Showing posts with label StartMeUp. Show all posts
Showing posts with label StartMeUp. Show all posts

Friday, July 16, 2021

UMKM Menjahit Mempunyai Potensi Berkembang


TAPSEL,- TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) telah terbukti bahwa dalam pelaksanaannya memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah pedesaan, karena dengan adanya pelaksanaan tersebut.

Masyarakat dapat meningkatkan infrastruktur desa yang berimbas pada ekonomi masyarakat desa. Namun capaian itu dikerjakan secara bersama-sama antara warga desa dengan anggota TNI.

Satgas TMMD ke 111 kodim 0212/TS belajar menjahit bersama masyarakat Desa Siuhom2 Kec Angkola Barat, Kab Tapanuli Selatan,” jelas Serda Masdi, Selasa (13/7/2021).

UMKM menjahit mempunyai prospek cukup baik untuk berkembang di Desa Siuhom. Dengan dibukanya akses jalan penghubung diharapkan ekonomi warga meningkat, sehingga kebituhan akan pakaian juga meningkat.

Sumber : https://memorandum.co.id/umkm-menjahit-mempunyai-potensi-berkembang/ 

Wednesday, July 14, 2021

BPDPKS Raih Penghargaan Indonesia CSR Award 2021


Badan Penggelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mendapatkanp Penghargaan Ajang Indonesia CSR Award 2021 untuk Program Penguatan Koperasi dan UKM Sawit pada Acara E Awarding Warta Ekonomi tanggal 14 Juli 2021.

Indonesia CSR Award 2021 mengambil tema New Normal Sustainibility merupakan penghargaan tertinggi bagi perusahaan di berbagai sector dalam melaksanakan program tanggung jawab sosial.

Muhamad Ihsan CEO Warta Ekonomi menyampaikan Pemberdayaan UKMK Lokal melaui komoditas sawit mendukung Sustainable Development Goal (SDG) yakni mampu menurunkan kemiskinan, menurunkan kesenjangan, menaikkan Energi Baru Terbarukan dan meningkatkan perekonomian. Di tengah pandemic komoditas sawit memberikan berkontribusi positif bagi perekonomian

Dalam sambutan Direktur Utama Eddy Abdurrachman BPDPKS menyampaikan BPDPKS sebagai Badan Layanan Umum dengan misi tertentu antara lain memberi dukungan pekebun rakyat melalui Koperasi dalam rangka melaksanaakan Program Peremajaan sawit Rakyat (PSR).

“PSR dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sehingga produktivitas yang rendah akan semakin meningkat, sehingga pendapatan petani akan meningkat yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan Pekbun Sawit Rakyat,” kata Eddy.

Bagi BPDPKS penghargaan ini akan semakin mendorong BPDPKS dalam meningkatkan layanan dalam melaksanakan misinya meningkatkan kesejahteraan pekebun sawit rakyat

Selain BPDPKS sebagai penerima Penghargaan Special Achievement for Outstanding Program in Local Community Economic Empowerment for Cooperative and Small Medium Enterprise Palm Oil beberapa pemenang Indonesia CSR Award 2021 antara lain : PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk, PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank CIMB Niaga Tbk. PT Bank Sinarmas Tbk. PT Wahana Ottomira Multiartha Tbk. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. PT Cikarang Listrindo Tbk. PT Satria Antaran Prima Tbk. PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. PT XL Axiata Tbk. PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. PT Bumi Serpong Damai Tbk. PT Polytama Propindo PT Astra International Tbk. Dan PT Astra Agro Lestari Tbk.

Sumber : https://news.majalahhortus.com/bpdpks-raih-penghargaan-indonesia-csr-award-2021/ 

Tuesday, July 13, 2021

Aneka Siasat Bank Genjot Porsi Kredit UMKM


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mendorong perbankan lebih gencar menyalurkan kredit ke pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). BI bahkan akan menaikkan target porsi kredit ke UMKM, dari 20% menjadi 30% dari total nilai penyaluran kredit perbankan.

Per Mei 2021, BI mencatat, penyaluran kredit ke UMKM baru mencapai Rp 1.024,4 triliun. Nilai itu setara 18,58% dari total portofolio kredit industri perbankan yang senilai Rp 5.512,2 triliun.

BI menyatakan, pemenuhan porsi kredit UMKM dari 20% menjadi 30% akan dilakukan bertahap hingga tahun 2024. Agar memenuhi terget tersebut, bank bisa menempuh sejumlah strategi selain menyalurkan kredit secara langsung. Misalnya, bermitra dengan fintech peer to peer lending (p2p lending), Permodalan Nasional Madani (PNM), Pegadaian, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan lainnya. Juga bisa lewat pembiayaan surat berharga yang penggunaan dananya untuk pembiayaan inklusif.

Direktur Utama Bank Neo Commerce (BBYB) Tjandra Gunawan bilang, untuk penyaluran kredit UMKM, Bank Neo bekerjasama dengan sekitar sembilan fintech untuk menyalurkan pembiayaan produktif, modal kerja dan pembiayaan konsumtif. "Kami harapkan ini dapat membantu pelaku UMKM untuk beroperasi lebih efisien," ujarnya, kemarin (13/7).

Untuk pembiayaan produktif, Bank Neo bekerja sama dengan Crowdo, Esta Kapital, Restock.id, dan Modal Rakyat. Sedangkan untuk pembiayaan konsumtif, bank ini bekerja sama dengan Finmas dan Kredito, dan dalam jangka waktu dekat Kredit Cepat, Finplus, Danai.id dan Bantusaku.
Tjandra menargetkan dapat menyalurkan kredit hingga akhir 2021 senilai Rp 750 miliar melalui kemitraan dengan 15 hingga 20 entitas fintech.

Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP (NISP) Parwati Surjaudaja menyatakan bahwa segmen UMKM punya tantangan tersendiri. Terlebih saat kondisi ekonomi dan pandemi saat ini telah berdampak bagi pelaku UMKM. "Rasio kredit UMKM di OCBC sebesar 16% dari total kredit. Kami tetap optimistis ini akan menjadi satu core nasabah yang akan kami bina," ujar Parwati, Selasa (13/7).

Bergantung konsumsi

Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) juga berkomitmen tetap salurkan kredit UMKM meskipun mendapatkan mandat untuk tetap fokus di sektor properti. Direktur Risk Management and Transformation Bank BTN Setiyo Wibowo bilang, strategi ke sektor UMKM akan difokuskan pada ekosistem perumahan.

"Mulai dari pengembang kecil, para kontraktor, supplier bangunan, toko bangunan, dan lainnya yang menjadi bagian dari ekosistem perumahan. Sebagian besar akan dikerjakan oleh BTN sendiri, atau kerjasama dengan institusi lain," ujar Setiyo.

Adapun Direktur Bank Central Asia Tbk (BBCA) Vera Eve Lim mencermati bahwa faktor yang mendorong pertumbuhan kredit UMKM bergantung pola konsumsi masyarakat yang juga berdampak pada kebutuhan modal kerja. "Dukungan BCA terhadap UMKM diimplementasikan dengan gerakan Bangga Lokal yang sejalan dengan program pemerintah yakni gerakan Bangga Buatan Indonesia," kata dia kepada KONTAN.
STsetara dengan 13,03% dari total kredit BCA senilai Rp 586,8 triliun pada kuartal pertama tahun 2021.

Sumber : https://insight.kontan.co.id/news/aneka-siasat-bank-genjot-porsi-kredit-umkm

Wednesday, June 23, 2021

Strategi UMKM di Era Digital dan Pandemi Covid-19


 Denpasar (bisnisbali.com) –Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Denpasar. Sekurangnya terdapat 32 ribu pelaku UMKM yang terpukul selama pandemi.


“Karenanya dalam pandemi saat ini dituntut untuk kreatif dan inovatif dari penciptaan produk hingga memasarkan produk dengan persaingan yang semakin ketat,” kata Ketua Dekranasda Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara dalam Webinar dengan tema “Strategi Kebangkitan UMKM Kota Denpasar dalam Era Digital Menuju Indonesia Maju” yang diikuti para UMKM dan Pimpinan OPD terkait.

Ia mengatakan dalam masa pandemi saat ini belanja online menjadi pilihan masyarakat untuk menghindari kerumunan dan promosi yang ditawarkan. Kemajuan dalam dunia bisnis ini menjadi sebuah momentum UMKM melakukan transformasi ke dalam ekosistem digital. Ada strategi dengan menyajikan produk dari video vlog hingga melihat perkembangan dalam media sosial sebagai ruang kreatif promosi.

“Tentu hal ini telah menjadi strategi kreatif dari pelaku UMKM tidak saja mempromosikan produk di daerah namun juga mampu menjangkau pemasaran hingga nasional dan internasional,” ujarnya.

Diakui terdapat kendala bagi beberapa UMKM melihat peluang digital ini, sehingga dibutuhkan sinergitas bersama dari pemerintah hingga akademisi memberikan peluang, hingga strategi dalam mempromosikan produk UMKM.

“Dalam webinar ini nantinya para pelaku UMKM dapat bertukar pikiran bersama para pengisi materi yang membahas strategi hingga kiat sukses mempromosikan produk melalui digital,” ucap Sagung Antari.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa webinar ini sebagai penjabaran misi pertama RPJMD Denpasar yakni meningkatkan kemakmuran masyarakat Kota Denpasar melalui peningkatan kualitas pelayanan, pendidikan, kesehatan dan pendapatan masyarakat yang berkeadilan.

Dalam kesempatan tersebut pembicara utama Ayu Gede Willdahlia mengatakan, story telling produk menjadi hal sangat penting dalam membuat penyampaian pesan dalam promosi produk. Langkah ini bisa dilakukan dengan pembuatan vlog dan melihat kondisi yang sebenarnya serta tidak mengurangi makna dari produk itu sendiri. “Sajikan sebuah cerita dalam pola pikir penyampaian pesan yang efektif dalam memberikan daya tarik produk dan tentunya tidak mengurangi makna dari produk,” ujarnya.

Sumber : http://bisnisbali.com/strategi-umkm-di-era-digital-dan-pandemi-covid-19/

Thursday, June 17, 2021

Cetak Sejarah Baru, FKDB Ekspor Tempe Azaki ke Jepang


 WE Online, Jakarta - Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) mencatatkan sejarah dengan berhasil mengekspor produk makanan khas Indonesia yakni tempe ke Jepang, melalui unit usaha binaannya yaitu Rumah Tempe Azaki Bogor dengan bekerjasama dengan PT Arumia Kharisma Indonesia dan Kobe Bussan.,Co.Ltd Japan.


Acara seremonial pelepasan 4,8 ton ekspor tempe ke Jepang dilaksanakan secara langsung dari lokasi gudang cold storage Komplek Pergudangan Bosco, Penjaringan, Jakarta Utara dan juga disiarkan secara virtual di Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo.

Sementara itu, turut hadir dalam acara ini yaituDirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Didi Sumedi (via aplikasi zoom), Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Hari Widodo, dan Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan, Luther Palimbong, kemudian Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH)-Kris Budihardjo, Ketua Forum Tempe Indonesia, Made Astawan, BPOM Pusat, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, Ganjar Gunawan.

Dalam sambutannya, semua pejabat mengapresiasi keberhasilan FKDB dalam membina UKM tempe hingga bisa memenuhi pasar ekspor.

Hal ini dibuktikan dengan diterimanya Tempe Azaki di Jepang sehingga menjadikan Tempe Azaki sebagai produk yang mumpuni. Dengan pencapaian tersebut, Rumah Tempe Azaki dianggap sebagai survival inovation bagi UKM lainnya dalam arti memberikan motivasi kepada UKM-UKM tempe khususnya kepada 35 pengrajin tempe di wilayah Kota Bogor.

Selanjutnya, dengan pelaksanaan ekspor tempe ini, Kementerian Perdagangan merasa bangga karena bertambah lagi komoditas produk pangan yang bisa tembus pasar internasional terlebih ditengah masa pendemi Covid-19.

Pemerintah pun siap mendukung penuh FKDB dengan Rumah Tempe Azaki nya untuk bisa mengembangkan pasar ekspornya ke negara-negara lainnya agar volume ekspornya terus tumbuh dan meningkat.

Adapun, Ayep Zaki, Ketua Umum FKDB menyampaikan, pihaknya akan terus komitmen dengan program ekspor berbasis UKM.

"Di awali dengan produk tempe ini dan menyusul untuk produk-produk lain berbasis perkebunan dan peternakan," ucap Zaki, dalam keterangannya, Kamis (17/6/2021).

Sumber : https://www.wartaekonomi.co.id/read346350/cetak-sejarah-baru-fkdb-ekspor-tempe-azaki-ke-jepang

Monday, June 14, 2021

Presiden Minta Digitalisasi UMKM Dipercepat


JAKARTA, DDTCNews-Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajarannya untuk mempercepat upaya mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masuk ke ekosistem digital.

Arahan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Rapat Terbatas mengenai Hilirisasi Ekonomi Digital, Kamis (10/06/2021), di Istana Merdeka, Jakarta.

“Bapak Presiden meminta ada percepatan digitalisasi UMKM. Tadi sudah disepakati karena ini lintas sektoral, akan dibentuk PMO, semacam manajemen profesional yang akan mengoordinasikan proses digitalisasi,” ujar Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki.

Pemerintah menargetkan 30 juta pelaku UMKM dapat masuk ke dalam ekosistem digital pada 2024. Untuk mencapai target tersebut, Presiden Jokowi meminta jajaran terkait menerapkan strategi yang proaktif guna mendorong pelaku UMKM masuk ke ekosistem digital.

“Bapak Presiden tadi sudah mengarahkan, karena waktu tinggal 3 tahun, harus ada strategi yang proaktif, jemput bola untuk melakukan pendampingan, kurasi produk, sampai ke SDM-nya supaya pembiayaan sampai mereka bisa di onboarding di e-commerce,” sambung Teten.

Berdasarkan data dari Asosiasi E-Commerce Indonesia (iDEA) per Mei 2021, jumlah pelaku UMKM yang sudah onboarding di e-commerce baru sebanyak 13,7 juta pelaku atau sekitar 21% dari total UMKM yang ada di Tanah Air.

Sementara itu, Deputi Bidang Pembiayaan, Kemenkop UKM, Hanung Harimba Rachman mengatakan platform digital dapat memberikan dampak yang baik dan berkelanjutan bagi UMKM.

Mengutip data Asian Development Bank, tahun lalu terdapat 48,6% UMKM tutup sementara karena pandemi virus Corona, sementara 30% UMKM yang bertahan mengalami penurunan permintaan.

Meski pun perekonomian sedang lesu, platform digital, terutama e-commerce, membawa angin segar bagi UMKM untuk melanjutkan bisnis mereka. Mengutip survei dari Sea Insight pada Juni 2020, 54% UMKM memanfaatkan media sosial untuk berjualan online.

Sementara UMKM yang berjualan di e-commerce mencapai 45%. Total transaksi di e-commerce pada 2020 lalu meningkat 36% dibandingkan dengan 2019, menurut data Bank Indonesia per November 2020. Transaksi di e-commerce tahun lalu mencapai Rp286,9 triliun.

Sumber : https://news.ddtc.co.id/presiden-minta-digitalisasi-umkm-dipercepat-30484 

Thursday, June 10, 2021

50 Pelaku UKM di Bolmong Ikut Pelatihan Digital Entrepreneurship Academy


 PortalBMR, BOLMONG — Pemkab Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memfasilitas untuk pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) tahun 2021 bagi 50 pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM).


Pelatihan itu bekerjasama dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP) Manado, yang berlangsung selama dua hari.

Pelatihan itu dibuka Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan dan Kesra Zainudin Paputungan mewakili Bupati Bolmong Dra, Hj Yasti Soepredjo Mokoagow di Hotel Sutan Raja Kotamobagu Kamis 10 Juni 2021.

Zainudin dalam saat menyampaikan sambutan Bupati mengatakan, Pemkab menyambut baik serta memberikan apresiasi kepada Kepala BPSDM Kominfo selaku pelaksana kegiatan. Kegiatan ini sangat penting dan strategis sebagai sarana dan wahana dalam rangka menghadapi era global dan milenial yang penuh kompetensi saat ini. “Pandemi Covid-19 saat ini berimbas kepada perekonomian masyarakat yang menurun drastis, terutama di empat sektor yakni pariwisata, perdagangan, manufaktur dan pertanian,” kata Zainudin saat menyampaikan sambutan.

Meski begitu lanjutnya, prospek bisnis di masa pandemi tetap meningkat. Seperti bisnis online yang mencapai angka 400 persen, penjualan pulsa 1.000 persen, logistik meningkat 400 persen dan produk kesehatan dan kecantikan mengalami peningkatan 800 persen. Pelatihan ini merupakan salah satu upaya dalam rangka membangkitkan kembali sektor perekonomian yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 7 tahun 2021 tentang kemudahan perlindungan dan pemberdayaan koperasi UMKM

Dengan ditetapkannya Peraturan pemerintah ini, pemberian kemudahan, perlindungan dan pemberdayaan bagi Koperasi dan UMKM dapat lebih optimal, komprehensif dan dapat terkoordinasi dengan baik,” ungkapnya.

Perkembangan teknologi informasi dan konunikasi merupakan suatu hal yang harus ada dan diikuti masyarakat modern saat ini. Terutama dalam menghadapi era globalisasi dan revolusi industri 4.0. “Untuk membangun SDM yang unggul dan handal, Pemkab Bolmong saat ini mendorong para pelaku UMKM maupun calon wirausahawan agar selalu kreatif, inovatif dan produktif serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi di situasi pandemi covid-19,” tuturnya.

Di tahun 2021 ini kata dia, merupakan tahun pemulihan pandemi Covid-19. Dimana pemerintah pusat telah memberikan stimulus ekonomi untuk mendongkrak perekonomian bagi pelaku UMKM di daerah, sehingga pelatihan DEA tentunya akan membuka dan menambah wawasan, sekaligus berinovasi dalam konteks kewirausahaan yang bersifat digital dengan memanfaatkan media digital dengan teknologi mutakhir. “Selain itu, Kepada Dinas Koperasi dan UMKM Bolmong saya meminta untuk membuatkan peta jalan yang jelas dan berkelanjutan. Agar pengembangan UMKM berbasis digital tak hanya selesai pada ruang pelatihan, tetapi hadir serta dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Bolmong,” sambungnya.

Terpisah, Kepala BPSDMP Kemeninfo Manado Cristiany Juditha menjelaskan, kegiatan DEA merupakan kegiatan digitalisasi untuk UMKM dari delapan academy yang menjadi program prioritas Kemenkominfo RI.

“DEA ini ditujukan secara khusus bagi pelaku UMKM, baik yang baru merintis atau yang sementara dirintis. Untuk program DEA ini bergerak di bidang pengembangan digital skill, ini yang membedakan dengan program pemerintah dan kementerian lainnya. Selain itu mengingat kominfo leading servicenya di bidang IT, jadi semua program yang ada dalam DTS ini semua mengangkat persoalan terkait peningkatan keterampilan digital, apalagi di masa pandemi yang suka atau tidak suka harus beralih ke digital,” bebernya

Kabupaten Bolmong kata dia, merupakan Kabupaten/Kota ke-tujuh dari sepuluh daerah target pelaksanaan DEA. “Animo masyarakatnya pun yang mengikuti DEA ini sangat tinggi, terutama di Bolmong banyak sekali yang mendaftar. Tapi mengingat saat ini masih pandemi covid-19, jadi kita hanya menetapkan kuota sebanyak 50 peserta,” pungkas Cristiany.

Sekadar diketahui, kegiatan pelatihan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Bolmong Sofyanto, Kepala Cabang Bank Mandiri Kotamobagu Maharani Teti, Kabid Persandian Diskominfo Bolmong Sutoyo Paputungan serta Kabid PIKP Harry Moka dan diikuti 50 peserta pelatihan.

Sumber : https://www.portalbmr.com/2021/06/50-pelaku-ukm-di-bolmong-ikut-pelatihan-digital-entrepreneurship-academy/

Sunday, May 30, 2021

UMKM RI Bisa Masuk Alibaba Cs, Begini Caranya


Jakarta - Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa menembus pasar global jika mau. Dengan begini keberadaannya bisa mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional lebih cepat.

Kepala Divisi Advisory Services Indonesia Eximbank Gerald Setiawan Grisanto mengatakan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) siap membantu UMKM agar dapat menembus pasar global sekaligus memfasilitasi agar produknya dapat dipromosikan di global marketplace seperti Alibaba cs.

LPEI memiliki peran yang lebih luas dibandingkan perbankan biasa karena mampu memberikan pembiayaan, penjaminan, juga jasa konsultasi yang dapat dilakukan secara beriringan. Peran tersebut diberikan kepada LPEI agar mampu mendorong pertumbuhan ekspor.

Gerald mengatakan untuk UMKM yang telah melakukan ekspor, memungkinkan mendapatkan pembiayaan komersial dari LPEI. Sementara bagi UMKM yang belum ekspor tapi sudah berorientasi ekspor, LPEI telah bersinergi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Bea Cukai untuk membantu melalui berbagai program.

"Salah satunya adalah program CPNE (Coaching Program for New Exporters) sehingga diharapkan para UMKM dapat melakukan ekspor, mampu mengelola bisnis lebih baik, dan memperkuat relasi," kata Gerald dalam keterangannya, dikutip Minggu (30/5/2021).

Usaha yang disupport dalam rangka ekspor, seperti UMKM yang menjadi supplier kepada eksportir. Jika UMKM belum melakukan ekspor, maka dapat mengikuti program jasa konsultasi dengan biaya yang sangat ringan. Tahun ini UMKM di daerah Solo, Bali, Medan, akan mendapatkan pelatihan dari LPEI.

Salah satu pelaku UMKM kerajinan Sumiaji, yang mendapat pelatihan dari program CPNE LPEI, mengaku sangat terbantu karena kini dapat melakukan ekspor, mampu mengelola usaha dengan lebih disiplin, juga memperoleh relasi yang lebih luas sehingga produknya dapat menembus pasar global.

"Pada 2014, kami ikut CPNE LPEI selama hampir satu tahun. Pada April 2015 kami sudah mampu melakukan ekspor perdana sebanyak satu kontainer. Produk kami di ekspor ke Ukraina, Amerika, juga negara Eropa. Semasa pandemi, kami tetap mampu melakukan ekspor hingga dua kontainer per bulan. Bahkan mendapat kontrak satu tahun untuk ekspor ke Malaysia. Kami mendapat banyak manfaat dari program CPNE LPEI," ujar dia.

Menurut Sumiaji, di masa pandemi ini dia pun aktif bersinergi berkolaborasi dengan para UMKM berorientasi ekspor lainnya, untuk bersama-sama membuka pasar dan mencari solusi jika ada kendala. Misalnya, bersama berbagi beban dalam hal pengurusan biaya kontainer untuk ekspor produk. Ini perlu dilakukan agar dalam proses ekspor tidak terjadi delay yang lama.

Berdasarkan pengalamannya tersebut, Sumiaji mengajak para UMKM agar mulai disiplin mengelola keuangan, melakukan pencatatan, karena hal itu menjadi salah satu syarat agar mereka mendapatkan dukungan dari LPEI.

"Terimakasih kepada LPEI yang sudah membantu, kami jadi paham proses ekspor, kami juga akan berbagi pengetahuan terkait ilmu ekspor ke UMKM lain. Banyak manfaat ikut program CPNE LPEI seperti berkesempatan ikut pameran, mengelola bisnis lebih baik, mendapat relasi untuk memperkuat bisnis," jelas dia.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5587792/umkm-ri-bisa-masuk-alibaba-cs-begini-caranya 

Friday, May 28, 2021

UMKM Lokal Diminta Pacu Kreativitas dan Produktivitas


 Mataram (Suara NTB) – Pandemi Covid-19 sebenarnya menyimpan peluang bagi para pelaku usaha yang jeli memanfaatkan situasi. Utamanya, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Untuk itu, UMKM lokal di NTB diminta untuk terus memacu kreativitas dan produktivitas di tengah pandemi ini.


Seruan itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy di Mataram, Kamis, 27 Mei 2021.

“Kita berharap, pandemi ini tidak menjadi halangan bagi para pelaku UMKM untuk terus memacu kreativitas dan inovasi, juga produktivitas,” serunya. Menurutnya, banyak jenis usaha yang justru berkembang pesat di tengah pandemi. Misalnya saja, usaha yang transaksinya berbasiskan teknologi daring alias online.

“Kalau kita cermati, banyak sekali pelaku usaha yang beralih ke sistim penjualan daring dan mereka bisa mendapatkan pelanggan yang lebih banyak. Itu perlu menjadi contoh bagi pelaku UMKM lokal,” ujarnya.

Melalui berbagai kebijakannya, Pemprov NTB sendiri, ujar Najamuddin, terus mendorong agar UMKM tumbuh meski di tengah pandemi. Salah satu kebijakannya adalah melalui program JPS Gemilang yang beberapa waktu lalu mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Presiden Joko Widodo. “Kami di Pemprov NTB meyakini, UMKM tidak boleh mati di era pandemi ini. Karena UMKM adalah salah satu aktor penting yang berperan dalam menguatkan perekonomian kita. Untuk itu, ayo kita terus mencari peluang, mencari inovasi baru dan tetap menjaga semangat dan produktivitas,” pungkasnya.

Sumber : https://www.suarantb.com/umkm-lokal-diminta-pacu-kreativitas-dan-produktivitas/

Monday, May 24, 2021

Bangkit di Tengah Pandemi, PLN Bantu 43.958 UMKM


Jatim Newsroom- PT PLN (Persero) mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bangkit di tengah pandemi Covid-19.


Dukungan PLN Grup terhadap UMKM dilakukan melalui bantuan pelatihan, peralatan usaha, dan pebinaan UMKM agar naik kelas. Hingga Mei 2021, melalui program kemitraan, PLN telah menyalurkan bantuan senilai Rp349 Miliar untuk 43.958 UMKM.

Sementara melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan selama masa pandemi, PLN telah menyalurkan bantuan senilai Rp59,3 miliar untuk 10.112 UMKM.

"UMKM adalah tulang punggung ekonomi bangsa. Dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, kami yakin mendukung UMKM akan membangkitkan ekonomi bangsa," ungkap Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam siaran tertulis , Senin (24/5/2021).

Program pembinaan UMKM ini diharapkan dapat mendorong peningkatan ekonomi mikro, kecil dan menengah, serta memberikan penguatan pada pendapatan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Program pembinaan UMKM mitra PLN di seluruh Indonesia terus digencarkan dengan mengedepankan digitalisasi, sehingga diharapkan UMKM Indonesia dapat berkembang semakin pesat dan Go Global.

Zulkifli menjelaskan bahwa dukungan ini merupakan komitmen PLN mengembangkan UMKM yang ada di Indonesia. Hal ini sejalan dengan tujuan ke-8 SDG’s (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan).

"Ini merupakan peran aktif kami untuk menciptakan pekerjaan layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui program PLN Peduli. Kami sangat senang melihat mitra binaan terus berkembang," ucap Zulkifli.

Sumber : http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/bangkit-di-tengah-pandemi-pln-bantu-43-958-umkm

Sunday, May 23, 2021

Tokopedia Play Dongkrak Transaksi UMKM 8 Kali Lipat


JAKARTA,
investor.id - Tren transaksi dan belanja langsung (live shopping) produk usaha mikro, kecil, dan menengahj (UMKM) melalui kanal video streaming Tokopedia Play tercatat melonjak signifikan hingga delapan kali lipat sepanjang Ramadan 2021.


“Terlihat dari kenaikan jumlah penonton kanal video streaming Tokopedia Play hingga enam kali lipat selama Daily Ngabuburit Serba Rp 20 Ribu yang disiarkan sepanjang Ramadan 2021,” ujar External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya, dikutip Minggu (23/5).

Secara umum, lanjut dia, ada peningkatan lebih dari tujuh kali lipat pada total views di Tokopedia Play selama bulan Ramadan lalu. “Hal ini pun turut mendorong peningkatan jumlah transaksi penjual di Tokopedia yang hampir 100% UMKM hingga lebih dari delapan kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya,” imbuhnya.

Kategori produk kecantikan, makanan dan minuman, handphone dan tablet, serta buku di Tokopedia Play yang paling diminati masyarakat selama mengikuti Daily Ngabuburit Serba Rp 20 Ribu pada Ramadan lalu.

Berbagai kenaikan transaksi tersebut didorong oleh sederet nilai tambah yang telah dihadirkan Tokopedia untuk membuat pengalaman live shopping yang lebih menarik, relevan, dan mudah.

Salah satunya, Tokopedia memberikan kemudahan dalam berbelanja berbagai kebutuhan dengan harga sangat terjangkau pada kampanye Daily Ngabuburit Serba Rp 20 Ribu, mulai dari fesyen, kecantikan, kebutuhan rumah tangga, peralatan olahraga, kendaraan motor, hingga emas hanya Rp 20.000.

“Selain itu, para penjual kini sudah bisa menghasilkan karya video secara mandiri dengan memanfaatkan fitur Live dan video on demand di Tokopedia Play,” tutur Ekhel.

Masyarakat juga sudah bisa menikmati pengalaman browsing video yang lebih mulus serta bisa melihat pilihan produk lebih mudah karena langsung ditampilkan pada live room Tokopedia Play.

Adanya fitur Picture in Picture (PIP) di Tokopedia Play juga telah mendorong naiknya jumlah penonton. Lewat fitur ini, masyarakat bisa menonton konten video kreatif di Tokopedia Play sambil berbelanja.

“Tokopedia Play menjadi upaya Tokopedia dalam berinovasi di tengah era social-commerce, era di mana masyarakat berbelanja sambil mencari inspirasi, atau sebaliknya agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tutup Ekhel.

Tokopedia, perusahaan teknologi Indonesia, memiliki misi mencapai pemerataan ekonomi secara digital. Visi Tokopedia adalah membangun sebuah super ecosystem di mana siapa pun bisa memulai dan menemukan apa pun.

Saat ini, Tokopedia memberdayakan jutaan penjual dan pengguna melalui marketplace dan produk digital, fintech dan pembayaran, logistik dan fulfillment, serta Mitra Tokopedia.

Sumber : https://investor.id/it-and-telecommunication/tokopedia-play-dongkrak-transaksi-umkm-8-kali-lipat

Tuesday, May 18, 2021

Bangkit dari Pandemi, Libatkan Pengusaha Menumbuhkan Enterpreneur Baru


Mataram (Suara NTB) – Tidak ada yag tahu, kapan Covid-19 ini akan berakhir. Tetapi tidak lantas harus menyerah pada keadaan. Tidak ada pilihan, wirausaha harus bangkit. Wirausaha harus kreatif dan memiliki keunggulan produk. Demikian petikan diskusi media dengan pengusaha property senior, Drs. H. Izzat Husein, MM.


Pandemic Covid-19 ini belum dapat diprediksi, kapan ujungnya. Dampaknya sangat dahsyat terhadap seluruh lini. Dampak ini juga dirasakan global. Owner PT. Lombok Royal Property ini mengatakan, usaha dan ekonomi harus digerakkan. Meskipun sangat berat. Menurutnya, harus saling bahu membahu. Pemerintah, dengan seluruh stakeholders untuk menggerakkan kembali sendi-sendi ekonomi.

Izzat Husein terutama sekali menyorot wirausaha sebagai tulang punggung perekonomian. Bangkit di tengah pandemi ini menurutnya tidak bisa ikut-ikutan. “Misalnya di Kota Mataram, ada buka warung kopi, ikut buka warung kopi. Ada buka cafĂ©, yang lain ikut-ikutan buka cafe. Ikut-ikutan ini yang usia usahanya tidak bertahan lama. Karena itu, ini harus diatur, pemerintah juga punya peran di sana,” ujarnya.

Harus ada gerakan revolusi untuk mendongkrak keberadaan Usaha Kecil Menengah (UKM) ini. Harus ada keunggulan produk menurutnya. Harus ada nilai lebih dari produk-produk yang usahanya sudah ada. Apalagi usaha-usaha di NTB harus mengikuti usaha-usaha yang sudah banyak di Pulau Jawa. “Lebih-lebih kalau bahan baku produknya dari Jawa. Tidak bisa membuat produk yang sama. Harus tetap ada keunggulan yang dibuat. Karena pangsa pasar kita tidak skalanya NTB saja, pangsa pasarnya keluar NTB, kan cara pemasarannya sekarang sudah tidak lagi konvensional. Tidak ada sekat untuk kita memasarkan produk hanya di dalam daerah saja. Karena itu harus ada keunggulan produknya,” imbuhnya.

Jika memungkinkan, wirausaha bisa melakukan studi banding ke usaha-usaha sukses yang sudah ada. Study banding bisa dilakukan secara langsung, atau bisa juga secara virtual. Izzat Husein menambahkan, untuk menumbuhkan wirausaha ini, bisa juga dilibatkan pengusaha-pengusaha lokal yang sudah sukses untuk saling memotivasi dengan wirausaha-wirausaha baru.

Pengusaha dimaksud tentu pengusaha lintas usaha. Tergantung kebutuhan. Misalnya, pengusaha property juga bisa dilibatkan. Bagaimana UKM memanfaatkan peluang usaha di ceruk-ceruk pasar yang ada di komplek yang dibangun oleh pengembang. “Mana saja proyek-proyek pengembang. Apa saja usaha-usaha yang bisa dilakukan. Pengembang bisa berbagi. Ada 20.000 rumah setahun yang bisa jadi pangsa pasarnya. Pemerintah di sini hadir. Jembatani UKM-UKM kita saling memotivasi. Saya kira pengusaha-pengusaha ini memiliki tanggung jawab moral untuk saling mensupport dengan UKM-UKM baru ini,” imbuhnya.

Ia melihat, minim sekali dunia usaha dilibatkan. Padahal pengusaha-pengusaha ini bersedia saling berbagi resep berbisnis, atau merebut peluang usaha. Tanpa harus dibayar sekalipun. “Bila perlu, pengusaha-pengusaha yang sudah eksis ini bisa jadi ayah angkat usaha-usaha baru. Sehingga usaha-usaha baru ini bisa berdaya saing. Tidak sekedar asal-asalan,” tambahnya. Ide yang disampaikannya ini, jika dilakukan harapannya dapat menggerakkan kembali sendi-sendi ekonomi ditengah pandemi. Pemerintah punya peran strategis dalam hal ini sebagai jembatan.

Sumber : https://www.suarantb.com/bangkit-dari-pandemi-libatkan-pengusaha-menumbuhkan-enterpreneur-baru/