Showing posts with label QRIS. Show all posts
Showing posts with label QRIS. Show all posts

Thursday, June 20, 2024

Banyak Penipuan, Kemenkop UKM dan DPR Dukung Pengawasan Bersama QRIS

 


Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM mendukung pendapat DPR RI soal adanya penyalahgunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang terjadi di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).  

Asisten Deputi Pembiayaan dan Investasi UKM Deputi Bidang UKM Kemenkop UKM Temmy Satya Permana mengatakan pengawasan bersama seluruh pihak. Menurutnya, pemangku kepentingan tidak perlu saling menyalahkan serta edukasi yang massif menjadi prioritas utama demi mendukung perkembangan digitalisasi pembayaran di kalangan UMKM. 

"Digitalisasi membawa banyak peluang bagi UMKM, namun disisi lain turut menimbulkan dampak negatif yang perlu diwaspadai. Pemerintah tidak bisa berupaya sendiri dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan transaksi digital," ujar Temmy, Kamis (20/6/2024). 

Dia pun memberi contoh soal penyalahgunaan QRIS dengan pembayaran fiktif dan pencurian dana yang dapat mengakibatkan kerugian finansial untuk UMKM yang kerap kali terjadi. 

Temmy mengatakan Kemenkop UKM mengajak pelaku dalam ekosistem digital untuk melakukan pengawasan dalam kegiatan ini. "Platform ecommerce, platform fintech, perbankan, dan seluruh stakeholder untuk melakukan pengawasan terhadap hal tersebut," ucap Temmy.

Menurutnya, penggunaan QRIS turut mendukung inklusi keuangan di Indonesia. Saat ini, Indeks Inklusi keuangan 2022 mencapai 85,10% meningkat dibandingkan 2019 yang hanya 76,19%. Kemenkeu mencatat peningkatan literasi keuangan masyarakat mengindikasikan bahwa inklusivitas keuangan negara semakin tinggi.  

Dia tak menampik bahwa teknologi pembayaran digital berpotensi menimbulkan fragmentasi baru pada industri sistem pembayaran. "Namun, cara pembayaran ini mendorong efisiensi perekonomian, memajukan UMKM dan mempercepat keuangan inklusif sehingga akseptasi pembayaran nontunai nasional yang lebih efisien akan tercapai," imbuhnya.  

Temmy melihat QRIS juga menjadi titik awal pencatatan transaksi UMKM, yang menjadi bekal untuk masuk dalam ekosistem pembiayaan. Riwayat transaksi dalam QRIS bisa menjadi ukuran repayment capacity UMKM. 

Dengan demikian, pelaku usaha dapat mengakses pembiayaan secara lebih mudah. Sebelumnya, Anggota Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng mengatakan bank dan penyedia sistem layanan keuangan dan payment gateway tidak bisa disalahkan ketika terjadi penipuan dengan QRIS yang belakangan terjadi. 

Mekeng menilai penipuan modus QRIS harus membuat para pedagang atau merchant dan lembaga lebih berhati-hati menempatkan kode agar tidak diganti pihak tak bertanggung jawab. "Kalau ini tidak ada yang salah sama QRIS-nya [penyedia sistem], ini masalah pemalsuan di merchant-nya, sehingga para merchant harus hati-hati terhadap penempatan stiker QRIS agar tidak dipalsukan," katanya. 


Sumber: https://finansial.bisnis.com/read/20240620/563/1775544/banyak-penipuan-kemenkop-ukm-dan-dpr-dukung-pengawasan-bersama-qris

Kemenkop UKM Tekankan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

 


Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM meminta pengawasan bersama seluruh pihak dan edukasi yang masif dalam penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mendukung perkembangan digitalisasi pembayaran di tengah UMKM.


Asisten Deputi Pembiayaan dan Investasi UKM Deputi Bidang UKM Kemenkop UKM Temmy Satya Permana mengatakan, digitalisasi membawa banyak peluang bagi UMKM, namun disisi lain turut menimbulkan dampak negatif yang perlu diwaspadai.

"Pemerintah tidak bisa berupaya sendiri dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan transaksi digital," ujar Temmy di Jakarta, Kamis (20/6/2024).

Temy mencontohkan soal penyalahgunaan QRIS dengan pembayaran fiktif dan pencurian dana yang dapat mengakibatkan kerugian finansial untuk UMKM.

Temmy mengatakan, Kementerian Koperasi dan UKM mengajak seluruh pelaku dalam ekosistem digital untuk melakukan pengawasan dalam kegiatan ini. "Platform e-commerce, platform fintech, perbankan, dan seluruh stakeholder untuk melakukan pengawasan terhadap hal tersebut," ucap Temmy.

Sebab, kata Temmy, penggunaan QRIS turut mendukung inklusi keuangan Republik Indonesia. Saat ini Indeks Inklusi keuangan 2022 mencapai 85,10% meningkat dibanding tahun 2019 yang hanya 76,19%, peningkatan literasi keuangan masyarakat mengindikasikan bahwa inklusivitas keuangan negara semakin tinggi (Kemenkeu, 2023).

"Jelas, teknologi pembayaran digital berpotensi menimbulkan fragmentasi baru pada industri sistem pembayaran. Cara pembayaran ini mendorong efisiensi perekonomian, memajukan usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan mempercepat keuangan inklusif sehingga akseptasi pembayaran non tunai nasional yang lebih efisien akan tercapai," ucap Temmy.

Temmy melihat QRIS juga menjadi titik awal pencatatan transaksi UMKM, yang menjadi bekal untuk masuk dalam ekosistem pembiayaan. Riwayat transaksi dalam QRIS bisa menjadi ukuran repayment capacity UMKM, sehingga UMKM dapat mengakses pembiayaan secara lebih mudah.

Sebelumnya, hal senada diutarakan Anggota Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng. Dia melihat bank dan penyedia sistem layanan keuangan dan payment gateway tidak bisa disalahkan ketika terjadi penipuan dengan QRIS yang belakangan terjadi.

Mekeng berujar, penipuan modus QRIS harus membuat para pedagang atau merchant dan lembaga lebih berhati-hati menempatkan kode agar tidak diganti pihak tak bertanggung jawab.
"Kalau ini tidak ada yang salah sama QRIS-nya (penyedia sistem), ini masalah pemalsuan di merchant-nya, sehingga para merchant harus hati-hati terhadap penempatan stiker QRIS agar tidak dipalsukan," kata Mekeng


Sumber: https://finance.detik.com/moneter/d-7399018/kemenkop-ukm-tekankan-pentingnya-pengawasan-penggunaan-qris

Monday, April 29, 2024

UMKM di Danau Toba Mulai Gunakan QRIS Permudah Transaksi

 


TEMPO.COSamosir - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kawasan wisata Danau Toba sudah mulai menerapkan sistem pembayaran melalui QRIS. Huta Siallagan, wisata sejarah di Pulau Samosir, menjadi salah satu lokasi di mana penggunaan QRIS secara masif diadopsi UMKM. 

Siti Bakara, 57 tahun, menjadi salah satu pengusaha cinderamata khas Batak Toba yang sudah menerapkan pembayaran non-tunai. Dia menyebut banyak turis yang memilih pembayaran melalui QRIS. 

"Sekarang banyak tamu yang tidak pakai uang tunai," kata Siti Bakara saat ditemui di kiosnya di Desa Siallagan, Pindaraya, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Senin, 29 April 2024.

Siti menyampaikan, sebelum sistem pembayaran melalui QRIS diterapkan pengusaha UMKM di wilayahnya sering menggunakan sistem transfer lewat rekening bank. Namun, jelas Siti, ada perubahan perilaku pelancong sehingga membuat QRIS menjadi sarana pembayaran utama. 

"QRIS itu memancing orang belanja. Orang yang awalnya enggak mau belanja, jadi mau belanja; mereka yang tadinya beli satu, malah jadi beli dua; semua karena QRIS," tuturnya. 

Lebih lanjut, Siti menjelaskan bahwa pembayaran via QRIS juga mendorong usahanya untuk lebih berhemat. Dia mengaku kerap terjebak dalam pemborosan ketika masih menerima pembayaran dalam bentuk uang tunai. 

"Kalau pakai QRIS itu bisa kami kumpul-kumpul uangnya. Kalau kami terima uang tunai, langsung habis dibelanjakan," ujarnya. 

Tak sampai di situ, Siti menyebut bahwa omset harian yang diterima tokonya bisa mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta. Dia menjual berbagai barang, dari gantungan kunci seharga Rp 5 ribu sampai kain ulos seharga Rp 3 juta. 

Triyan Pangastuti, wisatawan asal Jakarta, juga menyampaikan kesan baik soal pembayaran Via QRIS. Menurut dia, penggunaan QRIS memberikan kemudahan dalam berbelanja. 

"Sebagai customer, menurut saya QRIS memudahkan banget sih," ucap Triyan. 

Perempuan yang bekerja sebagai pegawai swasta itu mengaku sengaja membeli sejumlah cinderamata khas Samosir untuk dibawa pulang. Dia membeli baju outer dan daster dengan total harga Rp 150 ribu. 

Triyan mengaku sering tak membawa uang tunai di dompet. Melalui smartphone, jelas Triyan, pembayaran dengan QRIS menjadi lebih praktis. 

"Dengan adanya QRIS di kawasan Samosir dan sekitarnya, saya enggak perlu bawa uang banyak-banyak," katanya.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/umkm-di-danau-toba-mulai-gunakan-qris.html

Sunday, April 28, 2024

Cerita Pelaku UMKM di Jabar Kian Dimudahkan dengan Transaksi Digital

 


Bandung - Seorang pria, bertubuh tinggi kuris dengan rambut plontos mendatangi sebuah rumah sekaligus tempat penjualan biji kopi yang ada di Arcamanik, Kota Bandung.


Kedatangan pria itu, untuk membeli bubuk kopi arabika Manglayang seberat 100 gram yang diproduksi Cikopi Mang Eko. Salah satu karyawan di Cikopi Mang Eko pun memberikan sebungkus kopi yang diinginkan pria itu. Setelah kopi yang diinginkan didapat, pria itu langsung mengeluarkan telepon genggamnya untuk membayar kopi yang dibelinya.

Pria itu membuka sebuah aplikasi di ponselnya dan memindai barcode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang tersimpan di meja kasir Cikopi Mang Eko. Muhtar Koswara atau karib disapa Mang Eko, sekaligus owner Cikopi Mang Eko mengatakan, transaksi pembelian kopi dengan transaksi digital di tempatnya sudah biasa dilakukan.

Selain QRIS, metode pembayaran pembelian kopi di tempatnya bisa menggunakan Elektronik Data Center atau via transfer. Cikopi Mang Eko sudah dilengkapi merchant BRI.

"Enak pisan, karena cashless, enggak usah menyediakan kembalian yang banyak," kata Mang Eko kepada detikJabar belum lama ini.

Mang Eko mengaku, saat ini di tempatnya sudah banyak yang menggunakan transaksi digital. "Banyak yang pakai QRIS Sekarang, ada juga sih yang pakai EDC, tapi kebanyakan yang pakai QRIS," ujar Mang Eko.

Eko menyebut, tak hanya dirasakan oleh dirinya sebagai pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kemudahan itu juga dirasakan langsung oleh para pelangannya. "Mungkin karena mindset masyarakat sudah terbentuk yang beli kolom ke Cikopi Mang Eko sendiri sudah banyak yang gunakan transaksi digital," terang Mang Eko.

Kemudahan transaksi digital juga dirasakan pelaku UMKM lainnya, Asep Mauludin yang merupakan owner Gravis Leather atau pelaku UMKM yang bergerak di bidang fesyen dan craft kulit asli Garut.

Meski banyak produk kulit di tempat Asep dijual ke luar negeri, Asep mengatakan jika banyak pembeli yang datang langsung ke home industrinya yang berada di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.

"Pembeli gunakan QRIS banyak, kadang pembeli yang datang dan tahu tempat saya dari Google Maps beli offline. Pembayaran dengan cara digital mudah enggak usah ribet, tinggal scan barcide lalu terbayar dan uang masuk ke kita," tutur Asep.

"Pembeli yang gunakan transaksi digital, bisanya wisatawan dari luar kota sengaja beli produk kulit, cari di Google dapat kita," tambah Asep.

Transaksi digital juga digunakan banyak para pelaku UMKM yang berjualan di Pasar Sinpansa, Summarecon, Kota Bandung. Seluruh booth yang ada di pasar itu sudah didukung dengan pembayaran menggunakan QRIS.

Salah satunya, di booth Baso Aci terCABAIkan milik Inggra Dwipo Prayoga. Dia menggunakan QRIS BRI di booth baso acinya.

"Hampir rata-rata yang beli ke sini gunakan QRIS, mungkin karena pembelinya kebanyakan anak muda dan ada di kota," ujar Inggra..

Inggra mengakui, transaksi digital dengan menggunakan QRIS lebih mudah dibandingkan dengan transaksi tunai. "Tunai juga ada, tapi enaknya transaksi digital itu kita tidak usah pikirin uang kembalian dan tentunya aman," ujar Inggra.

Tak hanya dalam berbelanja produk fesyen atau kuliner, berkunjung ke obyek wisata juga kini sudah dilengkapi transaksi digital, salah satunya Desa Wisata Saung Ciburial yang berada di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.

Para pengunjung tidak perlu khawatir jika tidak membawa uang cash saat hendak membayar tiket, karena di obyek wisata itu sudah disediakan QRIS.

"Bisa bayar pakai QRIS tenang saja tidak perlu khawatir kalau tak bawa uang cash. Bukan cuma beli tiket, beli oleh-oleh juga di sini bisa pakai QRIS," kata Pengelola Bumdes Desa Sukalaksana Siti Julaeha kepada detikJabar.

Hal serupa juga di lakukan di Obyek Wisata Sawah Lope yang ada di Dusun Manis, Desa Cikaso, Kecamatan Keramatmulya, Kabupaten Kuningan. Meski lokasi obyek wisata itu ada di pedesaan, soal transaksi digital di lokasi wisata itu tidak akan ketinggalan.

"Di dua pintu masuk kami sediakan QRIS. Hal tersebut agar memudahkan pengunjung yang tidak membawa uang cash atau sudah terbiasa lakukan transaksi digital," kata Kuwu Cikaso Hidyat Nur.

Kemudahan Transaksi Digital Bagi Pelaku UMKM
Regional CEO BRI Bandung Sadmiadi mengatakan, transaksi digital dengan menggunakan merchant BRI memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dan masyarakat.

"Lebih banyak memberikan pilihan pembayaran, lebih simple karena tidak perlu membayar dengan uang cash, pembayaran menggunakan kartu atau scan barcode QRIS," kata Sadmiadi kepada detikJabar.

Tak hanya itu, dengan transaksi digital masyarakat lebih kekinian dan konsumen khususnya konsumen nasabah BRI dapat menikmati program-program promo dari merchant yang bekerjasama dengan BRI.

Bagi pemilik usaha yang menyediakan merchant BRI mendapatkan kesempatan untuk mendatangkan omzet yang lebih besar karena tidak tergantung dari uang cash yang dibawa konsumen tetapi pembelanjaan konsumen sesuai dana yang terdapat di rekening konsumen sebagai sumber pembayaran.

"EDC Android BRI bentuknya eye catching dan mudah dalam penggunaan, memiliki call centre 24 jam, bebas biaya sewa, pengelolaan keuangan lebih mudah karena semua transaksi tercatat dalam sistem (cashless)," tuturnya.

"Dengan jumlah pemegang kartu BRIsebanyak 7,4 juta di wilayah Jabar, maka merchant akan lebih efisien jika kartu BRI ditransaksikan pada EDC BRI," tambahnya.

Bagi pelaku usaha atau pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ingin mendaftar merchant BRI bisa daftar mandiri melalui aplikasi BRIMO atau daftar mandiri secara online melalui alamat https://jadimerchant.bri.co.id/ dan bisa menghubungi unit kerja BRI terdekat.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/cerita-pelaku-umkm-di-jabar-kian.html

Wednesday, April 3, 2024

Digitalisasi Keuangan Dinilai Tingkatkan Daya Saing UMKM

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Saqu, layanan perbankan digital dari PT Bank Jasa Jakarta, mendukung program Bank Indonesia mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan melalui partisipasi di Jakcloth Ramadan 2024.

Finance Director PT Bank Jasa Jakarta, Leka Madiadipoera, mengatakan, Bank Saqu bangga dapat mendukung program Bank Indonesia mendorong penggunaan QRIS dan BI FAST di Jakcloth Ramadan 2024. "Kami percaya, digitalisasi ekonomi dan keuangan dapat membantu UMKM dan solopreneur di Indonesia untuk berkembang dan meningkatkan daya saing mereka," kata Leka melalui keterangan tulis, Selasa (2/3/2024).

Melalui kolaborasi ini, Bank Saqu juga ingin mengajak pelaku usaha solopreneur dan para nasabah agar mudah bertransaksi dan mengatur keuangan lewat fitur QRIS. Ada banyak rewards yang Bank Saqu tawarkan di sana. Juga ada fitur Tabungmatic untuk menciptakan kebiasaan menabung tanpa usaha ekstra.

Bank Saqu juga menerima apresiasi perluasan penggunaan QRIS di wilayah DKI Jakarta dari Bank Indonesia dalam acara Ngabuburit Nyook Pake QRIS di JakCloth Ramadan 2024, JCC Senayan Jakarta.

"Apresiasi ini membuktikan komitmen kuat Bank Saqu mendukung penggunaan QRIS," kata Leka.

Ia menambahkan, Bank Saqu fokus pada investasi digital. Sehingga Bank Saqu akan terus mengembangkan lebih banyak fitur untuk mendukung para solopreneur di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Arlyana Abubakar juga menyampaikan pentingnya transformasi digitalisasi sistem pembayaran. Ia mengapresiasi inisiatif PT YUKK Kreasi Indonesia dan Bank Saqu by PT Bank Jasa Jakarta dalam memperluas akseptansi QRIS melalui kegiatan Jakcloth Ramadan 2024.

"Jakcloth melibatkan 300 tenant UMKM dalam penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran kekinian," ungkap Arlyana.

Ia menilai, Jakcloth tentunya sejalan dengan semangat Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan mendukung rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) di wilayah DKI Jakarta. Tujuannya, untuk mendorong kegiatan ekonomi, mempercepat keuangan inklusif, dan meningkatkan daya saing UMKM.

Jakcloth merupakan salah satu bazar fesyen dan produk UMKM terbesar di Indonesia. Jakcloth akan berlangsung di 14 kota besar, termasuk Jakarta dan Surabaya. Di Jakarta sendiri, JakCloth akan diadakan selama 9 hari, mulai dari 29 Maret 2024 hingga 7 April 2024 di JCC Senayan.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/digitalisasi-keuangan-dinilai.html

Monday, March 7, 2022

Data UMKM Pengguna QRIS akan Diintegrasikan dengan Aplikasi Siapik

 Bank Indonesia berencana mengintegrasikan data Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari penggunaan sistem pembayaran QRIS dan aplikasi Siapik.



Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Juwono mengatakan integrqasi itu dilakukan agar transaksi dari QRIS yang juga tercatat dalam aplikasi Siapik dapat terintegrasi agar laporan keuangannya bisa dijadikan profil kredit UMKM yang bersangkutan.

Dengan demikian diharapkan UMKM lebih mudah mendapatkan kredit usaha atau pembiayaan dari perbankan. Saat ini penyaluran kredit perbankan kepada UMKM baru mencapai 20,6 persen per tahun dari seluruh kredit yang dihasilkan perbankan atau masih jauh dari target Presiden Jokowi di 2024 yang sebesar 30 persen per tahun.

"Kami harap pelaku UMKM tidak hanya difasilitasi oleh QRIS dan Siapik tapi juga terdapat pendampingan dari 46 kantor perwakilan kami agar Siapik digunakan dengan baik," kata Doni, Senin (7/3/2022).

Doni menuturkan, BI juga terus memperkuat dorongan pengembangan UMKM melalui kebijakan korporatisasi, di mana BI bekerja sama dengan offtaker baik dari kalangan dunia usaha maupun Kementerian dan Lembaga untuk menjadi pembeli produk UMKM.

Bank Indonesia akan terus meningkatkan kapasitas UMKM terutama yang berkaitan dengan keahlian digital antara lain melalui digitalisasi pembayaran.

"Kami mendorong sertifikasi UMKM, ekspor, maupun pengembangan UMKM syariah, serta turut mengurasi produk UMKM untuk kegiatan pemerintah," ucap Doni.


Sumber : https://umkm.kompas.com/read/2022/03/08/091400983/data-umkm-pengguna-qris-akan-diintegrasikan-dengan-aplikasi-siapik

Monday, February 14, 2022

Demi Pemulihan Sektor Pariwisata, UMKM Didorong Manfaatkan Sistem Pembayaran Digital

 Sektor pariwisata, yang menjadi salah satu sektor paling terdampak oleh pandemi Covid-19, tengah berusaha untuk bangkit di tengah momentum pemulihan ekonomi nasional.



Pemanfaatan sistem pembayaran digital dinilai sebagai salah satu kunci untuk mendukung momentum pemulihan sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, pemanfaatan sistem pembayaran digital selaras dengan fokus implementasi cleanliness, health, safety, enviromental sustainibility (CHSE) pada sektor pariwisata.

"Untuk cleanliness, health, and safety, anda membutuhkan pembayaran digital," ujarnya, dalam acara G20 Finance Track Side Event, Senin (14/2/2022).

Implementasi QR Code Indonesia Standard atau QRIS menjadi salah satu bentuk pemanfaatan sistem pembayaran digital yang tengah didorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Bank Indonesia (BI).

Untuk mendukung momentum pemulihan pariwisata, Sandiaga Uno bilang, pihaknya berupaya untuk terus meningkatkan jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengimplementasikan sistem pembayaran QRIS.

Menurutnya, selain membantu upaya pemulihan ekonomi, pemanfaatan QRIS juga akan berdampak positif bagi para merchant, seperti hal nya kemudahan dalam menjangkau fasilitas pembiayaan dari lembaga jasa keuangan atau financial technology lending.

"Saya pikir, dalam jangka panjang pemanfaatan QRIS akan menguntungkan semua pihak, untuk mendapatkan pembiayaan dari fintech atau lembaga jasa keuangan resmi," tutur Sandiaga.

Sandiaga Uno mengakui, saat ini sebagian besar pelaku usaha yang hanya menerima pembayaran dengan mata uang RI, rupiah.

Oleh karenanya, harapannya dengan sistem pembayaran digital, yang memanfaatan teknologi teranyar, dapat mengatasi hal tersebut, sehingga pada akhirnya dapat memaksimalkan potensi kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air.

Sebagai informasi, guna mendorong pengembangan transformasi digital sistem pembayaran, BI berencana melanjutkan uji coba QRIS antar negara dengan Thailand dan Malaysia serta menjajaki perluasan kerja sama QRIS antar negara di kawasan.

Sumber : https://money.kompas.com/read/2022/02/14/164600026/demi-pemulihan-sektor-pariwisata-umkm-didorong-manfaatkan-sistem-pembayaran

Saturday, December 21, 2019

Bank DKI Dan Perumda Pasar Jaya Kembangkan UMKM Taman Jajan Thamrin 10



Bank DKI bersama Perumda Pasar Jaya bersinergi mengembangkan Kawasan Kuliner Food & Creative Park Thamrin 10, Jakarta Pusat.

Pengembangan kawasan kuliner tersebut mencakup pemilihan UMKM binaan Dinas UMKM DKI Jakarta dan dukungan sistem pembayaran Kawasan Kuliner Thamrin 10.

Pengunjung Thamrin 10 dapat melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan JakCard, JakLingko, dan JakOne Mobile," kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (21/12).

Kawasan Kuliner Food & Creative Park Thamrin 10 sesuai namanya berlokasi di Jalan MH Thamrin 10, Jakarta Pusat.

Lahan seluas 8.000 meter persegi kini telah disulap Perumda Pasar Jaya menjadi ruang kreatif dengan menggandeng para UMKM.

Akses ke lokasi yang berada di jalan utama menjadikan tempat ini menjadi tempat baru bagi masyarakat untuk berinteraksi.

Sebanyak 54 tenant UMKM disiapkan untuk menjual berbagai makanan di lokasi ini. Selain itu akan ada tujuh food truck untuk menambah item makanan di tempat itu.

Lebih lanjut, Herry berharap Thamrin 10 dapat menjadi sentra kuliner baru bagi warga DKI Jakarta, khususnya di Jakarta Pusat.

Mengingat lokasinya yang strategis, ia juga berharap Kawasan Kuliner Food & Creative Park Thamrin 10 dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk pemasaran produk digital banking Bank DKI.

"Kalau perkembangannya ramai tak menutup kemungkinan ada dukungan pemberian penyaluran kredit kepada para UMKM yang ada di Kawasan Kuliner Thamrin 10," ujar Herry.

Untuk menyemarakkan tempat tersebut, nantinya secara rutin akan digelar band yang menampilkan musik akustik.

Rencananya musik akustik akan dimulai pukul 18.30 sampai 22.00 WIB setiap Senin-Jumat dan hingga pukul 24.00 pada Sabtu-Minggu.

Thamrin 10 juga menyiapkan fasilitas umum berupa smart toilet di lokasi yang disediakan oleh PD Pal Jaya. Penggunaan smart toilet ini juga menggunakan sistem cashless menggunakan JakCard Bank DKI.

Untuk memberikan kemudahan pembayaran, Bank DKI menyiapkan sistem pembayaran dengan menggunakan JakCard dan JakOne Mobile.

Cara melakukan pembayaran dengan JakCard cukup mudah dimana pengunjung Thamrin 10 tinggal melakukan tapping JakCard pada EDC yang tersedia di masing-masing tenant UMKM.

Sedangkan untuk pembayaran menggunakan JakOne Mobile, pengunjung Thamrin 10 yang sudah mendownload JakOne Mobile tinggal melakukan scan pada QR Code yang keluar dari EDC. Selain melakukan pembayaran, pengunjung Thamrin 10 dapat melakukan pembelian dan top up kartu JakCard.[dod]

SUMBER: http://www.rmoljakarta.com/read/2019/12/21/60575/Bank-DKI-Dan-Perumda-Pasar-Jaya-Kembangkan-UMKM-Taman-Jajan-Thamrin-10--