Showing posts with label DIGITALISASI UMKM. Show all posts
Showing posts with label DIGITALISASI UMKM. Show all posts

Wednesday, May 1, 2024

UMKM Kebumen Didorong Optimalkan Teknologi Digital

 


KEBUMEN, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di Kabupaten Kebumen, untuk mengoptimalkan teknologi digital. Transformasi digital di sektor perdagangan atau digitalisasi perdagangan yang dilakukan Kementerian Perdagangan terdiri dari digitalisasi perdagangan bagi ekosistem pasar rakyat serta mendorong pelaku usaha, khususnya UMKM untuk onboarding di platform digital atau memanfaatkan internet untuk menawarkan barang dan/atau jasa.

Hal ini diutarakan Plt. Sekretaris Jenderal dalam pembukaan Sosialisasi Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri (PDN) yang digelar di Hotel Mexolie, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah hari ini, Selasa (30/4). Turut hadir Direktur Jenderal PDN Isy Karim, Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Kemendag Sri Sugy Atmanto, Direktur Pemasaran dan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kemendag Krisna Ariza, Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Kemendag Rifan Ardianto, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, serta Kepala Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kebumen Haryono Wahyudi.

“Pemanfaatan teknologi digital merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan seluruh pelaku usaha, terutama UMKM untuk dapat mengembangkan usaha. Maksudnya, memperluas akses pasar yang awalnya hanya di tingkat kabupaten menjadi tingkat nasional bahkan pasar ekspor, serta meningkatkan penjualan. Kementerian Perdagangan terus mendorong UMKM, khususnya di Kabupaten Kebumen untuk mengoptimalkan transformasi digital tersebut,” jelas Suhanto.

Menurut Suhanto, pemerintah mencatat jumlah UMKM yang sudah bergabung (onboarding) di platform digital sebanyak 22 juta dari target 30 juta UMKM yang go digital. Tercatat pula jumlah pelaku usaha yang menggunakan pembayaran digital seperti Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) mencapai 46,37 juta dan jumlah penjual (merchant) sebanyak 30,88 juta. Sebagian besar merupakan UMKM.

Peran Ekonomi Digital

Data onboarding tersebut menunjukkan nilai positif pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya ekonomi digital yang diperkirakan meningkat dalam kisaran 4,7–5,5 persen. Capaian itu didukung permintaan domestik dan pertumbuhan konsumsi. Hal ini juga menunjukkan kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih dalam kondisi baik dan stabil. Pelaku usaha harus optimis perdagangan Indonesia akan semakin meningkat dan perekonomian nasional terus membaik.

Suhanto menambahkan, dari sisi regulasi, untuk meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan pelaku usaha dalam negeri khususnya UMKM dan produk dalam negeri, Kementerian Perdagangan menerbitkan beberapa regulasi. Salah satunya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 terkait Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (e-commerce).

Kementerian Perdagangan juga memfasilitasi berbagai program dan kegiatan pembinaan bagi pelaku UMKM untuk berdaya saing di dalam ekonomi digital. Pertama, penyelenggaraan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang diadakan setiap Desember. Harbolnas mendorong pertumbuhan penjual baru setiap tahunnya sebesar 10–20 persen. Nilai transaksi produk lokal mencapai Rp12,3 triliun pada 2023 kemarin. Kedua, pelatihan dan bimbingan bagi UMKM melalui kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha melalui sistem elektronik.

Ketiga, fasilitasi UMKM melalui pendampingan bagi UMKM untuk dapat onboarding di platform digital. Keempat, penyelenggaraan pameran seperti Trade Expo Indonesia (TEI), Pangan Nusa, pameran mall-to-mall, dan lain-lain. Keempat, untuk produk fesyen, melalui fasilitasi penyelenggaraan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW). JMFW 2024 berhasil membukukan transaksi Rp320 miliar hanya dalam tiga hari pelaksanaannya atau meningkat 52,3 persen dari tahun sebelumnya.

Tren Transaksi Digital

Suhanto meyakini, tren tersebut harus terus dimanfaatkan. Kesuksesan produk-produk dalam negeri di pasar dalam negeri dan pasar ekspor menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap keunggulan produk lokal.

“Sebagai konsumen, kita juga harus mendorong Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI). Konsumen tidak hanya merasa bangga, tetapi juga membeli dan menggunakan produk-produk buatan dalam negeri. Membeli produk lokal berarti kita membeli buatan teman kita, buatan saudara-saudara kita se-Indonesia, sekaligus membantu akselerasi perekonomian bangsa untuk terus tumbuh,” ujar Suhanto.

Suhanto menyampaikan harapan kepada generasi muda Kebumen yang hadir untuk dapat ikut berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital. Selain itu, juga menyuarakan pesan dan membantu promosi produk dalam negeri, menggaungkan gerakan BBI dengan semangat kreativitas dan inovasi yang dimiliki. Sebab, era digital membawa peluang besar bagi para pelaku usaha dan wirausaha muda untuk meningkatkan daya saing dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Generasi muda dapat menjadi duta produk lokal. Caranya, membeli dan menggunakan produk lokal, kemudian menggunakan keterampilan di media sosial dan menghasilkan konten digital untuk memperkenalkan dan mempopulerkan produk-produk buatan Indonesia kepada dunia,” usul Suhanto.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/05/umkm-kebumen-didorong-optimalkan.html


Tuesday, April 23, 2024

Kemenkop Dorong Peningkatan Literasi Keuangan Digital

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) terus mendorong upaya peningkatan literasi keuangan digital dengan menyelenggarakan side event 57th APEC SMEWG, Policy Dialogue on Advancing Financial Inclusion for MSMEs: Understanding the Important Role of Digital Financial Literacy. Itu guna meningkatkan inklusi keuangan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kegiatan yang diselenggarakan di Merusaka Hotel Nusa Dua Bali, pada 23 April 2024 ini, dihadiri oleh 150 peserta yang melibatkan para pembuat kebijakan lintas ekonomi APEC, akademisi, penyedia layanan digital keuangan, dan organisasi internasional, serta pembicara dan moderator dari United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP). Kemudian perwakilan dari APEC-Canada Growing Business Partnership (APF) Canada, Asian Development Bank (ADB), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Keuangan, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), ANGIN, Bank Rakyat Indonesia, dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH.

Staf Ahli Menteri Bidang Produktivitas dan Daya Saing Kemenkop Herbert HO Siagian menyampaikan, saat ini ketahanan bisnis UMKM merupakan isu penting. Mengingat porsi UMKM sebesar 97 persen dari seluruh bisnis dan mempekerjakan lebih dari separuh tenaga kerja di seluruh ekonomi APEC. 

Dengan jumlah UMKM yang besar tersebut, kata dia, perlu didukung oleh ekosistem digitalisasi, maka kontribusinya akan mendorong peningkatan potensi terhadap PDB. “Tujuan dari forum policy dialogue ini adalah menyediakan forum bagi Ekonomi APEC untuk berbagi pengalaman kebijakan dan pembelajaran tentang bagaimana UMKM dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam memanfaatkan perangkat digital untuk mengakses layanan keuangan,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (23/4/2024).

Maka, lanjut dia, lewat forum ini diharapkan dapat mengatasi masalah akses UMKM terhadap keuangan dengan memungkinkan UMKM melakukan transformasi digital demi inklusi keuangan yang lebih baik. Mengingat UMKM dinilai dapat menjadi motor akselerasi pertumbuhan ekonomi. 

Di sisi lain akses terhadap keuangan merupakan aspek penting dalam pengembangan, pertumbuhan, dan kesuksesan UMKM. Hanya saja, kata Herbert, sebagian besar UMKM masih menghadapi masalah dalam mengakses keuangan, seperti kurangnya informasi dan akses terhadap layanan keuangan, kurangnya kemampuan digitalisasi, dan kurangnya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan keuangan.

Maka, sambungnya, UMKM dirasa perlu diberikan dukungan kebijakan, dan kemauan UMKM untuk bertransformasi secara digital. Membekali keuangan digital sangat penting dalam meningkatkan literasi digital pelaku usaha.

“Digitalisasi menjadi kunci dalam rangka meningkatkan kemampuan UMKM untuk mengembangkan dan memperluas akses mereka ke lembaga keuangan. Termasuk sistem pembiayaan digital,” tutur dia.

Director Trade and Economic Analysis Office of the Chief Economist Global Affairs Canada dan sekaligus Chair APEC SMEWG Aaron Sydor pun memaparkan, ada empat elemen penting dalam meningkatkan literasi digital untuk UMKM. Pertama, pemberian akses kepada modal dan sumber pembiayaan lainnya.

Lalu kedua, akses kepada jasa keuangan. Berikutnya ketiga, akses kepada liberasi keuangan digital, dan keempat yaitu akses kepada inklusif keuangan.

Head of the Unit on SME and Entrepreneurship Transformation OECD Lucia Cusmano juga mengatakan, penekanan untuk mencapai inklusi keuangan terdapat pada pendidikan keuangan. “Tanpa adanya pendidikan keuangan yang membukakan literasi digital, inklusi keuangan lebih lanjut tidak akan tercapai,” ujar dia. 

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/kemenkop-dorong-peningkatan-literasi.html

Thursday, April 4, 2024

13 Pemimpin Dompet Digital &Bank Digital di Asia Pasifik Dukung Inisiatif Baru UMKM

 

KONTAN.CO.ID - Program Sirius (Sustainability Innovation for Regenerative & Inclusive Purpose), yang didukung oleh 13 pemimpin fintech di kawasan Asia Pasifik, resmi diluncurkan hari ini secara perdana untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam masa transisi menuju keberlanjutan. Sejalan dengan program Sustainable Development Goals (SGDs) PBB.

Program Sirius merupakan sebuah inisiatif pengetahuan yang dipimpin oleh industri yang bertujuan untuk mendukung UMKM yang beroperasi melalui platform digital dalam perjalanan mereka menuju keberlanjutan. Program ini akan mendorong dialog terbuka antar mitra industri yang berpikiran sama untuk saling bertukar ide tentang inovasi keberlanjutan dan berbagi praktik terbaik untuk mendukung UMKM dalam perjalanan keberlanjutan UMKM, membantu transisi UMKM menuju ekonomi rendah karbon, memajukan aksesibilitas UMKM terhadap pembiayaan keberlanjutan, serta mengangkat UMKM dengan peluang pertumbuhan yang baru.

International Finance Corporation (IFC), anggota Kelompok Bank Dunia, akan berkolaborasi dengan Ant International untuk mengembangkan dan mempromosikan serangkaian Digital Sustainability Impact Management Toolkits (Perangkat Manajemen Dampak Keberlanjutan Digital) dalam dua tahun ke depan.

Perangkat ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM sehingga mampu mengadopsi praktik-praktik ramah lingkungan dan sosial guna meningkatkan akses UMKM terhadap keuangan berkelanjutan melalui digitalisasi; sekaligus mendorong seluruh perekonomian menuju jalur pembangunan rendah karbon.

Untuk mendukung UMKM dalam memulai perjalanan keberlanjutan mereka, Gprnt, sebuah inisiatif dari Otoritas Moneter Singapura, akan berkolaborasi dengan Ant International untuk menyediakan solusi pelaporan berbasis teknologi bagi UMKM dalam memulai pengungkapan keberlanjutan yang disederhanakan berdasarkan metrik Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST). Gprnt akan meningkatkan Program SIRIUS dengan berbagi tentang bagaimana UMKM dapat memanfaatkan data dan teknologi dengan lebih baik untuk mendapatkan akses ke peluang bisnis, keuangan, serta supply chain yang berkelanjutan.

Pada saat peluncuran, sejumlah 13 mitra industri dari 11 negara telah berkomitmen untuk menjadi bagian dari Program Sirius: AlipayHK (Hong Kong SAR, Tiongkok), ANEXT Bank (Singapura), Bigpay (Malaysia), bKash (Bangladesh), DANA (Indonesia), GCash (Filipina), Hipay (Mongolia), Kakao Pay (Republik Korea), MPay (Macau SAR, Tiongkok), TNG Digital (Malaysia), TossPay (Republik Korea), TrueMoney (Thailand), dan Zalopay (Vietnam).

Perusahaan dan bisnis saat ini tengah menghadapi persyaratan pelaporan yang semakin meningkat dari regulator, lembaga keuangan, dan mitra supply chain untuk mengungkapkan dan melacak kinerja keberlanjutan mereka. Usaha Kecil Menengah ("UKM") mewakili 90% dari seluruh bisnis dan 50% lapangan kerja di seluruh dunia. Namun sayangnya, ukurannya yang terbatas membuat UKM tidak memiliki kemampuan dan mekanisme pengumpulan data untuk pelaporan terkait keberlanjutan. 

UMKM, yang merupakan komponen utama dari supply chain perusahaan besar, menghadapi tantangan yang lebih besar dari kompleksitas lanskap pelaporan, kurangnya sumber daya dan pengetahuan untuk menghasilkan laporan keberlanjutan dasar, serta tingginya biaya untuk menggunakan solusi teknologi dan layanan konsultasi untuk mengembangkan solusi pelaporan keberlanjutan yang efektif.

Dengan adanya perusahaan multinasional yang mulai ingin mengurangi jejak karbon mereka bahkan memperluas ekspektasi ini kepada para pemasok mereka, para pedagang lokal dapat memperoleh keunggulan kompetitif dengan mulai memikirkan aspek keberlanjutan.

Terdapat urgensi besar untuk menyerukan upaya dan inovasi kolaboratif antar industri sebagai langkah dalam membantu memfasilitasi UMKM, terutama mereka yang beroperasi di saluran digital, mengatasi bidang-bidang tantangan utama ini.

"Kami selalu berbicara tentang inklusi keuangan dan digital, tetapi inklusi keberlanjutan untuk UMKM menjadi salah satu tantangan yang paling mendesak," ujar Leiming Chen, Chief Sustainability Officer, Ant International.

"Para pedagang yang tergabung memainkan peran yang semakin penting dalam ekonomi global dan lokal, sehingga terdapat kebutuhan untuk membekali mereka dengan pola pikir, pengetahuan, dan sumber daya yang tepat untuk melakukan climate action. Mengingat tingkat kompleksitas akan tugas ini, mulai dari taksonomi dan kerangka kerja tata kelola hingga biaya dan pendidikan, diperlukan upaya kolektif di seluruh sektor publik dan swasta, industri, dan pasar untuk mendorong perubahan ini.

Dengan pengalaman kami dalam program keberlanjutan yang dipimpin oleh inovasi dan program UMKM, Ant International dengan bangga berkolaborasi dengan mitra seperti Gprnt, IFC, serta mitra industri lainnya dari Program SIRIUS seperti GCash, untuk membuka peluang bagi UMKM dalam bertransformasi menjadi lebih berkelanjutan."

"UMKM adalah tulang punggung dari setiap pertumbuhan ekonomi. Dengan ini, GCash telah menjadi jembatan bagi mereka menuju dunia digital dengan menyediakan perangkat penting - yakni mengubah cara mereka berbisnis. Kami tetap berkomitmen untuk membantu UMKM Filipina mencapai kemajuan melalui layanan keuangan yang demokratis, terutama dengan akses kredit yang mudah," kata Martha Sazon, President and Chief Executive Officer, GCash.

"UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Asia Pasifik, menyumbang lebih dari 97 persen bisnis dan mempekerjakan lebih dari separuh tenaga kerja. Sementara itu, wilayah kami menyumbang tiga per lima emisi global dari pembangkit listrik dan mencakup banyak negara yang rentan terhadap perubahan iklim," ujar Christina Ongoma, Upstream and Advisory Manager, Financial Institutions Group, East Asia and the Pacific, IFC.

"Pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan sangat penting, karena tidak hanya menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik bagi semua."

Sopnendu Mohanty, Chief FinTech Officer, Otoritas Moneter Singapura, mengatakan: “Adopsi dompet digital dan solusi pembayaran yang meluas menjadikannya pendorong utama untuk membantu bisnis kecil memulai perjalanan keberlanjutan mereka. Inisiatif industri seperti Program Sirius penting bagi sektor publik dan swasta untuk mengkoordinasikan alat, kerangka kerja, dan teknologi bagi usaha kecil untuk membangun kompetensi keberlanjutan mereka saat bertransisi ke ekonomi hijau.

MAS dengan bangga mendukung Program Sirius dengan memanfaatkan upayanya dalam Project Savannah, mengartikulasikan titik awal yang sama bagi UMKM untuk melaporkan informasi ESG dasar; serta melalui keterlibatan platform Gprnt yang baru dibentuk, yang memanfaatkan teknologi dan otomatisasi untuk menyederhanakan cara UMKM melaporkan informasi tersebut. 

Kami berharap Program Sirius dapat menyatukan lembaga-lembaga keuangan global dan penyedia layanan pembayaran untuk bergabung secara kolektif mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi UMKM di seluruh dunia."  

Tentang Program SIRIUS
Program Sirius (Sustainability Innovation for Regenerative and Inclusive Purpose) adalah sebuah program pengetahuan yang bertujuan untuk membantu lebih banyak UMKM dalam perjalanan mereka menuju keberlanjutan, transisi yang lebih baik menuju ekonomi rendah karbon, dan memajukan akses mereka terhadap pembiayaan berkelanjutan, membuat perbedaan yang berarti bagi masyarakat yang kurang terlayani.

Program Sirius akan mengundang sekelompok pelaku industri, terutama pemain e-wallet terkemuka dan lembaga keuangan di Asia untuk secara kolektif mempromosikan upaya keberlanjutan UMKM. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.sirius-programme.com atau hubungi partnerships@programme-sirius.com.

Tentang Ant International
Berkantor pusat di Singapura, Ant International mendukung masa depan perdagangan global dengan inovasi digital agar semua orang dan semua bisnis dapat berkembang. Bekerja sama dengan para mitra, kami mendukung para pedagang dari berbagai skala di seluruh dunia untuk mewujudkan aspirasi pertumbuhan mereka melalui berbagai solusi pembayaran digital dan layanan keuangan berbasis teknologi yang komprehensif.

Tentang Gprnt
Gprnt (dibaca "Greenprint") adalah platform digital terintegrasi yang memanfaatkan teknologi untuk menyederhanakan cara sektor keuangan dan ekonomi riil mengumpulkan, mengakses, dan menindaklanjuti data lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) untuk mendukung inisiatif keberlanjutan mereka. Platform ini merupakan puncak dari Project Greenprint MAS dan dioperasikan oleh Greenprint Technologies Pte Ltd, sebuah entitas baru yang didirikan bersama oleh mitra strategis MAS, HSBC, KPMG di Singapura, Microsoft, dan MUFG Bank.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/13-pemimpin-dompet-digital-digital-di.html


Wednesday, April 3, 2024

Digitalisasi Keuangan Dinilai Tingkatkan Daya Saing UMKM

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Saqu, layanan perbankan digital dari PT Bank Jasa Jakarta, mendukung program Bank Indonesia mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan melalui partisipasi di Jakcloth Ramadan 2024.

Finance Director PT Bank Jasa Jakarta, Leka Madiadipoera, mengatakan, Bank Saqu bangga dapat mendukung program Bank Indonesia mendorong penggunaan QRIS dan BI FAST di Jakcloth Ramadan 2024. "Kami percaya, digitalisasi ekonomi dan keuangan dapat membantu UMKM dan solopreneur di Indonesia untuk berkembang dan meningkatkan daya saing mereka," kata Leka melalui keterangan tulis, Selasa (2/3/2024).

Melalui kolaborasi ini, Bank Saqu juga ingin mengajak pelaku usaha solopreneur dan para nasabah agar mudah bertransaksi dan mengatur keuangan lewat fitur QRIS. Ada banyak rewards yang Bank Saqu tawarkan di sana. Juga ada fitur Tabungmatic untuk menciptakan kebiasaan menabung tanpa usaha ekstra.

Bank Saqu juga menerima apresiasi perluasan penggunaan QRIS di wilayah DKI Jakarta dari Bank Indonesia dalam acara Ngabuburit Nyook Pake QRIS di JakCloth Ramadan 2024, JCC Senayan Jakarta.

"Apresiasi ini membuktikan komitmen kuat Bank Saqu mendukung penggunaan QRIS," kata Leka.

Ia menambahkan, Bank Saqu fokus pada investasi digital. Sehingga Bank Saqu akan terus mengembangkan lebih banyak fitur untuk mendukung para solopreneur di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Arlyana Abubakar juga menyampaikan pentingnya transformasi digitalisasi sistem pembayaran. Ia mengapresiasi inisiatif PT YUKK Kreasi Indonesia dan Bank Saqu by PT Bank Jasa Jakarta dalam memperluas akseptansi QRIS melalui kegiatan Jakcloth Ramadan 2024.

"Jakcloth melibatkan 300 tenant UMKM dalam penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran kekinian," ungkap Arlyana.

Ia menilai, Jakcloth tentunya sejalan dengan semangat Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan mendukung rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) di wilayah DKI Jakarta. Tujuannya, untuk mendorong kegiatan ekonomi, mempercepat keuangan inklusif, dan meningkatkan daya saing UMKM.

Jakcloth merupakan salah satu bazar fesyen dan produk UMKM terbesar di Indonesia. Jakcloth akan berlangsung di 14 kota besar, termasuk Jakarta dan Surabaya. Di Jakarta sendiri, JakCloth akan diadakan selama 9 hari, mulai dari 29 Maret 2024 hingga 7 April 2024 di JCC Senayan.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/digitalisasi-keuangan-dinilai.html

Wednesday, September 1, 2021

UMKM Go Digital Tidak cuma Taruh Barang di Lapak Daring

 

UMKM Go Digital Tidak cuma Taruh Barang di Lapak Daring

JAKARTA - Pemerintah mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital , salah satunya digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) . Ditargetkan ada 30 juta UMKM bisa go digital atau masuk pasar digital pada 2023.

Ketua Bidang UKM IKM Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ronald Walla mengatakan, UMKM go digital bukan semata menjual barang secara daring. Menurut dia, pelaku UMKM harus mempersiapkan banyak hal sebelum memutuskan go digital, baik dari sisi produksi maupun distribusi.

"Jangan salah dengan go digital karena perjalanannya masih panjang. Bukan hanya menaruh barang di marketplace saja," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (31/8/2021).

Menurut dia, pelaku UMKM harus konsisten dari jumlah produksi, layanan, hingga tanggap menjawab pertanyaan secara detail dari pembeli. "Itu harus disiapkan karena ketika go digital maka produk kita bisa dilihat ribuan orang dan produksinya harus disiapkan," imbuhnya.

Dia mengapresiasi upaya pemerintah dalam mendorong digitalisasi UMKM melalui pembinaan dan pendampingan. Selain go digital, UMKM juga membutuhkan akses pasar dan juga informasi pasar.

"Kami juga mengimbau pemerintah agar program klasterisasi pendampingan yang berkelanjutan dilakukan secara ekstensif. Karena komunitas UMKM banyak sekali yang mana mereka harus bisa berjuang bersama-sama," tuturnya.

Sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/527576/34/umkm-go-digital-tidak-cuma-taruh-barang-di-lapak-daring-1630400927

Tuesday, August 24, 2021

Sambut Ultah Ke-12, Tokopedia Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

 

Sambut Ultah Ke-12, Tokopedia Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

 JAKARTA – Sambut ulang tahun ke-12, Tokopedia mendorong percepatan digitalisasi melalui inisiatif Hyperlocal.

Salah satu inisiatif hyperlocal percepat digitalisasi UMKM lokal adalah melalui kampanye Kumpulan Toko Pilihan (KTP).

Menurut Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Emmiryzan, langkah ini dilakukan untuk membantu para pedagang di pasar tradisional berbagai daerah menggunakan teknologi sebagai adaptasi di tengah pandemi.

“Langkah ini dilakukan untuk membantu para pedagang di pasar tradisional berbagai daerah dalam memanfaatkan teknologi agar mereka bisa tetap beradaptasi terutama di tengah pandemi,” kata Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Emmiryzan secara virtual, Kamis (5/8/2021).

Emmir menjelaskan, program hyperlocal juga bantu mempermudah masyarakat penuhi kebutuhan dengan terjangkau, tidak hanya kepada UMKM lokal, tetapi juga masyarakat secara umum.

“TokoMart, misalnya, yang mengusung teknologi geo-tagging, memungkinkan masyarakat mengakses produk kebutuhan sehari-hari, mulai dari produk sembako hingga kebutuhan rumah tangga lainnya, dari penjual terdekat sehingga berbelanja bisa lebih efisien,” kata dia.

Senior Lead Regional Growth Expansion (RGX) Tokopedia, Ivander Wijaya mengatakan, inisiatif Hyperlocal yang diluncurkan pertengahan 2020 ini telah mendorong peningkatan transaksi di Tokopedia selama kuartal II tahun 2021 dibanding kuartal II tahun 2020.

Di Jabodetabek misalnya, kategori Kesehatan dan Perawatan Diri, Fashion, Ibu dan Anak serta Fesyen Anak, Kecantikan dan Otomotif menjadi paling laris.

Sedangkan di Palembang, kategori Ibu dan Anak serta Fesyen Anak, Fashion, Kesehatan dan Perawatan Diri, Makanan dan Minuman serta Kecantikan merupakan kategori dengan pertumbuhan paling pesat selama kuartal 2021 dibandingkan kuartal II tahun 2020.

“Pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia bisa terwujud jika masyarakat dari seluruh penjuru punya kesempatan sama dalam menemukan berbagai produk kebutuhan dengan mudah hingga menciptakan peluang usaha, bahkan di tengah pandemi ini,” ungkap Ivander.

Saat ini, TokoMart sudah tersedia di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Medan hingga Surabaya dan akan terus merambah kota-kota lainnya.

Masyarakat juga bisa dengan lebih mudah dan aman memenuhi kewajiban perpajakan lewat Tokopedia.

Untuk meningkatakn literasi digital, Tokopedia juga menggandeng Kemenkeu RI dan pemerintah daerah, untuk memudahkan masyarakat membayar PBB online, E-Samsat hingga lebih dari 900 jenis penerimaan negara lainnya dari genggaman tangan.

Sumber : https://money.kompas.com/read/2021/08/05/205000826/sambut-ultah-ke-12-tokopedia-dorong-percepatan-digitalisasi-umkm

Monday, August 2, 2021

Presiden Grab Paparkan Manfaat Digitalisasi untuk UMKM

 

Presiden Grab Paparkan Manfaat Digitalisasi untuk UMKM

JAKARTA - Masuknya UMKM ke pasar digital akan memberikan manfaat bagi pelaku usaha tersebut di tengah pandemi.

"Masuknya para UMKM ke digital, mereka bisa memperluas jangkauan pasarnya. Kalau konsumen dulu pasarnya terbatas hanya di lingkungan sekitar yang bisa dikunjungi, kini dengan adanya digital, pasar mereka lebih luas. Bahkan di tengah pandemi ini pasar mereka juga bisa dari mana saja," ujar Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Jumat (30/7/2021).

Manfaat lainnya adalah bisa tetap mempertahankan pendapatannya walaupun ada pandemi. "Banyak banget UMKM saat ini mengalami penurunan. Dengan digitalisasi, UMKM bisa mempertahankan kembali hubungan konsumen setia mereka," ungkapnya.

Sementara manfaat yang ketiga, lanjut Ridzki, adalah dengan digitalisasi, memungkinkan para UMKM memiliki potensial untuk bisa menumbuhkan atau menambah skala bisnis mereka.

Dia mengisahkan, salah satu pelaku UMKM yang memiliki bisnis menjual es krim di Yogyakarta.

Awalnya, bisnisnya hanya bersifat bisnis ke bisnis (b2b) yang menyuplai es krim ke berbagai hotel. Namun karena pandemi, omzetnya merosot hingga 90 persen.

Hal ini pun kata dia, bukan hanya merugikan dirinya dan karyawannya saja, namun para rantai pasok yang berasal dari para peternak sapi juga ikut terimbas.

Setelah beberapa lama, pelaku UMKM tersebut pun memanfaatkan digitalisasi dengan masuk ke grabfood dan grabmart.

"Alhasil, yang awalnya usahanya bersifat b2b kini menjadi bisnis ke consumer atau b2c, kemudian bisnisnya dalam sebulan bisa naik 70 persen," katanya.

Hal inilah yang diharapkan Ridzki untuk bisa dimanfaatkan oleh para UMKM. Apalagi saat ini, pandemi belum bisa dipastikan kapan akan mereda.

Sumber : https://money.kompas.com/read/2021/07/31/090000026/presiden-grab-paparkan-manfaat-digitalisasi-untuk-umkm-

Sunday, August 1, 2021

Pandemi, UMKM Didorong Bangkit dengan Inovasi dan Teknologi

 

Pandemi, UMKM Didorong Bangkit dengan Inovasi dan Teknologi

 Jakarta - Di masa pandemi Covid-19, usaha mikro kecil menengah (UMKM) didorong agar bangkit dengan inovasi dan teknologi. UMKM perlu mengembangkan platform digital seiring perubahan perilaku masyarakat.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan bahwa, sektor usaha yang terkena dampak pemberlakukan pembatasan kegiatan masyakarat (PPKM) yakni ritel, restoran, transportasi, dan sektor jasa lain seperti pariwisata, hiburan, serta sektor yang membutuhkan interaksi langsung dengan konsumen.

Untuk kembali bangkit dalam kondisi ini diperlukan langkah prioritas jangka pendek dengan menciptakan kegiatan dan mendorong masyarakat beralih ke platform digital (online) untuk memperluas kemitraan. "Upaya lainnya kerja sama dalam pemanfaatan inovasi dan teknologi yang dapat menunjang perbaikan mutu dan daya saing produk, proses pengolahan produk dan kemasan, dan sistem pemasaran," kata dia dalam keterangan tertulisnya Kamis (29/7/2021).

Dengan semangat mengedukasi UMKM di era pandemi, Exabytes Indonesia menghadirkan SME DigitalFest 2021 untuk mendukung gerakan UMKM go digital.

Dengan tema SME DigitalFest : Digital Transformation of Business 2.0, acara yang dijawalkan 31 JUli 2021 ini akan menjadi konferensi interaktif dan menyampaikan informasi mengenai perkembangan terkini UMKM di Indonesia. Event ini juga tren terkini menjalani bisnis secara online hingga kisah yang menginspirasi.

Country Manager, Exabytes Indonesia Indra Hartawan mengatakan event ini diharapkan membantu UMKM/UKM bangkit dalam era pandemi dan dapat membuka peluang bagi industri untuk kreatif dalam memaksimalkan sumber daya teknologi. "Exabytes siap membantu para UMKM/UKM menghadapi inovasi teknologi,” kata dia.

Sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/806955/pandemi-umkm-didorong-bangkit-dengan-inovasi-dan-teknologi

Monday, March 8, 2021

3 Perusahaan Domestik Pendorong Digitalisasi UMKM Selama 2020

Ilustrasi UMKM Indonesia. Grab telah meluncurkan aplikasi GrabMerchant sebagai solusi untuk digitalisasi bisnis UMKM kuliner dan toko kelontong. (Dok. Grab Indonesia)

Tahun 2020 menjadi momen percepatan transformasi digital bagi UMKM Indonesia di tengah pandemi.

Berdasarkan data yang dirilis Kemenkop UKM pada awal tahun ini, telah ada 11,7 juta UMKM yang go digital. Jumlah tersebut bertambah sebanyak 3,7 juta dari tahun 2019 yang masih di angka 8 juta UMKM.

Perubahan perilaku konsumen dengan membatasi interaksi fisik dan mengurangi aktivitas di luar rumah terbukti dapat memberi peluang lebih besar kepada UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital. Namun, peluang tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebab dari sekitar 64 juta populasi UMKM di Indonesia, baru 13 persen yang telah go digital.

Pemerintah sendiri menargetkan 30 juta dari 64 juta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bisa go digital atau terintegrasi dalam sistem elektronik pada 2023 mendatang. Untuk itu, pemerintah akan menggelontorkan Rp123,46 triliun melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk membantu UMKM.

Data menunjukkan, UMKM telah menyumbang 60 persen dari total PDB dan 97 persen pekerja di tanah air menggantungkan hidup kepada UMKM. Untuk itu, pemerintah menggandeng sejumlah perusahaan swasta dalam negeri sebagai bagian upaya digitalisasi UMKM.

Sepanjang 2020, tiga perusahaan yang berfokus mendukung UMKM untuk bersaing dan bertahan adalah Jenius, Bukalapak dan Grab Indonesia. Ketiga perusahaan yang menyadari betul bahwa pemulihan ekonomi bangsa sangat bergantung pada UMKM itu memiliki inisiatif masing-masing dengan memprioritaskan UMKM.

Jika Jenius memiliki layanan yang menyediakan fasilitas pengaturan keuangan bagi para pelaku usaha, maka Bukalapak meluncurkan program satu tarif untuk layanan Super Seller sebesar 0,5 persen dan berbagai keuntungan lain. Sementara, selain berbenah untuk menciptakan platform digital yang inklusif, Grab Indonesia juga berfokus pada pelatihan literasi digital.

"Jika dapat meningkatkan ketangguhan UMKM, kita dapat mencegah terjadinya pengurangan tenaga kerja yang lebih besar dan membangkitkan kembali ekonomi negeri. Sayangnya kesenjangan literasi digital khususnya bagi UMKM masih terjadi. Hal ini mendorong Grab untuk tidak saja menciptakan teknologi yang bisa mempercepat digitalisasi, namun juga membantu peningkatan kapasitas digital UMKM," jelas Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Dalam upayanya, Grab telah meluncurkan aplikasi GrabMerchant sebagai solusi untuk digitalisasi bisnis UMKM kuliner dan toko kelontong.

"Dalam aplikasi yang sama, selain bisa mendaftar menjadi merchant, UMKM juga bisa beli kebutuhan dapur, buat iklan untuk meningkatkan visibilitas mereka dalam aplikasi, ada profil dengan pengaturan berbeda untuk kasir serta pemilik toko, dan pesan berbagai keperluan termasuk kemasan, pembersihan dapur, dan lainnya," jelas Neneng.

Merchant juga bisa mengakses laporan penjualan dari aplikasi ini. Selain itu, ada juga aplikasi GrabKios yang kini bisa digunakan siapa saja untuk menjadi agen individu GrabKios, dan menawarkan produk layanan finansial dan digital yang tersedia 24 jam, seperti pengiriman uang, bayar BPJS dan masih banyak lagi. Hal ini tentunya membantu mereka yang kehilangan pekerjaan selama pandemi.

Meski demikian, lanjut Neneng, UMKM yang sudah bertransisi ke digital tetap masih membutuhkan banyak bantuan dan pendampingan.

"Masih dibutuhkan transisi penunjang agar UMKM bisa benar-benar masuk dalam digitalisasi, seperti pelatihan. Sejak 2020, Grab menghadirkan program '#TerusUsaha Akselerator' bagi ratusan UMKM Indonesia," kata Neneng.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program digitalisasi UMKM #TerusUsaha. Ratusan UMKM terpilih mengikuti pembinaan intensif selama 2 bulan bersama para pakar agar dapat meningkatkan kompetensi dan bisa beradaptasi dalam dunia digital.

"Kami sadar bahwa literasi digital masih menjadi hambatan bagi banyak orang untuk masuk dalam digitalisasi. Kami mau juga fokus untuk mengembangkan keterampilan digital mereka, agar semua dapat bersaing dengan maksimal di era digital," ujarnya.



sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210308135355-97-615055/3-perusahaan-domestik-pendorong-digitalisasi-umkm-selama-2020
 

Thursday, February 25, 2021

Dukung Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi, KBS Gelar Pelatihan Digital UMKM

Ilustrasi UMKM.

Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan teknologi yang sangat pesat bagi dunia usaha.

Hal ini otomatis meningkatkan persaingan pasar baik nasional maupun global.

Tidak lepas dampak dari Pandemi Covid-19, banyak pola hidup yang berubah karena orang harus lebih banyak berada di rumah hal ini membuat perubahan teknologi semakin digunakan termasuk dalam dunia usaha.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama pandemi Covid-19 membelenggu Indonesia, minat masyarakat dalam berbelanja secara online meningkat.

Berdasarkan data yang dihimpun BPS, rata-rata peningkatan produk yang terjual di marketplace dalam kurun waktu April 2020 - Juni 2020 (masa pandemi) mencatat rata-rata peningkatan 20% dari bulan-bulan sebelumnya.

Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera, Akbar Djohan melihat hal ini menjadi suatu langkah baik, karena itu bertepatan Hari Ulang Tahun PT. Krakatau Bandar Samudera (KBS) Ke-25 Tahun akan menyelenggarakan pelatihan digital untuk pengembangan UMKM.

“Hal ini kami lakukan untuk mendukung bisnis para UMKM bisa tetap berjalan secara optimal pasca pandemi Covid-19, karena dibutuhkan cara baru yang dapat mendukung perkembangan usaha. Berbagai tantangan yang kita hadapi sekarang semakin menekankan pentingnya migrasi dan transformasi digital,” Ungkap Akbar dalam acara zoom yang diselenggarakan KBS (25/2/2021).

Akbar juga mengatakan tujuan utama pelatihan ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM tentang bagaimana memanfaatkan digitalisasi untuk sistem manajemen usaha sampai kepada memasarkan produknya.

“Kita harus terus belajar dan mengoptimalikan lagi penggunaan digital, karena saat ini penggunaan digital sangat berpengaruh untuk keberlangsungan sebuah usaha. Kita tidak boleh tergerus oleh zaman, harus terus mengupdate segala perkembangan digital ini,” tambah Akbar.

Akbar juga melihat di dalam masa pandemi covid-19 ini permasalahan yang dihadapi UMKM bukan hanya keterbatsan pembiayaan, tapi juga keberlanjutan usahanya di dalam platform digital karena masih banyak UMKM yang belum memanfaatkan platform digital ini untuk usaha mereka.

“Saya juga mengapresiasi Ketua Umum BPP HIPMI Cilegon, Akhmad Suhandi yang ikut berkolaborasi KBS dengan HIPMI Cilegon untuk memberikan dukungan kepada UMKM Cilegon yang terpilih berupa dana bantuan modal usaha," sebut Akbar.

Terakhir Akbar menjelaskan tujuan besar KBS ialah agar UMKM nasional dapat tumbuh dan bersaing di level nasional maupun global, karena UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi negara.

"Kami akan menggandeng Amazon Web Services Indonesia dan HIPMI untuk pembekalan UMKM dalam pelatihan-pelatihan digital, khususnya bagi UMKM yang ada di Cilegon. Karena tadi masih banyak sekali UMKM yang antusias bertanya namun belum dapat kesempatan karena keterbatasan waktu narasumber," lanjut Akbar.

Anthony Amni selaku Head of Mid-Market Segment Amazon Web Services Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya menyambut permintaan Akbar Djohan untuk bekerja sama dalam membuat pelatihan UMKM dengan senang hati.

Dirinya mengatakan bahwa tujuan AWS sendiri ingin meningkatkan laju transformasi digital Indonesia, khususnya bagi para pelaku bisnis dan UMKM.

"Request dari Pak Akbar Djohan kami sambut dengan senang hati, dan tujuan dari AWS sendiri adalah terus mendorong transformasi digital bagi para pelaku bisnis dan UMKM Indonesia. Kami juga akan menggandeng HIPMI dan Menara Digital Enterprise untuk merealisasikannya. Dengan adanya kolaborasi seperti ini, merupakan sebuah kebanggaan dapat berkontribusi bagi iklim digital Indonesia. Apalagi jika UMKM Indonesia dapat terus berkembang dan go internasional," tutup Anthony.


sumber : https://www.tribunnews.com/bisnis/2021/02/25/dukung-pemulihan-ekonomi-pasca-pandemi-kbs-gelar-pelatihan-digital-umkm?page=2

Wednesday, February 24, 2021

Crowdo Umumkan Digitalisasi UKM Berteknologi Neobank Pertama di Indonesia

Ilustrasi. (Tech in Asia)

Platform solusi keuangan digital Crowdo yang juga anggota aktif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia mengumumkan langkah terbaru untuk mendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia.

Mereka mengumumkan platform yang disebut sebagai teknologi neobank untuk membantu bisnis mendigitalisasi operasional serta integrasi operasional supply chain dengan produk keuangan dan perbankan secara online.

Platform ini diklaim menawarkan solusi atas dua masalah yang kerap dihadapi pemilik bisnis UKM saat ini yaitu digitalisasi supply chain dan transisi ke pinjaman online serta layanan perbankan.

Contohnya, platform terbaru Crowdo membantu perusahaan lebih mudah membuka rekening bank, mengelola semua faktur penjualan atau invoice dan puerchase order secara digital, kemudian meminta atau menerima pembayaran cukup dengan satu sentuhan.

Jadi Crowdo membantu UKM untuk mengelola data dan transaksi ke dalam bentuk digital yang selama ini masih didominasi secara offline dan manual. Kemudian Crowdo juga menyediakan akses ke pinjaman dan layanan perbankan yang fleksibel berdasarkan rekomendasi sistem AI milik Crowdo.

"Kami telah menjadi yang terdepan dalam inovasi digital Indonesia di sektor Fintech sejak 2017. Kami berkomitmen untuk menghadirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi UKM Indonesia yang memainkan peran penting dalam perekonomian," jelas Group CEO Crowdo, Reona Shimada.

"Peluncuran platform dengan teknologi neobank hari ini juga menunjukkan komitmen kami untuk mendukung pemerintah untuk digitalisasi sektor UKM," ujarnya.

Menurut Chief Operating Officer Crowdo Indonesia, Nur Vitriani, Pemerintah menyadari bahwa digitalisasi akan memainkan peran kunci dalam mendorong lebih dari 32 juta UMKM untuk beralih ke digital dan mendorong inovasi digital untuk bisnis ini terutama di masa pandemi Covid-19.

"Kami yakin platform ini akan menjadi game-changer bagi UKM karena merupakan platform pertama yang mengintegrasikan digitalisasi operasional dengan solusi pinjaman dan perbankan," ungkap Nur.

"Poin pentingnya adalah platform ini mudah dipahami, dinavigasi, dan digunakan untuk setiap pemilik bisnis, sehingga tidak ada UKM yang tertinggal karena kurangnya literasi digital," tandasnya.


sumber : https://www.medcom.id/teknologi/news-teknologi/VNxvajJk-crowdo-umumkan-digitalisasi-ukm-berteknologi-neobank-pertama-di-indonesia

Sunday, February 21, 2021

Suarapemerintah.id Dukung 200 UMKM Naik Kelas di Tengah Tantangan Pandemi dan Digitalisasi


Saat ini semua sektor, khususnya di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sedang dihadapkan pada tantangan besar, yaitu tantangan pandemi virus COVID-19 dan tantangan Industry 4.0. SuaraPemerintah.id didukung oleh Kementerian Koperasi dan UMKM dan Kantor Staf Presiden Republik Indonesia mengedukasi para pelaku UMKM agar bisa memiliki pandangan dan memunculkan berbagai strategi dalam menghadapi berbagai tantantangan.

"UMKM kita harus bangkit dan bisa terus naik kelas. Tantangan adalah keniscayaan yang harus dihadapi untuk berkembang. Kita perlu adaptasi dengan membuat strategi dan inovasi dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut,” ujar Pemimpin Redaksi SuaraPemerintah.id Arief Munajad saat memberikan opening speech di Webinar Nasional Bangga Buatan Indonesia, Kamis (18/2/2021).

Webinar Nasional yang dihadiri 200 lebih pelaku UMKM dari seluruh Indonesia tersebut juga dihadiri oleh berbagai tokoh dari kalangan pemerintah, media massa, praktisi bisnis, dan para ahli. Hadir sebagai keynote speech, yaitu Kepala Staf Presiden Jend. Purn. Moeldoko yang diwakili oleh Panutan S. Sulendrakusuma selaku Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden. Juga perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UMKM, yaitu Hanung Harimba Rachman, selaku Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UMKM.

Panutan S. Sulendrakusuma selaku Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden mengungkapkan, keberaadaan UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia.

“Dunia usaha kita didominasi oleh UMKM sebesar 99%. Tenaga kerja sebesar 97% diserap UMKM. Sebagian besar rakyat Indonesia mengandalkan penghasilan dari sektor UMKM. Dari sisi out put, UMKM memberikan sumbangan yang tidak bisa diabaikan dalm perekonomian nasional. Sebesar 60% PDB merupakan kontribusi UMKM dan 14% ekpor nasional dilakukan oleh UMKM,” paparnya.

Di tengah persoalan pandemi, ujar Panutan, banyak memberikan dampak terhadap UMKM di segala sisi. Penanggulangan COVID-19 menyebabkan turunnya angka penjualan, baik di dalam maupun ekpor, juga mengakibatkan terhambatnya aktifitas produksi. UMKM juga terganggu dalam pembiayaan kelangsungan usaha. Tidak sedikit yang akhirnya terpaksa melakukan PHK dan harus menutup usaha.

“Menanggapi persoalan yang dihadapi, pemerintah segera merancang PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Sejak Mei 2020, total anggaran PEN besar mencapai 589 triliun rupiah di tahun 2020,” ungkapnya.

Melihat pentingnya peran UMKM, Panutan mengungkapkan bahwa pemerintah sudah mengalokasikan rencana untuk dana pembiayaan UMKM dan koperasi sebesar Rp 157 triliun di tahun 2021. Selain itu berbagai program juga diluncurkan seperti program Bangga Buatan Indonesia (BBI) untuk mendorong UMKM agar mampu beradaptasi dengan era digitalisasi.

Hanung Harimba Rachman, selaku Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UMKM menambahkan bahwa BBI telah berkolaborasi dengan berbagai kementerian terkait, e-comerce, media massa, dan berbaga pihak swasta untuk mendukung program tersebut.

“Upaya pemerintah duntuk mendorong digitalisasi UMKM dilakukan melalui program gerakan BBI. Sejak kampanye BBI diperkenalkan pada Mei 2020, terdapat 3,8 juta UMKM yang sudah on board, melebihi yang ditargetkan sebanyak 2 juta,” ungkapnya.

Hanung mengatakan bahwa meskipun perekonomian sedang lesu, platform digital, terutama e-commerce, membawa angin segar bagi UMKM untuk melanjutkan bisnis mereka. Mengutip survei dari Sea Insight pada Juni 2020, 54% UMKM memanfaatkan media sosial untuk berjualan online.

Sementara UMKM yang berjualan di e-commerce mencapai 45%.

Total transaksi di e-commerce pada 2020 lalu meningkat 36% dibandingkan 2019, menurut data dari Bank Indonesia per November 2020. Transaksi di e-commerce tahun lalu senilai Rp286,9 triliun. Bahkan prediksi ekonomi digital Indonesia pada 2025 mencapai 124 miliar USD. Data tersebut disimpulkan bahwa digitalisasi akan memiliki dampak ekonomi yang siginifikan dan berkelanjutan bagi UMKM.

Hanung mengungkapkan bahwa Kemenkop UMKM terus meluncurkan berbagai program dan berkolaborasi dengan semua pihak untuk mendorong UMKM dan mensukseskan program PEN.

“Kami percaya bahwa kolaborasi adalah kunci. Dengan kolaborasi dan dukungan nyata berbagai pihak kami optimis pengembangan koperasi dan UMKM menjadi penyokong ekonomi nasional yang akan semakin baik,” ujar Hanung.


sumber : https://harianterbit.com/read/129051/Suarapemerintahid-Dukung-200-UMKM-Naik-Kelas-di-Tengah-Tantangan-Pandemi-dan-Digitalisasi 

Wednesday, February 17, 2021

Saatnya UMKM Go Digital

Pandemi Covid-19 memukul berbagai sektor, termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang banyak terpaksa gulung tikar. (Ilustrasi: SINDOnews/Wawan Bastian)

PANDEMI korona (Covid-19) tak hanya memukul industri besar saja, tetapi juga sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sekitar 45% pelaku usaha kecil hanya mampu bertahan selama tiga bulan di masa pandemi. Bahkan hasil survei Asian Development Bank (ADB), 88% pelaku usaha kecil kehabisan modal untuk kelangsungan bisnisnya. Sekitar 60% UMKM sudah mengurangi tenaga kerjanya. Padahal UMKM punya peran besar dalam memulihkan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi korona.

Sejumlah tantangan masih akan dihadapi UMKM tahun ini. Salah satunya menurunnya daya beli masyarakat. Juga interaksi antara UMKM dengan pembeli yang semakin berkurang akibat masih adanya kebijakan pembatasan interaksi secara langsung.

Sejumlah cara harus dilakukan kalangan UMKM untuk tetap bertumbuh. Salah satunya dengan melakukan transformasi digital. Mau tidak mau UMKM harus mulai membiasakan diri untuk bersinggungan dengan digitalisasi.

Transformasi teknologi penting agar produk UMKM memiliki daya saing dan pasar yang lebih luas. Namun hingga saat ini UMKM yang masuk ke digitalisasi baru 8 juta pelaku atau 13% dari total 60 juta lebih UMKM.

Jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat sehingga transformasi digital adalah hal yang menguntungkan dan perlu dipertimbangkan pelaku UMKM. Kombinasi pasar dan usaha konvensional, lewat media sosial, hingga layanan e-commerce makin terbaur dan menjadi lumrah dalam kehidupan masyarakat.

Karena itu kini penting untuk para pelaku UMKM mulai beradaptasi dan melakukan transformasi operasional bisnis, yang semula 100% offline menjadi kombinasi offline dan online. Apabila semakin banyak UMKM mengembangkan jangkauannya ke berbagai platform digital, pengaruhnya terhadap perekonomian akan positif.

Hal ini lantaran UMKM memiliki peran penting dalam dinamika ekonomi Tanah Air. Tercatat jika stabilitas perekonomian sedang merosot (atau mengalami krisis ekonomi), sektor UMKM tidak berpengaruh banyak, tetapi justru malah akan menolong untuk mendorong pulihnya daya beli masyarakat.

Berbagai langkah transformasi digital bagi pelaku UMKM telah disiapkan oleh pemerintah. Tak hanya dalam bentuk anggaran stimulus dari sisi penawaran seperti restrukturisasi pinjaman, subsidi bunga, subsidi pajak, dan lainnya, tetapi juga menyerap produk lokal.

Untuk melakukan transformasi digital atau optimalisasi teknologi daring (online) pada UMKM, pemerintah berupaya memfasilitasi lewat UMKM Online dan banyak fasilitas perkreditan berbasis teknologi dengan prosedur sederhana. Seharusnya UMKM sudah bisa lebih mudah dan cepat kalau mau bertindak dan mengasah wawasan serta kemampuan agar efisien menggunakan berbagai platform yang bisa mendukung bisnis mereka secara online.

Melalui pemasaran digital, UMKM dapat menghemat waktu dan modal. Selain itu beberapa bisnis menjalankan seluruh operasi secara online untuk meminimalkan biaya. Manfaatnya, pelanggan dapat kembali melakukan kunjungan ke platform digital milik UMKM kapan saja untuk mendapat informasi atau melakukan pembelian.

Media sosial juga bisa bermanfaat bagi UMKM karena selain gratis, juga memberikan kesempatan untuk membuat komunitas bagi konsumen yang dapat menarik lebih banyak konsumen. Saat ini pengalaman berbelanja tidak berakhir saat pelanggan meninggalkan toko dan sebagai pemilik bisnis, UMKM dapat berinteraksi dengan mereka melalui media sosial.

Dengan go digital, jangkauan UMKM dimungkinkan jadi lebih luas dengan biaya yang lebih sedikit. Dengan memanfaatkan digitalisasi, pelanggan atau calon pelanggan yang tertarik dengan produk atau jasa UMKM dapat dengan mudah mencarinya di internet. Para pelanggan dan calon pelanggan juga dapat terhubung dan memanfaatkan produk serta layanan lebih cepat dan bisa diakses dari mana pun.



sumber : https://nasional.sindonews.com/read/338486/16/saatnya-umkm-go-digital-1613566956