Showing posts with label kemenparekraf. Show all posts
Showing posts with label kemenparekraf. Show all posts

Monday, June 24, 2024

Dua Duta Besar Diundang Beri Masukan UMKM Tembus Eropa dan Amerika


 


PEMERINTAH terus mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bisa bersaing secara global. Karena itu, wisatawan yang datang ke Indonesia diharapkan menjadi salah satu target konsumen produk-produk UMKM lokal.

"Saya ingin pastikan Pameran Apresiasi Karya Indonesia (AKI) 2024 bisa menghasilkan UMKM siap go global, terlebih banyak wisatawan asing yang datang," ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno.

Dia mengajak kedua dubes itu sekaligus untuk memberikan masukan kepada pelaku UMKM mengenai produk yang dapat dipasarkan di Eropa dan Amerika. Menurutnya, ada tiga hal yang bisa dipetik melalui produk UMKM di AKI.
Pertama, inovasi produk UMKM yang tidak kalah dengan produk luar negeri. Kedua, adaptasi pelaku UMKM terhadap produk ramah lingkungan. Ketiga, kolaborasi yang meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

Sandiaga berkomitmen terus bergerak agar semua UMKM tidak tertinggal. Pada 2024, sekitar 7.000 UMKM mendaftar di AKI dan 400 UMKM terpilih, sehingga total peserta selama empat tahun yakni 1.600 UMKM.

Dalam pameran AKI yang digelar Direktorat Kuliner Kriya Desain dan Fesyen Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf di Kota Denpasar itu diikuti 39 jenama peserta, terdiri dari bidang kriya, fesyen, kuliner, games, musik dan film.

Banyak benefit yang dirasakan peserta Pameran AKI 2024 Denpasar. Salah satunya, Novita Wesley, owner jenama Namaste 21 produsen ethno eco bag.
"Dari pameran ini, saya mau membangun citra merek Namaste 21 Handmade sebagai brand ramah lingkungan, peduli pada budaya lokal dan mendukung komunitas," tuturnya.

Hal senada dirasakan Rosita, owner Batik Shibori. Dia berharap pameran tersebut bisa menangkap peluang kerja sama dengan pengusaha lokal Bali untuk bisa berkolaborasi memasarkan produknya.

Wayan Sukandra, Manager Camilla Mozzarella, merasakan kebahagiaannya karena produknya dikunjungi Menparekraf Sandiaga Uno. Ia pun berharap kehadiran produknya dalam pameran bisa merambah pasar domestik lainnya. 
Dwi Kusuma, owner Balibel, mengakui kehadiran di AKI menambah wawasan berwirausaha, networking, dan segmen pasar.

Ngurah Yasa, salah satu pengunjung, sangat mengapresiasi program AKI karena membantu UMKM mendapat media pemasaran. Ia berharap kesempatan bagi UMKM mengikuti event-event seperti ini bisa diperbanyak. (H-2)


Sumber: https://mediaindonesia.com/ekonomi/679978/dua-duta-besar-diundang-beri-masukan-umkm-tembus-eropa-dan-amerika


Wednesday, May 29, 2024

Transformasi Digital Parekraf Terus Diakselerasi demi Keberlanjutan

 


KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan komitmennya dalam mengakselerasi transformasi digital di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.  

"Kemenparekraf terus berkomitmen untuk melakukan transformasi digital sehingga meningkatkan peluang bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat terutama dari sisi penciptaan lapangan kerja baru, sisi teknologi, maupun sustainability (keberlanjutan)," ujar Sandiaga, dalam forum World Digital Economy & Technology Summit 2024 di Shangri-La Jakarta, Senin (27/5/2024).

Saat ini, masyarakat sedang memasuki era VUCA, yakni gabungan situasi mulai dari volatility (volatilitas), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas). Oleh karena itu, setiap orang harus memiliki kemampuan adaptif dan eksploratif yang mumpuni. Kemampuan ini sekaligus menjawab tantangan transformasi digital yang semakin kompleks. 

“Melalui teknologi, kita benar-benar akan dapat menciptakan solusi untuk beberapa masalah paling mendesak yang kita hadapi secara global, seperti krisis iklim,” kata Sandiaga.  Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan air ke depannya. 

Apalagi, dari 72 persen permukaan bumi yang tertutup air, hanya 1 persen yang bisa diakses dan digunakan sebagai air minum maupun keperluan sanitasi.  “Tetapi teknologi memberi kita banyak peluang untuk memecahkan beberapa masalah. Selain itu, kami melihat ketahanan dan praktik berkelanjutan di mana teknologi juga masuk dan memberikan banyak solusi,” papar dia.  

Tak hanya sebagai solusi, Sandiaga menjelaskan, akselerasi transformasi digital menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sebab, pada 2035, Indonesia membutuhkan sembilan juta talenta digital. Di mana jika dibagi rata, dari saat ini hingga tahun tersebut, Indonesia perlu mencetak sedikitnya 600.000 talenta digital setiap tahun.

Sumber: https://lestari.kompas.com/read/2024/05/28/150000386/transformasi-digital-parekraf-terus-diakselerasi-demi-keberlanjutan

Wednesday, May 1, 2024

Kemenparekraf dan OIKN siapkan UMKM tampil di perayaan HUT RI

 


Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di wilayah IKN sebagai persiapan untuk tampil memamerkan produknya saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 RI di IKN.

Melalui program Bedakan (Bedah, Desain, Kemasan) bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada pelaku ekonomi kreatif UMKM, mengedukasi, serta meningkatkan perekonomian dan pendapatan pelaku industri kreatif di wilayah IKN dan sekitarnya.

"Saya harapkan semua peserta dapat meningkatkan penjualannya dan bisa menciptakan lapangan kerja, karena sebenarnya yang menciptakan lapangan kerja adalah usaha kecil," ujar Sandiaga melalui keterangan di Jakarta, Rabu.

Sandiaga mengatakan, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk UMKM sehingga dapat meningkatkan pendapatan. Menurutnya, pendapatan yang stabil dapat membuat UMKM menjadi sukses.

"Model daripada bisnis itu seharusnya profit, kita jaga dengan meningkatkan penjualan dan pendapatan serta menekan cost serendah mungkin. Dari semua UMKM yang sukses, mereka mampu menjaga pendapatannya stabil dan cenderung meningkat, tapi pengeluarannya atau biaya produksinya ditekan seefisien mungkin," katanya.

Sandiaga juga menyampaikan tentang kesiapan lokasi di IKN, di mana beberapa fasilitas pariwisata dan ekonomi kreatif seperti Hotel Nusantara dan Hotel Qubika siap untuk dioperasikan.

Selain itu, fasilitas sentra ekonomi kreatif akan beroperasi pada akhir Juli atau awal Agustus 2024. UMKM yang mengikuti pelatihan tersebut pun mendapat kesempatan untuk memamerkan karyanya pada acara 17 Agustus 2024.

"Nanti UMKM-UMKM tadi yang sudah dilatih dan dikurasi sudah bisa mulai berkreasi dan training sehingga nanti pas acara besarnya, 17 Agustus, mereka sudah siap. Nanti kita koordinasi dengan Otorita IKN agar prosesi perayaan 17 Agustus ini juga dirasakan oleh masyarakat luas termasuk para pelaku UMKM ekonomi kreatif dan fasilitas pariwisatanya sudah bisa difungsikan," katanya.

Kemenparekraf mempersiapkan 300 hingga 400 UMKM untuk hadir dalam perayaan 17 Agustus 2024 di IKN.

Sementara itu, Direktur Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN Muhsin Palinrungi mengatakan, pihaknya telah melakukan kurasi terhadap 417 UMKM binaan.

"Kita kurasi mana yang berpotensi untuk kemudian kita bina dan berkolaborasi dengan Direktorat Desain, Kriya, dan Fesyen dari Kemenparekraf, dari 50 orang yang kita kurasi pada tahap awal akan diberikan pembekalan, dari 50 dikurasi menjadi 25, selanjutnya akan diberikan pembekalan berupa desain kemasan produk oleh desainer profesional," kata Muhsin.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/05/kemenparekraf-dan-oikn-siapkan-umkm.html

Tuesday, February 23, 2021

BSI dan Kemenparekraf Salurkan Pembiayaan ke UMKM Brand Modest Fashion

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyalurkan pembiayaan modal kerja dan investasi kepada UMKM brand Modest Fashion peserta program Modest Fashion Founders Fund 2021. Seremonial acara ini dilakukan dalam launching Modest Fashion Founders Fund 2021 .

Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia Kokok Alun Akbar mengatakan, keikutsertaan Bank Syariah Indonesia dalam program Modest Fashion Founders Fund 2021 merupakan komitmen dukungan bank pada pelaku UMKM industri kreatif brand Modest Fashion.

"Bank Syariah Indonesia terus berkontribusi untuk pertumbuhan ekosistem halal, salah satunya melalui sinergi pelaku usaha UMKM khususnya di industri halal fashion," kata Akbar dalam keterangan tertulis, Rabu (24/2/2021).

Dalam Modest Fashion Founders Fund 2021, Bank Syariah Indonesia berperan sebagai pihak yang menyediakan akses permodalan melalui pembiayaan berupa modal kerja dan investasi kepada UMKM brand Modest Fashion yang dinilai memiliki potensi dan telah memenuhi syarat untuk menerima bantuan modal.

Sebagai bank yang inklusif dan melayani beragam segmen, Bank Syariah Indonesia siap memberikan solusi bagi pelaku industri maupun konsumen fashion muslim dalam rangka memenuhi kebutuhan jasa perbankan syariah.

Adapun hingga Desember 2020, pembiayaan mikro di Bank Syariah Indonesia mencapai Rp 10,7 triliun dengan jumlah 245 ribu nasabah. Pembiayaan mikro Bank Syariah Indonesia ini berasal dari penggabungan dari tiga bank syariah milik Himbara yakni PT BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNI Syariah).

Untuk meningkatkan pembiayaan mikro, pada tahun ini Bank Syariah Indonesia akan fokus ke beberapa sektor seperti pariwisata, industri kerajinan, makanan dan fashion. Pada tahun 2021, pertumbuhan pembiayaan mikro terutama ekonomi kreatif Bank Syariah Indonesia diharapkan tumbuh 50 persen dibandingkan tahun 2020.

Modest Fashion Founders Fund 2021 sendiri merupakan kegiatan capital accelerator dan capacity building bagi para founder brand Modest Fashion yang pertama kali diadakan di tahun 2019 bersama #Markamarie dan Perbankan Syariah.

Program ini akan memilih 20 brand modest fashion terbaik untuk mengikuti creative workshop dengan mentor dalam dan luar negeri, serta berkesempatan untuk mendapatkan pembiayaan/permodalan melalui pitching kepada lembaga pendanaan dan investor.

Di tahun 2021 ini, program ini akan diadakan kembali secara hybrid (online/offline) dengan melalui beberapa tahap yang akan berlangsung hingga bulan Juli mendatang.


sumber : https://www.wartaekonomi.co.id/read329268/bsi-dan-kemenparekraf-salurkan-pembiayaan-ke-umkm-brand-modest-fashion

Monday, February 8, 2021

Hipmi Nilai Positif Program Kredit UMKM Kemenparekraf

Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H Maming. Hipmi menilai positif program kredit kepada UMKM sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang digulirkan Kemenperian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Mardani H Maming menilai positif program yang akan dijalankan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparerkraf).

Salah satunya dengan memberikan bantuan kredit sebesar Rp 50 juta kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Total skema pembiayaan bisa mencapai Rp 3 triliun akan disalurkan kepada 60 ribu pelaku usaha.

Dia menilai, pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan sektor prioritas sehingga perlu didorong dan segera dibangkitkan kembali. Menurutnya, dana program yang dijalankan Kemenparekraf perlu pula diiringi pembinaan masyarakat dari bawah.

"Mulai dari pembiayaan yang murah, pembinaan, hingga kepada ekosistem memasarkan produknya secara elektronik," kata Maming, dalam keterangan, Senin (8/2).

Namun, Maming mengingatkan, dalam proses penyaluran kredit Kemenparerkaf harus memastikan tepat sasaran. Karenanya, data calon penerima harus diidentifikasi berbadasarkan data pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak.

Dia berharap, dalam waktu dekat program Kemenparekraf dapat direalisasikan. Dia melanjutkan, Hipmi berkomitmen membantu membangkitkan sektor pariwisata di penjuru Nusantara sejak dibuka kembali aktivitas menerima kunjungan wisatawan.

"Tentu banyak pengusaha anggota Hipmi yang juga ikut bangkit di sektor ini. Dan kita akan masukkan daftar UMKM di bidang pariwisata untuk partisipasi program ini," kata Maming.

Menurut Maming, sudah saatnya perekonomian didongkrak kembali setelah diterjang pandemi Covid-19 sejak Maret 2020. Begitu pula sektor pariwisata, Maming sepakat untuk terus mendorong agar kembali tumbuh hingga berdampak ke banyak sektor lainnya.

"Pariwisata ini cukup sentral dan dapat menjadi lokomotif kemajuan ekonomi suatu daerah. Karena akan ada banyak sektor terdampak ikut tumbuh secara alamiah mengikuti. Contohnya transportasi, perhotelan," katanya.



sumber : https://www.republika.co.id/berita/qo7wm6457/hipmi-nilai-positif-program-kredit-umkm-kemenparekraf