Showing posts with label Teten Masduki. Show all posts
Showing posts with label Teten Masduki. Show all posts

Thursday, June 13, 2024

Ini Dia Gerakan Mendorong Wirausaha Wanita

 


Jakarta: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. Menurut data UN Woman, satu dari tiga wanita di dunia merupakan pelaku usaha mikro, tapi sayangnya keuntungan rata-rata yang didapatkan oleh perempuan lebih kecil dibandingkan laki-laki.

Fakta tentang kesenjangan inilah yang membuat Coach Yohanes G. Pauly dari Gratyo Practical Business Coaching membuat program untuk para womenpreneur (pebisnis wanita), dan couplepreneur (pasangan pebisnis), serta family business (bisnis keluarga).
 
"Supaya bisnis bisa memberikan kehidupan yang lebih baik untuk keluarga para pebisnis wanita dan para pasangan pebisnis, dengan memberikan kebebasan finansial dan kebebasan waktu bagi para pebisnis, maka para womanpreneur & couplepreneur ini harus punya empat kaki meja bangun bisnis agar profitable dan auto-pilot. Karena financial & time freedom hanya bisa diraih jika bisnis kita bisnis bisa repeatable, scalable dan sustainable," ujar Yohanes G. Pauly dalam keterangan tertulis, Kamis, 13 Juni 2024.

Dia menuturkan, program mencari wanita dan pasangan pelaku UMKM sebagai calon entrepreneur untuk dilatih gratis oleh perusahaan business coaching kelas dunia menarik minat pebisnis. "Itu terbukti pada Indonesia Mencari Founders 2023 tercatat sebanyak 10 ribu lebih bisnis ikut berpartisipasi. Angka itu melebihi target awal, yakni 1.000 bisnis," tegas dia.
Dia menuturkan pada IMF Season 3 di 2024 ini walaupun dengan target sasaran yang lebih spesifik yaitu womenpreneur dan couplepreneur, antusiasnya juga tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar yang menyentuh angka lebih dari 4.000 pendaftar hanya dalam waktu 1 bulan periode.

Dia mengatakan program ini didukung oleh para entrepreneurs lain di bidangnya, seperti Cinta Laura Kiehl, Founder PT Cinta Paras Semesta, Airyn Tanu dari Passion Jewelry, Jessica Lim dari Whitelab, Jeffry Jouw/Jejouw dari USS Networks, Eunike Selomith dari Dr. Soap, Andy Zain dari Kejora Capital, Coach Ferry Dafira dari Gratyo Business Varsity, dan juga Bong Chandra dari Trinity Land.

Pembangunan ekonomi bangsa

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perempuan merupakan penggerak strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Hal itu karena menjadi mayoritas (64,5 persen) dari jenis usaha di Indonesia.
 
"Besarnya dominasi perempuan sebagai pelaku UMKM, dan besarnya semangat perempuan berhimpun dalam wadah koperasi menunjukkan perempuan mampu sejajar dengan kaum laki-laki untuk turut serta memajukan perekonomian bangsa dan negara," kata Teten.
 
Meskipun dominan, Menkop UKM keuntungan yang didapatkan perempuan lebih sedikit dibandingkan laki-laki dikarenakan alat penunjang kegiatan usaha, serta sektor yang ditekuni bukan merupakan sektor yang produktif.  Padahal, menurutnya, Global Entrepreneurship Monitor menyatakan bahwa perempuan memiliki kreativitas yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
 
Ia menyampaikan seharusnya para perempuan yang menjadi pelaku UMKM dapat memanfaatkan peluang dan potensi di sektor-sektor produktif nasional, seperti pertanian, perikanan, peternakan, serta perkebunan.


Sumber: https://www.medcom.id/ekonomi/entrepreneurship/nbwPz2Bk-ini-dia-gerakan-mendorong-wirausaha-wanita

Monday, June 10, 2024

KemenKopUKM serap Rp400 miliar dari total anggaran 2024

 


Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan realisasi anggaran tahun 2024 per 7 Juni mencapai Rp400 miliar atau 28,74 persen dari total anggaran sebesar Rp1,39 triliun.

"Realisasi per 7 Juni 2024 sebesar Rp400 miliar atau 28,74 persen," ujar Teten dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin.

Teten menyebutkan target realisasi hingga 30 Juni 2024 diharapkan bisa mencapai 35,03 persen.

Beberapa kendala yang dalam pelaksanaan anggaran Semester I antara lain yakni kegiatan prioritas khususnya yang memiliki pagu besar seperti pendataan lengkap UMKM, dan Rumah Produksi Bersama, Rumah Kemasan, saat ini dalam proses pembahasan dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas untuk pelaksanaan melalui Tugas Pembantuan dan Dekonsentrasi.

Lebih lanjut, Teten menyampaikan untuk mempercepat penyerapan anggaran semester I, Kementerian Koperasi dan UKM akan mengawal program atau kegiatan prioritas dan terutama yang memiliki alokasi anggaran cukup besar.

Menginventarisir kembali kegiatan-kegiatan yang ada untuk dilaksanakan sesuai waktu yang telah direncanakan dan disusun, khusus kegiatan yang terdampak perubahan kebijakan Kementerian, bernilai besar dan memerlukan waktu yang cukup lama dalam pelaksanaannya.

"Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memitigasi keterlambatan dan kendala pelaksanaan program atau kegiatan," katanya.

Sementara itu, realisasi anggaran Kementerian Koperasi dan UKM tahun anggaran 2023 terserap Rp1,36 triliun atau 97,80 persen dari total anggaran Rp1,39 triliun.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk pelaksanaan program prioritas dan strategis kementerian pada masing-masing satuan kerja.

Beberapa capaian program yang telah dilaksanakan antara lain pengembangan 400 koperasi modern, desain ulang Pusat Layanan Usaha Terpadu Kementerian Koperasi dan UKM, membangun delapan lokasi rumah produksi bersama, 13 lokasi layanan rumah kemasan, pengentasan kemiskinan ekstrem di 48 kabupaten


Sumber: https://www.antaranews.com/berita/4145178/kemenkopukm-serap-rp400-miliar-dari-total-anggaran-2024

Menkop UKM Ajukan Tambahan Anggaran Rp665 Miliar

 


Jakarta: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKopUKM) Teten Masduki mengajukan tambahan anggaran untuk 2025 sebesar Rp665 miliar dalam rangka meningkatkan pelaksanaan program kementerian, termasuk proyeksi alokasi gaji dan tunjangan pegawai.

"Kami berencana mengajukan tambahan anggaran Rp665 miliar, yang akan dialokasikan untuk pelaksanaan program atau kegiatan," ujar Teten dikutip dari Antara, Senin, 10 Juni 2024.
 
Teten menjelaskan tambahan anggaran tersebut dialokasikan untuk menambah target atau sasaran dalam upaya pengembangan dan pembinaan kepada Koperasi, UMKM dan Kewirausahaan, serta estimasi kenaikan kebutuhan belanja pegawai.

Lebih lanjut, total kebutuhan anggaran sebesar Rp634 miliar serta proyeksi alokasi gaji dan tunjangan pegawai 2025 untuk 1.103 orang yang terdiri atas 833 pegawai existing dan 270 orang usulan perekrutan pegawai baru CPNS/PPPK.
"Sehingga terdapat kekurangan anggaran sebesar Rp30,58 miliar," kata Teten.

Usulan pagu indikatif

Kementerian Koperasi dan UKM mengusulkan pagu indikatif tahun anggaran 2025 sebesar Rp937,16 miliar. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 37,44 persen jika dibandingkan dengan alokasi anggaran 2024 sebesar Rp1,49 triliun.
 
Teten juga mengusulkan adanya perubahan pada pagu per program yakni program dukungan management yang semula Rp330 miliar menjadi Rp388 miliar dan program kewirausahaan UMKM yang semula Rp606 miliar menjadi Rp548 miliar.
 
Sementara itu, rancangan program Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2025 melalui masing-masing satuan kerja meliputi Deputi Bidang Perkoperasian untuk industrialisasi Koperasi melalui rantai pasok industri, Deputi Bidang Usaha Mikro dengan memfasilitasi pendampingan dan peningkatan usaha (KUR), serta Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah dengan fasilitasi akses pembiayaan bagi UKM/Sentra.
 
Selain itu, Deputi Bidang Kewirausahaan melalui dengan program pemetaan dan pemeliharaan data UMKM, Sekretariat Kementerian untuk belanja operasional pegawai, belanja operasional barang, LPDB-UMKM melalui penyaluran dana bergulir dan fasilitasi inkubator wirausaha dan LLP-KUKM guna fasilitasi trading house dan center of excellence.


Sumber: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/0kpPxe5k-menkop-ukm-ajukan-tambahan-anggaran-rp665-miliar

Monday, June 3, 2024

Teten Masduki Lantik Wientor Rah Mada Jadi Bos SMESCO Indonesia

 


Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (MenKopUKM) Teten Masduki melantik Wientor Rah Mada sebagai direktur utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha MIkro, Kecil dan Menengah atau SMESCO Indonesia. Wientor menggantikan Leonard Theosabrata.

Hal itu diketahui dari Instagram resmi SMESCO Indonesia yang dikutip CNBC Indonesia, Senin (3/6/2024).

"Selamat Bapak Wientor Rah Mada @wrahmada atas jabatan baru sebagai Direktur Utama Smesco Indonesia. Semoga dalam kepemimpinan Bapak Smesco semakin maju bersama UMKM untuk mencapai kesuksesan. Kami bangga dan mendukung," tulis @smescoindonesia.

"Terima kasih atas kepemimpinan Bapak Leonard Theosabrata @leonard_theosabrata telah mengantarkan Smesco memberikan dampak positif untuk UMKM Indonesia. Semoga kesuksesan menyertai langkah Bapak di masa depan."

Sebelumnya, Wientor menjabat sebagai direktur bisnis dan marketing di SMESCO Indonesia. Sedangkan Leonard telah menduduki posisi dirut sejak November 2019.

Dalam kesempatan yang sama, Teten juga melantik Hanung Harimba Rachman sebagai Pejabat Fungsional Pengembang Kewirausahaan Ahli Utama.


Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20240603161518-25-543447/teten-masduki-lantik-wientor-rah-mada-jadi-bos-smesco-indonesia

Wednesday, April 24, 2024

MenKopUKM: APEC SMEWG jadi forum strategis tuntaskan tantangan UMKM

 

Badung (ANTARA) -

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pelaksanaan Asia-Pacific Economic Cooperation Small Medium Enterprises Working Group (APEC SMEWG) menjadi forum yang sangat strategis untuk mengadvokasi berbagai tantangan yang dihadapi UKM.

 

"Kami mengajak seluruh delegasi untuk meningkatkan kolaborasi dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan baik di kawasan APEC atau global. Hal ini penting dilakukan karena sektor UKM selama ini menjadi tulang punggung bagi perekonomian," ujar MenKopUKM Teten Masduki saat memberikan sambutan pada pembukaan 57th APEC SMEWG di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Rabu.

 

Ia mengatakan forum itu memiliki arti penting bagi ekonomi anggota APEC, khususnya bagi Indonesia karena forum itu menyediakan platform kolektif untuk mengatasi tantangan bersama dalam pengembangan UKM.

 

Tantangan tersebut mencakup permasalahan akses pembiayaan, akses pemasaran, entrepreneurship, hingga penciptaan ekosistem digital di sektor UKM.

 

Menteri Teten menjelaskan, forum internasional tersebut diharapkan juga dapat melahirkan gagasan dan ide bersama untuk meningkatkan daya saing UKM di tengah kemajuan teknologi yang pesat.

 

"Di forum ini kami saling bertukar wawasan, praktik terbaik dan strategi yang bertujuan memberdayakan UKM untuk berkembang dalam lanskap global yang terus berkembang, dengan sesi berbagi khusus yang berfokus pada strategi pemulihan pandemi di antara anggota APEC," kata dia.

 

Ia mengungkapkan, dirinya percaya forum tersebut juga dapat menjadi platform utama dari berbagai pihak untuk berbagi praktik-praktik terbaik dari masing-masing anggota.

 

Untuk itu para delegasi yang hadir diharapkan juga dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk terlibat dalam dialog aktif dan meningkatkan kolaborasi di kawasan APEC untuk mendorong kemajuan UKM.

 

"Di forum ini, kita harus manfaatkan kesempatan untuk memperkuat kemitraan, mendorong kolaborasi, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah bagi UKM di kawasan (APEC)," ungkapnya.

 

Di hadapan para delegasi, Menteri Teten menambahkan, saat ini Indonesia sedang membangun industri manufaktur skala menengah berbasis komoditas. Untuk itu program industrialisasi dan hilirisasi sedang dilakukan melalui pembangunan rumah produksi bersama (RPB) yang terus digalakkan untuk mencapai target tersebut.

 

"Upaya ini merupakan solusi untuk mewujudkan industri manufaktur skala menengah yang dapat mengatasi masalah urbanisasi, meningkatkan pertumbuhan industri, memperluas lapangan kerja berkualitas, dan menjaga kelestarian sumber daya alam," tambahnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim menjelaskan forum itu membahas sejumlah topik seperti digitalisasi, entrepreneurship, akses pemasaran dan akses pembiayaan.

 

"Kami lebih banyak ke sharing session, lebih banyak ke pertukaran pengalaman di masing-masing negara. Kami dari Indonesia mengundang beberapa stakeholder terkait untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya dari sharing session ini," kata dia.

 

Ia menambahkan melalui forum tersebut diharapkan Indonesia juga dapat mengambil peran untuk mendorong kinerja ekspor produk UKM.

 

"Tentu kami ingin pelaku UKM kita bisa lebih berdaya saing, lebih mandiri, dan mempunyai kemampuan akses terhadap teknologi dan bisa menyediakan lapangan kerja yang lebih produktif," tambah Arif Rahman Hakim.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/menkopukm-apec-smewg-jadi-forum.html

Wednesday, April 3, 2024

Menteri Teten: UMKM Kita Disconnected dengan Industri

 

rmol news logo Para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia dinilai masih jauh dari status naik kelas. Pasalnya, bisnis ini hanya dikelola sebagai usaha rumahan untuk menghidupi keluarga dan masih jauh disebut sebagai kategori industry layaknya di negara lain.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menegaskan bahwa 99,9 persen pelaku ekonomi Indonesia adalah UMKM yang masih bersifat survival.

“Sifatnya hanya untuk menghidupi keluarga. Tapi di negara lain, UMKM adalah bagian dari industri. UMKM kita disconnected dengan industri sehingga tidak terhubung pada supply chain dan ini yang akan kita benahi,” ujar Teten saat rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (3/4).

Kemenkop UKM mengidentifikasikan ada 3 isu strategis dalam pemberdayaan UMKM keterbatasan akses permodalan, keterbatasan akses pemasaran, dan kenaikan harga bahan baku.

Teten menerangkan berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menjadikan UMKM naik kelas. Termasuk meng-link-kan dengan sektor industri dan menggenjot permodalan

“Kami perlu sampaikan juga bahwa realisasi Penyaluran KUR secara akumulatif (Tahun 2007- 2023) mencapai Rp1.751 triliun yang disalurkan 56.792.237 debitur dan hingga saat ini tercatat 25,42 juta UMKM telah onboarding digital Melalui Gerakan Berubah Digital Kemenkop UKM,” jelas Teten.

Monday, April 1, 2024

Menkop UKM: Semangat RUU Perkoperasian perkuat kelembagaan koperasi

 

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengungkapkan Rancangan Undang-Undang Perkoperasian untuk memperkuat kelembagaan koperasi di Indonesia.

"Semangat besar dari RUU Perkoperasian yang sedang kita usulkan untuk memperkuat ekosistem kelembagaan koperasi, seperti halnya perbankan yang sudah dibenahi sejak tahun 1998," ujar Teten di Jakarta, Senin.

Koperasi sendiri, menurut dia, masih belum dibenahi kelembagaannya, sehingga pertumbuhan koperasi dengan korporasi katakanlah kalau di sektor keuangan koperasi simpan pinjam dan perbankan jauh berbeda.

Di perbankan sendiri sudah ada pengawas eksternal yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kemudian juga Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), asuransi dan sebagainya.

Sedangkan di koperasi belum ada. Koperasi dibiarkan tumbuh sendiri secara organik meskipun peran koperasi simpan pinjam cukup baik bagi masyarakat.

Artinya koperasi simpan pinjam masih menjadi alternatif bagi para pelaku UMKM yang unbankable untuk bisa mengakses pembiayaan.

"Ini yang kita harus bereskan. Jadi kita ingin koperasi juga di sektor keuangan harus tumbuh berkembang seperti halnya koperasi di negara-negara maju yang mana koperasi dalam jasa keuangan kuat di mana ada banyak bank di Eropa dimiliki oleh koperasi. Inilah yang sebenarnya," kata Teten.

Kalau koperasi simpan pinjam, lanjutnya, dibiarkan seperti sekarang di mana pengawasan dan standarisasi akuntasinya lemah, tidak ada ekosistem yang memberikan pondasi yang kuat untuk penjaminan dan lain sebagainya maka koperasi akan tertinggal.

Sebagai informasi, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKopUKM) Teten Masduki meminta DPR RI agar segera membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga Atas UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Permintaan itu disampaikan Teten dengan mempertimbangkan aturan yang berlaku saat ini sudah tidak relevan dan mendesak untuk diperbaiki.

Dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa, Teten menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo telah mengirimkan Surat Presiden Nomor R- 46/Pres/09/2023 pada 19 September 2023 kepada Ketua DPR RI.

Namun, hingga kini DPR RI belum menindaklanjuti surat tersebut maupun melakukan pembahasan meski rencana awal pembahasan RUU ini dilakukan pada Oktober 2023.

Akibat mundurnya pembahasan RUU ini, Teten kembali menagih janji DPR terkait waktu pembahasan lanjutan.

Dia berharap pada momentum akhir masa jabatan DPR RI periode 2019 -2024, RUU Perkoperasian bisa segera ditetapkan.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/menkop-ukm-semangat-ruu-perkoperasian.html

Menkop UKM: KUMKM Ramadhan Fair dapat meningkatkan omzet pelaku UMKM

 

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki menyatakan penyelenggaraan kegiatan ​​​​​​KUMKM (Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Ramadhan Fair 1445 Hijriah dapat meningkatkan omzet pelaku UMKM.

"Kegiatan ini bisa meningkatkan omzet para pelaku UMKM," ujar Teten saat membuka kegiatan KUMKM Ramadhan Fair 1445 H, di Kemenkop UKM, Jakarta, Senin.

Teten juga berharap kegiatan Ramadhan Fair tersebut dapat membantu bagi pegawai Kemenkop UKM, pegawai perkantoran di sekitar Kemenkop UKM dan masyarakat umum dalam mendapatkan kebutuhan Ramadhan yang lebih murah.

"Mudah-mudahan Ramadhan Fair ini di satu sisi bisa memberikan kemudahan bagi para pegawai Kemenkop UKM, dan mungkin juga para pegawai kantor-kantor kementerian serta lainnya di sekitar Kantor Kemenkop UKM untuk bisa mendapatkan kebutuhan Ramadhan yang lebih murah," katanya.

Teten mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini, karena menghadirkan berbagai produk KUMKM.

Momen Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri merupakan waktu yang baik bagi pelaku KUMKM untuk menghasilkan produk-produk kebutuhan masyarakat yang inovatif setiap tahunnya.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat bulan ini dan hari raya menjadi peluang bagi para pelaku KUMKM untuk meningkatkan penjualannya. Kegiatan ini bisa memotivasi para pelaku KUMKM untuk membangun serta mengembangkan usaha.

Sebab pilar ekonomi nasional itu ada di UMKM, sehingga pemerintah bertugas memberikan dukungan pengembangan usaha salah satunya melalui UMKM Ramadhan Fair ini.

Kemenkop UKM mengajak masyarakat untuk datang membeli dan menggunakan produk UMKM sebagai wujud bangga dan cinta produk lokal Indonesia.

Sekretaris Kemenkop UKM Arif Rahman Hakim mengatakan, kegiatan Ramadhan Fair merupakan acara tahunan untuk mempermudah akses para pegawai mendapatkan kebutuhan dan juga pegawai perkantoran di sekitar Kemenkop UKM, supaya bisa mendapatkan barang-barang berkualitas dan lebih murah selama bulan Ramadhan.

Kegiatan itu diikuti oleh beragam pelaku UMKM, terutama pelaku usaha mikro.

"Ini melibatkan terutama untuk kebutuhan-kebutuhan yang biasa dimanfaatkan selama Ramadhan dan nantinya saat Idul Fitri," kata Arif Rahman Hakim.

Dalam pembukaan kegiatan KUMKM Ramadan Fair ini, Kemenkop UKM juga melakukan pemberian santunan kepada pegawai kementerian dan kaum dhuafa.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/menkop-ukm-kumkm-ramadhan-fair-dapat.html

Wednesday, March 27, 2024

Ini 4 Sektor Startup yang Lagi Dikembangkan Kemenkop UKM

 

Jakarta: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan pihaknya saat ini sedang fokus mengembangkan perusahaan rintisan (startup) pada empat sektor, yaitu agribisnis, akuakultur, bisnis ramah lingkungan, dan teknologi.

 "Target pengembangan startup pada keempat sektor ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan dampak positif sosial dan ekonomi nasional," kata Teten dalam sebuah diskusi kewirausahaan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu, 27 Maret 2024.

 
Teten menjelaskan saat ini terdapat 2.605 startup di Tanah Air, menjadikan Indonesia sebagai negara keenam dengan startup terbanyak di dunia. Dari sisi valuasi, terdapat 15 startup Indonesia yang tumbuh menjadi unicorn dan decacorn.

Sayangnya, ekonomi startup Indonesia selama ini dianggap Teten tidak terarah dan lebih berfokus pada jasa perdagangan dan pembiayaan yang menyebabkan kontribusi startup terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih rendah jika dibandingkan negara lain seperti Tiongkok.
 
Ia mengatakan ekonomi digital Indonesia perlu mengubah arah dan fokus pada industri serta pemanfaatan teknologi seperti internet of things (IoT), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan smart factory.
 
Teten mencontohkan Tiongkok, 41 persen ekonomi digital mereka memberi kontribusi terhadap PDB karena penggunaan IoT di sisi produksi dan industri. Sementara di Indonesia, fokusnya masih pada e-commerce.
 
Meskipun ada beberapa startup Indonesia yang sudah tumbuh menjadi unicorn, seperti eFishery untuk produk perikanan, Chickin untuk peternakan ayam, Jala untuk udang, Elevarm untuk hortikultura, Teten mengatakan ini belum cukup.

Teten menambahkan potensi pengembangan startup pada sektor agribisnis, akuakultur, bisnis ramah lingkungan, dan teknologi masih terbuka lebar. Untuk itu, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan empat tahapan pengembangan startup bisa dijalankan secara bersama-sama.
 
Keempat fase tersebut adalah kesesuaian dalam memberikan solusi suatu masalah, kesesuaian pasar produk, kesesuaian model bisnis, dan keberlanjutan bisnis.
 
Teten juga menyoroti salah satu permasalahan klasik yang dihadapi para startup adalah persoalan finansial. Dengan dana terbatas, startup sangat bergantung pada model pendanaan dari angel investor dan modal ventura, untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi mereka.
 
Dia mengajak seluruh lembaga keuangan termasuk perusahaan modal ventura, bank, perusahaan fintech, aplikasi pendukung keuangan, dan lembaga donor untuk bersama-sama membantu startup dalam mengakses pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka.
 
"Kami juga ingin melahirkan ekonomi baru, produk baru, karena kalau produk lama hanya akan menambah persaingan dan ini sudah terlalu ramai," tutup Teten.
 

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/03/ini-4-sektor-startup-yang-lagi.html

Menkop UKM perluas akses pembiayaan dan investasi perusahaan rintisan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan bahwa kementeriannya terus berupaya untuk memperluas akses pembiayaan dan investasi bagi perusahaan rintisan atau startup di tanah air.


Dalam sebuah diskusi yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Rabu, Teten mengatakan akses pembiayaan ini penting karena pada tahap awal, perusahaan startup sering menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan finansial.

Startup saat ini sangat bergantung pada model pendanaan dari investor malaikat (angel investor) dan modal ventura untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi mereka.​​​​​​​

Teten mengatakan Kemenkop UKM telah meluncurkan inisiatif Entrepreneur Financial Fiesta 2024 sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengembangan ekosistem startup Indonesia.

“Kami berusaha untuk meningkatkan pengembangan ekosistem startup, berkolaborasi dengan perusahaan modal ventura, baik dalam negeri maupun global," kata Teten.

Ia menambahkan bahwa sejak 2021, Kemenkop UKM telah mengembangkan program peningkatan kapasitas startup melalui proses inkubasi, bekerja sama dengan lebih dari 20 lembaga inkubator dari berbagai universitas dan pemerintah daerah.

Dia menyebut saat ini terdapat setidaknya 351 startup yang mengikuti program inkubasi tersebut. Menurutnya, program ini membantu mereka memperkuat model bisnis, meningkatkan pendapatan, dan mendapatkan akses kemitraan yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Tahun ini kami akan melanjutkan program ini dan akan dikolaborasikan dengan 9 lembaga inkubator untuk memfasilitasi setidaknya 180 startup,” ucap dia.

Teten menambahkan, saat ini Kemenkop UKM menargetkan untuk menciptakan lebih banyak startup pada sektor agribisnis, akuakultur, bisnis ramah lingkungan, dan teknologi.

Fokus tersebut, kata dia, merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan dampak sosial ekonomi dan memaksimalkan potensi Indonesia.

Teten mengajak seluruh lembaga keuangan termasuk perusahaan modal ventura, bank, perusahaan fintech, aplikasi pendukung keuangan, dan lembaga donor untuk bersama-sama membantu startup dalam mengakses pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka.

Ia menekankan pentingnya membangun ekonomi dan wirausaha baru di tanah air agar Indonesia bisa naik kelas menjadi negara maju. Menurutnya, saat ini, rasio wirausahawan di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu 3,47 persen.

Sumber:  https://www.startsmeup.id/2024/03/menkop-ukm-perluas-akses-pembiayaan-dan.html

Monday, March 25, 2024

MenKopUKM meyakini UMKM otomotif mampu beradaptasi dengan tren EV

 

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKopUKM) Teten Masduki meyakini pelaku UMKM sektor otomotif mampu beradaptasi dengan tren kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).


"Saya sudah keliling ke mana-mana, mereka pasti sudah siap melakukan switch, mereka juga sudah siap melakukan riset dan pengembangan untuk membuat komponen-komponen lain. Pasti naluri bisnis mereka mengembangkan ke produk yang lain," ujar Teten di Jakarta, Senin.

Menurut dia, kehadiran kendaraan listrik merupakan tantangan, tapi dirinya yakin kalau industri akan mengikuti keinginan pasar. UMKM otomotif bisa membuat apa aja.

Selain itu, Teten juga mengatakan bahwa terdapat potensi besar dalam sektor UMKM otomotif karena Indonesia dalam dunia otomotif banyak menarik perhatian investor luar negeri, terutama karena anak-anak muda Indonesia yang andal dalam memodifikasi kendaraan.

Kalau membuat produk-produk yang artwork seperti motorcycle builder, kata Teten, generasi muda Indonesia sudah andal.

"Saya tahu persis investor banyak yang mau masuk ke Indonesia," ujarnya.

Sebagai informasi, MenKopUKM Teten Masduki meminta para pelaku industri otomotif di Indonesia agar meningkatkan kemitraan dengan UMKM penyedia komponen otomotif guna mendukung hilirisasi.

Menurut Teten, kemampuan UKM industri otomotif sangat baik karena mampu memasok 65 persen komponen kendaraan dan alat berat.

Berdasarkan data BPS, pada 2023 industri otomotif menyumbang Rp311 triliun atau sekitar 9 persen dari total produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan non migas.

Sedangkan pertumbuhan industri otomotif selama lima tahun terakhir atau selama periode 2018-2023 adalah 4,1 persen.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan bahwa produksi otomotif roda empat pada 2023 sebanyak 1,395 juta unit. Sedangkan jumlah produksi sepeda motor atau roda dua sebanyak 5,2 juta unit, menurut data ASEAN Automotive Federation (AAF).

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/03/menkopukm-meyakini-umkm-otomotif-mampu.html

Thursday, August 26, 2021

Menteri Teten: Kondisi UKM membaik pada kuartal II 2021

 

Menteri Teten: Kondisi UKM membaik pada kuartal II 2021

Bandung - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan meski sempat mengalami keterpurukan pada awal pandemi COVID-19, kondisi usaha kecil menengah (UKM) telah menunjukkan perbaikan pada kuartal II 2021.

"Hal itu ditunjang oleh sejumlah kebijakan pemerintah dalam membantu UMKM pada masa sulit pandemi COVID-19," kata Teten Masduki mengungkapkan itu dalam acara "The 6th International Conference on Management in Emerging Market 2021" yang diadakan secara virtual, Rabu.

Tahun ini, acara tersebut mengambil tema "Nurturing New Business Landscapes to Embrace the Next Normal". Acara ini diselenggarakan oleh Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Universitas Teknologi Mara, Yamaguchi University, MDI Ventures, dan IEEE Indonesia Section.

Pada kesempatan itu, Menteri Teten mengatakan pelaku UKM menghadapi sejumlah tantangan karena pandemi COVID-19. Di antaranya, kesulitan memperoleh modal, kesulitan mengakses modal dari perbankan hingga kesulitan mendapat bahan baku karena suplai bahan baku berkurang.

Dengan bantuan dari pemerintah, kata dia, pelaku UKM bisa mengatasi berbagai tantangan tersebut. Bantuan dari pemerintah di antaranya berupa keringanan pajak, relaksasi pinjaman bank, meningkatkan kemampuan penggunaan teknologi digital hingga memperluas pasar.

Ketika pelaku UKM mampu memanfaatkan teknologi digital, maka pasar produknya bisa diperluas ke mancanegara. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM juga mendorong UKM meningkatkan standar produknya sehingga bisa diterima di pasar global.

"Perlu dukungan dari berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan sektor UKM, seperti mempercepat penerapan teknologi oleh UKM," kata Teten.

Sementara itu, Direktur SMESCO Leonard Theosabrata menambahkan UKM Indonesia harus bisa memenangkan kompetisi tingkat global agar bertahan pada masa kondisi normal baru.

Leonard mengusulkan agar UKM Indonesia memanfaatkan keunikan kultur Indonesia dalam menciptakan produk untuk memenangkan kompetisi. SMESCO mendorong penggunaan cara tersebut kepada para pengusaha muda Indonesia.

"Kembali ke akar, balik ke kampung, kami coba implementasikan cara itu kepada pengusaha muda Indonesia," ujar Leonard.

Untuk membantu pemulihan UKM saat pandemi, SMESCO juga membuat basis data UKM yang bisa dimanfaatkan pemerintah. Dengan berbasis data, kebijakan yang diambil pemerintah dalam menangani UKM bisa tepat.

Sementara itu, Dekan SBM ITB Utomo Sarjono Putro berharap "The 6th International Conference on Management in Emerging Market 2021" menjadi kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan praktisi dalam menghasilkan ide yang bisa membantu UKM pada kondisi normal baru.

Acara juga dibuka oleh Rektor ITB, Profesor Reini Wirahadikusumah, juga diikuti oleh peserta dari berbagai negara. Selain Indonesia, turut hadir peserta dari Amerika Serikat, Jepang, Australia, Thailand dan Belanda.

Sumber : https://m.antaranews.com/berita/2320702/menteri-teten-kondisi-ukm-membaik-pada-kuartal-ii-2021
 

Wednesday, August 25, 2021

Pandemi Covid Buka Peluang Bisnis Rambah Ekosistem Digital

Pandemi Covid Buka Peluang Bisnis Rambah Ekosistem Digital

Jakarta - Pandemi covid-19 membuat orang harus mengubah pola pikir, pola perilaku, serta menjalankan aktivitas dari rumah. Mulai bekerja dari rumah, sekolah daring, hingga berbelanja.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sebelumnya menyebut sebanyak 6,5 juta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) beralih ke ekosistem digital atau berjualan online selama pandemi covid 19.

Padahal, kata Teten, jumlah pelaku UMKM yang masuk ke ekosistem digital selama 10 tahun sejak lokapasar (marketplace) daring hadir di Indonesia, tercatat sebanyak delapan juta UMKM.

Kondisi ini pun menjadi peluang bagi sejumlah perusahaan yang mulai menjalankan bisnisnya secara online. Salah satunya, FreshBox, sebuah aplikasi online untuk memenuhi kebutuhan dapur, mulai dari sayuran, buah-buahan, daging, bumbu dapur, dan beragam kebutuhan dapur lainnya.

Dengan cara ini, FreshBox ikut mengedukasi masyarakat dengan kebiasaan baru di masa pandemi. Berbelanja aman, namun dengan jaminan produk yang diterima oleh pelanggan sama segarnya jika mereka membeli di pasar.

Founder FreshBox, Matthew James mengatakan, FreshBox membawa konsep farm to table, yang artinya produk dipanen setiap hari dan datang langsung dari pertanian yang mereka miliki. "FreshBox dimulai dari sebuah mimpi oleh ibu saya untuk menjual sayur-mayur yang segar karena beliau sangat menyukai berkebun. Saya percaya akan mimpi beliau dan bersama dengan tim yang luar biasa, kami kembangkan FreshBox sampai apa adanya hari ini," ungkap Matthew, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 9 Agustus 2021.

FreshBox merupakan startup company yang berawal menyuplai kebutuhan perusahaan yang bergerak di hotel, restoran, dan katering. Berdiri sejak 2018 di bawah naungan PT Berkah Tani Sejahtera. Hingga saat ini, FreshBox telah bekerja sama dengan ratusan klien ternama di bidang hotel dan restoran.

Seiring kebutuhan masyarakat, Feshbox juga akhirnya ekspansi dengan membuka layanan untuk end user. Pada akhir 2018, FreshBox mulai masuk ke dalam industri marketplace di Indonesia, yaitu ke JD.ID dan Blibli.com, dan FreshBox juga mulai membuka offline store pertamanya di Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2020, FreshBox yang terus berinovasi meluncurkan aplikasi layanan daring untuk pelanggan skala rumahan. Aplikasi ini bisa diunduh untuk smartphone android maupun ios. Kemudian seiring berjalannya waktu dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan, saat ini layanan FreshBox sudah bisa dinikmati oleh semua masyarakat di semua platform marketplace di Indonesia, dan juga telah memiliki lima offline store yang berada di Mall of Indonesia (MoI), Citywalk Gajahmada, ITC Kuningan, Gandaria, dan yang terbaru di Urban Farm PIK (Pantai Indah Kapuk).

Rencananya, beberapa gerai offline tambahan akan dibuka ke depannya melihat animo masyarakat yang cukup tinggi. Selain fokus pada pengembangan offline store, FreshBox juga fokus pada penyediaan layanan pada main supplier seperti JDFreshmart, Shopee seger, dan GOfresh.

Soal pasokan, lanjut dia, FreshBox menggandeng para petani di Pulau Jawa untuk menyediakan suplai sesuai dengan permintaan pasar. Dengan konsep jadwal produksi antarpetani, kerja sama ini menekan risiko hasil panen tidak terjual sekaligus membatasi persaingan di antara mereka.

FreshBox juga memiliki beberapa depo quality control yang lokasinya dekat dengan kebun, yang berfungsi memilah dan memilih hasil panen terbaik serta pengemasan yang aman, sebelum dilakukan final check. Tujuannya, untuk memastikan produk yang diterima pelanggan tetap segar, aman, dan berkualitas.

"Kami dapatkan produk langsung dari kebun sendiri dan mitra petani. Produk segar dikirim ke fasilitas pemrosesan yang kami lakukan pemilahan order, quality check dan langsung lanjut untuk last mile delivery ke konsumen," jelas Matthew James.

Sementara untuk distribusi, FreshBox juga memakai armada yang dilengkapi dengan chiller yang siap mengantar sampai ke pelanggan dalam kondisi segar dan berkualitas. Bahkan untuk menjangkau pelanggan lebih jauh dan lebih banyak lagi, FreshBox telah bekerja sama dengan Bluebird Group untuk memastikan setiap pesanan akan sampai tepat waktu pada konsumen.

Matthew juga menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang mereka unggulkan, di antaranya adalah komitmen pengiriman H+1 untuk menjaga kepuasan pelanggan, memiliki kebun sendiri sehingga produk baik kualitas maupun ketersediaannya bisa dipastikan, dan juga memiliki in-housefleet sendiri.

"Bukan hanya sebagai tempat berbelanja untuk memenuhi kebutuhan, gerai offline FreshBox juga dibuat senyaman mungkin bagi pelanggan. Dengan kesadaran hidup sehat dan tren belanja masyarakat di new normal, FreshBox percaya diri akan terus berkembang dan menyentuh banyak lapisan masyarakat," pungkas dia.

Sumber : https://m.medcom.id/ekonomi/ekonomi-digital/0kpo5P6b-pandemi-covid-buka-peluang-bisnis-rambah-ekosistem-digital

Monday, August 23, 2021

Penyaluran Kredit UKM dan Survei Mandiri: Dua Indikator Pemulihan Ekonomi

 

Penyaluran Kredit UKM dan Survei Mandiri: Dua Indikator Pemulihan Ekonomi

JAKARTA – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mengklaim adanya pemulihan ekonomi yang lebih baik pada kuartal II/2021 dengan dua indikator utama kinerja sektor UKM . Koperasi dan UKM Teten Masduki memaparkan indikator pertama dari penjelasan kredit perbankan untuk UMKM per Mei 2021 yang telah mencapai Rp1.024 triliun. 

Dengan demikian, penyerapannya sudah mencapai 20 persen dari total pembiayaan Rp5,576 triliun. Menurutnya, jika penyerapan pembiayaan perbankan sudah mencapai 20 persen, merujuk pada kondisi yang hampir normal mendekati sebelum pandemi. Indikator lainnya, sambung Teten, adalah dari hasil survei dan riset yang dilakukan mandiri pada kuartal II/2021.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan sebagian besar atau 85 persen UMKM menyatakan bisnisnya sudah kembali normal. Bahkan 22 persen UMKM yang sebelumnya berhenti, sudah kembali beroperasi.

“Saya kira dari dua data di atas ini memang menunjukkan pemulihan ekonomi yang cukup pada kuartal II/2021,” ujarnya dalam konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II/2021, Kamis (5/8/2021). Selain dua indikator tersebut, dia juga menyebutkan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga mengalami perbaikan penyerapan yang saat ini mencapai 58,09 persen dari total senilai Rp253 triliun.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2021. Menurut BPS, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2021 sebesar 7,07 persen secara year on year (yoy).

Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2021 ini lebih besar dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I/2021 sebesar 0,74 persen (yoy). Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang menerapkan menekan kondisi usaha dalam negeri. Pelaku usaha berharap kebijakan tersebut berlanjut sampai akhir tahun agar ekonomi bisa melaju lebih kencang. tekanan ekonomi akibat kebijakan PPKM, salah satunya dari kinerja industri pengolahan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan Juli 2021, turun ke level 40,1, dari bulan sebelumnya posisi 53,5.

Sumber : https://m.bisnis.com/ekonomi-bisnis/read/20210805/9/1426443/penyaluran-kredit-ukm-dan-survei-mandiri-dua-indikator-pemulihan-ekonomi