Showing posts with label eximbank. Show all posts
Showing posts with label eximbank. Show all posts

Wednesday, June 5, 2024

Mafaatkan Aplikasi, LPEI Dorong UKM Naik Kelas & Tembus Pasar Global

 


Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk terus naik kelas dan menembus pasar internasional. Saat ini, tengah menyiapkan Komodoin, yakni marketplace yang dirancang khusus sebagai sarana edukasi ekspor, layanan informasi, inkubasi, peningkatan kapasitas, dan tempat bertemunya seller dan buyer (business matching).


Komodoin mulai diperkenalkan pada Forum Berani Mendunia pada 1 Juni 2024. Aplikasi ini ditargetkan mulai dapat diakses kepada publik pada Agustus 2024 dengan empat layanan, yaitu edukasi, kurasi, inkubasi, hingga transaksi untuk ekspor. Hadirnya Komodoin diharapkan dapat mendorong pelaku usaha berorientasi ekspor untuk berani berorientasi ekspor.

Ke depan, Komodoin akan berkolaborasi dengan berbagai mitra dari kementerian terkait, perbankan, komunitas UKM ekspor, aggregator buyer di luar negeri, diaspora, kedutaan besar Indonesia di luar negeri, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), dan atase perdagangan.

"Komodoin akan menjadi penyedia end-to-end services milik lembaga pemerintah - LPEI yang saat ini diprioritaskan untuk meningkatkan volume transaksi dan jumlah pelaku UKM Indonesia berorientasi ekspor," ujar Direktur Eksekutif LPEI Riyani Tirtoso dalam keterangannya, Kamis (6/6/2024).

Hal ini disampaikannya dalam Forum Berani Mendunia yang digelar pada 1 Juni 2024 di Sarinah, Jakarta. Dalam forum tersebut, para pelaku ekspor turut hadir membahas upaya mereka dalam meningkatkan nilai tambah produk dalam menembus pasar internasional.


Dalam kesempatan yang sama, CEO PT Tartaruga Food Indonesia Achmad Jawahir yang juga alumni Coaching Program for New Exporter (CPNE) LPEI tahun 2023 menyampaikan pengalamannya dalam menemukan buyer terpercaya melalui program Business Matching Indonesia Eximbank.

"Kita butuh dicarikan buyer. Pengalaman saya mendapat kesempatan ekspor ke negara Malaysia, itu awalnya difasilitasi oleh Indonesia Eximbank melalui (program) Business Matching," paparnya.

Didirikan sejak tahun 2020, Tartaruga kini telah menjadi pabrik pengolahan rumput laut yang memiliki sertifikasi halal dan sertifikasi Good Manufacturing Practices (GMP). Dengan pengolahan produk berbahan baku rumput laut yang tinggi serat, vitamin, mineral dan rendah kolesterol, produk Tartaruga berhasil tembus ekspor ke Malaysia, Australia, dan Arab Saudi.

Sementara itu, CEO PT Hadir Mengharumkan Nusantara Rizky Arief Dwi Prakoso pemilik brand parfum HMNS mengungkapkan tantangan ekspor dalam memasarkan produk di pasar global.

"Tantangan produknya dalam menembus pasar dunia adalah bagaimana memiliki competitive advantage dibandingkan global fashion brand," paparnya.

Di sisi lain, Founder CV IKAPEKSI Agro Industri Nurjannah menuturkan tantangan saat awal dalam melakukan ekspor. Salah satunya yakni, kurangnya pengetahuan dalam melakukan ekspor meskipun telah mendapatkan respon positif dari calon buyer.

"Alhamdulillah kami mendapatkan pelatihan CPNE dari LPEI pada tahun 2019 lalu, kami selama satu tahun dibimbing dan efeknya luar biasa," katanya.

Nurjanah bercerita usaha kecap Oishii bermula pada 2017 di Kebumen, Jawa Tengah dengan cita-cita memproduksi kecap manis sehat tanpa bahan tambahan seperti penguat rasa, pewarna makanan, dan pengawet makanan. Kecap Oishii memanfaatkan bahan-bahan dan rempah asal Indonesia seperti kedelai putih, jahe, sereh, gula kelapa, dan lengkuas.

Ia menambahkan, di awal tahun 2022, CV IKAPEKSI Agro Industri mengikuti Business Matching LPEI dan berhasil mencetak ekspor ke Arab Saudi senilai USD 37.000 atau setara dengan 22 ton kecap. Hingga saat ini, kecap Oishii telah berhasil diekspor ke Arab Saudi dan Jepang.

Sebagai informasi, Forum Berani Mendunia turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Keuangan RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Koperasi & UKM RI, Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif RI, Kementerian Perindustrian RI, Perbankan, UKM, Universitas, Asosiasi Usaha, Atase Perdagangan, ITPC, Diaspora dan beberapa buyer dari berbagai negara, termasuk dari Barcelona, Canberra, China, Dubai, London, Malaysia, Sydney dan Vietnam.



Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7376759/mafaatkan-aplikasi-lpei-dorong-ukm-naik-kelas-tembus-pasar-global


Sunday, June 2, 2024

LPEI Kenalkan KomodoIn, Solusi UKM Jangkau Pasar Global

 


Bisnis.com, JAKARTA -  Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Eximbank memperkenalkan market place KomodoIn. Ini merupakan website yang khusus dirancang sebagai sarana edukasi, mempertemukan seller dan buyer, serta mendorong pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berorientasi untuk menjangkau pasar global.  

KomodoIn akan diluncurkan pada Agustus mendatang, yang diharapkan menjadi solusi bagi para UKM untuk berani menjadi eksportir.  “Jadi ini melalui KomodoIn ini diharapkan nantinya dapat semakin mensupport UMKM naik kelas. Selama ini sudah kami lakukan secara konvesional melalui capacity development, CPNE [program khusus rintisan eksportir baru] dan community development, desa devisa. Kali ini kami mau upscale dengan digital,” Direktur Pengembangan Bisnis LPEI Maqin U Nurhadi ditemui usai Acara Forum Berani Mendunia yang digelar di Relief Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (1/6/2025).  Solusi berbasis website tersebut, Maqin mengatakan bahwa fitur yang disuguhkan untuk membantu UKM lebih lengkap dibandingkan cara konvensional. 

Beberapa di antaranya ada eksporpedia, digital e-learning, hingga market place.  Maqin menjelaskan bagi para pelaku UKM yang belum siap ekspor, mereka akan masuk ke edukasi e-learning terlebih dahulu. Dalam tahap tersebut, para pelaku UKM diberikan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka sebagai eksportir.  Nantinya, bagi pelaku yang sudah siap eskpor akan dipertemukan dengan pembeli (buyer) internasional melalui market place.  

“Dipajang produknya, jadi memang dalam KomodoIn ini keunggulannya tidak hanya komunitas supplier saja tapi juga ada komunitas buyer yang sudah kami bangun bersama,” katanya.  Tak hanya itu, pelaku UKM juga bisa mendapatkan fasilitas pembiayaan dan asuransi untuk memproteksi cash flow dari LPEI. Maqin mengatakan ke depan pihaknya juga akan membuka kolaborasi dengan partner.  

“Jadi enggak semata-mata monopoli LPEI, tapi kami nanti akan kolaborasi. Makanya di dalam KomodoIn ini ada payment gateway, serta brand transaction yang akan kolaborasi dengan bank-bank komersial. Goalnya negara hadir dengan platform ini untuk memberikan kemudahan bagi pelaku UKM,” ungkapnya. Maqin mengatakan pihaknya berharap KomodoIn menjadi solusi bagi UKM, sehingga tidak ada kendala lagi bagi mereka untuk meningkatkan kapasitas hingga bertemu buyer.  

Salah satu pelaku UKM Nurjannah Dongoran, Founder CV Ikaperksi Agro Industri mengungkap salah satu tantangan yang dihadapi oleh dirinya saat pertama kali merintis bisnis adalah mencari buyer. Tidak pernah terpikirkan dirinya justru kecap ‘Oishi’ buatannya bisa diekspor ke luar negeri yakni Malaysia, Jepang, Arab Saudi, dan Mesir. 

Selain itu, tantangan lainnya yakni edukasi tentang ekspor hingga dirinya mengikuti program CPNE dari LPEI.  “Selain cari buyer, [tantangannya] waktu memulai awal itu pengetahuan tentang ekspor, masih minim , modal nekat, ngitung-ngitung harga enggak bisa, enggak pernah terbesit untuk ekspor. Tapi waktu itu yang diperoleh validasi semua [buyer luar negeri] justru suka, kalau di lokal komentarnya macam-macam,” katanya.

sumber: https://ekonomi.bisnis.com/read/20240603/9/1770358/lpei-kenalkan-komodoin-solusi-ukm-jangkau-pasar-global