Showing posts with label pelatihan. Show all posts
Showing posts with label pelatihan. Show all posts

Thursday, June 6, 2024

Wabup H. Ardani Membuka Pelatihan Digital Marketing Bagi Pelaku UKM

 


OGANILIR.CO-Wakil Bupati (Wabup)  Ogan Ilir H. Ardani SH, MH, didampingi Ketua I TP PKK Faizah Ardani, membuka Pelatihan Kesehatan Mandiri (Self Asessment) bagi pengurus Koperasi dan Pelatihan Digital Marketing terhadap  Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kabupaten Ogan Ilir. Berlangsung  di Hotel Grand Duta, Palembang, Rabu 5 Juni 2024.

Kepala Disperindagkop dan UKM M Tapip mengatakan pelatihan digital marketing ini dapat berperan penting bagi pelaku usaha untuk mengoptimalkan media digital sebagai salah satu media untuk pemasaran.

“Media digital ini seperti yang kita ketahui, memiliki jangkauan yang sangat luas. Sehingga produk-produk pelaku UMKM ini mendapat akses pasar yang lebih luas pula"jelas M Tapip.

Melalui pelatihan ini lanjut M Tapip agar kepada seluruh pelaku UMKM untuk saling mendukung sesame, sehingga target  bisa di capai.

Sementara itu Wabup H. Ardani mengatakan seiring dengan pesatnya perkembangan pasar pada era modernisasi dan digitalisasi, kesempatan usaha mikro untuk memasuki dan menembus jangkauan pangsa pasar dengan cukup luas menjadi terbuka lebar.

“Sehingga, peluang untuk melakukan interaksi promosi dan pemasaran lebih mudah dilakukan oleh para pelaku usaha" tuturnya .

Wabup H. Ardani menambahkan saat ini kreatifitas para pedagang di era digital juga menjadi kunci terhadap kemajuan usaha. Perkembangan zaman hari ini juga mendukung atas kemajuan digital marketing.

“Saya berharap para peserta juga dapat memaksimalkan kesempatan yang ada. Sehingga wawasan dan pengetahuan para peserta menjadi semakin kreatif dan inovatif,’’ujarnya.

Dan dengan adanya pelatihan digital marketing ini, diharapkan dapat meningkatkan pula wawasan dan pengetahuan para peserta. Sehingga hal tersebut juga meningkatkan kreatifitas dan inovatifnya.(**)


Sumber: https://oganilir.disway.id/read/17377/wabup-h-ardani-membuka-pelatihan-digital-marketing-bagi-pelaku-ukm

Monday, June 3, 2024

PEMBERDAYAAN EKONOMI: Diskominfo DIY Latih E-Bussiness UKM di Sleman

 


SLEMAN—Dinas Komunikasi dan Informatika DIY ikut mendampingi Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di DIY untuk kemudahan memasarkan produknya.

Salah satu yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Pelatihan E-Bussiness dengan tajuk Pelatihan Digital Marketing bagi Pelaku UKM Menuju Bisnis Online. Tak sekadar memberikan kemudahan jaringan akses, Diskominfo DIY juga mendampingi UKM memanfaatkan jaringan Internet untuk memperluas pasarnya melalui bisnis daring.

"Pelatihan E-Bussiness dari Diskominfo DIY sudah termasuk program kegiatan yang rutin setiap tahun. Terkait dengan pelatihan UMKM ini ada kaitannya dengan bantuan jaringan Wifi. Makanya sasarannya UMKM yang sudah difasilitasi dari yang mendapat jaringan Wifi untuk memberdayakan usahanya," ujar Pranata Humas Ahli Muda Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Wiwik Lestariningrum, di Joglo Priyangga, Saren, Sumberahayu, Moyudan, Senin (3/6/2024).

Wiwik menjelaskan pada 2024 ini, ada 50 lokasi yang akan disasar Diskominfo DIY dalam program Pelatihan E-Bussiness. Puluhan titik tersebut tersebar di empat kabupaten dan satu kota di DIY. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan digital marketing ini, Wiwik berharap pasar produk UKM di DIY dapat makin luas lagi.

Tak hanya merambah pasar nasional, lewat Pelatihan E-Bussiness yang diadakan Wiwik berharap pelaku UKM juga bisa menembus ekspor pasar internasional. "Harapan kita ke depannya itu UMKM yang ada di Sumberahayu, Moyudan, Sleman lebih berkembang lagi dan lebih bisa meningkatkan perekonomiannya. Sehingga bisa membawa kontribusi ke depannya lebih maju dan bisa menjualnya semakin luas," ujarnya.

Pahami Bisnis

Anggota DPRD DIY, Syukron Arif Muttaqin yang hadir sebagai pemateri dalam pelatihan tersebut menilai kegiatan ini dapat memberikan pemahaman bagi pelaku UKM yang berasal dari berbagai usia.

Mereka nantinya bisa mengenal dan memahami bisnis berbasis daring. Setelah memahami skema bisnis daring, pelalu UKM bisa mengembangkan bisnisnya melalui platform daring yang tersedia.

"Hari ini kita tahu dunia bisnis itu sudah berubah," ungkapnya.

Syukron menambahkan meski pasar-pasar rakyat terus hidup, pasar-pasar daring juga berkembang pesat. Karenanya, kata Syukron, dengan adanya program Pelatihan E-Bussiness ini akan bisa memberikan pengetahuan kepada pelaku UKM untuk menyelenggarakan transaksi jual beli berbasis daring.

Saking pentingnya pelatihan ini, Syukron berpandangan jika kegiatan ini harus digencarkan di seluruh wilayah DIY.

"Ini penting, sampai kampung-kampung. Banyak masyarakat yang tidak tahu, tidak mengenal [digital marketing]," ungkapnya.

Selain Syukron, pelatihan ini juga menghadirkan Peneliti UNU Jogjakarta, Sunaji Zamroni, yang mengusung topik Pemberdayaan Masyarakat untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Content Creative Infotekno, Nova Ardiyanto, yang langsung mengajari praktik membuat konten dengan aplikasi Canva.

Sunaji menekankan bagaimana potensi di lingkungan masyarakat bisa terintegrasi dari hulu ke hilir. Misal bila di Sumberahayu punya potensi ikan, maka harusnya pakan, ikan hingga olahan ikannya nanti dikelola oleh warga sendiri. Ada warga yang menyuplai pakannya, ada yang berfokus pada budi dayanya maupun nanti kelompok yang mengolah hasil ikannya menjadi produk nugget hingga abon. "Jadi mutar, nanti jadi duit itu ya masing-masing dapat," kata dia. (***)


Sumber: https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2024/06/03/512/1176702/pemberdayaan-ekonomi-diskominfo-diy-latih-e-bussiness-ukm-di-sleman

Thursday, April 18, 2024

Dukung Transformasi Digital UMKM, Diskominfo DIY Gelar Pelatihan E-Business

 

BANTUL—Sebanyak 30 orang perwakilan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, mengikuti pelatihan E-Business dengan tema Pelatihan Digital Marketing bagi Pelaku UMKM menuju Bisnis Online di Kantor Kalurahan Gadingsari, Sanden, Bantul, Kamis (18/4/2024).

Pelatihan yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY dengan menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) tersebut dimaksudkan agar usaha para pelaku UMKM naik kelas menghadapi digitalisasi teknologi informasi di masa kini.

Pranata Humas Muda Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Wiwik Lestariningrum mengungkapkan pelatihan teknis bagi pelaku UMKM sangat penting sebab 99% pelaku bisnis di DIY adalah UMKM. “Harapannya dengan ponsel, bapak-ibu peserta pelatihan ini bisa nambah omzetnya secara nyata. Dan nanti pasti berkelanjutan," ujar Wiwik saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Selain itu, dengan adanya pelatihan E-Business ini, kata Wiwik, Diskominfo DIY berkomitmen terus mendukung pengembangan UMKM DIY agar dapat bertransformasi ke arah yang lebih digital dan berdaya saing. “Nantinya peserta pelatihan diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan dalam pelatihan ini guna memperluas jangkauan pemasaran mereka,“ katanya.

Adapun, metode pelatihan yang diterapkan, kata Wiwik, adalah dengan menggabungkan antara penyampaian materi dengan diskusi peserta dan narasumber.

Untuk materi yang diberikan, tidak hanya soal pemberdayaan masyarakat untuk kesejahteraan, akan tetapi cara pembuatan reels di Instagram dan TikTok untuk keperluan branding serta praktik memunculkan produk di halaman utama pada Instagram dan juga Youtube dengan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya.

“Termasuk pembuatan WhatsApp BisnisFacebook Bisnis juga. Jadi kami padukan antara pemberdayaan dan praktik,” imbuh pendiri Alterasi Indonesia yang juga sekaligus peneliti di UNU Jogja, Sunaji Zamroni yang menjadi salah satu narasumber kegiatan.

Sunaji mengungkapkan, ada banyak faktor yang  mempengaruhi keberdayaan dalam suatu kelompok masyarakat. Tidak hanya kesehatan, ada sosial budaya, pendidikan dan penguasaan akses sumber kemajuan ekonomi. “Semuanya itu berpengaruh atas keberhasilan masyarakat untuk berkembang dan maju atau malah semakin tertinggal ke depannya,” katanya.

Sunaji berharap agar pelaku UMKM bisa mengadopsi berbagai macam bentuk pemberdayaan di wilayahnya masing-masing di antaranya berupa pengorganisasian masyarakat, penguatan kelembagaan, penguatan SDM dan pengembangan usaha ekonomi, kapasitas sosial, budaya dan politik di kelompok masyarakat itu sendiri.

“Selain itu, para UMKM juga diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan dalam pelatihan ini untuk perluasan jangkauan pemasaran,” harap Sunaji.

Sementara itu, Nova Ardiyanto, Konten Kreatif Infotekno lebih menekankan pemanfaatan pengguna media sosial di Indonesia, terutama di Instagram.

Dia mengatakan jumlah pengguna aplikasi berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna mengambil foto, mengambil video, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial saat ini cukup besar. “Dan, diharapkan Instagram ini mampu membantu bisnis UMKM,” ujarnya.

Adapun, anggota DPRD DIY, Boedi Dewantara mengatakan jika pelatihan ini adalah bentuk fasilitasi dan upaya dari Pemda DIY untuk pelaku UMKM. Apalagi, pelatihan yang digelar mendorong UMKM naik kelas dengan mengoptimalkan teknologi digital. “Kami harapkan pelatihan ini bisa memberikan motivasi, membantu UMKM untuk terus berkembang. Apalagi saat ini, mereka dihadapkan pada perkembangan teknologi, sehingga harus bertransformasi ke arah digital dan berdaya saing lebih,” ucapnya.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/dukung-transformasi-digital-umkm.html