan makanan. Persoalan usaha itu, kata dia, membuat pemerintah pusat maupun Pemkot Tasikmalaya berusaha mendorong pelaku usaha agar tetap bertahan dan memanfaatkan pasar digital atau pemasarannya secara daring.

"Pemerintah mendorong para pelaku UKM supaya bertahan dan berinovasi," kata Dadang.

Ia menyampaikan pemerintah di tengah pandemi COVID-19 merealisasikan bantuan modal melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kemudian memberikan pelatihan e-commerce bagi pelaku usaha.

Pelaku usaha yang mengikuti program pemanfaatan teknologi digital itu, kata Dadang, diberi pelatihan cara memasarkan produk melalui media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, dan cara memotret maupun menulis narasi produk agar menarik.

"Pelatihan e-commerce ini kerja sama dengan Tokopedia, Bukalapak, bagaimana cara memasarkan melalui IG, WA, cara membuat foto produk, cerita tentang produknya sendiri, semua diajarkan," katanya.

Ia mengungkapkan cara pemanfaatan pasar daring itu telah terbukti ampuh dan memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, salah satunya yang telah dibuktikan oleh pelaku usaha makanan di Kota Tasikmalaya. Ia berharap produk usaha lainnya yang menjadi ciri khas Kota Tasikmalaya seperti bordir, payung geulis, alas kaki, kerajinan mendong bisa lebih maksimal memanfaatkan pasar daring agar tetap mendapatkan keuntungan di tengah pandemi COVID-19. "Dalam kondisi saat ini yang bisa memasarkan secara online bisa bertahan, karena sekarang zaman online," katanya.

Sumber : https://m.republika.co.id/berita/qxw2qb327/pemkot-tasikmalaya-dorong-umkm-manfaatkan-ecommerce

Tuesday, April 20, 2021

Pertamina Dorong UMKM Randang di Payakumbuh Go Digital



Sebanyak 40 UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) mengikuti Workshop UMKM Randang Go Digital di Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (20/4/2021). Kegiatan ini didukung penuh PT Pertamina (Persero) Regional Sumbagut dan Pemerintah Kota Payakumbuh.


Sales Area Manager Retail Sumbar, I Made Wira Pramata mengatakan Workshop UMKM Randang Go Digital yaitu workshop re-brading product berbasis e-commerce bertujuan untuk membantu UMKM yang bergerak pada industri rendang tumbuh dan berkembang bersama Bright Gas.

Workshop UMKM Randang Go Digital ini dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 20 dan 21 April bertepatan dengan Hari Konsumen Nasional dan Hari Kartini. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian kampanye City of Randang.

“Kita sangat berterima kasih, Bright Gas diberi kesempatan untuk bersinergi dengan industri UMKM di Kota Payakumbuh ini dan ikut dalam arus menuju kampanye City of Randang,” ujar Sales Area Manager Retail Sumbar, I Made Wira Pramata, dalam keterangan persnya yang diterima, Selasa.

Seiring dengan meningkatkannya kualitas UMKM rendang diharapkan produk-produk rendang tersebut mampu bersaing dengan produk mancanegara. “Dengan memakai Bright Gas, Insya Allah usaha ini semakin sukses. Semoga energi dari Bright Gas mensukseskan kampanye City of Randang di tingkat internasional,” ucapnya.

Pertamina juga terus mengimbau dan mengedukasi masyarakat untuk mandiri secara energi dengan menjadikan Bright Gas sebagai salah satu sumber energi. Bright Gas ini merupakan produk berkualitas tinggi yang memiliki ukuran 5,5 Kg dan 12 Kg.

Turut hadir dalam workshop ini Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Wal Asri dan 40 UMKM Payakumbuh yang bergerak di bidang industri rendang.

“Workshop ini betul-betul berkah buat para UMKM dimana pola pembinaan yang berbeda kita hadirkan, kita ingin UMKM naik kelas. Alhamdulilah, Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih kepada Pertamina dengan produk Bright Gas, Pertamina mensupport Program City of Randang Mendunia dan telah mendukung UMKM sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat,” ucap Erwin.

Dengan workshop re-branding product berbasis e-commerce, peserta mendapatkan ilmu tentang branding dan digital marketing dari pakar serta mendapatkan bantuan berupa tabung bright gas untuk keperluan produksi rendang.

Selain itu kegiatan ini diisi dengan live cooking bersama Wakil Wali Kota Payakumbuh dan pemberian penghargaan dari Pemerintah Kota Payakumbuh untuk Pertamina atas partisipasinya mengembangkan UMKM Payakumbuh.


Sumber : https://covesia.com/warna-warni/107953/pertamina-dorong-umkm-randang-di-payakumbuh-go-digital/

Thursday, March 25, 2021

OJK Dorong UMKM Masuk Pasar Modal Lewat Skema SCF

Webinar Investasi 4.0 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ( Smartfm Makassar)

Setelah resmi diperkenalkan belum lama ini, Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi atau dikenal dengan Securities Crowdfunding (SCF) siap mendongkrak inklusi pasar modal dengan melibatkan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Hal itu disampaikan Kepala OJK Sulampua Regional 6 Mohammad Nurdin Subandi, dalam sambutannya saat membuka webinar invstasi 4.0 yang digelar Smartfm Makassar bersama OJK, Selasa (23/3/21) lalu.

Nurdin menuturkan, hadirnya SCF, akan berperan untuk meningkatkan pendalaman pasar modal di masyarakat karena memberikan alternatif sumber pendanaan yang cepat, mudah dan murah bagi generasi muda dan UKM yang belum bankable.

"Seiring dengan pertumbuhan sektor pasar modal dan fintech, security crowd funding dapat menjembatani gap pembiayaan start up company dan UMKM yang belum bankable," ujar Nurdin Subandi.

Nurdin menyebut, target inklusi keuangan pada 2019 sebesar 75 persen telah tercapai, bahkan terlampaui. Presiden Jokowi kemudian menargetkan inklusi keuangan sebesar 90 persen pada 2023.

"Target tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat sebagian besar masih didominasi sektor perbankan. Sedangkan inklusi pasar modal masih rendah," bebernya.

Lewat layanan tersebut, lanjut Nurdin, UMKM berkesempatan untuk mengembangkan usahanya. Melalui skema SCF, UKM bersiap untuk naik kelas dan selanjutnya melantai di bursa.

Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Kantor Regional 6 Sulampua, Bryen Siregar menambahkan, saat ini telah ada 23 calon peyelenggara yang siap membantu UMKM mendapatkan alternatif sumber pendanaan.

Penyelenggara berizin dan siap menjalankan bisnis SCF berada dalam pengawasan OJK dan pendampingan Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) yang akan membina sekaligus menertibkan apabila terdapat pelanggaran. Oleh karenanya, kepentingan investor pun akan lebih terlindungi.

"Adapun SCF juga dapat menggaet lebih banyak anak muda mengingat sistem yang diciptakan serba elektronik atau tidak memerlukan kehadiran secara fisik. Sehingga, pengeluaran dana anak muda yang selama ini lebih banyak untuk konsumsi bisa terserap di pasar modal," imbuh Bryen.

Dalam webinar tersebut, hadir pula James Wiryadi selaku CEO CrowdDana, salah satu penyelenggara SCF.

Ia mengatakan, CrowdDana fokus awalnya membiayai proyek properti. Sejak kemunculannya, sudah ada dua proyek pembangunan indekos yang berhasil didanai. Nilainya mencapai Rp14,6 Miliar.

Saat ini masih berjalan satu proyek pembangunan lainnya dengan nilai Rp6,8 Miliar.

"Dalam skema equity crowdfunding, besar keuntungan investor akan berbeda di setiap proyek, proporsional berdasarkan banyaknya jumlah saham," jelas James.

Tugas penyedia platform melakukan seleksi ketat terhadap proyek-proyek yang akan melakukan penggalangan dana, termasuk melakukan analisis mengenai potensi bisnis.

Di CrowdDana, kata James, deviden dibagikan secara berkala, sesuai kebijakan proyek antara setiap 3 atau 6 bulan sekali.



sumber : https://www.sonora.id/read/422617598/ojk-dorong-umkm-masuk-pasar-modal-lewat-skema-scf 

Tuesday, March 9, 2021

Perpres Penanaman Modal Dorong UMKM Makin Berkembang

Ilustrasi: Medcom.id

Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengizinkan investasi dari perusahaan besar masuk ke bisnis-bisnis yang sebelumnya digarap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai punya tujuan baik. Presiden ingin UMKM berkembang.

Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Dengan Perpres itu, industri besar bisa menjalankan bisnis pembuatan kerupuk, keripik, peyek, dan sejenisnya yang banyak diproduksi usaha skala kecil.

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Komisi VI DPR Nasim Khan menilai UMKM memiliki keuntungan dari aturan ini. Pasalnya, produk UMKM berpotensi masuk ke perusahaan-perusahaan besar sehingga bisa mendapatkan akses ke pemasaran.

"Ini salah satu upaya lanjutan yang dapat membesarkan UMKM ke tingkat selanjutnya," ujar Nasim dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Maret 2021.

Menurut dia, terkadang untuk masuk ke ritel atau supermarket, UMKM diperlakukan layaknya industri besar dengan biaya yang tinggi. Melalui Perpres Nomor 10, dia berharap UMKM mampu bersaing dengan perusahaan besar.

Dia memaparkan berdasarkan aturan itu, usaha makanan berbahan kedelai, selain tempe dan tahu, dapat dilakukan dengan skema kemitraan antara UMKM dan industri. Dia menilai sebaiknya pemerintah juga mengizinkan perusahaan besar masuk ke bisnis kerupuk.

"Namun harus digarisbawahi bahwa hal tersebut harus dengan syarat-syarat tertentu," kata dia.

Syarat tertentu yang dimaksud, seperti mengajak kerja sama industri kecil yang selama ini memproduksi kerupuk dan rempeyek. Masuknya perusahaan-perusahaan besar diharapkan meningkatkan investasi di bidang tersebut.

Juru bicara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tina Talisa menjelaskan Perpres Nomor 10 Tahun 2021 dalam tahap revisi. Hal ini menyusul pencabutan lampiran III Nomor 31, 32, dan 33 yang diumumkan Presiden pada 2 Maret 2021.

"Selain poin-poin tersebut, ada beberapa bidang usaha lain yang juga akan dilakukan revisi, termasuk industri kerupuk, keripik, peyek, dan sejenisnya," kata Tina.


sumber : https://www.medcom.id/nasional/politik/GNGWe8AN-perpres-penanaman-modal-dorong-umkm-makin-berkembang
 

Sunday, March 7, 2021

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Bagi Tips Sukses Wirausaha Jamu

Perajin jamu menjemur irisan temulawak sebagai bahan baku minuman kesehatan, (ilustrasi). BRI berkolaborasi dengan BRI Research Institute mengadakan pelatihan online bertema TANAM RERAMBAT: Tanaman Rempah Ramuan Obat.

Komitmen BRI memajukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia di tengah pandemi Covid-19 terus dilakukan, diantaranya dengan memberikan berbagai pelatihan secara daring agar pelaku usaha bisa bertahan dan bangkit di situasi sulit. Kali ini BRI berkolaborasi dengan BRI Research Institute mengadakan pelatihan online bertema TANAM RERAMBAT: Tanaman Rempah Ramuan Obat.

Pelatihan ini menghadirkan pendiri laman jamudigital.com Karyanto sebagai pembicara utama. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan kiat-kiat sukses kepada pelaku usaha dalam mengelola bisnis jamu. Selama pelatihan berlangsung, Karyanto membagikan pengalamannya mengelola bisnisnya yang berada di sektor industri jamu-jamuan atau empon-empon.

“Gerakan back to nature telah digaungkan di seluruh dunia. Gerakan ini mengajarkan masyarakat untuk berpindah dari obat-obatan sintetik menjadi obat-obatan berbahan alami (herbal) atau yang kita kenal dengan sebutan obat tradisional atau jamu. Jadi, masyarakat dunia sudah aware dengan bahan alami dan tentu ini menjadi suatu potensi yang luar biasa untuk kita,” ujar Karyanto.

Karyanto juga mengungkapkan bahwa saat ini ada 30 ribu spesies tanaman yang ada di Indonesia, sebanyak 9.600 diantaranya terindikasi bermanfaat sebagai obat. Akan tetapi, pemanfaatannya hingga kini baru mencapai 300 jenis tanaman.

“Jadi potensinya masih sangat besar dan menjadi daya saing bangsa Indonesia dengan negara lain”, tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, pelaku UMKM binaan BRI bernama Murjiyati turut membagikan pengalamannya dalam memasarkan produk jamu-jamuan selama ini. Murjiyati adalah pelaku UMKM dari Dusun Kiringan, Bantul, Yogyakarta, yang saat ini dikenal sebagai Desa Wisata Jamu.

Pemilik bisnis Jamu Rizky Barokah yang sudah berbisnis sejak 35 tahun terakhir ini menuturkan bahwa pelaku UMKM tak perlu malu berjualan jamu atau empon-empon. Alasannya, jamu saat ini semakin diakui sebagai ramuan yang memiliki banyak kegunaan untuk kesehatan dan pastinya banyak dibutuhkan oleh semua kalangan.

Selain mendapat cerita pengalaman dari praktisi, peserta pelatihan daring juga meraih tambahan pengetahuan mengenai layanan keuangan dan pentingnya persiapan dana darurat serta hari tua dari BRI. Pelaku UMKM bisa mempersiapkan dana-dana tersebut melalui produk DPLK BRI.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana BRI untuk memperkenalkan aplikasi Link UMKM yang bisa digunakan pelaku usaha untuk menjalankan pemberdayaan terpadu. “Melalui aplikasi ini, diharapkan lebih banyak lagi UMKM yang siap naik kelas dan merambah pasar internasional ke depannya”, tuturnya.

BRI dan BRI Research Institute berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan online berbasis komoditas untuk inspirasi para pelaku usaha sampai dengan 12 edisi disepanjang tahun 2021. Pelatihan UMKM secara reguler dilakukan melalui rumah BUMN BRI yang tersebar di 56 titik dengan jadwal yang tersedia di setiap rumah BUMN yang dikelola BRI.

"Ada juga pelatihan tematik UMKM secara nasional setiap hari Rabu pukul 14.00 sampai 16.00 WIB dengan menghadirkan pembicara/narasumber yang handal dan ahli di bidangnya,” tutup Aestika.



sumber : https://republika.co.id/berita/qpleih423/dorong-umkm-naik-kelas-bri-bagi-tips-sukses-wirausaha-jamu 

Sunday, February 28, 2021

Ini Strategi BNI Dorong UMKM Bertahan Saat Pandemi

Logo BNI.(Shutterstock/Rafapress)

Pandemi Covid-19 turut memberikan dampak buruk bagi pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM). Padahal kontribusi UMKM pada perekonomian nasional mencapai 60,34 persen, berdasarkan data global findex.

Oleh sebab itu, dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN), pemerintah turut berfokus dalam mendorong peningkatan daya tahan UMKM.

Hal ini juga yang menjadi fokus PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebagai perusahaan pelat merah.

Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto menjelaskan, kondisi saat ini ada sebanyak 61 persen UMKM yang masih membutuhkan pendanaan. Bahkan, ada 27 persen UMKM yang tidak dapat lagi melakukan pembayaran pinjaman. Hanya 5 persen saja para pengusaha kecil yang bisa membayar bunga atau pokok pinjamannya.

Ia mengatakan, BNI pun berupaya berpartisipasi dalam membantu UMKM di Indonesia guna menopang pertumbuhan perekonomian nasional di tengah pandemi. Pihaknya melihat pembiayaan terhadap sektor UMKM masih perlu ditingkatkan kembali.

"Potensi pembiayaan UMKM di Indonesia masih tinggi, sebanyak 67 persen UMKM belum menerima pembiayaan,” ujar Sis Apik dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/2/2021).

Oleh karena itu, BNI memiliki sejumlah strategi sebagai salah satu motor penggerak program PEN, terutama dalam meningkatkan daya tahan UMKM di masa pandemi.

Strategi pertama, fase mitigasi dampak pandemi bagi debitur UMKM. BNI memberikan stimulus relaksasi restrukturisasi kredit terhadap 113.000 debitur UMKM.

Kedua, fase adaptasi digital. Ini dilakukan dengan memberikan bantuan dengan mendorong UMKM bertransformasi ke arah digital.

Serta ketiga, fase pemulihan giat UMKM bagi calon debitur UMKM BNI. Hal iini dilakukan dengan memberi bantuan dukungan tambahan modal kerja kepada 250.000 UMKM di Indonesia.

Di sisi lain, BNI juga telah memberikan bantuan subsidi bunga kepada mitra usaha terdampak Covid-19 senilai Rp 1,05 triliun kepada 305.00 debitur.

Kemudian melakukan penjaminan kredit sebesar Rp 3,034 triliun kepada 2.553 debitur. BNI juga telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat ( KUR) sebanyak Rp 22 triliun sepanjang 2020.

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan BNI akan mendampingi UMKM untuk melalui masa sulit ini,” pungkas Sis Apik.

sumber : https://money.kompas.com/read/2021/02/28/152004426/ini-strategi-bni-dorong-umkm-bertahan-saat-pandemi

Tuesday, February 23, 2021

Pekalongan Dorong UMKM Ekspor Mandiri

Produk kerajinan UMKM. (ilustrasi)

Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mendorong para pelaku usaha kecil, dan mikro mampu melakukan ekspor langsung atau mandiri ke pasar mancanegara sebagai upaya mengantisipasi ketergantungan pada pihak ketiga.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kota Pekalongan Bambang Nurdyatman mengatakan bahwa saat ini, tercatat sebanyak 22 eksportir seperti di bidang komoditi batik, craft, hasil laut, dan makanan.

"Selama ini para pelaku usaha sudah ekspor komoditi ke beberapa negara tujuan tetapi mereka selalui melalui pihak ketiga. Oleh karena itu, kami dorong mereka agar bisa melakukan ekspor secara mandiri," katanya.

Bambang mengatakan jumlah eksportir terus mengalami peningkatan yaitu semula hanya ada 16 pelaku usaha kini bertambah menjadi 22 eksportir.Demikian pula realisasi nilai ekspor barang, kata dia, pada 2020 juga melampaui target sebesar Rp368,5 miliar.

Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kementerian Perdagangan Heryono Hadi Praseto mengatakan melalui program pendampingan ekspor (Export Coaching Program) para pelaku usaha UKM melakukan ekspor tanpa bergantung pada pihak lain.

Terkait target, kata dia, pihaknya menargetkan 10 dari 30 pelaku usaha yang mengikuti pelatihan harus mampu menjadi eksportir mandiri.

"Yang penting, kami akan terus meningkatkan bagaimana SDM, produknya, dan negosiasi bisnisnya. Kami juga bekali mereka dengan informasi terkait dengan budaya atau kultur pangsa pasar global yang sesuai dengan produk unggulan di daerah ini," katanya.


sumber : https://www.republika.co.id/berita/qozp9u313/pekalongan-dorong-umkm-ekspor-mandiri

Thursday, February 4, 2021

Terdampak Pandemi COVID-19, UKM Pangandaran Perlu Dukungan

Ilustrasi pandemi Corona (ilustrator: Edi Wahyono)
Mayoritas pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Pangandaran selama ini kurang tersentuh dukungan, baik dari pemerintah dan lembaga lainnya. Padahal potensi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang dimiliki Kabupaten Pangandaran cukup tinggi, terutama usaha yang bergerak di bidang agrobisnis dan kelautan.

"Itulah sebabnya kami bertekad untuk bangkit memperkuat lembaga untuk selanjutnya berkiprah mendorong kemajuan pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Pangandaran," kata Caretaker Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Pangandaran Yayan Sugiantoro usai menggelar pertemuan dengan pengurus Karang Taruna Pangandaran di Kecamatan Parigi, Pangandaran, Kamis (4/2/2021).

Meski enggan menjelaskan dengan rinci, Yayan mengakui organisasi Kadin saat ini tengah mengalami sedikit permasalahan. "Kami tak ingin membahas itu, namun kami lebih fokus kepada langkah dan kiprah nyata Kadin untuk menjadi mitra pemerintah membantu pelaku usaha," kata Yayan.

Terlebih di tengah dampak buruk ekonomi akibat pandemi COVID-19, para pelaku usaha di Pangandaran sangat membutuhkan dukungan. "Kadin harus hadir di tengah kesulitan yang dialami para pelaku usaha akibat Pandemi, makanya kami segera melakukan konsolidasi organisasi agar bisa segera bergerak. Termasuk bersilaturahmi dengan Karang Taruna, ini menjadi bagian langkah persiapan kami," tutur Yayan.

Menurut Yayan, Karang Taruna menjadi mitra strategis bagi Kadin karena merupakan wadah pemuda yang diharapkan menjadi pelaku dan penggerak ekonomi kreatif. "Kami pun akan segera menggelar musyawarah Kadin tingkat Kabupaten agar Kadin bisa segera bergerak," kata Yayan.

Ketua Karang Taruna Pangandaran Dede Supratman menyatakan apresiasi atas langkah Kadin Pangandaran yang mulai melakukan pergerakan untuk mendukung pelaku UKM yang tengah kelimpungan akibat dampak pandemi COVID-19. "Ini selaras dengan program karang taruna yakni mengembangkan ekonomi kreatif pemuda dan kewirausahaan," ucap Dede.



sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5361302/terdampak-pandemi-covid-19-ukm-pangandaran-perlu-dukungan

 

Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

Wednesday, February 3, 2021

Hasil Penelitian KoinWorks: Digitalisasi dan Aspek Finansial Adalah Kunci Utama UKM Bangkit di 2021

Ilustrasi UKM yang bakal bangkit di tahun 2021

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia pada tahun 2020, berdampak besar pada aktivitas ekonomi dan bisnis termasuk UKM di seluruh Indonesia.

Melihat perkembangan kondisi ekonomi dan bisnis yang mempengaruhi kondisi UKM di Indonesia itu, KoinWorks sebagai platform Super Financial App yang fokus menghadirkan inovasi dan solusi finansial bagi UKM pun melakukan penelitian Digital SMEs Confidence Index/Indeks Keyakinan UKM Digital Q4 2020.

Penelitian tersebut dilakukan untuk memperoleh pandangan pemilik UKM tentang bagaimana mereka menghadapi lingkungan bisnis selama tahun pandemi 2020, faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan mereka, serta pandangan mereka terhadap bisnis setelah pandemi.

“Penelitian Digital SMEs Confidence Index yang kami lakukan kepada 1.188 pelaku UKM Digital di 34 provinsi di Indonesia ini merupakan bentuk dari upaya kami dalam memanfaatkan jaringan UKM yang kami miliki untuk mengetahui keyakinan bisnis UKM Digital di tengah adanya pandemi COVID-19 juga perkembangan industri yang berubah," Jelas Chief Marketing Officer KoinWorks, Jonathan Bryan, Rabu (3/2/21).

Adapun hasil dari penelitian itu, kata Jonathan, didapati bahwa sebuah inovasi, digitalisasi serta dukungan aspek finansial menjadi beberapa faktor pendorong untuk UKM dapat beradaptasi dimasa pandemi sepanjang 2020, serta juga sekaligus untuk menyongsong optimisme pertumbuhan dan perbaikan positif untuk tren bisnis UKM di 2021.

Jonathan menambahkan, periode pandemi COVID-19 memang terbukti membuat adanya perubahan perilaku dari pelanggan, hingga bisnis UKM pun ikut menerima pengaruhnya.

Hal itu pun sama dengan hasil yang didapati dari survey yang KoinWorks lakukan.

"Sebanyak 89,2% pemilik UKM setuju bahwa pandemi ini sangat memberikan dampak kepada bisnis mereka, baik secara positif maupun negatif," sambung dia.

Selain itu, 33,2% pelaku bisnis juga sempat mengalami penurunan penjualan mulai dari 31% - 75%.

Kondisi itu lah yang akhirnya pun memaksa pelaku bisnis UKM Digital untuk dapat bertahan, salah satunya melalui digitalisasi.

"Dari hasil tersebut dapat diartikan bahwa digitalisasi dapat membuka banyak gerbang untuk pelaku UKM agar dapat mempertahankan bisnisnya dan peran penting lainnya dari sektor pembiayaan, dimana hal ini juga dinilai sebagai faktor yang paling dibutuhkan untuk mengembangkan usaha pada saat pandemi atau setelah pandemi berakhir," jelasnya.


sumber : https://jatim.tribunnews.com/2021/02/03/hasil-penelitian-koinworks-digitalisasi-dan-aspek-finansial-adalah-kunci-utama-ukm-bangkit-di-2021


Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

Tuesday, February 2, 2021

Reses Tematik Dorong UKM ‘Melek’ Digital


Penjaringan aspirasi atau reses yang dijalankan anggota dewan kini tidak lagi monoton. Dengan mengangkat tematik tertentu terutama terkait kondisi kekinian, jaring aspirasi bisa sekaligus diisi dengan pelatihan. Inisiasi reses tematik salah satunya digulirkan oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Yogya Oleg Yohan. Menurutnya, kehadiran anggota dewan di wilayah harus mampu memberikan manfaat bagi konstituen.

“Pada masa kondisi pandemi cukup tepat jika reses tematik digulirkan,” katanya, Selasa (2/2/2021).

Melalui reses tematik, terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan. Dimulai dengan pelatihan, praktek hingga muncul hasil karya yang dihasilkan. Tema yang diangkat pun disesuaikan dengan kapasitas.
Oleg mengaku, sesuai ketugasannya di Komisi B ia mengangkat persoalan UKM yang turut terdampak pandemi. Sehingga melalui reses tematik tersebut ia mendorong pelaku UKM untuk ‘melek’ digital.

“Stakeholder terkait turut dihadirkan. Mulai dari instansi sebagai unsur pemerintah, perbankan sebagai korporasi, pengusaha di sektor swasta maupun perguruan tinggi. Jadi ada semangat Gandeng Gendong yang dibangun,” urainya.

Diakuinya, ekonomi masyarakat di Kota Yogya banyak ditopang oleh aktivitas UKM. Akan tetapi saat pandemi, mereka turut terimbas dampak yang cukup pelik. Dengan begitu harapannya usai reses tematik dapat terus berlanjut khususnya adanya pendampingan dari dinas terkait mulai produksi hingga pemasarannya. Dirinya pun sudah berkomunikasi dengan organisasi perangkat daerah terkait.

Disepakati, Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM siap meneruskan pelatihan bagi pelaki UKM. Sedangkan Dinas Perdagangan pun memiliki tanggungjawab untuk memfasilitasi pemasaran. Saat ini pun telah beroperasi ruang ekonomi kreatif yang berada di rooftop Pasar Prawirotaman. Melalui ruang tersebut tersedia sejumlah fasilitas yang bisa digunakan untuk mendukung pemaran digital bagi pelaku UKM maupun akses perijinan untuk usaha mikronya.

“Alhamdulillah gayung bersambut. Perbankan terutama BPD DIY membuka akses permodalan bagi UKM. Pengusaha pun siap berkolaborasi. Sehingga dalam reses kami memperoleh banyak masukan dan peserta juga mendapatkan manfaat,” tandasnya.



sumber : https://www.krjogja.com/berita-lokal/diy/reses-tematik-dorong-ukm-melek-digital/2/


Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

Monday, February 1, 2021

UMKM Bisa Belajar Agar Lebih Berdaya dan Handal lewat Platform Ini

Jika dikembangkan secara profesional, UMKM dapat berkontribusi meningkatkan perekonomian Indonesia. Solusinya berupa pembelajaran bisnis melalui platform digital dan disampaikan oleh para praktisi berpengalaman. Foto/Dok

Para UMKM di tengah perkembangan teknologi saat ini, bisa belajar agar lebih berdaya dan handal sehingga memiliki peluang untuk berkembang dan memiliki bisnis yang profitable dan sustainable lewat platform Biznis.id. Dimana Ia dapat memberikan bimbingan mengenai pembentukan dan pengembangan bisnis bagi pelaku usaha keci.

Jika dikembangkan secara profesional, UMKM Indonesia diyakini dapat berkontribusi meningkatkan perekonomian Indonesia. Solusi dari Biznis.id berupa pembelajaran bisnis melalui platform digital dan disampaikan oleh para praktisi berpengalaman dan terkemuka di bidang bisnis.

Founder Biznis.id, Budi Satria Isman mengatakan, potensi UMKM di Indonesia sangat prospektif, terutama dilihat dari jumlah yang sangat besar. Menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) tahun 2018, jumlah pelaku UMKM sebanyak 64,2 juta atau 99,99% dari jumlah pelaku usaha di Indonesia.

Daya serap tenaga kerja UMKM adalah sebanyak 117 juta pekerja atau 97% dari daya serap tenaga kerja dunia usaha. Sementara itu kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar 61,1%, dan sisanya yaitu 38,9% disumbangkan oleh pelaku usaha besar yang jumlahnya hanya sebesar 5.550 atau 0,01% dari jumlah pelaku usaha.

"Melihat data tersebut, UMKM sangat bisa berkontribusi untuk kemajuan Indonesia," ungkap Founder Biznis.id, Budi Satria Isman dalam keterangannya di Jakarta, Senin (1/2/2021).

Lebih lanjut Ia menerangkan, untuk itu bagi UMKM yang akan memulai atau mengembangkan bisnis perlu memahami banyak hal terutama dalam hal business skills, pemahaman terhadap market, permodalan, penggunaan teknologi, pengetahuan terhadap finansial, legalitas dan pengembangan jaringan/networking.

"Hal-hal penting itu dapat dipelajari dengan mudah melalui platform pembelajaran bisnis secara digital, Biznis.id. Harapannya, UMKM di Indonesia memiliki business skill yang baik sehingga dapat berkembang dan memiliki bisnis yang profitable dan sustainable," paparnya.

Founder Biznis.id, Baskorohadi Sukatmo mengutarakan, Biznis.id adalah platform pembelajaran bisnis secara digital yang memberikan bimbingan mengenai pembentukan dan pengembangan bisnis yang disampaikan oleh para mentor yang merupakan praktisi berpengalaman dan terkemuka di bidang bisnis. Biznis.id mengajak UMKM Indonesia mengasah kemampuan dan membekali diri dengan pengetahuan bisnis sehingga memiliki bisnis yang dapat tumbuh berkesinambungan dan menguntungkan.

Ada beragam kelas pembelajaran di Biznis.id, mulai dari fundamental bisnis seperti Smart Business Map dan Value Creation sampai dengan bidang spesifik; Finance & Human Capital seperti Managing Working Capital, Cashflow Management, Understanding Financial Report, Smart Interview, Coaching Skills.

"Peluncuran kelas baru akan terus berlanjut untuk memperkuat pemahaman fundamental bisnis serta melengkapi spesifik skills para entrepreneur," ujar Baskorohadi Sukatmo.

Beragam program gratis: CEO Talk, Biznis Forum, Biznis Q&A, Free Mentoring sejak digulirkan, telah diikuti oleh lebih dari 5200 peserta dalam lebih dari 150 live events senilai Rp 550 juta. Ini merupakan bentuk nyata sumbangsih Biznis.id kepada pengembangan wirausaha Indonesia.

Sambung Baskorohadi Sukatmo menjelaskan, beragam materi pembelajaran/pelatihan skill disampaikan oleh para mentor yang merupakan praktisi berpengalaman dan terkemuka di bidang bisnis seperti Budi Satria Isman (Business & Management Expert – Former CEO Sari Husada (Part of Danone Group) dan Group Director Coca Cola Amatil), Roy Soeradji (Retail Management & FMCG Expert – Former Operations Director Hero Supermarket).

Lalu Dodi Nurzani (Human Capital Expert – Former COO Tiga Serangkai Group), Yoyok Rubiantono (Digital Marketing Expert – Founder/Chairman PT Yoshugi Media), Adrian Baskoro (Route To Market Expert – Former Chief Sales Officer PT Lippo Karawaci), Hadi Kuncoro (E-Commerce, Supply Chain, Digital Transformation Expert – CEO PowerCommerce.Asia), Rex Marindo (F&B Business Development & Marketing Expert – Founder Foodizz & Upnormal Coffee).

Ada juga Chandra Liang (Business and Creative Development Expert – Founder Rasalokal and Espreciello), Ferdy D. Savio (NLP and Team Development Expert – CEO Smartplus Accelerator), Agus Samsuddin (Human Capital Development Expert – Former Human Resources Director Danone Aqua), Eddy Kemenadi (R&D and Product Development Expert – Former R&D Director Unilever and Danone), Dodi Zulkifli (Brand Blue Print & Identity Expert – CEO Neyma Brand + Identity).

Hingga Gufron Syarif (F&B Business & Creative Development Expert – Founder Haus), Bimo Prasetio (Legal Expert – Founder SmartLegal.id), dan saya sendiri Baskorohadi Sukatmo (Business Management & Marketing Expert – Former First VP F&N Malaysia, Executive Director Wyeth (Nestle Group), and Brand Director Danone Aqua).

"Para mentor tidak hanya membagi cerita keberhasilan dalam menghadapi bisnis tetapi juga memberikan bimbingan berupa langkah-langkah konkrit untuk pembentukan bisnis, mengembangkan bisnis, mengatasi kendala dalam bisnis dan melihat peluang ke depan," ujarnya.

“Sebagai pengguna solusi dari Biznis.id, saya merasa terbantu untuk meningkatkan skill dalam mengelola Miranda Moda Indonesia, perusahan kreatif yang menaungi brand modest fashion, Ria Miranda. Saya mendapatkan banyak insight dari sisi pengembangan brand, memahami laporan keuangan dan mengelola sumber daya yang dimiliki. Saya berharap lebih banyak UMKM lagi yang meningkatkan skillnya di Biznis.id sehingga lebih banyak UMKM yang berhasil," terang CEO dan Co-Founder Miranda Moda Indonesia, Muhamad Pandu Rosadi.


sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/321386/34/umkm-bisa-belajar-agar-lebih-berdaya-dan-handal-lewat-platform-ini-1612195341/10 


Ikuti bagaimana cara TITIPKU membantu UMKM dalam acara StartSMEup Talk - 05 Feb 2021, daftar segera di https://s.id/eventcerdas5feb