Showing posts with label Pariwisata. Show all posts
Showing posts with label Pariwisata. Show all posts

Thursday, June 20, 2024

Promosikan Produk UMKM, Kemenkop UKM Buka Ruang Pamer di Bandara Soetta

 


DALAM rangka mempromosikan produk UMK, Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah bekerja sama dengan PT Manna Indonesia Group dan Innaris Internasional Corporation untuk membuka ruang pamer (display) di Terminal 3 keberangkatan domistik Bandara Soekarno-Hatta.

Ruang pamer tersebut bertempat di area nonpublik, atau ruang terbatas dan hanya pemegang tiket yang boleh masuk. Tujuannya, agar setiap calon penumpang yang akan melakukan penerbangan, bisa melihat hasil-hasil produk UMK Indonesia.

"Kami sengaja buka display produk UMK Indonesia dan Rusia di area tersebut supaya para calon penumpang yang hendak terbang mudah melihat dan membeli produk-produk itu," kata CEO PT Manna Indonesia Group dan INARIS International Corporation, Hanzela Calista Kusumamenggala, Kamis (20/6)

Itu dilakukan, lanjutnya, untuk memperkenalkan produk-produk UMK Indonesia ke pasar global.

Lebih jauh, Hanzela menjelaskan, kegiatan itu digelar untuk mendukung program pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kerjasama dengan Rusia di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi.

Karenanya, tambah Hanzela, pihaknya membuka display untuk mepromosikan dan menjual produk-produk tersebut secara offline maupun online.

Sementara itu, Asisnten Deputi kemitraan dan Perluasan Pasar Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Fixy menjelaskan, pihaknya sangat mendukung adanya kegiatan tersebut untuk meningkatkan daya saing UMKM di tingkat global. khususnya negara-negara tetangga.

Namun, Kata dia, bila melihat kerjasama itu sudah sampai ke Rusia, tentunya produk-produk UMKM Indonesia sudah dipercaya oleh pasar luar.

Adapun peserta UMKM yang terlibat dalam kegiatan yang pertama kali itu, sambunya, tercatat sebanyak 20 peserta.

Mereka berasal dari UMKM Jakarta dan sekitarnya. dengan memamerkan produk-produk makanan sehat, fashion dan lainnya. (Z-6)



Sumber: https://mediaindonesia.com/megapolitan/679410/promosikan-produk-umkm-kemenkop-ukm-buka-ruang-pamer-di-bandara-soetta

Tuesday, April 2, 2024

Bisnis Event Makin Menjanjikan, IPOS Gelar Pertemuan Hotel dan Pelaku Acara

 

Bisnis event saat ini memiliki potensi yang sangat menjanjikan. Hal ini terlihat dari tingginya nilai bisnis event pada tahun 2022 lalu, yang mencapai Rp 34,5-164,4 triliun.

Nilai ini berasal dari 7 komunitas yang ada pada saat ini. Hal tersebut disampaikan oleh Harry D Nugraha, Pendiri Indonesia Profesional Organizer Summit (IPOS).

“Bisnis ini belum termasuk bisnis wedding yang mencapai Rp 101,5 triliun per tahun. Adapun pergerakan peserta mencapai 46,7-121,4 juta per tahun, dengan jumlah pekerja mencapai 90.463 orang,” papar Harry, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima kumparan.

Untuk itulah, IPOS yang merupakan business to business ( Forum B2B) tahunan ini, menggelar acara untuk mempertemukan para pelaku industri (buyer dan seller) dari hotel dan profesional penyelenggara acara.

“Untuk tahun 2024 ini, ditargetkan ada sekitar 40 buyer, dan yang sudah terdaftar baru 29. 50 persen buyer merupakan buyer baru, dan sisanya yang lama,” kata Harry.

Mengusung tema "Green Gathering: Beyond Borders, Beyond Events", perhelatan IPOS Vol. 9 2024 hadir sejalan dengan komitmen global untuk memprioritaskan kesadaran lingkungan. Dalam menghadapi tantangan global, IPOS mengakui peran penting industri event dalam meresponse dan mempengaruhi arah pembangunan berkelanjutan.

Adapun, forum B2B tahunan ini akan diselenggarakan pada tanggal 6-8 Mei 2024 di Discovery Convention Center Ancol, Jakarta. Event ini diharapkan akan dihadiri oleh lebih dari 200 delegasi dari PCO, EO, promotor, termasuk industri perhotelan & venue-venue terkemuka di Indonesia.

Di samping forum Business Matching, tahun ini diselenggarakan pula Smart Forum yang akan membahas berbagai tren dan business practice terkait green tourism, industry update, dan destination update. Sebab, pasar pariwisata berkelanjutan global diprediksi mencapai 148,3 miliar di 2030, dengan CAGR 7,1 persen dari 2022.

“Dalam menerapkan konsep kegiatan MICE yang ramah lingkungan, para event planner diharapkan dapat memprioritaskan lokasi dan hotel yang memiliki paket pertemuan berkonsep hijau, serta mengantongi sertifikat di bidang lingkungan, seperti ASEAN Green Hotel Standard, atau environmental management system (EMS),” terang Staf Ahli Bidang Pengembangan Usaha Kemenparekraf Masruroh, dalam kesempatan yang sama.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/bisnis-event-makin-menjanjikan-ipos.html



Monday, February 14, 2022

Demi Pemulihan Sektor Pariwisata, UMKM Didorong Manfaatkan Sistem Pembayaran Digital

 Sektor pariwisata, yang menjadi salah satu sektor paling terdampak oleh pandemi Covid-19, tengah berusaha untuk bangkit di tengah momentum pemulihan ekonomi nasional.



Pemanfaatan sistem pembayaran digital dinilai sebagai salah satu kunci untuk mendukung momentum pemulihan sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, pemanfaatan sistem pembayaran digital selaras dengan fokus implementasi cleanliness, health, safety, enviromental sustainibility (CHSE) pada sektor pariwisata.

"Untuk cleanliness, health, and safety, anda membutuhkan pembayaran digital," ujarnya, dalam acara G20 Finance Track Side Event, Senin (14/2/2022).

Implementasi QR Code Indonesia Standard atau QRIS menjadi salah satu bentuk pemanfaatan sistem pembayaran digital yang tengah didorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Bank Indonesia (BI).

Untuk mendukung momentum pemulihan pariwisata, Sandiaga Uno bilang, pihaknya berupaya untuk terus meningkatkan jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengimplementasikan sistem pembayaran QRIS.

Menurutnya, selain membantu upaya pemulihan ekonomi, pemanfaatan QRIS juga akan berdampak positif bagi para merchant, seperti hal nya kemudahan dalam menjangkau fasilitas pembiayaan dari lembaga jasa keuangan atau financial technology lending.

"Saya pikir, dalam jangka panjang pemanfaatan QRIS akan menguntungkan semua pihak, untuk mendapatkan pembiayaan dari fintech atau lembaga jasa keuangan resmi," tutur Sandiaga.

Sandiaga Uno mengakui, saat ini sebagian besar pelaku usaha yang hanya menerima pembayaran dengan mata uang RI, rupiah.

Oleh karenanya, harapannya dengan sistem pembayaran digital, yang memanfaatan teknologi teranyar, dapat mengatasi hal tersebut, sehingga pada akhirnya dapat memaksimalkan potensi kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air.

Sebagai informasi, guna mendorong pengembangan transformasi digital sistem pembayaran, BI berencana melanjutkan uji coba QRIS antar negara dengan Thailand dan Malaysia serta menjajaki perluasan kerja sama QRIS antar negara di kawasan.

Sumber : https://money.kompas.com/read/2022/02/14/164600026/demi-pemulihan-sektor-pariwisata-umkm-didorong-manfaatkan-sistem-pembayaran

Thursday, April 8, 2021

Yogyakarta Bangkitkan Pariwisata Lewat UMKM Kuliner, Kerajinan dan Busana

Aktivitas perajin topeng kayu di Yogyakarta yang menjadi salah satu UMKM penyangga sektor pariwisata. Tempo/Pribadi Wicaksono

Food (kuliner), craft (kerajinan) dan fashion (busana) menjadi tiga produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) andalan yang mulai ditata lagi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) demi memikat kembali wisatawan di masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

"Sektor usaha itu masih menjadi penyangga utama kegiatan pariwisata sehingga kami persiapkan dan tata lagi agar cepat pulih," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi di sela pertemuan dengan Kementerian Koperasi dan UMKM di Yogyakarta, Rabu petang, 7 April 2021.

Sektor kuliner di Yogyakarta menjadi salah satu daya tarik destinasi sendiri karena titiknya cukup banyak tersebar dan telah membentuk sentra. Misalnya gudeg di Kampung Widjilan dan bakpia di Kampung Patuk.

Adapun sektor busana titiknya juga tersebar lebih banyak seperti batik di Imogiri, Pasar Beringharjo atau Taman Sari. Sedangkan kerajinan bisa ditemui seperti perak di Kotagede, handycraft di Kasongan atau rotan di Bantul.

"Pariwisata itu tidak pernah terpisahkan dari keberadaan UMKM, saat pariwisata menggeliat maka UMKM penyangganya ikut hidup karena pasarnya ada," ujar Siwi.

Hanya saja, Siwi menuturkan selama masa pandemi Covid-19 ini, ribuan pelaku usaha yang bergerak di sektor utama penyangga wisata di Yogya itu terpuruk dan saat ini masih butuh dukungan agar bisa bangkit. Tak kurang 20 ribu pelaku UMKM bidang pariwisata dan ekonomi kreatif Yogya terdampak, bahkan sebagian telah gulung tikar.

"Fokusnya bagaimana pelaku usaha sektor wisata itu menjaga kualitas ketika pasar sudah kembali pulih," kata Siwi.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Arif Rahman Hakim mengatakan UMKM yang bergerak di sektor wisata sudah saatnya bertransformasi dari ranah informal menjadi formal. Sebab, berdasar data kementerian, dari 63,9 juta pelaku usaha mikro yang sudah memiliki legalitas usaha berupa nomor induk berusaha (NIB) baru sekitar 600 ribuan alias masih sangat kecil sekali.

"Tak adanya legalitas itu jadi kendala saat pelaku usaha itu akses permodalan," ujar Arif. Para pelaku usaha wisata, khususnya kuliner, diketahui masih banyak yang belum memiliki NIB itu.

Oleh sebab itu, Kemenkop UKM bersama pemerintah DIY dan daerah lain di Indonesia kini tengah menggencarkan untuk mendampingi pelaku usaha segera memiliki NIB dan sertifikasi sesuai jenis usahanya. Misalnya untuk sektor kuliner, maka pelaku usaha mikro didorong mendapatkan sertifikasi halal, pelaku usaha fashion dan kerajinan juga mendapatkan sertifikasi kompetensi.

Arif mengatakan pelaku usaha wisata perlu beranjak statusnya menjadi sektor formal yang berbadan hukum, termasuk di Yogyakarta, karena Presiden Joko Widodo telah memandatkan agar proporsi bantuan pembiayaan untuk UMKM bisa segera naik bertahap hingga sebesar 30 persen hingga tahun 2025. "Sekarang kan proporsi pembiayaan itu masih 20 persen," kata dia.


sumber : https://travel.tempo.co/read/1450458/yogyakarta-bangkitkan-pariwisata-lewat-umkm-kuliner-kerajinan-dan-busana/full&view=ok
 

Thursday, March 25, 2021

Di Tengah Pandemi Covid-19, Yogya Tetap Promosi Pariwisata

Kegiatan table top sebagai bagian dari promosi wisata Jogja Vaganza 2021. (Foto : Antara )

Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Yogyakarta tetap gencar melakukan serangkaian promosi pariwisata. Salah satunya menggelar pertemuan bisnis (table top) yang melibatkan 100 pelaku pariwisata sebagai pembeli (buyer).

"Ada banyak tantangan untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata di masa pandemi Covid-19. Salah satu upaya yang kami lakukan saat ini adalah mempromosikan bahwa pariwisata di Yogyakarta dilakukan secara aman dengan menjalankan protokol kesehatan yang disiplin," kata Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Yogyakarta Kadri Renggono saat membuka table top yang menjadi rangkaian acara promosi wisata Jogja Vaganza 2021 di Yogyakarta, Rabu (24/3/2021).

Menurut dia, mempromosikan citra positif pariwisata pada masa pandemi Covid-19 sangat penting dilakukan karena akan memberikan kepercayaan dan rasa aman bagi wisatawan untuk datang dan menikmati suguhan pariwisata di Yogyakarta.

Kadri mengatakan selain pelaku usaha jasa pariwisata seperti destinasi wisata, hotel, restoran, dan usaha jasa lainnya, geliat di sektor pariwisata juga akan mempengaruhi lebih dari 23.000 pelaku usaha kecil menengah (UKM), termasuk 696 kelompok kesenian yang tersebar di 14 kecamatan.

"Ada banyak sektor yang bergantung dari jalannya industri pariwisata di Kota Yogyakarta. Saat sektor ini terdampak pandemi, maka dampaknya pun besar," katanya. Video 2 Kendaraan Terperosok ke Lubang Galian Underpass Kentungan Yogyakarta Sepanjang 2020, jumlah kunjungan wisatawan ke Yogyakarta mengalami penurunan yang signifikan yaitu menjadi 1,3 juta wisatawan. Sedangkan, pada 2019 jumlah kunjungan wisata mencapai 4,3 juta orang dengan jumlah wisatawan mancanegara hampir mencapai 500.000 orang.

Oleh karenanya, lanjut Kadri, perlu dilakukan berbagai upaya untuk kembali membangkitkan sektor pariwisata dengan tetap menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat sehingga upaya pencegahan COVID-19 tetap bisa optimal namun perekonomian bisa kembali bangkit.

"Melalui Jogja Vaganza ini, saya berharap sektor pariwisata kembali tumbuh. Industri pendukung pariwisata pun bisa begerak karana permintaan pasar naik," katanya.

Perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih, lanjut dia, juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung promosi pariwisata dengan memamerkan keunggulan yang dimiliki setiap destinasi wisata.

Kota Yogyakarta, lanjut dia, tidak memiliki daya tarik pariwisata alam namun memiliki keunggulan pada kekayaan seni dan budaya, kreativitas warga serta keragaman objek wisata termasuk keberadaan belasan kampung wisata yang unik.

Kegiatan Jogja Vaganza 2021 digelar dengan melibatkan biro perjalanan wisata yang sebagian besar berasal dari Pulau Jawa dan sisanya berasal dari luar Pulau Jawa dengan akses penerbangan langsung sebagai buyer dan seller berasal dari perhotelan, UKM, kampung wisata, serta destinasi wisata di Yogyakarta.

Ketua Panitia Jogja Vaganza 2021 Edwin Ismedi Himna mengatakan sasaran utama wisatawan pada masa pandemi adalah wisatawan domestik, khususnya dari Pulau Jawa sehingga tetap bisa berwisata menggunakan jalur darat.


sumber : https://yogya.inews.id/berita/di-tengah-pandemi-covid-19-yogya-tetap-promosi-pariwisata/2
 

Thursday, January 21, 2021

Genjot Pemulihan UKM, Kemenparekraf dan Kemenkop UKM Kolaborasi

Sejumlah perwakilan agen perjalanan pariwisata berswafoto dengan penari saat travel gathering bertajuk We Love Bali di kawasan Pantai Pandawa, Badung, Bali, Jumat (4/9 - 2020). \\r\\n

JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Kementerian Koperasi dan UKM berkolaborasi mempercepat pemulihan UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) memiliki kaitan yang erat dengan UMKM karena 70 persen pelaku usahanya merupakan UMKM.

“Kita akan memetakan klaster-klaster UMKM yang ada di 17 subsektor ekonomi kreatif. Ini dapat menjadi gambaran bagi kami untuk mengembangkan sektor UMKM, membuka lapangan kerja bukan hanya di destinasi super prioritas, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (20/1/2021).

Terkait rencana gelaran akbar MotoGP di Mandalika 2021, Sandiaga mengungkapkan ada beberapa desa wisata di sekitar Mandalika yang sudah dibina bersama antara Kemenkop UKM dan Kemenparekraf yakni Desa Bilebante, Nusa Tenggara Barat.

Di saat yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengemukakan kerja sama ini akan maksimal jika Kemenparekraf telah menentukan faktor unggulan hingga value creation sebuah destinasi, misalnya wahana, event, promosi, infrastruktur, hingga hospitality.

Nantinya, keunggulan tersebut akan didukung dengan keberadaan dan pengembangan UMKM sebagai pelaksana usaha serta menciptakan nilai tambah turunannya.

"Artinya UMKM ini merupakan support system yang bisa hadir melalui ketersediaan pelaku usaha kuliner, souvernir, dan ekonomi kreatif yang di dalamnya mencakup fesyen, kuliner, dan kriya," tambahnya.