Showing posts with label epson. Show all posts
Showing posts with label epson. Show all posts

Tuesday, August 24, 2021

Epson Luncurkan SureColor–F130 Printer Sublimasi A4 Pertama untuk UKM

 

Epson Luncurkan SureColor–F130 Printer Sublimasi A4 Pertama untuk UKM

Epson meluncurkkan printer sublimasi pewarna A4 pertamanya, SureColor F-130, printer tekstil digital ringkas untuk pasar pengguna di bidang UMKM.

Printer desktop A4, SC-F130 cocok untuk mewujudkan produk merchandise yang dipersonalisasi dengan kualitas premium.

Printer itu juga dapat memenuhi kebutuhan produsen tekstil untuk menghasilkan produk lebih cepat bagi pelanggan yang memiliki persyaratan spesifik.

Lina Mariani (Senior Manager of Commercial & Industrial Business Epson Indonesia) mengatakan printer sublimasi pewarna A4 pertama Epson ini menghadirkan solusi lengkap bagi pemilik bisnis yang ingin memanfaatkan peluang dalam menjual produk merchandise dan produk untuk promosi. Dengan kualitas cetak dan konsistensi warna stabil akan membantu para pengguna untuk mengakomodir permintaan pasar untuk produk-produk yang lebih personal.

"SC-F130 akan mempermudah produksi di saat banyaknya permintaan, dan ini menjadi hal yang penting, terutama di situasi yang penuh dengan tantangan saat ini," katanya.

Printer SC-F130 merupakan bagian dari solusi pencetakan yang lengkap dari Epson, mulai dari tinta asli Epson UltraChrome DS, driver printer, dan transfer paper, semua ini dirancang untuk bekerja secara harmonis.

Kemudian, dengan adanya platform Epson Cloud Solution PORT yang diaktifkan, para pengguna dapat mengawasi pekerjaan cetak dan melacak penggunaan printer dari waktu ke waktu.

"Untuk kemudahan lebih lanjut bagi para pengguna, printer ini dijamin dengan garansi 1 tahun atau 6.000 lembar penggunaan," ucapnya.

Aspek visual menjadi poin penting pada kualitas cetak yang terlihat pada barang promosi, dan hal ini memilik peran penting untuk menarik perhatian konsumen.

Kualitas dan konsistensi pada hasil cetak yang tinggi ini dihasilkan printhead Epson PrecisionCore MicroTFP dan Look Up Table (LUT) yang dirancang khusus untuk pencetakan sublimasi berwarna. Teknologi ini memberikan keandalan dan kualitas cetak profesional dengan ukuran yang ringkas.

Adanya pergeseran pada preferensi konsumen dengan personalisasi produk, para pelaku bisnis harus siap dengan solusi yang dapat memberikan hasil serbaguna dan berkualitas tinggi dengan efisien.

Printer SC-F130 menghadirkan warna-warna cerah yang hidup untuk memproduksi barang-barang khusus seperti mug, penutup telepon, tatakan gelas, tas kecil, celemek, bantal, dan lain-lain.

Sumber : https://infokomputer.grid.id/read/122824589/epson-luncurkan-surecolorf130-printer-sublimasi-a4-pertama-untuk-ukm

Sunday, February 28, 2021

Epson Rilis Printer dan Scanner untuk UKM, Apa Keunggulannya?

Foto: Dok. Epson

Epson mengawali 2021 dengan merilis printer dari lini A3 EcoTank Monochrome dan scanner dari lini dari WorkForce Scanner.
A3 EcoTank Monochrome dan lini WorkForce Scanner dirancang untuk kebutuhan usaha kecil dan menengah (UKM), ataupun perusahaan yang membutuhkan pengarsipan digital, seperti sektor keuangan, perawatan kesehatan, korporasi, dan pemerintah.

"Epson Indonesia akan terus berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan dengan menyediakan produk-produk berkualitas, inovatif, serta berteknologi mutakhir bagi para pecinta produk Epson di Indonesia, terutama di kondisi pandemi saat ini," ujar Riswin Li, Head of Marketing Division Epson Indonesia, dalam keterangan yang diterima detikINET.

Lalu untuk produk pertama dari lini A3 EcoTank mereka adalah M15140, yang disebut sebagai solusi pencetakan monokrom ringkas dan hemat biaya. Printer ini diklaim bisa menghasilkan cetakan berkualitas yang tahan lama.

Didukung dengan Teknologi PrecisionCore, M15140 dapat mencetak di ukuran 25ipm hingga A3 +, memindai, dan menyalin dengan kecepatan tinggi, menjadikannya printer yang cocok untuk kantor ritel dan perusahaan.

Pengguna bisa mendapatkan kualitas cetak hingga 4800dpi, dengan tinta DURABrite ET M15140dengan harga terjangkau, dan menghasilkan hingga 7.500 halaman cetakan ekstra tajam, jernih, tahan air dan noda - termasuk barcode- untuk dokumen bisnis hitam putih berkualitas tinggi.

"Printer A3Monokrom,3-in-1 ini menawarkan total biaya kepemilikan yang cukup rendah tanpa mengurangi kualitas cetak, memungkinkan bisnis di ritel dan ruang korporat menikmati lebih sedikit perawatan dan lebih sedikit waktu henti sehingga pengguna dapat fokus pada hal-hal penting lainnya," kata Syahrizal Apriyanto, Head of Consumer & Retail Development Department Epson Indonesia dalam keterangan yang sama.

Epson melengkapi M15140 dengan teknologi Heat-Free yang disebut bisa menyederhanakan proses pencetakan, dan tak membutuhkan pemanasan di awal layaknya printer laser tradisional.

Teknologi ini diklaim ramah lingkungan karena bisa printhead Heat-Free yang dipakai bisa memasukkan tinta ke kertas secara langsung. Menurut Epson, tak ada panas yang dihasilkan dalam proses tersebut, yang kemudian bisa menghemat biaya listrik dan suku cadang.

Printer monokrom multifungsi baru ini memiliki kapasitas kertas yang tinggi hingga 550 halaman, mengurangi waktu berhenti untuk isi ulang kertas sehingga meningkatkan efisiensi proses pencetakan.

Pemindaian dan pengeditan juga disederhanakan dengan Epson ScanSmart, yang mengubah dokumen yang dipindai ke dalam berbagai format untuk penggunaan yang berbeda.

Tidak hanya printer Epson EcoTank M15140dariEpson.Epson juga merilis lima model baru ke rangkaian produk WorkForce:DS-530II, DS-570WII, DS-730N, DS-770IIdanES-580W.


sumber : https://inet.detik.com/consumer/d-5475232/epson-rilis-printer-dan-scanner-untuk-ukm-apa-keunggulannya 

Sunday, January 24, 2021

Yustinus Nilai UMKM di Sintang Lemah Pada Permodalan dan Kemitraan

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sintang, Yustinus menghadiri kegiatan tukar paham pengembangan produk UMKM.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sintang, Yustinus melihat lemahnya UMKM di Kabupaten Sintang disebabkan oleh minimnya terhadap akses kelembagaan, meningkatkan kesadaran UMKM dalam legalitas untuk menentukan tujuan, arah dan strategis yang dilakukan secara sadar dan terencana.

Selain itu, UMKM juga lemah dalam aspek terhadap sumber permodalan.

"Ini disebabkan perkembangan modal yang sangat lamban, keterampilan manajerial kalah bersaing, jaringan pasar yang masih relative sangat terbatas, kualitas SDM sangat minim, perkembangan omzet dalam pelayanan dan aset masih rendah. Saya juga melihat, masih lemahnya UMKM terhadap akses informasi dan teknologi, kepemilikan pemanfaatan perangkat teknologi dan informasi yang belum memadai,” beber Yustinus.

Selain itu, UMKM Kabupaten Sintang juga dinilai masih lemah dalam hal kemitraan dengan usaha menengah dan besar, untuk memahami fungsi dan peran kemitraan dalam pengembangan usaha.

Yustinus menilai, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia UMKM, tugas dan peran tersebut tidaklah semata-mata menjadi tanggung-jawab pemerintah semata.

"akan tetapi sesuai dengan nilai-nilai dari prinsip UMKM, maka kewajiban setiap UMKM untuk melaksanakan dan menyelenggarakan kewirausahaan," jelasnya.

Lebih dari itu, Yustinus melihat kondisi UMKM sering kali dalam pengelolaan usaha dilakukan secara sambilan saja, sehingga jati diri UMKM sebagai badan usaha tidak dikelola secara baik dan profesional.

Selain itu dukungan internal dan eksternal UMKM sebagai pemilik usaha memang dirasakan sangat kecil sekali.

"ini terbukti kadang-kadang buka dan kadang-dang tutup pada hal usaha yang dilakukan merupakan sumber pembiayaan hidup," katanya.

Pelaku UMKM diharapkan dapat menyusun perencanaan yang baik, mengorganisir sumber daya yang ada.

Keberadaan UMKM khususnya di Kabupaten Sintang memang mengalami perubahan semenjak adanya otonomi daerah.

"Adalah menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk membina, mengembangkan serta mencerdaskan masyarakat. Upaya yang dilakukan sekarang adalah dalam rangka mendorong pengalihan manajerial secara intensif kepada pelaku usaha. Melalui pembinaan dan pelatihan diharapkan UMKM akan semakin cerdas dan pada gilirannya kepada peningkatan kualitas sehingga UMKM naik kelas," jelas Yustinus.


sumber :  https://pontianak.tribunnews.com/2021/01/25/yustinus-nilai-umkm-di-sintang-lemah-pada-permodalan-dan-kemitraan



Join our webinar "Prepare Your Factory for WFH" pastikan kesiapan teknologi pabrik dalam mencapai transformasi digital di masa pandemi ini - 28 Jan 2021. Daftar segera di EventCerdas.com / https://s.id/epson28jan

Herry Syawal Harap UMKM di Pontianak Naik Kelas

Herry Syawal, Ketua UMKM Wira Usaha Bersama . Ist

Herry Syawal, Ketua UMKM Wira Usaha Bersama berharap agar kasus FM tidak menyurutkan semangat para pelaku UMKM yang ada di Kota Pontianak dan Kalbar pada umumnya untuk terus berkarya serta membangkitkan ekonomi masyarakat.


Menurut dia, kasus ini hanyalah oknum bukan dilakukan oleh pelaku UMKM seluruhnya.

Maka dari itu ia harap UMKM di Pontianak naik kelas.

"Artinya dengan kasus itu, membuat resah UMKM, untuk kasus FM sebenarnya oknum, tidak semua pelaku UMKM seperti itu, kita ingin sebenarnya menaikkan kelas UMKM, dengan kasus FM ini tentu membuat UMKM resah," katanya, Senin 25 Januari 2021 kepada Tribun.

Baca juga: Anggota DPRD Kubu Raya Sambut Baik Program BPN Fasilitasi Kepemilikan Tanah UMKM

Padahal, lanjutnya, UMKM merupakan satu diantara penggerak ekonomi masyarakat terkhusus dimasa pandemi covid 19.

"UMKM kita untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, terutama mereka yang punya produk-produk," katanya.

Lebih lanjut untuk pengembangan UMKM di Pontianak, selain dari dekranasda yang ada, pihaknya juga akan membuat sekreteriat bersama.

"Kita berencana akan membuat sekreteriat di Raja Sambal, kawasan Jalan Gusti Hamzah. Untuk pengembangan UMKM," katanya.






Join our webinar "Prepare Your Factory for WFH" pastikan kesiapan teknologi pabrik dalam mencapai transformasi digital di masa pandemi ini - 28 Jan 2021. Daftar segera di EventCerdas.com / https://s.id/epson28jan

Malakatech.com Dukung UMKM dan Brand Lokal Melalui Program Tokobiz.id

foto: ist/antara

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 lalu telah melumpuhkan bisnis dari berbagaiskala. Dilansir dari Kompas.com, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) mencatat 300.000 UMKM yang telah terpukul akibat pandemi.

Tidak sedikit UMKM yang terpaksa gulung tikar karena bisnis yang kian memburuk. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga menyulitkan UMKM untuk beroperasi seperti biasa.

Guna mempertahankan bisnis, pelaku bisnis perlu mencari inisiatif-inisiatif baru. Ada yang berpindah haluan bisnis yang dirasa lebih profitable, atau mengadopsi cara berjualan baru. E-commerce atau berbisnis online dapat membuka peluang baru bagi pelaku bisnis. Menurut survei oleh First Insight, 39% responden telah mengurangi kebiasaan berbelanja offline dan 30% mulai lebih sering berbelanja online sejak pandemi bermula.

Data temuan RedSeer juga menyebutkan bahwa pandemi akan melahirkan hingga 12 juta pengguna e-commerce baru. Hal ini disebabkan oleh upaya masyaraka tdalam meminimalisir aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain. Ramainya pasar e-commerce bisa menjadi target barubagi UMKM dan pelaku bisnis untuk mengembangkan maupun mempertahankan bisnis.

Fazal Hamdan (tengah) CEO dari Malakatech Indonesia

Bukan tidak mungkin bagi pelaku bisnis untuk langsung masuk ke industri e-commerce dan menjempu trezeki di sini. Namun perlu untuk memilih perahu yang tepat untuk mendayung dan menjelajahi perairan luas ini. Sebagai Perusahaan Penyedia e-commerce di Indonesia, Malakatech mengeluarkan Program Tokobiz.id yang memiliki misi untuk membantu brands berjualan online melalui inovasi teknologi yang ditawarkan.

Malakatech.com percaya bahwa setiap skala bisnis, dari mikro hingga besar, memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan mempertahankan bisnisnya di ranah online. Dari sini, lahirlah inisiatif Tokobiz.id diluncurkan oleh Malakatech.com, program ini untuk mendukung UMKM dan brand lokal dengan ragam inovasi teknologi yang terjangkau.

Pada program Tokobiz.id, Malakatech.com berupaya membuka kesempatan bagi UMKM dan brand lokal untuk mulai terjun kepasar e-commerce melalui berbagai platform, yaitu website toko online dengan Fitur Berbasis website, Integrasi WhatsApp, Marketplace, Pembayaran bank serta nanti ada aplikasi kusus yang bisa di Download di Google Playstore.

Fitur tersebut pada platform ini dapat menghubungkan pelaku bisnis dengan target pasar yang dituju, dengan pilihan paket berlangganan yang sesuai budget.“ Melalui teknologi, Malakateh.com berupaya membantu UMKM dan brand lokal yang berjuang mempertahankan bisnis offline-nya di tengah pandemi untuk masuk keindustri e-commerce dengan cepat, “ Kata Fazal Hamdan CEO dari Malakatech Indonesia, Sabtu (23/01/2021).






Join our webinar "Prepare Your Factory for WFH" pastikan kesiapan teknologi pabrik dalam mencapai transformasi digital di masa pandemi ini - 28 Jan 2021. Daftar segera di EventCerdas.com / https://s.id/epson28jan

Gandeng Disnaker Kota Bekasi, Job2go Gelar Online Job Fair 2021


Job2go bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi menggelar Online Job Fair Bekasi 2021 pada 21 Januari - 31 Januari 2021. Acara ini menyusul adanya pemberlakuan pembatasan sosial skala berskala besar (PSBB) yang menyebabkan agenda Job Fair Kota Bekasi tertunda. Dengan Job2Go, para pencari kerja dapat mencari lowongan dari 119 perusahaan dan industri rumahan (UKM) yang ada di Bekasi dan sekitarnya secara daring.


“Kota Bekasi terus berinovasi untuk dapat memfasilitasi para pencari kerja di masa pandemi. Pandemi ini telah mengajarkan kita bahwa pemanfaatan teknologi digital adalah imperatif. Dengan berkolaborasi dengan Job2Go, kami berharap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kualitas SDM dapat diakselerasi. Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi berkomitmen untuk terus menjalin sinergi dengan Job2Go untuk mengatasi angka pengangguran terutama melalui penyerapan tenaga kerja di Sektor UMKM.” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi, Dra. Ika Indah Yarti, M.Si.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Bekasi pada tahun 2020 mengalami kenaikan mencapai 2,38% menjadi 10,68%. Berbeda dengan wilayah lain di Jawa Barat, Kota Bekasi bertumpu pada lapangan pekerjaan di sektor formal yang terkena dampak lebih besar di masa pandemi. Sektor UMKM menyerap 97% tenaga kerja nasional. Penguatan UMKM merupakan kunci pemulihan ekonomi nasional khususnya kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja .

“Kami berharap acara ini dapat menghubungkan perusahaan serta usaha kecil dan menengah (UKM) dengan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan usaha, “ ujar VP of Growth Job2Go, Andre Manuhutu

Acara ini diselenggarakan tanpa dipungut biaya dan terbuka untuk umum. Para pencari kerja hanya perlu membuat akun Job2Go lalu mengakses laman www.job2go.net/jobfair

=====

Tentang Job2Go (www.job2go.net)

Job2Go adalah usaha rintisan (startup) di bidang teknologi yang memungkinkan terhubungnya usaha kecil dan menengah (UKM) dengan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan usaha. Selain sebagai platform rekrutmen khusus UKM, Job2Go juga mengembangkan layanan terpadu antara lain yang memudahkan proses pemantauan dan penggajian karyawan, jasa keuangan dasar untuk para pekerja yang terhubung dengan dompet digital, serta layanan pendidikan dan pelatihan terintegrasi.

Aplikasi Job2Go dapat diunduh di Google Play Store dan App Store. Alamat Website: www.job2go.net dan Akun Instagram: @job2goid

Saat ini Job2Go telah diunduh lebih dari 120,000 kali dan telah melayani lebih dari 2000 perusahaan di seluruh Indonesia.





Join our webinar "Prepare Your Factory for WFH" pastikan kesiapan teknologi pabrik dalam mencapai transformasi digital di masa pandemi ini - 28 Jan 2021. Daftar segera di EventCerdas.com / https://s.id/epson28jan

Distribusi Bahan Pokok Terdampak Banjir Kalsel, Disdagperinkop Kapuas Jamin Stok Aman

Plt Kepala Disdagperinkop dan UKM Kapuas, Batu Panahan.
Banjir yang melanda wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berdampak terhadap pendistribusian bahan pokok ke Kabupaten Kapuas.

Meski demikian, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop dan UKM) Kabupaten Kapuas menjamin ketersediaan bahan pokok masih aman.

"Pantauan kami di lapangan, stok masih aman di distributor, masih mencukupi," kata Plt Kepala Disdagperinkop dan UKM Kapuas, Batu Panahan, Sabtu (23/1/2021).

Meski pihaknya mengakui bahwa saat ini ada kendala dalam hal distribusi bahan pokok ke Kapuas karena terjadi banjir di Kalsel.

Pihaknya pun menekankan yang terpenting adalah bahan pokok masih tersedia, karena kalau tidak tersedia maka masyarakat akan susah mencarinya. Harga pun saat ini terpantau masih stabil.

Langkah-langkah yang dilakukan pihaknya saat ini adalah dengan tetap melakukan pemantauan di distributor.

Lalu melakukan koordinasi bagaimana situasi distributor apakah barang lancar atau tidak, kemudian harga naik apa tidak. Kalaupun memang darurat pihaknya akan mengadakan operasi pasar.

"Untuk sementara ini kami akan lakukan pengawasan, monitoring informasi harga di pasar bagaimana situasinya dan ketersediaan barang apakah masih mencukupi atau tidak," ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan barang pokok yang ada dengan bijak dan berharap mudah-mudahan banjir yang ada di Kalimantan Selatan cepat surut.

"Sehingga distribusi bahan pokok untuk Kabupaten Kapuas tetap lancar. Kami pun berpesan kepada seluruh pengecer untuk tidak melakukan penumpukan banyak barang sehingga ketika dijual mahal dan terjadi kelangkaan," pungkasnya.

sumber : https://banjarmasin.tribunnews.com/2021/01/23/distribusi-bahan-pokok-terdampak-banjir-kalsel-disdagperinkop-kapuas-jamin-stok-aman




Join our webinar "Prepare Your Factory for WFH" pastikan kesiapan teknologi pabrik dalam mencapai transformasi digital di masa pandemi ini - 28 Jan 2021. Daftar segera di EventCerdas.com / https://s.id/epson28jan

Jaga Stabilitas Ekonomi Selama Pandemi Covid-19, Pemprov NTB Gandeng 5 Ribu UKM

Jaga Stabilitas Ekonomi Selama Pandemi Covid-19, Pemprov NTB Gandeng 5 Ribu UKM /Ahyar/Arahkata.com
Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari setahun berdampak pada terhentinya sebagian kegiatan ekonomi masyarakat.

Untuk menanggulangi persebaran Covid-19 sekaligus menggerakan roda ekonomi masyarakat, Pemprov NTB melibatkan 5 ribu pelaku UKM menjadi pemasok barang kebutuhan penanggulangan Covid 19 dan paket bantuan sosial masyarakat.

"Sebagai tindaklanjut dari program Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah agar menyediakan anggaran social security net atau jaring pengaman sosial, kami di NTB tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai. Karena kalau dibagikan uang tunai, tidak menjadi stimulus ekonomi tapi lebih banyak digunakan untuk beli pulsa atau kuota.

Karena itu JPS kami bagikan dalam bentuk barang-barang produksi masyarakat lokal.

Awalnya hanya 400 UKM yang terlibat tapi di bulan ketiga program itu berjalan sudah ada 5 ribu UKM yang bekerjasama. 5 ribu UKM ini kami berikan bantuan modal, pendampingan proses produksi, lalu setelah berhasil produknya diterima oleh Pemprov untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat," ujar Gubernur NTB, Zulkiflimansyah dalam diskusi daring Membangun Daerah Percontohan Pasca-Pandemi Covid-19, yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Center for Indonesia Reform, Jakarta, Jumat 22 Januari 2021.

Zulkiflimansyah menjelaskan peran Pemerintah Daerah dalam membantu menggerakan ekonomi daerah berbasis penguatan UKM sangat diperlukan. Menurutnya, UKM yang dikelola oleh masyarakat terbukti sangat membantu dan efektif menggerakan kegiatan ekonomi masyarakat.

"Saya rasa ini momen yang tepat bagi Pemerintah Daerah untuk membantu mengembangkan UKM dengan berbagai stimulus ekonomi yang terkait dengan program penanggulangan Covid-19.

Di NTB kami menempatkan UKM sebagai aktor penting penggerak ekonomi masyarakat secara berkesinambungan. Karena itu sejak awal kami libatkan UKM dalam pengadaan paket bantuan sosial," imbuh Zulkiflimansyah.

Zulkiflimansyah menambahkan kepedulian Pemerintah Daerah pada UKM sangat dibutuhkan. Karena dengan skala produksi yang relatif kecil dan dukungan permodalan yang kurang memadai, UKM tidak dapat bersaing di pasar terbuka. Produk UKM biasanya relatif lebih mahal, persediaannya terbatas dan kemasan yang kurang menarik.

Untuk itu diperlukan peran Pemerintah Daerah untuk menampung semua produk yang dihasilkan oleh UKM. Dengan menjadikan produk UKM sebagai barang paket bantuan sosial maka masyarakat menjadi tahu keberadaan produk lokal dan pihak pelaku UKM juga bisa mendapat masukan terkait produk yang dihasilkan.

"Dengan berbagai masukan dari para konsumen, secara perlahan pelaku UKM mulai memperbaiki tampilan dan kualitas produknya. Alhamdulillah saat ini program jaring pengaman sosial yang kami sebut JPS Gemilang dapat berjalan dengan baik, bersinergi dengan program penanggulangan Covid-19," tandas Zulkiflimansyah. 


sumber : https://arahkata.pikiran-rakyat.com/berita/pr-1281318475/jaga-stabilitas-ekonomi-selama-pandemi-covid-19-pemprov-ntb-gandeng-5-ribu-ukm?page=2



Join our webinar "Prepare Your Factory for WFH" pastikan kesiapan teknologi pabrik dalam mencapai transformasi digital di masa pandemi ini - 28 Jan 2021. Daftar segera di EventCerdas.com / https://s.id/epson28jan

TERBARU, Ada Bantuan Modal Usaha Rp 3,5 juta dari Kemensos, Catat Syarat dan Waktu Pendaftaran

Ilustrasi Pemerintah akan menggelontokan bantuan modal usaha untuk masyarakat Rp 3,5 juta
Sejumlah bantuan sosial disalurkan oleh Pemerintah di masa pandemi virus covid-19.

Paling baru Pemerintah akan menggelontokan bantuan modal usaha untuk masyarakat.

Setiap penerima nantinya bakan mendapatkan uang tunai Rp 3,5 juta untuk usaha yang dijalaninya.

Bantuan ini merupakan bagian dari program kewirausahaan sosial (Prokus).

Nantinya bantuan akan disalurkan melalui Kementerian Sosial.

Meski demikian ada sejumlah syarat yuang harus dipenuhi iuntuk calon penerima.

Simak sejumlah syaratnya di bawah.

Pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan di Indonesia dengan menggelontorkan sejumlah dana bantuan.

Salah satu di antaranya adalah program kewirausahaan sosial (Prokus) dari Kementerian Sosial.

Program tersebut diberikan kepada Penerima Manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang akan graduasi.

Artinya, mereka yang masih dalam kategori miskin dan rentan miskin, tetapi sudah graduasi karena komponennya tidak terpenuhi.

Melansir laman resmi Indonesia.go.id, bantuan ini menurut rencana akan diberikan kepada 10.000 KPM PKH Graduasi yang memiliki rintisan usaha sejak terdampak pandemi Covid-19.

KPM PKH Graduasi yang terseleksi akan menerima pendampingan dan bantuan sosial insentif modal usaha sebesar Rp 3,5 juta per KPM untuk lebih mengembangkan usaha mereka. 

Syarat

Jenis-jenis usaha yang berhak mendapatkan modal kewirausahaan sosial di antaranya adalah kelontong, kuliner, pedagang, penjahit, pertanian, dan peternak.

Akan tetapi, tak semua penerima PKH bisa mendapatkan bantuan tersebut.

Melansir Kompas.com, 17 Januari 2021, Prokus diprioritaskan untukkeluarga yang sudah memiliki rintasan usaha mikro.

"Selektif dengan prioritas untuk keluarga yang sudah mempunyai rintisan usaha ultra mikro dan atau yang punya potensi untuk merintis usaha," kata Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial Adhy Karyono.

Menurutnya, bentuk bantuan berupa bimbingan konsultasi bisnis, pendampingan sosial, dan bantuan modal usaha jika dibutuhkan.

Ia menuturkan, pertimbangan program ini tidak menyasar ke semua PKM PKH adalah karena pada dasarnya untuk keluar dari kemiskinan tidak semua berminat menjadi pelaku usaha.

"Karenanya, ada dua track yang dibangun. Pertama bagi anggota keluarga PKH yang ingin bekerja sebagai karyawan atau pegawai dan sebagainya, diperlukan akses untuk bisa bersaing di market," jelas dia.

"Kedua yang mempunyai minat dan bahkan sudah punya usaha rintisan kecil-kecilan perlu program yang meningkatkan kapasitasnya untuk bisa berusaha," sambungnya.

Terkait penerima bantuan ini, nantinya akan diatur berdasarkan data yang diusulkan oleh program PKH ke Dirjen Pemberdayaan Sosial yang memiliki program Prokus.

Selain itu, calon penerima juga akan diverifikasi lapangan oleh tim dan ahli dari lembaga perguruan tinggi yang ditunjuk.

"Jika sesuai, maka baru ditetapkan untuk mendapatkan program," kata dia.

Hingga saat ini, program tersebut masih dalam tahap proses penyempurnaan rancangan pedoman.

BLT UMKM 2021 Segera Cair Lagi, Ada Prioritas Penerima

Ada kabar gembira bagi pelaku usaha mikro di 2021 ini.

Kementrian Koperasi dan UKM akan melanjutkan program BLT UMKM.

Program yang diberi nama Bantuan Presiden atau Banpres Produktif ini menyasar para pelaku usaha mikro.

Menkop UKM Teten Masduki telah mengusulkan ke Kementrian Keuangan program BPUM bisa berlanjut di 2021.

Bagi penerima, bisa mengakses eform.bri.co.id/bpum untuk memastikan diri.

Diketahui, pelaku UMKM akan menerima Rp 2,4 juta secara cuma-cuma dari program BLT UMKM tersebut.

Kabar baik, pemerintah berencana bakal melanjutkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk warga terdampak Covid-19.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM ( Menkop UKM) Teten Masduki.

Dikatakan bahwa program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif rencananya bakal dilanjutkan di tahun 2021 ini.

Oleh sebab itu, Teten telah mengirim surat kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani terkait usulan dilanjutkannya program Banpres Produktif.

"Per tanggal 14 Desember 2020 kemarin, kami telah berkirim surat dengan Kemenkeu untuk mengusulkan lanjutan program Banpres Produktif."

"Kami mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 28,8 triliun dan menargetkan 12 juta pelaku UMKM yang akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,4 juta per usaha mikro," ujar Teten Masduki dalam Rapat Kerja Kemenkop UKM dengan Komisi VI DPR RI yang disiarkan secara virtual, Kamis (21/1/2021).

Menurut Teten Masduki, apabila pengajuan ini diterima oleh Kemenkeu dan bisa direalisasikan segera, pihaknya akan memprioritaskan penerima BLT UMKM dari aspek pemerataan antardaerah dan yang belum menerima bantuan Banpres.

Apalagi pada periode pencairan sebelumnya, diakui Teten, masih banyak UMKM yang belum mendapatkan BLT sebesar Rp 2,4 juta.

Padahal hingga saat ini sudah ada sebanyak 28 juta UMKM yang mengajukan diri untuk menerima BLT.

"Memang masih banyak UMKM yang belum menerima bantuan ini pada tahap pertama.

Karena itu sudah kami bicarakan ke komite PEN agar 2021 program ini memprioritaskan UMKM yang belum menerima," ungkap Teten.

Sementara bagi UMKM yang sudah menerima bantuan, lanjut dia, akan diarahkan untuk menerima bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro.

Teten berharap dengan adanya kebijakan ini, selain bisa membantu modal usaha bagi pengusaha mikro, juga diharapkan bisa menghubungkan para pengusaha mikro mengakses perbankan agar lebih mudah mendapatkan bantuan atau pinjaman lain.

"Pengusaha mikro yang sebelumnya unbankable, kami harap dengan kebijakan ini bisa menjadi bankable," ucap Teten.

Cara Daftar

Syarat pendaftaran BLT UMKM, Kementerian Koperasi dan UMKM hanya bisa dilakukan secara luring atau offline.

Selain itu, karena tidak semua pelaku UMKM bisa mendapat bantuan, ada beberapa syarat yang juga perlu diperhatikan, yaitu:

WNI dan mempunyai Nomor Induk kependudukan (NIK) yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul

Tidak sedang menerima kredit modal dan investasi dari perbankan

Bukan berasal dari anggota aparatur sipili negara (ASN), TNI/Polri, dan pegawai BUMN/BUMD

Selanjutnya pelaku UMKM dapat mengajukan diri ke Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kadiskop UKM) kabupaten atau kota masing-masing.

Saat mendaftar, pelaku UMKM harus membawa sejumlah berkas yang dibutuhkan, yaitu:

NIK

Nama lengkap

KTP

Alamat tempat tinggal

Bidang usaha

Nomor telepon

Jika tempat usaha berbeda dari domisili, maka pendafar harus meminta surat keterangan usaha (SKU) dari desa setempat.

Cara Cek Status Penerima

Pelaku UMKM juga bisa mengecek status penerima bantuan secara online melalui laman https://eform.bri.co.id/bpum.

Berikut cara pengecekannya:

Buka alamat https://eform.bri.co.id/bpum

Isi nomor KTP Lakukan proses verifikasi dengan memasukkan jawaban perhitungan matematika

Klik proses inquiry

Akan muncul pemberitahuan terkait status penerima bantuan

Jika dinyatakan sebagai penerima bantuan, maka segera datang ke Bank BRI terdekat dengan membawa identitas diri.

Proses Pencairan

Pencairan BPUM atau BLT UMKM dapat dilakukan dengan melengkapi dokumen Surat Pernyataan dan/atau kuasa Penerima Dana BPUM dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

Surat-surat tersebut sudah disediakan oleh pihak Bank BRI, pendaftar hanya diminta untuk mengisi dan melengkapi data yang diperlukan.

Bagi penerima bantuan yang telah memiliki rekening BRI, dapat membawa persyaratan lainnya seperti buku tabungan, kartu ATM, dan identitas diri.

Penerima bantuan yang tidak memiliki nomor rekening, akan dicetakkan buku tabungan oleh Bank BRI dengan membawa KTP dan bukti SMS atau pemberitahuan.



sumber : https://kaltim.tribunnews.com/2021/01/23/terbaru-ada-bantuan-modal-usaha-rp-35-juta-dari-kemensos-catat-syarat-dan-waktu-pendaftaran?page=4



Join our webinar "Prepare Your Factory for WFH" pastikan kesiapan teknologi pabrik dalam mencapai transformasi digital di masa pandemi ini - 28 Jan 2021. Daftar segera di EventCerdas.com / https://s.id/epson28jan