Showing posts with label produk ukm. Show all posts
Showing posts with label produk ukm. Show all posts

Wednesday, April 24, 2024

MenKopUKM: APEC SMEWG jadi forum strategis tuntaskan tantangan UMKM

 

Badung (ANTARA) -

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pelaksanaan Asia-Pacific Economic Cooperation Small Medium Enterprises Working Group (APEC SMEWG) menjadi forum yang sangat strategis untuk mengadvokasi berbagai tantangan yang dihadapi UKM.

 

"Kami mengajak seluruh delegasi untuk meningkatkan kolaborasi dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan baik di kawasan APEC atau global. Hal ini penting dilakukan karena sektor UKM selama ini menjadi tulang punggung bagi perekonomian," ujar MenKopUKM Teten Masduki saat memberikan sambutan pada pembukaan 57th APEC SMEWG di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Rabu.

 

Ia mengatakan forum itu memiliki arti penting bagi ekonomi anggota APEC, khususnya bagi Indonesia karena forum itu menyediakan platform kolektif untuk mengatasi tantangan bersama dalam pengembangan UKM.

 

Tantangan tersebut mencakup permasalahan akses pembiayaan, akses pemasaran, entrepreneurship, hingga penciptaan ekosistem digital di sektor UKM.

 

Menteri Teten menjelaskan, forum internasional tersebut diharapkan juga dapat melahirkan gagasan dan ide bersama untuk meningkatkan daya saing UKM di tengah kemajuan teknologi yang pesat.

 

"Di forum ini kami saling bertukar wawasan, praktik terbaik dan strategi yang bertujuan memberdayakan UKM untuk berkembang dalam lanskap global yang terus berkembang, dengan sesi berbagi khusus yang berfokus pada strategi pemulihan pandemi di antara anggota APEC," kata dia.

 

Ia mengungkapkan, dirinya percaya forum tersebut juga dapat menjadi platform utama dari berbagai pihak untuk berbagi praktik-praktik terbaik dari masing-masing anggota.

 

Untuk itu para delegasi yang hadir diharapkan juga dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk terlibat dalam dialog aktif dan meningkatkan kolaborasi di kawasan APEC untuk mendorong kemajuan UKM.

 

"Di forum ini, kita harus manfaatkan kesempatan untuk memperkuat kemitraan, mendorong kolaborasi, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah bagi UKM di kawasan (APEC)," ungkapnya.

 

Di hadapan para delegasi, Menteri Teten menambahkan, saat ini Indonesia sedang membangun industri manufaktur skala menengah berbasis komoditas. Untuk itu program industrialisasi dan hilirisasi sedang dilakukan melalui pembangunan rumah produksi bersama (RPB) yang terus digalakkan untuk mencapai target tersebut.

 

"Upaya ini merupakan solusi untuk mewujudkan industri manufaktur skala menengah yang dapat mengatasi masalah urbanisasi, meningkatkan pertumbuhan industri, memperluas lapangan kerja berkualitas, dan menjaga kelestarian sumber daya alam," tambahnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim menjelaskan forum itu membahas sejumlah topik seperti digitalisasi, entrepreneurship, akses pemasaran dan akses pembiayaan.

 

"Kami lebih banyak ke sharing session, lebih banyak ke pertukaran pengalaman di masing-masing negara. Kami dari Indonesia mengundang beberapa stakeholder terkait untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya dari sharing session ini," kata dia.

 

Ia menambahkan melalui forum tersebut diharapkan Indonesia juga dapat mengambil peran untuk mendorong kinerja ekspor produk UKM.

 

"Tentu kami ingin pelaku UKM kita bisa lebih berdaya saing, lebih mandiri, dan mempunyai kemampuan akses terhadap teknologi dan bisa menyediakan lapangan kerja yang lebih produktif," tambah Arif Rahman Hakim.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/menkopukm-apec-smewg-jadi-forum.html

Monday, April 26, 2021

Sandiaga Mau Beri Subsidi Ongkir ke Diaspora Biar Rendang Mendunia


Payakumbuh - Di depan warga Payakumbuh, Menparekraf Sandiaga Uno mengungkapkan rencananya untuk memberikan subsidi ongkos kirim untuk para diaspora agar rendang mendunia.

Menparekraf Sandiaga Uno berkunjung ke kota Payakumbuh, Sumatera Barat pada Kamis (22/4) lalu. Dalam agenda kunjungan kerjanya itu, Sandiaga bertemu dengan para pelaku ekonomi kreatif di Payakumbuh, yaitu UMKM penghasil rendang.

Payakumbuh selama ini memang dikenal sebagai daerah penghasil rendang dengan kualitas jempolan di Sumbar. Bahkan kota ini sekarang berani membranding diri sebagai 'The City of Randang'.

Rendang dari Payakumbuh sudah tidak perlu diragukan lagi kelezatannya. Agar rendang makin mendunia, Sandiaga pun punya rencana memanfaatkan banyaknya diaspora Indonesia yang hidup di berbagai penjuru dunia.

Mereka akan jadi 'duta' rendang dan diberi fasilitas berupa subsidi ongkir untuk membawa rendang dari Indonesia ke negara dimana mereka tinggal.

"Seluruh diaspora Indonesia akan diberikan insentif. Seluruh restoran Indonesia di luar negeri akan diberikan paket pengiriman yang disubsidi oleh pemerintah untuk Garuda agar rendang-rendang produksi UKM-UKM kita ini bisa mendunia," kata Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga juga akan memberikan subsidi ongkir untuk pengiriman parsel lebaran, sehingga larangan mudik bisa tergantikan oleh parsel-parsel lebaran yang masyarakat kirimkan ke kampung halaman.

"Ini yang nanti akan masuk jadi subsidi produk-produk ekonomi kreatif, yang kita harapkan mengisi parsel-parsel lebaran. Kita akan memberikan subsidi ongkir. Kita harapkan dalam satu-dua hari kebijakan ini bisa segera diumumkan," lanjut Sandiaga.

Rendang akan jadi kuliner unggulan dan akan dipromosikan dalam ajang World Expo 2020 yang akan digelar di Dubai tahun 2021 ini. Sandiaga pun meminta agar sentra IKM seperti di Payakumbuh ini bersiap.

"Saya minta sentra-sentra IKM seperti ini bersiap-siap karena kita akan melakukan satu gerakan kolosal Indonesia Incorporated untuk mendukung produk-produk ekonomi kreatif, khususnya kuliner. Karena CNN sudah memilih beberapa kali rendang menempati posisi teratas kita sudah tetapkan rendang sebagai Top of The List," pungkas Sandiaga Uno.


Sumber : https://travel.detik.com/travel-news/d-5547493/sandiaga-mau-beri-subsidi-ongkir-ke-diaspora-biar-rendang-mendunia 

Wednesday, April 7, 2021

KemenkopUKM Dorong Pemda Kemdangkan Produk UKM Unggulan

Foto: detik

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan perlunya untuk menyiapkan UKM produk unggulan tiap daerah yang bisa bersaing dengan produk luar dan memenuhi standar global.

"Produk harus inovatif dan memuat kearifan lokal tapi masuk juga sektor produktif atau misalnya manufaktur yang kini juga mulai banyak permintaannya. Karena saat ini cuma Vietnam yang bisa berkompetisi dengan China, seperti garmen dan komponen elektronik. Perlu diakui kalau kita banyak impor, padahal kita mampu membuat seperti mereka," papar Teten.

Teten mencontohkan Pontianak yang memiliki banyak potensi komoditas yang bisa dijual dan bersaing dengan produk luar negeri mulai dari aloe vera hingga tenun.

Oleh karena itu, KemenkopUKM meminta Pemerintah Daerah (Pemda) aktif menyisir UKM potensial yang bisa dibesarkan skala usahanya.

"Untuk itu, kami mengusulkan skema pembiayaan baru di mana UMKM dinaikkan usahanya. Strateginya, bidik 1-2 usaha-usaha yang potensial di daerah kemudian dibesarkan untuk menjadi unggulan," kata Teten.

Teten juga ingin mendorong scaling-up UKM dengan bekerja sama inkubator swasta. Hal ini pun sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Kewirausahaan yang sedang dibahas untuk mengembangkan UKM.

“Targetnya itu mengurangi mikro, karena mereka banyak tak terserap di sektor formal," imbuh Teten.

KemenkopUKM aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membesarkan usaha kecil menjadi menengah bahkan hingga usaha besar.

Lebih lanjut, Teten juga ingin, UKM yang masuk ke inkubasi minimal selama 6 bulan diuji oleh para ahli. Setelah produk unggulan dan market demand-nya kuat, baru akan dicarikan pembiayaan.

“Kita jauh dari Vietnam, di sana mereka menyediakan pembiayaan hingga Rp19 miliar dan berhasil melahirkan wirausaha baru," ucap Teten.

Dari sisi pembiayaan, Teten mengatakan, telah menyederhanakan aturan yang ada di Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) supaya koperasi mudah untuk mengakses dan mengembangkan UKM.

“Memang ini bukan dana hibah, ini dana bergulir jadi harus dikembalikan untuk kesejahteraan koperasi lagi," jelas Teten.

Teten mengatakan, jika koperasi memiliki masalah likuiditas, LPDB-KUMKM hadir untuk memberikan pembiayaan dengan bunga 3 persen dari sebelumnya bunga sekitar 6 persen. Tahun ini, ada tambahan dana dari Kemenkeu sebesar Rp1 triliun yang bisa diakses oleh koperasi di LPDB-KUMKM.

"Sekitar Rp89,3 miliar belum tersalur tahun ini. Di Pontianak ada sekitar Rp69 miliar yang sudah disalurkan ke 12 koperasi kepada 396 UMKM oleh LPDB-KUMKM. Koperasi didorong ke sektor riil dan produksi, karena 59 persen di koperasi simpan pinjam," ujar Teten.

Ke depan, Teten berencana akan melakukan uji coba dengan mengonsolidasikan produk petani dan koperasi sebagai offtaker. Selanjutnya, Teten juga mendorong UKM yang potensi naik kelas, sekaligus bisa menambah jumlah wirausaha baru dari jumlah yang saat ini stagnan di angka 3,47 persen.

Disisi lain, Teten pun terus mendorong peningkatan peran Koperasi dan UKM dalam rantai pasok industri manufaktur baik yang menyasar pasar dalam negeri maupun ekspor. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng kerja sama dengan semua stakeholder terkait.

Oleh karena itu, KemenkopUKM juga mendukung penuh kerja sama Institut Otomotif Indonesia (IOI), Pikko, APEK, dan Koperasi Industri Tanah Air (KITA) yang akan membangun beberapa kegiatan manufaktur pada berbagai sektor.

Masing-masing industri makanan dan minuman, industri agro (pertanian, peternakan, dan perkebunan), maritim (perikanan dan aquaculture), industri otomotif dan komponennya, serta industri alat-alat permesinan untuk pabrik, pertanian, peternakan, dan perkebunan.

"Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat membantu kegiatan usaha yang terpadu melalui Koperasi dan UKM yang terkait ke dalam sektor industri manufaktur di Indonesia agar dapat berdikari dan sejahtera," ujar Teten.

Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUMKM Djarot W Wibowo menambahkan, sejak 2020, KemenkopUKM sudah merelaksasi aturan penyederhanaan pengajuan LPDB-KUMKM lewat PermenkopUKM Nomor 4 Tahun 2020, di mana kewajiban jaminan tak ada lagi, serta syarat koperasi yang mengajukan dari 2 tahun beroperasi menjadi 1 tahun. Selain itu, syarat rekening selama 6 bulan.

"Untuk relaksaksi jaminan, kami sedang menggalang kerja sama dengan Jamkrida, jika ada kekurangan jaminan dari koperasi bisa diantisipasi dengan Jamkrida. Selain itu Jamkrida menjadi partner bisnis karena mereka memiliki UMKM binaan, sehingga bisa dihubungkan," kata Wibowo.

Saat ini, diakui Djarot, pembiayaan dana bergulir lewat skema syariah akan lebih banyak dan fokus di sektor riil.


sumber : https://www.neraca.co.id/article/144685/kemenkopukm-dorong-pemda-kemdangkan-produk-ukm-unggulan
 

Animo Masyarakat Beli Produk UKM Tinggi

Animo masyarakat membeli produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jawa Barat (Jabar) sangat tinggi. al itu terlihat dari banyaknya produk UMKM yang terjual dalam Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) dan Karya Kreatif Jawa Barat (KKJB) di Trans Studio Mall (TSM), Kota Bandung, Minggu (4/4).

Perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM)Kota Cirebon, Heri Rinaldi mengatakan, satu per satu batik khas Cirebon laku terjual.

“Ada yang suka batik pewarna alami, batik kontemporer, dan batik cirebonan. Alhamdulillah motif keratonan kita habis. Yang batik pewarna alami juga sudah banyak peminatnya,” kata Heri.

Heri menilai, PKJB dan KKJB menjadi ruang bagi UMKM Jabar, khususnya Kota Cirebon, untuk mempromosikan produknya. Dengan begitu, produk UMKM dapat dikenal masyarakat Jabar meski dalam situasi pandemi.

Senada dikatakan pemilik brand TYU, Zara. Menurutnya, kedua gelaran tersebut menjadi momentum pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Apalagi produk yang ditawarkannya, yakni buah kering atau dried fruit, masih belum familiar.

“Saya berharap, semoga orang-orang bisa lebih kenal dengan TYU karena ini merupakan brand baru. Kita sangat berharap brand awareness dari masyarakat,” kata Zara.

Deputi Direktur Analis Eksekutif Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia, Gentur Wibisono berharap gelaran PKJB dan KKJB dapat melahirkan UMKM berkelas internasional.

“Target dari PKJB dan KKJB ini adalah memunculkan para UMKM yang berkelas internasional, mereka telah terkurasi dengan baik oleh teman-teman Bank Indonesia dan Dekranasda Jawa Barat di bawah arahan dari Bapak Gubernur Ridwan Kamil, Kepala Perwakilan Jawa Barat Bapak Herawanto, semua kita dedikasikan agar UMKM Jabar Paten dan UMKM Jabar Juara,” ujar Gentur Wibisono.

Acara PKJB dan KKJB 2021 digelar untuk mendukung Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI). Kedua acara itu mengusung tema “Sinergi Mengembangkan Kreativitas Menuju UKM Jabar Teratas” dengan tagline #UKMJabarPaten.

Dalam rangkaian acara, akan ditampilkan berbagai produk kriya, kain, kuliner, kopi dan industri kreatif mitra Bank Indonesia di Jabar dan Dekranasda Jabar.

Selain itu, akan ditampilkan pula pemutaran video pariwisata, tarian, fashion show, talkshow akses pembiayaan dan business matching, serta berbagai penampilan hiburan menarik lainnya untuk mempromosikan UMKM dan pariwisata di Jawa Barat secara nasional.


sumber : https://www.radarcirebon.com/2021/04/06/animo-masyarakat-beli-produk-ukm-tinggi/ 

Produk UKM Jateng Naik Kelas

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, didampingi Kepala Dinkop UKM Jateng, Ema Rachmawati bersama romobongan melihat produk UKM asal Jateng yang dipasarkan di Novotel Semarang, Senin (5/4/2021). (Imam Yuda S./Solopos)

Produk-produk usaha kecil menengah (UKM) asal Jawa Tengah (Jateng) terus melebarkan sayap pemasarannya.

Kali ini, produk UKM Jateng dipasarkan di hotel-hotel milik Accor Group. Accor Group yang merupakan perusahaan perhotelan asal Prancis itu memiliki jaringan hotel di seluruh Indonesia.

Meski demikian, baru ada empat hotel milik Accor Group di Jateng dan Jawa Timur (Jatim) yang saat ini telah memasarkan produk UKM asal Jateng.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop-UKM) Jateng, Ema Rachmawati, menyebut saat ini sudah ada empat hotel milik Accor Group yang sudah menjalin kerja sama dengan UKM dari Jateng.

Kerja sama tersebut memiliki nilai kontrak mencapai Rp1,5 miliar per tahun selama dua tahun.Nantinya, produk-produk UKM asal Jateng itu bisa dipasarkan di hotel tersebut dengan ditempatkan di lobi, minibar, hingga kamar-kamar hotel.

“Untuk tahap pertama ini, ada 43 UKM yang produknya dipasarkan di hotel-hotel milik Accor Group, seperti Novotel Semarang, Novotel Solo, dan Ibis Simpang Lima Semarang. Ke depan, kita akan perbanyak lagi. Minimal satu hotel itu ada lima produk UMKM kita,” tutur Ema saat dijumpai Solopos.com di sela-sela acara UKM Network Business Fair di Novotel Semarang, Senin (5/4/2021).

Ema mengaku geliat UKM di Jateng saat ini memang tengah mengalami kemajuan cukup pesat. Total saat ini sudah ada 4,1 juta UKM yang terdaftar di Dinkop UKM Jateng. Jutaan UKM itu pun berpeluang mengenalkan maupun memasarkan produknya di hotel-hotel berbintang.

Syaratnya, kualitas produknya harus sesuai dengan standar internasional atau keinginan dari pelanggan.

“Makanya, kita minta pelaku UKM di Jateng untuk terus melakukan inovasi dan memperbaiki kualitas produknya. Kita juga akan membantu dengan melakukan kurasi produk-produk itu sesuai permintaan hotel,” tuturnya.

Mengembangkan Produk

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengaku akan terus mengembangkan produk-produk UMKM di Jateng agar bisa diterima masyarakat luas. Salah satu upaya itu yakni bekerja sama dengan dunia perhotelan.

“Saya sangat berterima kasih dengan Accor Hotel ini karena mau menerima produk UKM Jateng. Produk UKM kita bisa ditaruh di hotelnya. Ada kopi, busana, dan lain-lain sehingga tamu bisa langsung mencicipi produk lokal kita,” ujarnya.

Ganjar juga meminta pelaku UKM di Jateng untuk terus mengembangkan produknya agar semakin diterima pasar. “Produknya juga harus bagus. Kalau belum bagus ya maaf, belum bisa dipasang di sini,” imbuhnya.

Senior Vice President Operations and Government Relations of Accor Group for Indonesia and Malaysia Adi Satria menyampaikan, langkah ini merupakan upaya nyata ikut membantu pemulihan ekonomi nasional.

“Kami antusias untuk terlibat secara aktif mulai dari proses kurasi produk UMKM, kemudian mempromosikan dan memanfaatkan produk-produk tersebut di manapun hotel-hotel Accor berada, di berbagai destinasi di Indonesia,” ucapnya.

Adi menambahkan, selain itu dukungan kepada UMKM diberikan oleh hotel-hotel Accor di Indonesia melalui sebuah program bernama “Rediscover Indonesia”. Program tersebut dihadirkan di lebih dari 130 hotel-hotel Accor pada 30 destinasi di Indonesia.

Menurutnya, program itu menawarkan pengalaman menginap sambil menjelajahi seni dan budaya unik di Indonesia serta menikmati pengalaman lokal ikonik dengan produk dari para pelaku UMKM yang telah dikurasi.

Rediscover Indonesia memungkinkan para tamu untuk menghargai dan mencintai alam, budaya, dan adat istiadat melalui empat pilar, yakni kuliner, seni dan budaya, kesegaran dan kesehatan, serta destinasi.

Terpisah, CEO Accor Southeast Asia, Japan, South Korea Garth Simmons menyampaikan rasa bangga dan terhormat, karena dapat melanjutkan komitmen grup untuk terus mendukung Pemerintah Indonesia. Melalui upaya itu diharapkan, dapat mengembangkan pelaku UMKM, serta turut menyukseskan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia.



sumber : https://www.solopos.com/produk-ukm-jateng-naik-kelas-1116674
 

Sunday, March 21, 2021

Achmad Hidayat Minta Tiap Kecamatan Pasarkan Produk UKM

Achmad Hidayat Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. (Foto: Istimewa)

Achmad Hidayat Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menyampaikan pandemi Covid-19 berpengaruh cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Ia mencontohkan diantaranya sektor Usaha Kecil Mikro (UKM).

"Kami akan membantu mendorong dan merekomendasikan melalui berbagai saluran agar setiap kecamatan disediakan Ruang Pemasaran serta dibantu pemasaran produknya," ujar Politisi Muda PDI Perjuangan tersebut.

Komunitas UMKM "Berdikari Ekonomi" yang terdiri dari berbagai kelompok usaha di kota Surabaya menyampaikan aspirasi kepada dalam kegiatan sharing UKM Senin (15/3).

Komoditas UKM yang dihasilkan berbagai macam diantaranya olahan hasil laut dari ikan maupun kerang, sepatu, sinom, makanan ringan dan catering.

Siti Chotimah, Perwakilan UMKM Kecamatan Bulak menyampaikan Kecamatan Bulak membutuhkan ruang pamer yang dilengkapi dengan alat pengatur suhu, sehingga produk bisa tahan lama.

Ia juga membawa produk berupa olahan hasil laut seperti kerang dan ikan.

Achmad Hidayat juga membeli langsung beberapa produk UKM, selain itu ia berharap agar memantabkan tekad bahwa kesulitan ini akan dilalui bersama dengan semangat gotong royong.


sumber : https://www.gesuri.id/kerakyatan/achmad-hidayat-minta-tiap-kecamatan-pasarkan-produk-ukm-b2czFZyIo

 

Monday, March 1, 2021

Kopi Produk UKM Asal Karo Sumut Diminati Pasar Mesir

Kopi (Ilustrasi). Produksi kopi asal Karo Sumut diminati pasar di luar negeri.

Produksi kopi UKM Fitri Coffee, usaha binaan PT Pertamina (Persero) di Karo, Sumatera Utara (Sumut) mulai diminati pasar luar negeri antara lain Mesir.

"Perkembangan usaha sangat pesat sejak menjadi UKM binaan Pertamina. Kopi kami sudah ada pembelinya dari Mesir," ujar Abdianto, pengusaha Fitri Coffee itu di Medan, Senin (1/3) lalu.

Dia tak merinci ekspor ke Mesir dengan alasan masih tahap pembicaraan. Ada pun pemasaran di dalam negeri semakin meluas ke berbagai provinsi. Dia menyebutkan, sejak dibantu Pertamina, usaha kopi khas Karo itu juga sudah mengantongi berbagai sertifikat termasuk Sertifikat Halal dan HaKi.

"Banyak dukungan yang diberikan Pertamina setelah mendapat kesempatan mengikuti Pertamina UMKM Academy ," katanya.

Dia juga mengakui, awalnya, Pertamina juga yang mendorong usahanya untuk memproduksi bubuk kopi (roast bean) dari sebelumnya hanya green bean. Abdianto menjelaskan,Fitri Coffee dirintisnya mulai tahun 2017, tepatnya pada saat pascaerupsi Gunung Sinabung.

Awalnya, Abdianto mengaku petani jeruk dan beralih ke tanaman kopi pascaerupsi Gunung Sinabung. "Berkat kerja keras dan dukungan kuat Pertamina, usaha kami yang berbasis di Desa Ujung Payung, Karo, bisa semakin maju, " katanya.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto, mengatakan, Pertamina akan terus mendukung pengembangan produk-produk lokal seperti yang dilakukan Abdianto. Langkah itu dilakukan Pertamina untuk mendukung kemajuan potensi ekonomi daerah hingga ke tingkat nasional bahkan luar negeri.

"Pertamina akan terus berupaya menjadikan mitra binaannya naik kelas bahkan hingga tingkat internasional, " katanya.


sumber : https://www.republika.co.id/berita/qpbq1r423/kopi-produk-ukm-asal-karo-sumut-diminati-pasar-mesir-part1