Showing posts with label PEN. Show all posts
Showing posts with label PEN. Show all posts

Monday, March 29, 2021

Percepat PEN, BRI Fokus Dorong Pertumbuhan 5 Sektor Kunci

BRI akan memprioritaskan penyaluran kredit untuk lima sektor usaha yang berperan besar mengerek pertumbuhan ekonomi. (Foto: Bank BRI)

BRI akan memprioritaskan penyaluran kredit untuk lima sektor usaha yang berperan besar mengerek pertumbuhan ekonomi. Kelima sektor itu adalah industri manufaktur, pertanian, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi dan makanan-minuman.

Otoritas Jasa Keuangan menyebut, sektor-sektor tersebut menyumbag 60,1 persen pertumbuhan ekonomi nasional, dengan 75,4 persen penyerapan tenaga kerja. Mereka juga menjadi penyumbang terbesar permintaan kredit segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sepanjang 2020, yakni sebesar 83 persen.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, perbaikan kondisi ekonomi nasional bisa dimulai dari kualitas dan penyaluran pembiayaan yang terjaga bagi para pelaku usaha di kelima sektor itu. Pertumbuhan kredit pun diprediksi terjadi sepanjang 2021, dengan catatan pelaku industri perbankan dapat menyalurkan pendanaan secara tepat dan cepat.

"Menurut saya, sektor yang prioritas itu yang kira-kira akan men-generate pertumbuhan kredit dan juga menjaga kualitasnya. Tapi bagaimana (untuk sektor) yang masih tumbuh negatif, sebut saja (sektor) yang masih berkaitan dengan turis, hotel, dan lain-lain? Rasanya saya katakan, fokus saja di situ untuk menjaga kualitas (kredit)," ujar Sunarso dalam webinar Katadata Indonesia Data and Economic Conference 2021 yang mengambil tema "Indonesia's Narrowing Path to Prosperity: Tough Economic Choices for Hard Times", Kamis (25/3).

Menurut Sunarso, risk management industri perbankan saat ini cukup kuat dan solid. Dalam situasi pandemi, lebih penting bagi para pelaku usaha untuk bertahan daripada mencari untung. Penyaluran kredit lembaga perbankan ke depannya harus difokuskan pada pelaku usaha di segmen prioritas, khususnya UMKM. Alasannya, karena UMKM adalah segmen usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia.

Jika kondisi usaha UMKM terjaga, maka permintaan kredit akan meningkat. Hal itu otomatis berdampak baik pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sunarso yakin, perbaikan kondisi pelaku UMKM dapat berjalan maksimal tahun ini, antara lain karena dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan seperti vaksinasi nasional, perpanjangan stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan bantuan sosial (bansos) tunai bagi masyarakat.

Beragam program tersebut terbukti berdampak positif terhadap optimisme pelaku UMKM. Berdasarkan data BRI Micro dan SME Index, mayoritas pelaku UMKM yakin bangkit mulai kuartal I tahun ini. Indeks yang sama juga mencatat perbaikan aktivitas bisnis UMKM dan sentimen bisnis pelaku usaha.

Untuk itu, BRI meneguhkan komitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam penyaluran ragam stimulus PEN dengan tujuan akhir meningkatkan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Peningkatan dua hal ini akan berimbas pada kenaikan permintaan kredit, juga pemulihan ekonomi nasional.

"Kesimpulannya, UMKM itu ternyata masih sangat optimis melihat pemulihan ekonomi ini, baik yang di-create dengan kebijakan pemerintah maupun internal situasi bisnis UMKM itu sendiri," ujar Sunarso.


sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210327132619-83-622800/percepat-pen-bri-fokus-dorong-pertumbuhan-5-sektor-kunci
 

Tuesday, March 2, 2021

Kemkop UKM: Penyerapan PEN ke pengusaha mikro sudah hampir 100 persen

ILUSTRASI. Pekerja menjemur kerupuk di sentra produksi Karadenan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/2/2021). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj.

Program pemulihan ekonomi nasional (PEN) terus bergulir. Banyaknya bantuan dari pemerintah membuat pengusaha terutama dari kalangan UMKM makin semangat dalam memulihkan usahanya di masa pandemi ini.

Sekretaris Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM Santoso menyebutkan bahwa pemerintah telah mengadakan lima program PEN yang penyerapannya sudah hampir 100%. “Salah satunya adalah bantuan produk usaha mikro, dari target sudah kita sampaikan secara nasional 100% dengan bantuan sebesar Rp 28,89 triliun untuk 12 juta pelaku usaha mikro,” ucapnya dalam Katadata Forum Virtual Series dengan tema “Mengukur Efektivitas Bantuan Presiden bagi UMKM Agrikultur”, Selasa (2/3).

Belum lagi adanya bantuan dengan pengurangan bunga pinjaman, seperti subsidi usaha mikro atau Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penyerapan mencapai 98,8% dengan subsidi bunga dari 6% menjadi 3%.

Santoso mengatakan, UMKM merupakan unit usaha terbesar di Indonesia dan mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam perekonomian nasional. Jumlah tenaga kerja yang diserap dari UMKM hampir sebanyak 133 juta lebih. Sehingga bantuan untuk UMKM sangat perlu untuk menyelamatkan perekonomian negara.

Meski sempat mengalami hambatan di awal pandemi, justru keadaan krisis tersebut memaksa UMKM untuk mampu go digital. Apalagi sekarang industri teknologi semakin booming selama pandemi. Jalan keluar lain kembali didapatkan pengusaha, belajar menguasai digital membuat mereka tetap mendapatkan pasar dan pelanggan.

Direktur Bisnis Mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI), Supari, mengungkapkan, saat bulan keenam pandemi pengusaha UMKM sudah mulai jatuh, sehingga datangnya bantuan dari pemerintah pada Agustus 2020 membuat pengusaha kembali bangkit.

“Bantuan itu sudah sangat tepat sekalI untuk membuat mereka (pengusaha) survive, karena pemerintah menggelontorkan bansos yang menciptakan daya beli masyarakat, dan didorong dengan menggunakan daya hibah,” jelas Supari.

Ia menambahkan, lebih dari 90% pengusaha merasa mampu bertahan dan bangkit. Hal tersebut menghasilkan dampak yang sangat positif. Pengusaha UMKM dalam menghadapi masa kritis yang tidak menentu ujungnya ini seakan masih memiliki harapan.

Menurut Pamitra Wineka, Presiden & Co-Founder TaniHub, industri yang sebelumnya dianggap kesulitan menghadapi disrupsi teknologi seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan kini telah beradaptasi dengan perubahan. Demi tetap mendapatkan keuntungan, banyak petani mulai menguasai teknologi.

“Dulu kan kalau oversupply mereka bagikan kemana-mana, karena merasa nggak ketemu marketnya. Apalagi pandemi mereka sudah ketakutan, kita buat mereka secure dengan bantuan e-commerce,” jelas Eka.

Dalam industri pertanian, platform e-commerce bertindak sebagai aggregator untuk petani dan off taker yang terhubung dengan ribuan user. Maka petani tidak lagi perlu komplain karena hanya mengandalkan satu distributor.

Selain e-commerce, terdapat juga fintech yang berhubung dengan pertanian untuk memudahkan mereka mendapat pinjaman dan menyalurkan target kredit. Di mana fintech ini dapat banyak membantu permodalan dari masyarakat untuk bisa pinjam ke bank.

Bantuan pandemi Covid-19 terbanyak yang diterima UMKM Agrikultur adalah Banpres BPUM/BLT UMKM. Manajer riset Katadata Insight Center Vivi Zabkie mengatakan, 18% responden pelaku usaha UMKM mengaku menerima bantuan ini.

“Banpres UMKM (BPUM) umumnya diterima utuh (2,4 juta rupiah per UMKM). Sejumlah responden (3%) mengaku jumlah bantuan dipotong untuk sumbangan, administrasi dll. Selama pandemi Covid-19, UMKM masih dapat mengakses bantuan reguler. Terbanyak dalam bentuk pelatihan,” kata Vivi



sumber : https://nasional.kontan.co.id/news/kemkop-ukm-penyerapan-pen-ke-pengusaha-mikro-sudah-hampir-100-persen