Showing posts with label BANTUAN UMKM. Show all posts
Showing posts with label BANTUAN UMKM. Show all posts

Wednesday, April 7, 2021

Kemenkop UKM: Bantuan UMKM Rp 1,2 Juta Sudah Tersalurkan

Perajin membuat kerajinan gelas dari bahan bambu di Imah Kreasi Awi, Kelurahan Empang, Kota Bogor, Jawa Barat, (ilustrasi). Kemenkop UKM menyatakan telah menyalurkan bantuan senilai Ro 1,2 juta kepada 6,6 juta UMKM di Tanah Air.

Program bagi Pelaku Usaha (BPUM) 2020 kembali dilanjutkan tahun ini dengan alokasi 12,8 juta penerima. Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan, hingga 1 April 2021 bantuan telah disalurkan kepada 6,6 juta penerima.

"Sampai dengan 1 April telah dilakukan validasi terhadap data yang ada di Kemenkop UKM dan telah disalurkan kepada kurang lebih 6,6 juta pelaku usaha mikro dengan anggaran sebesar Rp 7,9 triliun," kata Deputi Usaha Mikro Kemenkop UKM, Eddy Satriya dalam konferensi pers, Selasa (6/4).

Ia menjelaskan, penyaluran BPUM tahun ini dibagi ke dalam dua tahap. Tahap pertama akan diberikan kepada 9,8 juta penerima. Mereka adalah penerima BPUM 2020 dan juga masyarakat yang sudah mendaftarkan diri pada program BPUM 2020 dan sudah tervalidasi namun belum memperoleh bantuan tersebut.

Adapun pada tahap kedua yakni penyaluran untuk 3 juta penerima yang merupakan penerima baru. Eddy mengatakan, pendaftaran bagi penerima baru masih terus dibuka hingga saat ini.

Menurut Eddy, pihaknya masih melengkapi selisih 3,2 juta data penerima untuk pencairan tahap pertama yang ditargetkan selesai pada akhir bulan ini.

"Dalam mencapai target penyaluran 9,8 juta penerima, Kemenkop UKM sudah menerbitkan tambahan data tentunya selisihnya 3,2 juta dari usulan dinas yang membidangi koperasi dan UKM. Diharapkan sudah bisa masuk akhir April ini untuk kita proses selanjutnya," katanya.

Lebih lanjut, untuk penyaluran tahap dua, Eddy mengatakan sampai saat ini anggaran belum tersedia. Pasalnya, program BPUM 2021 akan berlangsung hingga kuartal III 2021.


sumber : https://www.republika.co.id/berita/qr5cu6423/kemenkop-ukm-bantuan-umkm-rp-12-juta-sudah-tersalurkan 

Tuesday, February 23, 2021

Kabar Gembira! 14 Juta UMKM Bakal Dapat Bantuan Tunai Rp1,2 Juta

Gerobak Listrik yang digunakan oleh PT Harapan Bangsa Kita (Hebat) milik Kaesang Pangarep. - ANTARA

Pemerintah menyatakan anggaran bantuan tunai untuk pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan disalurkan mulai Maret 2021. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan ada 14 juta UMKM yang akan mendapat bantuan tunai Rp1,2 juta mulai Maret 2020. Bantuan tersebut melengkapi subsidi bunga kredit yang sebelumnya sudah disalurkan.

“Tentu kalau [bantuan tunai UMKM] bisa dijalankan, akan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi di Q1 [kuartal I/2021]. Jadi maksimal untuk menjadi pijakan dalam triwulan-triwulan berikutnya,” jelasnya konferensi pers virtual, Selasa (23/2/2021).

Berdasarkan pemaparan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, anggaran PEN 2021 naik menjadi Rp699,43 triliun. Angka ini meningkat 21 persen dari realisasi sementara 2020 sebesar Rp579,78 triliun.

Askolani mengatakan secara khusus, anggaran untuk kesehatan membutuhkan tambahan Rp130 triliun yang berasal dari belanja pusat dengan transfer ke daerah dan dana desa.

Tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk kebutuhan vaksinasi, kebutuhan pasien, peralatan kesehatan, dan insentif tenaga kesehatan.

Selain alokasi untuk sektor kesehatan, tambahan belanja lain juga pemerintah siapkan untuk program kartu prakerja sebesar Rp10 triliun. Pemerintah juga sudah memberikan diskon listrik untuk 500 va dan 900 va. Potensi perpanjangan bantuan sosial tunai juga akan terus menjadi bahan evaluasi hingga April 2021.



sumber : https://ekonomi.bisnis.com/read/20210224/9/1360130/kabar-gembira-14-juta-umkm-bakal-dapat-bantuan-tunai-rp12-juta

Sunday, February 21, 2021

Dinilai Sangat Penting, Pemerintah Berikan Stimulus Bantuan UMKM Sebesar Rp150,1 Triliun

Ilustrasi: Seorang pelaku UMKM. /Indonesiago/

Di tengah pandemi Covid-19, kebangkitan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan hal yang sangat penting sebagai pemilih ekonomi nasional.
Karena itu, pemeritah memutuskan untuk memberikan stimulus bantuan UMKM.

Untuk diketahui, Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Kemenkop UKM) menyebutkan, jumlah usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia mencapai 64,1 juta unit atau sekitar 99 persen dari total pelaku usaha yang ada di negara ini.

Kontribusi sektor tersebut terhadap penyerapan tenaga kerja di tanah air di tengah pandemi Covid-19 pun cukup signifikan.

Sektor disebut mampu menyerap 116 juta tenaga kerja dan berkontribusi sekitar 58 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sektor UMKM menjadi sektor usaha yang mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah, termasuk diberikan sejumlah stimulus.

Tahun 2021, bersama BUMN, sektor UMKM mendapatan alokasi dana stimulus dari pemerintah sebesar Rp150,1 triliun.

Meskipun, dibandingkan alokasi tahun lalu sebesar Rp177 triliun, alokasi itu susut 15 persen. Namun, stimulus itu tetap besar nilainya.

Alokasi dana stimulan itu merupakan bagian dari total anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 sebesar Rp619 triliun.

Khusus untuk anggaran PEN 2021, pemerintah sebelumnya mengajukan nilai sebesar Rp533,1 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 akan meningkat hingga total menjadi Rp619 triliun.

“Tadi malam kami berdiskusi dengan menko dan menteri yang lain kalau angka ini akan meningkat hingga Rp619 triliun,” kata Menkeu Sri Mulyani secara daring dalam Mandiri Investment Forum 2021 dikutip dari Indonesia.go.id, Rabu (3/2/2021).

Menurut Menkeu Sri Mulyani, kenaikan anggaran PEN 2021 digunakan untuk menghadapi ketidakpastian akibat Covid-19 termasuk untuk BLT.

Selain itu, program pemulihan ekonomi ini juga akan memberikan insentif perpajakan untuk dunia usaha sekitar Rp42 triliun, insentif perpajakan untuk dunia usaha sekitar Rp42 triliun, atau bahkan mendekati Rp60 triliun.

Selain itu dana tersebut juga dialokasikan untuk sektor kesehatan sebesar Rp104,7 triliun yang digunakan untuk program vaksinasi, fasilitas medis dan infrastruktur, biaya klaim perawatan, insentif tenaga kesehatan dan santunan kematian, serta bantuan iuran BPJS untuk PBPU/BP.

Sementara itu, anggaran perlindungan sosial sebesar Rp150,96 triliun untuk Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM), kartu sembako, kartu prakerja, bantuan langsung tunai (BLT) dana desa, bantuan sosial tunai bagi 10 juta KPM, subsidi kuota internet, dan diskon listrik.

Untuk program prioritas, pemerintah menganggarkan Rp141,36 triliun yang dialokasikan untuk mendukung sektor pariwisata, ketahanan pangan, pengembangan ICT, pinjaman ke daerah dan subsidi pinjaman daerah, stimulus padat karya K/L, kawasan industri, dan program prioritas lainnya.


sumber : https://lamongantoday.pikiran-rakyat.com/ekonomi/pr-771470437/dinilai-sangat-penting-pemerintah-berikan-stimulus-bantuan-umkm-sebesar-rp1501-triliun?page=3

Monday, February 15, 2021

Cairkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta Sebelum 18 Februari 2021, Cek Nama Penerima di eform.bri.co.id/bpum

Ilustrasi Uang - Segera cairkan dana BLT UMKM Rp 2,4 juta sebelum tanggal 18 Februari 2021. Cek nama penerimanya di eform.bri.co.id/bpum. Ini caranya.

Segera cairkan dana bantuan produktif atau BLT UMKM Rp 2,4 juta sebelum tanggal 18 Februari 2021.

Dikutip dari Kontan.co.id, perpanjangan waktu untuk pencairan dana BPUM ini dilakukan sesuai instruksi Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Untuk mengecek nama penerima BLT UMKM, Anda dapat login di laman eform.bri.co.id/bpum menggunakan nomor KTP Anda.

Apabila Anda sudah mengecek status bantuannya, maka Anda dapat menghubungi Kantor BRI terdekat untuk mengecek jadwal pencairan.

BRI selaku bank penyalur memastikan penyaluran BPUM dilakukan sesuai data yang diperoleh dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Dalam mencairkan dana harus diperhatikan dokumen apa saja yang menjadi persyaratan ke bank.

Cara Cek Penerima BLT UMKM Rp 2,4 Juta di BRI

- Buka laman https://eform.bri.co.id/bpum
Cek bantuan UMKM lewat HP di eform.bri.co.id/bpum (Tangkap layar eform.bri.co.id/bpum)

- Masukkan NIK dan kode verifikasi yang tercantum di dalam kotak seperti di gambar

- Klik Proses Inquiry

Apabila Anda tidak memenuhi kriteria, maka akan muncul keterangan:

“Nomor eKTP tidak terdaftar sebagai penerima BPUM.”

Cara Mencairkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta di BRI

BRI akan mengirimkan SMS notifikasi kepada penerima bantuan BPUM.

Setelah Anda menerima SMS notifikasi, penerima BLT UMKM melakukan verifikasi ke bank penyalur yang sudah ditentukan.

Berikut dokumen persyaratan untuk pencairan yang perlu dibawa ke bank:

- Kartu ATM dan identitas diri

- Buku tabungan

- Penerima BPUM harus melengkapi dokumen terdiri dari:

Surat Pernyataan, Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), dan atau Kuasa Penerima dana BPUM.



sumber : https://www.tribunnews.com/bisnis/2021/02/16/cairkan-blt-umkm-rp-24-juta-sebelum-18-februari-2021-cek-nama-penerima-di-eformbricoidbpum

Tuesday, February 2, 2021

BLT UMKM Rp2,4 Juta Tahun 2021 Segera Dibuka, Inilah Tips Agar Lolos Pendaftaran

Inilah tips agar lolos pendaftaran BLT UMKM Rp2,4 juta tahun 2021, simak di sini! /Shammil Fachrial Suryapraja/PR

Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp2,4 juta tahun 2021 akan segera dibuka kembali oleh Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM). Berikut tips agar lolos pendaftaran.

Dikutip FIX INDONESIA dari ANTARA, Minggu, 31 Januari 2021, KemenkopUKM telah berkirim surat ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait Program Banpres Produktif Usaha Mikro tahun 2021.

Surat dengan Nomor 79/M.KUKM/XII/2020 tanggal 14 Desember 2020, terkait usulan penambahan anggaran sebesar Rp28,8 triliun.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, akan ada 12 juta pelaku usaha mikro yang ditargetkan menerima BLT UMKM ini.

Adapun pada penyaluran, nantinya akan memprioritaskan aspek pemerataan daerah dan mengutamakan pelaku usaha yang belum mendapatkan bantuan.

"Penyaluran BPUM akan memprioritaskan dari aspek pemerataan daerah, sehingga yang belum menerima Banpres atau BPUM akan mendapatkannya," ujar Menkop UKM, Teten Masduki.

Sebelum pendaftaran dibuka, pelaku usaha dapat melakukan tips berikut ini agar lolos pendaftaran.

1. Penuhi Persyaratan yang Ditetapkan

- Warga Negara Indonesia

- Mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK)

- Memiliki usaha mikro

- Bukan ASN, TNI/POLRI

- Bukan pegawai BUMN/BUMD.

2. Kenali Lembaga pengusul yang Berwenang

Dalam pendaftaran ada beberapa lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengusulkan bantuan.

- Dinas Koperasi dan UKM Dinas yang yang membidangi Koperasi dan UKM

- Koperasi yang telah disahkan sebagai Badan Hukum Kementerian/Lembaga

- Perbankan dan perusahaan pembayaran yang terdaftar di OJK.

3. Tidak Sedang Menerima Bantuan Pemerintah yang Lain

Pemerintah telah menetapkan bahwa penerima BLT UMKM BPUM Rp2,4 juta ini bagi para pelaku usaha yang belum mendapatkan bantuan pemerintah.

Jadi, jika terdaftar sebagai penerima bantuan pemerintah lain seperti Bansos Beras, BST, BLT BPJS Ketenagakerjaan, atau Kartu Prakerja, kemungkinan hal tersebut berpengaruh saat anda mendaftar BLT UMKM Rp 2,4 juta dan hal ini bisa menjadi alasan kenapa berkas anda ditolak.

4. NIK dan Nama di KTP Harus Sesuai

Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nama di KTP haruslah sesuai agar bisa memudahkan proses verifikasi.

5. Ketika pendaftaran Dibuka Segera langsung Mendaftar

Pada BLT UMKM Rp2,4 juta pemeritah menargetkan bantuan kepada 12 juta penerima sementara yang mendaftar lebih dari itu maka supaya kuota tidak penuh nantinya bisa langsung mendaftar di lembaga pengusul.

Itulah tips yang bisa dicoba saat pendaftaran agar bisa lolos pendaftaran dan mendapatkan BLT UMKM Rp2,4 juta dari KemenkopUKM.


sumber : https://fixindonesia.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-361369857/blt-umkm-rp24-juta-tahun-2021-segera-dibuka-inilah-tips-agar-lolos-pendaftaran?page=4



Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .

Monday, February 1, 2021

Bantuan untuk UMKM Dilanjutkan, Pelaku Bisnis Rumahan Merasa Terbantu

Pelaku UMKM bakal terakomodir dengan adanya UU Cipta Kerja

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM melanjutkan program bantuan untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tahun ini.

Hal itu menjadi kabar baik bagi para pelaku usaha untuk menambah modal mereka dalam usaha. Pasalnya, tak sedikit dari mereka kesulitan mendapatkan modal sehingga harus gulung tikar usaha mereka.

Namun, dengan adanya bantuan dari pemerintah, para pelaku usaha mengaku sangat terbantu. Hal itu diungkapkan Kelik Widianto seorang pelaku usaha cupang. Dirinya mengaku sangat terbantu dengan bantuan pemerintah untuk pelaku UMKM.

“Sangat terbantu sekali, dan semoga program tersebut terus dilanjutkan,” ujar Kelik.

Senada diungkapkan oleh Dimas Haryuda, pedagang keripik yang meras terbantu sekali dengan bantuan pemerintah tersebut.

Masa pandemi membuat dirinya bangkrut, karena modal yang tersedia mulai habis untuk membeli bahan baku. Namun, dengan adanya bantuan ini dirinya mulai kembali merintis usahanya.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, program bantuan pemulihan ekonomi untuk UMKM dinilai efektif bantu UMKM bangkit. Maka program bantuan tersebut akan dilanjutkan di tahun ini.

Hal itu tercermin dari hasil survei dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan kemiskinan (TNP2K), dan survei dari LPEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI. Di mana, sebanyak 99 persen menyatakan program bantuan ini sangat tepat.

“Saya kira dari dua survei itu 99 persen para pelaku UKM menganggap program ini sangat tepat,” katanya.

Hasil survei tersebut juga menyatakan bantuan tersebut banyak digunakan oleh para pelaku UMKM untuk membeli bahan baku. Tentunya beragam bantuan seperti Banpres produktif, subsidi KUR, subsidi non-KUR dan lainnya dinilai sangat membantu UMKM dari sisi pembiayaan.

“Program ini sangat membantu para pelaku UMKM dari segi pembiayaan, mereka masih bisa berusaha membeli bahan baku dan modal lainnya. Saya kira mereka bisa bertahan di tengah pandemi covid-19,” ujarnya.

Bahkan sebanyak 53,5 persen penerima program bantuan, yang tadinya tidak memiliki pekerjaan, sekarang menjadi pelaku usaha mikro. Sehingga para pelaku UMKM bisa bertahan hingga sekarang, meskipun ada sebagian yang terpaksa gulung tikar karena kehabisan modal.

Sementara terkait daya beli yang masih turun, Menteri Teten menilai daya beli cukup tergenjot oleh program bantuan di sektor lain seperti bantuan sosial yang dikelola oleh Kementerian Sosial, dan stimulus subsidi gaji yang dikelola oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

“Saya kira program ini tidak sendirian, seperti program bantuan sosial yang dikelola oleh Kemensos cukup banyak dana yang digelontorkan dan juga ada stimulus bantuan pekerja, dan banyak program lain yang saya kira uang banyak yang mengelontor ke bawah sehingga memperkuat daya beli,” katanya.



sumber : https://www.minews.id/news/bantuan-untuk-umkm-dilanjutkan-pelaku-bisnis-rumahan-merasa-terbantu


Ikuti bagaimana cara TITIPKU membantu UMKM dalam acara StartSMEup Talk - 05 Feb 2021, daftar segera di https://s.id/eventcerdas5feb

Tuesday, January 26, 2021

Bantuan Modal Usaha Berbasis Dusun Terbukti Sukses Memperkokoh UKM di Bantaeng

Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin menghadiri Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Bantaeng di ruang pola kantor Bupati Bantaeng.

Pemerintah Provinsi Sulsel mengakui program bantuan modal usaha berbasis dusun dan RW Pemkab Bantaeng menjadi salah satu program terbaik untuk memperkuat usaha kecil menengah (UKM) di daerah. Pemprov Sulsel berencana akan mereplikasi program ini di sejumlah daerah lainnya di Sulsel.

Hal itu diungkapkan Kepala Bapelitbangda Sulsel, Edi Junaedi saat menghadiri Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Bantaeng di ruang pola kantor Bupati Bantaeng, Selasa (26/1). Menurutnya, program ini sudah melalui kajian di Pemprov Sulsel dan ternyata memberikan dampak yang sangat baik untuk ketahanan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Bantaeng.

“Kami sudah berdiskusi membahas program ini. Dan pada saat Musrenbang RPJMD, kami sudah laporkan ke pimpinan dan DPRD agar program ini bisa direplikasikan ke daerah lain di Sulsel,” jelas dia.

Edi mengakui program ini adalah praktik cerdas dan bukti kehadiran pemerintah dalam memberikan stimulus Usaha Kecil Menengah (UKM) di Bantaeng. Jika program ini juga ada di 24 kabupaten dan kota di Sulsel, maka bisa diprediksi UMKM di Sulsel akan tetap kokoh meski berada di masa pandemi Covid-19 ini.

“Secepatnya kita akan replikasikan program ini. Tentu kita akan sesuaikan dengan kondisi dan geografis daerah lainnya,” kata dia.

Dia juga memberikan apresiasi terhadap pemerintah Kabupaten Bantaeng yang juga terus berupaya mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan di Bantaeng. Menurutnya, Sulsel saat ini memang tengah bertekad untuk menjadi salah satu daerah penopang ketahanan pangan di Indonesia.

“Kita lihat bagaimana impor buah dan bahan makanan di Indonesia. Saya sangat salut, karena Bantaeng sudah berupaya untuk melakukan penanaman pohon buah berbasis pekarangan di berbagai wilayah,” jelas Edi.

Dia menambahkan, forum konsultasi publik rancanan awal RKPD ini akan menjadi salah satu ruang untuk bersama-sama menggagas program untuk Bantaeng ke depan. Melalui forum ini, dia berharap pemerintah daerah dan pemerintah provinsi bisa membangun komitmen dan persamaan persepsi.

“Hal ini menjadi penting karena pandemi Covid-19 memberikan implikasi yang luar biasa kepada kita semua. Hampir semua urusan pemerintahan juga terdampak dengan pandemi ini,” jelas dia.

Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin mengakui masa pandemi ini cukup mengganggu berbagai sektor. Mulai dari pemerintahan, pendidikan dan sosial. Meski demikian, dia mengakui, Pemkab Bantaeng terus berupaya melaksanakan program-program yang melindungi masyarakatnya.

Dia menambahkan, ada dua sektor yang tetap kokoh dan produktif di masa pandemi ini. Dia menyebut, sektor itu adalah Usaha Kecil Menengah (UKM) dan sektor pertanian, perkebunan dan kelautan. Oleh karena itu, Pemkab Bantaeng terus berupaya memberikan sentuhan pada kedua sektor ini.

“Kedua sektor ini adalah yang kami perhatikan tetap produktif di masa pandemi ini,” jelas dia.

*Era Kebangkitan Ekonomi Rakyat*

Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin mengakui jika masa 2021 ini adalah titik awal era kebangkitan ekonomi kerakyatan. Dia menyebut, tahun ini, Pemkab Bantaeng tidak akan lagi fokus pada upaya untuk menjaga taraf kesehatan masayarakat.

“Tahun lalu, kita disibukkan dengan konsentrasi menjaga derajat kesehatan masayrakat. Tahun ini, adalah era kebangkitan ekonomi rakyat yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19,” jelas Bupati Alumni Pendidikan Lemhanas RI itu.

Dia menambahkan, program-program 2021 adalah program pengembangan ekonomi masyarakat. Salah satunya adalah dengan membangun sistem agro industri berkelanjutan yang bisa menopang pergerakan ekonomi bersakala besar.

“Agro industri ini akan terus kami dorong di Bantaeng karena pada dasarnya, pertanian ini adalah salah satu yang tetap produktif di masa pandemi Covid-19 ini,” jelas dia.


sumber : https://rakyatsulsel.co/2021/01/26/bantuan-modal-usaha-berbasis-dusun-terbukti-sukses-memperkokoh-ukm-di-bantaeng/


Ikuti bagaimana cara TITIPKU membantu UMKM dalam acara StartSMEup Talk - 05 Feb 2021, daftar segera di https://s.id/eventcerdas5feb

Beredar Formulir Online Pendaftaran BLT UMKM Tahap II, Ini Respons Kemenkop UKM

Ilustrasi gaji, rupiah, bantuan pemerintah, bantuan karyawan(Shutterstock)

Formulir online atau e-form untuk Pendaftaran Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) Tahap II tersebar di media sosial. E-form tersebut juga memuat logo Kementerian Koperasi (Kemenkop).

Merespons hal tersebut, Kemenkop UKM melalui akun Instagram resminya @kemenkopukm memastikan e-form pendaftaran BLT UMKM tahap II tersebut tidak benar atau hoaks.

"Kementerian Koperasi dan UKM tidak pernah membuat formulir online pendaftaran Banpres Produktif Usaha Mikro," tulis Kemenkopukm dalam Instastory @kemenkopukm, Rabu (27/1/2021).

Adapun program Banpres Produktif tahap I dicairkan sekali saja. Per akhir Desember 2020 yang lalu, proses pencairan BLT ini sudah terlaksana hingga 100 persen.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut terkait Banpres Produktif untuk usaha mikro akan diumumkam melalui website resmi Kemenkop UKM di www.kemenkopukm.go.id.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif rencananya bakal dilanjutkan di tahun ini.

Oleh sebab itu, Teten telah mengirim surat kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani terkait usulan dilanjutkannya program Banpres Produktif.

"Per tanggal 14 Desember 2020 kemarin, kami telah berkirim surat dengan Kemenkeu untuk mengusulkan lanjutan program Banpres Produktif. Kami mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 28,8 triliun dan menargetkan 12 juta pelaku UMKM yang akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,4 juta per usaha mikro," ujar Teten dalam Rapat Kerja Kemenkop UKM dengan Komisi VI DPR RI yang disiarkan secara virtual, Kamis (21/1/2021).

Menurut Teten, apabila pengajuan ini diterima oleh Kemenkeu dan bisa direalisasikan segera, pihaknya akan memprioritaskan penerima BLT dari aspek pemerataan antardaerah dan yang belum menerima bantuan Banpres.

Pada periode pencairan sebelumnya, diakui Teten, masih banyak UMKM yang belum mendapatkan BLT sebesar Rp 2,4 juta.

Padahal hingga saat ini sudah ada sebanyak 28 juta UMKM yang mengajukan diri untuk menerima BLT.


sumber : https://money.kompas.com/read/2021/01/27/055845626/beredar-formulir-online-pendaftaran-blt-umkm-tahap-ii-ini-respons-kemenkop-ukm?page=all


Ikuti bagaimana cara TITIPKU membantu UMKM dalam acara StartSMEup Talk - 05 Feb 2021, daftar segera di https://s.id/eventcerdas5feb

Pemda DIY Tunggu Arahan Pusat Terkait Kelanjutan BLT UMKM 2021

Ilustrasi BLT UMKM

Pemerintah daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyayakarta (DIY) melalui Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) DIY masih menunggu arahan dari pusat terkait kelanjutan pengadaan bantuan langsung tunai (BLT) UMKM 2021.

Kepala Dinas Dinkop UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi menuturkan, pihaknya masih menunggu keterangan resmi bantuan tersebut.

"Rencana memang begitu bantuan akan dilanjutkan. Namun, saat ini kami masih menunggu informasi lebih lanjut," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Selasa (26/01/2021).

Sehingga, pihaknya pun belum bisa memastikan regulasi pendaftaran akan sama seperti BLT 2020 atau tidak.

Di mana, pada BLT 2020 para pelaku UMKM harus mendaftar secara daring dan penyaluran bantuan langsung diberikan lewat rekening masing-masing UMKM.

Adapun, BLT UMKM diberikan pemerintah sebagai salah satu upaya meringankan dampak ekonomi akibat wabah virus corona bagi para pelaku usaha kecil.

Dengan harapan, pelaku usaha masih bisa produktif dan bertahan dengan memanfaatkan bantuan presiden tersebut.




Ikuti bagaimana cara TITIPKU membantu UMKM dalam acara StartSMEup Talk - 05 Feb 2021, daftar segera di https://s.id/eventcerdas5feb

Monday, January 25, 2021

Klik eform.bri.co.id Untuk Cek Penerima BLT UMKM Rp 2,4 Juta

eform.bri.co.id/bpum untuk Cek Penerima BLT UMKM Rp 2,4 Juta (Foto: Pradita Utama )

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mengucurkan bantuan langsung tunai atau BLT UMKM dengan nama BPUM atau Banpres Produktif Usaha Mikro. Untuk mengetahui apakah nama Anda terdaftar, segera akses https://eform.bri.co.id/bpum.

Para pelaku UMKM yang daftar BPUM jika disetujui bisa mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,4 juta. Uang tersebut merupakan BLT UMKM untuk bantuan modal usaha di tengah pandemi COVID-19.

Daftar penerima BPUM tak hanya ada melalui e-form BRI, tetapi juga bank BNI, dan BNI Syariah.

Pengecekan nama penerima BLT UMKM dapat dilakukan secara online dengan akses ke https://eform.bri.co.id/bpum.

Cara Cek Penerima BPUM atau BLT UMKM:

1. Cek Penerima BPUM eform BRI bisa dilakukan dengan mengakses https://eform.bri.co.id/bpum secara langsung.

2. Masukkan data Nomor KTP dan Kode Verifikasi pada kolom yang tersedia.

3. Klik 'Proses Inquiry' dan layar akan memperlihatkan keterangan apakah pengguna terdaftar atau tidak.

Sementara itu, untuk tahun 2021 pemerintah resmi melanjutkan program BLT Banpres UMKM. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Kamis, 21 Januari 2021.

Bagi pelaku UMKM yang belum masuk sebagai penerima BPUM bisa melakukan ikut daftar BLT Banpres UMKM tahap 2.

Cara Daftar BPUM sebagai berikut:

1. Lakukan pendataran ke Dinas Koperasi dan UKM kabupaten atau kota dengan melampirkan bukti memiliki usaha mikro dari pengusul secara offline maupun online.

2. Kementerian Koperasi akan melakukan penilaian kelayakan bersama Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

3. Jika pelaku UMKM dinilai layak, maka BPUM langsung ditransfer ke rekening penerima bantuan. Namun, sebelum itu penerima harus memenuhi syarat seperti di bawah ini

-Para pelaku UMKM tidak sedang menerima kredit dari perbankan

-Pelaku UMKM adalah WNI

-Punya NIK

-Memiliki UKM yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul sebagai lampiran

-Bukan ASN/PNS, anggota TNI/POLRI, atau pegawai BUMN/BUMD

Jangan lupa daftar dan cek penerima BLT UMKM dengan akses https://eform.bri.co.id/bpum ya!




Ikuti bagaimana cara TITIPKU membantu UMKM dalam acara StartSMEup Talk - 05 Feb 2021, daftar segera di https://s.id/eventcerdas5feb