Showing posts with label cyberawareness. Show all posts
Showing posts with label cyberawareness. Show all posts

Thursday, February 4, 2021

DPR Minta Perbankan Lebih Kencang Kucurkan Kredit ke UMKM

Pengunjung melihat produk UMKM di Jakarta, belum lama ini. Bisnis - Abdurachman

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pelaku industri perbankan agar lebih meningkatkan penyaluran kredit ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto mengatakan penyaluran kredit kepada pelaku usaha di Tanah Air, khususnya sektor UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus lebih ditingkatkan.

“Terkait dengan penyaluran kredit pelaku usaha Tanah Air, di samping itu juga menjadi tulang punggung atau kunci dalam pemulihan ekonomi nasional,” katanya seperti dilansir Antara, Jumat (5/2/2021).

Dito juga menyampaikan perbankan memiliki peran penting dalam mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari dampak pandemi Covid-19.

“Mitigasi risiko perlu dilakukan secara cermat terhadap dampak dari pandemi Covid-19 dan dengan faktor ketidakpastian kapan selesainya, maka dibutuhkan kebijakan yang kuat dalam rangka akselarasi pemulihan ekonomi nasional,” kata Dito.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan hingga 31 Desember 2020 pihaknya telah menyalurkan kredit PEN sebesar Rp66,6 triliun dengan jumlah 268.859 debitur. Adapun subsidi bunga untuk UMKM sebesar Rp1,26 triliun untuk 723.929 rekening.

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini menjelaskan sepanjang 2019-2020 terjadi pertumbuhan kredit KUR sebesar 33,6 persen tahun 2020 (yoy), peningkatan jumlah debitur sebesar 76 ribu.

Kemudian terdapat kenaikan penyaluran KUR dari Rp16,5 triliun menjadi Rp22 triliun. Dia menyebutkan tentunya penyaluran KUR yang agresif ini dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian yang tercermin dari NPL yang hanya di kisaran 0,2 persen.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 yang saat ini berada di level Rp533,1 triliun meningkat hingga Rp619 triliun.

Meski demikian, Sri Mulyani tidak memaparkan secara detail mengenai bidang yang akan mendapat tambahan anggaran namun berdasarkan penjelasan menyebutkan alokasi Rp533,1 triliun belum termasuk bidang insentif perpajakan.

Sri Mulyani menuturkan pemerintah berencana mengalokasikan dana untuk insentif pajak dalam paket anggaran PEN 2021 yang jumlahnya sekitar Rp42 triliun hingga Rp60 triliun.


sumber : https://finansial.bisnis.com/read/20210205/90/1352746/dpr-minta-perbankan-lebih-kencang-kucurkan-kredit-ke-umkm



Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

Dukung UMKM, Tokopedia Gelar Festival Produk Lokal Kota Batu 2021


Tokopedia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan menggelar Festival Produk Lokal Kota Batu 2021. Festival ini digelar di marketplace Tokopedia dalam rangka mendorong kemajuan produk Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu Eko Suhartono menyampaikan pandemi yang berkepanjangan sejak tahun 2020 lalu menyebabkan perekonomian di Kota Batu mengalami penurunan.

Oleh karena itu, Ia berharap festival ini dapat menjadi dukungan bagi pelaku UMKM untuk bertahan dan berevolusi. Menurut Eko, pembeli disuguhi dengan berbagai kemudahan belanja dan penawaran menarik melalui platform Tokopedia dalam kerja sama ini.

"Adanya pandemi ini menyebabkan terjadinya pergeseran pemasaran dari konvensional ke media digital, festival ini menjadi media UMKM Kota Batu untuk membuka peluang pemasaran yang lebih luas," kata Eko dalam keterangan tertulis, Jumat (5/2/2021).

Dalam kesempatan ini Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko turut menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Ia pun berharap pendapatan UMKM Kota Batu dapat meningkat dan terus bertumbuh.

"Alhamdulillah, hari ini Pemkot Batu bersama Tokopedia mengadakan kerja sama sebagai upaya menjadikan UMKM Kota Batu lebih luas lagi, tidak hanya nasional bahkan bisa internasional," ujar Dewanti.

Tak hanya itu, Dewanti pun memborong beberapa produk makanan UMKM Kota Batu. Mulai dari keripik tempe, wedang pokak, minuman sari buah, dan lainnya.

Secara simbolis Dewanti menerima paket pesanan yang telah dibeli melalui jasa ekspedisi. Ia pun berharap semua kemudahan ini dapat membantu UMKM di Kota Batu untuk terus bertumbuh.

"Saya harap, kualitas, harga dan pelayanan UMKM dapat terus dijaga, sehingga pembeli bisa tetap puas dengan barang yang telah dipesan," tuturnya.

Sebagai informasi Festival Produk Lokal Kota Batu digelar mulai dari 1 hingga 5 Februari 2021. Festival ini menampilkan ratusan produk berkualitas dari puluhan UMKM lokal Kota Batu.



sumber : https://news.detik.com/berita/d-5362199/dukung-umkm-tokopedia-gelar-festival-produk-lokal-kota-batu-2021


Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

Quick Insight, Layanan Riset Pasar untuk Startup dan UKM

bisnis ukm

Untuk memahami pasar dan mempunyai daya saing, kalangan bisnis membutuhkan data dan informasi tentang pasar. Namun, tidak semua perusahaan mengetahui harus mencari kemana, apalagi mempunyai akses langsung terhadap sumber data. Lantas, biasanya mereka menggunakan jasa perusahaan riset untuk mendapatkan data atau fakta pasar yang akurat dan terkini.

Namun tak jarang kebutuhan ini terkendala biaya. Pada umumnya riset pasar membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sementara informasi dan data sangat dibutuhkan untuk membuat keputusan strategis perusahaan.

Merespon kebutuhan pasar tersebut, Central Insight menawarkan Quick Insight, sebuah paket jasa riset pasar dengan harga yang sangat terjangkau. Quick Insight dilakukan dengan metode riset sekunder dengan harga mulai Rp. 500.000. Paket jasa riset yang ekonomis ini mencakup pencarian data dan informasi, serta membuat laporan dari hasil temuannya. Harga mulai dari Rp. 500.000, dapat berubah tergantung dari pekerjaan yang dilakukan, karena permintaan klien berbeda-beda dan dikerjakan secara customized.

Quick Insight ditargetkan melayani kebutuhan riset pasar yang mendasar seperti data market size, volume dan nilai impor suatu produk, mencari distributor,informasi mengenai kandungan atau kemasan suatu produk, proses pendaftaran di lembaga yang mengeluarkan sertifikat, dan sebagainya.

Sejatinya, tidak semua kebutuhan akan riset pasar berupa riset yang mendalam dengan cakupan yang luas –jenis riset yang juga dilayani oleh Central Insight. Jenis riset ini tentu membutuhkan biaya yang besar dan relatif hanya perusahaan besar yang sanggup membiayainya.

Sementara perusahaan startup mapun kecil dan menengah membutuhkan tipe riset yang berbeda. Mereka membutuhkan informasi dasar, sesuai dengan bisnis dan juga budget riset pasar yang mampu mereka alokasikan. Namun tidak berarti perusahaan besar tidak membutuhkan jasa seperti ini. Perusahaan kategori ini bisa saja membutuhkan riset awal yang mendasar sebelum kemudian memutuskan melakukan riset yang mendalam.

Selain startup dan UKM, riset semacam ini cocok bagi kalangan akademisi, baik mahasiswa Strata dua dan Strata tiga yang sedang melakukan riset untuk keperluan penyusunan tesis; maupun peneliti, terutama peneliti yang berkaitan dengan tema bisnis.

Membantu UKM yang selama ini tidak mampu mengakses jasa riset pasar merupakan salah satu misi Central Insight yang portofolio kliennya didominasi perusahaan asing dari luar Indonesia. Dengan senang hati, manajemen Central Insight membantu UKM untuk dapat lebih memahami pasar, baik pasar secara keseluruhan, pelaku pasar, produk, maupun proses bisnis. Central Insight mendukung UKM untuk meningkatkan daya saing mereka dengan memahami pasar sebagai langkah pertama.

Jika selama ini Central Insight banyak membantu perusahaan dari luar negeri untuk memahami pasar Indonesia sehubungan rencana mereka melebarkan sayap bisnisnya ke Indonesia, dengan Quick Insight, Central Insight ingin lebih menyeimbangkan peranannya dalam dunia bisnis Indonesia. Pengalamannya di berbagai sektor industri merupakan kekayaan yang ingin dibagikan kepada UKM Indonesia.

Central Insight adalah perusahaan yang bergerak di bidang riset pasar dan konsultasi bisnis yang berfokus pada pasar Indonesia. Central Insight baru berdiri 3 tahun yang lalu, namun tim manajemennya terdiri dari para profesional yang sudah berkecimpung di bidang riset pasar dan konsultasi bisnis selama lebih dari 20 tahun.



sumber : https://swa.co.id/swa/trends/qiuck-insight-layanan-riset-pasar-untuk-startup-dan-ukm


Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

Terdampak Pandemi COVID-19, UKM Pangandaran Perlu Dukungan

Ilustrasi pandemi Corona (ilustrator: Edi Wahyono)
Mayoritas pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Pangandaran selama ini kurang tersentuh dukungan, baik dari pemerintah dan lembaga lainnya. Padahal potensi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang dimiliki Kabupaten Pangandaran cukup tinggi, terutama usaha yang bergerak di bidang agrobisnis dan kelautan.

"Itulah sebabnya kami bertekad untuk bangkit memperkuat lembaga untuk selanjutnya berkiprah mendorong kemajuan pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Pangandaran," kata Caretaker Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Pangandaran Yayan Sugiantoro usai menggelar pertemuan dengan pengurus Karang Taruna Pangandaran di Kecamatan Parigi, Pangandaran, Kamis (4/2/2021).

Meski enggan menjelaskan dengan rinci, Yayan mengakui organisasi Kadin saat ini tengah mengalami sedikit permasalahan. "Kami tak ingin membahas itu, namun kami lebih fokus kepada langkah dan kiprah nyata Kadin untuk menjadi mitra pemerintah membantu pelaku usaha," kata Yayan.

Terlebih di tengah dampak buruk ekonomi akibat pandemi COVID-19, para pelaku usaha di Pangandaran sangat membutuhkan dukungan. "Kadin harus hadir di tengah kesulitan yang dialami para pelaku usaha akibat Pandemi, makanya kami segera melakukan konsolidasi organisasi agar bisa segera bergerak. Termasuk bersilaturahmi dengan Karang Taruna, ini menjadi bagian langkah persiapan kami," tutur Yayan.

Menurut Yayan, Karang Taruna menjadi mitra strategis bagi Kadin karena merupakan wadah pemuda yang diharapkan menjadi pelaku dan penggerak ekonomi kreatif. "Kami pun akan segera menggelar musyawarah Kadin tingkat Kabupaten agar Kadin bisa segera bergerak," kata Yayan.

Ketua Karang Taruna Pangandaran Dede Supratman menyatakan apresiasi atas langkah Kadin Pangandaran yang mulai melakukan pergerakan untuk mendukung pelaku UKM yang tengah kelimpungan akibat dampak pandemi COVID-19. "Ini selaras dengan program karang taruna yakni mengembangkan ekonomi kreatif pemuda dan kewirausahaan," ucap Dede.



sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5361302/terdampak-pandemi-covid-19-ukm-pangandaran-perlu-dukungan

 

Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

KoinWorks bantu UKM kelola cash flow


KoinWorks menghadirkan inovasi bagi UKM agar mudah memperhatikan ​cash-flow perusahaan.

Hal ini karena dengan memiliki pengelolaan arus kas yang baik, UKM tidak hanya dapat menjaga stabilitas bisnisnya, tetapi berbagai peluang pengembangan bisnis pun dapat diperoleh dengan lebih mudah.

“Pada dasarnya manajemen keuangan merupakan hal yang sangat penting dimiliki tidak hanya oleh pebisnis, tetapi juga dalam hal urusan keuangan pribadi sekalipun. Untuk bisnis sendiri, pengelolaan keuangan yang baik seperti salah satunya dengan mengelola & meningkatkan kelancaran ​cash-flow bisnis dapat memberikan beberapa keuntungan seperti memprediksi terjadinya kondisi ​shortfall pada bisnis, sebagai dasar pengambilan keputusan untuk hal-hal terkait bisnis, juga meningkatkan reputasi perusahaan terutama apabila memiliki rencana untuk mengembangkan usaha baik melalui pengajuan kredit maupun kerjasama atau kolaborasi usaha,” ujar Chief Operating Officer, KoinWorks ​Bernard Arifin​.

Mengutip dari pendapat salah satu pelaku UKM, Jonathan Kho atau Om Botak pada acara Online Media KOINversation KoinWorks, diketahui banyak pelaku UKM yang memiliki masalah dalam hal mengatur kelancaran cash-flow salah satunya diakibatkan dari masih seringnya mereka mencampur antara rekening dana pribadi juga rekening bisnisnya. Padahal, memisahkan dana pribadi & bisnis merupakan hal yang sangat krusial dalam pengelolaan keuangan bisnis, sehingga setiap pemasukan & pengeluaran dapat tercatat & terkelola dengan rapi dan memudahkan saat melakukan analisa kondisi bisnis.

Selain itu, tantangan lain yang dihadapi oleh UKM dalam mengelola kelancaran arus kasnya juga disebabkan dari tertunda atau terlambatnya pembayaran invoice dari pelanggan, sehingga menyebabkan uang yang telah dikeluarkan sebagai modal usaha untuk memenuhi pesanan dari pelanggan tidak dapat dengan segera kembali digunakan untuk kebutuhan usaha.

Dalam hal ini, berbagai platform P2P Lending yang menyediakan pembiayaan produktif seperti KoinP2P di Super Financial Apps KoinWorks, yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UKM untuk memperoleh alternatif pembiayaan melalui skema Invoice Financing seperti salah satunya melalui produk KoinInvoice dari KoinP2P. Invoice Financing sendiri merupakan skema pembiayaan yang memanfaatkan iInvoice sebagai jaminan. Melalui skema ini, para pelaku UKM bisa mendapatkan fleksibilitas lebih dalam mengelola arus kasnya.

KoinWorks sebagai platform Super Financial App yang fokus menghadirkan berbagai inovasi & solusi finansial bagi para pelaku UKM pun memiliki beberapa produk lain yang dikembangkan dari permasalahan UKM terkait pengelolaan ​cash-flow bisnis tersebut.

Salah satunya melalui produk KoinGaji yang dikembangkan dari kebutuhan dari para pelaku usaha untuk memberikan tambahan benefit bagi karyawan dengan kemudahan mencairkan gajinya lebih awal atau ​salary advance, ​tanpa mengganggu cash-flow perusahaan, terutama apabila total jumlah pengajuan pencairan gaji oleh para karyawannya mencapai nilai yang cukup besar.

KoinWorks sendiri saat ini juga tengah menyiapkan solusi finansial terbaru bagi para pelaku UKM Indonesia yang memungkinkan para pelaku UKM untuk dapat mengakses layanan keuangan yang terintegrasi & ​seamless dengan berbagai tambahan manfaat terutama dalam hal pengelolaan keuangan bisnis, transaksi digital hingga meningkatkan kesempatan UKM untuk memperoleh akses pembiayaan hingga 10 kali lipat, melalui pemanfaatan inovasi terkini.


sumber : https://www.indotelko.com/read/1612440698/koinworks-flow


Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

Disperindag Jatim Akan Dampingi IKM/UKM Masuk Pasar Korsel

Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto (kiri) dan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan (Korsel) Sung Yun-mo usai menandatangani Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) di Seoul, Korsel, Jumat (18/12/2020). - Dok. Kementerian Perdagangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur memastikan kesiapannya untuk memberikan pendampingan, konsultasi maupun sosialisasi regulasi ekspor bagi pelaku industri/usaha kecil menengah (IKM/UKM) yang ingin menembus pasar ke Korea Selatan.


Kepala Disperindag Jatim, Drajat Irawan mengatakan IKM/UKM Jatim saat ini sudah memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar Korsel terutama setelah ditandatanganinya perjanjian kemitraan Indonesia - Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) Desember 2020.

“Berlakunya IK-CEPA menjadi peluang besar bagi Jatim untuk meningkatkan neraca perdagangan dengan Korsel, apalagi negara tersebut merupakan salah satu negara utama ekspor kita,” katanya, Kamis (4/2/2021).

Dia mengatakan potensi dari IK-CEPA ini didukung adanya penurunan bahkan penghapusan tarif, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan, fasilitas perdagangan, trade remedies, perdagangan jasa, hingga investasi.

Diketahui dalam IK-CEPA ini, Korsel akan mengeliminasi hingga 95,54 persen pos tarifnya, dan Indonesia mengeliminasi 92,06 persen pos tarifnya.

Sejumlah produk Indonesia yang tarifnya akan dieliminasi oleh Korsel adalah bahan baku minyak pelumas, stearic acid, t-shirts, blockboard, buah-buahan kering dan rumput laut. Sedangkan Indonesia akan mengeliminasi tarif untuk beberapa produk seperti gear box kendaraan, bantalan bola, dan paving, dan perapian atau ubin dinding.

“Komoditi potensial Jatim yang permintaannya cukup tinggi di Korea Selatan inilah yang harus didorong untuk bisa memenuhi standar produk layak ekspor,” imbuh Drajat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, tren perdagangan Jatim dengan Korsel selama 2016 - 2020 terus membaik meskipun masih defisit. Pada 2017, Jatim tercatat mengalami defisit US$441,12 juta, pada 2018 defisit US$10,08 juta, kemudian pada 2019 dan 2020 mengalami surplus dengan Korsel yakni masing surplus US$79,19 juta dan US$35,88 juta.

Sementara komoditi Jatim yang selama ini diekspor ke Korsel di antaranya seperti sisa dan skrap logam yang digunakan untuk pemulihan logam mulia selain emas dan platina, Monosodium Glutamate (MSG), lembaran kayu lapis selain bambu, kayu tropis, palm fatty acid distillate, tembaga yang dimurnikan untuk katoda dan bagian dari katoda, blockboard, laminboard dan battenboard, sisa skrap tembaga, tembaga pabrikasi untuk sigaret, dan obat, tidak untuk keperluan terapeutik atau profilaktik.

Sebaliknya Jatim kerap mengimpor produk Korsel seperti besi, kapal tanker, propylene copolymers, perahu penyelamat, bagian dari aksesori instrumen musik, tanki bahan bakar tidak dirakit untuk kendaraan bermotor, unit penukar panas yang dioperasikan secara elektrik, paduan aluminium yang tidak ditempa, dan seng tidak ditempa.

Dari sisi investasi Korsel di Jatim, selama 10 tahun terakhir ini setidaknya sudah ada 192 industri yang berdiri dengan total nilai investasi US$1,23 juta, di antaranya seperti Cheil Jedang Indonesia, Miwon Indonesia, Sam Bo, Sewon, Dwi Prima Sentosa, Daewoong Infion, Indoko, Indoko Sejahtera, Seng Dam Jaya Abadi, dan Cort Indonesia. Semua investasi tersebut tersebar di Surabaya, Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo dan Gresik.

Drajat menambahkan dengan adanya peluang peningkatan ekspor tersebut, UKM/IKM Jatim pun diharapkan bisa jeli melihat kondisi pasar dan mampu berkreasi dalam mengembangkan produk yang sesuai permintaan pasar.

“IK-CEPA merupakan platform kerjasama yang memberikan serangkaian keuntungan jika dimanfaatkan dengan tepat. Daya saing dan kesiapan menjadi faktor penentu apakah kita bisa menuai keuntungan atau justru kita hanya menjadi pangsa pasar,” imbuhnya.


sumber : https://surabaya.bisnis.com/read/20210204/532/1352210/disperindag-jatim-akan-dampingi-ikmukm-masuk-pasar-korsel


Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

Pintek menggandeng marketplace INTI untuk pembiayaan UKM SIPlah

ILUSTRASI. Pintek berkolaborasi bersama PT INTI (Persero)/INTI, salah satu mitra marketplace SIPLah untuk memberikan solusi permodalan bagi UKM/Vendor SIPLah dalam hal pengadaan barang kebutuhan sekolah.

Pintek, sebuah perusahaan teknologi finansial yang memberikan pembiayaan untuk sektor pendidikan, berkolaborasi bersama PT INTI (Persero)/INTI, salah satu mitra marketplace SIPLah untuk memberikan solusi permodalan bagi UKM/Vendor SIPLah dalam hal pengadaan barang kebutuhan sekolah. Dalam hal ini, Pintek memberikan pilihan pembiayaan kepada UKM/Vendor SIPLah yang terdaftar di INTI.

Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) dirancang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk dapat digunakan dalam pengadaan barang dan jasa sekolah yang dilakukan secara daring. SIPLah diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas serta pengawasan pengadaan barang dan jasa sekolah yang bersumber dari dana BOS. Sistem ini yang memfasilitasi UKM yang bergerak di bidang pendidikan untuk menyediakan kebutuhan sekolah seperti buku, seragam, barang elektronik, dan perlengkapan kebutuhan lainnya.

Pintek bersama INTI sosialisasikan program kerja samanya melalui acara “Pintek BizTalk: Kembangkan Skala Bisnis SIPLah 2021 dengan Solusi Keuangan yang Tepat”, yang dilaksanakan pada hari ini (04/02). Acara yang dihadiri oleh Teguh Adi Suryandono, selaku Direktur Bisnis INTI bersama Tommy Yuwono, selaku Co-Founder dan Direktur Utama Pintek sebagai narasumber akan menjadi sarana diskusi mengenai potensi bisnis SIPLah 2021 melalui solusi modal kerja yang akan diberikan oleh Pintek untuk kemudahan perputaran bisnis.

Menurut Tommy Yuwono, Co-Founder dan Direktur Utama Pintek mengatakan, “Kolaborasi ini diharapkan dapat menginspirasi sekaligus membantu permodalan UKM/Vendor SIPLah untuk pengelolaan bisnisnya. Kami memahami bahwa kondisi saat ini memiliki dampak bagi perputaran cashflow para UKM dan penyedia kebutuhan sekolah. Selain itu, juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap penyediaan fasilitas kebutuhan pendidikan agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran jarak jauh tetap terlaksana dengan baik melalui kemudahan solusi dari Pintek.”

“Menurut kami, kebutuhan akan pendidikan akan semakin meningkat setiap tahunnya. Untuk itu, kami telah mempersiapkan diri untuk mendukung seluruh ekosistem pendidikan dengan menyediakan alternatif pembiayaan, termasuk salah satunya untuk kebutuhan permodalan UKM/Vendor SIPLah. Selain itu, kami juga menguatkan strategi kemitraan kami dengan marketplace SIPLah untuk mempermudah penyaluran modal bagi UKM, salah satunya dengan INTI,” lanjut Tommy.

“Sebagai salah satu marketplace SIPLah, kami mendukung dunia pendidikan dengan memberikan kemudahan untuk pengadaan barang dan jasa menjadi semakin efisien. Kolaborasi kami bersama Pintek diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor pendidikan khususnya untuk pengadaan barang dan jasa. Selain itu, diharapkan kolaborasi ini dapat menguatkan dan menumbuhkan semangat UKM dalam melakukan bisnis walaupun berada di situasi yang penuh tantangan saat ini,” tutup Teguh Adi Suryandono, selaku Direktur Bisnis INTI.


sumber : https://keuangan.kontan.co.id/news/pintek-menggandeng-marketplace-inti-untuk-pembiayaan-ukm-siplah


Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

Nilai Ekspor UKM Kaltim Tahun 2020 Mencapai Rp 428,2 Miliar

Nilai Ekspor UKM Kaltim Tahun 2020 Mencapai Rp 428,2 Miliar (ilustrasi).

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Provinsi Kaltim Yadi Robyan Noor mengatakanekspor Usaha Kecil Menegah di wilayah Kaltim mencapai Rp428,2 Miliar pada tahun 2020.

Kegiatan ekspor UKM tersebut memanfaatkan fasilitas IPSKA (Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal) dengan jumlah sebanyak 15 UKM. “Patut diapresiasi, meski pandemi UKM kita masih tetap bisa menembus pasar ekspor,” kata Roby, Kamis (4/2).

Ia menjelaskan komoditi yang diekspor meliputi olahan kayu dengan negara tujuan Singapura, Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, Jerman, Italia, Belanda, Islandia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat.

Lidi nipah dan sawit dengan negara tujuan India. Minyak jelantah dikirim ke Belanda dan Malaysia. Udang dikirim ke Jepang, Inggris dan Taiwan, rumput laut ke Korea Selatan.

Selanjutnya, Merica diekspor ke Singapura, Amerika, Afrika Selatan dan Islandia, sedangkan fatty palm acid (asam lemak bebas) diminati pembeli dari China.

Selain itu pada tahun 2020, Kaltim juga mengekspor produk-produk dari UKM industri kreatif dengan nilai total ekspor mencapai Rp7,6 miliar.

Sukses UKM menembus pasar ekspor menurut Roby, tidak lepas dari pesan Gubernur Isran Noor agar UKM Kaltim konsisten menjaga kualitas produk.

“Barang yang diekspor pastilah produk-produk berkualitas dengan standar ketat," katanya.

Tidak hanya sukses untuk urusan ekspor, UKM Kaltim juga konsisten dalam perdagangan domestik,"

Tidak kurang dari 18 UKM binaan Disperindagkop dan UKM Kaltim yang juga sukses melakukan transaksi sepanjang tahun 2020 dengan nilai penjualan mencapai Rp11,4 miliar. “Jadi, ekspornya sukses, perdagangan domestiknya juga sukses,” kata Roby.





Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .
 

Upaya Kementerian Koperasi dan UKM Bawa UMKM Go Digital

CrediBook, mampu menarik lebih dari 500.000 pengguna yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia

Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan terus berupaya mendorong UMKM untuk go digital. Salah satu caranya dengan menggandeng beberapa perusahaan fintech.

Salah satunya adalah perusahaan rintisan dengan aplikasinya bernama CrediBook. Seperti diketahui, CrediBook dinobatkan sebagai juara pertama Pahlawan Digital UMKM 2020 dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Fiki Satari, mengakui bahwa inovasi digital yang dihadirkan CrediBook dapat berkontribusi terhadap percepatan digitalisasi UMKM secara sistemik.

“Struktur populasi usaha di Indonesia itu nyatanya didominasi usaha mikro, di mana sebagian besar dari pemilik usaha kecil masih bekerja secara konvensional. Baik itu pelaku usaha di sektor makanan & minuman, aneka barang konsumsi, kerajinan, hingga material bangunan, mereka masih sangat manual termasuk dalam hal pencatatan keuangan," katanya, Kamis (4/2/2021).

Dirinya melihat dengan adanya CrediBook, para pelaku UMKM dari sektor mana pun dapat dengan mudah mengelola keuangannya lewat satu aplikasi; bahkan dapat membentuk sebuah ekosistem usaha berbasis digital.

Tentu ini bersinergi dengan usaha pemerintah dalam menggenjot kembali sektor UMKM yang melemah akibat pandemi. Sudah menjadi salah satu fokus KemenkopUKM untuk dapat membawa sektor UMKM melek digital alias transformasi digital secara menyeluruh.

Fiki yang juga terlibat sebagai juri di ajang Pahlawan Digital UMKM 2020; penghargaan bagi para inovator muda tanah air yang berhasil membawa UMKM go digital, melanjutkan bahwa di tengah situasi sulit seperti sekarang, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting dalam menghadirkan solusi-solusi cerdas demi kemajuan UMKM nasional yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

Pengakuan dari Kementerian Koperasi dan UKM terhadap CrediBook merupakan titik awal kolaborasi demi meningkatkan edukasi keuangan dan teknologi di kalangan masyarakat Indonesia khususnya pelaku UMKM.

CrediBook akan turut mendukung langkah strategis Kementerian Koperasi dan UKM mulai dari intervensi dalam peningkatan kualitas SDM hingga perbaikan proses bisnis.

“Kami sangat optimis bahwa CrediBook yang telah genap berusia satu tahun pada 27 Januari lalu dapat semakin melaju. Solusi pengelolaan keuangan dari CrediBook akan terus kami kembangkan sehingga dapat menjangkau lebih banyak sektor usaha. Kami ingin mengakomodir berbagai jenis usaha melalui layanan yang disesuaikan dengan cara pemilik usaha bekerja setiap harinya. Sehingga CrediBook dapat terus digunakan oleh pelaku UMKM Indonesia dan berkontribusi untuk mengantarkan UMKM ke dalam pengelolaan keuangan berbasis digital,” kata CEO CrediBook, Gabriel Frans. 


500 Ribu Pengguna

Pengrajin saat merapikan produk yang dijual di Kios Jakpreneur di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Terdapat 3 Kios Jakpreneur yang menjual berbagai produk UMKM dalam negeri, mulai dari kerajinan tangan hingga beragam jenis kuliner. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Saat ini, CrediBook mampu menarik lebih dari 500 ribu pengguna yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dengan fokus kepada para pelaku UMKM agar mereka dapat mengelola keuangan usahanya secara modern dan profesional.

Lebih lanjut, Gabriel mengatakan bahwa CrediBook baru saja menerima pendanaan pra-seri A dari Wavemaker Partners, Alpha JWC Ventures, dan Insignia Ventures Partners. Pendanaan tersebut tentunya merupakan langkah besar dalam mengembangkan aplikasi CrediBook.

Selain memiliki fungsi utama sebagai pencatatan keuangan usaha, CrediBook turut dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pengiriman pesan tagihan, pembayaran tagihan atau transaksi keuangan di dalam aplikasi, hingga pengajuan pinjaman modal usaha.

Solusi menyeluruh dalam mengelola berbagai transaksi keuangan tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas UMKM yang memiliki potensi sangat besar. Data Badan Pusat Statistik 2020 menunjukkan bahwa UMKM memiliki kontribusi sebesar 60,3 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Selain itu, UMKM menyerap 97 persen dari total tenaga kerja dan 99 persen dari total lapangan kerja. Potensi tersebut tentu perlu dikelola dengan baik terutama melihat tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan digitalisasi UMKM. Di mana dari 64,2 juta unit UMKM, hanya 13 persen nya yang memanfaatkan teknologi digital dalam mengelola usahanya.


sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4475416/upaya-kementerian-koperasi-dan-ukm-bawa-umkm-go-digital



Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

Kader PKK Pariaman Diminta Kembangkan Koperasi

Ketika RAT Koperasi Sejahtera PKK Kota Pariaman berlangsung.

Koperasi Sejahtera PKK Kota Pariaman melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2020 di Sekretariat PKK, Kamis (4/2/2021).

Rapat tersebut dipimpin Ketua TP-PKK, Ny Lucyanel Genius didampingi Wakil Ketua, Ny Indriati Mardison, diikuti oleh seluruh anggota.

Ketua TP-PKK K, Ny Lucyanel Genius mengatakan, tujuan RAT untuk mengevaluasi penyelenggaraan koperasi selama tahun 2020.

"Dan lagi anggota diharapkan mampu memberikan masukan untuk perjalanan koperasi ke depan sekaligus mencarikan solusi terbaik bila ditemukan hal-hal yang kurang pada tempatnya," katanya.

RAT suatu keharusan dalam Koperasi karena sesuai dengan UU Perkoperasian Nomor 25 tahun 1992, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART) Koperasi Sejahtera PKK Kota Pariaman.

Anggota koperasi tersebut berasal dari Pengurus PKK Kota Pariaman, Pengurus PKK Kecamatan, Pengurus GOW, Pengurus Dekranasda. Dengan dewan pembina, Dinas Koperindag dan UKM Kota Pariaman.

"Koperasi ini bergerak dibidang usaha Warung Serba Ada (Waserda). Sedang modal koperasinya berasal dari modal simpanan pokok dan simpanan wajib anggota," katanya.





Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .