Monday, June 3, 2024

PEMBERDAYAAN EKONOMI: Diskominfo DIY Latih E-Bussiness UKM di Sleman

 


SLEMAN—Dinas Komunikasi dan Informatika DIY ikut mendampingi Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di DIY untuk kemudahan memasarkan produknya.

Salah satu yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Pelatihan E-Bussiness dengan tajuk Pelatihan Digital Marketing bagi Pelaku UKM Menuju Bisnis Online. Tak sekadar memberikan kemudahan jaringan akses, Diskominfo DIY juga mendampingi UKM memanfaatkan jaringan Internet untuk memperluas pasarnya melalui bisnis daring.

"Pelatihan E-Bussiness dari Diskominfo DIY sudah termasuk program kegiatan yang rutin setiap tahun. Terkait dengan pelatihan UMKM ini ada kaitannya dengan bantuan jaringan Wifi. Makanya sasarannya UMKM yang sudah difasilitasi dari yang mendapat jaringan Wifi untuk memberdayakan usahanya," ujar Pranata Humas Ahli Muda Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Wiwik Lestariningrum, di Joglo Priyangga, Saren, Sumberahayu, Moyudan, Senin (3/6/2024).

Wiwik menjelaskan pada 2024 ini, ada 50 lokasi yang akan disasar Diskominfo DIY dalam program Pelatihan E-Bussiness. Puluhan titik tersebut tersebar di empat kabupaten dan satu kota di DIY. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan digital marketing ini, Wiwik berharap pasar produk UKM di DIY dapat makin luas lagi.

Tak hanya merambah pasar nasional, lewat Pelatihan E-Bussiness yang diadakan Wiwik berharap pelaku UKM juga bisa menembus ekspor pasar internasional. "Harapan kita ke depannya itu UMKM yang ada di Sumberahayu, Moyudan, Sleman lebih berkembang lagi dan lebih bisa meningkatkan perekonomiannya. Sehingga bisa membawa kontribusi ke depannya lebih maju dan bisa menjualnya semakin luas," ujarnya.

Pahami Bisnis

Anggota DPRD DIY, Syukron Arif Muttaqin yang hadir sebagai pemateri dalam pelatihan tersebut menilai kegiatan ini dapat memberikan pemahaman bagi pelaku UKM yang berasal dari berbagai usia.

Mereka nantinya bisa mengenal dan memahami bisnis berbasis daring. Setelah memahami skema bisnis daring, pelalu UKM bisa mengembangkan bisnisnya melalui platform daring yang tersedia.

"Hari ini kita tahu dunia bisnis itu sudah berubah," ungkapnya.

Syukron menambahkan meski pasar-pasar rakyat terus hidup, pasar-pasar daring juga berkembang pesat. Karenanya, kata Syukron, dengan adanya program Pelatihan E-Bussiness ini akan bisa memberikan pengetahuan kepada pelaku UKM untuk menyelenggarakan transaksi jual beli berbasis daring.

Saking pentingnya pelatihan ini, Syukron berpandangan jika kegiatan ini harus digencarkan di seluruh wilayah DIY.

"Ini penting, sampai kampung-kampung. Banyak masyarakat yang tidak tahu, tidak mengenal [digital marketing]," ungkapnya.

Selain Syukron, pelatihan ini juga menghadirkan Peneliti UNU Jogjakarta, Sunaji Zamroni, yang mengusung topik Pemberdayaan Masyarakat untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Content Creative Infotekno, Nova Ardiyanto, yang langsung mengajari praktik membuat konten dengan aplikasi Canva.

Sunaji menekankan bagaimana potensi di lingkungan masyarakat bisa terintegrasi dari hulu ke hilir. Misal bila di Sumberahayu punya potensi ikan, maka harusnya pakan, ikan hingga olahan ikannya nanti dikelola oleh warga sendiri. Ada warga yang menyuplai pakannya, ada yang berfokus pada budi dayanya maupun nanti kelompok yang mengolah hasil ikannya menjadi produk nugget hingga abon. "Jadi mutar, nanti jadi duit itu ya masing-masing dapat," kata dia. (***)


Sumber: https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2024/06/03/512/1176702/pemberdayaan-ekonomi-diskominfo-diy-latih-e-bussiness-ukm-di-sleman

0 comments:

Post a Comment