Showing posts with label Kota Malang. Show all posts
Showing posts with label Kota Malang. Show all posts

Tuesday, June 18, 2024

Semakin Menggeliat, Jumlah UMKM Baru Capai 3.258 hingga Pertengahan Juni

 


MALANG KOTA - Pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Malang cukup pesat hingga pertengahan tahun ini. Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) mencatat terdapat pertumbuhan sebanyak 3.258 pelaku usaha.

Dengan bertambahnya pelaku UMKM itu membuat Diskopindag harus melakukan pendataan untuk kurasi produk. Pendataan dilakukan untuk memudahkan pembinaan. Sebab, para pelaku usaha baru harus mengantongi beberapa izin seperti nomor induk berusaha (NIB).

”Saat ini yang kami bina (pelaku UMKM) ada 30 ribu. Tambahan pelaku usaha baru nanti kami kurasi dan beri pembekalan,” jelas Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi kemarin.

Jumlah pelaku UMKM diprediksi masih akan terus bertambah. Hingga saat ini saja jumlah total UMKM yang tersebar di Kota Malang sudah mencapai 60 ribu. Eko menyebut geliat UMKM itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi warga.

”Setidaknya nanti keterampilan warga sudah terjamin, angka pengangguran bisa semakin berkurang,” tutur pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat juga menyebut UMKM selepas pandemi Covid-19 semakin menggeliat. Ditambah lagi momen kedatangan wisatawan yang kembali normal ikut mendorong warga menjadi pelaku usaha.

 ”Tahun ini geliatnya bagus, didukung dengan libur panjang saat ini,” tuturnya.

Banyak pelancong yang mencari produk UMKM sebagai buah tangan. Seperti UMKM yang dikunjungi Wahyu kemarin (18/6) yang fokus pada daster bordir, bolen, dan orem-orem di Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru.

”Kami akan terus mengaktifkan Sahabat UMKM. Wahyu menyebutkan sahabat UMKM terdiri dari berbagai PD (perangkat daerah) yang dapat memberikan fasilitasi,” tutup alumnus Planologi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang itu. (dur/adn)


Sumber: https://radarmalang.jawapos.com/ekonomi-bisnis/814772454/semakin-menggeliat-jumlah-umkm-baru-capai-3258-hingga-pertengahan-juni

Monday, June 3, 2024

Tingkatkan Daya Tarik Produk UMKM dengan Pelatihan Fotografi

 


Lowokwaru (malangkota.go.id) – 30 remaja di Kelurahan Tunjungsekar mendapatkan pelatihan foto produk di Gedung Serbaguna Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Minggu (2/5/2024). Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan daya tarik produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan penyajian materi visual yang menarik.

Sekretaris Kelurahan Tunjungsekar, Pandu Rizki Darmawan menyampaikan bahwa pelatihan ini bertajuk ‘Ponselku, Studioku: Mengubah Ponsel Menjadi Alat Fotografi Profesional’. Kelurahan Tunjungsekar ingin membekali para remaja yang kebetulan keluarganya juga sebagai pelaku UMKM agar bisa memanfaatkan dan memaksimalkan fungsi kamera ponsel untuk membuat foto produk yang lebih berkualitas sehingga menarik bagi calon pembeli.

Menurut Pandu, saat ini memang banyak pelaku UMKM yang masih memfokuskan pada kualitas produk saja, namun masih kurang piawai untuk promosi produk terutama dengan memanfaatkan media sosial. Terlebih saat ini merupakan era digital, dimana promosi bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, salah satunya media sosial.

“Sekarang kan eranya digital, promosi bisa dilakukan melalui medsos. Mudah dan murah sebenarnya, tapi banyak UMKM yang masih kurang maksimal memanfaatkannya. Foto produk yang ditampilkan biasanya apa adanya. Padahal kita bisa lo membuat foto yang bagus dengan HP saja. Tidak perlu kamera mahal. Tampilan foto produk yang menarik, bagaimana tata letak dan sudut pengambilan gambar pasti akan menambah nilai dari produk UMKM,” beber Pandu.

Dalam pelatihan kali ini, Kelurahan Tunjungsekar menggandeng Arga Ardiansyach Reynaldi, seorang content creator dan fotografer di Kota Malang. Dalam pelatihan ini Arga mengajak peserta untuk memanfaatkan ponsel dan menggunakan media sederhana untuk menghasilkan foto produk yang profesional. Para peserta pun terlihat antusias mendengarkan materi dan mempraktikkan langsung teknik memotret dengan kamera ponsel. (ari/yon)


Sumber: https://malangkota.go.id/2024/06/03/tingkatkan-daya-tarik-produk-umkm-dengan-pelatihan-fotografi/

Thursday, April 4, 2024

Puluhan UMKM meriahkan Bazaar Ramadhan Rumah BUMN di Kota Malang

 

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Puluhan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) memeriahkan kegiatan Bazaar Ramadhan Rumah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang digelar di kawasan Stasiun Malang Kota Baru, Jawa Timur, pada 4-6 April 2024.


CEO Rumah BUMN Jawa Timur Isanto Putra di Kota Malang, Jatim, Kamis, mengatakan bahwa pelaksanaan Bazaar Ramadhan Rumah BUMN tersebut diharapkan bisa menjadi wadah promosi untuk produk-produk yang dihasilkan UMKM binaan.

"Harapan kami, dengan penyelenggaraan Bazaar Ramadhan ini menjadi wadah pemasaran bagi UMKM," katanya.

Isanto menjelaskan selain menjadi wadah pemasaran produk pelaku usaha kecil tersebut, Bazaar Ramadhan yang diikuti kurang lebih sebanyak 25 pelaku UMKM itu juga diharapkan mampu meningkatkan omzet khususnya menjelang perayaan Idul Fitri 1445 Hijriah.

Menurutnya, para pelaku UMKM yang turut serta dalam Bazaar Ramadhan Rumah BUMN tersebut, merupakan binaan dari Rumah BUMN Kota Malang, Rumah BUMN Kabupaten Malang, dan Rumah BUMN Mojokerto.

"Ini merupakan kolaborasi, ada kurang lebih 25 UMKM binaan. Diharapkan bisa meningkatkan omzet menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah," katanya.

Ia menambahkan Bazaar Ramadhan Rumah BUMN sebelumnya juga sudah digelar di Rumah BUMN Kota Malang.

Pelaksanaan kali ini, dilakukan dengan skala lebih besar dan diharapkan bisa menjangkau masyarakat lebih luar khususnya yang tengah melaksanakan mudik Lebaran.

"Ini yang kedua dengan skala lebih besar. Kami harap untuk masyarakat yang melaksanakan mudik bisa mengakses Bazaar Ramadhan Rumah BUMN ini," katanya.

Untuk wilayah lain di Jawa Timur, lanjutnya, pihaknya telah memberikan instruksi untuk melaksanakan kegiatan serupa di masing-masing daerah. Kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan selama bulan Suci Ramadhan.

Di wilayah Jawa Timur, ada kurang lebih sebanyak 45 ribu pelaku UMKM yang diberikan pendampingan oleh Rumah BUMN. Di provinsi tersebut, ada sebanyak 17 Rumah BUMN yang tersebar di berbagai wilayah dan memberi pendampingan kepada pelaku usaha kecil itu.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/puluhan-umkm-meriahkan-bazaar-ramadhan.html

Wednesday, July 28, 2021

Kemkop dan UKM Apresiasi Program Summer Act dalam Bantu Pelaku UKM Bertahan di Masa Pandemi

 

Kemkop dan UKM Apresiasi Program Summer Act dalam Bantu Pelaku UKM Bertahan di Masa Pandemi 

 

Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemkop) dan UKM, Arif Rahman Hakim, mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak dalam upaya membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar dapat bertahan dan bangkit akibat pandemi Covid-19, salah satunya pendampingan yang dilakukan oleh Mercy Corps Indonesia melalui program Summer Act.

Program Summer Act diinisiasi oleh Mercy Corps Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Koperasi (Kemkop) dan UKM bertujuan membantu pelaku UMKM agar menjadi pelaku usaha yang tangguh dan juga produktif dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19.

“Kami bersama Mercy Corps Indonesia akan fokus dalam menangani dampak ekonomi bagi pelaku UMKM yang terdampak Covid-19. Program Summer Act kali ini dilaksanakan di Kabupaten Malang dan Kota Batu, diharapkan dapat membantu pelaku usaha mikro dan kecil khususnya rekan rekan lansia dan difabel,” kata Arif dalam acara seminar akhir pembelajaran Summer Act Mercy Corps Indonesia, Selasa (27/7/2021).

Arif menjelaskan, kondisi saat ini tidak mudah, banyak tantangan yang dihadapi di masa pandemi khususnya oleh pelaku UMKM.

“Pada umumnya, usaha mikro menginginkan bantuan modal usaha (69,02%), keringanan tagihan listrik untuk usaha (41,18%), relaksasi/penundaan pembayaran pinjaman (29,98 %), kemudahan administrasi untuk pengajuan pinjaman (17,21%), dan penundaan pembayaran pajak (15,07%)," papar Arif.

Sementara Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada umumnya menginginkan keringanan tagihan listrik untuk usaha (43,53%), relaksasi/penundaan pembayaran pinjaman (40,32%), penundaan pembayaran pajak (39,61%), bantuan modal usaha (35,07%), dan kemudahan administrasi untuk pengajuan pinjaman (14,44%).

Terkait vaksinasi, lanjut Arif, sampai saat ini, program vaksinasi masih terus dilakukan di semua wilayah dengan target vaksinasi penduduk Indonesia sampai Maret 2022 sebesar 181 Juta Orang (59,22% jumlah penduduk).

"Melalui program vaksinasi ini, diharapkan dapat menumbuhkan optimisma bahwa perekonomian juga akan pulih apabila masyarakat lebih kebal terhadap virus Covid-19 sehingga dapat beraktivitas normal kembali," tutup Arif.

Di waktu yang sama Direktur Eksekutif Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis, mengatakan, program Summer Act memberikan dampak yang luar biasa terutama yang ada di level usaha mikro.

Para pelaku usaha mikro terkendala, karena usaha mereka harus tutup karena adanya pembatasan kegiatan dengan diterapkannya program PPKM Darurat.

“Melalui program Summer Act ini kami memberikan akses modal usaha bagi pelaku usaha mikro dengan jumlah lebih dari Rp 800 juta rupiah dengan mencakup 525 pelaku usaha mikro dan kecil. Selain itu pengalaman Mercy Corps dalam literasi digital melalui platform micro mentor, diharapkan dapat memberikan pendampingan usaha melalui virtual training system,” pungkas Ade.

Sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/806253/kemkop-dan-ukm-apresiasi-program-summer-act-dalam-bantu-pelaku-ukm-bertahan-di-masa-pandemi