Showing posts with label produk UMKM. Show all posts
Showing posts with label produk UMKM. Show all posts

Sunday, January 30, 2022

Produk 6 UKM Binaan Pertamina Bakal Mejeng di Hotel & Resort Besar NTB

 Ajang temu bisnis para pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) bersama potential buyer dari industri perhotelan di Nusa Tenggara Barat (NTB) telah berlangsung dari Kamis sampai Jumat kemarin. Dari puluhan UMK yang terlibat, enam UMK binaan PT Pertamina berhasil menjalin kesepakatan bisnis dengan belasan pelaku usaha perhotelan di kawasan DPSP Mandalika.




Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman mengatakan, dari 6 UMK, 4 di antaranya berhasil mendapatkan kesepakatan langsung di tempat. Sementara 2 sisanya sedang dalam tahap negosiasi dan pengiriman katalog kepada pihak yang tertarik.

"Jika ditotal, sebanyak 4 UMK binaan Pertamina ini berhasil menggaet sebanyak 12 Hotel dan Resort besar di NTB untuk menggunakan produknya. Semua ini merupakan salah satu bentuk dukungan bagi UMK lokal untuk kesuksesan gelaran MotoGP Mandalika 2022 yang segera berlangsung," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/1/2022).

Menurut Fajriyah, melalui Program PUMK dan semangat Energizing Your Future, Pertamina ingin senantiasa menghadirkan energi yang dapat menggerakkan roda ekonomi. Energi yang disebut menjadi bahan bakar dan yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan agar mitra binaan menjadi naik kelas dan go global.

Seperti Sayuk Wibawati pemilik usaha CV Safir Indo Raya binaan Pertamina. Kue kukis produksinya berhasil menggaet lima hotel dan resort besar.

"Langsung deal karena mereka bilang rasa kukis saya unik dan berbeda dengan kukis pada umumnya," ujar Sayuk.

Ada juga Hardi, pemilik usaha Berkah Hijrah Konveksi, yang sepakat untuk memenuhi kebutuhan hotel yang berhubungan dengan kain dan konveksi.

"Ada 1 hotel yang sudah deal untuk membuat sebanyak 60 stel baju karyawan hotel, selain itu mereka juga berencana memesan souvenir yang juga sudah kami sanggupi. Ada 1 hotel lagi yang sedang tahap nego harga untuk pemesanan sarung bantal dan guling," katanya.

Dua UMK binaan yang bergerak di kerajinan rotan juga mendapat kesepakatan dengan pihak perhotelan. Yakni, Lombok Mulia Craft milik Mulyadi yang mendapatkan kesepakatan dengan dua hotel untuk kebutuhan breakfast dan perlengkapan toiletries. Ana Hardiana juga mendapatkan kesepakatan dengan tiga hotel untuk 50 buah tempat sampah, ring serbet, guci, dan floating breakfast.


Thursday, January 20, 2022

Bandara Mau Disulap Jadi Tempat Pemasaran UMKM, Caranya?

 PT Angkasa Pura II berniat untuk menyulap bandara-bandara yang dikelolanya jadi tempat pemasaran UMKM. Hal itu bakal terwujud dengan program Gerakan Bangga Karya Anak Bangsa Indonesia (Gerbang Indonesia).




President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan program itu akan menjadikan bandara sebagai tempat utama pembinaan UMKM (inkubasi, pelatihan, pembiayaan dan promosi), tempat transaksional UMKM, hingga sebagai hub pariwisata dan budaya.

"Seperti diketahui, bandara adalah pintu gerbang dari suatu wilayah sehingga menjadi lokasi strategis dalam mengembangkan UMKM termasuk memperkenalkan produk-produk andalan dari UMKM setempat," ujar Awaluddin dalam keterangannya, Kamis (20/1/2022).

Salah satu implementasi dari pelaksanaan Gerbang Indonesia adalah AP II mendukung penuh program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diinisiasikan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves).

Rabu 19 Januari 2022 kemarin di Bandara Sultan Thaha Jambi, Kemenkomarves dan Kementerian Perhubungan secara resmi melakukan Kick Off pelaksanaan Gernas BBI 2022.

"Kick Off di Bandara Sultan Thaha ini mengawali seluruh rangkaian kampanye Gernas BBI 2022 mulai dari Januari hingga Desember 2022 di seluruh Indonesia. AP II sendiri akan menggelar Gernas BBI 2022 di 7 bandara," ungkap Awaluddin.

Setidaknya ada 7 bandara AP II yang menggelar Gernas BBI 2022. Mulai dari Bandara Sultan Thaha (Jambi) pada Januari 2022, Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang) pada Maret 2022, Bandara Minangkabau (Padang) pada April 2022, Bandara HAS Hanandjoeddin (Belitung) pada Mei 2022, Bandara Radin Inten II (Lampung) pada Juni 2022, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang) pada November 2022, dan Bandara Supadio (Pontianak) pada Desember 2022.

Adapun penyelenggaraan Gernas BBI 2022 di Bandara Sultan Thaha Jambi digelar di terminal penumpang. Tepatnya di area curbside. Di area tersebut dibangun panggung berukuran 10x4 meter, lalu booth showcasing berukuran 3x3 meter sebanyak 10 unit bagi UMKM yang telah dikurasi oleh Bank Indonesia dan Pemprov Jambi, serta area pameran kendaraan listrik roda dua dan roda empat.

Wednesday, August 25, 2021

Yuk Belanja Produk UMKM Unggulan 34 Provinsi Lewat Rumah Digital Indonesia

 

Yuk Belanja Produk UMKM Unggulan 34 Provinsi Lewat Rumah Digital Indonesia

Jakarta - Pasar lokal Rumah Digital Indonesia (RDI) menjual produk-produk UMKM unggulan dari 34 provinsi di Indonesia. Produk yang dijual mulai dari peralatan olahraga, busana pria dan wanita, makanan dan minuman, hingga aksesoris.
Pasar lokal Rumah Digital Indonesia (RDI) dikelola langsung oleh Smesco Indonesia, dari Kementerian Koperasi dan UKM. Produk-produk di Pasar RDI dipastikan berkualitas.

"Kualitas produk UKM dari 34 provinsi tidak kalah mutunya dibanding produk impor, dan yang dipasarkan di Pasar Lokal RDI sudah melalui seleksi," kata Kepala Bagian Layanan KUKM Smesco Indonesia Astika Kasiro dalam keterangannya, Selasa (10/8/2021).

Ada 1.878 pelaku UMKM yang berjualan di Pasar RDI. Produk-produk tersebut juga dipasarkan di marketplace terkenal di Indonesia, seperti Tokopedia, Bukalapak, Blibli, dan LaDaRa Indonesia.

"Dan tentunya produk tersebut mempunyai unsur handmade, bukan produk pabrikan atau printing," ujar Astika.

Sementara itu, marketplace LaDaRa memastikan hanya memasarkan produk yang berkualitas dari Pasar RDI. LaDaRa membuka seluas-luasnya pintu bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya.

"Kualitas produk UMKM dalam negeri sangat baik, unik, dan berkualitas," ujar Marketing Manager LaDaRa Indonesia Debby Christince Rattu.

"Masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai menilai besarnya kualitas dan keunikan dari produk-produk lokal yang tidak kalah dari produk dari luar negeri. Ayo kita bangun bangsa kita, kita dukung produk-produk lokal kita yang menjadi kebanggaan dan mendorong kemajuan Indonesia," tutur Debby.

Untuk dapat membeli produk UMKM berkualitas, konsumen dapat mengakses www.rumahdigitalindonesia.id. Kemudian , pilih peta, lalu masuk ke Pasar Lokal.

Konsumen bisa mencari barang yang diinginkan di kolom pencarian. Setelah menemukan produk yang diminati, tekan tombol 'beli'. Lalu konsumen akan diarahkan ke sejumlah marketplace yang menjual produk-produk tersebut.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-5677656/yuk-belanja-produk-umkm-unggulan-34-provinsi-lewat-rumah-digital-indonesia

Wednesday, July 28, 2021

Rumah Kurasi Tingkatkan Standarisasi Kualitas Produk UMKM

 

Rumah Kurasi Tingkatkan Standarisasi Kualitas Produk UMKM

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Rumah Kurasi yang terletak di Kediri, Selasa (27/7). Rumah Kurasi yang diresmikan diharapkan mampu meningkatkan standarisasi kualitas dan daya saing produk-produk UMKM Jawa Timur di pasar nasional maupun internasional.

Khofifah mengatakan, Rumah Kurasi yang diluncurkan sebagai terobosan dalam pelaksanaan kurasi di era pandemi, karena berbasis digital. Meski berbasis digital, proses kurasi yang dilakukan diakuinya tak akan menghilangkan aspek-aspek kualitas pelaksanaan standar kurasi pada umumnya.

“Melalui program rumah kurasi, UMKM Jawa Timur tidak perlu khawatir jika ingin mendapatkan sertifikat kurasi produk secara mudah, serta berkualitas, meski ditengah kebijakan pembatasan yang sedang kita hadapi,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan, untuk bisa memanfaatkan Rumah Kurasi ini, UMKM cukup mendaftarkan produk unggulannya secara online di www.rumahkurasi.com dan mengikuti proses kurasi. Selanjutnya para pelaku UMKM yang telah mendaftar di Rumah Kurasi ini akan difasilitasi proses kurasinya oleh kurator, asesor, dan juga instruktur yang bersertifikat.

“Program Rumah Kurasi dilaksanakan dengan fokus pada ekosistem dan kolaborasi. Hal ini terlihat dari Bank Indonesia Jawa Timur yang bekerja sama dengan Kadin serta BNSP dalam melakukan sertifikasi. Semua hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa proses kurasi dilakukan oleh kurator profesional,” ujarnya.

Khofifah mengaku, sebenarnya sebelum diluncurkan pun Rumah Kurasi yang ada sudah menjalankan tugaskan. Bahkan ada beberapa produk UMKM yang didampingi telah mengekspor produknya ke beberapa negara. Seperti membantu menjual keripik tempe produk UMKM ke Amerika, menjual keripik asal Malang ke Uni Emirat Arab yang rata-rata mencapai 6 ton per bulan.

Khofifah berharap, peluncuran Rumah Kurasi di Kediri akan diikuti kabupaten/ kota lainnya di Jatim, terutama di kawasan Malang Raya. Ia juga berharap Rumah Kurasi ini bisa bersinergi serta berkolaborasi dengan OPD terkait di Jawa Timur. Khususnya Dinas Perdagangan, serta Dinas Koperasi dan UKM se-Jawa Timur, baik dalam pengembangan kebijakan, maupun pelaksanaannya.

“Sebab UMKM ini menyumbang sebanyak 57,25 persen dari PDRB Jawa Timur. Artinya UMKM ini tulang punggung ekonomi Jatim yang harus kita dorong dan kembangkan, terutama dalam mencarikan akses pasar produk-produk mereka,”kata Khofifah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan, inisiasi program ini membutuhkan proses yang panjang. Ide Rumah Kurasi muncul setelah memetakan bahwa sejatinya ada pasar yang potensi untuk disasar oleh produk lokal Jatim. Namun banyak yang tidak bisa diproses karena masalah standar kualitas dan semacamnya.

“Kendala yang sering muncul adalah karena harus ada peningkatan kualitas dan standarisasi. Kadin nanti akan jadi agregator. Nggak mungkin kita kembangan UMKM kecil tanpa agregator. Dan Rumah kurasi ini alhamdulillah satu satunya rumah kurasi di Indonesia,” kata Difi.

Sumber : https://repjogja.republika.co.id/berita/qwxn7f327/rumah-kurasi-tingkatkan-standarisasi-kualitas-produk-umkm

Sunday, July 18, 2021

Bantu Pelaku UMKM Lewat Media Sosialnya, Gubernur Sumut Lakukan Ini


Merdeka.com - Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda, sangat berdampak pada sektor perekonomian masyarakat di Sumatra Utara (Sumut).

Ditambah lagi, adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Medan, membuat semakin banyak warga yang mengalami masa-masa sulit, khususnya bagi para pedagang hingga pekerja harian.

Prihatin dengan kondisi ini, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tergerak untuk ikut membantu mempromosikan produk para pelaku UMKM di Sumut melalui media sosialnya. Hal ini Ia unggah di akun Instagramnya @edy_rahmayadi pada Minggu (18/7).

"Insya Allah saya akan membantu mempromosikan produk-produk UMKM masyarakat Sumatera Utara via akun Instagram pribadi saya," tulisnya dalam unggahan itu.

Gubernur Edy membantu para pelaku UMKM untuk mempromosikan secara gratis produk-produk usahanya melalui Instagram Story-nya.

Bagi semua UMKM, pemilik toko serta warung yang ada di Sumut, bisa ikut serta dalam promosi gratis ini.

Mudah, para pelaku UMKM cukup mengunggah materi produk melalui Instagram Story dengan tag akun milik Gubenur Edy @edy_rahmayadi dan sang istri @nawal_lubis. Jangan lupa cantumkan lokasi dan akun Instagram tidak dikunci.

Namun, produk-produk tersebut diharapkan merupakan milik sendiri atau hasil produksi sendiri dan bukan merupakan produk reseller.

Ajak Para Influencer di Sumut

Gubernur Edy juga turut mengimbau dan mengajak para influencer yang ada di Sumut untuk ikut membantu dan mendukung para pelaku UMKM dengan ikut gerakan promosi gratis melalui media sosial ini.

"Saya juga sekaligus menghimbau kepada para influencer khususnya dari Sumatera Utara, ayo kita bantu saudara-saudara kita para pelaku UMKM, berikan sedikit support kepada mereka melalui promosi gratis di media sosial.. Mudah-mudahan melalui upaya dan kerja keras kita bersama, UMKM Sumatera Utara akan bangkit meski saat ini kita berada dalam kondisi PPKM Darurat," tulisnya di unggahan itu.

Sumber : https://www.merdeka.com/sumut/bantu-pelaku-umkm-lewat-media-sosialnya-gubernur-sumut-lakukan-ini.html?page=3 

Thursday, June 24, 2021

Majukan UMKM, Dekranasda Promosikan Produk Pelaku Usaha dari Tarakan


 Liputan6.com, Jakarta Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah V Regional Kalimantan digelar di Kota Tarakan diselenggarakan di Gedung Wanita Tarakan, pada Kamis (24/6). Dalam acara itu, Ladies Program selalu dihadirkan.


Tujuannya tak lain untuk saling berbagi, bertukar pendapat, berdiskusi dan bersilaturahmi tentang hal-hal yang berkaitan di pemerintahan. Sitti Rujiah Khairul, selaku Ketua Dekranasda Kota Tarakan dan tuan rumah penyelenggara pun memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan produk-produk UMKM yang ada di Kota Tarakan.

"Kota Tarakan memiliki banyak produk seperti Batik Tarakan yang memiliki ciri khas warna alam," terang istri wali kota Tarakan ini dalam sambutannya.

Disampaikan dalam kesempatan tersebut, bahwa Dekranasda terus berupaya dan berkomitmen untuk memajukan UMKM yang ada, terlebih menghadapi tantangan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung ini.

Untuk menambah daya minat rombongan peserta Ladies Program terhadap produk-produk UMKM, Dekranasda Kota Tarakan mengemas acara tersebut dengan pemutaran visual kegiatan produksi UMKM, penampilan fashion show Batik Tarakan, serta gelaran berbagai produk UMKM.

Antusiasme peserta cukup tinggi terhadap produk lokal Tarakan. Semoga upaya ini, semakin memperluas promosi produk UMKM untuk lebih dikenal oleh masyarakat luar Kota Tarakan.

Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/4591158/majukan-umkm-dekranasda-promosikan-produk-pelaku-usaha-dari-tarakan

Thursday, June 3, 2021

Enam Juta UMKM Ditargetkan Masuk Pasar Digital Tahun ini



 JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah menargetkan sebanyak 6 juta usaha mikro, kecil, dan menengah masuk ke pasar digital tahun 2021. Untuk mencapai target itu, gerakan memasarkan dan membeli produk buatan Indonesia terus digulirkan.


Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Odo RM Manuhutu mengemukakan, ekosistem digital yang berpihak pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diperlukan untuk mendorong pembelian produk-produk dalam negeri. Konsumen pun dapat menikmati produk lokal yang berkualitas.

Pada 2020, pelaku UMKM yang masuk ke pasar digital atau go digital bertambah 3,7 juta atau melampaui target 2 juta UMKM. Hal itu tercapai berkat kolaborasi erat antara kementerian/lembaga dan ekosistem digital, serta gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia. Tahun ini, pemerintah menargetkan 6 juta pelaku UMKM untuk go digital.

Dengan populasi 260 juta jiwa, Indonesia menjadi pasar yang besar untuk menjual produk dalam negeri. Oleh sebab itu, akselerasi digitalisasi UMKM sangat penting dalam memperluas jangkauan pasar.

”Terobosan (promosi) tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi juga ke daerah-daerah. Tujuannya, meningkatkan kesadaran gerakan Bangga Buatan Indonesia sehingga yang dibeli adalah produk lokal buatan anak bangsa,” kata Odo, dalam konferensi pers virtual ”Kolektivisme 3 Startup untuk Maju Produk Indonesia”.

Dalam 1-2 bulan ke depan, pemerintah juga berencana meluncurkan program Go Digital Kredit untuk UMKM melalui kerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Asosiasi Ecommerce Indonesia (Idea). Dalam program kredit digital itu, pelaku usaha mikro bisa memperoleh kredit Rp 20 juta-Rp 25 juta dalam waktu 15-20 menit tanpa tatap muka. ”Tujuannya memberikan pinjaman kepada usaha-usaha mikro,” katanya.

Di sisi lain, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Keuangan berencana meluncurkan program Diskon Produk Bangga Buatan Indonesia. Tujuannya, menciptakan permintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri.

Upaya pemerintah mendorong pasar produk lokal melalui gerakan Bangga Buatan Indonesia diperkuat dengan ekosistem jual-beli produk lokal. Usaha rintisan (start up) teknologi berbasis jaringan kemitraan, Mapan, menggandeng platform e-dagang Blibli.com dan usaha rintisan inkubasi bisnis UMKM Kaya.Id untuk mengampanyekan ”Maju Produk Indonesia”, melalui ekosistem jual beli produk lokal berbasis digital.

CEO Mapan Hendra Tjanaka menyebutkan, upaya memperkuat ekosistem jual beli produk lokal memerlukan strategi bisnis berbasis kolektivisme. Tidak hanya mendukung mitra usaha untuk berpenghasilan, tetapi juga perlu ekosistem yang kuat; mulai dari sisi konsumen, distribusi, hingga produsen produk lokal. Untuk tahap awal, pihaknya fokus pada mitra usaha di Jawa dan Sumatera Selatan.

”Kolaborasi ini bertujuan memperkuat ekosistem jual-beli produk-produk Indonesia. Produk lokal bisa mendapatkan ekosistem yang tepat untuk tumbuh. Ini kesempatan untuk menjadi mitra usaha dan menawarkan produk lokal dalam ekosistem ini,” kata Hendra.

Kolaborasi tiga usaha rintisan itu diharapkan mendukung usaha hulu-hilir UMKM, yakni lini produksi hingga distribusi, agar lebih efisien dan berdaya saing. Mapan yang saat ini menjaring 250.000 mitra usaha dan produsen yang menjual 82 persen produk lokal akan menjadi agen distribusi dan pemasaran, Blibli sebagai platform e-dagang untuk menopang sistem rantai suplai, dan Kaya.ID sebagai inkubator merek UMKM akan membantu menjamin kualitas produk dan mengembangkan merek produk UMKM.

Executive Vice President (EVP) Blibli for Business Heriyadi Janwar mengemukakan, kolaborasi itu diharapkan mempercepat transformasi digital produsen lokal Indonesia, bahkan di wilayah pelosok. Konsumen juga diuntungkan karena bisa mendapatkan produk lokal berkualitas tinggi. Blibli saat ini telah memiliki 32 titik penghubung dan bekerja sama dengan 20 perusahaan logistik untuk menjangkau distribusi produk ke seluruh Indonesia.

Nita Kartikasari, CEO Kaya.ID, mengatakan, pihaknya siap memberikan pendampingan terhadap UMKM yang merupakan mitra Mapan agar bisa menghasilkan produk berkualitas dan mampu bersaing dengan produk lokal dari produsen besar. Ekosistem jual beli tersebut dinilai akan melengkapi gerakan Bangga Buatan Indonesia.

”Kolaborasi usaha rintisan ini bisa memberikan solusi terhadap ekosistem Bangga Buatan Indonesia dan memperkuat UMKM untuk lebih berdaya saing dengan kualitas dan merek yang baik. Dengan demikian, menimbulkan kepercayaan konsumen untuk membeli produk lokal berkali-kali,” kata Nita.

Sumber : https://www.kompas.id/baca/desk/2021/06/04/enam-juta-umkm-ditargetkan-masuk-pasar-digital-tahun-ini/

Wednesday, June 2, 2021

Ketua PKK Gowa Perkenalkan Produk UMKM Unggulan di HKG Sulsel


 SULSELSATU.com, MAKASSAR – Berbagai jenis produk UMKM milik desa/kelurahan unggulan diperkenalkan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa melalui pameran pada Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-49 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Four Points By Sheraton Makassar, Rabu (2/6/2021).


Ketua TP PKK Kabupateb Gowa, Priska Paramita Adnan mengatakan pameran produk ini berlangsung sejak 2 Juni kemarin hingga 4 Juni (besok) dengan memamerkan produk unggulan kerajinan seperti sarung tenun, tas dari anyaman bambu, dan berbagai jenis produk lainnya.

“Hari ini kita juga ikut pameran produk dan alhamdulillah saat pembukaan berkesempatan untuk memperkenalkan hasil tenun sutera Gowa dan tas khas dari bambu kepada ibu Plt Ketua PKK Sulsel dan seluruh kabupaten/kota,” ungkapnya.

Selain tas dan kain tenun, PKK Gowa juga memamerkan beberapa produk lainnya seperti kelapa sangrai, madu, teh dari kelor, roti sobek, kopi dan produk lainnya.

Sebelumnya, Plt Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina pada momentum HKG mengatakan PKK Sulsel bersama PKK 24 kabupaten/kota selama ini mengambil peran sebagai mitra pemerintah daerah dengan ikut menyukseskan program-program pemerintah.

“Makna gerakan PKK bukan hanya menjadikan keluarga sebagai sasaran, tetapi juga inisiatif keluarga yang lebih baik sebagaimana tujuan pembangunan nasional” katanya.

Sumber : https://www.sulselsatu.com/2021/06/03/sulsel/gowatamapan/ketua-pkk-gowa-perkenalkan-produk-umkm-unggulan-di-hkg-sulsel.html

Monday, May 24, 2021

Sandiaga Gandeng Google Tingkatkan Keterampilan UMKM Parekraf


Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menggandeng Google Indonesia dalam upaya peningkatan keterampilan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor ekonomi kreatif. Google akan memberikan pelatihan keterampilan digital.


Melalui pelatihan ini, Sandiaga ingin meningkatkan kemampuan pelaku parekraf dalam memproduksi konten digital. Sehingga, pengenalan produk-produk UMKM lebih meluas.

"Kami sangat berterimakasih bahwa kita bisa berkolaborasi untuk memaksimalkan keterampilan baru kita untuk para pelaku parekraf agar tidak hanya bisa berjualan online tetapi juga agar mereka mampu membuat konten," kata Sandiaga dalam keterangan resminya, Senin, 25 Mei 2021.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu meminta Google mentransfer keterampilan baru kepada pelaku UMKM di sektor parekraf. Ini sejalan dengan realisasi percepatan digitalisasi ekonomi di sektor tersebut.

Lebih lanjut, Sandi berharap kolaborasi yang diakukan ini bisa tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu. Manfaatnya bisa dirasakan kedua belah pihak.

"Saya ingin memastikan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif mendapatkan keterampilan dan keahlian baru dengan pemanfaatan platform digital. Semata-mata agar kita semua dapat bangkit dan berkembang, terbuka luas lapangan kerja, serta terciptanya ekonomi yang berkeadilan," kata Sandiaga.

Sumber : https://www.medcom.id/ekonomi/ekonomi-digital/MkMq6qOk-sandiaga-gandeng-google-tingkatkan-keterampilan-umkm-parekraf

Thursday, May 20, 2021

Begini Kriteria Produk Olahan UMKM Yang Bisa Dijual di Indomaret


 Lamongan – Tak Kurang dari 16 produk olahan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Disperindag Lamongan berhasil menembus retail modern setelah difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan menjalin kerjasama dengan PT Indomarco Prismatama yang mengelola Retail Indomaret.


Namun untuk menjadi mitra bisnis PT.Indomarco Prismatama (Indomaret) tidaklah mudah. Karena produk UMKM Lamongan harus memenuhi beberapa kriteria dan standar kualitas yang ditentukan oleh Indomaret.

Branch Manager PT. Indomarco Prismatama Cabang Gresik Veronica Gratiawati menuturkan, ada 6 kriteria yang harus dipenuhi produk UMKM agar bisa masuk dan dijual di gerai Indomaret.

“Pertama pelaku UMKM tersebut masuk dalam paguyuban UMKM Lamongan dan didaftarkan ke Disperindag, memiliki sertifikat halal, mencantumkan tanggal kadaluarsa atau expired date, memiliki PIRT, dalam produk tersebut terdapat komposisi dan gramasi serta yang terakhir harus uji kemasan,” Beber Veronica, Kamis (20/05/2021).

Disebutkan Veronica, dari 50 produk UMKM yang diseleksi, hanya 16 yang memenuhi kriteria. Produk itu antara lain Bu Bintang Kerupuk Terasi, Jajanan Ibu Kembang Goyang, Jajanan Ibu Kuping Gajah, Jajanan Ibu Pastel Mungil, Twinfood Jackfruit Coffee, AN-Nur Kopi Rempah, AN-Nur Wedang Pokak, Kirana Teri Krezz dan Jajanan Ibu Kerupuk Ikan Tengiri.

“Lalu ada Snackchat Akar Kelapa, Baloon Ladu Sing Cemilan Kekinian, Snackchat Gapit Ketan Rasa Bawang, 2R Ting Ting Kacang Original, 2R Keripik Singkong Ayam Panggang, Jozz Emping Melinjo dan Palupi Soes Kering Original,” rincinya.

Veronica menyebut, produk UMKM lokal Lamongan memiliki peluang besar untuk masuk menjadi mitra bisnis Indomart meski saat ini masih 30 persen. Pasalnya PT Indomarco Prismatama secara berkala menyelenggarakan seminar dan kurasi bagi pelaku UMKM.

“Kami akan membuka info bagi UMKM semacam seminar dan kurasi. Jadi bagi yang produknya sudah masuk atau belum, bisa ikut pada bulan Juni 2021 di Pendopo Lokatantra Lamongan,” tuturnya.

Pihaknya optimistis bahwa produk UMKM lokal Lamongan akan bisa bersaing dengan produk-produk yang sudah masuk lebih di Indomart. “Dari kemasannya saya yakin bisa bersaing. Yang terpenting flownya bisa mengikuti pasaran. Jadi jangan sampai nanti ada permintaan tinggi stok produk nggak ada,” ungkap Veronica disela acara launching 16 produk UMKM Lamongan masuk Indomaret bersama Bupati Yuhronur Efendi.

Sebelumya, penjajakan kerjasama dengan Indomaret telah dilakukan oleh Disperindag Lamongan tak lama usai Bupati Yuhronur dan Wabup Abdul Rouf dilantik. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, Muhammad Zamroni mengungkapkan, produk UMKM Lamongan akhirnya bisa masuk ke Alfamart dan Indomaret setelah adanya instruksi Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.

“Sebenarnya sudah ada ikatan bahwa toko modern yang berdiri di Lamongan harus menyiapkan space untuk produk Lamongan, tapi kemarin memang ada kendala regulasi dan sebagainya,” kata Zamroni beberapa waktu yang lalu.

Sumber : https://klikjatim.com/begini-kriteria-produk-olahan-umkm-yang-bisa-dijual-di-indomaret/

Monday, May 10, 2021

Hebat! Produk UMKM Purbalingga Banjir Pesanan Untuk Parcel Lebaran


“Data yang masuk ke saya ada sebanyak 200 paket parcel lebaran dengan menggunakan produk UMKM Purbalingga yang dipesan melalui Tuka-Tuku Purbalingga,” ujar Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) Senin (10/05/2021).


Pesanan parcel lebaran berasal dari BUMN, Perbankan dan perusahaan-perusahaan besar lainnya di Purbalingga. Hal tersebut menunjukkan kualitas UMKM cukup baik karena yang memesan perusahaan-perusahaan besar.

“Ini merupakan kebanggan bagi kita. Karena produk UMKM kita ternyata sudah memiliki branding tersendiri,” ungkapnya.

Bupati Tiwi berharap hal itu bisa menjadi stimulus perkembangan UMKM di Purbalingga. Sebelumnya pihaknya juga mewajibkan agar toko modern di Kabupaten Purbalingga juga ikut memasarkan produk UMKM.

Manajer Tuka-Tuku Dhimas Adi Nugroho menambahkan produk-produk yang masuk dalam parcel merupakan produk unggulan UMKM Purbalingga. Produk tersebut sudah melalui kurasi sehingga kualitasnya terjaga.

“Ada 30 item produk UMKM yang kami masukan dalam parcel,” ujarnya.

Produk yang dijadikan parcel lebaran antara lain kopi, makanan kering dan minuman kemasan produk UMKM Purbalingga. Harga parcel bervariasi mulai dari Rp 150 ribu sampai dengan Rp 500 ribu per paket. “Omset totalnya sekitar 50 juta rupiah,” ujar Dhimas.

Selain parcel lebaran, Tuka-Tuku juga mengalami lonjakan pesanan warga Purbalingga yang mencari oleh-oleh. Mereka beli langsung lewat toko yang ada di Usman Janatin City Park atau melalui on line di store tuka-tuku yang ada di Bukalapak.

Tuka-Tuku Purbalingga adalah salah satu program unggulan Pemkab Purbalingga dalam pengembangan UMKM. Tuka-Tuku menjadi wadah untuk peningkatan kualitas produk UMKM serta pemasarannya, baik secara offline maupun on line.

Sumber : https://serayunews.com/berita/hebat-produk-umkm-purbalingga-banjir-pesanan-untuk-parcel-lebaran/

Thursday, May 6, 2021

Makin Dekat dengan Masyarakat, BCA Dorong UMKM Jadi Global Player


 JawaPos.com – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) selalu punya cara hebat untuk semakin dekat dengan masyarakat. Salah satu wujudnya, BCA berkomitmen memberikan kesempatan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk membuka pasar ekspor, antara lain dengan menggelar sesi virtual Business Matching, bagian dari rangkaian kegiatan UMKM Fest yang diadakan pada 16 April hingga 8 Mei 2021.

Sesi virtual Business Matching merupakan kerja sama BCA dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia, Konsulat Jenderal Republik Indonesia, International Trade Promotion Center (ITPC), dan Bank Koresponden untuk menghadirkan lebih dari 100 calon buyer dari 30 negara di lima benua.

“BCA membuka jalan luas bagi pelaku UMKM untuk bangkit di tengah pandemi, tidak hanya di negeri sendiri melainkan juga mampu bersaing secara global. Kegiatan seperti ini dapat mendorong pelaku UMKM lainnya untuk bangkit dan bersemangat menciptakan inovasi baru,” ujar Freddy Iman, EVP Commercial & SME Business BCA.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menuturkan, tak bisa dipungkiri UMKM menjadi salah satu tonggak perekonomian bangsa di tengah masa pemulihan ekonomi nasional (PEN). Sebagai bagian dari sistem keuangan nasional, BCA senantiasa mendorong UMKM agar cepat tumbuh berdaya saing dan segera pulih dari masa sulit, sejalan dengan visi pemerintah, bank berkode emiten BBCA ini menggagas program Bangga Lokal yang selaras dengan program Bangga Buatan Indonesia.

“Kami membantu mengakurasi produk UMKM mempersiapkan proses on boarding ke platform digital hingga membantu proses pengembangan bisnis melalui beragam solusi perbankan BCA. Semoga BCA UMKM Fest 2021 memberikan dampak positif bagi kita semua, kami percaya dengan tujuan yang mulia akan menghasilkan hal yang baik pula,” ungkap Jahja.

Rangkaian business matching ini dimulai dengan proses kurasi untuk memastikan bahwa pelaku UMKM telah siap memasarkan produknya ke pasar ekspor. Kemudian calon buyer dapat memilih kelompok produk yang sesuai, seperti food & beverage, sea products, furniture, fashion, art, hingga machinery dan raw materials. Setelah itu, baru dilakukan meeting dengan jadwal yang disepakati bersama.

Selama sesi berlangsung, tim BCA akan menjadi moderator, translator bila ada pelaku UMKM yang terkendala bahasa, dan mendampingi proses presentasi. BCA juga memberikan fasilitas free shipment untuk UMKM yang sudah ada komitmen dengan calon buyer untuk pengiriman sample ke luar negeri.

Hingga Rabu (28/4/2021) tercatat 35 pelaku UMKM yang telah mengikuti 49 sesi business matching dengan 86 buyer asing, dengan 19 sesi di antaranya telah match dan melaju ke proses pengiriman sample produk ke negara calon buyer, seperti ke Amerika Serikat, Belanda, Brazil, Perancis, Finlandia, dan Malaysia.

Beberapa UMKM lokal yang telah melakukan kesepakatan untuk pengiriman sample, antara lain Amura Griya yang akan mengirimkan sample produk Jamur Crispy ke Perancis, Artha Jaya Marindo akan mengirimkan produk ikan asap ke Belanda, dan Rendang Katuju yang akan mengirimkan sample rendang ke Brazil. Tak hanya itu, ITPC Sao Paulo berkomitmen akan mendukung fasilitas billboard di lokasi strategis untuk komunikasi Rendang Katuju di Ibukota Brazil.

BCA membantu mempersiapkan solusi perbankan bagi UMKM berhasil melakukan ekspor. Namun, bila pelaku UMKM belum berhasil menemukan buyer dalam sesi business matching, BCA akan tetap melakukan pendampingan, salah satunya melalui program Bangga Lokal.

Business Matching dalam rangkaian kegiatan UMKM Fest ini merupakan salah satu inovasi dan dukungan BCA dalam mendorong kebanggaan atas produk Indonesia, memajukan UMKM di negeri ini, serta membuka peluang ekspor bagi UMKM. Hal ini menegaskan komitmen BCA untuk mendukung program pemerintah untuk menciptakan 500.000 eksportir baru.

Menurut data Kementerian Keuangan, kinerja ekspor Indonesia pada Maret 2021 mencapai US$18,35 miliar atau naik 30,47% yoy. Kenaikan ekspor menunjukkan pulih dan bangkitnya kembali perekonomian Indonesia dan dunia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap para pelaku UMKM bisa saling bertukar pengalaman dan perkembangan bisnis di BCA UMKM Fest.

“Juga untuk saling mengenal dan melihat bagaimana peningkatan kualitas produk, pembukaan akses pasar baru, dan juga secara kreatif bisa menangani dan menanggulangi dampak Covid-19,” pungkasnya.

Sebagai informasi, BCA UMKM Fest dilaksanakan mulai 16 April hingga 8 Mei 2021 di laman umkmfest.bca.co.id. Pengunjung dapat mengeksplorasi lebih dari 18.000 produk unggulan dari 1.700 merchant peserta. Pengunjung juga dimanjakan dengan potongan harga, program lelang, dan subsidi ongkir.

Sumber : https://www.jawapos.com/ekonomi/07/05/2021/makin-dekat-dengan-masyarakat-bca-dorong-umkm-jadi-global-player/?page=3