Showing posts with label pasar global. Show all posts
Showing posts with label pasar global. Show all posts

Monday, May 27, 2024

Begini Cara BRI Dukung UMKM Rambah Pasar Global

 


Jakarta – BRI sebagai bank terbesar dalam penyaluran pembiayaan bagi UMKM terus mendukung dan memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk bisa masuk pasar global.

Salah satu upayanya adalah BRI memberangkatkan 8 pelaku UMKM Indonesia ke Food & Hotel Asia (FHA) Food & Beverage 2024 yang merupakan pameran perdagangan makanan dan minuman berskala Internasional yang terbesar dan terkemuka di Asia pada April lalu di Singapore Expo yang diikuti oleh lebih dari 50 negara. 

Kedelapan UMKM BRI yang mengikuti ajang pameran FHA Food & Beverage 2024 tersebut adalah Cokelat Ndalem, Matoh Food, Maccheese, Granoku, AwiS Food, Keripik Tempe Cinta, Ppuff!, dan Havilla Tea. Produk-produk yang dihasilkan dari UMKM tersebut contohnya coklat, keripik singkong, keripik tempe, teh, snack sehat, dan lainnya.

Direktur Commercial, Small & Medium Business BRI Amam Sukriyanto mengatakan, para pelaku UMKM tersebut adalah UMKM pilihan dan mempunyai produk unggulan berkualitas, berstandar Internasional, serta siap bersaing di pasar global.

“Selain itu, UMKM tersebut juga telah mengikuti beberapa program pemberdayaan dari BRI seperti Rumah BUMN, Pengusaha Muda Brilian, dan Brilianpreneur,” ujar Amam dalam keterangan resminya dikutip 28 Mei 2024.

Dia melanjutkan, keikutsertaan UMKM tersebut merupakan perwujudan BRI untuk selalu konsisten mendukung UMKM Go Global hingga ke mancanegara agar dapat memberikan nilai tambah dan mampu bersaing di kancah Internasional.

‘’UMKM harus banyak mendapatkan kesempatan agar dapat melakukan ekspor dan masuk pasar internasional karena saat ini merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Pameran ini tentunya menjadi event yang sangat bermanfaat bagi UMKM binaan BRI untuk dapat memperkenalkan potensi industri Food & Beverages Indonesia ke mancanegara’’, ujar Amam. 

Sementara, Erwin selaku founder dan CEO dari Ppuff!, salah satu peserta Pameran FHA Food & Beverage 2024 mengungkapkan apresiasi kepada BRI yang selalu mendukung pelaku UMKM di pameran internasional yang pada akhirnya dapat mendorong pemasaran produk UMKM ke luar negeri.

“BRI selalu mensupport Ppuff! snacks dalam meningkatkan exposure baik di dalam maupun luar negeri. Sehingga kali ini kami berkesempatan untuk ikut sebagai delegasi Indonesia di Food & Hotel Asia di Singapore dan berkat bantuan ini kami melihat banyak sekali peluang yg bisa di kembangkan untuk export ke negara tetangga,” imbuh Amam.

Ppuff! Sendiri merupakan produsen cemilan sehat yang berasal dari Bandung, Jawa Barat yang merupakan pemenang ke-3 Program Pengusaha Muda Brilian 2022.

Atas keikutsertaan 8 UMKM tersebut pada FHA Food 2024 selama 4 hari penyelenggaraan terdapat 87 potensial buyers yang berasal dari China, Thailand, Malaysia, Brunei Darusalam, dan lainnya, dengan potensial deal sebesar USD175.000. (*)


Sumber: https://infobanknews.com/begini-cara-bri-dukung-umkm-rambah-pasar-global/

Tuesday, August 31, 2021

Kiat UMKM persiapkan produk dan layanan untuk masuk pasar global

 

Kiat UMKM persiapkan produk dan layanan untuk masuk pasar global

Jakarta - Setelah sukses merambah pasar lokal, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tentu bisa membidik pasar dan target yang lebih besar seperti pasar mancanegara.

Hal itu semakin dimudahkan dengan tren digitalisasi yang memperkecil batasan jarak dan waktu sehingga pengiriman produk antarnegara tak lagi menjadi halangan.

Berikut beberapa kiat yang disiapkan oleh pelaku UMKM dari segi produk dan layanannya agar bisa masuk ke pasar global dengan maksimal seperti yang dirangkum dalam acara jumpa pers virtual “Kisah Sukses Kibarkan Merah Putih di Pasar Global” yang diadakan oleh Shopee, Senin.

“Pastikan kita menyiapkan kualitas yang terbaik. Jadi ketika mau memutuskan bersaing di pasar global dengan pesaing brand- brand besar maka kualitas produk jadi hal penting nomor satu yang perlu diperhatikan. Perlu banyak review berkali-kali untuk memastikan kualitas yang disajikan benar- benar maksimal,” kata pemilik usaha dompet “Wallts” sekaligus pelaku UMKM asal Bandung Adzwin Perwira yang sudah menjajal kegiatan ekspor melalui platform daring.

Dengan pengulasan kualitas produk yang berulang kali dan memastikan produk yang disiapkan benar- benar kualitas tinggi maka nantinya pelanggan mancanegara sangat mungkin menjadi pelanggan tetap dan kembali membeli produk dari usaha anda.

Selain dari sisi kualitas, hal yang harus diperhatikan adalah pengemasan atau akrab dikenal dengan sebutan packaging.

Desta Hesti, pelaku UMKM asal Nganjuk yang memproduksi tas dan sepatu bernama “Handmadeshoesby” menyebutkan uintuk pengemasan produk UMKM ke luar negeri harus dibedakan dengan produk yang dikirim di dalam negeri.

Hal itu dilakukan karena barang yang dikirim ke luar negeri akan dikirim dengan proses lebih panjang dari pada produk di dalam negeri.

Sehingga pengemasan untuk barang yang dijual ke pasar global harus dipisahkan agar tidak terjadi kesalahan prosedur pengemasan dan bisa sampai ke tangan pelanggan dengan selamat sampai di tujuan sama seperti saat ketika dikirim dari Indonesia.

Cara itu sudah dilakukan Hesti selama satu tahun terakhir dan berhasil membuatnya dapat mengirimkan produk- produk buatan tangan masyarakat Nganjuk ke Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan menurut Hesti adalah layanan khususnya dari performa chat.

Perlu dipastikan pada saat berkecimpung di pasar digital, anda memiliki mekanisme layanan yang bisa dihubungi dengan fleksibel oleh pelanggan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dengan menyiapkan tenaga lebih memastikan pelanggan yang sekadar bertanya, memberikan saran, keluhan, atau apresiasi pada produk kita melalui ruang khusus maka pelanggan akan merasa lebih dihargai.

“Penilaian untuk toko kita itu penting, jadi untuk layanan chat itu saya sampai siapkan tiga shift memastikan setiap chat terbalas. Sehingga performa layanan antar toko dan pelanggan tidak mencapai performa di bawah angka 95 persen,” ujar Hesti.

Sebagai tambahan inovasi dan diversifikasi produk juga perlu terus dilakukan agar semakin banyak bisa menarik minat pembeli tidak hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri.

Sumber : https://m.antaranews.com/berita/2329966/kiat-umkm-persiapkan-produk-dan-layanan-untuk-masuk-pasar-global

Thursday, July 29, 2021

Kementerian Investasi siap bawa UMKM ke pasar global tahun 2022

Kementerian Investasi siap bawa UMKM ke pasar global tahun 2022

Jakarta - Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Anna Nurbani mengatakan pemerintah akan kembali memperluas pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke pasar glogal mulai tahun depan.

Ia mengatakan selama ini Kementerian Investasi memiliki program memperkenalkan produk pelaku UMKM ke pelaku usaha luar negeri, tetapi program ini mesti berhenti sementara karena pandemi COVID-19.

"Sudah dua tahun ini berhenti, mudah-mudahan di tahun 2022 bisa kami lakukan lagi. Mudah-mudahan pandemi COVID-19 sudah berlalu di tahun depan," kata Anna dalam webinar "UMKM Naik Kelas" di Jakarta, Rabu.

Anna mengatakan BKPM biasanya mengirim beberapa UMKM yang memproduksi barang berkualitas ke luar negeri. Jumlah UMKM yang diikutsertakan, selain bergantung pada kualitas, juga anggaran yang dimiliki oleh BPKM dan negara tujuan pengenalan UMKM tersebut.

"Kami ada kerja sama dengan perusahaan luar negeri. misalnya di Filipina. Nanti kami petakan dulu kebutuhan barangnya apa, kemudian akan kami cari UMKM yang memenuhi permintaan tersebut," imbuhnya.

Ia mengatakan selanjutnya akan menyeleksi UMKM yang potensial diperkenalkan ke pasar luar negeri. Syarat pertama yang harus dimiliki UMKM ialah memiliki Nomor Induk Berusaha yang bisa didapatkan dengan mendaftar melalui Online Single Submission (OSS) BKPM secara gratis.

"Kemudian kami juga akan menyeleksi kualitas produk UMKM. Karena akan dibawa ke luar negeri, kami tidak mau apa yang kami bawa tidak memenuhi syarat kualifikasi calon pembeli," kata Anna.

Di samping program kemitraan UMKM dengan pelaku usaha berskala besar, diharapkan dapat membantu menyelesaikan persoalan UMKM terkait ketersediaan pasar. Namun, UMKM harus mampu memenuhi kuantitas yang dibutuhkan oleh pelaku usaha di luar negeri dengan mulai mencari tenaga kerja yang mumpuni.

"Ada beberapa UMKM yang kami bantu memenuhi permintaan dari luar, dan pihak pembeli bisa melakukan pembelian lagi dalam skala besar. Rata-rata mereka masih kewalahan untuk mencari pekerja dengan skill kerajinan tangan, jadi nggak bisa langsung meng-hire pekerja," ucapnya.

Sumber : https://m.antaranews.com/berita/2294726/kementerian-investasi-siap-bawa-umkm-ke-pasar-global-tahun-2022
 

 

Tuesday, February 23, 2021

Platform Goorita Targetkan 5.000 UMKM Rambah Pasar Global

Founder Goorita, Yuwono Wicaksono. (Foto: Istimewa)

Sejalan dengan program pemerintah dan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), platform digital Goorita memberikan solusi dan kemudahan bagi UMKM untuk merambah pasar internasional.

"Goorita merupakan platform one stop solution UMKM Indonesia untuk going international, dimana kami menjembatani permasalahan yang sering dihadapi oleh para UMKM dalam melakukan ekspor produk lokal ke mancanegara, diantaranya proses pemasaran hingga pengiriman barang ke luar negeri,” kata founder Goorita, Yuwono Wicaksono, di Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Pria yang akbrab disapa Sony ini mengungkapkan, pihaknya melihat produk Indonesia memiliki peluang dan market yang potensial di pasar global, khususnya Amerika dan Eropa. "Selain itu, minimnya pemahaman ekspor menjadi kendala sebagian besar pelaku UMKM di tanah air untuk memasarkan produk ke pasar global,” ungkapnya.

Menurut Sony, Goorita membantu UMKM tanah air mulai dari pemasaran hingga pengiriman produk sampai tujuan melalui tiga layanan yaitu, marketplace, fullfillment dan logistics.

"Untuk marketplace, Goorita terkoneksi dengan beberapa marketplace internasional seperti eBay dan Amazon sehingga memudahkan UMKM dalam memasarkan dan mengelola toko online mereka, mulai dari pembuatan toko online, listing produk, manajemen stok, proses pesanan, pengiriman barang, monitoring pengiriman hingga pembayaran, semuanya dapat dilakukan melalui satu platform Goorita," jelasnya.

Sementara, lanjut Sony, layanan fullfillment ditujukan untuk membantu pelaku UMKM Indonesia yang sudah memiliki toko dan pembeli dari luar negeri dengan cara memudahkan proses operasional dan logistik yang umumnya sangat menyita waktu dan tenaga.

"Mulai dari penyimpanan produk di gudang, manajemen stok barang, proses pesanan dari marketplace terintegrasi, packing hingga pengiriman sampai ke tangan pembeli semua dilakukan oleh Goorita melalui layanan ini," imbuhnya.

Sedangkan untuk layanan logistics, tambah Sony, Goorita telah bekerja sama dengan perusahaan logistik internasional dan domestik dalam pengiriman barang. Melalui layanan ini, UMKM dapat mengirimkan barang dengan tarif pengiriman internasional yang bersahabat. Dengan menekan biaya pengiriman internasional, otomatis harga jual produk lokal di luar negeri bisa menjadi semakin kompetitif.

"Layanan logistik ini juga dapat dengan mudah diakses melalui platform Goorita yang sudah dilengkapi dengan kalkulasi otomatis shipping rate dengan pilihan layanan pengiriman tercepat atau termurah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM," tandasnya.

Sony menambahkan, selain pemasaran online, Goorita juga membantu pemasaran produk secara offline yang dipasarkan offline store setempat dan komunitas diaspora Indonesia di berbagai negara.

"Kami juga membantu memasarkan produk UMKM secara offline baik melalui offline store dan juga komunitas diaspora di berbagai negara. Saat ini, kami telah membantu kurang lebih 270 pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka ke luar negeri dengan total kiriman mencapai 10 ton. Tahun ini, kami menargetkan 5.000 pelaku UMKM bergabung dengan Goorita," pungkas Sony.


sumber : https://www.beritasatu.com/digital/737657/platform-goorita-targetkan-5000-umkm-rambah-pasar-global

Thursday, February 18, 2021

Kemendag dan Kemenkop Kolaborasi Dukung UMKM Masuk Pasar Global

Pengusaha UMKM (Doc: Pagar)

Pemerintah terutama Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) berkolaborasi mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar ekspor. Hal itu dilakukan agar hasil produk UMKM bisa mendunia.

“Sesuai arahan Presiden RI kepada Kemendag, kami akan terus mendorong pelaku UKM memasuki pasar ekspor. Diperlukan kolaborasi antara Kemendag, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, guna mendukung para pelaku UKM memasuki pasar internasional,” kata Mendag Muhammad Lutfi seperti dikutip dari setkab.go.id, Kamis, 18 Februari 2021.

Dijelaskannya, ada sejumlah hal yang diperlukan untuk mendorong UKM eksportir, antara lain identifikasi produk-produk UKM yang akan diangkat ke pasar internasional, konsistensi kualitas produk yang dihasilkan pelaku UKM, kemudahan perizinan, serta informasi mengenai pasar potensial yang akan dituju.

“Dengan identifikasi yang cermat dan dilakukan bersama kementerian, lembaga, serta asosiasi terkait, diharapkan kita dapat mengembangkan berbagai produk UKM potensial agar bisa berjaya di pasar global,” ujarnya.

Sementara itu, Menkop UKM Teten Masduki meyakini dengan adanya kolaborasi tersebut akan dapat meningkatkan daya saing UMKM di kancah global. “Saya meyakini, bersama-sama kita mampu meningkatkan daya saing UMKM untuk menembus pasar internasional,” ujar Teten, dikutip dari laman depkop.go.id.

Lebih lanjut Teten menyampaikan, guna meningkatkan kapasitas UMKM dalam ekspor nasional, tahun ini pihaknya melakukan berbagai inisiatif, di antaranya mendorong UMKM masuk ke sektor formal, upaya pengelolaan UMKM berkoperasi/berkelompok dalam skala ekonomis, serta mengembangkan UMKM berbasis komoditi unggulan.

“Sehingga, lebih mudah masuk ke dalam rantai nilai global, termasuk dengan peningkatan jumlah UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital,” ucapnya.

Untuk mempermudah UMKM masuk pasar global, pemerintah juga mempermudah para eksportir dalam mengakses layanan perizinan ekspor dan impor barang, menyediakan informasi mengenai kesempatan pasar, regulasi pajak keluar, serta regulasi negara yang akan dituju, melalui Lembaga National Single Window Kementerian Keuangan.

Berdasarkan data Kemendag, saat ini di Indonesia terdapat 13.177 UKM eksportir yang mewakili 90 persen dari eksportir nasional pada periode Januari – September 2020.

Adapun jenis-jenis produk yang selama ini diekspor antara lain kayu dan barang dari kayu; ikan dan udang; perabotan dan alat penerangan; kopi, teh, dan rempah-rempah; mesin dan peralatan mekanik; plastik dan barang dari plastik; lemak dan minyak nabati; pakaian dan aksesorisnya; buah-buahan; dan mesin elektrik.



sumber : https://www.radarbangsa.com/ekobis/30236/kemendag-dan-kemenkop-kolaborasi-dukung-umkm-masuk-pasar-global

Tuesday, February 9, 2021

Optimis Masuki 2021, Kemendag Terus Dukung UKM Berorientasi Ekspor Berjaya di Pasar Global


Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan, Kementerian Perdagangan akan terus membantu para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dalam menembus pasar ekspor. Kemendag akan terus membantu UKM agar lebih kompetitif sehingga dapat menembus pasar ekspor negara tradisional dan nontradisional.

Hal ini disampaikan Wamendag dalam seminar web (webinar) Research Talk 2021 dengan tema ‘Refleksi dan Pemulihan Kinerja Perdagangan Indonesia’ yang diselenggarakan hari ini, Selasa (9/2).

“Saat ini Indonesia sedang bertransformasi dari negara eksportir barang mentah dan setengah jadi, menjadi negara eksportir barang industri dan industri berteknologi tinggi. Beberapa sektor yang konkret menunjukkan transformasi tersebut antara lain pada ekspor komoditas besi baja; kendaraan bermotor; serta perhiasan yang memberikan tingkat upah yang cukup tinggi dan melibatkan banyak UKM Indonesia,” terang Wamendag.

Saat ini, lanjut Wamendag, perlu dilakukan langkah bersama dalam mengidentifikasi produk-produk UKM yang akan diangkat ke pasar internasional. Disamping juga diperlukan berbagai kegiatan serta langkah-langkah peningkatan kualitas dan performa produk-produk UKM dalam negeri tersebut.

“Dengan identifikasi yang cermat dan dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan, diharapkan kita dapat mengembangkan berbagai produk UKM potensial agar bisa berjaya di pasar global,” ujar Wamendag.

Selain itu, Wamendag juga melihat peluang yang menjanjikan di sektor gim daring (online game). Peluang ini didorong oleh platform digital dalam negeri yang tumbuh posisif di tahun 2020. Dalam gim daring, banyak peluang yang dapat diisi oleh para pelaku usaha yang didukung sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dalam memproduksi gim tersebut.

“Ke depannya, platform digital akan terus meningkat dan itu harus kita manfaatkan dengan memasuki berbagai peluang yang ada, termasuk pasar gim daring. Tentunya hal tersebut perlu didukung dengan promosi dan komersialisasi yang tepat,” ungkap Wamendag optimis.

Terkait pemulihan perdagangan luar negeri, Wamendag menjelaskan, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, tahun ini Kemendag akan mengakselerasi penyelesaian berbagai perjanjian perdagangan yang sedang berlangsung. Beberapa perjanjian tersebut di antaranya Indonesia-European (Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA), Indonesia-Turkey CEPA, Indonesia-Pakistan TIGA, ASEAN Economic Community (AEC), dan Indonesia-Bangladesh (Preferential Trade Agreement/PTA).

“Perjanjian perdagangan dapat memperluas akses pasar dan memberikan manfaat yang terintegrasi, serta mampu menaikkan posisi tawar Indonesia di pasar internasional. Selain itu, perlu diingat pula bahwa Indonesia juga memiliki posisi strategis sebagai hub ke negara Asia Tenggara lainnya,” jelas Wamendag.

Wamendag juga mengapresiasi kinerja para perwakilan perdagangan di luar negeri, baik Atase Perdagangan maupun Indonesian Trade Promotion Center yang turut melakukan sosialisasi seputar kebijakan perdagangan Indonesia. Para perwakilan perdagangan di luar negeri dinilai sangat membantu dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti penyuluhan bisnis, pendampingan buyer, dan penjajakan kesepakatan dagang (business matching).

Lebih lanjut, dalam webinar ini, Wamendag kembali mengingatkan untuk terus menggunakan produk dalam negeri di setiap kesempatan yang ada. Menurutnya, pemerintah melalui program Bangga Buatan Indonesia akan terus mendorong masyarakat untuk mendukung produk dalam negeri dengan membeli dan menggunakan produk-produk dalam negeri, khususnya produk UMKM Indonesia.

Webinar Research Talk 2021 adalah kegiatan diseminasi hasil analisis bidang perdagangan yang diselenggarakan Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan. Acara dihadiri sekitar 400 peserta dari berbagai kalangan dengan menghadirkan narasumber para peneliti, analis kebijakan, dan analis perdagangan BP3. Webinar ini membahas hasil-hasil analisis di sektor perdagangan dalam negeri, luar negeri, dan di bidang kerja sama perdagangan internasional.

Dalam webinar kali ini BP3 mendesiminasikan 19 hasil analisis terpilih pada 2020. Hasil analisis tersebut di antaranya Analisis Dampak Impor Daging Terhadap Harga Daging Dalam Negeri, Analisis Optimalisasi Tertib Niaga Dalam Rangka Menurunkan Nilai Impor, Analisis Evaluasi Sistem Pendistribusian Pupuk Bersubsidi, Analisis Dampak Covid-19 Terhadap Perdagangan Luar Negeri, Analisis Market Power Produk Ekspor Indonesia ke Negara Akreditasi, Analisis Biaya dan Manfaat ASEAN Agreement on Electronic Commerce, dan Analisis Potensi Kerja Sama Perdagangan Indonesia-India.

Menurut Kepala BP3 Oke Nurwan, webinar ini diharapkan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat yang memerlukan informasi terkini di bidang perdagangan. “Hasil-hasil kajian BP3 selalu dinantikan dan menjadi dasar pertimbangan penting bagi perumusan kebijakan di Kemendag. Diseminasi hasil kajian hari ini merupakan upaya BP3 agar kajian yang telah dilakukan dapat diketahui dan dimanfaatkan seluruh pihak sehingga kita bersama-sama dapat bersinergi meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia,” pungkas Oke.

Selama tahun 2020, BP3 telah menghasilkan 64 rekomendasi hasil analisis beserta forum diskusi, yang terdiri dari 20 rekomendasi bidang perdagangan dalam negeri, 30 rekomendasi bidang perdagangan luar negeri, dan 14 rekomendasi bidang kerja sama perdagangan internasional.



sumber : https://pressrelease.kontan.co.id/release/optimis-masuki-2021-kemendag-terus-dukung-ukm-berorientasi-ekspor-berjaya-di-pasar-global?page=all