Showing posts with label inovasi. Show all posts
Showing posts with label inovasi. Show all posts

Sunday, May 5, 2024

Inovasi Teknologi dan Literasi Keuangan Dorong Perkembangan Pelaku UMKM Indonesia

 


Bangkok: CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra ungkap berbagai dukungan melalui inovasi teknologi dan literasi keuangan mendorong perkembangan pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) di di Indonesia.

Dia mengatakan pentingnya dukungan kepada pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM), yang sebagian besar didominasi pelaku bisnis mikro, menyumbang hingga 40 persen  dari ekonomi wilayah Asia Tenggara memainkan peran penting sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, terutama di negara-negara seperti Indonesia dan Thailand.

Inovasi teknologi membantu 90 persen  pedagang mikro di Asia Tenggara yang mengalami hambatan seperti akses kredit yang terbatas, tantangan dalam mendapatkan pinjaman karena jaminan yang tidak memadai serta rendahnya literasi keuangan digital, terutama di daerah perdesaan.

Untuk mengatasinya inovasi teknologi akan menyediakan layanan yang mudah diakses kepada segmen yang tidak terlayani, dimana proporsi pinjaman usaha mikro terhadap layanan pinjaman teknologi finansial lebih besar dibandingkan usaha menengah.

infrastruktur digital

Andi menegaskan dalam memastikan inklusivitas, Amartha telah membangun infrastruktur keuangan digital yang menghubungkan bisnis mikro di kota-kota Tier 2 dan 3 di luar Jawa, dengan menawarkan model pendanaan dan pemberian pinjaman yang terintegrasi baik dari sektor institusi maupun ritel.
"Hal ini memungkinkan para peminjam untuk mengakses modal kerja dengan efisien. Selain itu, infrastruktur mereka menyediakan layanan pembayaran dan sistem skor kredit internal, menjadikannya platform keuangan mikro yang paling terintegrasi untuk segmen akar rumput Indonesia," tegas dia dalam keteranganya, Minggu, 5 Mei 2024.
 
Dalam memastikan inklusivitas, Amartha telah membangun infrastruktur keuangan digital yang menghubungkan bisnis mikro di kota-kota Tier 2 dan 3 di luar Jawa, dengan menawarkan model pendanaan dan pemberian pinjaman yang terintegrasi baik dari sektor institusi maupun ritel.
 
"Hal ini memungkinkan para peminjam untuk mengakses modal kerja dengan efisien. Selain itu, infrastruktur mereka menyediakan layanan pembayaran dan sistem skor kredit internal, menjadikannya platform keuangan mikro yang paling terintegrasi untuk segmen akar rumput Indonesia," tegas dia.
 
Lebih lanjut, guna menyediakan ketersediaan akses permodalan yang lebih luas pendirian local branchless agents, yang memberdayakan mitra bisnis lokal lokal di daerah pedesaan menawarkan layanan keuangan digital seperti transfer peer-to-peer, tabungan mikro, dan pembayaran tagihan.
 
"Produk-produk strategis ini memperluas layanan keuangan esensial kepada para pelaku usaha mikro untuk mempromosikan literasi digital dan keuangan dengan menempatkan local branchless agents ke area perdesaan," tegas dia.

tren investasi berdampak

Andi mengatakan perjalanan menuju inklusi akses permodalan bagi usaha mikro turut diiringi dengan meningkatnya tren impact investing. Di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, saat ini menjadi tempat tujuan impact investing yang memungkinkan para investor dan institusi global untuk diversifikasi portofolio di pasar yang berkembang.
 
Dia mengatakan pada periode 2020-2022, impact investor telah berkomitmen lebih dari 67 persen  dari total modal yang diinvestasikan dalam periode 10 tahun sebelumnya dari 2007-2016 di Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan percepatan tren aktivitas impact investing di wilayah tersebut.
 
Di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, saat ini menjadi tempat tujuan impact investing yang memungkinkan para investor dan institusi global untuk mendiversifikasi portofolio di pasar yang berkembang serta turut serta memberikan dampak sosial bagi masyarakat.
 
"Kondisi geografis yang luas selalu menjadi fokus utama dalam menyediakan akses permodalan yang merata bagi usaha mikro di Indonesia. Salah satu tantangannya adalah penyaluran modal yang belum merata di luar pulau Jawa,” ungkap dia.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/05/inovasi-teknologi-dan-literasi-keuangan.html

Tuesday, April 23, 2024

Transformasi Digital Bisnis: Mengungkap Potensi ServiceNow Untuk Efisiensi dan Efektifitas Bisnis

 

Efisiensi dan efektifitas adalah dua goals yang selalu disasar oleh setiap Perusahaan dalam setiap operasional bisnisnya. Bahkan seringkali efisiensi dan efektifitas menjadi tolak ukur untuk keseimbangan bisnis proses. Maka solusi berbasis teknologi menjadi "angin segar" bagi organisasi atau Perusahaan, untuk meminimalisir potensi "mubazir", yang mungkin terjadi di dalam bisnis proses Perusahaan. Salah satu solusi berbasis teknologi yang ditawarkan di pasaran adalah ServiceNow.   


ServiceNow adalah sebuah platform cloud yang menyediakan berbagai solusi untuk manajemen layanan digital, otomatisasi proses bisnis, manajemen operasi IT, dan pengelolaan pengalaman pelanggan.


Teknologi ServiceNow menggabungkan beberapa fitur kunci, termasuk manajemen layanan IT (IT Service Management), manajemen operasi (IT Operations Management), manajemen rantai pasokan (IT Business Management), manajemen risiko dan kepatuhan (Governance, Risk, and Compliance), serta pengelolaan layanan fasilitas (Facilities Service Management).

Platform ini memungkinkan organisasi untuk mengotomatisasi berbagai proses bisnis mereka dan menyediakan layanan yang lebih baik kepada pengguna akhir, termasuk karyawan internal dan pelanggan eksternal. ServiceNow dapat diimplementasikan dalam berbagai industri dan departemen, termasuk IT, sumber daya manusia, keuangan, layanan pelanggan, dan banyak lagi.


Salah satu fitur utama dari ServiceNow adalah kemampuannya untuk menyatukan berbagai sistem dan aplikasi yang berbeda dalam satu platform yang terintegrasi. Ini memungkinkan organisasi untuk mengurangi silo data, meningkatkan efisiensi, dan meningkatkan kolaborasi antar tim.


Dengan menggunakan ServiceNow, perusahaan dapat mengelola permintaan layanan, masalah, perubahan, dan aset IT, serta menerapkan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan responsibilitas layanan. Platform ini juga menyediakan analitik yang kuat untuk membantu organisasi dalam mengambil keputusan berdasarkan data.


Implementasi ServiceNow dapat memberikan beberapa manfaat yang signifikan bagi perusahaan, termasuk:


1. Peningkatan efisiensi operasional:  ServiceNow memungkinkan otomatisasi proses bisnis yang berulang dan mengurangi ketergantungan pada tugas manual. Ini membantu meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya overhead.


2. Peningkatan pengalaman pengguna: Dengan menyediakan portal self-service yang mudah digunakan dan antarmuka yang intuitif, ServiceNow memungkinkan pengguna untuk mengajukan permintaan layanan, melacak status tiket, dan mengakses informasi dengan lebih mudah. Hal ini meningkatkan kepuasan pengguna dan mengurangi beban kerja bagi tim dukungan.


3. Manajemen yang terintegrasi: ServiceNow menyatukan berbagai proses bisnis dan sistem yang berbeda dalam satu platform terintegrasi. Hal ini mengurangi silo data dan meningkatkan kolaborasi antar departemen, sehingga memungkinkan perusahaan untuk mengambil keputusan yang lebih baik dan lebih cepat.


4. Peningkatan ketahanan dan keamanan: ServiceNow menyediakan solusi untuk manajemen risiko, kepatuhan, dan keamanan informasi. Dengan memantau dan mengelola risiko secara proaktif, perusahaan dapat mengurangi potensi dampak negatif dari insiden keamanan dan memastikan kepatuhan dengan regulasi yang relevan.

5. Analitik yang kuat: ServiceNow menyediakan berbagai fitur analitik yang memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memvisualisasikan data operasional. Hal ini membantu organisasi untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang kinerja operasional mereka dan mengidentifikasi area di mana perbaikan dapat dilakukan.


6. Skalabilitas dan fleksibilitas: ServiceNow dirancang untuk dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan bisnis. Ini memungkinkan perusahaan untuk mengadopsi solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka saat ini dan memperluas fungsionalitas ketika diperlukan di masa depan.


Secara keseluruhan, implementasi ServiceNow dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan pengalaman pengguna, meningkatkan keamanan dan kepatuhan, serta mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang operasi mereka. Hal ini membuat ServiceNow menjadi pilihan yang menarik bagi banyak organisasi yang ingin meningkatkan kinerja dan daya saing mereka.

Fujitsu adalah salah satu dari banyak mitra implementasi ServiceNow yang menawarkan berbagai solusi dan layanan untuk membantu perusahaan mengadopsi, mengimplementasikan, dan mengoptimalkan platform ServiceNow.


Melalui kemitraannya dengan ServiceNow, Fujitsu berusaha untuk menyediakan solusi yang komprehensif dan terintegrasi untuk membantu perusahaan meningkatkan pengelolaan layanan, mengoptimalkan operasi IT, dan meningkatkan pengalaman pengguna mereka secara keseluruhan.


Memilih implementasi ServiceNow dengan Fujitsu dapat memiliki beberapa keuntungan yang signifikan, termasuk:


1. Pengalaman dan Kredibilitas: Fujitsu adalah perusahaan teknologi yang mapan dan memiliki pengalaman yang luas dalam menyediakan solusi IT untuk berbagai industri. Dengan demikian, mereka memiliki pengetahuan dan kredibilitas yang diperlukan untuk mengelola implementasi ServiceNow dengan baik.


2. Pengetahuan Mendalam tentang ServiceNow: Sebagai mitra ServiceNow, Fujitsu memiliki pemahaman yang mendalam tentang platform ServiceNow dan ekosistemnya. Mereka terus menerus terlibat dalam pelatihan dan sertifikasi untuk memastikan bahwa tim mereka memiliki keahlian yang diperlukan untuk mengelola implementasi dengan efektif.


3. Layanan Terpadu: Fujitsu menawarkan berbagai layanan terintegrasi, mulai dari konsultasi dan implementasi hingga dukungan dan pemeliharaan. Ini memastikan bahwa perusahaan mendapatkan solusi yang lengkap dan terkoordinasi dari satu penyedia layanan.


4. Kemampuan Kustomisasi dan Pengembangan: Fujitsu memiliki tim pengembang yang berpengalaman yang dapat membantu perusahaan untuk menyesuaikan platform ServiceNow sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka. Mereka dapat mengembangkan modul tambahan, aliran kerja kustom, dan antarmuka pengguna yang disesuaikan untuk memenuhi persyaratan unik perusahaan

5. Manajemen Proyek yang Profesional: Fujitsu menyediakan layanan manajemen proyek yang komprehensif untuk memastikan bahwa implementasi ServiceNow berjalan sesuai jadwal dan anggaran. Mereka mengelola semua aspek proyek, mulai dari perencanaan hingga pelaporan, sehingga perusahaan dapat fokus pada kegiatan inti mereka.


6. Komitmen pada Inovasi dan Kontinuitas: Fujitsu berkomitmen untuk memberikan solusi inovatif dan terus memperbarui pengetahuan mereka tentang teknologi terbaru. Mereka juga menyediakan layanan pemeliharaan dan dukungan jangka panjang untuk memastikan kelancaran operasional platform ServiceNow.


Secara keseluruhan, memilih implementasi ServiceNow dengan Fujitsu dapat memberikan perusahaan keuntungan dalam hal pengalaman, pengetahuan, layanan terpadu, kemampuan kustomisasi, manajemen proyek, inovasi, dan dukungan jangka panjang. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi perusahaan yang ingin memastikan keberhasilan implementasi ServiceNow mereka.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/transformasi-digital-bisnis-mengungkap.html

Monday, April 15, 2024

Inovasi dan Transformasi Digital RSUD Sumberglagah, Mulai CT Scan, KOZI, K-POP, hingga POP SURGA

 

SEIRING perkembangan zaman dan kemajuan teknologi kedokteran, RSUD Sumberglagah terus berupaya melakukan berbagai inovasi dalam rangka meningkatkan pengalaman positif pasien selama berada di rumah sakit, meningkatkan efisiensi, dan meningkatkan hasil klinis dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan.

Senada dengan hal tersebut RSUD Sumberglagah akan segera menghadirkan sebuah alat canggih CT-SCAN 128 Slice yang mampu mendeteksi penyakit dengan lebih akurat dengan waktu pemeriksaan yang lebih singkat.

Kedepannya CT-SCAN 128 Slice ini akan digunakan dalam berbagai pemeriksaan. Antara lain: Otak (evaluasi stroke infark, stroke perdarahan, infeksi, tumor, cedera kepala), Rongga dada (paru-paru, tumor, infeksi), gangguan pembuluh darah besar), Rongga Perut (kelainan pada hati, saluran empedu, ginjal, limpa, pankreas, usus, dan pemeriksaan pembuluh darah), THT (sinus paranasal, evaluasi telinga dalam), Orthopedi (tumor tulang, infeksi, trauma).

Tidak berhenti sampai di situ. Sebagai bagian dari rangkaian transformasi digital pada fasilitas kesehatan mulai dari pendaftaran, pelayanan, hingga farmasi di RSUD Sumberglagah telah berupaya melakukan berbagai inovasi.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Sumberglagah Dr. Ninis Herlina Kirana Sari memaparkan beberapa inovasi terbaru RSUD diantaranya pelayanan Konsultasi Gizi Online (KOZI) melalui website RSUD Sumberglagah atau Whatsapp di nomor 082131802440 pada Senin sampai Jumat pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.

Pelayanan Konsultasi Gizi Online (KOZI) ini gratis dan tidak dipungut biaya apapun sehingga diharapkan dapat membantu menjangkau permasalahan gizi masyarakat dengan cara menghubungi Konsultasi Gizi Online (KOZI) RSUD Sumberglagah.

RSUD Sumberglagah juga memiliki unit Ortotik Prostetik yang melayani pembuatan kaki dan tangan palsu, alat bantu skoliosis, perawatan protesis, dan kelainan jalan pada anak. Demi meningkatkan kualitas layanan dan jangkauan informasi kesehatan terkait Ortotik Prostetik, unit Ortotik Prostetik RSUD Sumberglagah berupaya memberikan manfaat lebih sehingga masyarakat tidak perlu datang langsung / bertatap muka dalam bentuk Konsultasi Pelayanan Ortotik Prostetik (K-POP) secara online melalui Website RSUD Sumberglagah atau Whatsapp di nomor 082131802440 pada Senin sampai Jumat pukul 08.00 hingga 15.30 WIB (GRATIS). 

Unit farmasi di RSUD Sumberglagah juga memiliki sebuah inovasi pelayanan POP SURGA yaitu Pengantaran Obat Pasien RSUD Sumberglagah. Inovasi ini salah satu bentuk pelayanan inovatif bagi masyarakat yang membutuhkan dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam Layanan Pop Surga yaitu lebih mudah, tidak perlu antri ambil obat, lebih nyaman, dan obat diantar sampai tujuan.

RSUD Sumberglagah juga telah bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas jangkauan pelayanan pengantaran obat yang siap melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan pengantaran obat meliputi wilayah Mojokerto Raya dan Jawa Timur.Diharapkan melalui berbagai inovasi dan transformasi digital pelayanan kesehatan RSUD Sumberglagah dapat menghadirkan perubahan positif dalam cara merawat pasien, memanfaatkan teknologi terbaru, meningkatkan aksesibilitas, dan meningkatkan kualitas perawatan secara keseluruhan serta terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/inovasi-dan-transformasi-digital-rsud.html

Wednesday, March 27, 2024

Ini 4 Sektor Startup yang Lagi Dikembangkan Kemenkop UKM

 

Jakarta: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan pihaknya saat ini sedang fokus mengembangkan perusahaan rintisan (startup) pada empat sektor, yaitu agribisnis, akuakultur, bisnis ramah lingkungan, dan teknologi.

 "Target pengembangan startup pada keempat sektor ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan dampak positif sosial dan ekonomi nasional," kata Teten dalam sebuah diskusi kewirausahaan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu, 27 Maret 2024.

 
Teten menjelaskan saat ini terdapat 2.605 startup di Tanah Air, menjadikan Indonesia sebagai negara keenam dengan startup terbanyak di dunia. Dari sisi valuasi, terdapat 15 startup Indonesia yang tumbuh menjadi unicorn dan decacorn.

Sayangnya, ekonomi startup Indonesia selama ini dianggap Teten tidak terarah dan lebih berfokus pada jasa perdagangan dan pembiayaan yang menyebabkan kontribusi startup terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih rendah jika dibandingkan negara lain seperti Tiongkok.
 
Ia mengatakan ekonomi digital Indonesia perlu mengubah arah dan fokus pada industri serta pemanfaatan teknologi seperti internet of things (IoT), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan smart factory.
 
Teten mencontohkan Tiongkok, 41 persen ekonomi digital mereka memberi kontribusi terhadap PDB karena penggunaan IoT di sisi produksi dan industri. Sementara di Indonesia, fokusnya masih pada e-commerce.
 
Meskipun ada beberapa startup Indonesia yang sudah tumbuh menjadi unicorn, seperti eFishery untuk produk perikanan, Chickin untuk peternakan ayam, Jala untuk udang, Elevarm untuk hortikultura, Teten mengatakan ini belum cukup.

Teten menambahkan potensi pengembangan startup pada sektor agribisnis, akuakultur, bisnis ramah lingkungan, dan teknologi masih terbuka lebar. Untuk itu, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan empat tahapan pengembangan startup bisa dijalankan secara bersama-sama.
 
Keempat fase tersebut adalah kesesuaian dalam memberikan solusi suatu masalah, kesesuaian pasar produk, kesesuaian model bisnis, dan keberlanjutan bisnis.
 
Teten juga menyoroti salah satu permasalahan klasik yang dihadapi para startup adalah persoalan finansial. Dengan dana terbatas, startup sangat bergantung pada model pendanaan dari angel investor dan modal ventura, untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi mereka.
 
Dia mengajak seluruh lembaga keuangan termasuk perusahaan modal ventura, bank, perusahaan fintech, aplikasi pendukung keuangan, dan lembaga donor untuk bersama-sama membantu startup dalam mengakses pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka.
 
"Kami juga ingin melahirkan ekonomi baru, produk baru, karena kalau produk lama hanya akan menambah persaingan dan ini sudah terlalu ramai," tutup Teten.
 

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/03/ini-4-sektor-startup-yang-lagi.html

Monday, February 21, 2022

Hotel di Surabaya Gandeng UMKM Bangkitkan Okupansi saat PPKM Level 3

Surabaya - Surabaya menerapkan PPKM Level 3 berdampak ke beberapa sektor. Hotel-hotel di Surabaya membuat inovasi untuk membangkitkan ekonomi. Salah satunya sektor pariwisata dan bisnis seperti UMKM.


Salah satunya yang dilakukan G Suites Hotel Surabaya. Dengan menggandeng UMKM Surabaya saat PPKM level 3, digelar G-Market Festival. Okupansi hotel yang sebelumnya turun sekitar 24%, kini naik dan terisi 100%.

General Manager G Suites Hotel Surabaya, Hassanudin mengatakan PPKM Level 3 ini berpengaruh pada bisnis dan pariwisata. Bahkan, sempat ada pembatalan pesanan kamar sebanyak 25 dari 111 kamar yang ada. Bahkan tak sedikit yang melakukan refund.

"Efeknya terasa. Karena adanya event ini menjadi 100% (Occupancy). Selama 3 hari occupancy kita 100% lebih kemarin malam (Sabtu, 19/2). Positif respons bahwa pergerakan bisnis ada, meskipun tidak signifikan. Ada gatering bisnis, UMKM, komunitas ada celah bisnis yang dilakukan. Pergerakan positif hasilnya juga positif," kata Hassanudin kepada wartawan di G Suites Hotel, Minggu (20/2/2022).

Dengan event UMKM ini, jelas dia,bisa membangkitkan semangat para pelaku usaha bahwa meski pandemi masih bisa bangkit. Tentunya dengan kolaborasi, inovasi dan kreativitas.

"Kita punya tujuan dengan melakukan prokes yang benar agar bisa beraktivitas, bisa event. Mainset pebisnis, pengusaha khawatir dengan keadaan, tapi kalau dengan prokes benar dan ketat, kita bisa. Tapi izin hampir 1 bulan menunggu, tidak segampang itu, diseleksi dulu. Memberi ruang untuk UMKM jangan patah semangat, masih bisa berkreasi," jelasnya.

Ke depannya, tambah dia, pihaknya ingin menggandeng Pemkot Surabaya juga. Apalagi mendekati bulan puasa, bisa menggandeng UMKM dengan Pasar Ramadhan.

"Mungkin bisa kerja sama dengan pemkot di balai kota. UMKM pemkot juga banyak. Kami dari EO dan G Suite membantu dinas koperasi yang membawahi UMKM. Syukur-syukur saat ramadhan ada pasar Ramadhan menggandeng UMKM," ujarnya.

Salah satu pelaku UMKM minuman Ribira Coffee, Rizky Rahman.Dengan event G-Market Festival bisa membantu perekonomian usahanya saat Surabaya kembali naik ke PPKM level 3.

"UMKM saya pakai sespan stand modif pada motor vespa. Untuk membangkitkan ekonomi, event ini tentunya bagus. Dengan event ini memenuhi target. Hari pertama habis 25 cup, tapi jamnya pendek jam 16.00-20.00 WIB, per cup Rp 15-20 ribu. Memenuhi target dan ekspetasi lah," pungkasnya.

Diketahui, ada 13 UMKM yang digandeng G Suites Hotel Surabaya. Yaitu The Gardener, Ribira Coffe, Tamy Dawet, Tupperware, Sans Kitchen, Minikin, Sambal Rujak Bu Dewan, Mia Cake-Kue Brownis, Nasi Cumi, Baby Pals, Reverseas, Orakle.


Sumber : https://www.detik.com/jatim/bisnis/d-5951001/hotel-di-surabaya-gandeng-umkm-bangkitkan-okupansi-saat-ppkm-level-3

Monday, August 30, 2021

Danone Indonesia dan Kampus Umas Usman Gelar Webinar UMKM

 

Danone Indonesia dan Kampus Umas Usman Gelar Webinar UMKM

JAKARTA - Danone Indonesia melalui PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) bersama Kampus Bisnis Umar Usman menggelar acara webinar kewirausahaan, spesial bertepatan dengan Hari UMKM Nasional 2021, webinar pada Kamis, (12/8) diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pandemi berkepanjangan sejak Maret 2020 lalu menjadi pukulan telak untuk sebagian besar profesi kerja masyarakat Indonesia tak terkecuali pelaku UMKM. Tercatat sebanyak 65 persen masyarakat mengakui pendapatannya berkurang akibat pandemi Covid-19. Penurunan pendapatan tersebut salah satunya dikarenakan kehilangan pekerjaan atau penurunan jam kerja.

Hadir memberikan sambutan, Lily Zulaeha, Direktur Kampus Bisnis Umar Usman, menyampaikan, “Di tengah himpitan tersebut, kami memperhatikan ternyata banyak juga pebisnis baru yang lahir setelah melihat peluang di masa krisis. Mereka adalah para pejuang keluarga yang mencoba berjuang untuk mendapatkan penghasilan tambahan atau penghasilan utama yang hilang”.

“Para UMKM pun saat ini berusaha untuk terus berbenah dan membangun bisnisnya di masa krisis ini. Jika membangun bisnis di masa non pandemi (normal) saja bukan hal yang mudah, apalagi di kondisi adaptasi kebiasaan baru seperti saat ini. Para UMKM pasti butuh tambahan ilmu dan inovasi yang lebih untuk dapat membangun bisnisnya mengikuti adaptasi kebiasaan baru”, lanjut Lily.

Sarihusada dan Kampus Bisnis Umar Usman berkomitmen untuk mendampingi para UMKM dengan berbagai programnya, agar para UMKM dapat membangun dan meningkatkan penjualan walaupun masih dalam kondisi pandemi dengan tatanan kehidupan baru sekarang ini.

Dalam webinar kali ini, tema yang diangkat yaitu Pentingnya Brand dan Branding Dalam Meningkatkan Penjualan. Pelaku usaha sudah seharusnya sadar, dalam dunia modern, membesarkan branding dapat memberikan nilai lebih tinggi daripada hanya mengumpulkan aset-aset fisik. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk para pelaku UMKM dan bisa menjadi momentum yang pas untuk melakukan branding kepada pelanggan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Karyanto Wibowo,Direktur Sustainable Development Danone Indonesia, menyatakan bahwa Danone Indonesia mendukung penuh pengembangan UMKM di Indonesia melalui pelaksanaan program Damping ini. Dalam webinar ini, turut hadir sebagi Keynote Speech yaitu Bapak Ari Anindya H, STP, Asisten Deputi Pengembangan Kawasan, Rantai Pasok Usaha Kecil Menengah, Kementerian Koperasi dan UMKM RI.

Ari Anindya menegaskan, “Kemenkop UMKM RI sangat mendukung berbagai program kewirausahaan yang dijalankan Danone Indonesia bersama Kampus Bisnis Umar Usman. Dengan adanya kegiatan ini semoga dapat memantik motivasi dan semangat para pelaku UMKM agar terus tumbuh mandiri dan inovasi. Sehingga perekonomian negara bisa kembali kuat hingga tahun-tahun kedepannya.”

Webinar Kewirausahaan dengan tema Branding ini menghadirkan para narasumber professional dibidangnya. Mereka berbagi ilmu dan pengalaman tentang dunia branding dan komunitas UMKM yang sangat penting untuk diketahui para wirausahawan.

Faisal Hasan Basri, Sekjen Komunitas Sahabat UMKM, dalam pemaparannya turut memberikan pencerahan bahwa kenapa sih sebagai pelaku usaha kita perlu berjejaring, dan seberapa penting untuk bergabung dalam sebuah komunitas wirausaha.

“Salah satu yang dibutuhkan pelaku UMKM saat ini adalah NETWORK, agar brand bisa mencapai konsumen tepat sasaran. Sehingga bagi seorang pengusaha, wajib hukumnya memperbanyak kerjasama dan kolerasi dengan seluruh jaringan, salah satunya bisa melalui komunitas Sahabat UMKM,” jelas Faisal.

Menemani Faisal, hadir pula Arto Biantoro, Brand Activist dan CEO Gambaran Brand. Beliau merupakan seorang expert yang juga sudah banyak membantu para pelaku UMKM untuk membangun brandnya.

“Seorang pebisnis perlu membangun komunikasi dengan pelanggan. Branding tidak hanya tentang merk atau nama suatu produk, melainkan lebih dari itu. Branding harus memunculkan rasa. Maka proses branding tidak akan pernah selesai. Pengusaha harus terus berinovasi dan melakukan berbagai pendekatan”, ungkap Arto.

Arto menambahkan bahwa dalam membangun sebuah Brand harus berfokus pada solusi, tidak perlu buang-buang waktu untuk memikirkan competitor, lebih baik kita fokus pada masalah dan temukan solusinya.

Tak Hanya itu, sebagai praktisi bisnis kuliner yang sudah memiliki brand dan melakukan branding, yaitu Ryan Adham Angkawijaya, Founder SnazyBoom, yang juga merupakan Alumni Kampus Bisnis Umar Usman. Ryan tak segan berbagi kisah sukses yang menginspirasi dan memberikan motivasi untuk para peserta yang merupakan para pelaku UMKM lokal.

"Branding menjadi kunci yang menjadikan produk atau bisnis kita terjebak dari perang harga dan meningkatkan loyalitas konsumen. Dengan begitu, hasil penjualan pun akan meningkat”, Ungkap Ryan.

Tak hanya selesai dalam webinar hari ini, para peserta berkesempatan untuk mendapatkan pendampingan bisnis selama 1 bulan, bagi peserta terbaik. Bertepatan dengan hari UMKM Nasional, Damping Indonesia memberikan juga banyak hadiah untuk para peserta. Salah satunya adalah sebuah Aplikasi Pencatatan Keuangan dari Ruang Kolaborasi Nusantara (RKN) yang merupakan salah satu tenant Damping Indonesia.

Dalam webinar ini, RKN sekaligus meluncurkan sebuah Aplikasi bernama SILAKU yang dibuat untuk mendukung pelaku UMKM dalam mengelola keuangan bisnis. Para peserta webinar berkesempatan mendapatkan Aplikasi SILAKU secara Gratis.

Sebagai salah satu penyedia hasil produk terbesar di Indonesia,Danone Specialized Nutrition Indonesia melalui PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada), ingin turut mendorong pergerakan roda perekonomian tanah air. Diantaranya dengan mendukung pertumbuhan serta kualitas para UMKM di Indonesia.

Sumber : https://m.republika.co.id/berita/qxv2c4380/danone-indonesia-dan-kampus-umas-usman-gelar-webinar-umkm

Monday, March 8, 2021

Menristek: Inovasi dan Teknologi Bantu UMKM Naik Kelas

Menristek/Kepala BRIN, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, saat wawancara daring, pada Rabu, 4 November 2020.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan inovasi dan teknologi dapat membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk naik kelas menjadi usaha yang lebih besar.

"Agar UMKM di Indonesia nantinya besar, naik kelas dari mikro ke kecil, kecil ke menengah itu karena mereka disentuh dengan teknologi baik teknologi produksinya maupun teknologi digital sekarang ini," kata Menristek Bambang dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) 2021, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021.

Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang menuturkan UMKM akan sulit bertahan jika tidak terhubung secara digital, apalagi dalam kondisi menghadapi dampak pandemi Covid-19.

UMKM juga akan kesulitan untuk bersaing jika tidak dibantu dari segi teknologi produksinya.

Dalam acara itu, Menristek menuturkan peran BPPT menjadi krusial untuk bisa melahirkan entrepreneurship dan membesarkan UMKM. Upaya itu dapat dilakukan dengan menciptakan inovasi dan teknologi yang membantu UMKM meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksinya.

Dengan inovasi dan teknologi, menurutnya, juga dapat melahirkan lebih banyak pengusaha berbasis teknologi atau startup atau teknopreneur.

"Keberadaan startup penting karena akan membuka lapangan pekerjaan, menghasilkan solusi untuk berbagai masalah yang bisa cepat diselesaikan dengan teknologi, dan ujungnya peningkatan pertumbuhan ekonomi," tambah Menristek.


sumber : https://tekno.tempo.co/read/1440263/menristek-inovasi-dan-teknologi-bantu-umkm-naik-kelas/full&view=ok 

Thursday, February 18, 2021

Uji Nyali UMKM, Inovasi atau Mati

Ilustrasi. FOTO/SINDOnews

Pengamat marketing Yuswohady menilai, UMKM dalam negeri akan kalah bersaing jika tidak melakukan inovasi. Menurutnya, melalui platform digital semua pemain bisa masuk dengan harga produk murah dan berkualitas.

"Melalui platform digital semua pemain bisa masuk dengan harga yang murah dan kualitas bagus terutama dari China. Sehingga dihadapkan pada persaingan terbuka, ya akhirnya memang UMKM-nya jadi kalah bersaing," ujar Yuswohady saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (18/2/2021).

Sebagaimana diketahui, tagar #SellerAsingBunuhUMKM menjadi trending topik di Twitter, bermula dari percakapan beberapa pengguna Twitter yang membahas salah satu penjual di Shoppe bernama Mr. Hu. Mereka mengunggah bukti penerimaan paket berisi produk yang dijual Mr. Hu dengan harga yang murah dibandingkan produk lokal. Kasus ini kemudian diangkat oleh dr. Tirta Mandira Hudhi melalui akun Twitternya @tirta_hudhi dengan lebih dari 300 ribu pengikut.

Yuswohady mengatakan, bagi UMKM yang ingin maju hal ini sebenarnya menjadi challenge sekaligus peluang untuk memperbaiki diri. Tetapi disayangkan banyak UMKM di Indonesia yang orientasinya hanya untuk hidup dan bukan untuk tumbuh lebih baik.

"Banyak UMKM kita orientasinya just untuk hidup jadi bukan untuk grow gitu, saya nyebutnya ini UMKM subsistem. UMKM subsistem adalah UMKM yang pokoknya hidup untuk bertahan, jadi ga pernah berpikir good mindset," kata dia.

Dia menyebutkan, jika punya keberpihakan pemerintah memang harus memberikan perlindungan kepada UMKM. Tetapi perlindungan yang diberikan tidak boleh secara terus-menerus, karena dikhawatirkan nantinya UMKM tidak mau bersaing dan tidak memperbaiki diri.

"Dilindungi juga ga boleh terus-terusan. Kalau gitu nanti jadinya manja ya, manja dan ga pernah mau bersaing, ga mau memperbaiki diri, dan akhirnya jadi minta perlindungan terus. Artinya pemerintah itu harus ada strategi yang jelas melindungi pun juga ga bisa melindungi seterusnya," jelasnya.

Lanjut dia, pemerintah juga harus selektif terkait memberikan perlindungan kepada UMKM. Menurutnya, tidak semua UMKM bisa diberikan perlindungan karena keterbatasan anggaran pemerintah. "Jadi mesti harus dipilah-pilah. Ini repotnya Indonesia kan begitu ya banyak sekali dan jelek semua, sehingga kalau mau dibantu mesti ada skala prioritas dan jangka waktunya jadi ga bisa disusui terus gitu," terangnya.



sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/339672/34/uji-nyali-umkm-inovasi-atau-mati-1613656962
 

Sunday, February 14, 2021

Abdul Hakim Ajak Pelaku UMKM Belabong Berinovasi Dalam Masa Krisis


Anggota Komite IV DPD RI, daerah pemilihan (dapil) Provinsi Lampung, Abdul Hakim para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berinovasi dalam masa krisis wabah pandemi virus Corona (Covid-19).

Ajakan tersebut disampaikan politisi senior ini saat melakukan pertemuan dengan warga dan pelaku UMKM di Kelurahan Bilabong Jaya Kecamatan Langkapura, Lampung, Sabtu (13/2). Pertemuan juga dihadiri lurah, Bintara Pembina Desa (Babinsa), sekretaris camat, Bhabinkamtibmas, Ketua Tim Penggerak PKK, anggota Pokdarwis dan undangan. Juga hadir anggota DPRD Bandar Lampung, Agus Djumadi.

Abdul Hakim merespons positif pertemuan ini. Sebab, dari sini dia bisa menyerap aspirasi warga dalam konteks resesnya ke daerah pemilihan.
Pelaku UMKM adalah bagian dari penyokong utama ekonomi nasional karena para pegiat yang mempunyai daya tahan di tengah krisis imbas pandemi Covid-19.

Abdul Hakim menilai, pelaku UMKM mesti diberikan akses permodalan untuk penambahan omset usaha. Dengan begitu, ada peluang menaikkan produksi yang bisa berdampak pada pembukaan lapangan kerja baru.

Anggota DPRD Bandar Lampung menambahkan, pelaku UMKM di Bandar Lampung mesti mendapat perhatian lebih dari Pemerintah. Mereka selama ini sudah berkreasi untuk menyokong ekonomi daerah, namun belum mendapatkan insentif yang memadai.

Agus ingin, Pemerintah memberikan kemudahan akses permodalan dan pembukaan pasar yang lebih luas. Jumlah pelaku UMKM di Bandar Lampung 2020 mencapai 10.479. Jumlah inilah diusulkan untuk mendapat Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Unit usaha itu dinilai mempunyai persyaratan lengkap sesuai ketentuan.

Angka 2020 ini naik jika dibandingkan 2017 di mana UMKM di Bandar Lampung tercatat 2.125. Sedangkan untuk skala Provinsi Lampung, jumlah UMKM 2017 mencapai 157.922 unit dan 2018 mencapai 165.964 unit.



sumber : https://beritalima.com/abdul-hakim-ajak-pelaku-umkm-belabong-berinovasi-dalam-masa-krisis/

Wednesday, February 10, 2021

IWAPI Ingatkan UKM Perlu Inovasi dan Pemahaman Digital

Ketua Umum DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Dyah Anita Prihapsari (kedua kiri) -foto ilustrasi-

Dalam masa pandemi Covid-19, perempuan pengusaha perlu melakukan inovasi dan pemahaman digitalisasi yang baik. Cara ini yang akan membuat bisa bertahan dari pandemic.

Hal ini disampaikan Ketua Umum DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Dyah Anita Prihapsari. Perempuan yang biasa disapa Nita Yudi ini mengungkapkan, ekonomi UMKM salah satu usaha yang terdampak atas kombinasi risiko penularan Covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB / PPKM) sebab telah membuat omset turun drastis dan sangat mempengaruhi kinerja usaha.

“Untuk bertahan kita perlu inovasi serta pemahaman tentang digitalisasi, secara baik,” kata Nita, dalam siaran persnya, Rabu (10/2).

IWAPI pada Rabu (10/2) menyelenggarakan syukuran ulang tahun ke-46 secara virtual. Pada ulang tahun kali ini, IWAPI mengusung tema: "Tantangan Digitalisasi dan Finansial sebagai Resiliensi Perempuan Pengusaha bangkit dimasa pandemi dan di Era New Normal".

Kuncinya, lanjut Nita, harus mampu beradaptasi. Sehingga perempuan pengusaha dalam bidang UMKM memiliki resiliensi, agile dan berfikir positif dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi, serta menjadikan masa pandemi ini sebagai pembelajaran.

Anggota IWAPI saat ini berjumlah 30.000 orang yang tersebar di 34 provinsi, kabupaten dan kecamatan kota. Dari jumlah itu, 98 persen anggotanya berskala UMKM dan 2 persen yang berskala besar.

“UMKM memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional dengan memberi kontribusi terhadap PDB sekitar 60 persen, lalu penyerapan tenaga kerja 97,22 persen dengan jumlah pelaku UMKM mencapai 62 juta,” papar Nita Yudi.

Sementara Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu terus didorong untuk bergabung dengan koperasi atau membentuk koperasi baru. Pasalnya, rata-rata UMKM memiliki persoalan dalam akses permodalan, produksi dan pemasaran, sehingga sangat diperlukan peran koperasi.

"Koperasi sebagai badan hukum diharapkan bisa menyokong kebutuhan usaha dan membantu UMKM mengatasi persoalan-persoalannya," ujarnya

Kata Teten, pengembangan UMKM melalui koperasi berorientasi usaha berbasis model bisnis sirkuit ekonomi (hulu-hilir, kemitraan terbuka dengan para pihak/inclusive closed loop), pemanfaatan teknologi informasi untuk melayani anggota, dan inklusif terhadap perkembangan usaha anggota (promosi ekonomi anggota). "Jadi tidak hanya koperasinya saja yang besar, usaha anggotanya juga harus berkembang," ungkapnya.

Sekalipun diselenggarakan secara virtual, pada ultahnya kali ini, IWAPI banyak menerima ucapan selamat, seperti Ketua MPR, Wakil Ketua DPR RI, Ketua Kadin, Ketua Dekranas, Ketum Kowani , Mendag, Menparekraf , Mendagri, Menkes, Menaker, Kepala BKPMD, Ketua umum DWP Erni Guntarti.


sumber : https://www.republika.co.id/berita/qobd6t318/iwapi-ingatkan-ukm-perlu-inovasi-dan-pemahaman-digital
 

Wednesday, February 3, 2021

Inovasi di Tengah Pandemi, UKM Ini Berhasil Ekspor Kopi Celup ke Taiwan


Pandemi yang hingga kini belum ada ujung pangkalnya, membuat hampir semua pengusaha UKM kolaps atau gulung tikar. Meski demikian, tidak sedikit pengusaha kecil menengah yang mencoba bertahan dengan melakukan inovasi produksinya dan berhasil.

“Dengan sedikit sentuhan dalam pemasaran, maka pasar selalu ada, Memberikan bimbingan dan pelatihan di berbagai kelompok masyarakat, pameran produk di berbagai kota bahkan manca negara, juga menggeluti usaha rumahan sudah dilakukan, dan untuk tetap survive mesti selalu ada inovasi terhadap produk dan selera pasar,” jelas Pemilik industri Kopi Celup, Rr Henny Eka Ferdian atau biasa disapa Amik

Memberikan bimbingan membatik Sibori terhadap para istri gojek dengan harapan menaikkan pendapatan dimasa pandemi, memberikan pelatihan membatik bagi jemaat di pura, juga pelatihan di sejumlah sekolah, mulai SLB, SMK , bahkan perguruan tinggi.

Berbekal masukan petani kopi di berbagai daerah mulai dari ujung timur hingga barat Pulau Jawa, dan juga dari Sumatera terkait hasil panen dan harga jual, maka dimulai mengenal varitas kopi, bahkan rasa dan aroma varitas kopi yang sama namun dari asal daerah yang berbeda.

“Saat ini, warung kopi sudah menjamur dan hampir semua laku, cafe juga sudah mulai masuk ke desa, kami kepingin mengangkat petani kopi dengan bisa membeli semua hasil panen kopi, bahkan mutu yang kurang bagus, di pilah, di proses, dan kita bikin kopi bubuk dengan rasa dan aroma versi cafe, inovasi terbaru berupa kopi celup juga mendapat respon positif dari masyarakat, bahkan atas bimbingan UKM mendunia sudah bisa menjual ke pasar di Negara Taiwan,” papar Amik yang ingin membuat institute kopi.

Ketua NGO UKM Mendunia Iko Sukma yang konsen mendampingi para pengusaha untuk membuka jaringan pasar diluar negeri, merasa bangga bisa mendampingi UKM melakukan ekspor . ” Kita itu NGO nir laba, dan konsen membantu pengusaha untuk membuka pasar diluar negeri, kami mendampingi dengan gratis bagi pelaku UKM mulai membuka jaringan, pengiriman barang, hingga pembayaran”, jelas Iko.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa rata rata para UKM itu cukup pandai dalam membuat dan memproduksi, namun untuk menjual kepada pasar yang lebih luas bahkan pasar luar negeri, masih perlu bimbingan dan pendampingan.

"Bukti bahwa UKM sudah bisa ekspor , 8 pelaku UKM dari berbagai produk, seminggu lalu meng ekspor ke Taiwan, dan diantaranya adalah kopi celup,” pungkas Iko.



sumber : https://klikjatim.com/inovasi-di-tengah-pandemi-ukm-ini-berhasil-ekspor-kopi-celup-ke-taiwan/



Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .