Showing posts with label Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Show all posts
Showing posts with label Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Show all posts

Monday, June 3, 2024

Aplikasi LapakIn Bisa Bantu UMKM Temukan Lokasi Lapak Strategis

 


UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) merupakan tulang punggung perekonomian di Indonesia.

Saat ini, peluang bagi UMKM untuk berkembang pun semakin besar dengan adanya beragam platform online yang memungkinkan para pemilik bisnis menjangkau pelanggan secara lebih luas.

Namun, lokasi lapak atau toko offline ternyata juga masih memegang kunci dalam kesuksesan bisnis UMKM.

Haoking Suryanatmaja, Chief Executive Officer (CEO) LapakInaplikasi ciptaan lulusan program Bangkit, yang fokus untuk membantu pengusaha UMKM di Indonesia, juga setuju bahwa lokasi yang tepat dengan tipe usaha yang dimiliki merupakan faktor utama yang perlu diperhatikan para pemilik bisnis.

"Penting bagi para pelaku UMKM untuk selektif dalam memilih lokasi tempat berbisnis. Pastikan bahwa lokasi strategis dan mudah diakses oleh target konsumen. Inilah latar belakang kami menciptakan LapakIn. Kami ingin membantu mempertemukan para pelaku UMKM dan pemilik lapak dalam satu aplikasi," jelas Haoking.

Melalui LapakIn, para pemilik bisnis bisa terhubung dengan pemilik lapak yang ingin menyewa atau menjual ruang bisnis mereka.

Fitur pencarian lokasi, rekomendasi jenis usaha yang cocok, hingga informasi harga sewa diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM menemukan lokasi yang diinginkan dan tepat.

Saat ini, aplikasi LapakIn sudah tersedia untuk pelaku UMKM dan bisa didapatkan di toko aplikasi Google Play Store.


Sumber: https://infokomputer.grid.id/read/124099160/aplikasi-lapakin-bisa-bantu-umkm-temukan-lokasi-lapak-strategis

Wednesday, April 3, 2024

Menteri Koperasi dan UKM Ajak DPD RI Dukung Pembangunan Industri Skala Menengah

 

Jakarta (Suara Kalbar)- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKopUKM) Teten Masduki memperkenalkan program pembangunan industri skala menengah berbasis koperasi kepada DPD RI. Program ini mencakup pembangunan pabrik minyak makan merah dan rumah produksi bersama (RPB) sebagai solusi atas deindustrialisasi yang sedang terjadi di Indonesia.

Teten menjelaskan bahwa saat ini Indonesia mengalami penurunan kontribusi industri terhadap ekonomi, yang hanya mencapai 18 persen. Hal ini berdampak pada terbatasnya lapangan kerja, terutama bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dia menekankan perlunya menciptakan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

“Hari ini 97 persen lapangan kerja disediakan oleh pelaku UMKM, 90 persennya ada di usaha mikro sektor informal tidak produktif. Kita perlu melahirkan ekonomi baru … karena kalau tidak, kita bisa gagal menjadi negara maju,” ujarnya melansir dari ANTARA, Rabu(3/4/2024).

Untuk mengatasi masalah tersebut, Teten mengatakan pihaknya sedang membangun industri skala menengah berbasis koperasi untuk mengolah keunggulan domestik, dengan menghasilkan barang setengah jadi hingga barang jadi agar memberikan nilai tambah dan diharapkan dapat membuka lapangan kerja yang lebih luas.

Menurutnya, kesempatan itu terbuka luas apalagi setiap daerah memiliki keunggulannya sendiri. Terlebih lagi, 41 persen pemilik lahan sawit adalah rakyat. Oleh karena itu, ia mendorong para petani sawit untuk membangun pabrik minyak makan merah berbasis koperasi.

Terkait rumah produksi bersama, Teten mengatakan telah membangun RPB di delapan lokasi pada 2023 dengan berbagai komoditas unggulan daerah, di antaranya cokelat di Jembrana Bali, kulit di Garut, dan garam di Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) di Sulawesi Selatan.

Pada 2024, KemenKopUKM menargetkan membangun rumah produksi bersama di 7 lokasi baru.

Dari sisi pembiayaan, Teten mengatakan pemerintah telah menyalurkan program kredit usaha rakyat (KUR) untuk pelaku UMKM. Pada 2023, pemerintah telah menyalurkan KUR sebesar Rp260,26 triliun kepada 4,64 juta debitur.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komite IV DPD RI Elviana mengatakan siap mendukung program strategis KemenKopUKM pada 2024, termasuk dalam melakukan sosialisasi dan implementasi program-program yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM di daerah.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/menteri-koperasi-dan-ukm-ajak-dpd-ri.html

Wednesday, September 1, 2021

Bank Mestika Duet Bareng Pemkab Dairi, Kembangkan Inkubasi Bisnis UKM

 

Bank Mestika Duet Bareng Pemkab Dairi, Kembangkan Inkubasi Bisnis UKM

Jakarta - PT Bank Mestika Dharma Tbk dan Pemerintah Kabupaten Dairi lakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dalam kegiatan “Inkubasi Bisnis UKM Pemkab Dairi bersama Bank Mestika”.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dilakukan oleh Presiden Direktur Bank Mestika, Achmad S. Kartasasmita dan Bupati Pemkab Dairi Eddy Berutu. Dalam kesempatan ini juga, Bank Mestika menyerahkan secara simbolis 1 (satu) unit motor Viar kepada PMI Dairi yang akan digunakan untuk penyemprotan disinfektan di wilayah Dairi, bantuan ini diberikan kepada Ketua PMI Dairi, Elianor

Presiden Direktur Bank Mestika, Achmad S Kartasasmita mengatakan perseroan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya berkewajiban untuk memperhatikan kelangsungan masyarakat dan lingkungan.

"Dalam acara ini, kami berkomitmen melakukan pendampingan kepada 30 orang pelaku UKM di Pemkab Dairi," katanya, Selasa (31/8/2021).

Diharapkan dengan adanya pendampingan ini, dapat meningkatkan kualitas dan kapabilitas para pelaku UKM agar dapat berkembang lebih maju.

"Selain itu, Perseroan memberikan bantuan kepada PMI Dairi berupa 1 unit motor viar yang akan dipakai untuk sanitasi lingkungan di wilayah Dairi," ujarnya.

Perseroan berharap semua pihak agar dapat bertahan dalam menghadapi masa sulit saat ini.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Dairi Eddy Berutu mengucapkan terima kasih kepada Bank Mestika atas inisiatif dalam mendukung pengembangan UKM di masa sulit saat ini yang memberikan dampak signifikan terhadap kelangsungan bisnis UKM.

"Semoga dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kelas para pelaku UKM dan membuka jalan diversifikasi pembiayaan untuk pengembangan bisnis kedepannya," katanya.

Untuk membantu keberhasilan program ini, Perseroan menunjuk Estubizi Network sebagai pendamping dan pelatih kepada para pelaku UKM. Pendampingan intensif ini dilakukan selama 3 (tiga) bulan, dengan modul-modul menarik yakni dasar-dasar entrepreneurship, pengembangan produk, pemasaran/penjualan, dasar-dasar keuangan dan perpajakan, kemasan dan membangun brand serta SDM dan operasional.

Sumber : https://www.wartaekonomi.co.id/read358002/bank-mestika-duet-bareng-pemkab-dairi-kembangkan-inkubasi-bisnis-ukm?page=2

Sunday, August 22, 2021

Pendaftaran Pelatihan UMKM Masih Dibuka

 

Pendaftaran Pelatihan UMKM Masih Dibuka

BALIKPAPAN - PT Pertamina mendorong agar pelaku UMKM bisa memanfaatkan pemasaran secara digital.

Dalam, Talkshow Radio Sonora FM 92 Jakarta “Kiat Sukses jadi UMK Go Online” PT Pertamina besama mitra binaan UMKM membagi ilmu dan tips agar mampu bertahan di tengah pemdemi dan melirik potensi online.

Unit Manager Communication & CSR MOR Kalimantan, Susanto August Satria mengatakan, untuk menghadapi badai pandemi yang tengah melanda pelaku UMKM dalam negeri ini, Pertamina terus berupaya membantu mitra binaannya agar dapat bertahan dan bangkit dengan mengadakan berbagai kegiatan pelatihan berbasis online dan digital.

“Program khusus bagi mitra binaan dikemas dengan tema Pertamina UMK Academy, bertujuan untuk memberikan pembinaan secara intensif mencakup serangkaian kegiatan dengan kurikulum yang diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas dan daya saing para mitra binaan”, kata Satria.

Ekonom, Budi Satria Isman yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, seiring dengan perkembangan teknologi digital, berwirausaha secara daring saat ini sudah menjadi tren baru.

“Penting sekali bagi para pelaku usaha untuk memahami banyak hal terutama dalam pemahaman tentang pasar, pendanaan modal, teknologi, pengelolaan keuangan yang baik, legalitas, dan tentunya networking”, ujar Budi.

Tentunya peningkatan di bidang digital ini membawa angin segar bagi para pelaku UMK, hal ini turut dirasakan oleh salah satu pelaku usaha kuliner Balikpapan, Ahmad Saekhu yang juga menjadi narasumber. Ia Memulai usaha sejak tahun 2018, awalnya Ahmad hanya berjualan menggunakan foodvan, namun kini bersama Pertamina, Nasi Kebuli Bang Ahmad telah memiliki rukonya sendiri yang berlamat di Jalan MT Haryono.

“Dengan adanya ruko, kami bisa menambah banyak menu, jam buka juga lebih lama, dan alhamdulillah omset naik drastis sekitar 250-300 persen dari sebelumnya”, tutur Ahmad.

Nasi Kebuli Bang Ahmad juga tidak luput dari dampak ekonomi akibat pandemi yang berlangsung, bahkan mengalami penurunan penjualan hingga 80 persen. Hal ini mendorong Ahmad untuk menciptakan menu frozen, yakni Nasi Kebuli, Nasi Bryani, dan Nasi Mandhi Instan dengan rasa yang enak dan harga terjangkau.

Ahmad mengakui bahwa dirinya banyak menerima bantuan dari Pertamina sehingga usahanya bisa semakin berkembang, diantaranya lewat ajang UMK Academy serta pameran online terbesar di Indonesia, yakni Pertamina SMEXPO.

“Terakhir kami juga dibantu untuk pengurusan seritfikat HALAL MUI, karena selama ini yang menjadi salah satu kendala kami untuk pemasaran Nasi Kebuli Instan Bang Ahmad adalah ijin edar dan sertifikat Halal, Alhamdulillah sekarang sudah dibantu oleh Pertamina”, katanya.

Di akhir talkshow interaktif tersebut, Satria Kembali mengingatkan para pelaku UMK bahwa tahun ini Pertamina akan melakukan beberapa kali pelatihan UMK Naik Kelas dan pameran SMEXPO dalam mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) yang digagas bersama oleh Kemendesa, PDT & Transmigrasi, Kemenkomarves, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Bank Indonesia, Rumah Kreatif BUMN. Kalimantan Timur akan menjadi tuan rumah puncak acara utama GBBI pada bulan Oktober nanti.

“Kami mengundang para pelaku UMK untuk ikut pada seluruh rangkaian kegiatan GBBI 2021 yang bermanfaat bagi pelaku UMK dimana salah satu rangkaiannya akan digelar pada Kamis besok, yakni Pelatihan UMK Go Online yang dapat diikuti secara umum dan gratis”, tutur Satria.

Satria menerangkan pelatihan yang akan berlangsung secara daring pada 5 Agustus ini, mengundang narasumber Husin Wijaya sebagai Exclusive Facilitator MarkPlus Institute dan Keynote Speaker Harlina Sulistyorini, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendesa, PDT & Transmigrasi. Bagi masyarakat maupun pelaku UMKM yang berminat untuk mengikuti pelatihan, Pertamina membuka pendaftaran melalui situs bit.ly/DaftarABBI2021.

Sebagai informasi, program mitra binaan Pertamina sudah mulainsejak 1993, sebanyak 65.000 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah bergabung menjadi mitra binaan PT Pertamina (Persero) melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil para pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) dari Sabang hingga Merauke.

Untuk di wilayah Regional Kalimantan sendiri, pelaku UMKM yang telah bergabung menjadi Mitra Binaan Pertamina sejak tahun 1993 mencapai 4.007 mitra binaan dari berbagai sektor usaha.

Selain pendanaan, Pertamina secara rutin menggelar berbagai pelatihan dengan menghadirkan narasumber yang ahli dibidangnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas mitra binaanya, agar mampu bersaing di skala nasional bahkan global. Terbukti sudah banyak mitra binaan kebanggaan Pertamina yang telah melebarkan usahanya hingga ke mancanegara.

Sumber : https://news.prokal.co/read/news/9091-pendaftaran-pelatihan-umkm-masih-dibuka.html

Pameran Virtual Lokal Keren Jatim dari BRI, Dorong UMKM untuk Bangkit

 

Pameran Virtual Lokal Keren Jatim dari BRI, Dorong UMKM untuk Bangkit

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menggelar pameran virtual industri kreatif UMKM, yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021. Kegiatan bertema “Lokal Keren Jatim” ini bertujuan untuk mendorong pengembangan UMKM di Provinsi Jawa Timur.

Untuk mengenalkan pameran ini ke masyarakat luas, diselenggarakan kegiatan virtual press conference “Bangga Buatan Indonesia - Lokal Keren Jatim”, yang dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting, Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto, Public Relations PT Wings Surya, Oucky Hertanto, President Direktur Jayaboard, Ahmad Hamdani.

Lokal Keren Jatim Road to BRILIANPRENEUR 2021 dilangsungkan selama sebulan penuh, yaitu pada 1 - 31 Agustus 2021, yang merupakan wujud nyata upaya BRI mendorong bangkitnya UMKM di Indonesia seiring dengan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI). Seperti diketahui, BBI dicanangkan tahun lalu oleh pemerintah dengan tujuan mendukung dan mempromosikan produk lokal Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian BUMN RI menunjuk BRI sebagai penyelenggara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur. Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting mengatakan harapannya agar masyarakat semakin mencintai, mengapresiasi, dan mengembangkan produk dalam negeri, khususnya produksi UMKM.

“Gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia dengan tema Lokal Keren Jatim bertujuan untuk membangun semangat dan aksi mencintai, mengapresiasi, menggunakan dan mengembangkan produk dalam negeri, khususnya sektor UMKM, di kalangan masyarakat umum,” ujar Loto.

Jawa Timur dipilih dan mendapat giliran untuk mewakili daerah lainnya, mengingat jumlah UMKM di provinsi ini besar. Hal itu berbanding lurus dengan jumlah populasi penduduk yang bisa menjadi pangsa pasar bagi produk UMKM.

Dalam pameran kali ini, sebanyak 251 UMKM terpilih mewakili Jawa Timur, yang terdiri dari beberapa bidang industri seperti fesyen, makanan dan minuman, kerajinan dan dekorasi rumah, hingga aksesoris dan kecantikan. UMKM yang terlibat merupakan binaan BRI, Bank Indonesia, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dewan Kerajinan Nasional Provinsi Jawa Timur, One Pesantren One Product (OPOP) Provinsi Jawa Timur, Rumah BUMN, Wingsfood, dan Jayaboard.

Catur Budi Harto, Wakil Direktur Utama BRI mengatakan, acara yang dihelat ini juga menjadi stimulus bagi UMKM untuk mengoptimalkan pemanfaatan platform digital seperti PaDi UMKM, Shopee, Tokopedia dan BliBli. Pameran virtual ini juga bertujuan untuk membuka peluang baru bagi produk UMKM Jawa Timur di pasar nasional dan ekspor.

“Harapannya melalui kegiatan ini, pelaku UMKM kini mampu menjadikan bisnis mereka lebih modern (Go Modern), menerapkan digitalisasi (Go Digital), serta memperluas jejaring pasar daring (Go Online) yang pada ujungnya Tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, UMKM binaan juga berhasil menembus pasar dunia sebagai UMKM Ekspor (Go Global),” ujar Catur.

“Sudah menjadi komitmen kami untuk mengembangkan bisnis para UMKM dengan segala sumber daya yang kami miliki. Kami berharap melalui kerja sama ini dapat membantu memperluas jangkauan bisnis para UMKM, tidak hanya ke seluruh pelosok Indonesia tetapi juga ke pasar internasional bersama Shopee,” ujar Daniel Minardi, Head of Brands Management and Digital Products Shopee Indonesia.

Sementara itu, sebagai salah satu mitra kerja sama, PT Wings Surya atau Wings Food turut pula membina UMKM sebagai bentuk dukungan gerakan nasional BBI melalui Program Mitra WAKUL (Wings Andalan Kuliner), yang diluncurkan pada pertengahan Mei 2021.

“Kami berharap dapat melahirkan pengusaha-pengusaha kuliner yang terus berkembang dan membawa cita rasa khas daerah lokal mereka,” kata Oucky Hertanto, Public Relations PT Wings Surya.

Mitra lainnya, Jayaboard, sebagai pemimpin pasar papan gipsum di Indonesia, memberikan dukungannya dalam program gerakan nasional BBI 2021 berupa pelatihan kepada masyarakat Jawa Timur. Jayaboard berkolaborasi dengan BRI memberikan pelatihan yang disalurkan melalui siaran Podcast.

“Melalui kegiatan ini, kami juga berharap dapat terus mengemban visi misi Jayaboard dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui pembangunan yang berkualitas,” kata Ahmad Hamdani, President Direktur Jayaboard.

BRILIANPRENEUR Pintu Pasar Global
Bagi BRI dan para pelaku UMKM, pandemi bukan halangan untuk segera bangkit. Peran UMKM Indonesia sangat penting sebagai penggerak utama ekonomi nasional. Untuk itu BRI akan selalu hadir untuk memacu kinerja pelaku usaha di sektor UMKM.

Program BRILIANPRENEUR diharapkan menjadi business matching yang menghasilkan transaksi, interaksi dengan pasar internasional. Selain itu bermanfaat pula sebagai sarana transfer knowledge bagi UMKM untuk menembus pasar ekspor.

Dengan BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR, UMKM dibukakan pintu pasar potensial secara virtual dari beberapa negara, seperti Malaysia, Australia, Hongkong, China, Kanada, Amerika Serikat dan lainnya. Event ini juga dimeriahkan dengan berbagai acara virtual lainnya seperti Webinar, Podcast, Coaching Clinic, Fashion Show, Product Showcase, Bazaar, Lelang Designer, Music Performance, Movie Launching, JATIM Food Festival dan Donasi.

Kegiatan ini tidak hanya dapat diikuti melalui website dan e-commerce, tapi dapat diikuti di sosial media dengan berbagai macam aktivitasnya. Dalam acara ini, BRI pun mempermudah akses transaksi di e-commerce menggunakan pembayaran daring seperti BRI Virtual Account (BRIVA), e-Pay BRI, Direct Debit BRI, Kartu Debit dan Kartu Kredit BRI. Nasabah akan mendapatkan diskon dan cashback untuk setiap transaksi yang menggunakan Kartu Debit, Kartu Kredit, e-Pay dan Direct Debit BRI. Selama rangkaian acara tersedia pula berbagai promo menarik jika melakukan pembelian produk UMKM via e-commerce yang telah bekerja sama.

Promo dibagi menjadi program pre-event, program reguler day, program peak day, dan program post-event. Adapun seluruh rangkaian program dan informasi LOKAL KEREN JATIM, Road to BRILianpreneur dapat diakses melalui website resmi https://lokalkerenjatim.id/main

Sumber : https://bogor.suara.com/read/2021/08/05/113003/pameran-virtual-lokal-keren-jatim-dari-bri-dorong-umkm-untuk-bangkit?page=all
 

Tuesday, August 3, 2021

Dorong UMKM Eksis di Masa Pandemi

Dorong UMKM Eksis di Masa Pandemi

Inovasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) digital turut mendorong pelaku usaha meningkatkan penjualan di tengah pandemi Covid-19. Ketua Dekranasda Berau, Sri Aslindah Gamalis mengatakan, pemerintah kabupaten dalam hal ini Dekranasda Berau juga turut berupaya memajukan dan menjadikan UMKM di Bumi Batiwakkal -sebutan Berau tetap eksis saat pandemi Covid-19 dan era digital.

“Kami punya program inovasi UMKM Digital, dan saat ini sudah dalam tahap akhir untuk teknisnya nanti seperti apa,” ujarnya, Senin (2/8).

Kemudian, untuk memperluas pemasaran penjualan pelaku usaha, kata Sri akan mengembangkan kemitraan strategis UMKM kepada perusahaan besar. Kemudian, pihaknya juga sudah memiliki outlet yang saat ini sudah berjalan hampir di semua kecamatan.

“Untuk memasarkan produk-produk UMKM bukan hanya via Online, tetapi juga memanfaatkan outlet-outlet kami yang ada. Seperti di bandara dan beberapa di supermarket,” jelasnya.

Keterlibatan pihak ketiga pun disebutnya sejauh ini sudah ikut mendukung meningkatkan UMKM di Berau. Salah satunya memenuhi fasilitas tempat penjualan seperti yang dimanfaatk oleh pelaku usaha di Sambaliung. “Harapan kami, UMKM kita bisa tetap semangat untuk berproduksi. InsyAllah dengan upaya-upaya pemda melalui Dekranasda ini bisa membantu terutama dalam hal pemasarannya," tuturnya.

"Sehingga UMKM bisa terus bertahan dan tetap eksis meski dalam kondisi pandemi dan memberikan penghasilan dari produk-produk UMKM itu sendiri," lanjutnya.

Untuk diketahui, total pelaku UMKM di Kabupaten Berau yang terdaftar ada sebanyak 12.596 yang sudah terdata di Dekranasda Berau.

Sumber : https://berau.prokal.co/read/news/68610-dorong-umkm-eksis-di-masa-pandemi