Showing posts with label teknologi. Show all posts
Showing posts with label teknologi. Show all posts

Thursday, June 13, 2024

Menggerakkan UMKM Menjadi Bisnis Global dengan Digitalisasi

 



Saat ini masih banyak dari kita yang masih meremehkan usaha kecil yang pengelolaan bisnisnya dilakukan secara mandiri, manual, dan tradisional. Dalam benak kita usaha yang masuk kategori bisnis kecil ini pasti kalah pamor dengan usaha-usaha yang produknya sudah merambah ke pasar yang lebih luas. 

Usaha-usaha yang masuk ke dalam kategori usaha kecil dan menengah ini skala bisnisnya terbatas karena daya ekspansinya sempit, pengelolaan produknya sederhana, dengan segmen pasar menengah ke bawah.

Usaha kecil, tepatnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sudah lama disoroti lantaran skala bisnis dan pengelolaan sumber dayanya yang terbatas. Sorotan tersebut lebih fokus pada gaya bisnisnya yang komunal cenderung diidentikkan dengan karakter masyarakat lokal. 

Banyak sekali UMKM yang masih tampil sederhana dan manual dalam melayani konsumen atau pelanggannya sehingga memberi kesan "kuno", "tradisional", "jadul", dan istilah-istilah lain yang menggambarkan posisi UMKM yang sudah ketinggalan zaman. 

Pencitraan UMKM ini sudah menjadi kondisi yang terstigma di dalam memori kita sehingga kita sendiri enggan untuk melihat elemen-elemen positif dari UMKM.  

Faktanya, UMKM adalah sebuah ekosistem bisnis yang sangat banyak manfaatnya terutama dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. 

UMKM tergolong bisnis padat karya yang sangat membutuhkan kehadiran manusia sebagai pekerja. UMKM sangat membantu dalam menumbuhkan kesempatan kerja dengan menopang tersedianya lapangan kerja dari desa hingga ke kota, dari jenjang pendidikan tinggi hingga yang rendah.

UMKM adalah bisnis yang paling terbuka dan paling sederhana, sehingga siapapun bisa menjalani meski dengan modal secukupnya. Manajemen bisnisnya pun lebih mengutamakan kepercayaan dan hubungan personal yang membuatnya sangat lentur dalam menopang perekonomian di sektor ril.

Banyak UMKM yang bangkrut, akan tetapi yang tetap bertahan dan sukses malah lebih banyak. Buktinya, UMKM-lah yang menjadi kekuatan utama dalam menghadapi gejolak atau krisis ekonomi makro. Kemampuan UMKM dalam menghadapi gejolak ekonomi yang menghantam perekonomian nasional kita selama ini ditopang oleh sifatnya yang lentur tersebut.

Kemampuan UMKM untuk menopang perekonomian Indonesia selama ini juga berasal dari kepercayaan warga bahwa UMKM mampu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui lapangan kerja yang tersedia. 

Meningkatnya pendapatan ini berdampak pada peningkatan investasi di daerah pinggiran kota atau di pedesaan seperti bisnis kuliner, hotel atau akomodasi, transportasi, dan model bisnis pendukungnya. 

Bisnis-bisnis yang baru tumbuh ini menjadi titik awal mobilitas investasi di pedesaan sekaligus wadah bagi tumbuhnya kemampuan untuk berwiraswasta. Sampai di titik ini UMKM memberikan kontribusi dalam mendorong aktivitas ekonomi menjadi lebih produktif dan bisa menghasilkan pendapatan.

Kontribusi UMKM terhadap PKiprah UMKM sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat memberi kontribusi positif bagi perekonomian negara. Karena itu negara pun memberikan perhatian yang serius dengan mendampingi UMKM melalui kebijakan dan program yang nyata.

Program-program pemberdayaan silih berganti digulirkan oleh K/L dengan tujuan agar UMKM bisa menghasilkan produk dengan nilai tambah dan berkembang menjadi lebih besar.

Ada UMKM yang sukses mengembangkan diri melalui program-program pemerintah, namun ada juga yang gagal. Meski demikian, banyak UMKM yang bermunculan, seolah menutupi satu atau dua UMKM yang kolaps. Ibarat pepatah, "mati satu tumbuh seribu" seperti itu-lah fenomena tumbuh kembang UMKM yang tidak pernah berhenti.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM per 2018 mencapai 64,19 juta unit usaha.  Pertumbuhan UMKM yang positif ini memberikan sinyal bahwa kondisi perekonomian nasional memiliki potensi untuk tumbuh terus kendati sektor usaha yang lain sedang lesu. Artinya, peningkatan jumlah UMKM memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Salah satu dampak nyata dari pertumbuhan jumlah UMKM yang masif tersebut adalah terbukanya lapangan kerja. Jumlah UMKM yang banyak berbanding lurus dengan banyaknya lapangan pekerjaan di Indonesia karena UMKM memiliki andil besar dalam penyerapan tenaga kerja. 

Orientasi usaha yang masih mengandalkan padat karya membuat UMKM tetap memerlukan manusia sebagai pekerja dalam semua proses produksi maupun praktik bisnisnya. UMKM adalah oase yang menyediakan solusi bagi pemerintah dalam penciptaan lapangan kerja.

Jumlah UMKM yang bertambah secara eksponensial berbarengan dengan penyerapan tenaga kerja yang tinggi berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

Dengan menguasai 99 persen dari keseluruhan unit usaha, sudah pasti peran UMKM sangat besar dalam medorong kegiatan ekonomi produktif. Jika kita menelusuri kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia selama ini, nilai kontribusi yang diberikan masih signifikan untuk dikatakan sebagai sektor dengan kontributor terbesar. 

Kontribusi lainnya adalah meningkatkan kesejahteraan melalui penyediaan lapangan kerja sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat. UMKM juga berperan dalam distribusi pendapatan yang bisa mengurangi angka kemiskinan. 

Bangsa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah masifnya aktivitas perdagangan digital. Produk-produk dalam negeri khususnya UMKM harus bisa mengisi pasar daring domestik dan mancanegara.

"Kita harus membanjiri marketplace. UMKM, koperasi harus membanjiri marketplace dengan produk-produk dalam negeri, produk-produk UMKM kita," kata Presiden Joko Widodo.

Pernyataan Presiden ini sangat monumental maknanya bagi perkembangan UMKM saat ini. Sudah saatnya produk-produk UMKM kita go online bahkan go international, karena eksis-tensinya sudah sangat kuat. Para pelaku UMKM diminta oleh Presiden agar lebih inovatif dalam berproduksi sehingga tidak kalah bersaing di pasar dunia.

Pernyataan Presiden itu juga sangat positif dan memiliki energi yang kuat untuk mendorong kemajuan UMKM ke depan nanti. Untuk membanjiri lokapasar (marketplace), produk-produk UMKM harus bisa berkompetisi dari segi harga, kualitas, inovasi, hingga ketersediaan stok. Semua aspek ini harus dijaga konsistensinya sehingga kepercayaan pasar terhadap produk-produk UMKM tetap tinggi. Jika kepercayaan pasar sudah diraih peluang untuk menjadi raja di marketplace lokal sudah sulit untuk digeser.

Presiden Jokowi mengusulkan agar UMKM didorong untuk masuk ke dalam loka pasar daring (online marketplace) dengan penggunaan produk dalam negeri secara masif dalam pasar masyarakat Indonesia sendiri. 

Program ini harus dipromosikan secara terus menerus seiring dengan meningkatnya potensi ekonomi digital yang diprediksi naik 8 kali lipat dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. 

Pemerintah selaku pembina sekaligus pembuat regulasi tentang UMKM tentu memiliki keberpihakan yang kuat kepada UMKM. Pemerintah akan mengondisikan transformasi digital UMKM untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital Indonesia yang besar tersebut. 

Transformasi digital UMKM akan digenjot terus agar implementasi digitalisasi UMKM bisa terwujud lebih cepat. Digitalisasi UMKM ini sendiri akan diakselerasikan dengan perluasan akses pasar, peningkatan kualitas SDM, serta peningkatan kualitas dan kuantitas produksi.

Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan selalu menyampaikan pentingnya percepatan transformasi digital UMKM. Presiden telah menargetkan tahun 2024 harus ada 30 juta UMKM yang naik kelas dan masuk ke dalam lokapasar daring di seluruh dunia. 

Presiden membagi target tersebut melalui lini masa (time line) yang sangat visibel. Tahun 2022 harus mencapai target 20 juta, meningkat 24 juta di tahun depan tahun 2023 dan 30 juta di tahun 2024. Mengangkat 30 juta UMKM ke dalam bisnis digital merupakan upaya yang serius dari pemerintah untuk mengembangkan UMKM supaya bisa naik kelas dari usaha lokal menjadi bisnis global.

Jadi yang namanya digitalisasi UMKM sekarang ini wajib hukumnya sehingga semua UMKM diharapkan bisa segera masuk ke dunia daring apa pun platformnya. Digitalisasi UMKM merupakan proses perubahan model bisnis UMKM dari teknologi analog menjadi teknologi digital. Data-data UMKM akan diubah ke da-lam bentuk kode digital biner agar dapat dibaca oleh sistem secara umum di seluruh dunia. 

Perubahan ini bisa meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja UMKM sehingga waktu dan seluruh sumber daya yang dimiliki dapat diolah seoptimal mungkin untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Kementerian Koordinator Perekonomian telah menggariskan bahwa salah satu satu upaya untuk meningkatkan daya saing UMKM adalah dengan memanfaatkan peluang integrasinya ke dalam pasar global melalui Global Value Chain (GVC) maupun Global E-Commerce (GEC). 

Integrasi ke dalam GVC dapat dilakukan dalam bentuk ekspor tidak langsung melalui agregator domestik maupun perusahaan afiliasi asing. Tantangan yang akan menjadi pekerjaan rumah terhadap UMKM ke depan adalah mengatasi kesenjangan dalam inovasi, teknologi, dan literasi digital.

Kesempatan untuk mengembangkan pasar UMKM secara daring masih sangat luas. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan, di In-donesia tercatat ada 123,3 juta pengguna aktif internet dan 106 juta pengguna aktif media sosial. Besarnya angka pengguna internet dan media sosial tersebut merupakan ceruk pasar yang besar dan sangat prospektif dalam bisnis online. 

Karena itulah hasil akhir dari digitalisasi UMKM jangan sampai hanya berupa platform digital, melainkan harus bisa menjadi pemain global yang berorientasi ekspor. Dan ini akan menjadi grand design model bisnis UMKM Indonesia ke depan, sehingga semua stakeholder dari Kementerian atau Lembaga (K/L) yang hendak membuat kebijakan atau program pengembangan UMKM bisa mengacu kepada grand design ini.

Grand design ini juga disiapkan untuk  menangkap kesempatan bagi pengembangan UMKM ditengah globalisasi dan ketatnya kompetisi di pasar dunia. Kesempatan tersebut antara lain, mengembangkan dan memperluas jangkauan pasar UMKM dengan memanfaatkan teknologi dan interkonektivitas yang kian meningkat di tingkat domestik dan global.

Merancang bisnis UMKM dari skala lokal menjadi global melalui digitalisasi UMKM merupakan bukti komitemen pemerintah untuk mempertahankan kesinambungan usaha yang sudah menjadi tulang punggung perekonomian nasional selama ini. 

Inisiatif digitalisasi ini merupakan langkah strategis dalam mempromosikan UMKM dan produk-produknya secara masif dan global, sembari mengakselerasi kesenjangan UMKM dalam inovasi, teknologi, dan literasi digital.


Sumber: https://www.kompasiana.com/sultaniesdete/666a72f3ed641519270c8d13/menggerakkan-umkm-menjadi-bisnis-global-dengan-digitalisasi?page=5&page_images=1


Wednesday, June 12, 2024

Pemerintah Targetkan 30 Juta UMKM Masuk Platform Digital Akhir 2024

 


PEMERINTAH dalam hal ini, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), terus mendorong digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sampai dengan akhir tahun ini ditargetkan 30 juta usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) onboarding pada platform digital.

"Hingga akhir 2023 terdapat sekitar 25 juta pelaku usaha atau sekitar 39% dari total jumlah UMKM yang ada di Indonesia," ujar Plh Deputi IV Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud di Jakarta pada Rabu (12/6).

Digitalisasi UMKM, sambung Musdhalifah, tidak cukup hanya onboarding. Proses onboarding UMKM ke dalam platform digital merupakan peluang untuk mendorong UMKM bisa naik kelas melalui akses kepada teknologi dan pasar yang lebih luas.

"Agar bisa memanfaatkan sepenuhnya keberadaan platform digital, UMKM perlu didukung melalui pembinaan dan pendampingan untuk memperkuat manajemen dan tata kelola bisnisnya, sehingga bisa melakukan diversifikasi produk, meningkatkan kualitas produk, bahkan hingga membuka akses kepada

Saat ini Kemenko Perekonomian telah melakukan proses pengoordinasian antarpemangku kepentingan, seperti K/L terkait, asosiasi, akademisi, dan pelaku industri terkait dengan digitalisasi untuk UMKM.

Adapun beberapa program digitalisasi UMKM yang selama ini melibatkan Kemenko Perekonomian antara lain ialah Program Bangga Buatan Indonesia bersama dengan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), pembinaan, pelatihan, inisiasi pengembangan program terkait digitalisasi UMKM bersama dengan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM), serta perluasan infrastruktur digital nasional oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Kemenkominfo). (Z-2)


Sumber: https://mediaindonesia.com/ekonomi/677654/pemerintah-targetkan-30-juta-umkm-masuk-platform-digital-akhir-2024

Tuesday, May 7, 2024

Menkominfo: UMKM Lokal Bisa Uji Perangkat di IDTH secara Gratis

 


Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja meresmikan Indonesia Digital Test House (IDTH) sebagai pusat pengujian perangkat berstandar internasional.

Jokowi menyebut pusat pengujian yang berlokasi di Tapos, Depok ini merupakan yang terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara.

Dalam acara peresmian IDTH, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal bisa melakukan pengujian perangkat dan pengembangan inovasi di IDTH secara gratis.

"Kami memberikan perhatian serius untuk memfasilitasi pelaku industri lokal dan UMKM agar dapat melakukan pengujian perangkat dan pengembangan inovasi dengan memanfaatkan berbagai peralatan yang ada di IDTH. Khusus untuk UMKM kita gratiskan," kata Budi, dikutip dari Antara, Selasa (7/5/2024).

Ia menambahkan pelaku UMKM yang memiliki perangkat telekomunikasi maupun inovasi baru bisa mengajukan permohonan ke IDTH.

"Pokoknya untuk yang dalam negeri, misalnya kamu nemuin alat ini, ini kalau perlu biaya lagi kan memberatkan. Nah ini kita gratiskan pokoknya," ucap Budi Arie.

Ia menjelaskan, IDTH tidak hanya berperan sebagai pusat pengujian, tetapi juga sebagai pusat keunggulan perangkat digital.

Budi Arie berharap para praktisi, pakar, dan peneliti dapat berkolaborasi untuk melahirkan berbagai inovasi teknologi serta menggunakan fasilitas tersebut untuk menguji inovasi.

Menurut Presiden Jokowi, IDTH merupakan wajah baru dari Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT) sebagai pusat sertifikasi perangkat digital terdepan di Kawasan Asia Tenggara.

"Saya bersyukur sekarang kita memiliki Indonesia Digital Testing House, pusat pengujian perangkat yang berstandar internasional yang tadi telah disampaikan oleh Menteri Kominfo, terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara," tutur Presiden Jokowi seperti dikutip dari Antara, Selasa (7/5/2024).

Tidak hanya meresmikan, Presiden Jokowi juga melakukan peninjauan di fasilitas tersebut. Ia menuturkan, seluruh ruangan dan fasilitas telah dilengkapi dengan perangkat yang sangat modern.

Dengan fasilitas yang sangat modern tersebut, Presiden menuturkan, anggaran untuk membangun IDTH menghabiskan sekitar Rp 980 miliar.

"Jadi, kalua peralatannya super canggih seperti itu ya enggak kaget, karena anggarannya gede. Dan, saya tahu pengujian perangkat ini memiliki peran yang sangat krusial, seluruh perangkat digital diuji di tempat ini," tutur Presiden.

Nantinya, Presiden menuturkan, seluruh perangkat seperti laptop, ponsel, TV digital, handy talky hingga radar diuji di IDTH. Perangkat tersebut diuji untuk memastikan standar keamanan, standar kesehatan, dan standar keselamatan bagi masyarakat pengguna perangkat digital.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga berharap IDTH tidak hanya sekadar menjadi tempat uji sertifikasi, tapi juga menghasilkan inovasi dan memperkuat ekosistem teknologi digital lokal.

Untuk itu, Presiden meminta Kementerian Kominfo untuk terus mendorong riset dan pengembangan, termasuk menggandeng perguruan tinggi serta startup dan UMKM untuk mendorong riset maupun paten.

Dengan demikian, IDTH dapat mendukung pengembangan pengujian sekaligus sertifikasi produk lokal agar perangkat digital dalam negeri tersebut mampu bersaing.

"Digitalisasi menjadi basis bagi pengembangan industri dan ekonomi dalam negeri dengan menempatkan produsen lokal menjadi raja di negeri sendiri," tuturnya.


Sumber: https://www.liputan6.com/tekno/read/5590509/menkominfo-umkm-lokal-bisa-uji-perangkat-di-idth-secara-gratis?page=4

Monday, April 29, 2024

Pemanfaatan Teknologi, Transformasi Digital dan Tantangan Bagi Sistem Pendidikan Indonesia



Tangerang, Gatra.com - Pemanfaatan teknologi tidak bisa dipisahkan dari aspek kehidupan manusia. Manusia memerlukan teknologi agar memudahkan pekerjaan sehari-hari lebih efisien. Sebagai contoh teknologi komunikasi yang saat ini semakin berkembang dan inovatif sehingga jarak tidak lagi menjadi relevan.

Begitu pula dalam dunia pendidikan yang memerlukan teknologi untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar demi menuju Indonesia Emas 2045. Terutama potensi pendidikan di Indonesia yang luar biasa dan terkait adopsi teknologinya sangat beragam.

Meskipun begitu, Olivia mengatakan kerap menemukan beberapa tantangan bagi sistem pendidikan di Indonesia diantaranya adalah tantangan infrastruktur yang dirasakan baru sebagian daerah yang fully supported dan terdapat juga daerah yang masih minim insfrastruktur konektivitas pada beberapa daerah di Indonesia.

Kemudian tantangan kedua adalah SDM (Sumber Daya Manusia) yang menjadi fokus dari Google adalah meningkatkan kemampuan para guru. Dikarenakan transformasi digital tidak bisa terjadi di dalam pendidikan kalau tenaga pendidik tersebut ditinggalkan.

Dan menurut Olivia diantara tantangan tersebut terdapat yang paling susah adalah mindset baik dari sisi pengajar bahkan orang tua dan komunitas. Dan pemahaman mindset ini membutuhkan waktu, proses dan kolaborasi dari semua pihak.

"Bagaimana caranya kita bisa mengubah mindset tersebut bahwa teknologi hadir bukan untuk mengganggu proses belajar mengajar tapi lebih kepada meningkatkan untuk supaya pengalaman pembelajaran jauh lebih positif, bermakna dan efektif," tambahnya.

Dari segi support Olivia akui peran pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI memberikan dukungan dari sisi ekosistem, lingkungan dan regulasi.

"Pak Nadiem (Mendikbud) sangat suportif terhadap pemanfaatan teknologi. Beliau melihat bagaimana pemanfaatan teknologi yang tepat bisa membantu meningkatkan pengalaman pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif," tutupnya.

Sebagai informasi, PT Reformasi Generasi Indonesia (REFO) telah sukses menggelar G-Schools Indonesia Summit (GSIS) 2024. Dengan mengundang lebih dari 300 peserta yang terdiri dari pemimpin, pengambil keputusan, dan influencer dari sekolah-sekolah pengguna produk dan layanan Google for Education di seluruh Indonesia.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/pemanfaatan-teknologi-transformasi.html

Sunday, April 28, 2024

Teknologi Penerbit Digital untuk Monetisasi Pemirsa



DEPRESIASI cookie, hilangnya sinyal-sinyal perangkat yang dapat diidentifikasi, dan regulasi privasi telah memberikan banyak tantangan bagi penerbit yang ingin memonetisasi pemirsa dengan iklan yang mampu meraih tujuan finansial. Penerbit digital juga bersaing dengan berbagai platform sosial raksasa yang tidak dapat dikalahkan dalam hal skala dan sumber daya pengeluaran iklan. 

Maka dari itu, penerbit harus menggunakan berbagai macam solusi teknologi pintar yang melakukan banyak hal sambil menangani objektif-objektif komersial. Rangkaian teknologi penerbit milik MGID ialah suatu pilihan alat-alat komprehensif yang menyediakan para penerbit digital dengan satu tujuan untuk segala aspek dari manajemen dan monetisasi pemirsa, memberikan peningkatan click through rates (CTR) 1,5x untuk kampanye periklanan, dan peningkatan CTR untuk rujukan internal antara 3x dan 6x.

"Tim kami mengembangkan rangkaian teknologi penerbit MGID dan menjamin bahwa semua alat-alat yang diberikan ramah pengguna tanpa memandang kepandaian teknis, sehingga penerbit berskala kecil masih dapat bersaing dengan siapa saja. Monetisasi ialah salah satu dari tantangan-tantangan terbesar bagi para penerbit digital dan kami akan terus mendukung pertumbuhan mereka di masa depan," jelas CEO MGID Sergii Denysenko dalam keterangan tertulis, Senin (29/4).

Karena itu, MGID memenangkan penghargaan perunggu Stevie Award dalam ajang Asia-Pacific Stevie Awards kesebelas tahun ini untuk kategori Inovasi dalam Perkembangan Teknologi. Asia-Pacific Stevie Awards ialah satu-satunya program penghargaan bisnis yang mengakui inovasi tempat kerja di 29 pasar di kawasan Asia-Pasifik. 

Stevie Awards secara luas dianggap sebagai penghargaan bisnis utama dunia yang menghormati pencapaian di tempat kerja dalam program seperti The International Business Awards selama 22 tahun. Lebih dari 1.000 nominasi dari berbagai organisasi di seluruh kawasan Asia-Pasifik dipertimbangkan tahun ini dalam sejumlah kategori. (Z-2)


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/teknologi-penerbit-digital-untuk.html

Wednesday, April 17, 2024

Transformasi Teknologi dalam Pendidikan Anak di Era Digital

 

Dalam beberapa dekade terkahir, teknologi membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Teknologi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tak hanya mengubah cara kita berkomunikasi, bekerja, atau bermain, teknologi juga memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan, khususnya dalam dunia pendidikan anak.  Peran teknologi dalam pendidikan anak tidak bisa diabaikan karena memberikan berbagai manfaat yang sangat berharga. Teknologi telah membawa dampak yang luar biasa dalam kemajuan pendidikan, membuka pintu untuk para pendidik khususnya dalam memberikan pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan inklusif bagi anak-anak. 


Salah satu peran teknologi yang paling kentara adalah kemampuan teknologi untuk dapat meningkatkan aksesibilitas terhadap pendidikan. Melalui internet, anak-anak dapat mengakses berbagai sumber belajar seperti video, artikel, e-book, dan sumber daya pendidikan lainnya yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Hal tersebut sangat memudahkan anak-anak yang tinggal di daerah terpencil atau yang memiliki keterbatasan dalam mengakses pendidikan formal untuk tetap belajar dimanapun dan kapanpun.

Adanya teknologi juga memungkinkan pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Dengan adanya aplikasi dan perangkat lunak pendidikan yang interaktif, anak-anak dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan menantang. Misalnya, belajar matematika melalui permainan komputer yang menyenangkan atau mempelajari sains melalui simulasi yang menarik. 


Di Indonesia sendiri terdapat banyak platform belajar yang dapat membantu anak-anak dalam belajar secara online tentu saja dengan memanfaatkan teknologi di era digital seperti saat ini salah satunya adalah platform Kumon Digital. Anak-anak dapat belajar banyak hal seperti Les matematika online, Kursus bahasa inggris online, dan masih banyak lagi. Selain itu, platform ini juga memfasilitasi anak-anak untuk dapat mengikuti bimbel matematika anak, les bahasa inggris anak. Kumon digital juga telah banyak dipercaya oleh masyarakat karena kumon memiliki KUMON CONNECT yang merupakan cara terbaru belajar Kumon secara digital yang dibuat dengan tujuan untuk dapat menjalin kedekatan antara anak-anak, orang tua, dan Pembimbing Kumon. Tentu saja hal tersebut sangat menarik. Adanya teknologi-tekonologi tersebut memungkinkan terwujudnya pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. 


Adanya perangkat lunak pembelajaran yang cerdas, guru juga dapat menyesuaikan materi dan metode pembelajaran di kelas yang sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar anak-anak. Hal ini membantu setiap anak untuk belajar secara efektif sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Berikut ini merupakan contoh peranan teknologi dalam pendidikan anak.


1. Aksesibilitas Pendidikan

Salah satu peran utama teknologi dalam pendidikan anak adalah meningkatkan aksesibilitas terhadap pendidikan. Melalui internet, anak-anak dapat mengakses berbagai sumber belajar seperti video, e-book, dan sumber daya pendidikan lainnya yang dapat diakses secara fleksibel. Hal tersebut tentu saja sangat bermanfaat bagi anak-anak yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan.


2. Pembelajaran Interaktif dan Menarik

Teknologi memungkinkan adanya pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Dengan adanya aplikasi dan perangkat lunak pendidikan yang interaktif, anak-anak dapat belajar dengan lebih menyenangkan dan menantang. Misalnya, belajar matematika melalui permainan yang ada di komputer atau mempelajari sains melalui simulasi yang menarik.


3. Pembelajaran yang Disesuaikan

Teknologi juga memungkinkan adanya pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Adanya perangkat lunak pembelajaran yang cerdas, seperti AI, AR dan lain-lain. Guru dapat menyesuaikan materi dan metode pembelajaran sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar anak-anak. Hal ini membantu setiap anak untuk dapat belajar secara efektif sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.


4. Pengembangan Keterampilan Digital

Penggunaan teknologi dalam pendidikan juga membantu anak-anak untuk dapat mengembangkan keterampilan digital yang penting dalam era digital ini. Anak-anak belajar serta dibekali ilmu untuk dapat menggunakan berbagai perangkat dan aplikasi teknologi, yang merupakan keterampilan yang sangat berharga di masa depan.

Dampak adanya Teknologi untuk Pendidikan


Meskipun memiliki banyak manfaat, penggunaan teknologi dalam pendidikan anak juga memiliki dampak negatif yang perlu diperhatikan. Misalnya, terlalu banyak waktu yang dihabiskan di depan layar dapat mengurangi interaksi sosial anak-anak dan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan penglihatan dan gangguan tidur. Selain itu, ketergantungan terhadap teknologi secara berlebihan juga dapat menyebabkan anak kehilangan kemampuan untuk belajar secara mandiri atau berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitar. Penggunaan teknologi yang tidak terkendali dalam kelas juga dapat mengganggu proses pembelajaran. Misalnya, mengizinkan menggunakan ponsel selama pembelajaran juga dapat mengalihkan fokus perhatian anak pada saat pembelajaran.


Secara keseluruhan, teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan anak. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif, menyenangkan, dan inklusif bagi anak-anak di era digital ini. Namun, penggunaan teknologi juga perlu diimbangi dengan pengawasan dan pendampingan yang tepat agar anak-anak dapat menggunakan teknologi secara positif dan produktif. Orang tua dan guru perlu mengawasi penggunaan teknologi oleh anak-anak agar tidak disalahgunakan atau digunakan untuk hal-hal yang negatif yang kurang bermanfaat. Selain itu, adanya teknologi juga tidak dapat menggantikan peran guru yang masih sangat penting dalam mendidik dan membimbing anak-anak. Oleh karena itu, secanggih, sepintar apapun teknologi khususnya dalam bidang pendidikan, peran guru tetap akan selalu dibutuhkan.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/transformasi-teknologi-dalam-pendidikan.html

Monday, April 15, 2024

Bantu UKM Mulai Bisnis dengan Teknologi AI CRM

 

PELAKU UKM mendominasi setidaknya 99% bisnis di Indonesia dengan total lebih dari 62 juta unit usaha dan berkontribusi lebih dari 61% terhadap PDB Indonesia. Saat ini, banyak UKM Indonesia yang sangat membutuhkan bantuan untuk meningkatkan skala bisnis mereka melalui digitalisasi. Studi menunjukkan bahwa 60% UKM di Indonesia telah merasakan manfaat digitalisasi terhadap bisnis mereka, semisal kemudahan dalam mencari penyedia barang dan jasa serta menjangkau pelanggan.

"UKM memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkontribusi secara signifikan terhadap bisnis dan lapangan kerja. UKM biasanya kesulitan untuk meningkatkan skala bisnis mereka ke tahap pertumbuhan lebih lanjut karena keterbatasan sumber daya untuk mengelola proses yang lebih kompleks. Upaya menemukan cara-cara baru guna meningkatkan efisiensi dan melakukan inovasi sangat penting dilakukan untuk menghadapi tantangan dan lanskap bisnis yang semakin kompetitif," ujar Sujith Abraham, Senior Vice President dan General Manager Salesforce ASEAN. 

Karena itu, Salesforce meluncurkan edisi terbaru Pro Suite yang tersedia di pasar Indonesia. Ini merupakan solusi yang fleksibel, terukur, dan lengkap untuk membantu usaha kecil dan menengah (UKM) memulai dan mengembangkan bisnis mereka menggunakan teknologi AI (artificial intelligence) CRM. Didukung Platform Einstein 1 dan Data Cloud dari Salesforce, Pro Suite dapat membantu pelanggan meningkatkan operasi bisnis mereka melalui satu solusi yang praktis dan mudah digunakan.

Dengan menggunakan Pro Suite, UKM dapat mengidentifikasi data yang terpisah di seluruh sistem teknologi dan departemen serta menciptakan 360 derajat visibilitas pelanggan dengan Data Cloud. Hal tersebut mendukung CRM, AI, otomatisasi, dan analitik di seluruh proses bisnis.

UKM juga dapat meningkatkan proses menarik calon pelanggan dengan menggunakan format kampanye, personalisasi konten, dan analisis performa untuk menjangkau prospek dengan pesan yang tepat pada waktu yang tepat. Ini pun mendorong penjualan yang lebih cepat dengan estimasi, penawaran, dan pembayaran online langsung untuk mempermudah perolehan pendapatan.

Manfaat lain, UKM dapat menjawab pertanyaan pelanggan secara cepat dengan kapabilitas berbicara dan memberikan pesan secara langsung yang tersedia pada website dan aplikasi pelanggan. UKM pun mampu memaksimalkan keunggulan AI CRM melalui AppExchange salesforce marketplace, tersedia berbagai penyedia solusi cloud perusahaan yang terpercaya, dengan ekosistem yang terdiri dari aplikasi dan tim ahli untuk membantu mendorong kesuksesan di berbagai industri, departemen, atau produk.

Pro Suite mengembangkan kemampuan Starter Suite oleh Salesforce, aplikasi CRM terpadu yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI) sehingga dapat membantu UKM menjangkau, mendapatkan hingga mempertahankan pelanggan. Salesforce meluncurkan Starter Suite pada 2023 untuk membekali UKM dengan CRM yang sederhana serta berbeda dari yang sudah ada dan dengan fitur yang mudah digunakan. Sistem ini memungkinkan karyawan untuk mengerjakan tugas-tugas penting dengan cepat, termasuk melacak prospek penjualan, menangani kasus layanan pelanggan, mengirim email ke pelanggan, dan mencatat pembayaran langsung.

"Pro Suite membantu UKM untuk mengurai data silos yang menjadi penghambat mereka dalam menggunakan AI dan otomatisasi, serta menciptakan sistem yang terintegrasi untuk data pelanggan dengan Data Cloud. Ini merupakan inti dari terjalinnya hubungan yang lebih dalam dengan pelanggan," ujarnya. Pro Suite dibanderol dengan harga US$100 per pengguna setiap bulan. (RO/Z-2)

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/bantu-ukm-mulai-bisnis-dengan-teknologi.html

Monday, January 4, 2021

Tingkatkan Produktivitas UKM, ITS Rancang Dandang Lontong Berteknologi


Liza Rusdiyana ST MT (kanan) bersama dengan salah satu pelaku UKM di Kampung Lontong, Surabaya. Foto/Dok/Humas ITS

ITS kembali menjawab permasalahan di masyarakat dengan inovasi barunya. Kali ini berupa dandang lontong berteknologi yang dirancang tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) ITS untuk meningkatkan produktivitas Usaha Kecil Menengah (UKM).

Dosen Departemen Teknik Mesin Industri (DTMI) ITS Liza Rusdiyana menjelaskan, dandang lontong berteknologi ini mampu meningkatkan tiga kali kapasitas sekali produksi. Jika pada umumnya hanya berisi 150-200 lontong, dandang rancangan dosen ini bisa menampung 660 lontong sekali produksinya. 

Bagi pelaku UKM, peningkatan kapasitas produksi adalah hal yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi ketika pesanan membludak. “Sehingga keuntungan yang didapatkan nantinya pun bisa menjadi lebih besar,” katanya melalui siaran pers, Senin (4/1).

Lebih dari hal itu, dandang tersebut juga mampu meningkatkan daya tahan kualitas dari lontong. ”Sebelumnya dalam waktu 12 jam saja (lontong) sudah basi, tapi dengan sentuhan teknologi ini bisa bertahan dua sampai tiga hari,” ungkap Liza.

Dari percobaan yang dilakukan Liza dan tim, dandang bertekanan itu terbukti mampu mematangkan lontong dua jam lebih cepat dari waktu normal yang membutuhkan enam jam lamanya. Dampak lainnya, penggunaan bahan bakar juga mampu ditekan 50 % lebih hemat. 

Diakui Liza, prinsip dari dandang berteknologi ini sebenarnya hanya dengan mengombinasikan dandang biasa dengan sistem presto. Di dalamnya juga terdapat keranjang bersusun supaya lontong tidak mengambang, tetap tersusun rapi dan rapat.

Dibuat bersama dengan tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) DTMI, dandang ini dilengkapi dengan pengatur tekanan dan sistem pembuangan air. “Dengan mengikuti prosedur penggunaannya, ternyata lontong yang dihasilkan dapat memiliki tekstur yang halus,” tuturnya.

Saat ini, sambung Liza, dandang berteknologi ini telah diterapkan ke beberapa UKM di daerah Kampung Lontong, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya pada Desember 2020 lalu.

Menurut Liza, masyarakat yang banyak menjadi produsen lontong tersebut mengaku terbantu dengan adanya dandang berteknologi ini karena bisa meningkatkan pendapatannya.

sumber : https://edukasi.sindonews.com/read/290388/211/tingkatkan-produktivitas-ukm-its-rancang-dandang-lontong-berteknologi-1609812077