Showing posts with label jatim. Show all posts
Showing posts with label jatim. Show all posts

Tuesday, June 4, 2024

Bimtek di Jatim Disorot Akibat Kampanyekan Khofifah, Kepala Dinkop Minta Maaf

 


Acara Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Jawa Timur diduga disusupi kampanye untuk Khofifah Indar Parawansa, bakal calon Gubernur Jawa Timur petahana.

Acara yang berjudul "Bimbingan Teknis Penguatan Usaha KUKM Penguatan Produk" tersebut digelar di Hotel Movenpick Surabaya pada tanggal 27-28 Mei 2024.

Yel-yel

Dugaan kampanye itu terekam dan tersebar melalui pesan WhatsApp. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah ibu-ibu menyanyikan yel-yel dukungan terhadap Khofifah.
"Khofifah wae, Bu, Khofifah wae, ojok liyane ojok liyane. (Khofifah saja, Bu, Khofifah saja, jangan yang lain). Khofifah wae, Bu, khofifah wae, dua periode, dua periode, ayo digaske," ujar ibu-ibu tersebut menyanyikan yel-yel dalam video tersebut.
"Khofifah gas pol, Khofiah gas pol. Khofifah menang, menang yes!" tambahnya.

Ada Juga Pidato

Selain itu, juga terdapat video di acara yang sama yang menampilkan pidato dari seseorang yang diduga melakukan kampanye untuk Khofifah Indar Parawansa.

"Mudah-mudahan Ibu Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa, dapat mengikuti kontestasi politik dalam Pilkada pemilihan gubernur yang kedua kali. Mudah-mudahan diberi kelancaran dan diberi kemenangan yang besar. Mendapat dukungan dari masyarakat Jawa Timur dan mendapatkan suara yang tegar," ucap salah seorang saat pidato di acara Bimtek yang diselenggarakan oleh Dinkop Jatim.
"Sampai hari ini, Ibu Gubernur telah mendapatkan surat rekomendasi sebanyak paling tidak 6. Yang pertama dari PAN, kedua dari Golkar, ketiga dari partai Gerindra, keempat dari Demokrat, kelima dari PBB, keenam dari partai PSI. Dan suara sudah disampaikan oleh Ibu Khofifah Indar Parawansa. Dan mudah-mudahan akan disusul oleh partai-partai lain sehingga Ibu Gubernur merupakan calon tunggal," lanjutnya.

Mengenai hal ini, Ketua Fraksi PKB di DPRD Jatim, Fauzan Fuadi, menyayangkan adanya agenda kampanye tersebut. Ia berencana untuk melaporkan hal tersebut ke pihak yang berwenang.

"ASN seharusnya bersikap netral. Sangat disayangkan, oknum ASN Dinkop Jatim dalam kegiatan Bimtek (27-28 Mei) yang dibiayai oleh APBD malah menggunakan kesempatan tersebut untuk melakukan kampanye bagi calon gubernur. Ini sudah melampaui batas. Untuk apa? Untuk kepentingan calon yang didukungnya mungkin? Ini melukai perasaan rakyat, dan bisa dianggap sebagai pelanggaran hukum pemilu," ujar Fauzan, Selasa (4/6).
"Kami akan melaporkan hal ini agar menjadi pembelajaran bagi ASN lain di lingkungan Pemprov Jatim agar tidak sembarangan menggunakan jabatannya. Mereka mendapatkan gaji dari uang rakyat dan seharusnya menjalankan tugas mereka dengan jujur dan taat kepada sumpah sebagai pelayan rakyat. Bukan untuk kepentingan pribadi," tambahnya.
Fauzan juga berharap bahwa komisi B DPRD Jatim akan memanggil dinas terkait untuk mempertanggungjawabkan adanya kampanye di acara Dinkop Jatim tersebut.

"Jalankan fungsi kontrol dan pengawasan dengan sebaik-baiknya. Mari ciptakan suasana menuju pilkada yang jujur dan damai, jangan curang hanya karena nafsu berkuasa," ucapnya.

Dinkop UKM Jatim Meminta Maaf

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Dinkop UKM) Jatim, Andromeda Qomariah, meminta maaf atas kejadian tersebut.
"Sebelumnya kami mohon maaf karena selama ini kegiatan kami adalah murni untuk pelatihan. Insiden kemarin di luar kendali kami," kata Andromeda.
Andromeda mengaku telah menegur salah seorang narasumber yang menyampaikan pidato berisi kampanye di acara bimtek tersebut.
"Ini tentu akan menjadi evaluasi bagi kami ke depan untuk lebih ketat lagi. Selain itu, untuk sementara waktu kami akan menghentikan pelatihan untuk UMKM. Sebetulnya, UMKM ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memberikan fasilitas terkait sertifikasi halal, merek, jaringan pemasaran, dan lain sebagainya," terangnya.

Ia belum bisa memastikan sampai kapan acara bimtek tersebut akan dihentikan.
"Kami masih belum bisa menentukan karena UMKM perlu peningkatan kualitas produk, jaringan, dan digitalisasi," katanya.
Ia juga mengaku sempat menghadiri acara tersebut, namun tidak sampai selesai. "Pada saat pembukaan saya di lokasi, lalu saya ada kegiatan lain," ujar Andromeda.

Sumber: https://kumparan.com/kumparannews/bimtek-di-jatim-disorot-akibat-kampanyekan-khofifah-kepala-dinkop-minta-maaf-22s8MFPpAn7/full

Tuesday, April 23, 2024

Bank UMKM Jatim Paparkan Tiga Langkah Strategis Hadapi Tantangan Bisnis Perbankan 2024

 

Bank UMKM Jatim Paparkan Tiga Langkah Strategis untuk Hadapi Tantangan Bisnis Perbankan dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) tahun buku 2023 dan RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham) Selasa (23/4/2024).

Langkah strategis pertama yang dibahas dalam rapat tersebut adalah, pertama menjalankan transformasi digital. Yang mana, layanan Cash In Cash Out memungkinkan nasabah menerima dana dan transfer masuk dari bank lain melalui virtual account dan transfer keluar ke bank lain melalui teller dan ATM.

Kedua, menjalin kerja sama dengan pihak ketiga terkait dengan pengembangan aplikasi mobile phone berbasis komunitas, yaitu UMKM Go beserta aplikasi turunannya.

Kemudian langkah ketiga adalah menggencarkan kolaborasi masif, yang mana manajemen Bank UMKM Jatim akan melakukan kerjasama dengan berbagai entitas.

Yaitu seperti komunitas, sekolah, pondok pesantren, Bumdes/Bumdesma, lembaga zakat, koperasi, dan komunitas lain untuk menciptakan ekosistem digital yang menawarkan produk dan layanan baru.

Joko Irianto Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jatim yang mewakili Pj Gubernur Jatim, meminta agar Bank UMKM Jatim harus bersiap menghadapi tantangan besar di tahun ini dengan bersinergi dan kolaborasi yang kuat di tataran internal.

“Apalagi belakangan ini banyak BPR dicabut izinnya karena kurangnya implementasi serta disharmoni komunikasi internal. Kami mengajak kembali jajaran manajemen Bank UMKM Jatim untuk merefleksikan diri dan mereview kembali apa yang sudah dilakukan selama ini,” Joko Irianto saat membacakan pidato resmi Pj Gubernur Jatim.

Joko berpesan supaya manajemen Bank UMKM Jatim menjaga keharmonisan di perusahaan, baik antarpimpinan maupun direksi dengan karyawan.

Dia berharap manajemen bisa memisahkan kepentingan perusahaan dengan kepentingan pribadi. Joko menargetkan Bank UMKM Jatim bisa memberikan keuntungan laba signifikan bagi para pemegang saham yakni Pemerintah Provinsi Jatim serta Pemerintah Daerah yang ada di Jatim.

“Kesuksesan Bank UMKM Jatim harapan kita semua. Sebagai salah satu BUMD, maka Bank UMKM Jatim harus mampu menopang perekonomian Jatim secara komprehensif,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Irwan Eka Plt Ditut Bank UMKM Jatim melalui RUPSLB, pemegang saham memutuskan dan mengesahkan penggantian susunan pengurus bank ini.

Sekadar diketahui, RUPSLB memutuskan dan menyetujui untuk memberhentikan Yudhi Wahyu Maharani sebagai Direktur Utama dan mengangkat Direktur Pemasaran, Irwan Eka Wijaya Arsyad sebagai Plt Direktur Utama Bank UMKM Jatim.

Sebelumnya, per 1 April 2024, Dewan Komisaris Bank UMKM Jatim telah menonaktifkan Yudhi Wahyu Maharani dari jabatannya sebagai dirut bank ini.

Sehingga keputusan RUPSLB menguatkan keputusan Dewan Komisaris Bank UMKM Jatim terkait hal tersebut. Selain itu, RUPSLB mengukuhkan Irwan Eka Wijaya sebagai Plt dirut Bank UMKM Jatim.

“Insya Allah, PT Bank UMKM Jatim menjadi bank yang sehat dan berkembang, mempunyai daya saing dan memberikan kontribusi positif terhadap Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten/kota serta masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya. (wld/iss/ipg)

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/bank-umkm-jatim-paparkan-tiga-langkah.html

Monday, February 14, 2022

Rumah Kurasi Bikin UMKM Jatim Naik Kelas

 


Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengerahkan sejumlah upaya agar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jatim pulih dari imbas pandemi COVID-19. Hasilnya, tak hanya survive, Khofifah menyebut banyak UMKM yang naik kelas.

Salah satunya, melalui rumah kurasi yang menjadi media kurasi produk UMKM sebelum dikirim ke luar negeri.

Rumah kurasi didirikan oleh BI Kantor Perwakilan Jatim untuk membantu produk UMKM yang hendak dikirim ke luar negeri agar bisa terstandar dengan baik dari sisi kualitas serta daya saingnya.

Khofifah mengatakan hingga saat ini, telah ada 318 produk UMKM yang berhasil dikurasi oleh Rumah Kurasi. Detailnya, yaitu sebanyak 17 UKM dikurasi dengan sasaran tembus ke pasar ekspor, kemudian 42 UKM ke pasar modern dan 259 UKM ke pasar tradisional.

Menurut Khofifah, keberadaan rumah kurasi ini penting, mengingat kontribusi UMKM untuk Produk Domestik Bruto (PDB) menyumbang cukup besar yaitu 57,25 persen. Termasuk kemampuan UMKM menyerap 97% dari total tenaga kerja.

"UMKM terbukti menjadi salah satu usaha yang mampu bertahan di tengah pandemi. Di antara gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di masa pandemi, UMKM justru menyerap tenaga kerja terbanyak dibandingkan sektor usaha lainnya," ungkap Khofifah, Senin (14/2/2022).

"Alhamdulillah, melalui program Rumah Kurasi, yang merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia,l dengan Dinas KUMKM dan Perindag Jawa Timur perlahan tapi pasti UMKM Jatim terus naik kelas," tambahnya.

Khofifah mengatakan, untuk bisa menembus pasar luar negeri, harus terstandarisasi dengan baik. Karena, setiap negara mempunyai ketentuan tersendiri untuk produk yang masuk.

Untuk itu, dibutuhkan bantuan dari mereka yang ahli. Selain kurator, juga dibutuhkan asesor serta instruktur.

Di Rumah Kurasi juga memiliki format pendampingan. Di mana pendampingan dilakukan oleh 12 Asesor Berkompeten, 25 Instruktur Kurator dan 58 Kurator Rumah Kurasi.

"Sehingga produk UMKM Jatim yang dikurasi bukan hanya dinilai layak atau tidak diperluas pasarnya. Melainkan, di Rumah Kurasi ini seluruh program dilaksanakan dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi," imbuhnya.

Terkait permodalan UMKM, Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim terus melakukan penguatan dari segi pembiayaan selama Pandemi COVID-19.

"Jika dilihat datanya, pemberian Kredit bagi UMKM Jatim meningkat di saat pandemi. Bahkan nilainya terbesar secara nasional 3 tahun berturut-turut. Pada tahun 2019 kita berikan kredit bagi UMKM Jatim dengan nominal sebesar Rp 159,9 T, kemudian Tahun 2020 sebesar Rp 159,5 T dan Tahun 2020 sebesar Rp 180,1 T," terangnya.

Dari seluruh upaya yang telah dilakukan, salah satu hasil yang terlihat adalah tren pangsa kredit untuk UMKM yang menunjukkan kenaikan.

Detailnya, pada data di Tahun 2019 sebesar 27,1%, yang kemudian tercatat naik di Tahun 2020 sebesar 28,9% dan di Tahun 2021 juga tercatat naik lagi di angka 31,0%.

"Optimis Jatim Bangkit memberikan semangat tersendiri bagi 9.782.262 UMKM. UMKM adalah backbone ekonomi Jawa Timur dengan kontribusi terhadap PDRB Jawa Timur mencapai 57,25%," pungkasnya.

Sumber : https://www.detik.com/jatim/jatim-moncer/d-5942142/rumah-kurasi-bikin-umkm-jatim-naik-kelas

Thursday, February 4, 2021

Disperindag Jatim Akan Dampingi IKM/UKM Masuk Pasar Korsel

Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto (kiri) dan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan (Korsel) Sung Yun-mo usai menandatangani Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) di Seoul, Korsel, Jumat (18/12/2020). - Dok. Kementerian Perdagangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur memastikan kesiapannya untuk memberikan pendampingan, konsultasi maupun sosialisasi regulasi ekspor bagi pelaku industri/usaha kecil menengah (IKM/UKM) yang ingin menembus pasar ke Korea Selatan.


Kepala Disperindag Jatim, Drajat Irawan mengatakan IKM/UKM Jatim saat ini sudah memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar Korsel terutama setelah ditandatanganinya perjanjian kemitraan Indonesia - Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) Desember 2020.

“Berlakunya IK-CEPA menjadi peluang besar bagi Jatim untuk meningkatkan neraca perdagangan dengan Korsel, apalagi negara tersebut merupakan salah satu negara utama ekspor kita,” katanya, Kamis (4/2/2021).

Dia mengatakan potensi dari IK-CEPA ini didukung adanya penurunan bahkan penghapusan tarif, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan, fasilitas perdagangan, trade remedies, perdagangan jasa, hingga investasi.

Diketahui dalam IK-CEPA ini, Korsel akan mengeliminasi hingga 95,54 persen pos tarifnya, dan Indonesia mengeliminasi 92,06 persen pos tarifnya.

Sejumlah produk Indonesia yang tarifnya akan dieliminasi oleh Korsel adalah bahan baku minyak pelumas, stearic acid, t-shirts, blockboard, buah-buahan kering dan rumput laut. Sedangkan Indonesia akan mengeliminasi tarif untuk beberapa produk seperti gear box kendaraan, bantalan bola, dan paving, dan perapian atau ubin dinding.

“Komoditi potensial Jatim yang permintaannya cukup tinggi di Korea Selatan inilah yang harus didorong untuk bisa memenuhi standar produk layak ekspor,” imbuh Drajat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, tren perdagangan Jatim dengan Korsel selama 2016 - 2020 terus membaik meskipun masih defisit. Pada 2017, Jatim tercatat mengalami defisit US$441,12 juta, pada 2018 defisit US$10,08 juta, kemudian pada 2019 dan 2020 mengalami surplus dengan Korsel yakni masing surplus US$79,19 juta dan US$35,88 juta.

Sementara komoditi Jatim yang selama ini diekspor ke Korsel di antaranya seperti sisa dan skrap logam yang digunakan untuk pemulihan logam mulia selain emas dan platina, Monosodium Glutamate (MSG), lembaran kayu lapis selain bambu, kayu tropis, palm fatty acid distillate, tembaga yang dimurnikan untuk katoda dan bagian dari katoda, blockboard, laminboard dan battenboard, sisa skrap tembaga, tembaga pabrikasi untuk sigaret, dan obat, tidak untuk keperluan terapeutik atau profilaktik.

Sebaliknya Jatim kerap mengimpor produk Korsel seperti besi, kapal tanker, propylene copolymers, perahu penyelamat, bagian dari aksesori instrumen musik, tanki bahan bakar tidak dirakit untuk kendaraan bermotor, unit penukar panas yang dioperasikan secara elektrik, paduan aluminium yang tidak ditempa, dan seng tidak ditempa.

Dari sisi investasi Korsel di Jatim, selama 10 tahun terakhir ini setidaknya sudah ada 192 industri yang berdiri dengan total nilai investasi US$1,23 juta, di antaranya seperti Cheil Jedang Indonesia, Miwon Indonesia, Sam Bo, Sewon, Dwi Prima Sentosa, Daewoong Infion, Indoko, Indoko Sejahtera, Seng Dam Jaya Abadi, dan Cort Indonesia. Semua investasi tersebut tersebar di Surabaya, Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo dan Gresik.

Drajat menambahkan dengan adanya peluang peningkatan ekspor tersebut, UKM/IKM Jatim pun diharapkan bisa jeli melihat kondisi pasar dan mampu berkreasi dalam mengembangkan produk yang sesuai permintaan pasar.

“IK-CEPA merupakan platform kerjasama yang memberikan serangkaian keuntungan jika dimanfaatkan dengan tepat. Daya saing dan kesiapan menjadi faktor penentu apakah kita bisa menuai keuntungan atau justru kita hanya menjadi pangsa pasar,” imbuhnya.


sumber : https://surabaya.bisnis.com/read/20210204/532/1352210/disperindag-jatim-akan-dampingi-ikmukm-masuk-pasar-korsel


Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .