Acara Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Jawa Timur diduga disusupi kampanye untuk Khofifah Indar Parawansa, bakal calon Gubernur Jawa Timur petahana.
Kami membantu I-UKM (INDUSTRI-USAHA KECIL MIKRO) untuk Naik Kelas dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Sosial Media. Kontak kami : startsmeup@dayaciptamandiri.com HP: 0812-1057533
Acara Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Jawa Timur diduga disusupi kampanye untuk Khofifah Indar Parawansa, bakal calon Gubernur Jawa Timur petahana.
Bank UMKM Jatim Paparkan Tiga Langkah Strategis untuk Hadapi Tantangan Bisnis Perbankan dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) tahun buku 2023 dan RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham) Selasa (23/4/2024).
Langkah strategis pertama yang dibahas dalam rapat tersebut adalah, pertama menjalankan transformasi digital. Yang mana, layanan Cash In Cash Out memungkinkan nasabah menerima dana dan transfer masuk dari bank lain melalui virtual account dan transfer keluar ke bank lain melalui teller dan ATM.
Kedua, menjalin kerja sama dengan pihak ketiga terkait dengan pengembangan aplikasi mobile phone berbasis komunitas, yaitu UMKM Go beserta aplikasi turunannya.
Kemudian langkah ketiga adalah menggencarkan kolaborasi masif, yang mana manajemen Bank UMKM Jatim akan melakukan kerjasama dengan berbagai entitas.
Yaitu seperti komunitas, sekolah, pondok pesantren, Bumdes/Bumdesma, lembaga zakat, koperasi, dan komunitas lain untuk menciptakan ekosistem digital yang menawarkan produk dan layanan baru.
Joko Irianto Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jatim yang mewakili Pj Gubernur Jatim, meminta agar Bank UMKM Jatim harus bersiap menghadapi tantangan besar di tahun ini dengan bersinergi dan kolaborasi yang kuat di tataran internal.
“Apalagi belakangan ini banyak BPR dicabut izinnya karena kurangnya implementasi serta disharmoni komunikasi internal. Kami mengajak kembali jajaran manajemen Bank UMKM Jatim untuk merefleksikan diri dan mereview kembali apa yang sudah dilakukan selama ini,” Joko Irianto saat membacakan pidato resmi Pj Gubernur Jatim.
Joko berpesan supaya manajemen Bank UMKM Jatim menjaga keharmonisan di perusahaan, baik antarpimpinan maupun direksi dengan karyawan.
Dia berharap manajemen bisa memisahkan kepentingan perusahaan dengan kepentingan pribadi. Joko menargetkan Bank UMKM Jatim bisa memberikan keuntungan laba signifikan bagi para pemegang saham yakni Pemerintah Provinsi Jatim serta Pemerintah Daerah yang ada di Jatim.
“Kesuksesan Bank UMKM Jatim harapan kita semua. Sebagai salah satu BUMD, maka Bank UMKM Jatim harus mampu menopang perekonomian Jatim secara komprehensif,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Irwan Eka Plt Ditut Bank UMKM Jatim melalui RUPSLB, pemegang saham memutuskan dan mengesahkan penggantian susunan pengurus bank ini.
Sekadar diketahui, RUPSLB memutuskan dan menyetujui untuk memberhentikan Yudhi Wahyu Maharani sebagai Direktur Utama dan mengangkat Direktur Pemasaran, Irwan Eka Wijaya Arsyad sebagai Plt Direktur Utama Bank UMKM Jatim.
Sebelumnya, per 1 April 2024, Dewan Komisaris Bank UMKM Jatim telah menonaktifkan Yudhi Wahyu Maharani dari jabatannya sebagai dirut bank ini.
Sehingga keputusan RUPSLB menguatkan keputusan Dewan Komisaris Bank UMKM Jatim terkait hal tersebut. Selain itu, RUPSLB mengukuhkan Irwan Eka Wijaya sebagai Plt dirut Bank UMKM Jatim.
“Insya Allah, PT Bank UMKM Jatim menjadi bank yang sehat dan berkembang, mempunyai daya saing dan memberikan kontribusi positif terhadap Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten/kota serta masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya. (wld/iss/ipg)
Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/bank-umkm-jatim-paparkan-tiga-langkah.html
Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengerahkan sejumlah upaya agar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jatim pulih dari imbas pandemi COVID-19. Hasilnya, tak hanya survive, Khofifah menyebut banyak UMKM yang naik kelas.
Salah satunya, melalui rumah kurasi yang menjadi media kurasi produk UMKM sebelum dikirim ke luar negeri.
Rumah kurasi didirikan oleh BI Kantor Perwakilan Jatim untuk membantu produk UMKM yang hendak dikirim ke luar negeri agar bisa terstandar dengan baik dari sisi kualitas serta daya saingnya.
Khofifah mengatakan hingga saat ini, telah ada 318 produk UMKM yang berhasil dikurasi oleh Rumah Kurasi. Detailnya, yaitu sebanyak 17 UKM dikurasi dengan sasaran tembus ke pasar ekspor, kemudian 42 UKM ke pasar modern dan 259 UKM ke pasar tradisional.
Menurut Khofifah, keberadaan rumah kurasi ini penting, mengingat kontribusi UMKM untuk Produk Domestik Bruto (PDB) menyumbang cukup besar yaitu 57,25 persen. Termasuk kemampuan UMKM menyerap 97% dari total tenaga kerja.
"UMKM terbukti menjadi salah satu usaha yang mampu bertahan di tengah pandemi. Di antara gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di masa pandemi, UMKM justru menyerap tenaga kerja terbanyak dibandingkan sektor usaha lainnya," ungkap Khofifah, Senin (14/2/2022).
"Alhamdulillah, melalui program Rumah Kurasi, yang merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia,l dengan Dinas KUMKM dan Perindag Jawa Timur perlahan tapi pasti UMKM Jatim terus naik kelas," tambahnya.
Khofifah mengatakan, untuk bisa menembus pasar luar negeri, harus terstandarisasi dengan baik. Karena, setiap negara mempunyai ketentuan tersendiri untuk produk yang masuk.
Untuk itu, dibutuhkan bantuan dari mereka yang ahli. Selain kurator, juga dibutuhkan asesor serta instruktur.
Di Rumah Kurasi juga memiliki format pendampingan. Di mana pendampingan dilakukan oleh 12 Asesor Berkompeten, 25 Instruktur Kurator dan 58 Kurator Rumah Kurasi.
"Sehingga produk UMKM Jatim yang dikurasi bukan hanya dinilai layak atau tidak diperluas pasarnya. Melainkan, di Rumah Kurasi ini seluruh program dilaksanakan dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi," imbuhnya.
Terkait permodalan UMKM, Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim terus melakukan penguatan dari segi pembiayaan selama Pandemi COVID-19.
"Jika dilihat datanya, pemberian Kredit bagi UMKM Jatim meningkat di saat pandemi. Bahkan nilainya terbesar secara nasional 3 tahun berturut-turut. Pada tahun 2019 kita berikan kredit bagi UMKM Jatim dengan nominal sebesar Rp 159,9 T, kemudian Tahun 2020 sebesar Rp 159,5 T dan Tahun 2020 sebesar Rp 180,1 T," terangnya.
Dari seluruh upaya yang telah dilakukan, salah satu hasil yang terlihat adalah tren pangsa kredit untuk UMKM yang menunjukkan kenaikan.
Detailnya, pada data di Tahun 2019 sebesar 27,1%, yang kemudian tercatat naik di Tahun 2020 sebesar 28,9% dan di Tahun 2021 juga tercatat naik lagi di angka 31,0%.
"Optimis Jatim Bangkit memberikan semangat tersendiri bagi 9.782.262 UMKM. UMKM adalah backbone ekonomi Jawa Timur dengan kontribusi terhadap PDRB Jawa Timur mencapai 57,25%," pungkasnya.
Sumber : https://www.detik.com/jatim/jatim-moncer/d-5942142/rumah-kurasi-bikin-umkm-jatim-naik-kelas