Showing posts with label pelaku UKM. Show all posts
Showing posts with label pelaku UKM. Show all posts

Wednesday, July 28, 2021

Kemkop dan UKM Apresiasi Program Summer Act dalam Bantu Pelaku UKM Bertahan di Masa Pandemi

 

Kemkop dan UKM Apresiasi Program Summer Act dalam Bantu Pelaku UKM Bertahan di Masa Pandemi 

 

Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemkop) dan UKM, Arif Rahman Hakim, mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak dalam upaya membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar dapat bertahan dan bangkit akibat pandemi Covid-19, salah satunya pendampingan yang dilakukan oleh Mercy Corps Indonesia melalui program Summer Act.

Program Summer Act diinisiasi oleh Mercy Corps Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Koperasi (Kemkop) dan UKM bertujuan membantu pelaku UMKM agar menjadi pelaku usaha yang tangguh dan juga produktif dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19.

“Kami bersama Mercy Corps Indonesia akan fokus dalam menangani dampak ekonomi bagi pelaku UMKM yang terdampak Covid-19. Program Summer Act kali ini dilaksanakan di Kabupaten Malang dan Kota Batu, diharapkan dapat membantu pelaku usaha mikro dan kecil khususnya rekan rekan lansia dan difabel,” kata Arif dalam acara seminar akhir pembelajaran Summer Act Mercy Corps Indonesia, Selasa (27/7/2021).

Arif menjelaskan, kondisi saat ini tidak mudah, banyak tantangan yang dihadapi di masa pandemi khususnya oleh pelaku UMKM.

“Pada umumnya, usaha mikro menginginkan bantuan modal usaha (69,02%), keringanan tagihan listrik untuk usaha (41,18%), relaksasi/penundaan pembayaran pinjaman (29,98 %), kemudahan administrasi untuk pengajuan pinjaman (17,21%), dan penundaan pembayaran pajak (15,07%)," papar Arif.

Sementara Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada umumnya menginginkan keringanan tagihan listrik untuk usaha (43,53%), relaksasi/penundaan pembayaran pinjaman (40,32%), penundaan pembayaran pajak (39,61%), bantuan modal usaha (35,07%), dan kemudahan administrasi untuk pengajuan pinjaman (14,44%).

Terkait vaksinasi, lanjut Arif, sampai saat ini, program vaksinasi masih terus dilakukan di semua wilayah dengan target vaksinasi penduduk Indonesia sampai Maret 2022 sebesar 181 Juta Orang (59,22% jumlah penduduk).

"Melalui program vaksinasi ini, diharapkan dapat menumbuhkan optimisma bahwa perekonomian juga akan pulih apabila masyarakat lebih kebal terhadap virus Covid-19 sehingga dapat beraktivitas normal kembali," tutup Arif.

Di waktu yang sama Direktur Eksekutif Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis, mengatakan, program Summer Act memberikan dampak yang luar biasa terutama yang ada di level usaha mikro.

Para pelaku usaha mikro terkendala, karena usaha mereka harus tutup karena adanya pembatasan kegiatan dengan diterapkannya program PPKM Darurat.

“Melalui program Summer Act ini kami memberikan akses modal usaha bagi pelaku usaha mikro dengan jumlah lebih dari Rp 800 juta rupiah dengan mencakup 525 pelaku usaha mikro dan kecil. Selain itu pengalaman Mercy Corps dalam literasi digital melalui platform micro mentor, diharapkan dapat memberikan pendampingan usaha melalui virtual training system,” pungkas Ade.

Sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/806253/kemkop-dan-ukm-apresiasi-program-summer-act-dalam-bantu-pelaku-ukm-bertahan-di-masa-pandemi










Monday, June 14, 2021

Pemprov Kalteng bantu IKM tingkatkan kualitas produk melalui DDS


 Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membantu para pelaku usaha atau industri kecil menengah (IKM) di wilayah itu untuk terus berkembang dengan meningkatkan kualitas produk yang dimiliki.


Salah satunya dilakukan melalui seleksi pelaku usaha designer dispatch service (DDS) produk maupun kemasan, kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng Aster Bonawaty di Palangka Raya, Senin.

Designer Dispatch Service (DDS) merupakan program pendampingan dari Kementerian Perdagangan di mana mengadakan kerja sama antara pelaku UKM dan designer sehingga pelaku UKM untuk menghasilkan produk-produk berbasis desain sesuai tren global saat ini.

"Hal ini sebagai salah satu bentuk pembinaan pemerintah kepada pelaku usaha khususnya yang berpotensi untuk dikembangkan dan dipromosikan ke pasar ekspor," katanya.

Melalui program ini, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) secara konsisten memberi porsi dan ruang bagi pelaku usaha daerah untuk terlibat dalam agenda rutin nasional yaitu Pameran Trade Expo Indonesia.

Sekitar 25 pelaku usaha yang mengikuti seleksi DDS produk maupun kemasan ini, akan disaring hingga nantinya terpilih sebanyak dua dari Kalteng yang berhak mengikuti Pameran Trade Expo Indonesia.

"Ini menjadi kesempatan baik bagi pelaku usaha, karena pameran tersebut merupakan agenda besar dan seluruh pelaku usaha nasional dari seluruh provinsi ikut terlibat," jelasnya.

Untuk itu Disdagperin Kalteng berusaha secara maksimal mengakomodir pelaku usaha potensial dari kabupaten dan kota di Kalteng melalui kegiatan seleksi tersebut.

Adapun DDS atau program layanan pendampingan desainer ini, sebagai penyiapan teknis calon peserta Trade Expo Indonesia tahun 2021 mendatang.

Tujuannya untuk lahirnya protoype produk baru yang diciptakan melalui pengembangan atas produk unggulan yang dimiliki pelaku usaha di Kalteng.

"Dengan pendampingan intensif secara langsung dari pihak Ditjen PEN dan tenaga ahli, diharapkan dua IKM terpilih nantinya dapat maksimal saat mengikuti Pameran Trade Expo Indonesia di Tangerang, Banten," tegasnya.

Perwakilan Ditjen PEN Abdul Somad menyampaikan, melalui seleksi ini dari 25 IKM yang berpartisipasi, akan dipilih sebanyak empat hingga lima IKM untuk dikunjungi, hingga akhirnya nanti menyisakan dua IKM.

"Dua IKM ini yang akan mendapat pendampingan secara intensif oleh desainer kami. Misalnya IKM makanan dan minuman maka akan diasistensi untuk kemasannya agar bisa semakin menarik, atau produk lainnya, akan dikuatkan desain produk barunya serta pasar mana yang bisa dituju," paparnya.​​​​​​​

Sumber : https://id.berita.yahoo.com/pemprov-kalteng-bantu-ikm-tingkatkan-181354301.html

Wednesday, June 9, 2021

Biaya Angkutan Transportasi yang Mahal Jadi Kendala Ekspor di Sumsel


 Palembang, Sonora.ID - Dinas Perdagangan (Disperdag) Provinsi Sumsel menyebut mahalnya harga angkutan transportasi menjadi salah satu kendala proses ekspor di Sumsel.


Hal ini diungkapkan, Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Ahmad Rizali usai menghadiri Pembukaan Prosedur Simulasi Ekspor di Hotel Swarna Dwipa, Rabu (09/06).

Menurutnya, mahalnya biaya transportasi angkutan ekspor menjadi kendala yang sering dialami oleh para eksportir.

“Kendala ekspor yang seringkali terjadi ini biaya transportasi angkutan ekspor yang mahal, salah satunya ekspor melalui angkutan udara atau pesawat. Karena kalau melalui angkutan laut waktu pengiriman sangat lama,” katanya ketika diwawancarai.

Selain mahalnya biaya transportasi angkutan ekspor, lanjut Rizali, volume barang yang harus menyesuaikan muatan kontainer turut menjadi kendala yang seringkali dialami para pelaku UKM saat proses ekspor.

“Karena para pelaku UKM ini kalau mengirim barang volumenya tidak sampai berton-ton, sedangkan angkutan barang baru bisa melakukan ekspor kalau volume kontainernya terisi penuh,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu Pelaku UKM Sumsel, Ardian Hendrawijaya mengatakan, bahwa kendala yang seringkali dirinya alami saat ingin melakukan ekspor yaitu volume produk yang harus sesuai dengan muatan kontainer.

Ia mengakui, proses ekspor yang dilakukannya selama ini selalu menggunakan sistem titip barang.

“Produk yang saya ekspor sistemnya selalu titip ke eksportir karena kuota produk yang saya ekspor sedikit, sedangkan untuk memenuhi satu kontainer angkutan ekspor itu butuh sekian ribu ton sedangkan produk saya volumenya sedikit,” ungkapnya.

Ia pun berharap kedepannya prosedur ekspor di Sumsel dapat berjalan dengan baik dan memberikan kemudahan bagi para pelaku UKM.

“Saya harap kedepannya proses ekspor akan lebih dipermudah bahkan barang dalam satu kontainer itu merupakan barang-barang pelaku UKM di Sumsel,” tutupnya.

Sumber : https://www.sonora.id/read/422733327/biaya-angkutan-transportasi-yang-mahal-jadi-kendala-ekspor-di-sumsel?page=2

Sunday, June 6, 2021

TikTok Siapkan Program Dukung UMKM Biar Naik Kelas


Bisnis.com, JAKARTA - Usaha Mikro Kecil dan Menengah telah menjadi bagian penting dari komunitas TikTok. TikTok berusaha mendukung pertumbuhan pelaku usaha dengan menyediakan menyediakan berbagai fitur dan tools yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai jenis kategori UMKM Salah satunya melalui program #MajuBarengTikTok, yang diselenggarakan pada 3–29 Juni 2021. Inisiatif ini berupa rangkaian kelas online yang dapat diikuti oleh para pelaku bisnis di seluruh Indonesia.

“Topik yang diangkat pun beragam, termasuk kelas pemasaran digital, pembuatan konten kreatif, serta mengoptimalkan fitur-fitur yang ada di TikTok for Business dalam menjangkau konsumen,” ujar Head of SMB TikTok Indonesia Pandu Nitiseputro, Sabtu (5/6/2021).

Selain itu, TikTok juga membuat program Sabtu Belanja Lokal untuk mendukung Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk dapat go digital. Esme Lean, Head of Small and Medium Business, TikTok, Asia Tenggara mengatakan, dengan bergabung bersama program Sabtu Belanja Lokal, para UKM mendapatkan kesempatan yang unik, tidak hanya berpartisipasi dalam kampanye TikTok, tetapi juga meningkatkan jangkauan dan skala di dalam platform.

Dengan dukungan spesial, seperti halaman khusus di aplikasi yang dibuat untuk meningkatkan trafik website UKM, akses khusus untuk bekerjasama dengan kreator, memproduksi iklan, pelatihan kreatif, dan masuk ke dalam website dan blog TikTok, UKM di Indonesia akan menerima eksposur yang lebih banyak untuk mendapatkan pembelian dari lebih banyak pengguna yang menjadi konsumen baru.

Menurut Laporan TikTok SMB yang dilakukan pada bulan Januari 2021 oleh TikTok for Business, 1 dari 3 UKM di Indonesia lebih suka menggunakan TikTok sebagai platform beriklan mereka.

TikTok dilihat memiliki kekuatan platform sebagai alat marketing untuk mencapai tujuan bisnis mereka.

Sejak diluncurkan Agustus tahun lalu, TikTok bersama solusi TikTok for Business telah mengedukasi lebih dari 30,000 pelaku UKM di seluruh Indonesia.

Putra Sastra, Direktur Utama PT Sastra Utama Media Group (Tzuki), yang juga seorang pelaku UKM aktif di TikTok, mengatakan bahwa Slogan TikTok yang berbunyi "Don't Make Ads, Make TikTok" terasa sangat kuat.

“Karena apa yang kita sebagai UKM lakukan adalah membuat konten yang ingin ditonton pengguna, bukannya memaksakan pengguna untuk menonton konten yang hardsell,” ujarnya.

Dukungan TikTok untuk UMKM

  • TikTok Ads Manager. UKM dapat memanfaatkan TikTok Ads manager untuk menciptakan iklan kampanye secara mudah dengan biaya fleksibel, serta membantu bisnisnya untuk menjangkau audiens yang relevan.
  • Grow with TikTok - Starter Lab. Sebuah program training bulanan yang sudah berjalan di bulan Februari 2021, dimana lebih dari 6,600 UKM telah menerima pembelajaran secara langsung dari tokoh dan ahli di industri marketing serta tim ahli di TikTok dalam bagaimana memulainya di TikTok. 
  • Small Business Resource Center. Diperkenalkan pada Maret 2021, Small Business Resource Center ini menghadirkan berbagai pengalaman terbaik di TikTok dan sumber informasi bagi UKM untuk belajar terkoneksi dengan audiens dan mendapatkan hasil yang diinginkan.
  • Lead Generation. Solusi pertama TikTok yang membantu UKM mencapai prosek bisnis untuk mengkonversikannya dalam konsumen potensial dengan mudah. Fitur ini juga tersedia untuk pebisnis dan pelaku UKM di Indonesia. Lead Generation memudahkan pebisnis segala ukuran, termasuk UKM, untuk menciptakan interaksi sehingga bisa meraih prospek bisnis, termasuk mendapatkan konsumen potensial.
  • Mendukung Pembayaran Lokal dalam TikTok Ads Manager. TikTok menjadi aplikasi pertama yang mendukung pembayaran dalam mata uang lokal melalui sistem integrasi dompet digital, seperti DANA di Indonesia. 
  • Menyelenggarakan program pelatihan gratis #MajuBarengTikTok untuk mendukung perkembangan digitalisasi UKM dan IKM, berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. 
  • Sabtu Belanja Lokal merupakan bagian dari rangkaian program pemberdayaan UKM agar mereka dapat memanfaatkan TikTok sebagai platform untuk menunjukkan jati diri mereknya, serta menjangkau audiens baru.

Sumber : https://entrepreneur.bisnis.com/read/20210605/263/1401656/tiktok-siapkan-program-dukung-umkm-biar-naik-kelas 

Sunday, May 23, 2021

Selain Jabodetabek, Investree Fokuskan Pembiayaan ke UKM di Jateng dan Jatim


Jakarta, Beritasatu.com – Perusahaan fintech lending Investree terus memperluas jangkauan layanannya. Tidak hanya di Jabodetabek, tetapi juga di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan layanan dan produk pinjaman yang dimilikinya terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan lebih banyak usaha kecil dan menengah (UKM).

“Pada 2021 ini, fokus pembiayaan kami tak lagi hanya berpusat di Jabodetabek tapi juga kota-kota besar lainnya di luar itu, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur yang punya potensi pasar sangat besar. Banyak dari mereka punya bisnis solid namun kesulitan melakukan ekspansi karena terkendala akses pembiayaan yang terbatas. Di situlah Investree hadir untuk mengisi jurang pembiayaan agar semakin banyak pelaku UKM yang terbantukan,” kata Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi dalam keterangan resminya, Minggu (23/5/2021).

Adrian menyampaikan, sejak 2017, Investree telah melebarkan jangkauan layanannya ke Jawa Tengah dengan membuka kantor representatif di Semarang.

Wilayah cakupannya meliputi Semarang, Yogyakarta, Solo, Tegal, dan sekitarnya. Kemudian diikuti dengan pembukaan kantor representatif di Surabaya yang melayani area Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan sekitarnya termasuk Pulau Bali.

Pertama kali meluncurkan produk invoice financing untuk dimanfaatkan oleh para pelaku UKM di sana lalu berkembang dengan kehadiran pre-invoice financing, account payable financing, dan buyer financing, hingga akhir 2020, Investree berhasil mencatat angka penyaluran pinjaman yang cukup signifikan, yaitu di Jawa Tengah sebesar Rp 507 miliar dan Jawa Timur sebesar Rp 72 miliar. Angka tersebut terus bertambah hingga memasuki kuartal pertama dan kedua 2021.

Adrian menambahkan, kemitraan strategis dengan ekosistem rekanan juga menjadi salah satu strategi bisnis Investree tahun 2021.

Tak hanya rekanan baru, tapi juga yang sudah pernah berjalan sebelumnya, salah satunya Mbiz. Kemitraan Investree dan Mbiz turut mensejahterakan para pelaku UKM di Jawa Tengah dan Jawa Timur di mana Investree menyalurkan pembiayaan bagi pelaku UKM yang tergabung dalam ekosistem Mbiz Market dan mengerjakan proyek dari pemerintah provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Untuk transaksi pengadaan barang dan jasa Pemprov Jateng dan Jatim yang dilakukan di platform Mbiz Market, Investree masuk dan memberikan fasilitas pinjaman untuk transaksi tersebut. Ini merupakan salah satu saluran terbaik bagi kami dan Mbiz untuk bisa lebih menyentuh pasar UKM yang membutuhkan dukungan permodalan dalam rangka mengembangkan usahanya,” kata Adrian.

sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/777495/selain-jabodetabek-investree-fokuskan-pembiayaan-ke-ukm-di-jateng-dan-jatim 

Thursday, May 20, 2021

Investree terus akselerasi UKM di Jawa Tengah dan Jawa Timur


 KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga kuartal II-2021 memberikan dampak bagi bisnis dan industri. Investree pun terus berupaya untuk menjadi solusi bagi bisnis digital terintegrasi bagi UKM dengan memastikan bahwa layanan dan produk pinjaman yang dimilikinya terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan UKM di Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur.


Tren positif tersebut juga dibarengi oleh bertambahnya jajaran Payor kredibel yang terdiri dari perusahaan multinasional, BUMN, dan Pemerintah. Payor sendiri merupakan pemberi proyek atau pihak yang ditagih dan menjadi sumber pembayaran pinjaman oleh borrower.

Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan, fokus pembiayaan perusahaan tahun ini tidak lagi berpusat di Jabodetabek tapi juga kota-kota besar lainnya di luar itu.

Terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur yang punya potensi pasar sangat besar dikarenakan banyak dari mereka dinilai punya bisnis solid namun kesulitan untuk melakukan ekspansi karena terkendala akses pembiayaan yang terbatas.

“Di situlah Investree hadir untuk mengisi jurang pembiayaan agar semakin banyak pelaku UKM yang terbantukan. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, tak sedikit dari mereka yang sedang melalui masa sulit. Dengan mengutilisasi produk-produk pinjaman Investree yang berinti pada pembiayaan rantai pasokan, kami akan ajak mereka untuk bangkit dan pulih dalam mempertahankan usahanya.” kata dia dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Kamis (20/5).

Sejak 2017, Investree sebagai pionir fintech lending telah melebarkan jangkauan layanannya ke Jawa Tengah dengan membuka kantor representatif di Semarang. Wilayah cakupannya meliputi Semarang, Yogyakarta, Solo, Tegal, dan sekitarnya.

Kemudian diikuti dengan pembukaan kantor representatif di Surabaya yang melayani area Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan sekitarnya termasuk Pulau Bali.

Awalnya, perusahaan meluncurkan produk Invoice Financing untuk dimanfaatkan oleh para pelaku UKM di daerah-daerah tersebut lalu berkembang dengan kehadiran Pre-Invoice Financing, Account Payable Financing, dan Buyer Financing.

Hingga akhir 2020, Investree berhasil mencatat angka penyaluran pinjaman yang cukup signifikan di Jawa Tengah sebesar Rp 507 miliar dan di Jawa Timur sebesar Rp 72 miliar. Angka tersebut terus bertambah hingga memasuki kuartal I dan II-2021 dengan produk pinjaman paling banyak dipilih yakni Invoice Financing.

Manfaat dari Invoice Financing dinilai sangat dibutuhkan bagi pelaku sektor kreatif, jasa desain, dan manufaktur. Dengan mengajukan Invoice Financing, Adrian mengatakan bahwa pelaku di sektor tersebut bisa mendayagunakan invoice atau tagihan yang selama ini merupakan aset tidak produktif menjadi jaminan untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari Investree.

“Hal unik lainnya, ternyata di tengah pandemi seperti sekarang, Investree justru mengalami peningkatan pengajuan pinjaman terutama dari sektor kesehatan dan energi. Itu menjadi gambaran bahwa pandemi memang memaksa banyak pelaku UKM di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk melakukan pivot dan berinovasi, tapi justru berguna tak hanya untuk keberlangsungan bisnis mereka namun juga untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Melalui pemberian akses pembiayaan mudah dan cepat, Investree berkomitmen untuk terus mendukung mereka berdaya,” ujar VP Sales Regional Java Investree, Shareang Kusuma.

Selain Invoice Financing, Pre-Invoice Financing dan Account Payable Financing juga menjadi primadona di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sedikit berbeda dengan Invoice Financing di mana UKM menjadikan invoice dari proyek mereka yang sedang berjalan sebagai jaminan, Pre-Invoice Financing menawarkan kesempatan bagi UKM untuk bisa mengajukan pinjaman dengan melandaskan Surat Perintah Kerja (SPK) dari Payor.

Sedangkan Account Payable Financing memungkinkan pelaku UKM meningkatkan perputaran bisnis mereka sebab Investree akan menyalurkan pembiayaan bagi pelaku UKM barang dan jasa yang bertindak sebagai pembeli/pedagang/buyer yang membeli barang dan jasa ke penjual/produsen/supplier.

Selain Invoice Financing, Pre-Invoice Financing dan Account Payable Financing juga menjadi primadona di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sedikit berbeda dengan Invoice Financing di mana UKM menjadikan invoice dari proyek mereka yang sedang berjalan sebagai jaminan, Pre-Invoice Financing menawarkan kesempatan bagi UKM untuk bisa mengajukan pinjaman dengan melandaskan Surat Perintah Kerja (SPK) dari Payor.

Sedangkan Account Payable Financing memungkinkan pelaku UKM meningkatkan perputaran bisnis mereka sebab Investree akan menyalurkan pembiayaan bagi pelaku UKM barang dan jasa yang bertindak sebagai pembeli/pedagang/buyer yang membeli barang dan jasa ke penjual/produsen/supplier.

Sumber : https://keuangan.kontan.co.id/news/investree-terus-akselerasi-ukm-di-jawa-tengah-dan-jawa-timur?page=2

Yogyakarta Optimalkan JSS Dukung UKM Go Digital


Yogyakarta: Penggunaan teknologi informasi guna mendukung pelaku UKM di Kota Yogyakarta untuk go digital terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, salah satunya dengan mengoptimalkan aplikasi Jogja Smart Service melalui menu Nglarisi dan Dodolan.

"Menu Nglarisi dan Dodolan yang sudah ada di aplikasi Jogja Smart Service (JSS) akan dioptimalkan supaya pelaku UKM semakin mudah memasarkan produknya," kata Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto dikutip dari Antara, Kamis 20 Mei 2021.

Selama ini, menurut Tri Karyadi, penggunaan kedua menu di aplikasi tersebut masih sangat terbatas.Menu Nglarisi hanya dimanfaatkan untuk menjual produk makanan dan minuman olahan guna memenuhi kebutuhan jamuan makan dan minum dari berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh instansi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Sedangkan Dodolan yang sudah dikonsep sebagai marketplace untuk melayani jual beli produk UKM seperti fesyen dan kerajinan tangan pun dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

"Pelaku UKM masih memanfaatkan Dodolan sebagai etalase atau mempromosikan produk secara daring saja. Belum ada transaksi jual beli langsung dari menu tersebut," katanya.

Oleh karenanya, lanjut Tri Karyadi, diperlukan optimalisasi kedua menu di aplikasi JSS tersebut agar bisa diakses oleh masyarakat umum sehingga pemasaran produk UKM baik kuliner, fesyen maupun kerajinan tangan bisa semakin luas.

Namun demikian, perluasan jangkauan pemasaran tersebut memberikan konsekuensi bagi pelaku UKM di Kota Yogyakarta untuk benar-benar siap go digital sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik.

"Misalnya untuk kuliner. Ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Seperti memastikan kualitas produk terjamin, pengemasannya harus bagus, dan rasanya terjaga," katanya.

Tri Karyadi berharap, optimalisasi pemanfaatan menu Nglarisi dan Dodolan tersebut sudah bisa dilakukan pada 2022.

"Di zaman seperti sekarang, UKM mau tidak mau harus siap go digital. Pelaku UKM dari kalangan milenial pasti sudah memanfaatkan digitalisasi ini. Tetapi, yang perlu kami dorong adalah pelaku UKM dari kelompok usia yang lebih tua karena mungkin penguasaan teknologinya belum baik," katanya.

Sumber : https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/aNr9GdaK-yogyakarta-optimalkan-jss-dukung-ukm-go-digital 

Wednesday, May 5, 2021

Ninja Xpress Fokus Tingkatkan Layanan dan Inovasi Produk


INDUSTRY.co.id - Jakarta- Ninja Xpress, sebagai salah satu penyedia jasa logistik last-mile di Indonesia yang pertumbuhannya selalu berjalan bersamaan dengan pertumbuhan sektor UKM dalam negeri, setia memberikan dukungan bagi para pelaku UKM negeri dengan terus berupaya memperkuat layanan dan mengembangkan produk yang ditawarkan.


Pertumbuhan sektor UKM di Indonesia memiliki potensi untuk rebound atau bangkit kembali pada tahun 2021. Berdasarkan Laporan Suara UKM Negeri yang dihasilkan pada akhir 2020, 58% merasa tantangan terbesar yang dihadapi adalah daya beli konsumen yang menurun pada saat masa pandemi. Kendati demikian, 75% dari responden menyatakan optimis dengan keadaan yang akan membaik pada tahun 2021, diiringi dengan upaya para pelaku UKM untuk mengekspansi bisnisnya ke ranah digital.

Hal ini kemudian terbukti melalui data volume pengiriman barang yang dimiliki oleh Ninja Xpress saat ini yang mencatatkan bahwa terdapat dua kali lipat peningkatan pada volume pengiriman barang pada Kuartal I Tahun 2021 dibandingkan dengan Kuartal I Tahun 2020. Hal serupa dilaporkan melalui survey yang dilakukan Populix, sebuah platform market research, terkait tren jasa ekspedisi dan pengiriman barang di awal tahun 2021, yang menyatakan bahwa sebesar 44% dari 5.920 responden melakukan aktivitas belanja online setidaknya sekali dalam sebulan.

Selain peningkatan ini membuktikan daya beli konsumen yang telah kembali menguat, hal ini pun membuktikan upaya para pelaku UKM untuk melakukan transformasi digital yang semakin meningkat secara signifikan. Berdasarkan laporan yang sama, 53% dari responden mengaku bahwa strategi digitalisasi bisnis dan adaptasi teknologi merupakan kunci untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis yang ‘lesu’ semasa pandemi di tahun 2020.

Melihat kembali kondisi pengiriman barang pada tahun 2020, Ninja Xpress mencatat adanya kenaikan volume pengiriman barang secara signifikan pada tahun 2019 dan 2020 selama masa bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan tahun 2019 mencatatkan bahwa pengiriman pada masa Ramadhan lebih dari 11 juta pengiriman paket.

Data kemudian menunjukkan peningkatan pada tahun 2020 dengan jumlah pengiriman lebih dari 33 juta paket atau sama dengan tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Di tengah lonjakan pengiriman barang, Ninja Xpress tetap berupaya memberikan layanan yang terbaik bagi konsumen, hal ini dibuktikan dengan pengiriman barang yang berhasil hingga 98% secara konsisten selama bulan Ramadhan 2019 dan 2020 untuk seluruh jenis paket. Kategori jenis paket yang dimaksud dibagi menjadi 3 (tiga) kategori yakni paket kecil (paket yang berukuran maksimal 20x11x7cm), paket medium (30x20x12cm) dan paket besar (35x30x20). Untuk paket yang paling banyak dikirimkan melalui Ninja Xpress yaitu paket berukuran kecil yang biasanya berisi kosmetik, aksesoris fashion seperti baju, jam tangan, kacamata dan lain-lain.

Respon Cepat dan Resolusi Tepat untuk Layanan Pengiriman Barang

Seiring dengan adanya lonjakan peningkatan volume pengiriman barang, Populix dalam survey nya pun menjelaskan bahwa sejumlah 57% responden mengeluhkan permasalahan keterlambatan pengiriman. Keluhan mayoritas konsumen adalah status pengiriman barang pesanan atau paket mereka seringkali terlambat sampai tujuan.

Memahami upaya para pelaku UKM untuk mengoptimalkan transaksi bisnis secara online dan menyadari adanya tren peningkatan pengiriman volume barang pada masa Ramadhan, Ninja Xpress berupaya untuk mengoptimalkan dukungan dengan melakukan peningkatan layanan konsumen dan menghadirkan beragam pilihan dan inovasi produk. Salah satu peningkatan layanan terbaru yang diberikan oleh Ninja Xpress dalam memberikan kenyamanan kepada para pelanggan atau konsumen akhir (end-consumer) adalah melalui hadirnya solusi Respon Cepat melalui peningkatan layanan konsumen (customer care).

Beberapa keunggulan yang dioptimalkan dalam customer care adalah kecepatan respon atau tanggapan balik selama 30 detik melalui telepon, 3 menit melalui platform chat, 2 jam melalui email, dan maksimal 2x24 jam serta mampu memberikan ketepatan resolusi pemecahan masalah pengiriman yang diharapkan dapat mempermudah shipper agar tidak mengganggu produktivitas mereka karena kendala dalam proses pengiriman.

Tidak hanya memberikan layanan respon cepat, Ninja Xpress juga menghadirkan Resolusi Tepat melalui layanan Ninja Point, Kolaborasi Ninja Xpress bersama Grab, dan inovasi produk untuk kebutuhan konsumen.

Pada awal tahun, Ninja Xpress menargetkan 1900 Ninja Point (Agen) di seluruh Indonesia untuk mencapai obsesinya dalam memperluas jaringan layanan hingga menjangkau 100% wilayah Indonesia. Langkah strategis ini Ninja Xpress tempuh untuk semakin memudahkan pengguna melakukan pengiriman paket secara lebih cepat, tepat waktu dan mudah dijangkau, sekaligus turut membantu para pelaku ekonomi digital lewat cara memperkuat jaringan serta ekosistem yang ada dengan berkolaborasi bersama para mitra Ninja Point di seluruh nusantara.

Untuk memberikan kemudahan dalam pengiriman barang, Ninja Xpress juga berkolaborasi dengan Grab dengan menghadirkan layanan on-demand. Di mana paket akan di-pick-up oleh kurir dari Ninja Xpress di hari yang sama sehingga konsumen cukup menunggu di rumah dan barang akan dijemput dengan aman dan nyaman. Tentunya, kolaborasi Ninja Xpress dan Grab ini sudah mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Tidak hanya dari sisi layanan, Ninja Xpress baru saja meluncurkan pengiriman Ninja Same Day dan Ninja Next Day Delivery sebagai upaya untuk memastikan pengguna memperoleh layanan dengan Service Level Agreement (SLA) mencakup kecepatan waktu pengiriman, tarif layanan yang flat, serta opsi layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan khusus pengguna.

CMO Ninja Xpress, Andi Djoewarsa, menyampaikan, “Setelah menghadapi satu tahun pandemi juga melihat perkembangan ekonomi digital Indonesia, Ninja Xpress memahami bahwa layanan yang kami berikan harus terus berkembang dan tumbuh berinovasi sesuai dengan demand yang ada. Saat ini, maraknya transaksi online yang terjadi, para pelaku UKM sedang giatnya untuk adaptasi terhadap teknologi, maka kami pun fokus untuk terus melakukan peningkatan layanan, baik melalui inovasi produk maupun penyesuaian fitur-fitur layanan sehingga shipper dan konsumen dibebaskan dari kesulitan dan kendala lainnya. Fokus kami hingga satu tahun kedepan adalah memastikan kualitas layanan, terutama menghadirkan respon cepat dan resolusi tepat bagi para pengguna.”

Sumber : https://www.industry.co.id/read/85305/ninja-xpress-fokus-tingkatkan-layanan-dan-inovasi-produk

Sunday, May 2, 2021

Telkomsel Dukung Pemerintah Pulihkan Bisnis UKM


 AKARTA, investor.id - Telkomsel berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi digital terdepan yang dapat membantu perkembangan dan menodorong pemulihan bisnis para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) di tengah pandemi Covid-19.


Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk kolaborasi bersama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) untuk mendukung program UKM Go Digital. Upaya ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan di Jatinangor, Jawa Barat, pekan lalu.

Senior Vice President Enterprise Telkomsel Dharma Simorangkir mengatakan, saat ini, kita melihat realitas yang tak bisa dimungkiri bahwa pandemi Covid-19 telah memukul sektor UKM. Padahal, sektor UKM penggerak roda perekonomian yang berkontribusi besar terhadap PDB dan pembukaan lapangan pekerjaan.

“Maka dari itu, Telkomsel menyambut positif kolaborasi dengan Kemenkop UKM untuk meningkatkan kapasitas pelaku UKM agar bisa go digital guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang kini perilaku dan gaya hidupnya menjadi serba digital,” ujar Dharma, seperti dikutip Minggu (2/5).

Menurut dia, kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong sektor UKM untuk mengadopsi teknologi digital dengan cepat agar dapat survive di tengah pandemi serta terus berkembang dan meningkatkan daya saingnya ke depan.

Deputi Bidang UKM dan Menengah Kemenkop dan UKM Hanung Harimba Rachman menambahkan, melalui kerja sama tersebut, pihaknya menatap optimistis untuk memulai gebrakan-gebrakan baru agar para pelaku UKM dapat berlari cepat dan lincah menuju UKM Go Digital.

Hal tersebut pun didukung dengan memberikan pembekalan ilmu yang relevan, antara lain digitalisasi kegiatan pemasaran dan peningkatan keterampilan teknis produksi.

“Harapannya, kerja sama ini juga dapat menjadi daya dongkrak dan batu pijakan dari pelaksanaan program-program Kemenkop UKM agar dapat berjalan lebih optimal,” tuturnya.

Sementara itu, upaya kolaboratif antara Telkomsel dan Kemenkop UKM meliputi sejumlah inisiatif strategis yang ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas digital para pelaku UKM.

Inisiatif tersebut meliputi pelatihan peningkatan kompetensi sumber daya manusia UKM, sinergi perluasan pasar nasional bagi produk UKM, serta pengembangan pengelolaan usaha dan sistem pembayaran digital.

Selain itu, Telkomsel mendukung Kemenkop UKM dalam menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas 120 UMKM dari berbagai wilayah di Jawa Barat dengan memberikan lisensi aplikasi laporan keuangan digital.

99% Usahaku

Pada kolaborasi tersebut, Telkomsel juga melibatkan 99% Usahaku sebagai solusi digital yang dapat mengakselerasi pelaku usaha UKM untuk go digital. Platform multifungsi ini akan sangat membantu pelaku UKM dalam memenuhi berbagai kebutuhan secara online.

Sementara itu, 99% Usahaku memiliki lima fitur andalan. Pertama, fitur Edukasi yang menghadirkan berbagai konten pelatihan digital, forum diskusi, hingga kisah inspiratif penuh pembelajaran dari sesama pelaku UKM.

Kedua, fitur Solusi Bisnis yang dapat membantu para pelaku UKM dalam meningkatkan produktivitas bisnisnya, di antaranya mendapatkan paket data khusus hingga memperluas jangkauan pemasaran ke toko online.

Ketiga, fitur Pembiayaan yang berfungsi memberikan akses permodalan. Keempat, fitur Pemasok yang membantu para pelaku UKM menemukan produk yang dibutuhkan dengan pemasok. Kelima, fitur Pemasaran (Hyperlocal Marketing) yang mampu menghubungkan pelaku UKM dengan calon konsumen di area sekitar daerahnya.

sumber : https://investor.id/it-and-telecommunication/telkomsel-dukung-pemerintah-pulihkan-bisnis-ukm