Showing posts with label Bank BRI. Show all posts
Showing posts with label Bank BRI. Show all posts

Monday, May 6, 2024

KUR BRI Bantu UMKM di Malang Perluas Pasar hingga ke Meksiko

 


KONTAN.CO.ID - Apakah Anda punya rencana berkunjung ke Kota Malang dalam waktu dekat ini? Jika iya, jangan lupa mampir dan membeli buah tangan di kawasan Sanan yang berada di kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing. Di sana terdapat pusat dari Sentra Industri Keripik Tempe Khas Malang yang menarik dikunjungi.

Di sana berjejer deretan usaha rumahan atau gerai toko yang berada di dalam gang hingga pinggir jalan. Salah satu yang jadi favorit dan selalu dipenuhi pengunjung adalah Keripik Tempe Rohani yang saat ini dijalankan oleh Maria Ulfa. Berawal dari industri rumahan, kini Keripik Tempe Rohani jadi salah satu merek pilihan oleh-oleh khas Malang.

Maria bercerita, usaha keripik tempenya telah dibangun oleh kedua orang tuanya sejak tahun 1988 lalu. Nama Rohani sendiri dipilih karena merupakan nama sang ayah. “Dulu belum ada gerai, masih usaha rumahan. Jadi, mulai dari proses produksi sampai pemasaran semuanya dari rumah. Alhamdulillah dari tahun ke tahun semakin meningkat, sampai di tahun 2011 lalu kami ada kesempatan dan rezeki untuk punya gerai di pinggir jalan raya. Dari situ Alhamdulillah Rohani semakin dikenal,” ceritanya.

Meskipun sudah terkenal, bukan berarti usahanya lancar begitu saja. Banyaknya pelaku usaha serupa di kelurahan Purwantoro membuat ia harus meracik strategi bisnis agar Keripik Tempe Rohani punya ciri khas di mata masyarakat.

“Strategi yang kita lakukan ada di peningkatan pelayanan, mempertahankan kualitas produk, dan juga melakukan inovasi. Jadi selain memproduksi keripik tempe, kami juga punya produk inovasi, seperti brownies tempe, spiku tempe dan cookies tempe. Selain itu, kami mengikuti perkembangan zaman. Kalau dulu pemasaran hanya offline, sekarang ada online juga. Di channel penjualan online kami ada semua. Supaya Tempe Rohani tidak ketinggalan zaman dengan anak muda sekarang,” lanjutnya.

Singkat cerita, pada tahun 2011 Keripik Tempe Rohani ingin mengembangkan bisnisnya dan membutuhkan modal cukup besar. Saat itulah pinjaman KUR dari BRI yang diajukan oleh ibunya membantu proses tersebut.

“Pinjaman KUR dari BRI ini sebenarnya kami terima waktu awal kami mulai punya gerai. Waktu itu kan butuh modal untuk mengisi toko, karena dari yang tadinya hanya di rumah pindah ke gerai pasti butuh banyak biaya seperti untuk etalase dan barang-barang lain selain keripik tempe. Alhamdulillah kami mendapat pinjaman dari BRI yang membantu kami untuk muter usaha juga dan semakin berkembang sampai sekarang,” kenang Maria.

Keripik Tempe Rohani sendiri juga merupakan UKM binaan Rumah BUMN. Maria menilai banyak kegiatan positif dari Rumah BUMN yang membantu kemajuan usahanya. “Kalau untuk pendampingan, kami juga UKM binaan Rumah BUMN. Nah, itu kami ada kesempatan bisa diajak pameran, kami sempat ikut event Pesta Rakyat Simpedes BRI. Sempat juga produk kami dibawa BRI ekspor ke Meksiko kalau nggak salah. Selain itu kalau ada kelas-kelas bisnis dari Rumah BUMN, diundang juga supaya upgrade dengan ilmu bisnis,” lanjutnya.

Momen Ramadan hingga mudik Lebaran pun menjadi ladang keuntungan bagi Keripik Tempe Rohani. Maria mengaku permintaan produk Keripik Tempe Rohani juga ikut meningkat karena banyaknya wisatawan yang datang ke Kota Malang. “Jadi kalau misal penjualan harian biasanya hanya satu digit, sekarang bisa sampai dua digit. Untuk peningkatannya bisa sekitar 50-60%, bahkan sebelum pandemi itu sampai 100% per hari,” ungkapnya.

Ia pun melakukan antisipasi dengan menyiapkan stok produksi yang sudah dijadwalkan sejak H-7 puasa. Bahkan selama Ramadan hampir tidak ada libur karena tingginya permintaan dari wisatawan, reseller, toko oleh-oleh, hingga instansi yang sudah berlangganan.

“Sebelum H-7 itu sudah kami tuntaskan pesanan reseller dan kami distribusikan, setelah itu kami bisa fokus penjualan di toko. Jumlah pengunjung mulai meningkat di toko H-7 Lebaran. Kalau masih awal-awal puasa masih sepi, jadi bisa kita fokuskan pada pesanan reseller itu”, lanjut Maria.

Ke depannya, Maria berharap agar ia dan usahanya Keripik Tempe Rohani bisa semakin aktif lagi diajak mengikuti pembinaan UMKM dari BRI, baik itu kegiatan pameran maupun pembinaan dari Rumah BUMN. Bagi yang sedang atau akan merencanakan mudik ke kota Malang, Keripik Tempe Rohani dapat menjadi alternatif pilihan oleh-oleh khas daerah yang tak pernah ketinggalan zaman.

Selain bisa mencicipi keripik tempe original yang gurih dan kaya rempah, ada juga produk inovasi olahan tempe lainnya yang tak kalah menarik untuk jadi buah tangan keluarga atau kerabat. Jangan lupa mampir ya, outlet Keripik Tempe Rohani berada di sentra industri Sanan, tepatnya di Jalan Tumenggung Suryo No 90, Purwantoro, Blimbing, Malang.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menambahkan bahwa penyaluran pembiayaan kepada UMKM oleh BRI selalu mengedepankan pendampingan dan pemberdayaan yang secara langsung membantu dan mendorong peningkatan kapabilitas pelaku usaha tersebut.

“BRI selalu konsisten dalam memberikan dukungan permodalan bagi pelaku UMKM dan memberikan pendampingan dan pemberdayaan kepada nasabah. Cerita produsen sekaligus pelaku UMKM Keripik Tempe Rohani Malang ini menjadi salah satu contoh bagaimana pendampingan dan pemberdayaan yang kami berikan dapat mendorong pelaku UMKM naik kelas”, tegasnya.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/05/kur-bri-bantu-umkm-di-malang-perluas.html

Thursday, April 4, 2024

Gampang dan Mudah, Pedagang UMKM Bisa Jadi Merchant BRI

 

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di era melek transaksi keuangan digital ini, para pemilik toko baik pedagang usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga pengusaha besar harus menyediakan layanan keuangan berbasis digital, misalnya layanan transaksi pembayaran lewat EDC maupun QRIS.

Demi mendukung pasar tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) punya layanan Jadi Merchant BRI kepada seluruh pedagang usaha mikro, kecil dan menengah. Disini BRI memberikan berbagai layanan keuangan digital sesuai dengan kebutuhan pedagang atau merchant, mulai dari fasilitas EDC Android, QRIS sampai dengan akseptasi pembayaran secara online.


Kartini Nasution, Pimpinan Cabang BRI Mal Ambasador mengatakan, buat pengusaha UMKM baik yang kecil maupun yang besar dapat memanfaatkan layanan Jadi Merchant BRI untuk memudahkan transaksi masyarakat secara digital. Tidak hanya transaksi tunai, saat ini banyak masyarakat pilih pembayaran yang efisien lewat QRIS. “Kami merchant BRI punya layanan EDC dan QRIS tersebut,” kata Kartini saat ditemui KONTAN.

Agar tidak memberatkan merchant. Kartini bilang, syarat Jadi Merchant BRI sangat mudah dan cepat. Yakni, usaha tersebut punya rekening tabungan dan giro, punya KTP dan NPWP, nomor handphone dan email, serta Surat Keterangan Usaha, dan dokumen kerja untuk setifikat kepemilikan dan surat keterangan sewa tempat usaha.

“Kalau data lengkap 3 hari sudah bisa menjadi merchant BRI,” ucap Nini. Ada berbagai macam pilihan produk untuk menjadi merchant BRI. Pertama, EDC dan QRIS Dinamis yakni mesin EDC dapat digunakan untuk menerima transaksi pembayaran dengan menggunakan kartu debit, kartu kredit, kartu prepaid, serta QRIS.

Kedua, QRIS Statis yang merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR code dari Bank Indonesia (BI) agar proses transaksi dengan QR Code lebih mudah, cepat dan terjaga keamanannya.

Ketiga, merchant online acquiring. Ini adalah salah satu metode akseptasi transaksi secara online menggunakan nomor kartu debit dan kartu kredit baik dari Bank BRI maupun bank lain. “Usaha merchant tinggal pilih. Dan pendirian merchant tidak dikenakan biaya alias gratis,” terang Nini.

Nantinya, setelah menjadi merchant ada biaya yang dibebabkan oleh acquirer bank kepada merchant atas transaksi yang dilakukan. Namanya, merchant discount rate (MDR). Nini bilang, tarif MDR ini sangat ramah bagi pelaku UMKM, yakni mulai dari 0,15% hingga tertinggi 1,30% per transaksi. “Kami paling murah di bank lain bisa 3,00% lho,” ucap Nini.

Manfaat jadi Merchant BRI

Tidak ada kata rugi saat menjadi merchant BRI. Nini menyampaikan, ada banyak manfaat bagi pengusaha UMKM yang menjadi merchant di BRI. Yang paling utama adalah masyarakat bisa pilih transaksi secara non tunai di pedagang, lewat kartu maupun scan QR.

Bagi BRI adalah sederet manfaat bagi pedagang yang menjadi merchant BRI. Misalnya, sirkulasi keuangan merchant akan meningkat, karena merchant dapat melayani transaksi tunai dan transaksi non tunai dengan menjadi merchant BRI. Kemudian menambah daya saing merchant dengan yang ada disekitarnya. Soalnya, pedagang dapat melayani transaksi non tunai tanpa ribet mengurus uang kembalian.

Terakhir, pedagang yang menjadi merchant BRI ini dapat menerima semua jenis pembayaran. Diantaranya, menerima semua jenis pembayaran kartu debit dan kartu kredit berlogo Visa, Mastercard, JCB dan private label BRI baik itu GPN dan kartu BRIZZI, serta QRIS dan online acquiring.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/gampang-dan-mudah-pedagang-umkm-bisa.html

Wednesday, April 3, 2024

UMKM Kian Mudah Catat Transaksi Menggunakan Tabungan BRI BritAma Bisnis

 

KONTAN.CO.ID - Kehadiran usaha mikro kecil menengah (UMKM) memberi dampak positif bagi perekonomian nasional. Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI) Sri Mulyani mencatat, penyerapan tenaga kerja UMKM saat ini mencapai 97%, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61,1%.

Menurut Sri, angka tersebut lebih tinggi dari Sri Lanka sebesar 20%, Malaysia 19%, Vietnam 20%, Pakistan 25%, Thailand 29,5%, Korea 30,9%, India 40%, dan Jepang 53,8%. “UMKM memberikan kontribusi ke PDB hingga 61%, ini juga relatif lebih tinggi dibandingkan negara di ASEAN maupun negara G20,” kata Sri, seperti yang diberitakan Kontan.co.id pada Kamis, (7/4).

Kemajuan ini bukan tanpa sebab. Selain melebarkan pasar secara digital, UMKM juga didukung pendanaan dari perbankan dan non perbankan untuk menciptakan layanan dan produk yang dibutuhkan konsumen. Dari BRI misalnya yang menyalurkan pembiayaan pinjaman mikro senilai Rp1,5 triliun – Rp1,7 triliun setiap harinya.

Pendanaan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh UMKM dengan cara mengatur finansial yang baik. Untuk itu, UMKM atau pemilik UMKM perlu memiliki simpanan atau tabungan bisnis agar dana pribadi dan operasional bisnis tidak bercampur, sehingga pencatatan lebih mudah dikalkulasi.\

Produk perbankan yang dapat menjadi rekomendasi UMKM mengatur simpanan adalah BritAma Bisnis. Produk tersebut menawarkan keuntungan berlipat kepada UMKM, misalnya gratis biaya administrasi dengan saldo rata-rata minimal Rp5 juta, pencatatan transaksi di Buku Tabungan yang lebih detail, internet banget dengan limit RTGS hingga Rp 1 miliar dan overbooking hingga Rp5 miliar, transaksi real time online di lebih dari 10.000 Unit Kerja BRI dan 23.000 ATM BRI seluruh Indonesia, serta gratis cover asuransi kecelakaan diri hingga Rp150 juta.

Semua keuntungan tersebut juga semakin mudah diakses karena tabungan BritAma Bisnis memiliki aksesibilitas Kartu ATM/Debit BRI di jaringan BRI, ATM Bersama, Link, Prima, Cirrus Maestro, dan Mastercard di dalam atau di luar negeri. Bukan itu saja, suku bunga BritAma Bisnis juga lebih tinggi dibanding tabungan umum.

Untuk mendapat berbagai keuntungan tersebut, UMKM dapat mengikuti syarat dan ketentuan yang telah diberikan BRI dalam situs resminya berupa:

  • Setoran awal sebesar Rp1 juta
  • Mengisi form aplikasi pembukaan rekening (AR-02)
  • Melampirkan identitas diri pengurus perusahaan seperti KTP, NIK, dan NPWP untuk WNI serta paspor dan KIMS/KITAP/KITAS atau surat keterangan pendukung untuk WNA.
  • Melampirkan dokumen berupa salinan akta pendirian atau anggaran dasar
  • Izin usaha (SIUP/TDP)
  • Surat kuasa penunjukkan pemegang kartu dan penanggung jawab rekening yang dibuat oleh pengurus perusahaan kepada orang yang dikuasakan.
  • Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/umkm-kian-mudah-catat-transaksi.html

    Sunday, March 31, 2024

    BRI Dorong UMKM Mainkan Peran Digital untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital

     

    KONTAN.CO.ID - Pertumbuhan digital ekonomi yang terjadi di seluruh dunia semakin tumbuh pesat. Managing Director of the KIT Knowledge Unit Mayada El-Zoghbi mengungkapkan, pertumbuhan digitalisasi dibuktikan oleh jumlah pengguna internet yang sudah mencapai 202,6 juta pengguna dan 64% dari total penduduk Indonesia juga sudah memiliki ponsel.

    “Sebanyak 89% rumah tangga memiliki setidaknya satu telepon, lalu dua juta UMKM menggunakan e-commerce, dan 90% pedagang telah mengadopsi pembayaran QRIS,” ujar Mayada El-Zoghbi saat menjadi pembicara dalam acara BRI Microfinance Outlook 2024, beberapa waktu lalu.

    Menurut Mayada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), digitalisasi memainkan peran kunci dalam pemberdayaan dan membangun keberlanjutan usaha. Pasalnya, bisnis di Indonesia mayoritas UMKM, bahkan berkontribusi 60% terhadap Penerimaan Domestik Bruto (PDB).

    Bagi BRI, digitalisasi menjadi salah satu pondasi transformasi digital yang selama ini dilakukan. Sepanjang tahun 2023, tercatat sebesar 99% dari total transaksi BRI dilakukan melalui kanal digital.

    Senada dengan Mayada, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan pemanfaatan teknologi digital mampu menjangkau pelaku usaha secara masif untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas pelaku usaha, efisiensi operasional hingga membukakan akses pasar yang lebih luas.

    “Pendekatan holistik program pemberdayaan BRI disesuaikan dengan kebutuhan UMKM menjadi kunci penting dalam mengurai kompleksnya permasalahan pengembangan usaha mikro,” ujarnya.

    Melalui percepatan digitalisasi, proses literasi mampu menjangkau lebih luas kepada pelaku usaha mikro dengan memberi banyak manfaat, termasuk efisiensi operasional, meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan daya saing.

    Hingga akhir tahun 2023, BRI sebagai bank yang terus berkomitmen kepada UMKM telah memiliki kerangka pemberdayaan yang dimulai dari fase dasar, integrasi hingga interkoneksi. Konsep revitalisasi tenaga pemasar mikro (mantri) yang menjadi financial advisor dengan konsep penguasaan ekosistem suatu wilayah menjadi backbone pelaksanaan.

    Keberagaman jenis pemberdayaan yang BRI miliki menjadi bukti nyata komitmen perusahaan untuk selalu memberikan solusi terhadap pengembangan ekosistem UMKM, khususnya segmen mikro dan ultra mikro.

    Pada level ultra mikro contohnya, BRI melalui aplikasi Senyum Mobile mencoba menjembatani bagaimana 3 entintas membentuk ekosistem layanan yang terintegrasi. Selain itu, dalam mendorong digitalisasi kelompok ultra mikro juga dikembangan AgenBRILink mekaar yang mampu mendorong inklusi dan literasi keuangan digital pada segmen masyarakat ultra mikro.

    “BRI memiliki konsep pemberdayaan UMKM secara end to end, yakni pemberdayaan dari fase dasar hingga pengembangan platform berbasis digital yang mampu menjadi solusi pengembangan ekosistem UMKM. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa UMKM mempunyai daya saing dan mampu beradaptasi dengan pasar,” ungkapnya.

    Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/03/bri-dorong-umkm-mainkan-peran-digital.html

    Sunday, February 6, 2022

    Consistently Bringing Growth to Indonesia, BRI Succeeds with a Profit of Rp. 32,22 Trillion for Q4 2021

     


    JAKARTA, Indonesia, Feb. 3, 2022 /PRNewswire/ -- PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (IDX:BBRI) announced the success of closing 2021 with a profit of Rp.32.22 trillion or grew by 75,53% year on year (yoy) in Q4 2021. The main driver for BRI's profit growth lies in credit performance and the collection of Third Party Funds (DPK), a significant decrease in interest costs, and its portfolio mix and asset quality management.

    "BRI's profit achievement of Rp.32.22 trillion proves that the company consistently creates economic value for all stakeholders in the midst of today's challenging conditions," said BRI President Director Surnarso.

    Until the end of December 2021, BRI lending (bank only) was recorded to have grown by 7.16% yoy, compared to 2021 which was 5.24%.

    The positive growth was mainly due to BRI's focus on the MSMEs; the micro segment grew 12.98% yoy , the consumer segment grew 3.97% yoy, and the SME segment grew 3.55%.

    The quality of BRI's loans is reflected in the ratio of Non-Performing Loans (NPL) maintained at the level of 3.08% with a very adequate NPL Coverage of 278.14%.

    At the same time, Bank BRI has recorded a positive performance collecting Third Party Funds (DPK) that grew 7.14% yoy with low Current Account Savings Account (CASA) increasing by 11.18% yoy in 2021. The proportion of BRI's loans continues to climb, where 83.86% of BRI's total loan disbursements are channelled to the MSMEs.

    BRI's ability to disburse loans and financing is supported by adequate liquidity and strong capital that was recorded at 83.53%, with a CAR of 27.25%.

    As the First Mover on Sustainable Finance in Indonesia, 65.5% of BRI's total credit was channelled to sustainable business activities which grew by 12.2% yoy. Hence, BRI has the largest loan portfolio for sustainable businesses in Indonesia.

    To support financial inclusion, BRI has empowered over 500,000 agents in Indonesia through AgenBRILink, which came to a great success with a transaction volume reaching Rp. 1,143.81 trillion in 2021.

    "We will continue to bring growth to Indonesia. We are strongly committed to maintaining the integration of environmental, social and governance aspects in our practices," Sunarso concluded.

    Sumber : https://en.prnasia.com/releases/apac/consistently-bringing-growth-to-indonesia-bri-succeeds-with-a-profit-of-rp-32-22-trillion-for-q4-2021-350609.shtml

    Sunday, August 22, 2021

    Pameran Virtual Lokal Keren Jatim dari BRI, Dorong UMKM untuk Bangkit

     

    Pameran Virtual Lokal Keren Jatim dari BRI, Dorong UMKM untuk Bangkit

    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menggelar pameran virtual industri kreatif UMKM, yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021. Kegiatan bertema “Lokal Keren Jatim” ini bertujuan untuk mendorong pengembangan UMKM di Provinsi Jawa Timur.

    Untuk mengenalkan pameran ini ke masyarakat luas, diselenggarakan kegiatan virtual press conference “Bangga Buatan Indonesia - Lokal Keren Jatim”, yang dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting, Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto, Public Relations PT Wings Surya, Oucky Hertanto, President Direktur Jayaboard, Ahmad Hamdani.

    Lokal Keren Jatim Road to BRILIANPRENEUR 2021 dilangsungkan selama sebulan penuh, yaitu pada 1 - 31 Agustus 2021, yang merupakan wujud nyata upaya BRI mendorong bangkitnya UMKM di Indonesia seiring dengan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI). Seperti diketahui, BBI dicanangkan tahun lalu oleh pemerintah dengan tujuan mendukung dan mempromosikan produk lokal Indonesia.

    Pemerintah melalui Kementerian BUMN RI menunjuk BRI sebagai penyelenggara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur. Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting mengatakan harapannya agar masyarakat semakin mencintai, mengapresiasi, dan mengembangkan produk dalam negeri, khususnya produksi UMKM.

    “Gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia dengan tema Lokal Keren Jatim bertujuan untuk membangun semangat dan aksi mencintai, mengapresiasi, menggunakan dan mengembangkan produk dalam negeri, khususnya sektor UMKM, di kalangan masyarakat umum,” ujar Loto.

    Jawa Timur dipilih dan mendapat giliran untuk mewakili daerah lainnya, mengingat jumlah UMKM di provinsi ini besar. Hal itu berbanding lurus dengan jumlah populasi penduduk yang bisa menjadi pangsa pasar bagi produk UMKM.

    Dalam pameran kali ini, sebanyak 251 UMKM terpilih mewakili Jawa Timur, yang terdiri dari beberapa bidang industri seperti fesyen, makanan dan minuman, kerajinan dan dekorasi rumah, hingga aksesoris dan kecantikan. UMKM yang terlibat merupakan binaan BRI, Bank Indonesia, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dewan Kerajinan Nasional Provinsi Jawa Timur, One Pesantren One Product (OPOP) Provinsi Jawa Timur, Rumah BUMN, Wingsfood, dan Jayaboard.

    Catur Budi Harto, Wakil Direktur Utama BRI mengatakan, acara yang dihelat ini juga menjadi stimulus bagi UMKM untuk mengoptimalkan pemanfaatan platform digital seperti PaDi UMKM, Shopee, Tokopedia dan BliBli. Pameran virtual ini juga bertujuan untuk membuka peluang baru bagi produk UMKM Jawa Timur di pasar nasional dan ekspor.

    “Harapannya melalui kegiatan ini, pelaku UMKM kini mampu menjadikan bisnis mereka lebih modern (Go Modern), menerapkan digitalisasi (Go Digital), serta memperluas jejaring pasar daring (Go Online) yang pada ujungnya Tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, UMKM binaan juga berhasil menembus pasar dunia sebagai UMKM Ekspor (Go Global),” ujar Catur.

    “Sudah menjadi komitmen kami untuk mengembangkan bisnis para UMKM dengan segala sumber daya yang kami miliki. Kami berharap melalui kerja sama ini dapat membantu memperluas jangkauan bisnis para UMKM, tidak hanya ke seluruh pelosok Indonesia tetapi juga ke pasar internasional bersama Shopee,” ujar Daniel Minardi, Head of Brands Management and Digital Products Shopee Indonesia.

    Sementara itu, sebagai salah satu mitra kerja sama, PT Wings Surya atau Wings Food turut pula membina UMKM sebagai bentuk dukungan gerakan nasional BBI melalui Program Mitra WAKUL (Wings Andalan Kuliner), yang diluncurkan pada pertengahan Mei 2021.

    “Kami berharap dapat melahirkan pengusaha-pengusaha kuliner yang terus berkembang dan membawa cita rasa khas daerah lokal mereka,” kata Oucky Hertanto, Public Relations PT Wings Surya.

    Mitra lainnya, Jayaboard, sebagai pemimpin pasar papan gipsum di Indonesia, memberikan dukungannya dalam program gerakan nasional BBI 2021 berupa pelatihan kepada masyarakat Jawa Timur. Jayaboard berkolaborasi dengan BRI memberikan pelatihan yang disalurkan melalui siaran Podcast.

    “Melalui kegiatan ini, kami juga berharap dapat terus mengemban visi misi Jayaboard dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui pembangunan yang berkualitas,” kata Ahmad Hamdani, President Direktur Jayaboard.

    BRILIANPRENEUR Pintu Pasar Global
    Bagi BRI dan para pelaku UMKM, pandemi bukan halangan untuk segera bangkit. Peran UMKM Indonesia sangat penting sebagai penggerak utama ekonomi nasional. Untuk itu BRI akan selalu hadir untuk memacu kinerja pelaku usaha di sektor UMKM.

    Program BRILIANPRENEUR diharapkan menjadi business matching yang menghasilkan transaksi, interaksi dengan pasar internasional. Selain itu bermanfaat pula sebagai sarana transfer knowledge bagi UMKM untuk menembus pasar ekspor.

    Dengan BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR, UMKM dibukakan pintu pasar potensial secara virtual dari beberapa negara, seperti Malaysia, Australia, Hongkong, China, Kanada, Amerika Serikat dan lainnya. Event ini juga dimeriahkan dengan berbagai acara virtual lainnya seperti Webinar, Podcast, Coaching Clinic, Fashion Show, Product Showcase, Bazaar, Lelang Designer, Music Performance, Movie Launching, JATIM Food Festival dan Donasi.

    Kegiatan ini tidak hanya dapat diikuti melalui website dan e-commerce, tapi dapat diikuti di sosial media dengan berbagai macam aktivitasnya. Dalam acara ini, BRI pun mempermudah akses transaksi di e-commerce menggunakan pembayaran daring seperti BRI Virtual Account (BRIVA), e-Pay BRI, Direct Debit BRI, Kartu Debit dan Kartu Kredit BRI. Nasabah akan mendapatkan diskon dan cashback untuk setiap transaksi yang menggunakan Kartu Debit, Kartu Kredit, e-Pay dan Direct Debit BRI. Selama rangkaian acara tersedia pula berbagai promo menarik jika melakukan pembelian produk UMKM via e-commerce yang telah bekerja sama.

    Promo dibagi menjadi program pre-event, program reguler day, program peak day, dan program post-event. Adapun seluruh rangkaian program dan informasi LOKAL KEREN JATIM, Road to BRILianpreneur dapat diakses melalui website resmi https://lokalkerenjatim.id/main

    Sumber : https://bogor.suara.com/read/2021/08/05/113003/pameran-virtual-lokal-keren-jatim-dari-bri-dorong-umkm-untuk-bangkit?page=all
     

    Monday, March 29, 2021

    Percepat PEN, BRI Fokus Dorong Pertumbuhan 5 Sektor Kunci

    BRI akan memprioritaskan penyaluran kredit untuk lima sektor usaha yang berperan besar mengerek pertumbuhan ekonomi. (Foto: Bank BRI)

    BRI akan memprioritaskan penyaluran kredit untuk lima sektor usaha yang berperan besar mengerek pertumbuhan ekonomi. Kelima sektor itu adalah industri manufaktur, pertanian, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi dan makanan-minuman.

    Otoritas Jasa Keuangan menyebut, sektor-sektor tersebut menyumbag 60,1 persen pertumbuhan ekonomi nasional, dengan 75,4 persen penyerapan tenaga kerja. Mereka juga menjadi penyumbang terbesar permintaan kredit segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sepanjang 2020, yakni sebesar 83 persen.

    Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, perbaikan kondisi ekonomi nasional bisa dimulai dari kualitas dan penyaluran pembiayaan yang terjaga bagi para pelaku usaha di kelima sektor itu. Pertumbuhan kredit pun diprediksi terjadi sepanjang 2021, dengan catatan pelaku industri perbankan dapat menyalurkan pendanaan secara tepat dan cepat.

    "Menurut saya, sektor yang prioritas itu yang kira-kira akan men-generate pertumbuhan kredit dan juga menjaga kualitasnya. Tapi bagaimana (untuk sektor) yang masih tumbuh negatif, sebut saja (sektor) yang masih berkaitan dengan turis, hotel, dan lain-lain? Rasanya saya katakan, fokus saja di situ untuk menjaga kualitas (kredit)," ujar Sunarso dalam webinar Katadata Indonesia Data and Economic Conference 2021 yang mengambil tema "Indonesia's Narrowing Path to Prosperity: Tough Economic Choices for Hard Times", Kamis (25/3).

    Menurut Sunarso, risk management industri perbankan saat ini cukup kuat dan solid. Dalam situasi pandemi, lebih penting bagi para pelaku usaha untuk bertahan daripada mencari untung. Penyaluran kredit lembaga perbankan ke depannya harus difokuskan pada pelaku usaha di segmen prioritas, khususnya UMKM. Alasannya, karena UMKM adalah segmen usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia.

    Jika kondisi usaha UMKM terjaga, maka permintaan kredit akan meningkat. Hal itu otomatis berdampak baik pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sunarso yakin, perbaikan kondisi pelaku UMKM dapat berjalan maksimal tahun ini, antara lain karena dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan seperti vaksinasi nasional, perpanjangan stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan bantuan sosial (bansos) tunai bagi masyarakat.

    Beragam program tersebut terbukti berdampak positif terhadap optimisme pelaku UMKM. Berdasarkan data BRI Micro dan SME Index, mayoritas pelaku UMKM yakin bangkit mulai kuartal I tahun ini. Indeks yang sama juga mencatat perbaikan aktivitas bisnis UMKM dan sentimen bisnis pelaku usaha.

    Untuk itu, BRI meneguhkan komitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam penyaluran ragam stimulus PEN dengan tujuan akhir meningkatkan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Peningkatan dua hal ini akan berimbas pada kenaikan permintaan kredit, juga pemulihan ekonomi nasional.

    "Kesimpulannya, UMKM itu ternyata masih sangat optimis melihat pemulihan ekonomi ini, baik yang di-create dengan kebijakan pemerintah maupun internal situasi bisnis UMKM itu sendiri," ujar Sunarso.


    sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210327132619-83-622800/percepat-pen-bri-fokus-dorong-pertumbuhan-5-sektor-kunci
     

    Thursday, February 18, 2021

    Ini Syarat dan Cara Mengajukan Pinjaman untuk UMKM di Bank BRI

    Ilustrasi kredit.(SHUTTERSTOCK)

    UMKM merupakan salah satu yang paling terdampak sejak mewabahnya pandemi Covid-19.

    Banyak UMKM di Tanah Air yang terpaksa harus gulung tikar lantaran kurangnya omzet sehingga tidak memiliki modal yang cukup untuk memutar usahanya.

    Oleh sebab itu, UMKM memerlukan tambahan modal atau pinjaman agar bisa kembali bergairah.

    Pinjaman ini pun bisa berasal dari pinjaman online alias Finansial Technology (Fintech) hingga perbankan.

    Beragam perbankan di Indonesia memberikan layanan pinjaman kepada para nasabahnya khsusunya para pelaku UMKM.

    Salah satunya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

    Lantas, bagaimana syarat hingga skema peminjamannya?

    Mengutip laman www.bri.co.id, Jumat (19/2/2021), Bank BRI menyediakan 3 kategori pinjaman UMKM yang bisa dijadikan pilihan, yaitu Pinjaman Mikro, Retail Menengah, dan Pinjaman Program.

    1. Pinjaman Mikro

    Pinjaman Mikro terbagi menjadi dua, yaitu Kredit Usaha Mikro (KUR) dan Kupedes.

    Sesuai dengan namanya, KUR merupakan jenis pinjaman dari bank BRI yang diperuntukan bagi pelaku usaha mikro, usaha kecil, dan koperasi, dengan batas pinjaman mencapai Rp 500 juta.

    Sementara Kupedes adalah jenis pinjaman yang diperuntukan bagi semua sektor ekonomi, baik itu badan usaha maupun individu, selama memenuhi persyaratan yang diberlakukan.

    Persyaratan Pinjaman KUR

    Bagi UMKM yang ingin melakukan pinjaman KUR, syaratnya adalah harus memiliki usaha produktif, layak, serta setidaknya telah berjalan secara aktif kurang lebih minimal 6 bulan.

    Selain itu peminjam juga tidak sedang menerima kredit apapun dari perbankan, kecuali untuk keperluan konsumtif, seperti kartu kredit, KPR, KKB, dan lain-lain.

    Peminjam juga harus memiliki Surat Izin Usaha, memiliki dokumen lainnya yang dibutuhkan, seperti KTP dan Kartu Keluarga.

    Persyaratan Pinjaman Kupedes

    Peminjam harus memiliki pengalaman usaha setidaknya minimal 1 tahun, melampirkan legalitas usaha (minimal surat keterangan usaha dari Kepala Desa/Lurah/Pasar), melengkapi identitas diri yang diminta, seperti KTP atau SIM.

    Cara untuk mendapatkan peminjaman ini, peminjam dapat langsung melakukan pendaftaran pinjaman BRI untuk UMKM melalui online, yaitu dengan mengunjungi situs bank BRI secara langsung.

    2. Pinjaman Retail Menengah

    Selain pinjaman Mikro, bank BRI juga memiliki jenis pinjaman lainnya yang bisa dijadikan pilihan, yaitu pinjaman untuk Retail Menengah.

    Pinjaman yang satu ini juga memiliki dua kategori, yaitu Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi.

    Sesuai dengan namanya, Kredit Modal Kerja merupakan salah satu jenis pinjaman yang memang diperuntukan bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal tambahan untuk biaya operasional usaha.

    Sementara Kredit Investasi merupakan fasilitas kredit jangka menengah atau jangka panjang untuk membiayai barang modal atau aktiva tetap perusahaan.

    Untuk kedua jenis pinjaman ini, tidak terdapat batas nominal pinjaman.

    Namun, tetap harus disesuaikan dengan kemampuan dari peminjamnya itu sendiri.

    3. Pinjaman Program

    Lalu Pinjaman Program merupakan jenis pinjaman untuk suatu program tertentu, sehingga tidak semua orang dapat mengajukan pinjaman.

    Ada 3 Pinjaman Program yang diberikan untuk UMKM yaitu Kredit Pangan, Resi Gudang, dan Kredit Kemitraan.

    Kredit pangan

    Kredit Pangan merupakan salah satu jenis pinjaman yang diperuntukan bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang pangan.

    Untuk persyaratan Kredit Pangan, peminjam harus memiliki usaha yang telah berjalan aktif selama kurang lebih 1 tahun atau selama 2 kali siklus tanam, memenuhi dokumen yang telah ditetapkan seperti Akta Pendirian Usaha, TDP, SIUP, SITU, dan IUMK, dan melampirkan identitas diri.

    Resi gudang

    Resi Gudang adalah jenis pinjaman yang diperuntukan bagi Petani, Kelompok Tani, Gapoktan, maupun Koperasi, yang menjadi resi gudang sebagai jaminannya.

    Jangka waktu cicilan pinjaman maksimum 6 tahun dengan plafon maksimum 70 persen dari nilai resi gudang.

    untuk persyaratan Resi Gudang, hanya diperuntukkan bagi anggota petani, melampirkan dokumen legal dari yang berwenang, dan memiliki komunitas yang aktif.

    Kredit kemitraan

    Sedangkan Kredit Kemitraan adalah jenis pinjaman untuk membiayai modal kerja dan atau pembelian aktiva tetap dalam rangka meningkatkan produksi penjualan.




    sumber : https://money.kompas.com/read/2021/02/19/063130926/ini-syarat-dan-cara-mengajukan-pinjaman-untuk-umkm-di-bank-bri?page=all