Showing posts with label pemulihan ekonomi. Show all posts
Showing posts with label pemulihan ekonomi. Show all posts

Sunday, March 6, 2022

Mendorong Bangkitnya UMKM se-Jatim Lewat Pameran Batik hingga Aksesori

 Surabaya - Saat kasus COVID-19 meningkat dengan munculnya varian Omicron di awal 2022 kemarin, cukup banyak sektor ekonomi di Jawa Timur yang terdampak. Termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).



Ketika kasus COVID-19 mulai menurun belakangan ini, UMKM di Jatim pun diharapkan bangkit kembali dengan produk unggulannya melalui Pameran Batik, Bordir, dan Aksesoris Fair 2022.

Pameran yang digelar di Grand City Surabaya mulai 2-6 Maret mendatang itu terselenggara atas kerja sama PT Debindo Mitra Tama dan Dekranasda Jatim.

Dalam pemeran ini ada 84 stand batik, bordir, tenun, hingga aksesori. Para peserta adalah perwakilan dari OPD masing-masing Kabupaten atau Kota di Jatim, swasta, serta UMKM Mandiri baik dari Surabaya, Bandung, Tasikmalaya, hingga NTT.

Peserta yang memamerkan produk unggulan di setiap stan mempunyai target penjualan masing-masing. Seperti UMKM aksesori perwakilan dari Dekranasda Kabupaten Blitar, Erma Hendra Rini.

"Untuk target penjualan di pameran ini sekitar Rp 40 juta. Di hari pertama dan kedua responsnya cukup bagus. Sudah seperempat dari target tercapai," kata Erma kepada detikJatim, Jumat (4/3/2022).

Dia pun berharap, pameran di hari-hari berikutnya akan semakin ramai dan bisa memenuhi target. Dalam pameran ini, UMKM-nya memamerkan batik tulis dengan motif khas Blitar, yaitu Cakrapala.

"Cakrapala itu bentuk relief di dalam candi Penataran Blitar. Motif ini yang menjadi motif ciri khas batik dari Blitar," ujarnya.

Sementara, perwakilan Dekranasda Ponorogo, Yani Supiani mengatakan, di pameran ini UMKM-nya justru tidak menargetkan penjualan. Tujuannya untuk mempromosikan batik khas Ponorogo agar lebih dikenal.

"Kami membawa batik tulis, ada yang dibuat dengan pewarna buatan dan sintetis. Kami ingin batik Ponorogo dengan ciri khas Reog Ponorogo ini bisa semakin dikenal masyarakat. Batik-batik Ponorogo ini hasil karya 10 perajin batik di Ponorogo," kata Yani.

Marketing Communication PT Debindo Mitra Tama Brigitta Putri mengatakan, untuk penyelenggaraan pameran ke-17 kali ini mengangkat tema "Semangat Panji dalam Kebangkitan Ekonomi Jawa Timur".

Dalam pameran ini juga ditampilkan kolaborasi batik, bordir, dan aksesori bertema "Panji" dari asosiasi UMKM se-Jatim.

Dia berharap pameran ini bisa menjadi wadah bagi UMKM untuk berinteraksi langsung dengan pembeli. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Kami berharap pameran ini bisa menjadi wadah bagi pengrajin batik di Indonesia, khususnya Jawa Timur untuk menunjukan karyanya pada masyarakat luas," ujarnya.


Sumber : https://www.detik.com/jatim/berita/d-5968846/mendorong-bangkitnya-umkm-se-jatim-lewat-pameran-batik-hingga-aksesori

Sunday, February 13, 2022

UMKM Harus Melek Digitalisasi Biar Nggak Kalah Saing, Internetnya Siap?

 


Jakarta - Digitalisasi sering disebut-sebut menjadi faktor penting dalam kemajuan UMKM. Namun pertanyaannya apakah infrastruktur internet di Indonesia siap mendukungnya?

Problem kecepatan internet masih banyak dikeluhkan para pelanggan fixed broadband di Indonesia. Mereka merasa belum puas lantaran sering terjadi ketidakstabilan koneksi internet.

"Ketidakstabilan koneksi internet ini dirasakan sangat mengganggu kegiatan masyarakat yang berlangganan internet. Terlebih di masa pandemi covid-19, internet sudah menjadi kebutuhan pokok, di mana masyarakat selalu terkoneksi dengan internet," kata General Manager Enciety Business Consult, Don Rozano dikutip Minggu (13/2/2022).

Semua aktivitas harus dilakukan di rumah, mulai dari belajar, menikmati hiburan, bekerja, dan berbelanja. Internet pun menjadi makin penting perannya dalam keseharian.

Begitu pula jenis penggunaan akses internet sekarang juga makin berkembang, mulai social media, browsing, instant messaging, e-mail, hingga audio streaming, video streaming, online game, download dan upload file, dan masih banyak lagi.

Fakta ini menyebabkan banyak orang mencari fixed broadband yang bisa memenuhi kebutuhannya. Salah satunya memilih fixed broadband yang paling kecil tingkat ketidakstabilannya.

Berdasarkan hasil speedtest yang dilakukan rutin setiap bulan oleh Enciety Business Consult terhadap 9 merek fixed broadband di Indonesia menunjukkan, kecepatan Biznet pada Desember 2021 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya

"Pada pelanggan 75 Mbps kecepatan upload & download pada November 2021, masing-masing tercatat 27,60 Mbps & 35,28 Mbps. Terjadi penurunan kecepatan pada Desember 2021 menjadi 23,20 Mbps untuk upload & 30,60 Mbps untuk Download," tuturnya.

Akhir tahun ini, penurunan kecepatan juga terjadi pada MyRepublic, khususnya untuk upload (dari 12,42 Mbps menjadi 12,35 Mbps). Meski begitu, penurunan pada MyRepublic tidak sebesar seperti yang terjadi pada Biznet. Sementara kecepatan download My Republic mengalami kenaikan dari 36,04 Mbps menjadi 37,95 Mbps

Hasil berbeda terjadi justru pada IndiHome, di mana kecepatan upload dan download pada pelanggan 20 Mbps mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada November 2021, kecepatan upload IndiHome tercatat sebesar 7,24 Mbps dan download 20,69. Sedangkan pada Desember 2021, mengalami kenaikan, di mana kecepatan upload IndiHome menjadi 7,69 Mbps dan download 21,43 Mbps.

Dengan kecepatan tersebut, rasio kecepatan upload:download Biznet saat ini 1:1. Sedangkan MyRepublic dan IndiHome tercatat sama-sama memiliki rasio 1:3. Greget untuk terus memenuhi ekspektasi pelanggan tampaknya terus dilakukan IndiHome. Tren rasio upload : download IndiHome menunjukkan perbaikan bila dibandingkan enam bulan lalu, yang memiliki rasio kecepatan sebesar 1:5.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5940739/umkm-harus-melek-digitalisasi-biar-nggak-kalah-saing-internetnya-siap.

Monday, January 24, 2022

Rumah Kemasan Bantu UMKM Sumsel Bangkit dari Pandemi

 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat terdampak oleh pandemi Covid-19. Melihat kondisi ini, PT Marga Bara Jaya (MBJ), perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur dan logistik, menginisiasi pemberian bantuan untuk mewujudkan Rumah Kemasan bagi UMKM yang berada di Kecamatan Batanghari Leko, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.


Rumah Kemasan akan memberikan pelatihan pengemasan bagi UMKM untuk membantu mereka tetap bertahan dan melakukan pengembangan produk-produknya.

Penanggung jawab Lapangan PT Marga Bara Jaya, Adi Wahyudi mengatakan keberadaan rumah kemasan diharapkan bisa meningkatkan geliat UMKM di daerah sekitarnya terutama di wilayah Kecamatan Batanghari Leko.

“Kami memberikan bantuan beberapa peralatan pendukung seperti printer, mesin segel plastik dan mesin laminating agar Rumah Kemasan bisa segera beroperasi untuk melakukan pelatihan pembuatan kemasan produk agar lebih menarik,” kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (24/1/2022).

Adi mengatakan bahwa Rumah Kemasan ini nantinya bisa menjadi salah satu pusat pelatihan dan sebagai wadah bagi para UMKM untuk saling bertukar ilmu dalam pemasaran produk-produk untuk meningkatkan daya jual.

Dan upaya ini dilakukan MBJ sebagai wujud pihak swasta dalam mendukung program pemerintah untuk kembali menggerakkan roda perekonomian skala mikro dan menengah yang sempat luluh lantah karena pandemi serta memberi sumbangsih agar program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berhasil.

Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Musi Bayuasin mencatat hingga akhir tahun 2020 ada lebih dari 40 ribu industri kecil menengah (IKM) di wilayahnya dan mengalami penyusutan akibat pandemi.

Dan pendataan ulang yang dilakukan Disdagperin di awal pandemi tercatat hanya 2.000 industri kecil menengah (IKM) yang masih aktif dari 122 sentra IKM.

Camat Batanghari Leko, Drs. Yuliarto M.Si menjelaskan bahwa produk-produk industri rumah tangga di wilayahnya banyak, bagus, unik dan tidak kalah saing dengan daerah lain.

“Namun terkendala dengan kemasannya yang masih sederhana,” kata dia.

Yuliarto menjelaskan dengan adanya kemasan yang unik dan menarik tentu menambah daya tarik konsumen untuk membeli. Ia mencontohkan seperti sama-sama produksi kripik pisang tapi yang satu kemasannya menarik dan unik sedangkan yang lain kemasannya biasa saja, pasti konsumen akan memilih yang kemasannya menarik.

‘’Untuk ini kami mengapresiasi PT Marga Bara Jaya yang mau membantu kami untuk bisa segera memulai pelatihan kepada UMKM untuk mengemas produkproduknyadengan lebih menarik, aman, dan sesuai standar,” kata dia.

Salah satu terobosan dari Rumah Kemasan ini yaitu pelatihan kepada UMKM untuk mengganti kemasan plastik dengan kemasan alumunium foil agar produk di dalamnya tidak mudah melempam dan tengik. Dan di kemasan juga dicantumkan identitas produsen dan kode izin produksinya yang akan menambah nilai lebih bagi produk UMKM.

Dengan memproduksi sendiri kemasan setelah mendapat pelatihan di Rumah Kemasan, kata Yuliarto, biaya produksi UMKM bisa ditekan untuk mendapatkan harga jual yang lebih terjangkau untuk masyarakat.Pelatihan pengemasan produk ini rencananya akan menjangkau 16 desa yang ada di Kecamatan Batanghari Leko.

Setiap desa nantinya akan dibantu untuk mendesain dan mencetak kemasan produk-produk mereka. Beberapa produk yang dihasilkan di Batanghari Leko, yaitu kain jumputan dengan pewarna alami (seperti getah gambir, kunyit), kerajinan dari akar kayu yang dibuat menjadi peralatan rumah tangga (seperti cangkir, piring), kerajinan dari tali kur yang dijadikan tirai, tas dan hiasan dinding, serta minuman herbal.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4868311/rumah-kemasan-bantu-umkm-sumsel-bangkit-dari-pandemi

Monday, August 30, 2021

Holding BUMN Jasa Survei Komitmen Dorong UMKM Naik Kelas

 

Holding BUMN Jasa Survei Komitmen Dorong UMKM Naik Kelas

JAKARTA - BUMN Holding Jasa Survei yang terdiri atas PT Biro Klasifikasi Indonesia, PT Sucofindo, dan PT Surveyor Indonesia menggelar berbagai kegiatan demi meningkatkan daya saing UMKM agar naik kelas. Direktur Utama Surveyor Indonesia M Haris Witjaksono mengatakan UMKM memiliki peranan dalam pemulihan ekonomi nasional.

"Melalui peringatan hari UMKM nasional, BUMN Holding Jasa Survei berharap menjadikan ini sebagai momentum untuk bangkit, baik dalam inovasi bisnis maupun, kapasitas pelaku UMKM," ujar Haris dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (12/8).

Haris ingin UMKM dapat mengembangkan konsep baru dalam melakukan kegiatan wirausaha dengan mengedepankan prinsip utilitas dan usaha yang berkelanjutan. Surveyor Indonesia, ucap Haris, juga telah mengadakan sosialisasi sertifikasi TKDN untuk membantu UMK mitra binaan meningkatkan nilai jual dalam menawarkan produk, preferensi harga dalam tender, optimalisasi kapasitas, dan kualitas produk guna meningkatkan daya saing dan memajukan perekonomian nasional.

Haris menilai hari UMKM nasional dapat membangkitkan semangat UMKM agar tetap optimistis menjalankan usaha di tengah pandemi Covid-19. Haris berharap insan koperasi juga mempunyai kreativitas dan inovasi yang tinggi untuk menata organisasi dan strategi bisnis ke depan.

Dukungan serupa diberikan Sucofindo yang memberikan bantuan pinjaman modal kerja dengan total nilai sebesar Rp 1,075 miliar kepada 30 peternak sapi di Semarang, Jawa Tengah. Direktur Utama Sucofindo Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan bantuan ini merupakan program rutin yang perusahaan lakukan.

"Hal ini sebagai respons dan fokus kami dalam menjalankan program kerja BUMN untuk meningkatkan nilai ekonomi serta dampak sosial terutama di bidang ketahanan pangan, energi, dan kesehatan," ucap Wigrantoro.

Sebagai komitmen dalam upaya meningkatkan daya saing dan pemulihan ekonomi nasional untuk UMKM, lanjut Wigrantoro, Sucofindo juga memiliki layanan dalam memberikan sertifikasi untuk produk halal yang diproduksi UMKM, pelatihan penyelia halal UMKM, Sertifikat Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) untuk industri pariwisata, serta verifikasi TKDN untuk UMKM.

PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI juga menyambut hari UMKM nasional melalui bantuan kepada UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman, antara lain Cia - Cia (snack dan kue kering) dan Ikomori (minuman teh dan kopi kemasan).

Direktur Utama BKI Rudiyanto berharap bantuan tersebut nantinya dapat membantu para UMKM untuk dapat menjalankan dan memasarkan produksinya kembali setelah berhenti berproduksi karena dampak pandemi yang telah mengakibatkan penurunan omset.

Rudiyanto menilai dukungan terhadap UMKM sebagai bentuk tanggung jawab BUMN Hoding Jasa Survei untuk menggiatkan kembali UMKM yang produktivitasnya menurun akibat kondisi pandemi, yang mana secara langsung UMKM dapat menjalankan kembali usahanya dengan manajemen yang lebih baik.

"Peran UMKM di Indonesia sangat nyata dan besar. Di samping karena jumlahnya yang sangat banyak, UMKM juga mampu berperan menjadi stabilisator ekonomi dalam menghadapi ancaman krisis dan resesi perekonomian global," kata Rudiyanto.

Sumber : https://m.republika.co.id/berita/qxs0az383/holding-bumn-jasa-survei-komitmen-dorong-umkm-naik-kelas
 

Monday, August 2, 2021

Digitalisasi UMKM Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi RI Pasca COVID-19

 

Digitalisasi UMKM Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi RI Pasca COVID-19

 Jakarta - Kehadiran consumer-focused platforms atau platform yang berfokus pada konsumen di Indonesia, seperti Gojek, Tokopedia, dan Traveloka telah membuka peluang besar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia untuk bertumbuh. Namun terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi sektor UMKM.

Perusahaan dana modal ventura atau venture capital (VC) terkemuka yang berfokus pada investasi start-up di tahap awal, AC Ventures meyakini, teknologi dapat menjadi solusi dalam membantu menciptakan nilai tambah dan dampak yang sangat besar untuk sektor UMKM, sekaligus menjadi peluang bagi pemain bisnis teknologi maupun investor jika mereka mampu menjembatani tantangan ini.

"Pemanfaatan platform berbasis teknologi dapat menekan biaya operasional menjadi lebih rendah, efisiensi yang lebih besar, hingga volume penjualan yang lebih tinggi," ujar Co-Founder & Managing Partner AC Ventures Adrian Li, belum lama ini.

Adrian melihat, peluang yang ada tidak hanya terbatas pada kemampuan pemain bisnis untuk memberikan solusi bagi UMKM, melainkan dapat pula membantu pelaku bisnis untuk memasuki pasar konsumen Indonesia melalui UMKM ini. Karena meskipun pertumbuhan daring sangat besar, namun sebagian besar penjualan masih dilakukan secara luring, terutama di saluran tradisional.

"Sayangnya, rantai pasokan yang menghubungkan jutaan pengecer ini ke prinsipal dan distributor sangat terfragmentasi sehingga menimbulkan banyak masalah bagi pengecer,"jelasnya.

Menurut Adrian, terdapat dua hambatan utama bagi UMKM untuk mendapatkan pembiayaan. Pertama, UMKM umumnya tidak dianggap layak kredit oleh bank karena mereka biasanya tidak memiliki aset yang dapat digunakan untuk agunan. Kedua, cabang bank sangat terbatas di kota-kota tier-2 dan tier-3 yang mempersulit UMKM bahkan untuk mengajukan pembiayaan.

"Indonesia telah melihat banyak pemain FinTech mencoba mengatasi masalah ini. Namun, bahkan dengan pemberi pinjaman teknologi finansial, ada sedikit informasi untuk memahami kesehatan keuangan calon peminjam. Alhasil, data OJK pada 2020 menunjukkan, perusahaan fintech lending hanya mengucurkan total US$5,0 miliar pada 2020. Jumlah ini masih jauh dari mengatasi gap pembiayaan," papar Adrian.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM adalah mesin pertumbuhan bagi perekonomian Indonesia. Terdapat lebih dari 60 juta UMKM terdaftar, dan menyumbang sekitar 61% dari PDB negara. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 merilis, kategori besar ini telah mempekerjakan lebih dari 116 juta orang atau setara dengan 97% angkatan kerja Indonesia.

Kontribusi dan signifikansi UMKM terhadap perekonomian Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dengan perekonomian besar lain, seperti India yang hanya menyumbang 30% dari PDB.

"Ini sekaligus merupakan salah satu alasan mengapa usaha teknologi yang berfokus pada UMKM di Indonesia dapat muncul sebagai bisnis yang bahkan lebih berharga daripada di pasar negara berkembang lain yang lebih matang," tambahnya.

AC Ventures sendiri telah melakukan analisis terhadap peluang-peluang tersebut, dan sejauh ini telah berinvestasi kepada empat start-up yang dinilai mampu menjembatani masing-masing masalah yang dihadapi UMKM seperti startup marketplace Ula, startup fintech BukuWarung, startup startup food technology ESB, serta startup yang menyediakan perangkat digital lengkap untuk UMKM seperti Majoo.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5665615/digitalisasi-umkm-jadi-kunci-pemulihan-ekonomi-ri-pasca-covid-19

Wednesday, April 7, 2021

UMKM & Pelaku Wisata Perlu Diedukasi untuk Pemulihan Ekonomi

Wakil Ketua DPR Bidang Korpolkam, Azis Syamsuddin (ilustrasi).

Wakil Ketua DPR Bidang Korpolkam, Azis Syamsuddin mendorong peran UMKM maupun sektor pariwisata di Indonesia dalam masa pemulihan ekonomi nasional. Azis meminta pemerintah untuk terus mengedukasi dan melakukan pemantauan dalam pemanfaatan dana insentif kepada pelaku UMKM dan pariwisata, sehingga insentif dapat tepat manfaat.

Seperti diberitakan, Pemerintah akan memberikan insentif sebesar Rp400 miliar kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan stimulus sebesar Rp2 triliun untuk para pelaku pariwisata dalam rangka pemulihan ekonomi nasional per 20 April 2021. “Sosialisasikan program insentif UMKM dan stimulus pariwisata kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pelaku wisata oleh Kementerian Koperasi dan Usah Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Dinas Koperasi dan UMKM, dan pemerintah daerah (pemda)," kata Azis Syamsuddin, Rabu (7/4).

Menurut Azis, edukasi tersebut diperlukan agar para pelaku UMKM dan pelaku pariwisata dapat mempersiapkan secara matang dokumen yang diperlukan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, dan pelaku UMKM dan pariwisata dapat segera memanfaatkan insentif tersebut dalam mengembangkan usahanya melalui sistem penyaluran yang terintegrasi dan aman seperti diamanatkan oleh PP 7 tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM sebagai tindak lanjut UU No. 11/2020 tentang Ciptaker untuk percepatan cipta kerja.

Azis Syamsuddin juga menekankan pentingnya Sistem Pelayanan Publik dan Penyaluran Insentif, dimana Kemenkop UKM maupun Kemenparekraf untuk memastikan kesiapannya mencakup badan penyalur meliputi Bank BUMN, Bank BUMD, dan PT Pos Indonesia dan memastikan tidak ada pemotongan apapun pada dana insentif tersebut.

Serta memastikan validitas data calon penerima bantuan dan pemantauan serta evaluasi data penerima insentif tahun 2020 agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat, sehingga dapat mendorong kelangsungan UMKM, termasuk keterbukaan menerima masukan masyarakat maupun keluhan terkait penerimaan dana insentif. "Sehingga meminimalkan kemungkinan salah sasaran atau jika ditemukan masih ada UMKM ataupun pelaku usaha yang seharusnya menerima bantuan, namun tidak terdata," kata Azis.


sumber : https://ihram.co.id/berita/qr70i8327/umkm-pelaku-wisata-perlu-diedukasi-untuk-pemulihan-ekonomi
 

Thursday, February 25, 2021

Dukung Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi, KBS Gelar Pelatihan Digital UMKM

Ilustrasi UMKM.

Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan teknologi yang sangat pesat bagi dunia usaha.

Hal ini otomatis meningkatkan persaingan pasar baik nasional maupun global.

Tidak lepas dampak dari Pandemi Covid-19, banyak pola hidup yang berubah karena orang harus lebih banyak berada di rumah hal ini membuat perubahan teknologi semakin digunakan termasuk dalam dunia usaha.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama pandemi Covid-19 membelenggu Indonesia, minat masyarakat dalam berbelanja secara online meningkat.

Berdasarkan data yang dihimpun BPS, rata-rata peningkatan produk yang terjual di marketplace dalam kurun waktu April 2020 - Juni 2020 (masa pandemi) mencatat rata-rata peningkatan 20% dari bulan-bulan sebelumnya.

Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera, Akbar Djohan melihat hal ini menjadi suatu langkah baik, karena itu bertepatan Hari Ulang Tahun PT. Krakatau Bandar Samudera (KBS) Ke-25 Tahun akan menyelenggarakan pelatihan digital untuk pengembangan UMKM.

“Hal ini kami lakukan untuk mendukung bisnis para UMKM bisa tetap berjalan secara optimal pasca pandemi Covid-19, karena dibutuhkan cara baru yang dapat mendukung perkembangan usaha. Berbagai tantangan yang kita hadapi sekarang semakin menekankan pentingnya migrasi dan transformasi digital,” Ungkap Akbar dalam acara zoom yang diselenggarakan KBS (25/2/2021).

Akbar juga mengatakan tujuan utama pelatihan ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM tentang bagaimana memanfaatkan digitalisasi untuk sistem manajemen usaha sampai kepada memasarkan produknya.

“Kita harus terus belajar dan mengoptimalikan lagi penggunaan digital, karena saat ini penggunaan digital sangat berpengaruh untuk keberlangsungan sebuah usaha. Kita tidak boleh tergerus oleh zaman, harus terus mengupdate segala perkembangan digital ini,” tambah Akbar.

Akbar juga melihat di dalam masa pandemi covid-19 ini permasalahan yang dihadapi UMKM bukan hanya keterbatsan pembiayaan, tapi juga keberlanjutan usahanya di dalam platform digital karena masih banyak UMKM yang belum memanfaatkan platform digital ini untuk usaha mereka.

“Saya juga mengapresiasi Ketua Umum BPP HIPMI Cilegon, Akhmad Suhandi yang ikut berkolaborasi KBS dengan HIPMI Cilegon untuk memberikan dukungan kepada UMKM Cilegon yang terpilih berupa dana bantuan modal usaha," sebut Akbar.

Terakhir Akbar menjelaskan tujuan besar KBS ialah agar UMKM nasional dapat tumbuh dan bersaing di level nasional maupun global, karena UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi negara.

"Kami akan menggandeng Amazon Web Services Indonesia dan HIPMI untuk pembekalan UMKM dalam pelatihan-pelatihan digital, khususnya bagi UMKM yang ada di Cilegon. Karena tadi masih banyak sekali UMKM yang antusias bertanya namun belum dapat kesempatan karena keterbatasan waktu narasumber," lanjut Akbar.

Anthony Amni selaku Head of Mid-Market Segment Amazon Web Services Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya menyambut permintaan Akbar Djohan untuk bekerja sama dalam membuat pelatihan UMKM dengan senang hati.

Dirinya mengatakan bahwa tujuan AWS sendiri ingin meningkatkan laju transformasi digital Indonesia, khususnya bagi para pelaku bisnis dan UMKM.

"Request dari Pak Akbar Djohan kami sambut dengan senang hati, dan tujuan dari AWS sendiri adalah terus mendorong transformasi digital bagi para pelaku bisnis dan UMKM Indonesia. Kami juga akan menggandeng HIPMI dan Menara Digital Enterprise untuk merealisasikannya. Dengan adanya kolaborasi seperti ini, merupakan sebuah kebanggaan dapat berkontribusi bagi iklim digital Indonesia. Apalagi jika UMKM Indonesia dapat terus berkembang dan go internasional," tutup Anthony.


sumber : https://www.tribunnews.com/bisnis/2021/02/25/dukung-pemulihan-ekonomi-pasca-pandemi-kbs-gelar-pelatihan-digital-umkm?page=2

Sunday, February 7, 2021

Pulihkan Ekonomi Nasional, Wabup Lutim Ajak Warga Beli Produk UMKM


Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Manajemen PT. Vale Indonesia, Kepala Koperasi PT.Vale dan Asosiasi UKM Mutiara Timur Sulawesi Selatan menghadiri peluncuran Gerakan Belanja Produk (Gebrak) UMKM yang berlangsung di Galeri Kareso Sorowako, Minggu, (07/02/2021).

Kegiatan yang juga dilakukan secara virtual bertemakan, “Buktikan Pedulimu, Ayo Belanja Produk Lokal” juga dihadiri Kementrian Koperasi & UKM, Kementrian Desa & PDTT, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Direksi PT. Vale Indonesia, serta para pelaku UMKM Luwu Timur.


Ketua Asosiasi UMKM Mutiara Timur, Hasidah S Lipung mengatakan, saat ini Asosiasi UMKM Mutiara Timur telah memiliki sebanyak 2.000 lebih UMKM binaan yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Sulsel. Dari total UMKM binaan tersebut, UKM Kareso Sorowako adalah salah satunya yang merupakan binaan dari PT. Vale Indonesia.

“GEBRAK UMKM diinisiasi untuk membantu promosi dan memperluas akses pasar produk-produk UMKM binaan PT Vale. Sebagian besar para pelaku usaha UMKM tersebut adalah kelompok perempuan yang turut meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menggerakkan ekonomi dan pembangunan di Luwu Timur,” Hasidah.

Sementara itu, Irwan Bachri Syam menyatakan turut mendukung Gebrak UMKM yang digagas oleh UKM Mutiara Timur bersama PT. Vale Indonesia.
Menurutnya, perkembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah menjadi salah satu sektor yang paling terdampak akibat adanya wabah covid-19 karena supply dan demand serta rantai pasok terganggu sehingga menekan pertumbuhan ekonomi Nasional.

Wabah Covid–19 menyebabkan hampir semua lini Usaha Mikro, Kecil dan Menengah mengalami kesulitan dari data Bappenas menunjukkan bahwa 92% UMKM dari 64,18 Juta unit UMKM terdampak akibat adanya wabah ini.

“Salah satu wujud Implementasi dari upaya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah sebagai langkah mendukung fase pemulihan ekonomi pasca terdampak pandemi Covid-19. Dengan ikut membeli produk UMKM Luwu Timur, kita turut andil dalam menyelamatkan ekonomi kerakyatan dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai langkah mendukung fase pemulihan ekonomi pasca terdampak pandemi Covid-19,” ungkapnya.

“Harapan kami semoga produk lokal Luwu Timur kedepan bisa menjadi sebuah ikon daerah dan sekaligus sebagai salah satu ciri khas kepariwisataan nantinya,” tambahnya

Gebrak UMKM diresmikan Wakil Bupati Luwu Timur dan dilanjutkan dengan Penandatanganan MoU antara Koperasi PT. Vale Indonesia dan Galeri UKM Kareso, bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Wakil Bupati Luwu Timur juga memberikan apresiasi kepada Asosiasi Petani SRI Organik (APSO) Luwu Timur yang telah menerima Sertifikat Pertanian Organik jenis Beras (Putih dan Merah) dari lembaga Indonesian Organic Farming Certification (INOFICE).



sumber : https://inikata.com/2021/02/08/pulihkan-ekonomi-nasional-wabup-lutim-ajak-warga-beli-produk-umkm/

UU Ciptaker Ibarat Vaksin Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

Foto Ilustrasi

Pandemi Covid-19 telah memporak-porandakan banyak sector termasuk ekonomi, sehingga diperlukan formula khusus untuk dapat membebaskan Indonesia dari status Pandemi. Salah satunya adalah UU Cipta Kerja sebagai vaksin di masa pandmei yang membantu mendorong peningkatan pertumbuhan perekonomian nasional dan penciptaan banyak lapangan kerja baru.

Pemerintah menargetkan pada tahun 2021 ekonomi akan tumbuh antara 4.5 sampai 5.5%. Rule Of thumb saat ini adalah, dengan pertumbuhan ekonomi 1% akan tercipta 500 ribu lapangan kerja baru. Itu artinya, tahun depan mungkin hanya bisa menyediakan 2,5 juta pekerjaan baru bagi anak bangsa. Pada tahun-tahun berikutnya, angkanya mungkin tidak akan berubah banyak jika kita tidak melakukan terobosan. Sementara jumlah penganggur dan pencari kerja baru jauh lebih banyak.

Dalam konteks riset dan inovasi, setidaknya ada dua manfaat yang dapat terwujud dari implementasi UU Cipta kerja, dimana pada gilirannya diharapkan dapat menjadi vaksin di masa pendemi sehingga membantu mendorong laju perekonomian.

Pada pasal 121 UU Cipta Kerja, yang mengupayakan bentuk dorongan partisipasi riset inovasi di daerah, hal ini menjelaskan bahwa pelaksanaan riset dan inovasi dapat bersumber dari berbagai alternative sumber daya alam yang kaya dan manusia yang kompeten dan inovatif di daerah, tanpa meninggalkan kearifan local dan ditujukan untuk pengembangan inovasi, dimulai dari ide dan innovator dari individu.

Presiden RI Joko Widodo menuturkan, Pandemi Covid-19 harus menjadi pelecut untuk mengejar ketertinggalan di Indonesia dalam segala sector, salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan.

Hal tersebut, kata Jokowi membuat UU Cipta Kerja diciptakan. Dengan harapan untuk mempercepat industrialisasi di dalam negeri serta memperkuat sector strategis terutama pangan kesehatan dana energi.

Mantan Walikota Surakarta tersebut menjelaskan, setiap perubahan besar seringkali menimbulkan kekhawatiran serta salah pengertian. Apalagi kata Jokowi tidak terkomunikasikan dengan baik dalam waktu yang memadai, sehingga sosialisasi perlu dilakukan.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan UU Cipta Kerja bakal mampu memperkuat posisi koperasi UMKM dalam rantai pasok.

Menurut Teten, UU Cipta Kerja juga memberikan penguatan dan proteksi terhadap persaingan dengan usaha besar, meningkatkan kompetensi dan level usaha UMKM, dengan memberikan fasilitasi kepada para UMKM untuk masuk dalam rantai pasok industry.

Lanjutnya, masih ada poin-poin penting dalam UU Cipta Kerja yang mempermudah pengembangan KUMKM di Indonesia.

Pastinya, UU Cipta Kerja menjawab masalah utama bagi Koperasi dan UMKM selama ini, meliputi akses perizinan, akses rantai pasok, akses pengembangan usaha, akses pembiayaan, sampai dengan akses pasar.

UU Cipta Kerja dinilai akan meningkatkan kemampuan UMKM dalam penyerapan tenaga kerja dan tumbuhnya rasio kewirausahaan (start-up lokal) dengan kemudahan perizinan usaha serta penyelenggaraan inkubasi bisnis.

Bahkan, UU Cipta Kerja juga mendukung percepatan digitalisasi UMKM dengan memberikan kemudahan melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan system/aplikasi pada setiap lini bisnis proses UMKM dan inkubasi bisnis, untuk menciptakan UMKM berbasis inovasi dan teknologi.

Melalui UU Cipta Kerja, pelaku usaha mikro dan kecil akan mendapatkan sertifikasi halal gratis dari pemerintah.

Menurut Teten, selama ini, sertifikasi halal menjadi beban bagi UMKM, karena dinilai sulit dan mahal dalam hal pengurusan. Hal tersebut berdampak pada sector usaha mikro yang jarang memiliki sertifikasi halal.

Padahal menurut Teten, label halal ini sangat penting untuk memberikan nilai tambah dan daya saing UMKM. Khusus untuk UMKM di sector kesehatan dan keamanan, selain sertifikat halal, diperlukan juga standar nasional Indonesia (SNI).

Dia juga mengatakan, bahwa 97 persen penyerapan tenaga kerja di Indonesia dilakukan oleh sector UMKM. Untuk tumbuh dan berkembang serta memiliki daya saing yang kuat.

Saat ini angka pengangguran lebih dari 7 juta orang, jika ditambah PHK baru sebanyak 3 juta, maka kondisi ini tentu tidak akan mudah. Sehingga memerlukan regulasi serupa vaksin yang mengatur mulai dari perizinan UMKM, pembiayaan, akses pasar, dan perbaikan rantai pasok.



sumber : https://www.bengkulutoday.com/uu-ciptaker-ibarat-vaksin-pemulihan-ekonomi-di-masa-pandemi

Wednesday, February 3, 2021

Ekonomi Meningkat, Mahasiswa Kenalkan E-Commerce Pada UMKM di Desa Cermo


Di era Teknologi yang semakin meningkat ini, penggunaan teknologi untuk pemasaran produk menjadi hal yang sangat penting. Kemudahan yang diberikan serta luasnya sasaran yang akan dicapai menjadikan pemasaran menggunakan teknologi di senangi oleh banyak orang terutama pedagang.

Peningkatan platform berjualan online atau e-commerce dari tahun ke tahun menjadikan pedagang offline berusaha memutar otak agar jualan mereka tetap laku. Kehadiran e-commerce kini dianggap sebagai bantuan bagi para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), dengan adanya platform tersebut pelaku UMKM dapat memasarkan barangnya lebih luas lagi, bahkan ke pasar internasional. Hal ini dapat disimpulkan bahwa e-commerce menjadi factor utama kebangkitan UMKM sekaligus pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Salah satu platform yang kini sedang naik daun yaitu Shopee, yang sudah berdiri selama 4 tahun di Indonesia dan telah memberikan dampak positif melalui program inovatifnya. Bahkan saat ini, shopee menjadi salah satu factor pendukung industry ekonomi digital di Indonesia.

Di Desa Cermo sendiri pelaku UMKM sudah sangat banyak dan bisa dibilang sudah sangat maju, tetapi rata rata dari mereka memiliki keterbatasan dalam hal pemasaran. Seperti salah satu pengrajin Tas Anyaman yang mengaku bahwa produknya masih belum dikenal banyak orang, serta pembelinya pun hanya dari kalangan tetangga sekitar lingkungannya saja.


Pelaku UMKM tas dari bahan baku lingkaran gelas plastik (dokpri)

Tidak hanya itu, pengrajin Celengan beraneka bentuk juga memiliki permasalahan yang sama yaitu mengenai pemasaran produknya. Celengan yang unik itu hanya di pasarkan di wilayah Desa Cermo saja.

Mahasiswa KKN UNIPMA kelompok 48 memperkenalkan dan cara memasarkan lewat media online. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang memiliki tujuan untuk memperluas produk bagi pelaku UMKM. Serta menjadikan UMKM desa dapat berdaya saing di Era digital.

Pemanfaatan platform marketplace bagi UMKM juga dirasa penting, karena masyarakat lebih percaya dengan penggunaan perantara sebagai transaksi jual beli sehingga meminimalisir terjadinya penipuan dari pihak penjual maupun pembeli.

"Dengan memanfaatkan media online, kita dapat mempromosikan serta memasarkan produk kepada masyarakat luas melalui facebook, shopee dan instagram. Sehingga produk yang dipasarkan dapat dikenal banyak orang dengan jangkauan yang luas. Serta menjadikan peluang besar bagi para konsumen untuk melakukan transaksi." Ujar Sandi, mahasiswa KKN UNIPMA.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pelaku UKM dapat memaksimalkan penggunaan teknologi untuk pengembangan bisnisnya.

 

sumber : https://www.kompasiana.com/tonyhermanto3461/601aba6d8ede481b0750b062/ekonomi-meningkat-mahasiswa-kenalkan-e-comerce-pada-umkm-di-desa-cermo



Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

Monday, February 1, 2021

Ini kebijakan prioritas OJK untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional

ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas dekat logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta (14/7). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/14/07/2016

Otoritas Jasa Keuangan telah menyusun beberapa kebijakan prioritas dalam mendukung percepatan fungsi intermediasi untuk pemulihan ekonomi makro nasional, antara lain, relaksasi kebijakan prudensial yang sifatnya temporer dan terukur.

Seperti perpanjangan kebijakan restrukturisasi kredit hingga Maret 2022 dan restrukturisasi pembiayaan hingga April 2022, untuk meringankan beban debitur yang belum pulih dari dampak pandemi Covid-19 sekaligus menjaga kinerja dan stabilitas sektor keuangan.

"Dalam hal dilakukan restrukturisasi berulang selama periode relaksasi, debitur tidak dikenakan biaya yang tidak wajar/berlebihan," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan secara vitual, Senin (1/2).

Sebagai informasi, saat ini Restrukturisasi kredit perbankan telah mencapai Rp 971 triliun atau 18% dari total kredit dari sekitar 7,6 juta debitur UKM dan korporasi.

Sementara itu, kebijakan restrukturisasi pembiayaan di Perusahaan Pembiayaan juga berjalan dengan baik dan hingga 25 Januari 2021, Perusahaan Pembiayaan telah melakukan restrukturisasi kepada nasabahnya senilai Rp 191,58 triliun dari 5 juta kontrak pembiayaan yang telah disetujui.

Selanjutnya, penurunan bobot risiko kredit untuk kredit/pembiayaan properti serta kendaraan bermotor untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan di sektor tersebut, serta penyesuaian Batas Maksimum Pemberian Kredit dan penurunan bobot risiko kredit untuk sektor kesehatan untuk memberikan kemudahan dalam penanganan pandemi.

Selain itu, OJK juga mempermudah dan mempercepat akses pembiayaan bagi pelaku usaha khususnya UMKM melalui perluasan pilot project KUR Klaster dan menambah pendirian Bank Wakaf Mikro, pembentukan Lembaga Keuangan Desa (LKD) bekerjasama dengan Kemendes PDTT (Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi).

Selain itu mengoptimalkan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) antara lain melalui penyediaan akses pembiayaan UMKM yang murah dan cepat (Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir) dengan bekerjasama dengan PemDa.

Selanjutnya, perluasan ekosistem digitalisasi UMKM dari hulu sampai hilir, untuk membantu UMKM untuk bangkit di era pandemi dimana go digital menjadi suatu kebutuhan, mengembangkan jaringan pemasaran UMKM melalui platform UMKM-MU, digitalisasi Bank Wakaf Mikro mulai dari pembiayaan, operasionalisasi, dan pengembangan usaha nasabah mikro, dan penetapan status sovereign bagi Lembaga Pengelola Investasi (LPI) untuk mendukung operasional LPI.

"Terkait dinamika pasar modal domestik akhir-akhir ini, pertumbuhan pesat investor retail di pasar saham sejalan dengan program pendalaman pasar yang dilakukan OJK dengan dukungan seluruh pihak terkait. Namun demikian, perkembangan tersebut agar diimbangi dengan meningkatnya pemahaman yang memadai mengenai investasi, tidak sekadar mengikuti tren dan sumber dana bukan berasal dari pinjaman," katanya.

Wimboh menjelaskan dalam mengantisipasi perkembangan tersebut, OJK bersama self regulatory organizations (SROs) dan pelaku Pasar Modal terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar lebih rasional dalam menentukan pilihan investasi.



sumber : https://keuangan.kontan.co.id/news/ini-kebijakan-prioritas-ojk-untuk-mendukung-percepatan-pemulihan-ekonomi-nasional?page=2


Ikuti bagaimana cara TITIPKU membantu UMKM dalam acara StartSMEup Talk - 05 Feb 2021, daftar segera di https://s.id/eventcerdas5feb