Showing posts with label Surabaya. Show all posts
Showing posts with label Surabaya. Show all posts

Tuesday, April 23, 2024

Bank UMKM Jatim Paparkan Tiga Langkah Strategis Hadapi Tantangan Bisnis Perbankan 2024

 

Bank UMKM Jatim Paparkan Tiga Langkah Strategis untuk Hadapi Tantangan Bisnis Perbankan dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) tahun buku 2023 dan RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham) Selasa (23/4/2024).

Langkah strategis pertama yang dibahas dalam rapat tersebut adalah, pertama menjalankan transformasi digital. Yang mana, layanan Cash In Cash Out memungkinkan nasabah menerima dana dan transfer masuk dari bank lain melalui virtual account dan transfer keluar ke bank lain melalui teller dan ATM.

Kedua, menjalin kerja sama dengan pihak ketiga terkait dengan pengembangan aplikasi mobile phone berbasis komunitas, yaitu UMKM Go beserta aplikasi turunannya.

Kemudian langkah ketiga adalah menggencarkan kolaborasi masif, yang mana manajemen Bank UMKM Jatim akan melakukan kerjasama dengan berbagai entitas.

Yaitu seperti komunitas, sekolah, pondok pesantren, Bumdes/Bumdesma, lembaga zakat, koperasi, dan komunitas lain untuk menciptakan ekosistem digital yang menawarkan produk dan layanan baru.

Joko Irianto Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jatim yang mewakili Pj Gubernur Jatim, meminta agar Bank UMKM Jatim harus bersiap menghadapi tantangan besar di tahun ini dengan bersinergi dan kolaborasi yang kuat di tataran internal.

“Apalagi belakangan ini banyak BPR dicabut izinnya karena kurangnya implementasi serta disharmoni komunikasi internal. Kami mengajak kembali jajaran manajemen Bank UMKM Jatim untuk merefleksikan diri dan mereview kembali apa yang sudah dilakukan selama ini,” Joko Irianto saat membacakan pidato resmi Pj Gubernur Jatim.

Joko berpesan supaya manajemen Bank UMKM Jatim menjaga keharmonisan di perusahaan, baik antarpimpinan maupun direksi dengan karyawan.

Dia berharap manajemen bisa memisahkan kepentingan perusahaan dengan kepentingan pribadi. Joko menargetkan Bank UMKM Jatim bisa memberikan keuntungan laba signifikan bagi para pemegang saham yakni Pemerintah Provinsi Jatim serta Pemerintah Daerah yang ada di Jatim.

“Kesuksesan Bank UMKM Jatim harapan kita semua. Sebagai salah satu BUMD, maka Bank UMKM Jatim harus mampu menopang perekonomian Jatim secara komprehensif,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Irwan Eka Plt Ditut Bank UMKM Jatim melalui RUPSLB, pemegang saham memutuskan dan mengesahkan penggantian susunan pengurus bank ini.

Sekadar diketahui, RUPSLB memutuskan dan menyetujui untuk memberhentikan Yudhi Wahyu Maharani sebagai Direktur Utama dan mengangkat Direktur Pemasaran, Irwan Eka Wijaya Arsyad sebagai Plt Direktur Utama Bank UMKM Jatim.

Sebelumnya, per 1 April 2024, Dewan Komisaris Bank UMKM Jatim telah menonaktifkan Yudhi Wahyu Maharani dari jabatannya sebagai dirut bank ini.

Sehingga keputusan RUPSLB menguatkan keputusan Dewan Komisaris Bank UMKM Jatim terkait hal tersebut. Selain itu, RUPSLB mengukuhkan Irwan Eka Wijaya sebagai Plt dirut Bank UMKM Jatim.

“Insya Allah, PT Bank UMKM Jatim menjadi bank yang sehat dan berkembang, mempunyai daya saing dan memberikan kontribusi positif terhadap Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten/kota serta masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya. (wld/iss/ipg)

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/bank-umkm-jatim-paparkan-tiga-langkah.html

Wednesday, March 9, 2022

Tak Kalah Menarik dengan Barang Luar Negeri, Produk UMKM Hadir di Surabaya Kriya Gallery

 


Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Surabaya rupanya tak kalah menarik dengan kualitas asal luar negeri. Berbagai jenis varian produk UMKM tersebut, bisa dibeli melalui Surabaya Kriya Gallery (SKG). Tak hanya berupa produk makanan dan minuman. Namun SKG juga menghadirkan beragam aksesoris menarik dan pakaian yang layak untuk dibeli.

SKG tersebar di 10 titik Kota Surabaya, yakni, Jalan Dr Ir H Soekarno No. II Middle East Ring Road (MERR), Gedung Siola lantai 1, Jalan Tunjungan No 1 - 3, Kebun Binatang Surabaya (KBS) Jalan Setail No 1, RSUD BDH Jalan Kendung No 115 - 117 lantai 1 dan Sentra Ikan Bulak (SIB).

Hadir pula di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) lantai II, Jalan Joyoboyo No. 1, Park and Ride lantai 2 Jalan Mayjen Sungkono No 112, UPTSA Timur Jalan Menur No 31C, Park and Ride Jalan Arif Rahman Hakim No 100 dan Parkir Bus Kawasan Wisata Religi Ampel di Jalan Pegirian.

Sebagai pusat oleh-olehnya UMKM berkelas Kota Pahlawan, SKG Reborn telah resmi dibuka Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pada Senin, (7/3/2022). Dalam peresmian itu, hadir pula Ketua Dewan Kerajinan Nasional Indonesia (Dekranasda) Rini Indriyani dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya.

Eri Cahyadi menginginkan agar Surabaya Kriya Gallery tak hanya sekadar menjadi ruang pameran atau penjualan produk UMKM. Lebih dari itu, SKG menjadi ruang inkubasi UMKM untuk menaikkan kelas dan pemasaran. Ada pendampingan, riset pasar, product development, dan sebagainya semua dipusatkan melalui SKG.

"Di SKG kita juga beri pelatihan bagaimana memasarkan produk lewat digital dan lain sebagainya. Karena saya ingin ke depannya UMKM ini bisa melek digital," kata Wali Kota Eri Cahyadi dalam peresmian SKG tersebut.

Bahkan, pada tahun 2022 ini, Wali Kota Eri Cahyadi juga mencanangkan 250 ribu UMKM Surabaya onboarding atau go digital. Ribuan produk UMKM Surabaya itu akan terus didorong masuk ke semua lini marketplace dan pasar global.

"Saya sudah canangkan target 250 ribu UMKM on boarding alias go digital tahun ini. Memasuki semua lini di marketplace," ujar dia.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Kota Surabaya itu menyebut, UMKM memiliki peranan besar bagi pertumbuhan ekonomi Kota Pahlawan. Hal itu tercatat pada kinerja pertumbuhan ekonomi Surabaya yang mengalami peningkatan dari tahun 2020 terkontraksi minus 4,85 persen melompat ke angka 4,29 persen pada 2021. Bahkan lompatan ini melampaui kinerja pertumbuhan ekonomi nasional 3,69 persen dan bahkan Jawa Timur 3,57 persen.

"Karena peran UMKM ini besar, maka pemkot memberikan fasilitas. Kalau tempatnya nyaman seperti SKG ini, barangnya bagus, pasti dituku (dibeli). Jadi, pemerintah jangan sampai habis memberikan pelatihan kemudian dibiarkan begitu saja. Tapi harus kita bina hingga produknya bernilai tinggi," jelas dia.

SKG Reborn menjadi bagian dari komitmen Pemkot Surabaya mewujudkan program padat karya. Selain bertujuan menggerakkan kembali roda perekonomian pasca pandemi Covid-19, sekaligus untuk mendorong kualitas produk UMKM lebih berkelas. Tentu saja untuk mencapai tujuan besar itu semuanya harus diawali dari hal-hal yang kecil.

Wali Kota Eri Cahyadi optimistis produk UMKM Surabaya yang hadir di SKG Reborn ke depan akan mampu menguasai pangsa pasar global. Seperti halnya Amazon, Google, Apple dan Walt Disney. Bisnis-bisnis yang diawali dari garasi itu, kini dikenal oleh masyarakat luas dan menguasai pasar global.

"Maka UMKM jangan berkecil hati, dimulai dari langkah kecil ini, dengan SKG Reborn kita yakin bisa menggapai cita-cita besar seperti yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan raksasa tersebut," ujarnya.

SKG Reborn merupakan rebranding Sentra UMKM yang pernah ada. Tak hanya sekadar menjadi wadah untuk pelaku UMKM memasarkan produk terbaiknya. Melainkan pula sebagai destinasi wisata belanja di Kota Surabaya. Bahkan, di SKG MERR, pemkot juga melengkapinya dengan sejumlah fasilitas pendukung yang memanjakan para pengunjung.

"Di SKG Reborn MERR ini ada berbagai fasilitas pendukung. Ada kafe, sekaligus bisa digunakan sebagai co-working space, berbagai produk premium dan kurang lebih di SKG ini ada 266 produk UMKM Surabaya," kata Ketua Dekranasda Surabaya, Rini Indriyani.

Dia meyakini, melalui SKG Reborn ini, kinerja pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan Pemkot Surabaya dapat tercapai secara bertahap. Lebih dari itu, SKG dapat menjadi salah satu destinasi wisata belanja bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. "Tentunya kami juga bersinergi dengan stakeholder, agar nantinya para pegiat UMKM dapat berkembang dan meningkatkan perekonomian Kota Surabaya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (DKKORP) Kota Surabaya, Wiwiek Widyati mengaku tengah mengoptimalkan pemasaran SKG melalui sektor pariwisata. Caranya yakni, dengan memantik wisatawan domestik agar datang ke Kota Pahlawan. Dengan sejumlah fasilitas infrastruktur yang memadahi, dia memastikan Surabaya menjadi kota di Indonesia yang sangat potensial untuk dikunjungi

"Industri pariwisata Surabaya juga luar biasa. Artinya, hotelnya oke, rumah makannya juga oke, tinggal bagaimana produk UMKM mampu menjadi barang bawaan atau oleh-oleh bagi wisatawan tersebut," kata Wiwiek.

Makanya, Wiwiek menyatakan, akan menggaet berbagai agen travel, hotel dan lain sebagainya untuk menarik wisatawan datang ke Kota Surabaya. Tentu saja, setiap wisatawan yang datang itu juga diajak ke SKG agar dapat membeli langsung beragam jenis varian oleh-oleh khas Surabaya. "Jadi nanti para wisatawan bisa memanfaatkan SKG ini sebagai tempat pusat oleh-olehnya Surabaya," pungkas Wiwiek. (ADV)

Sumber : https://www.suara.com/bisnis/2022/03/09/190254/tak-kalah-menarik-dengan-barang-luar-negeri-produk-umkm-hadir-di-surabaya-kriya-gallery?page=all

Monday, February 21, 2022

Hotel di Surabaya Gandeng UMKM Bangkitkan Okupansi saat PPKM Level 3

Surabaya - Surabaya menerapkan PPKM Level 3 berdampak ke beberapa sektor. Hotel-hotel di Surabaya membuat inovasi untuk membangkitkan ekonomi. Salah satunya sektor pariwisata dan bisnis seperti UMKM.


Salah satunya yang dilakukan G Suites Hotel Surabaya. Dengan menggandeng UMKM Surabaya saat PPKM level 3, digelar G-Market Festival. Okupansi hotel yang sebelumnya turun sekitar 24%, kini naik dan terisi 100%.

General Manager G Suites Hotel Surabaya, Hassanudin mengatakan PPKM Level 3 ini berpengaruh pada bisnis dan pariwisata. Bahkan, sempat ada pembatalan pesanan kamar sebanyak 25 dari 111 kamar yang ada. Bahkan tak sedikit yang melakukan refund.

"Efeknya terasa. Karena adanya event ini menjadi 100% (Occupancy). Selama 3 hari occupancy kita 100% lebih kemarin malam (Sabtu, 19/2). Positif respons bahwa pergerakan bisnis ada, meskipun tidak signifikan. Ada gatering bisnis, UMKM, komunitas ada celah bisnis yang dilakukan. Pergerakan positif hasilnya juga positif," kata Hassanudin kepada wartawan di G Suites Hotel, Minggu (20/2/2022).

Dengan event UMKM ini, jelas dia,bisa membangkitkan semangat para pelaku usaha bahwa meski pandemi masih bisa bangkit. Tentunya dengan kolaborasi, inovasi dan kreativitas.

"Kita punya tujuan dengan melakukan prokes yang benar agar bisa beraktivitas, bisa event. Mainset pebisnis, pengusaha khawatir dengan keadaan, tapi kalau dengan prokes benar dan ketat, kita bisa. Tapi izin hampir 1 bulan menunggu, tidak segampang itu, diseleksi dulu. Memberi ruang untuk UMKM jangan patah semangat, masih bisa berkreasi," jelasnya.

Ke depannya, tambah dia, pihaknya ingin menggandeng Pemkot Surabaya juga. Apalagi mendekati bulan puasa, bisa menggandeng UMKM dengan Pasar Ramadhan.

"Mungkin bisa kerja sama dengan pemkot di balai kota. UMKM pemkot juga banyak. Kami dari EO dan G Suite membantu dinas koperasi yang membawahi UMKM. Syukur-syukur saat ramadhan ada pasar Ramadhan menggandeng UMKM," ujarnya.

Salah satu pelaku UMKM minuman Ribira Coffee, Rizky Rahman.Dengan event G-Market Festival bisa membantu perekonomian usahanya saat Surabaya kembali naik ke PPKM level 3.

"UMKM saya pakai sespan stand modif pada motor vespa. Untuk membangkitkan ekonomi, event ini tentunya bagus. Dengan event ini memenuhi target. Hari pertama habis 25 cup, tapi jamnya pendek jam 16.00-20.00 WIB, per cup Rp 15-20 ribu. Memenuhi target dan ekspetasi lah," pungkasnya.

Diketahui, ada 13 UMKM yang digandeng G Suites Hotel Surabaya. Yaitu The Gardener, Ribira Coffe, Tamy Dawet, Tupperware, Sans Kitchen, Minikin, Sambal Rujak Bu Dewan, Mia Cake-Kue Brownis, Nasi Cumi, Baby Pals, Reverseas, Orakle.


Sumber : https://www.detik.com/jatim/bisnis/d-5951001/hotel-di-surabaya-gandeng-umkm-bangkitkan-okupansi-saat-ppkm-level-3

Monday, February 14, 2022

Rumah Kurasi Bikin UMKM Jatim Naik Kelas

 


Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengerahkan sejumlah upaya agar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jatim pulih dari imbas pandemi COVID-19. Hasilnya, tak hanya survive, Khofifah menyebut banyak UMKM yang naik kelas.

Salah satunya, melalui rumah kurasi yang menjadi media kurasi produk UMKM sebelum dikirim ke luar negeri.

Rumah kurasi didirikan oleh BI Kantor Perwakilan Jatim untuk membantu produk UMKM yang hendak dikirim ke luar negeri agar bisa terstandar dengan baik dari sisi kualitas serta daya saingnya.

Khofifah mengatakan hingga saat ini, telah ada 318 produk UMKM yang berhasil dikurasi oleh Rumah Kurasi. Detailnya, yaitu sebanyak 17 UKM dikurasi dengan sasaran tembus ke pasar ekspor, kemudian 42 UKM ke pasar modern dan 259 UKM ke pasar tradisional.

Menurut Khofifah, keberadaan rumah kurasi ini penting, mengingat kontribusi UMKM untuk Produk Domestik Bruto (PDB) menyumbang cukup besar yaitu 57,25 persen. Termasuk kemampuan UMKM menyerap 97% dari total tenaga kerja.

"UMKM terbukti menjadi salah satu usaha yang mampu bertahan di tengah pandemi. Di antara gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di masa pandemi, UMKM justru menyerap tenaga kerja terbanyak dibandingkan sektor usaha lainnya," ungkap Khofifah, Senin (14/2/2022).

"Alhamdulillah, melalui program Rumah Kurasi, yang merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia,l dengan Dinas KUMKM dan Perindag Jawa Timur perlahan tapi pasti UMKM Jatim terus naik kelas," tambahnya.

Khofifah mengatakan, untuk bisa menembus pasar luar negeri, harus terstandarisasi dengan baik. Karena, setiap negara mempunyai ketentuan tersendiri untuk produk yang masuk.

Untuk itu, dibutuhkan bantuan dari mereka yang ahli. Selain kurator, juga dibutuhkan asesor serta instruktur.

Di Rumah Kurasi juga memiliki format pendampingan. Di mana pendampingan dilakukan oleh 12 Asesor Berkompeten, 25 Instruktur Kurator dan 58 Kurator Rumah Kurasi.

"Sehingga produk UMKM Jatim yang dikurasi bukan hanya dinilai layak atau tidak diperluas pasarnya. Melainkan, di Rumah Kurasi ini seluruh program dilaksanakan dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi," imbuhnya.

Terkait permodalan UMKM, Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim terus melakukan penguatan dari segi pembiayaan selama Pandemi COVID-19.

"Jika dilihat datanya, pemberian Kredit bagi UMKM Jatim meningkat di saat pandemi. Bahkan nilainya terbesar secara nasional 3 tahun berturut-turut. Pada tahun 2019 kita berikan kredit bagi UMKM Jatim dengan nominal sebesar Rp 159,9 T, kemudian Tahun 2020 sebesar Rp 159,5 T dan Tahun 2020 sebesar Rp 180,1 T," terangnya.

Dari seluruh upaya yang telah dilakukan, salah satu hasil yang terlihat adalah tren pangsa kredit untuk UMKM yang menunjukkan kenaikan.

Detailnya, pada data di Tahun 2019 sebesar 27,1%, yang kemudian tercatat naik di Tahun 2020 sebesar 28,9% dan di Tahun 2021 juga tercatat naik lagi di angka 31,0%.

"Optimis Jatim Bangkit memberikan semangat tersendiri bagi 9.782.262 UMKM. UMKM adalah backbone ekonomi Jawa Timur dengan kontribusi terhadap PDRB Jawa Timur mencapai 57,25%," pungkasnya.

Sumber : https://www.detik.com/jatim/jatim-moncer/d-5942142/rumah-kurasi-bikin-umkm-jatim-naik-kelas

Tuesday, January 25, 2022

Kiat Toko Kukis di Surabaya Tetap Cuan Selama Pandemi COVID-19

 Pandemi COVID-19 bukan alasan untuk tak berkreasi dan menghasilkan cuan. Di Surabaya, ada UMKM yang omzetnya tetap naik selama pandemi. UMKM ini bangkit dan mencoba berbagai cara untuk memasarkan produknya.



Hal ini lah yang dilakukan Diah Arfianti dalam mengembangkan bisnisnya Diah Cookies. Di Kota Pahlawan ini, kue kering buatan Diah laris manis diburu para pembeli hingga luar daerah dan luar negeri.

Kepada detikJatim, Diah mengakui dirinya sempat khawatir pandemi COVID-19 bisa mempengaruhi bisnisnya. Apa lagi saat awal pandemi, dirinya sempat menyetok 9 ribu toples kue kering untuk dijual. Takut tak laku, akhirnya Diah sempat menghentikan produksinya.

"Pandemi tahun 2020 itu masuk Surabaya bulan Maret. Itu saya sudah mulai produksi besar pada bulan Februari, saya sudah punya stok banyak stok lebaran saat itu sudah 9 ribu. Lalu Corona masuk bulan Maret, saya takut jadi sempat menghentikan produksi dan menghabiskan stok saya 9 ribu (toples)," kata Diah kepada detikJatim di Surabaya, Selasa (25/1/2022).

Untuk menghabiskan stok ribuan toples kue kering, Diah yang banyak menjual produknya melalui online ini melakukan banyak promo. Dia juga memberi diskon agar stoknya cepat ludes terjual.

"Saya fokus menghabiskan stok saya, saya mikirnya gini, yang penting modal saya kembali. Saya obral, saya promo, diskon, free ongkir, bundling," ungkapnya.

Namun, saat stok mulai menipis, Diah malah kebanjiran pesanan. Apa lagi saat memasuki bulan puasa. Diah mulai kebingungan untuk menambah stok lagi. Terlebih karyawannya sudah banyak yang dipulangkan ke desa.

Dengan memanfaatkan sisa karyawannya, Diah tetap berjibaku membuat sejumlah pesanan. Diah menyebut ada empat hingga lima karyawan yang dipekerjakan. Jumlah ini cukup merosot dari karyawannya yang mencapai 20-an. Diah mengaku sempat kewalahan.

"Akhirnya saya mengambil tenaga yang ada. Tapi kecepatannya tetap kurang karena mereka bukan tim inti. Tapi kita berusaha ngejar supaya kita bisa tetap jalan," bebernya.

Diah menambahkan banyak tetangganya yang akhirnya ikut diperbantukan dalam mengejar stok. Apa lagi banyak tetangganya yang dirumahkan akibat pandemi COVID-19.

Namun, masalah tak berhenti di sini. Saat itu, ada sejumlah peraturan pemerintah yang tidak memperbolehkan orang berkerumun di satu tempat. Padahal dalam membuat kue kering, Diah mengaku ada beberapa karyawan yang harus bersama-sama dalam satu ruangan.

Beruntung ada tetangga yang mau meminjamkan rumahnya agar tidak terjadi kerumunan. Diah pun tetap memproduksi kue dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti karyawannya memakai masker dan tetap menjaga jarak.

Sementara di tahun berikutnya, Diah mengaku telah belajar banyak. Di 2021, Diah tetap memproduksi kue kering dengan target awal. Diah tak menyangka stoknya pun ludes diburu penggemar kuenya.

"Buka 12 ribuan, akhirnya pengalaman dari 2020 ke 2021 saya belajar ternyata meskipun pandemi, orang-orang tetap berminat untuk membeli kue kering Diah Cookies," tambahnya.

Untuk menghabiskan stok sesuai target, Diah mengaku melakukan berbagai upaya. Misalnya menambah budget iklan, membuat konten-konten menarik, hingga menggandeng sejumlah pihak untuk di-endorse.

"2021 meningkat drastis karena kita sudah kayak biasa produksi dan pemasarannya. Bahkan melebihi target di tahun 2021 sampai terjual 20 ribu toples," lanjutnya.

Kue kering yang paling diminati ini yakni nastar. Diah mengaku sejak lama, peminat nastarnya memang cukup banyak.

Selain itu, mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga menjadi salah satu pelanggan kuenya. Meski sudah menjadi Menteri Sosial RI, Diah mengaku Bu Risma kerap memesan hingga membeli langsung kuenya saat di Surabaya.

"Terakhir kemarin Ibuk (Risma) mengajak orang-orang di Kemensos ke sini. Terus banyak yang repeat order waktu ke Surabaya pada mampir," tambah Diah.

Sementara itu, untuk menggaet pasar yang lebih besar, Diah juga membuka toko offline. Pembukaan toko juga didatangi Wali Kota Surabaya, Armudji. Toko ini juga didesain dengan menarik dan menampilkan sejumlah display kue buatannya.

"Untuk persepsi membangun branding dan menggaet pasar yang lebih banyak, akhirnya kami bikin toko," ungkap Diah.

Saat ini, Diah telah memiliki puluhan karyawan. Ada enam karyawan yang bertugas mengurusi administrasi. Lalu, ada 23 karyawan yang bekerja di bidang produksi kue kering.

Kesuksesan Diah ini tak lain karena kerja keras dan keuletannya. Namun selain itu, Diah mengaku banyak terbantu pendampingan yang diberikan Pemkot Surabaya.

Diah pun tak pelit berbagai tips agar UMKM di Surabaya bisa tetap maju dan menghasilkan keuntungan selama pandemi. Diah mengajak para pelaku UMKM kembali bangkit dan berfokus pada pemasaran produknya.

Menurutnya, saat ini penting untuk melakukan pemasaran produk melalui media digital atau online. Diah menyebut banyak pasar yang bisa diraih melalui dunia maya.

"Untuk teman-teman harus tetap fokus sama produknya mau nggak mau harus sudah ke online. Karena dunia sudah mulai berubah, jadi kita harus mengikuti perubahan supaya kita bisa bertahan," pesan Diah.


Thursday, January 20, 2022

Banyak UMKM di Surabaya yang Omzetnya Meroket Selama Pandemi COVID-19

 Ada UMKM di Surabaya yang omzetnya tetap naik selama pandemi COVID-19. UMKM ini bangkit dan mencoba berbagai cara untuk memasarkan produknya.




Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya Fauzie Mustaqiem mengakui, banyak UMKM yang mengalami penurunan omzet. Namun ada pula yang tetap menaikkan omzetnya.

"UMKM memang banyak yang mengalami guncangan saat pandemi dalam hal penurunan omzet, karena memang dampak yang ditimbulkan oleh pandemi ini sangat terasa di berbagai sektor," kata Fauzie kepada detikJatim di Surabaya, Kamis (20/1/2022).

Fauzie mengatakan, UMKM yang omzetnya terus naik saat pandemi COVID-19 kebanyakan di bidang kuliner. Dia menilai, banyak masyarakat di rumah saja sehingga menjadi langganan kuliner-kuliner ini.

"Namun di sisi lain, justru tidak sedikit UMKM yang mampu menaikkan omzetnya, terutama UMKM yang bergerak di bidang makanan atau kuliner. Ini salah satunya karena perubahan pola perilaku masyarakat, yang pada saat pandemi lebih banyak berada di rumah dan lebih banyak beraktivitas di dalam rumah, salah satunya kebiasaan ngemil makanan," paparnya.

Saat ditanya apa saja UMKM yang tetap untung saat pandemi COVID-19, Fauzie mencontohkan Diah Cookies. Dia menyebut, UMKM yang menjual kue kering ini ramai diburu masyarakat. Apa lagi saat menjelang lebaran dan hari besar keagamaan.

Apa lagi, Diah Cookies kerap memasarkan produknya melalui daring atau e-commerce. Hal ini dinilai memudahkan masyarakat dalam mengaksesnya saat di rumah saja.

"Selain itu juga karena perubahan metode belanja, lebih banyak menggunakan media e-commerce yang membuat orang lebih merasa aman dan nyaman karena tidak berinteraksi dengan orang lain untuk mencegah penyebaran virus," tambah Fauzie.

Di kesempatan ini, Fauzie mengatakan, pihaknya senantiasa memberikan pelatihan hingga pendampingan pada UMKM di Surabaya. Fauzie berharap upaya ini bisa membuat para UMKM bisa maju.

"Pemerintah Kota Surabaya senantiasa mendorong UMKM akan semakin berdaya saing, antara lain memfasilitasi pemasaran produknya, memberikan fasilitas pendaftaran hak kekayaan intelektual dan sertifikasi Halal & BPOM, dan juga kegiatan-kegiatan pelatihan atau pendampingan untuk mendukung produktivitas UMKM," pungkas Fauzie.


Thursday, August 26, 2021

Bantu UKM, Mahasiswa UNESA Bikin Mesin Pembuat Susu Kedelai 3 in 1

 

Bantu UKM, Mahasiswa UNESA Bikin Mesin Pembuat Susu Kedelai 3 in 1

Membantu laju bisnis usaha kecil dan menengah atau UKM tak cukup hanya dengan membeli produk mereka saja. Bila punya inovasi yang bisa mengefisienkan proses produksi, itu justru lebih baik. Seperti cara lima mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang membuat mesin canggih pembuat susu kedelai. Adalah Rizdana Galih Pambudi, Rizky Eka Saputra, Puji Dwi Pangestu, Muhammad Nur Salim, dan Apria Nur Eka Falah yang tergabung di Tim Program Kreativitas Mahasiswa Unesa menciptakan ‘Soy Milk Machine with 3 in 1 Process’ (processing, cooling, packaging) untuk membantu meningkatkan kualitas, mutu, dan hasil produksi UKM susu kedelai di Surabaya.

Inovasi yang lahir dari tangan mahasiswa bimbingan Dr. Yunus, M.Pd itu berupa mesin yang mengintegrasikan tiga proses sekaligus, yakni pengolahan, pendinginan, dan pengemasan susu kedelai. Mesin tersebut dilengkapi dengan fitur temperature controller untuk mengatur suhu panas sesuai kebutuhan. Selain itu, juga berfungsi untuk menghasilkan proses pematangan bahan yang lebih merata.
Mesin canggih ini juga memiliki motor wiper yang berfungsi sebagai pengaduk secara otomatis. Kemudian pada proses pendinginan menerapkan teknologi heat exchanger yang direndam dalam air sehingga mampu untuk mengatasi masalah proses pendinginan yang masih sederhana.

Rizdana Galih Pambudi menjelaskan bahwa heat exchanger merupakan alat yang menggunakan uap lewat panas dan air biasa sebagai pendingin. “Fungsinya bisa sebagai pemanas maupun sebagai pendingin,” jelasnya. Sementara untuk proses pengemasan juga menggunakan fitur yang sudah dilengkapi dengan pengontrol waktu sehingga proses pengemasan dapat berlangsung lebih singkat dan secara semi otomatis.

Rizdana mengatakan, mesin tersebut bermula dari keresahan dia dan rekan-rekannya melihat proses produksi UKM susu kedelai mulai dari proses penyaringan, pemasakan, pendinginan dan pengemasan yang masih menggunakan cara-cara manual, dan alat seadanya, sehingga proses produksi cukup memakan waktu dan tidak efektif pun tidak efisien.

Salah satu yang mengalami permasalahan tersebut yakni UKM Susu Kedelai Pak Abbas, Pakal, Surabaya Barat. “Kita diskusi dengan pemiliki UKM tersebut dan katanya memang permasalahannya selama ini adalah proses produksi yang memakan waktu yang tidak sedikit sehingga hasil produksi pun terbatas,” tuturnya.

Setelah melewati berbagai proses, akhirnya mereka menemukan ide untuk membuat mesin produksi susu kedelai yang terintegrasi tiga proses sekaligus itu dalam program PKM UNESA dengan tema “Mesin Pengolah, Pendingin, dan Pengemas Susu Kedelai dengan Sistem 3-In-1 Integrated Process untuk Meningkatkan Produktivitas dan Efektivitas UKM Susu Kedelai”.

Dr. Yunus, M.Pd., selaku dosen pembimbing tim PKM berharap inovasi mesin produksi susu kedelai tersebut dapat membantu dan meningkatkan produktivitas dan efektivitas pelaku usaha usaha menengah maupun kecil susu kedelai di Surabaya. “Karena kebutuhan itu dinamis, tentu inovasi mesin ini bukanlah akhir, tetapi justru menjadi awal bagi kreasi dan inovasi berikutnya,” pungkasnya. #KreasiBersamaUnesa.

Sumber : https://m.kumparan.com/beritaanaksurabaya/bantu-ukm-mahasiswa-unesa-bikin-mesin-pembuat-susu-kedelai-3-in-1-1wJLkbMULR2/full

Wednesday, July 28, 2021

Solusi Bisnis di Masa Pandemi, Latih UKM Pakai Google Bisnisku

Solusi Bisnis di Masa Pandemi, Latih UKM Pakai Google Bisnisku 

Di masa pandemi virus korona, aktivitas tidak bisa berjalan normal. Pemerintah memberlakukan pembatasan agar Covid-19 tidak semakin merebak. Kebijakan tersebut berdampak pada perekonomian warga. Pendapatan terus berkurang.

Salah satu yang terdampak adalah pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Bukti itu terlihat saat Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim turun ke sejumlah wilayah di Surabaya. Salah satunya di wilayah Pakal.

Di Pendopo Kecamatan Pakal, Tim berdialog dengan pelaku UKM. Salah satunya UKM Srikandi Kreatif. Industri kecil tersebut bergerak di sejumlah bidang. Mereka membuat makanan serta fashion.

Ketua SKM Srikandi Kreatif, Setiari menjelaskan, di masa pandemi virus korona, penjualan memang hasil UKM memang seret. Tidak seperti di masa normal. “Karena ada sejumlah keterbasan,” paparnya.

Pertama, pendapatan warga berkurang. Mereka memilih mencukupi kebutuhan kesehatan. Seperti Obat-obatan serta vitamin. Faktor kedua yaitu kurangnya inovasi. Memang pelaku usaha sudah menjual barang dengan sistem online. Namun, ide-ide segar belum dimunculkan. Sehingga tidak menarik konsumen.

Ketua Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Wiwik Handayani menuturkan, kreatifitas harus dipacu saat pandemi. Tidak hanya kualitas produk yang ditingkatkan, cara pemasaran lewat media online atau online marketing pun harus disempurnakan.

Menurut Wiwik, kualitas produk UKM tidak perlu diragukan. UKM Srikandi Kreatif memiliki hasil karya jempolan. Contohnya Batik Shibori dan Ecoprint. “Sudah cukup dikenal,” paparnya.

Teknis pemasaran produk tersebut harus dioptimalkan. Caranya cukup mudah. Dia mencontohkan dengan pemakaian layanan dari google. Yaitu google bisnisku.

Dengan pemakaian layanan itu, pelaku UKM bisa berkreasi. Misalnya menyampaikan informasi tentang produk. “Foto-foto yang diunggah harus menarik,” jelasnya.

Di dalam layanan tersebut, pemilik usaha bisa terus melakukan update. Misalnya ketika ada produk baru. Batik atau makanan bisa langsung diupload. “Intinya harus terus membaharui produk yang dijual,” terangnya.

Selain itu, pembeli bisa menyampaikan ulasan. Feed back tersebut dibutuhkan. “Meningkatkan kepercayaan calon pembeli,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Widodo Suryantoro menjelaskan, Pemkot terus berupaya membantu pelaku UKM. Lewat beragam program. Salah satunya pelatihan. “Kami menggandeng akademisi melatih UKM,” jelasnya

Contohnya bagi pedagang SWK. Sejumlah chef didatangkan membantu pedagang. “Sehingga menu-menu baru muncul. Pelanggan semakin banyak,” paparnya.

Sumber : https://www.jawapos.com/surabaya/27/07/2021/solusi-bisnis-di-masa-pandemi-latih-ukm-pakai-google-bisnisku/?page=2