Showing posts with label Pengembangan UMKM. Show all posts
Showing posts with label Pengembangan UMKM. Show all posts

Tuesday, April 16, 2024

Nevi Zuairina Serukan Pengembangan dan Penguatan UMKM dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional

 

Jakarta (14/04) — Pada pertemuan terbatas Komisi VI DPR dalam mendiskusikan pentingnya pengembangan dan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, Anggota DPR RI komisi VI, Nevi Zuairina penghargaan yang sebesar-besarnya kepada pelaku UMKM yang selama ini dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.

“UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Mereka bukan hanya memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga menjadi penggerak utama dalam penciptaan lapangan kerja di negara ini. Oleh karena itu, pembangunan dan penguatan UMKM menjadi sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.”

Dalam pernyataannya, Politisi PKS ini menekankan bahwa meskipun UMKM telah terbukti tahan terhadap berbagai krisis ekonomi, namun tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Indonesia masih sangat nyata.

“Kami melihat bahwa akses keuangan, pemasaran, infrastruktur, regulasi, dan keterbatasan ketrampilan dan pengetahuan masih menjadi hambatan besar bagi UMKM untuk berkembang,” tambahnya.

Anggota Badan Anggaran DPR ini juga menyambut baik langkah-langkah konkret yang telah diambil oleh pemerintah dalam mendukung UMKM, seperti alokasi 40% produk/jasa UMKM dalam pengadaan barang/jasa pemerintah dan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Namun, beliau juga menegaskan bahwa masih diperlukan upaya yang lebih besar untuk memperkuat sektor UMKM.

“Kami mendukung pembangunan infrastruktur yang memadai untuk mendukung UMKM, program pembiayaan seperti KUR dan pembiayaan Ultra Mikro, serta digitalisasi UMKM sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas,” ungkapnya.

Nevi Zuarina juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antara berbagai pihak terkait dalam mendukung pengembangan UMKM.

“Kami percaya bahwa dengan kerjasama yang solid antara sektor publik, swasta, akademi, dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan,” tuturnya.

Nevi Zuairina semua pihak terutama pemerintah untuk terus mendukung pengembangan dan penguatan UMKM sebagai salah satu kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Semoga pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM di Indonesia semakin besar baik skala maupun jumlahnya. Pemerintah mesti menjadi inspirator semua pelaku UMKM di negara ini sehingga terus berkembang dan menjadi besar yang pada akhirnya menjadi tiang penyangga utama perekonomian Nasional,” tutup Nevi Zuairina.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/nevi-zuairina-serukan-pengembangan-dan.html

Wednesday, September 1, 2021

Gandeng YCAB dan YBI, Standard Chartered Bantu Latih Calon Pelaku UMKM

 

Gandeng YCAB dan YBI, Standard Chartered Bantu Latih Calon Pelaku UMKM

JAKARTA - Standard Chartered Bank menggandeng YCAB Foundation dan Youth Business International (YBI) untuk meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Covid-19. Program ini ditujukan untuk mendukung kaum muda, khususnya perempuan pelaku UMKM, untuk pulih dari dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

CEO YCAB Foundation Veronica Colondam mengatakan, lewat program ini pihaknya menargetkan 10.000 calon pengusaha dan pengusaha muda perempuan di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, yang dibantu dan diberikan pelatihan serta pendampingan dalam mengembangkan usahanya.

“Setelah bertahun-tahun bekerja dalam meningkatkan kesejahteraan, kami sedih melihat kemunduran yang disebabkan oleh pandemi ini. Itulah sebabnya kami bersemangat untuk menjadi bagian dari inisiatif global ini dalam mengambil langkah pertama yang diperlukan menuju pemulihan dan pertumbuhan baru," ujarnya dalam peluncuran program yang dilakukan secara virtual, Selasa (31/8/2021).

Menurut dia, melalui pendidikan dan pembiayaan inovatif, pihaknya berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha muda perempuan untuk berkontribusi pada pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.

Sementara itu, Head of Corporate Affairs, Brand & Marketing Indonesia & ASEAN Markets, Standard Chartered Diana Mudadalam mengatakan, program ini adalah bagian dari Futuremakers yang merupakan inisiatif global bank untuk mengatasi kesenjangan dengan menggalakkan inklusi ekonomi bagi kaum muda, termasuk mereka yang terdampak Covid-19.

Program ini mengintegrasikan elemen digital melalui pengembangan sistem pembelajaran pendidikan yang memiliki fitur Chatbot dengan Learning Management System (LMS) dan Helpline yang tertanam di dalamnya.

"Sistem pembelajaran ini khusus untuk melayani pengusaha dengan literasi digital rendah dan alat digital ini memanfaatkan platform WhatsApp untuk alasan kebiasaan dan kemudahan penggunaan," kata dia..

Selain itu akan disediakan juga modul baru yang melengkapi pelatihan literasi keuangan dasar yang mencakup informasi terkait Covid-19 baik untuk protokol kesehatan dan pembaruan vaksinasi, manajemen stres, dan pelatihan tentang cara mengubah bisnis mereka.

Selain dukungan teknologi, pelatihan ini juga diberikan mencakup literasi keuangan serta akses ke dukungan permodalan dan sesi pendampingan kelompok.

"Kami optimis bahwa program yang mulai dijalankan tahun ini akan dapat membawa dampak positif dan dapat menjadi katalis bagi para pengusaha muda dan UMKM Indonesia untuk bangkit dan berkontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional," ucapnya.

Sumber : https://money.kompas.com/read/2021/08/31/135639726/gandeng-ycab-dan-ybi-standard-chartered-bantu-latih-calon-pelaku-umkm

Tuesday, August 24, 2021

Dorong UMKM Kuliner Berkembang, GrabFood Gelar GrabNEXT

 

Dorong UMKM Kuliner Berkembang, GrabFood Gelar GrabNEXT

JAKARTA - GrabFood menyelenggarakan GrabNEXT, konferensi inovasi bisnis F&B tahunan kedua bagi mitra merchant. Konferensi dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam mempertahankan inisiatif pemberdayaan untuk UMKM Indonesia.

Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengungkapkan, dalam acara tersebut Grab meluncurkan laporan tren kuliner pertama yang menampilkan tren lanskap kuliner online, dan insight bisnis untuk membantu para pelaku bisnis memahami kebutuhan konsumen yang terus berubah dengan lebih baik.

“Acara GrabNEXT ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan bisnis merchant, membawa pertumbuhan bisnis ke level berikutnya, agar bisnis kuliner tetap relevan dengan berbagai tren dan kebutuhan konsumen yang terus berubah,” ujar Neneng secara virtual, Jumat (6/8/2021).

Neneng mengatakan, pada tahun 2020 sebanyak 600.000 UMKM secara regional bergabung untuk pertama kalinya di platform Grabfood dan Grabmart. Di dalam survei, dia bilang 33 persen dari mitra merchant merupakan palaku usaha yang baru pertama kali berjualan online.

Namun Neneng juga mendapati pertumbuhan nilai transaksi merchant UMKM naik 31 persen pada 2020. Melalui pertumbuhan tersebut, Grab menginisiasikan GrabNEXT, sebagai bentuk komitmen dalam mempertahankan inisiatif pemberdayaan UMKM Indonesia.

“Di Indonesia, mulai tahun ini Grab meluncurkan inisiatif yang ditujukan membantu mitra merchant melalui periode yang menantang seperti program Apresiasi Mitra, Duta Perwira, informasi dan edukasi, serta solusi pemasaran,” ungkap dia.

Apresiasi yang diberikan kepada mitra merchant berupa cashback dari total pendapatan di platform GrabFood. Melalui program tersebut, cashback yang diperoleh mitra merchant yang berpartisipasi akan diberikan berdasarkan performa bulanan.

Sementara program Duta Perwira yaitu perkumpulan wirausaha. Grab melakukan pendekatan komunitas mitra merchant di platform GrabFood agar dapat berbagi belanja dan menginspirasi satu sama lain sehingga mnjadi pemimpin komunitas wirausaha di bidang kuliner.

“Hari ini sebagai bentuk komitmen kami untuk memberikan informasi dan edukasi , kami meluncurkan laporan tren kuliner pertama kami, khusus untuk para mitra merchant Grab,” jelas dia.

Laporan tren kuliner pertama ini bertemakan inovasi untuk kebutuhan konsumen yang berubah. Laporan ini akan memberikan analisa mendalam mengenai prilaku konsumen, tren kuliner, dan juga strategi penjualan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas bisnis para merchant.

Laporan ini disusun 6 bulan dan berisikan informasi dari 13.000 responden di tingkat regional, wawancara dengan 14 ahli di bidang F&B, dan juga data-data dari platform Grab. Dalam menyajikan laporan, Grab juga bekerja sama dengan lembaga penelitian NielsenIQ untuk melakukan survei kuantitatif dan kualitatif.

Grab juga meluncurkan sejumlah fitur dan solusi bisnsi, yang terinspirasi dari masukan para mitra merchant yang akan menunjukkan data penjualan, performa operasional, serta segmentasi konsumen. Ada juga solusi pemasaran terbaru, untuk memudahkan para mitra menchant mencapai target pemasaran dengan menggunakan gabungan fungsi pemasaran dan juga kampanye GrabFood.

“Masa depan bisnsi kuliner di Indonesia memiliki banyak potensi. Moda pemesanan online dan dine in ini akan terus berjalan berdampingan terutama setelah kita keluar dari pandemic Covid-19. Kami berharap, acara ini dapat memberikan nilai lebih untuk para mitra merchant serta membantu mengembangkan bisnsis kuliner bagi mitra merchant baru, maupun yang sudah lama,” kata dia.

Sumber : https://money.kompas.com/read/2021/08/06/210500826/dorong-umkm-kuliner-berkembang-grabfood-gelar-grabnext?page=all