Showing posts with label ekspor. Show all posts
Showing posts with label ekspor. Show all posts

Monday, June 24, 2024

Dua Duta Besar Diundang Beri Masukan UMKM Tembus Eropa dan Amerika


 


PEMERINTAH terus mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bisa bersaing secara global. Karena itu, wisatawan yang datang ke Indonesia diharapkan menjadi salah satu target konsumen produk-produk UMKM lokal.

"Saya ingin pastikan Pameran Apresiasi Karya Indonesia (AKI) 2024 bisa menghasilkan UMKM siap go global, terlebih banyak wisatawan asing yang datang," ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno.

Dia mengajak kedua dubes itu sekaligus untuk memberikan masukan kepada pelaku UMKM mengenai produk yang dapat dipasarkan di Eropa dan Amerika. Menurutnya, ada tiga hal yang bisa dipetik melalui produk UMKM di AKI.
Pertama, inovasi produk UMKM yang tidak kalah dengan produk luar negeri. Kedua, adaptasi pelaku UMKM terhadap produk ramah lingkungan. Ketiga, kolaborasi yang meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

Sandiaga berkomitmen terus bergerak agar semua UMKM tidak tertinggal. Pada 2024, sekitar 7.000 UMKM mendaftar di AKI dan 400 UMKM terpilih, sehingga total peserta selama empat tahun yakni 1.600 UMKM.

Dalam pameran AKI yang digelar Direktorat Kuliner Kriya Desain dan Fesyen Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf di Kota Denpasar itu diikuti 39 jenama peserta, terdiri dari bidang kriya, fesyen, kuliner, games, musik dan film.

Banyak benefit yang dirasakan peserta Pameran AKI 2024 Denpasar. Salah satunya, Novita Wesley, owner jenama Namaste 21 produsen ethno eco bag.
"Dari pameran ini, saya mau membangun citra merek Namaste 21 Handmade sebagai brand ramah lingkungan, peduli pada budaya lokal dan mendukung komunitas," tuturnya.

Hal senada dirasakan Rosita, owner Batik Shibori. Dia berharap pameran tersebut bisa menangkap peluang kerja sama dengan pengusaha lokal Bali untuk bisa berkolaborasi memasarkan produknya.

Wayan Sukandra, Manager Camilla Mozzarella, merasakan kebahagiaannya karena produknya dikunjungi Menparekraf Sandiaga Uno. Ia pun berharap kehadiran produknya dalam pameran bisa merambah pasar domestik lainnya. 
Dwi Kusuma, owner Balibel, mengakui kehadiran di AKI menambah wawasan berwirausaha, networking, dan segmen pasar.

Ngurah Yasa, salah satu pengunjung, sangat mengapresiasi program AKI karena membantu UMKM mendapat media pemasaran. Ia berharap kesempatan bagi UMKM mengikuti event-event seperti ini bisa diperbanyak. (H-2)


Sumber: https://mediaindonesia.com/ekonomi/679978/dua-duta-besar-diundang-beri-masukan-umkm-tembus-eropa-dan-amerika


Friday, June 7, 2024

10 Persen Produk UMKM Banten Tembus Pasar Internasional, Terbanyak Eropa


SERANG, KOMPAS.com - Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Ameriza Ma’aruf Moesa menyebut, 10 persen produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banten telah tembus pasar internasional. 

Produk tersebut diekspor ke berbagai negara tujuan seperti benua Eropa yang didominasi kopi, makanan, dan kerajinan tangan. 

"Di Banten (produk UMKM yang sudah ekspor) terutama yang saya lihat adalah makanan dan minuman. Beberapa produk Indonesia khususnya dari Banten banyak diminati di Eropa, kopi," kata Ameriza kepada wartawan di Serang, Kamis (6/6/2024).

Berdasarkan data yang didapat Ameriza, saat ini ada 950.000 UMKM. Dari jumlah itu, 500an UMKM binaan Bank Indonesia sudah siap go internasional. 

"Secara kategori untuk yang ekspor masih sedikit kecil angkanya, kasarnya berkisar 10 persen," ujar dia. Menurut Ameriza, para pelaku UMKM yang berhasil ekspor menjadi capaian tertinggi dan suatu kebanggaan karena sudah naik kelas.

memenuhi kriteria dan lulus berbagai uji. "Sudah lulus (ekspor) itu tujuan akhir dari UMKM sampai diterima di pasar ekspor, karena syarat sangat ketat baik makanan, kerajinan, fashion, furniture," kata Ameriza. Ameriza pun mendorong seluruh UMKM di Banten naik kelas dari sisi pasar menjadi go ekspor, maupun juga naik kelas menjadi go digital. 

Salah satu upaya untuk mendukung hal tersebut, dengan digelarnya Karya Kreatif Banten (KKB) & Digiwara Fun Fest 2024 dari 5-9 Mei 2024 di Bintaro Xchange Mall, Tangerang Selatan. Pada kegiatan itu, BI menghadirkan 85 UMKM terbaik Banten. 

"Jadi bukan pertemuan antara UMKM dengan konsumen, harapanya dengan KKB ini pertemuan UMKM dengan investor," tandas dia. Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung mengatakan, pengembangan UMKM di Banten dapat terus diperkuat ke depan agar memberikan dampak yang lebih luas kepada perekonomian di Banten maupun secara Nasional. "Terus meningkatkan kualitas produk dan kuantitas produksi agar produk UMKM dapat diterima oleh pasar baik dalam negeri dan luar negeri," kata Juda. 

Dijelaskan Juda, BI berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui regulasi yang mendukung pengembangannya melalui kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Banten. Adapun kebijakan Bank Indonesia bagi UMKM diwujudkan melalui strategi utama yaitu korporatisasi, peningkatan Kapasitas, dan perluasan akses Pembiayaan.

"Ketiga strategi ini dapat mendukung UMKM di Indonesia untuk go digital dan go ekspor, sehingga meningkatkan kontribusi strategisnya terhadap produk domestik bruto," ujar dia.  


Sumber: https://regional.kompas.com/read/2024/06/06/203435478/10-persen-produk-umkm-banten-tembus-pasar-internasional-terbanyak-eropa

Thursday, June 6, 2024

LPEI Siapkan Marketplace Dorong UKM Tembus Pasar Ekspor

 


Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Eximbank menyiapkan marketplace bernama Komodoin untuk mendukung usaha kecil menengah (UKM) tembus pasar ekspor.


Marketplace itu dirancang khusus sebagai sarana edukasi ekspor, layanan informasi, inkubasi, peningkatan kapasitas, dan tempat bertemunya seller dan buyer (business matching).

Direktur Eksekutif LPEI Riyani Tirtoso menuturkan kemudahan dan ketersediaan pelayanan yang lengkap pada marketplace diharapkan dapat mendorong pelaku usaha berorientasi ekspor untuk berani mendunia.

Komodoin mulai diperkenalkan kepada ekosistem ekspor Indonesia pada Forum Berani Mendunia tanggal 1 Juni 2024 lalu. marketplace ini hadir untuk mempersatukan anak-anak bangsa dalam meningkatkan kemampuan pelaku usaha berorientasi ekspor.

"Komodoin akan menjadi penyedia end-to-end services milik lembaga pemerintah - LPEI yang saat ini diprioritaskan untuk meningkatkan volume transaksi dan jumlah pelaku UKM Indonesia berorientasi ekspor," ungkap Riyani melalui keterangan resmi, Kamis (6/6).

Komodoin, kata dia, ditargetkan mulai dapat diakses kepada publik pada Agustus 2024 mendatang dengan empat layanan, yaitu edukasi, kurasi, inkubasi, hingga transaksi untuk ekspor.

Riyani berharap Komodoin dapat membantu eksportir untuk bisa lebih cepat dan akurat dalam mengakses pasar dunia tanpa batas (cross border).

Riyani menyebut Komodoin akan berkolaborasi dengan berbagai mitra dari Kementerian terkait, perbankan, komunitas UKM ekspor, aggregator buyer di luar negeri, Diaspora, Kedutaan Besar Indonesia di luar negeri, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), dan Atase Perdagangan.


Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20240606145533-532-1106701/lpei-siapkan-marketplace-dorong-ukm-tembus-pasar-ekspor

Luncurkan Marketplace Komodoin, LPEI Dorong UKM Tembus Pasar Ekspor

 


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) kembali menunjukkan upayanya dalam mendorong UKM tanah air untuk tembus pasar ekspor. Salah satunya dengan menyiapkan marketplace bernama Komodoin.

Direktur Eksekutif LPEI Riyani Tirtoso mengatakan, Komodoin akan menjadi penyedia end-to-end services milik Lembaga Pemerintah - LPEI yang saat ini diprioritaskan untuk meningkatkan volume transaksi dan jumlah pelaku UKM Indonesia berorientasi ekspor. 

“Komodoin ditargetkan mulai dapat diakses kepada publik pada Agustus 2024 mendatang,” ujar Riyani dalam keterangannya, Kamis (6/6).

Lebih lanjut, ia berharap Komodoin dapat membantu eksportir untuk bisa lebih cepat dan akurat dalam mengakses pasar dunia tanpa batas (cross border). Di mana, ada empat layanan, yaitu edukasi, kurasi, inkubasi, hingga transaksi untuk ekspor.

Riyani juga bilang Komodoin akan berkolaborasi dengan berbagai mitra dari Kementerian terkait, perbankan, komunitas UKM ekspor, agregator buyer di luar negeri, Diaspora, Kedutaan Besar Indonesia di luar negeri, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), dan Atase Perdagangan.

Seperti diketahui, saat ini masih ada beberapa tantangan bagi para pelaku untuk melakukan ekspor. Tantangan bagi para pelaku ekspor saat ini adalah perihal menjaga kualitas dan kapasitas produk ekspor, tantangan logistik, dan strategi menemukan buyer terpercaya.

Hal tersebut turut diungkapkan oleh Founder CV IKAPEKSI Agro Industri, Nurjannah dalam kegiatan Forum Berani Mendunia pada akhir pekan lalu. Ia menuturkan tantangan saat awal dalam melakukan ekspor, yaitu kurangnya pengetahuan dalam melakukan ekspor meskipun telah mendapatkan respon positif dari calon buyer.

“Alhamdulillah kami mendapatkan pelatihan CPNE dari LPEI pada tahun 2019 lalu, kami selama satu tahun dibimbing dan efeknya luar biasa,” katanya.


Nurjanah juga menceritakan bahwa di awal tahun 2022, CV IKAPEKSI Agro Industri mengikuti Business Matching LPEI dan berhasil mencetak ekspor ke Arab Saudi senilai US$ 37.000 atau setara dengan 22 ton kecap. Hingga saat ini, kecap Oishii telah berhasil diekspor ke Arab Saudi dan Jepang.

Sependapat, CEO PT Hadir Mengharumkan Nusantara, Rizky Arief Dwi Prakoso, pemilik brand parfum HMNS yang tengah hypes di pasar domestik menyampaikan bahwa tantangan produknya dalam menembus pasar dunia adalah bagaimana memiliki competitive advantage dibandingkan global fashion brand.



Sumber: https://keuangan.kontan.co.id/news/luncurkan-marketplace-komodoin-lpei-dorong-ukm-tembus-pasar-ekspor

Wednesday, June 5, 2024

Mafaatkan Aplikasi, LPEI Dorong UKM Naik Kelas & Tembus Pasar Global

 


Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk terus naik kelas dan menembus pasar internasional. Saat ini, tengah menyiapkan Komodoin, yakni marketplace yang dirancang khusus sebagai sarana edukasi ekspor, layanan informasi, inkubasi, peningkatan kapasitas, dan tempat bertemunya seller dan buyer (business matching).


Komodoin mulai diperkenalkan pada Forum Berani Mendunia pada 1 Juni 2024. Aplikasi ini ditargetkan mulai dapat diakses kepada publik pada Agustus 2024 dengan empat layanan, yaitu edukasi, kurasi, inkubasi, hingga transaksi untuk ekspor. Hadirnya Komodoin diharapkan dapat mendorong pelaku usaha berorientasi ekspor untuk berani berorientasi ekspor.

Ke depan, Komodoin akan berkolaborasi dengan berbagai mitra dari kementerian terkait, perbankan, komunitas UKM ekspor, aggregator buyer di luar negeri, diaspora, kedutaan besar Indonesia di luar negeri, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), dan atase perdagangan.

"Komodoin akan menjadi penyedia end-to-end services milik lembaga pemerintah - LPEI yang saat ini diprioritaskan untuk meningkatkan volume transaksi dan jumlah pelaku UKM Indonesia berorientasi ekspor," ujar Direktur Eksekutif LPEI Riyani Tirtoso dalam keterangannya, Kamis (6/6/2024).

Hal ini disampaikannya dalam Forum Berani Mendunia yang digelar pada 1 Juni 2024 di Sarinah, Jakarta. Dalam forum tersebut, para pelaku ekspor turut hadir membahas upaya mereka dalam meningkatkan nilai tambah produk dalam menembus pasar internasional.


Dalam kesempatan yang sama, CEO PT Tartaruga Food Indonesia Achmad Jawahir yang juga alumni Coaching Program for New Exporter (CPNE) LPEI tahun 2023 menyampaikan pengalamannya dalam menemukan buyer terpercaya melalui program Business Matching Indonesia Eximbank.

"Kita butuh dicarikan buyer. Pengalaman saya mendapat kesempatan ekspor ke negara Malaysia, itu awalnya difasilitasi oleh Indonesia Eximbank melalui (program) Business Matching," paparnya.

Didirikan sejak tahun 2020, Tartaruga kini telah menjadi pabrik pengolahan rumput laut yang memiliki sertifikasi halal dan sertifikasi Good Manufacturing Practices (GMP). Dengan pengolahan produk berbahan baku rumput laut yang tinggi serat, vitamin, mineral dan rendah kolesterol, produk Tartaruga berhasil tembus ekspor ke Malaysia, Australia, dan Arab Saudi.

Sementara itu, CEO PT Hadir Mengharumkan Nusantara Rizky Arief Dwi Prakoso pemilik brand parfum HMNS mengungkapkan tantangan ekspor dalam memasarkan produk di pasar global.

"Tantangan produknya dalam menembus pasar dunia adalah bagaimana memiliki competitive advantage dibandingkan global fashion brand," paparnya.

Di sisi lain, Founder CV IKAPEKSI Agro Industri Nurjannah menuturkan tantangan saat awal dalam melakukan ekspor. Salah satunya yakni, kurangnya pengetahuan dalam melakukan ekspor meskipun telah mendapatkan respon positif dari calon buyer.

"Alhamdulillah kami mendapatkan pelatihan CPNE dari LPEI pada tahun 2019 lalu, kami selama satu tahun dibimbing dan efeknya luar biasa," katanya.

Nurjanah bercerita usaha kecap Oishii bermula pada 2017 di Kebumen, Jawa Tengah dengan cita-cita memproduksi kecap manis sehat tanpa bahan tambahan seperti penguat rasa, pewarna makanan, dan pengawet makanan. Kecap Oishii memanfaatkan bahan-bahan dan rempah asal Indonesia seperti kedelai putih, jahe, sereh, gula kelapa, dan lengkuas.

Ia menambahkan, di awal tahun 2022, CV IKAPEKSI Agro Industri mengikuti Business Matching LPEI dan berhasil mencetak ekspor ke Arab Saudi senilai USD 37.000 atau setara dengan 22 ton kecap. Hingga saat ini, kecap Oishii telah berhasil diekspor ke Arab Saudi dan Jepang.

Sebagai informasi, Forum Berani Mendunia turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Keuangan RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Koperasi & UKM RI, Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif RI, Kementerian Perindustrian RI, Perbankan, UKM, Universitas, Asosiasi Usaha, Atase Perdagangan, ITPC, Diaspora dan beberapa buyer dari berbagai negara, termasuk dari Barcelona, Canberra, China, Dubai, London, Malaysia, Sydney dan Vietnam.



Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7376759/mafaatkan-aplikasi-lpei-dorong-ukm-naik-kelas-tembus-pasar-global


Sunday, June 2, 2024

LPEI Kenalkan KomodoIn, Solusi UKM Jangkau Pasar Global

 


Bisnis.com, JAKARTA -  Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Eximbank memperkenalkan market place KomodoIn. Ini merupakan website yang khusus dirancang sebagai sarana edukasi, mempertemukan seller dan buyer, serta mendorong pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berorientasi untuk menjangkau pasar global.  

KomodoIn akan diluncurkan pada Agustus mendatang, yang diharapkan menjadi solusi bagi para UKM untuk berani menjadi eksportir.  “Jadi ini melalui KomodoIn ini diharapkan nantinya dapat semakin mensupport UMKM naik kelas. Selama ini sudah kami lakukan secara konvesional melalui capacity development, CPNE [program khusus rintisan eksportir baru] dan community development, desa devisa. Kali ini kami mau upscale dengan digital,” Direktur Pengembangan Bisnis LPEI Maqin U Nurhadi ditemui usai Acara Forum Berani Mendunia yang digelar di Relief Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (1/6/2025).  Solusi berbasis website tersebut, Maqin mengatakan bahwa fitur yang disuguhkan untuk membantu UKM lebih lengkap dibandingkan cara konvensional. 

Beberapa di antaranya ada eksporpedia, digital e-learning, hingga market place.  Maqin menjelaskan bagi para pelaku UKM yang belum siap ekspor, mereka akan masuk ke edukasi e-learning terlebih dahulu. Dalam tahap tersebut, para pelaku UKM diberikan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka sebagai eksportir.  Nantinya, bagi pelaku yang sudah siap eskpor akan dipertemukan dengan pembeli (buyer) internasional melalui market place.  

“Dipajang produknya, jadi memang dalam KomodoIn ini keunggulannya tidak hanya komunitas supplier saja tapi juga ada komunitas buyer yang sudah kami bangun bersama,” katanya.  Tak hanya itu, pelaku UKM juga bisa mendapatkan fasilitas pembiayaan dan asuransi untuk memproteksi cash flow dari LPEI. Maqin mengatakan ke depan pihaknya juga akan membuka kolaborasi dengan partner.  

“Jadi enggak semata-mata monopoli LPEI, tapi kami nanti akan kolaborasi. Makanya di dalam KomodoIn ini ada payment gateway, serta brand transaction yang akan kolaborasi dengan bank-bank komersial. Goalnya negara hadir dengan platform ini untuk memberikan kemudahan bagi pelaku UKM,” ungkapnya. Maqin mengatakan pihaknya berharap KomodoIn menjadi solusi bagi UKM, sehingga tidak ada kendala lagi bagi mereka untuk meningkatkan kapasitas hingga bertemu buyer.  

Salah satu pelaku UKM Nurjannah Dongoran, Founder CV Ikaperksi Agro Industri mengungkap salah satu tantangan yang dihadapi oleh dirinya saat pertama kali merintis bisnis adalah mencari buyer. Tidak pernah terpikirkan dirinya justru kecap ‘Oishi’ buatannya bisa diekspor ke luar negeri yakni Malaysia, Jepang, Arab Saudi, dan Mesir. 

Selain itu, tantangan lainnya yakni edukasi tentang ekspor hingga dirinya mengikuti program CPNE dari LPEI.  “Selain cari buyer, [tantangannya] waktu memulai awal itu pengetahuan tentang ekspor, masih minim , modal nekat, ngitung-ngitung harga enggak bisa, enggak pernah terbesit untuk ekspor. Tapi waktu itu yang diperoleh validasi semua [buyer luar negeri] justru suka, kalau di lokal komentarnya macam-macam,” katanya.

sumber: https://ekonomi.bisnis.com/read/20240603/9/1770358/lpei-kenalkan-komodoin-solusi-ukm-jangkau-pasar-global

Sunday, May 26, 2024

Serap Banyak Tenaga Kerja, Kemampuan Ekspor UMKM Indonesia Masih Terbatas

 



Liputan6.com, Jakarta Kontribusi Usaha Kecil Menengah (UKM) terhadap perekonomian Indonesia yakni memiliki kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja serta dapat menghimpun sampai 60,42% dari total investasi.

Namun demikian, berdasarkan data Kementerian Perindustrian, kemampuan ekspor UMKM masih terbatas sekitar 14,37% dari total ekspor serta pemanfaatan e-commerce juga masih rendah yaitu sekitar 21%.

Untuk itu, merambah pasar internasional adalah langkah krusial bagi UKM Indonesia untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pasar domestik. Ekspor membuka peluang untuk menjangkau pelanggan baru, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat daya saing produk Indonesia di kancah global. 

Untuk menjawab tantangan itu, Enablr.ID, penyedia solusi eCommerce terkemuka, berupaya memperluas jangkauan bisnis Indonesia terutama UKM ke pasar global melalui ekspor dan eCommerce.

Kali ini, Enablr.ID memperkuat upayanya dengan mengumumkan sertifikasinya sebagai Alibaba.com Channel Partner di Indonesia. Pencapaian ini menandakan dedikasi Enablr.ID untuk memberdayakan bisnis Indonesia.

Alibaba.com, salah satu wholesale marketplace terbesar di dunia dengan lebih dari 20 tahun pengalaman, telah memainkan peran penting dalam memfasilitasi perdagangan business-to-business (B2B).

Sertifikasi Enablr.ID sebagai Alibaba.com Channel Partner menegaskan komitmen perusahaan untuk memanfaatkan platform luas Alibaba.com guna mendukung perusahaan Indonesia dalam mengembangkan bisnis mereka secara internasional.

"Kami merasa terhormat mendapatkan sertifikasi sebagai Alibaba.com Channel Partner. Sertifikasi ini merupakan bukti dari komitmen kami yang tak tergoyahkan untuk membantu UKM Indonesia memanfaatkan kekuatan e-commerce untuk mencapai pasar baru dan meningkatkan nilai ekspor mereka. Dengan dukungan platform yang kuat dari Alibaba.com, kami siap mendukung klien kami dalam menghadapi kompleksitas perdagangan global," ungkap CEO Enablr.ID Yohan Christian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (26/5/2024).

Country Manager Indonesia Alibaba.com Jessie Lee, menyoroti pentingnya kolaborasi ini. Menurutnya, Enablr.ID telah menunjukkan keberhasilan yang signifikan dalam mengembangkan bisnis eCommerce untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia.

"Dengan menjadi Alibaba.com Channel Partner, Enablr.ID akan memainkan peran penting dalam menurunkan entry barrier bagi perusahaan Indonesia untuk memulai ekspor. Kami sangat bersemangat dengan kemitraan ini dan potensi yang ada untuk meningkatkan nilai ekspor perusahaan-perusahaan di Indonesia melalui platform kami," jelas dia.

Sertifikasi Alibaba.com Channel Partner ini memungkinkan Enablr.ID untuk menawarkan rangkaian solusi lengkap yang disesuaikan dengan kebutuhan UKM dan perusahaan di Indonesia. Solusi ini mencakup dukungan komprehensif dalam memanfaatkan feature iklan dan subscription yang ada di platform Alibaba.com, yang penting untuk meningkatkan traffic toko dan mendorong penjualan di platform.

Dengan kemitraan ini, Enablr.ID siap membantu perusahaan dan UKM di Indonesia untuk memanfaatkan sepenuhnya peluang yang tersedia di pasar global, memastikan pertumbuhan dan kesuksesan usaha mereka yang berkelanjutan.

Sebelumnya, Alibaba Group Holding Ltd., berencana menjual obligasi konversi senilai USD 4,5 miliar atau sekitar Rp 72,4 triliun (kurs Rp 16.089,85 per USD), dalam salah satu penawaran terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Aksi penawaran obligasi konversi seiring dengan rencana perusahaan untuk membeli kembali (buyback) lebih banyak saham dan berinvestasi dalam bisnisnya. Perusahaan yang berbasis di Hangzhou ini menawarkan obligasi tujuh tahun, jatuh tempo pada tahun 2031, dengan kupon 0,5% dan premi konversi 30%.

Pesanan obligasi tersebut mengalami kelebihan permintaan beberapa kali lipat, seiring dengan permintaan dari investor global, kata seseorang yang mengetahui masalah tersebut, namun meminta untuk tidak disebutkan namanya karena informasi tersebut bersifat pribadi.

Melansir Yahoo Finance, Jumat (24/5/2024), penawaran ini dilakukan ketika Alibaba membutuhkan modal untuk berinvestasi pada bisnis intinya yaitu e-commerce dan cloud, yang keduanya telah kehilangan pangsa pasarnya akibat tindakan keras otoritas Tiongkok terhadap sektor ini dan gejolak internal yang terjadi setelahnya.

Sebagian dari hasil penawaran tersebut akan digunakan untuk membeli kembali 14,8 juta saham American Depositary Shares pada saat harga kesepakatan ditetapkan, serta untuk mendanai pembelian kembali di masa depan.

"Langkah ini merupakan peluang untuk mendapatkan uang tunai di luar negeri dengan persyaratan yang menguntungkan, dengan tingkat bunga 0,5%. Dengan cara ini mereka dapat mulai melakukan pembelian kembali saham segera, yang mana yang menurut perusahaan akan lebih bermanfaat bagi pemegang saham karena pembelian kembali akan lebih besar daripada dilusi.” kata analis di Daiwa Capital Markets Hong Kong Ltd., John Choi.

Alibaba berupaya mencapai keseimbangan antara mengembalikan uang tunai dan berinvestasi pada bisnis lama dan baru, termasuk kecerdasan buatan, kata Chairman Joe Tsai dan Chief Executive Officer Eddie Wu dalam suratnya kepada pemegang saham pada Kamis, 23 Mei.

Tiongkok juga memimpin dalam memangkas harga layanan cloud dan kecerdasan buatan, serta mulai meningkatkan investasi pada AI, yang merupakan pusat aktivitas investasi global. Perusahaan tersebut menyetujui perluasan program pembelian kembali saham awal tahun ini, menambahkan pembelian kembali sebesar USD 25 miliar, salah satu yang terbesar yang pernah ada di Tiongkok.

Perusahaan memasarkan obligasi konversi dengan kupon tahunan sebesar 0,25% hingga 0,75%, dan dengan premi konversi 30% hingga 35%, sesuai dengan ketentuan kesepakatan yang ditinjau oleh Bloomberg News sebelumnya. ADR ditutup turun 2,3% pada $80,80 pada Kamis. Saham sedikit berubah pada awal perdagangan Hong Kong pada Jumat.

Penawaran ini diperkirakan akan ditutup pada 29 Mei, kata perusahaan itu. Pemegang obligasi konversi dapat meminta Alibaba untuk membeli kembali seluruh atau sebagian surat utangnya pada 1 Juni 2029. Citigroup Inc., JPMorgan Chase & Co., Morgan Stanley,Barclays Plc dan HSBC Holdings Plc disebut turut memfasilitasi kesepakatan tersebut.


Sumber: https://www.liputan6.com/bisnis/read/5604713/serap-banyak-tenaga-kerja-kemampuan-ekspor-umkm-indonesia-masih-terbatas?page=4


Tuesday, April 23, 2024

Ribuan Produk UKM Bandung hingga Bali Berhasil Tembus Pasar Kanada

 

Bandung, IDN Times - Ribuan produk dari 19 usaha kecil dan menengah (UKM) dari Bandung, Yogyakarta, Jakarta, hingga Bali mendapat kesempatan diperjualbelikan di negara Kanada. Setidaknya ada 3.300 produk handicraft dan kriya diberangkatkan ke Kadana dari Bandung atas kolaborasi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/ Indonesia Eximbank sebagai Lembaga Keuangan Pemerintah Indonesia dengan Atase Perdagangan (Atdag) Ottawa, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver, Diaspora Indonesia di Kanada dan Maharani Craft.

Beberapa UKM yang berhasil mengekspor produk mereka ke Kanada antara lain Greater Goods, Sakha, Riani Rattan, Sheo Home Living, Maharani Craft, Machastore, Bali Handy, Orchid, Sahana Craft, dan Matahari Cahaya Dewata dari Bali; Mawar Ketak dan Unique Lombok dari NTB; Mendong Jaya, Studio Dapur, dan Dilmoni Citra Mebel Indonesia dari Cirebon Jawa Barat; serta Multi Kreatif Furnindo, Sabila Craft dari Jawa Tengah, dan Sabila Artshop serta Raya Craft dari Cirebon.

1. Biaya logistik ekspor pun bisa dipangkas

Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis LPEI, Maqin U. Norhadi mengatakan, ekspor perdana ini merupakan kelanjutan dari pengiriman sampel dan pameran Toronto Gift Show 2024 pada Januari 2024, di mana Diaspora Indonesia, Hartati Suganda, pemilik Cantiq Living, bertindak sebagai pembeli dan memasarkan produk ramah lingkungan dan produk interior rumah buatan Indonesia di pasar Kanada.

Menurutnya, selama ini LPEI tidak hanya menciptakan UKM ekspor baru, tetapi juga memberikan solusi untuk mengurangi hambatan biaya logistik UKM dan mendorong ekspor berkelanjutan dengan membangun ekosistem ekspor.

"Kolaborasi LPEI dengan ekosistem ekspor diharapkan dapat meningkatkan ekspor mitra binaan LPEI secara berkelanjutan serta memberikan harga produk Indonesia yang lebih kompetitif," kata dia, Selasa (23/4/2024).

2.Sudah mampu salurkan produk ke 170 negara

Pelepasan ekspor ini merupakan bukti bahwa ekosistem ekspor yang dibangun oleh LPEI telah berjalan dengan baik. LPEI, sebagai fasilitator perluasan pasar bagi pelaku ekspor, mendukung berbagai kegiatan business matching yang berkolaborasi dengan ekosistem ekspor dan diaspora Indonesia di luar negeri untuk mempertemukan dan mempromosikan produk UKM Indonesia kepada pembeli di luar negeri.

LPEI sepanjang 2023 telah menyalurkan pembiayaan untuk UKME dan UMBE sebesar Rp14,5 triliun dengan lebih dari 170 negara tujuan ekspor dan menghasilkan 613 eksportir baru. Khusus Penyaluran Khusus Ekspor (PKE), LPEI telah membantu lebih dari 90 produk untuk ekspor ke berbagai negara.

2.UKM Indonesia harus bisa sejahtera

Perwakilan Cantiq Living, Utomo Kuntjoro menjelaskan, berharap hubungan mutualisme yang baik antara pelaku UKM, diaspora Indonesia, Atdag dan ITPC dalam ekosistem ekspor ini dapat mengatasi hambatan produk UKM Indonesia sehingga produk Indonesia dapat bersaing di pasar global.

Irene Setiawati, pemilik Maharani Craft, mengapresiasi komitmen LPEI dalam memajukan UKM Indonesia dengan memperluas jangkauan pasar ekspor bagi pelaku UKM. Saat ini Maharani Craft telah ekpspor ke lima negara, antara lain Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, dan sekarang ke Kanada.

"Kerja sama ini membawa dampak signifikan bagi kami untuk terus melakukan ekspor yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan pelaku UKM Indonesia," kata dia.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/ribuan-produk-ukm-bandung-hingga-bali.html

Wednesday, January 26, 2022

Produk Unggulan Ekspor Indonesia, Apa Saja?

 Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam memiliki sejumlah produk ekspor. Ada sejumlah produk ekspor dari Indonesia yang menjadi unggulan di pasar global.



Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), produk ekspor Indonesia dibagi menjadi dua kategori, yakni minyak dan gas (migas) dan nonmigas. Total nilai produk ekspor non migas yang menjadi unggulan di Indonesia mencapai US$22,84 miliar pada November 2021.

Nah, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah pun bisa turut melirik produk-produk ekspor unggulan di Indonesia. Berikut produk yang menjadi unggulan ekspor yang bisa dijadikan ide usaha oleh pelaku UMKM seperti dikutip dari Smesco.

1. Kelapa sawit

Indonesia masih dikenal sebagai raja sawit dunia karena Indonesia masih menguasai sekitar 55 persen pasar ekspor sawit global.

Menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) pada tahun 2020 nilai ekspor minyak sawit mencapai 34 juta ton dengan nilai US$22,97 miliar.

Minyak sawit Indonesia di ekspor ke beberapa negara meliputi Tiongkok, India, Eropa dan negara-negara lainnya.

2. Karet

Produk pertanian ekspor Indonesia yang menjadi unggulan salah satunya adalah karet. Di tahun 2020, menurut data BPS, total ekspor produk karet ke mancanegara mencapai sekitar 2,2 juta ton dengan nilai US$2,9 miliar.

Negara utama tujuan ekspor karet meliputi AS, Jepang, Tiongkok, India, Korea Selatan, Brasil, Kanada, Jerman, Belgia, Turki, dan sebagainya.

3. Kopi, teh, dan kakao

Kopi, teh dan kakao merupakan produk pertanian Indonesia yang dominan di pasar ekspor. Indonesia mengirimkan produk kopi, teh dan kakao ke beberapa negara seperti Jepang, Singapura, Malaysia, India, Mesir, Amerika Serikat, Inggris, Italia, dan negara-negara lainnya.

4. Alas kaki

Tak hanya di bidang perkebunan dan pertambangan, melainkan Indonesia juga mengekspor produk industri. Salah satu produk ekspor utama adalah alas kaki.

Produk alas kaki yang dikirim ke luar negeri antara lain sepatu olahraga, sepatu teknik, sepatu industri dan alas kaki lainnya untuk kebutuhan sehari-hari.

Alas kaki ini dijual di berbagai negara antara lain Amerika Serikat, Belgia, Tiongkok, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, Korea, Italia, Meksiko, dan sebagainya.

Selain produk ekspor unggulan di atas, Indonesia juga memiliki produk potensial ekspor lainnya. Terutama dari sektor kerajinan, produk kulit, rempah-rempah dan hasil pertanian yang meliputi produk makanan kemasan dan herbal.

Monday, January 24, 2022

Pemkab Kediri Bangun Klinik UMKM Agar Produknya Bisa Diekspor

 Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito mendorong produk UMKM siap ekspor. Maka dari itu, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar Klinik Koperasi dan UMKM.




Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri, Mamiek Amiyati menyampaikan, Klinik Koperasi dan UMKM merupakan program kebijakan dan strategi pemberdayaan bagi koperasi dan UMKM.

"Ketika koperasi dan UMKM mengalami permasalahan, kita bantu menyelesaikan melalui serangkaian pembinaan dan pendampingan terpadu," kata Mamiek, Senin (24/1/2022).

Pembinaan dan pendampingan terpadu yang dilakukan yakni melalui pemberian layanan konsultasi gratis, informasi bisnis, bantuan advokasi bisnis, layanan short course, akses pembiayaan, akses pemasaran, fasilitasi perijinan, dan pelatihan.

Klinik Koperasi dan UMKM didirikan dalam rangka memacu perkembangan dan ketangguhan koperasi dan UMKM. Untuk menunjang layanan yang komprehensif, klinik ini didampingi oleh konsultan manajemen Koperasi dan UMKM, serta melibatkan para pegiat Koperasi dan UMKM.

"Keberadaan klinik ini terintegrasi dengan GARASI (gerai rumah inkubasi) yang telah di-launching oleh Mas Dhito," ungkapnya.

Lokasinya berada di lingkungan Dinas Koperasi dan UMKM. Klinik itu sekaligus menjadi tempat untuk membantu pelaku UMKM di Kabupaten Kediri dalam memasarkan produknya, yang meliputi berbagai produk kerajinan dan batik. Selain secara offline yang buka tiap hari dan jam kerja, pemasaran juga dibantu secara online.

"Orientasi kami ke depan kerajinan ini siap ekspor sesuai arahan Mas Dhito," tambahnya.

Ketua Koperasi Kerajinan Batik Kabupaten Kediri, Sunaryo mengaku, program Mas Dhito dalam menghidupkan UMKM dari berbagai macam kerajinan termasuk batik patut diapresiasi. Apalagi, saat ini Kabupaten Kediri telah memiliki batik khas.

Dia berharap dengan adanya Klinik Koperasi dan UMKM, para pelaku UMKM baik dari kerajinan maupun batik dapat bersatu dengan berbagai kreativitas, sehingga akan lebih mudah dikenal. Di sisi lain, adanya klinik itu sangat membantu dalam pemasaran.

"Ini sangat luar biasa, karena di sini nanti juga ada tim yang membantu memasarkan secara online. Dengan perkumpulan UMKM seperti ini para pembatik sangat terbantu," ucapnya.

Monday, January 17, 2022

RI Ekspor 150 Kontainer Sabun Olahan UMKM ke Afrika dan Timur Tengah

 Kementerian Koperasi dan UKM mengapresiasi PT Restu Graha Dana yang baru saja melakukan ekspor 150 kontainer sabun olahan UMKM ke enam negara di Afrika dan Timur Tengah. Diharapkan langkah ini menjadi semangat baru bagi para UKM untuk terus berdaya saing dan menembus pasar global.




"Ini salah satu prioritas kita agar UMKM masuk pasar global," kata Deputi Bidang UKM, KemenKopUKM, Hanung Harimba Rachman dalam acara Peluncuran Ekspor 150 Kontainer Sabun, Sabtu (15/1/2022).

Hanung menjelaskan, saat ini pemerintah ingin meningkatkan kontribusi ekspor UKM mencapai 17 persen di tahun 2024, di mana saat ini baru mencapai 15,6 persen.

Menurutnya, untuk memastikan target peningkatan kontribusi ekspor UKM ini, pelaku UKM nasional membutuhkan biaya logistik yang lebih murah dan pengurusan administrasi ekspor yang lebih cepat.

"Kelangkaan kontainer menjadi permasalahan utama untuk UKM. Akibatnya biaya pengangkutan mahal atau biaya yang naik 300 persen, dan risiko kerusakan sangat tinggi karena lamanya penyimpanan produk," ujarnya..

Selain kelangkaan kontainer, lanjut Hanung, kendala lainnya ialah pemetaan permintaan domestik atau tidak adanya market intelligence untuk menanggapi peluang produk, kapasitas produk, sertifikasi internasional, dan kemudahan pembiayaan ekspor bagi pelaku UKM.

Dia pun menegaskan, kontribusi ekspor Indonesia masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Tiongkok yang memiliki kontribusi ekspor UKM sebesar 68 persen, dan indeks kinerja logistik 3,61, serta India dengan kontribusi ekspor UKM 40 persen dan indeks kinerja logistik 3,18.

"Ini menunjukkan kurang efisiennya waktu dalam pemenuhan dokumen ekspor serta kurangnya dukungan infrastruktur bagi pelaku UKM Indonesia untuk ekspor produknya. Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama," ujar Hanung.

Kendati begitu, dalam membangun ekosistem ekspor yang kondusif bagi UKM, KemenKopUKM telah menyediakan berbagai program, di antaranya SMESCO Hub Timur untuk mengagregasi produk UMKM dan koperasi wilayah timur Indonesia, baik untuk target pasar di dalam dan luar negeri.

Selain itu, KemenKopUKM juga menyediakan SMESCO Labo untuk skill enrichment bagi semua pelaku usaha atau industri kecil dan menengah. Di dalam SMESCO Labo ini, tersedia beberapa fasilitas laboratorium yang sudah tersedia, seperti mechanical lab, photography lab, food lab, dan handicraft labo.

"Kita juga punya Rumah Produksi Bersama dalam komoditas produk nilam, rotan, bio farma, kelapa, dan sapi. Angkutan kargo terjadwal, dan logistik bersubsidi kolaborasi bersama Garuda Indonesia. Pembiayaan ekspor. Sertifikasi internasional, sertifikasi mutu ISO/HACCP, FSSC, BRC, Organik, dan SVLK. Satgas pengembangan ekspor. Agenda pameran internasional dalam G20 ada 150 side event yang bisa dimanfaatkan untuk promosi UMKM, juga MotoGP, Muslim Indonesia Fashion Festival, serta berbagai program lainnya," pungkas Hanung.


Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4860578/ri-ekspor-150-kontainer-sabun-olahan-umkm-ke-afrika-dan-timur-tengah

Sunday, January 16, 2022

Puluhan UMKM Lepas Ekspor Rp 79,7 M, Minyak Sawit Sampai Sepeda

 


Kementerian Perdagangan hari ini melepas ekspor senilai US$ 2,44 miliar atau setara Rp 35,03 triliun dari 278 perusahaan. Sebanyak 54 di antaranya atau 19% merupakan kategori UMKM yang melepas ekspor Rp 79,7 miliar.

"Kategori UMKM dengan nilai ekspor US$ 5,56 atau Rp 79,7 miliar. Sebesar 81% atau 224 perusahaan berkategori non UKM dengan total ekspor mencapai US$ 2,43 miliar atau setara Rp 34,9 triliun," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi dalam acara Pelepasan Ekspor Akhir Tahun 2021 Oleh Menteri Perdagangan, Kamis (23/12/2021).

Adapun kategori produk yang diekspor oleh segmen UMKM yakni, produk perikanan dan kelautan, furniture, kerajinan dan dekorasi rumah, makanan olahan, rempah-rempah, serta tekstil dan produk tekstil.

Sedangkan ragam produk non-UMKM antara lain batu bara, otomotif, minyak sawit, produk perikanan dan kelautan, tekstil dan produk tekstil (TPT), produk kimia, sepeda dan sebagainya.

"Karet dan produk karet, makanan-minuman olahan, furniture, mebel, kerajinan, besi baja, hasil perkebunan, minyak atsiri, kayu dan produk kayu, alas kaki, keramik, pipa, serta timah," lanjutnya

Pelepasan ekspor ini ke 58 negara dan 87% didominasi ke pasar tradisional. Sementara 13% tujuan ekspor ke negara non tradisional. "13% ke negara non-tradisional seperti, Polandia, Kolombia, Pakistan, Kamboja, Afrika Selatan, Meksiko, Maladewa, dan Oceania," ucapnya

"Pelepasan ekspor ini bekerja sama dengan pelaku usaha dan pemerintah daerah di 26 Provinsi," imbuhnya.

Adapun provinsi tersebut yaitu Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5867576/puluhan-umkm-lepas-ekspor-rp-797-m-minyak-sawit-sampai-sepeda?_ga=2.74955922.1050507743.1642257641-29033108.1642075443