Monday, September 14, 2020

Dokumentasi Webinar PENGEMBANGAN TEKNOLOGI DAN DIGITAL TALENT DALAM PERCEPATAN TRANSFORMASI DIGITAL DI DAERAH - 10 SEP 2020

  APTIKNAS bekerja sama dengan FORK4SI ( Forum Kepala Dinas KOMINFO Kota dan Kabupaten Seluruh Indonesia ), dan didukung ole APJII ( Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ) yang dilaksanakan oleh PT. Garindo Media Tama akan menyelenggarakan Webinar ”PENGEMBANGAN TEKNOLOGI DAN DIGITAL TALENT DALAM PERCEPATAN TRANSFORMASI DIGITAL DI DAERAH, dengan para pembicara:


1. Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA Balitbang SDM Kominfo 

2. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P Gubernur Jawa Tengah 

3. Dr. Ir. GS Vicky Lumentut, S.H, M.Si, D.E.A Walikota Manado (Narasumber)

4. Giri Prasta, Bupati Badung, Bali

5. Ir. Soegiharto Santoso, Ketua Umum APTIKNAS (Narasumber)

6. Jamalul Izza, Ketua Umum APJII (Narasumber)

7.  Ignatius Benny, Account Manager Hikvision Indonesia

8.   Sabas F. Chahyanto, Vice President Marketing Primacom Interbuana

Berikut adalah rekaman :




Monday, August 24, 2020

Virtual Event APTIKNAS MERDEKA IT INDONESIA - Data Center and Cloud - 27 Agustus 2020

 [INVITATION]

APTIKNAS MERDEKA IT INDONESIA, dengar dan pelajari bagaimana teknologi DATA CENTER dan CLOUD bisa memerdekakan IT dan bisnis di Indonesia. 


Moderator:

👤 Fanky Christian

Ketua APTIKNAS DKI JAKARTA 


Sharing:

👤 Wisnoe Pribadi,  Perumus SNI 8799

SNI Pusat Data 8799:2019


👤 Sutedjo Tjahjadi, 

Managing Director, Datacomm Cloud Business, 

PT. Datacomm Diangraha

Cloud Adoption


👤 Zanipar S.A. Siadari

Product Marketing Printer & Visual Instrument Department Head 

PT. Epson Indonesia

Cloud Solution


👤 James Valentino & Billy Novan Toshi

PT. Cloud Ace Integra

Deployment of Machine Learning Model on Google Data Center Jakarta for COVID-19 Detection


👤 Basori HP

PT. Advantech International

Advantech server solution and application


🗓 : Kamis, 27 Agustus 2020

⏰ : 14.00-16.30 WIB

📍 : Live on Zoom & YouTube

💰 GRATIS!

📜 : E-Certificate


Registration

https://www.eventcerdas.com/registrasipeserta.php?id=160

Info: 0857-7415-4495 - Putri


YouTube

https://bit.ly/eventcerdaslive

 

TECH-TALK WEEK! Consumer Electronics in Manufacturing Industry 27 Ags 2020

  TECH-TALK WEEK!



Begitu banyak macam solusi dan teknologi di konsumen elektronik manufaktur yang dapat berlaku di keseluruhan proses pabrikasi. Dari perangkat lunak manajemen mutu, ke pengolahan bahan, perencanaan dan penjadwalan, hingga kemampuan intelijen manufaktur dengan konektivitas langsung ke mesin dan produksi utama - semuanya berkaitan langsung.

Para peserta webinar akan menemukan bagaimana elektronik manufaktur dapat memberikan keuntungan bagi pabrikan melalui solusi gabungan elektronik konsumen dan tentunya industri pengolahan itu sendiri.

Tema: Konsumen Elektronik di Industri Manufaktur - via zoom,
Tanggal: Kamis, 27 Agustus 2020,
Waktu: pk. 10.00 (AM/GMT+7),
Registrasi gratis: https://lnkd.in/dsiGrb9.

Monday, May 4, 2020

Temukan solusi-solusi untuk membantu perusahaan anda di ASCI 8 Mei 2020

Temukan berbagai solusi untuk membantu perusahaan anda di masa pandemi ini, di acara
APTIKNAS Smart City & IoT Solutions during Covid-19 Pandemic

Segera register ke : https://www.eventcerdas.com/registrasipeserta.php?id=134
Tempat terbatas

#smartcity #IoT #aptiknas #eventcerdas #kotacerdas #kotacerdasindonesia




Friday, April 17, 2020

Digitalisasi Kemaritiman Pasca Covid-19

Telkomsat Dorong Digitalisasi Industri Maritim Nasional
Bidang kemaritiman –pelabuhan, pelayaran, logistik, dll– juga menjalankan kebijakan work from home atau WFH di tengah wabah virus corona saat ini. Sayang, tidak semua pekerjaan di bidang kemaritiman bisa dilakukan dari rumah. Ada pekerjaan yang masih harus dilakukan langsung di lapangan. Penyandaran kapal dan bongkar-muat kargo segelintir contoh dari pekerjaan itu. Belum ada teknologi yang memungkinkan pelayanan penyandaran kapal dan bongkar-muat kargo dapat dilakukan dari rumah.
Tetapi, digitalisasi di bidang kemaritiman, termasuk di Tanah Air, sudah bergerak cukup baik. Bahkan jauh sebelum wabah Covid-19 melanda. Ada platform Inaportnet. Ada Indonesia National Single Window (INSW). Belakangan, muncul National Logistics Ecosystem (NLE) dalam khazanah kemaritiman dan perlogistikan nasional. Saya sempat mengikuti beberapa diskusi mengenai isu ini yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi jauh sebelum corona merajalela. NLE memang “mainannya” pemerintah.
Pertanyaannya sekarang adalah: di masa wabah Covid-19 saat ini bagaimanakah kinerja berbagai platform digital kemaritiman yang ada yang dioperasikan oleh seluruh stakeholder bidang ini?
Saya menelusuri berbagai situs berita kemaritiman di seluruh dunia mencari jawaban atas pertanyaan tadi. Tidak saya temukan. Kadung penasaran, saya hubungi beberapa teman yang bergerak di sektor pelabuhan dan pelayaran.
Menurut teman-teman saya, tidak terjadi peningkatan trafik dari berbagai teknologi informasi atau aplikasi yang ada di bidang kemaritiman nasional (pemesanan peti kemas online, pemesanan truk online, dll) dalam masa wabah corona ini. Malah, cenderung turun seiring dengan melemahnya gerak pelayaran lokal maupun global. Pelayaran lesu darah karena perdagangan dunia “hidup segan, mati tak mau”. Akibatnya, shipment banyak yang ditunda, bahkan dibatalkan, oleh pelayaran. Dalam istilah pelayaran, pembatalan pelayaran ini dinamakan blank sailing.
Kalau pun ada yang naik itu hanya pada konsumsi bandwidth karena tingginya konferensi video internal. Ini kata teman saya yang bekerja di perusahaan pelabuhan. Lain lagi kata kawan yang bekerja di salah satu pelayaran penyeberangan. Teknologi informasi atau platform aplikasi belum sepenuhnya berjalan di perusahaannya. Malah, penerapan penjualan tiket online baru akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Itupun setelah digeber oleh Kementerian Perhubungan. Dia menambahkan, yang justru meningkat pemakaian kuota/pulsa karena komunikasi dengan sejawat dan bos untuk urusan kantor dari rumah.
Riset kecil-kecilan yang saya adakan dadakan itu menggambarkan bahwa geliat digitalisasi di ranah kemaritiman dan perlogistikan nasional berbeda-beda levelnya antara satu perusahaan atau sektor dengan perusahaan/sektor lainnya. Lebih jauh, digitalisasi yang ada tidak atau belum mampu menawarkan dirinya sebagai new norm untuk industri terkait padahal sudah ada entry point-nya, yaitu merebaknya Covid-19.


UKM Binaan BNI Produksi APD

Pekerja menyelesaikan pembuatan alat pelindung diri (APD) tenaga medis dan non medis di sebuah industri rumahan, (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berupaya membantu para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di tengah penyebaran pandemi virus corona. Tak hanya berusaha mempertahankan mata pencariannya, UKM berupaya tetap membantu Pemerintah dan tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD), masker medis, hingga hand sanitizer.

Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah BNI Tambok P Setyawati mengatakan para pelaku UKM aktif di Rumah Kreatif BUMN (RKB) binaan BNI. Setidaknya ada empat RKB yang memproduksi pakaian hazmat atau baju pelindung, yaitu RKB Bantaeng, Sulawesi Selatan; RKB Banjarbaru, Kalimantan Selatan; RKB Cilacap, Jawa Tengah; dan RKB Padang, Sumatera Barat.

Sedangkan di sembilan RKB, ada lebih dari 30 UKM yang memproduksi masker. RKB tersebut adalah RKB Bekasi, Jawa Barat; Padang, Sumatera Barat; Cilacap, Jawa Tengah; Tabalong , Kalimantan Selatan; Banjarbaru, Kalimantan Selatan; Bantaeng, Sulawesi Selatan; Tegal, Jawa Tengah; Mamuju, Sulawesi Barat; dan Way Kanan, Lampung.

“UKM mampu menghasilkan masker kain hingga 300 buah per hari. Produk masker kain itu kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat atau dijual di pasar online sehingga dapat dikirim ke luar kota,” ujarnya dalam keterangan tulis di Jakarta, Rabu (15/4).

Menurutnya para pelaku UKM telah bekerja sama dengan rumah sakit setempat dalam membuat baju pelindung diri. Produk pakaian hazmat-nya diutamakan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di daerah tersebut.

Adapun upaya yang dilakukan BNI bersama UKM binaannya merupakan langkah untuk memudahkan rumah sakit dan tenaga medis memperoleh APD yang memadai serta membantu masyarakat mendapatkan produk perlindungan diri yang terjangkau, yaitu masker nonmedis. Upaya bersama itu pun dimaksudkan untuk memutus mata rantai COVID-19 melalui penyediaan hand sanitizer ramah lingkungan.

“Upaya ini juga menghidupkan UKM agar mereka tetap mendapat peluang usaha dan memperoleh penghasilan pada masa sulit. Ini juga merupakan bagian dari kepedulian RKB kepada masyarakat, bangsa, dan negara pada masa pandemi COVID-19,” ucapnya.

Selain itu, menurut Tambok, sebagai upaya meningkatkan stamina tenaga kesehatan di rumah sakit, BNI mengirimkan donasi dalam bentuk minuman herbal yang merupakan produksi UKM-UKM di RKB BNI. Kegiatan ini membantu UKM lokal tetap berproduksi.

“Produk herbal tersebut diyakini dapat meningkatkan stamina saat pandemi ini. Produk yang diproduksi antara lain serbuk jahe merah, secang, sereh, serta temu lawak dalam kemasan saset dan botol siap minum,” ucapnya.


sumber : https://republika.co.id/berita/q8t8z2423/ukm-binaan-bni-produksi-apd

Selain KUR, Ini Lho Kredit yang Boleh Libur Cicil Saat Corona

Selain KUR, Ini Lho Kredit yang Boleh Libur Cicil Saat Corona

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan berbagai stimulus untuk meringankan beban Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto mengatakan pembatasan sosial dan pembatasan fisik untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona (Covid-19) membawa dampak pada dunia usaha, tak terkecuali segmen UMKM.
"Pemerintah mengeluarkan kebijakan penundaan pembayaran angsuran pokok dan bunga [kredit bank] selama 6 bulan," kata Andin melalui siaran tertulisnya, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (14/4/2020).
Adapun kata dia, total pagu pokok yang ditunda pembayarannya sebesar Rp 64,87 triliun dan untuk tambahan anggaran subsidi, pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 6,1 triliun.


Andin merinci, kepada 11,9 juta debitur eksisting Kredit Usaha Rakyat (KUR), data hingga 29 Februari 2020, terdapat penundaan Rp 68 triliun pokok dan bunga yang tidak disetor ke lembaga keuangan, yang nantinya selama 6 bulan.
"Berarti uang ini masih bergulir di masyarakat. Diharapkan dapat menciptakan kegiatan ekonomi yang positif," ujarnya.

Keringanan penundaan pembayaran juga diberikan kepada UMKM yang mendapatkan pinjaman melalui Kredit Ultra Mikro (UMi) untuk 10,4 juta debitur, yang mendapatkan kreditnya melalui lembaga penyalur UMi yang ditunjuk oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yaitu Mekaar, koperasi, dan online.

Sebagai informasi, Mekaar adalah singkatan dari 
Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera, sebuah program dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Sejak 2017 hingga saat ini, pembiayaan UMi telah diterima oleh 1,98 juta debitur, dengan total penyaluran sebesar Rp 6,08 triliun.

"Untuk debitur UMi, pemerintah juga memberi penundaan pembayaran pokok dan bunga selama 6 bulan untuk 1 juta debitur yang terdiri atas Rp 1,292 triliun pokok dan Rp 0,323 triliun bunga," jelas Andin.
Sedangkan bagi para calon debitur baik KUR maupun UMi, pemerintah akan memberikan kemudahan persyaratan administrasi serta percepatan penyaluran kredit. Untuk KUR, akses pengajuan dapat dilakukan secara online dengan penangguhan sementara berkas-berkas administrasi pengajuan kredit.
Untuk diketahui, UMKM memiliki kontribusi sebesar 60,3% dari total PDB Indonesia, menyerap sekitar 97% dari total tenaga kerja dan 99% dari total lapangan pekerjaan.



sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20200414140805-17-151812/selain-kur-ini-lho-kredit-yang-boleh-libur-cicil-saat-corona

BI Prediksi Transaksi Digital Meningkat Akibat Corona

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.  BI memproyeksi transaksi digital meningkat pada Maret 2020 seiring kenaikan kebutuhan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyatakan kelancaran sistem pembayaran di tengah pandemi virus corona tetap terjaga baik transaksi tunai maupun nontunai. Hal ini tecermin dari Posisi Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) per Maret 2020 tumbuh 7,53 persen year on year (yoy) atau lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI memproyeksi pembayaran transaksi digital meningkat pada Maret 2020. Hal ini sejalan kenaikan kebutuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital (EKD) periode pembatasan mobilitas masyarakat. 

"Transaksi nontunai menggunakan ATM, kartu debit, kartu kredit dan uang elektronik pada Februari 2020 terlihat menurun sejalan penurunan aktivitas ekonomi," ujar Perry saat konferensi video di Jakarta, Selasa (14/4).

Meskipun demikian, lanjut Perry, BI mengapresiasi berbagai upaya pelaku EKD untuk mendorong penggunaan pembayaran nontunai. Hal ini sebagai bentuk dukungan program pemerintah dalam menyalurkan dana bantuan sosial melalui pembayaran nontunai. 

"Upaya yang ditempuh pelaku EKD ini tidak hanya mendukung akitivitas ekonomi sehari-hari tetapi juga meningkatkan efisiensi perekonomian," ucap Perry.

Ke depan, Bank Indonesia bersama Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) akan terus memperkuat transformasi digital untuk ekonomi Indonesia melalui penerapan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025. Hal ini sejalan dengan peningkatan akseptasi sistem pembayaran menggunakan kode QR standar Indonesia (QR Code Indonesia Standard/QRIS) secara meluas di berbagai toko miliki pelaku UMKM dan pasar tradisional, lembaga pendidikan, lembaga sosial dan tempat ibadah. 


Kemenkop Rilis E-Form Guna Mendata KUMKM Terdampak Covid-19

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI, Prof  Dr Rully Indrawan MSi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) merilis e-form. Platform itu bertujuan mendata pelaku koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19.

“Agar dapat menerapkan kebijakan dan memfasilitasi para pelaku koperasi dan UMKM terdampak Covid-19 secara tepat sasaran, diperlukan data akurat,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan di Jakarta pada Selasa, (13/4).

Ia menambahkan, data yang mutakhir dan detail penting sebagai dasar pengambilan kebijakan di lapangan.

Ia mengatakan, data tersebut hanya dapat diperoleh melalui partisipasi dari masyarakat pelaku yang terdampak langsung. Pendataan ini merupakan tindak lanjut dari program melalui hotline pengaduan Koperasi dan UMKM (KUMKM) terdampak yang dibuka sejak 17 Maret 2020.

Hal itu sebagai respon cepat Kemenkop untuk menerima laporan. Sekaligus sebagai dasar menyiapkan strategi tepat, supaya bisa menyalurkan bantuan sesegera mungkin.

Data yang diperoleh dan telah dilengkapi Nomor Induk Kependudukan (NIK) pelaku KUMKM akan dikompilasi dalam sistem terpadu, sehingga para pelaku tidak perlu melakukan pengisian data ulang di masa mendatang. Kemenkop memastikan, pendataan ini tidak memungut dana karena anggaran berbagai program mitigasi ini sudah cair.

Maka tidak ada keharusan bagi para pelaku membayar kompensasi apapun. “Kami paham sudah banyak beredar pendataan di masyarakat, namun e-form ini sangat diperlukan demi memastikan tersedianya data akurat dan mutakhir,” kata Rully.

Kondisi di lapangan yang sangat beragam, baik dari sisi karakteristik dan permasalahan KUMKM yang tersebar di seluruh Indonesia, kata Rully, menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menyalurkan program dan bantuan tepat. “Oleh sebab itu sirkulasi e-form ini kami lakukan melalui jejaring perangkat organisasi terkait KUMKM, bukan langsung ke masyarakat,” jelasnya.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Fiki C Satari menambahkan, Kemenkop turut menggandeng kementerian dan lembaga terkait pasokan dan analisis data tersebut. Kementerian, kata dia, juga menggandeng berbagai kelompok masyarakat dan pendamping KUMKM, yang memiliki jangkauan dan jejaring hingga ke seluruh pelosok Indonesia.

Nantinya e-form kuesioner diisi oleh para pelaku KUMKM terdampak. Lalu, kata dia, data yang diperoleh dari e-form akan terintegrasi dengan big data kementerian.

Dengan begitu akan dimanfaatkan sebagai basis bagi pemutakhiran data dan penanganan lebih sigap dan tanggap. Ini demi mendukung program pemerintah selanjutnya.

“Maka para pelaku diminta menginformasikan kondisinya secara lebih rinci dan spesifik. Sebab selain agar bisa diintegrasikan dengan data terdahulu, juga untuk menghindari duplikasi data," tutur Fiki.

E-form Pendataan Koperasi dan UMKM Terdampak Covid-19 ini mulai didistribusikan melalui Organisasi Perangkat Daerah yang membawahi KUMKM. Didistribusikan pula oleh seluruh institusi yang memiliki jejaring dan stakeholder para pelaku KUMKM.

Pendataan lewat e-form mulai dilakukan pada Senin, (13/4). Melalui tautan https://bit.ly/SiapBersamaKUMKM dalam payung program #SiapBersamaKUMKM.


sumber : https://republika.co.id/berita/q8q0yz383/kemenkop-rilis-emeformem-guna-mendata-kumkm-terdampak-covid19

Perlu Aplikasi Pembukuan Digital UMKM? Ini Solusinya



FAJAR.CO.ID– Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) memang memiliki peran sangat penting dalam menopang perekonomian Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah unit usaha UMKM dibandingkan dengan bisnis berskala besar, serta banyaknya tenaga kerja yang dapat diserap oleh UMKM.
UMKM juga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini masih bergerak di level 5%. UMKM dianggap mampu menopang ekonomi bangsa ditengah gonjang-ganjing situasi ekonomi global.
Namun dengan peran dan peluang besar yang dimiliki UMKM, perkembangannya saat ini masih belum optimal, sehingga pertumbuhannya perlu diakselerasi, salah satunya dengan mendorong para pelaku UMKM untuk bisa go online dengan cara memanfaatkan internet, termasuk aplikasi digital, untuk mengembangkan bisnis mereka.
Pandangan positif dari banyak pihak meyakini bahwa produk-produk UMKM lokal bisa berjaya di pasar global. Tetapi, jumlah UMKM yang sudah go online saat ini masih relatif sedikit dibandingkan dengan jumlah keseluruhannya.
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, dari total sekitar 60 juta UMKM yang ada di Indonesia, baru sekitar 9.4 juta UMKM yang go online. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM beserta Kementerian Kominfo, telah menargetkan untuk meng-online-kan 8 juta UMKM sampai dengan tahun 2020 ini.

Dengan banyaknya peluang yang terbuka lebar untuk kemajuan UMKM di Indonesia, seberapa mampukah mereka untuk dapat menjalankan dan mengembangkan bisnis mereka secara profesional di tengah persaingan yang semakin ketat?
Berkembangnya sebuah bisnis berawal dari manajemen keuangan yang baik. Pengelolaan keuangan usaha yang baik berarti Anda mengetahui setiap pergerakan arus kas dan dapat mengontrol pengeluaran uang agar usaha Anda tidak mengalami kerugian.
Caranya mudah, Anda hanya perlu rajin mencatat setiap transaksi keuangan yang dilakukan, baik itu penjualan, pembelanjaan modal, pelanggan yang berhutang, dan pembayaran tempat sewa. Namun pada kenyataannya, hal ini belum tentu mudah untuk dijalankan jika semua dilakukan secara manual, tidak sistematis, ataupun tidak terintegrasi.
Lalu, di zaman serba digital ini, bagaimana UMKM yang sudah go online dapat memanfaatkan teknologi untuk mempermudah pembukuan? Solusinya adalah dengan penggunaan aplikasi digital. Penggunaan Aplikasi Digital untuk memudahkan Pembukuan UMKM
Saat ini telah tersedia BukuKas, aplikasi pengelolaan keuangan digital yang aman, mudah, dan gratis untuk membantu Anda para pelaku usaha untuk mengelola dan memantau penjualan, pengeluaran, hutang piutang dan keuntungan melalui smartphone Anda.
Sebagai aplikasi pembukuan gratis yang sudah dapat diakses sejak November 2019, BukuKas telah membantu lebih dari 150,000 UMKM di seluruh Indonesia.
Aplikasi ini akan memudahkan Anda memonitor transaksi keuangan, menyusun laporan keuangan secara otomatis, dan mengetahui keuntungan usaha Anda setiap saat, sehingga bisnis Anda jadi lebih berkembang.
Fitur-fitur di BukuKas membantu untuk mengelola keuangan usaha Anda dari mulai pencatatan hingga pembuatan laporan keuangan. Anda akan terbebas dari rumitnya hitung-hitungan manual, karena transaksi keuangan bisnis dapat dikelola secara otomatis sehingga meminimalisir kesalahan.
Anda jadi punya lebih banyak waktu untuk mengelola usaha secara efisien. Selain itu, yang paling penting, data Anda aman tersimpan dengan aplikasi ini.
Berikut adalah beberapa fitur yang terdapat dalam BukuKas:
1.Laporan Keuangan
Fitur ini digunakan untuk memonitor performa usaha Anda secara periodik, baik itu harian, mingguan maupun bulanan. Tersedia 3 jenis laporan keuangan yang dapat Anda unduh dan cetak sesuai dengan kebutuhan.

2.Catatan pemasukan
Dengan fitur ini, Anda bisa mencatat transaksi penjualan secara detil dan melengkapinya dengan informasi rinci seperti modal pembelian barang, jenis barang, foto bon, metode pembayaran dan keperluan transaksi.
3.Catatan pengeluaran
Fitur ini membantu Anda untuk mencatat pengeluaran secara detail agar pengeluaran terkontrol. Lengkapi juga catatan Anda dengan informasi rinci seperti foto bon, metode pembayaran dan keperluan transaksi.
4.Hutang Piutang
Anda bisa mencatat transaksi utang piutang bisnis Anda secara detail agar pembayarannya terkontrol. Gunakan fitur kirim Pengingat Pembayaran Hutang via WhatsApp agar pelunasan tepat waktu.
5.Multibook
Jika Anda mengelola lebih dari satu jenis usaha, fitur Multibook ini akan sangat membantu, karena dapat mengelola catatan pembukuan transaksi keuangan beberapa usaha Anda di pembukuan terpisah. Anda juga bisa mendapatkan laporan keuangan terpisah untuk setiap usaha Anda.
6.Kartu Nama Digital
Anda bisa memiliki kartu nama digital bisnis Anda sendiri untuk memudahkan promosi usaha Anda ke pelanggan. Kartu Nama digital ini dapat dibagikan lewat chat WhatsApp dan media sosial.
Dengan BukuKas, Anda bisa memantau kesehatan finansial usaha Anda dan membantu menemukan celah yang bisa mempengaruhi perkembangan bisnis Anda, sehingga selanjutnya Anda bisa menyusun strategi yang tepat agar bisnis Anda maju. Aplikasi catatan keuangan BukuKas ini sudah bisa di-download dari Google Play Store.

BCA Luncurkan Lab Uji Software di Yogyakarta

BCA Luncurkan Lab Uji Software di Yogyakarta

Yogyakarta, Beritasatu.com - Menjaring talenta Informasi Teknologi (IT) terbaik di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meluncurkan program BCA SYNRGY Academy dan Jogja Development Lab (JDL) di Yogyakarta.
Executive Vice President Digital Innovation Solutions BCA, Jayaprawirya Diah dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/4/2020), BCA konsisten menghadirkan digital innovation untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dan beragam solusi perbankan berbasis digital.
Dalam program BCA SYNRGY Academy dan JDL tersebut, BCA ingin membuka peluang seluas-luasnya bagi talenta muda khususnya yang ada di Yogyakarta untuk mengekspresikan diri dalam bidang IT.
“Tak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong BCA untuk terus berinovasi di bidang digital. Namun sayangnya, kemajuan teknologi tidak diimbangi dengan jumlah dan kualitas talent yang mumpuni. Oleh sebab itu, kami memberikan sebuah wadah bagi talenta IT yakni BCA SYNRGY Academy sebagai tempat pendidikan nonformal,” kata Jayaprawirya Diah.
Dikatakan, BCA SYNRGY Academy meurpakan program beasiswa yang diberikan kepada talenta IT di Indonesia melalui program bootcamp dengan kurikulum yang berfokus pada pembelajaran berbasis proyek untuk membekali siswa peserta bootcamp dengan pengetahuan teknis & keterampilan interpersonal sehingga dapat menjadi tenaga kerja profesional (ready to use).
Selain program edukasi di bootcamp, salah satu benefit yang didapat para siswa lulusan BCA SYNRGY Academy juga akan disalurkan ke dunia kerja yang membutuhkan talenta IT.
Untuk menjalankan program bootcamp angkatan pertama itu, BCA menjalin kerja sama dengan Binar Academy. Diharapkan kerja sama dengan Binar Academy ini bisa memberikan kesempatan kepada lebih banyak orang lagi yang ingin berkecimpung ke dalam dunia digital.
President Director Binar Academy, Alamanda Shantika mengatakan, Binar Academy percaya bahwa banyak talenta di Indonesia yang mempunyai kemauan dan ketrampilan yang dibutuhkan oleh berbagai industri dan juga transformasi digital selalu dimulai dari people (orang),” ujarnya.
Selain itu, BCA SYNRGY Academy juga menyediakan coworking space, sebuah ruang bersama bagi para siswa peserta program bootcamp dimana mereka bisa belajar, bekerja, serta mengikuti community event dan workshop secara gratis. Selain para siswa, startup di Yogyakarta juga bisa mendaftar menjadi anggota untuk mendapat fasilitas coworking space gratis selama memenuhi persyaratan dan lolos seleksi.
Namun, di tengah merebaknya pandemi Covid-19, BCA dan Binar Academy memprioritaskan kesehatan, rasa aman dan kenyamanan bagi semua yang terlibat di program ini, dengan menjalankan program secara online dan fasilitas coworking space juga ditutup sampai waktu yang belum ditentukan.
Ditambahkan Vice President Application Management BCA, Carolina Ratna Sari Dewi, BCA juga meluncurkan Jogja Development Lab (JDL) di Yogyakarta, yang merupakan bagian terintegrasi dari tim IT BCA yang berada di luar Jakarta, dengan mengemban beberapa misi utama yaitu agar lebih dekat dengan IT Talent yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya.
“JDL juga diharapkan dapat membangun relationship dengan komunitas di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, baik dengan cabang dan bisnis BCA, praktisi IT dan civitas akademisi IT,” katanya.
Sesuai namanya yang mengusung kata “Lab”, JDL akan menjadi semacam laboratorium bagi perusahaan untuk uji coba dalam pengembangan software. Para IT talent yang tergabung dalam JDL dapat belajar dan meningkatkan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadikan IT BCA sebagai organisasi IT yang berkelas dunia.
“BCA SYNRGY Academy dan JDL ini merupakan langkah nyata dari BCA sebagai bentuk keseriusan dan komitmen kami dalam menjaring digital talent terbaik. Harapannya adalah melalui program ini, akan tumbuh bibit-bibit unggul di bidang IT dan dapat berkontribusi dalam mewujudkan visi service excellence kepada nasabah dan masyarakat luas, serta turut berkontribusi dalam perekonomian nasional,” tutup Carolina.

Kemenkop dan UKM Minta ASN Beli Sembako di Koperasi

Kemenkop dan UKM Minta ASN Beli Sembako di Koperasi

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Di tengah merebaknya pandemi Covid-19, Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM menggulirkan program membeli produk sembako dari koperasi bagi pegawainya yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini dilakukan untuk mendukung pemberdayaan koperasi di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), sekaligus menyiasati pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Provinsi DKI Jakarta mulai Jumat, 10 April 2020.
Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit mengatakan, banyak koperasi di bidang komoditas beras yang mengalami kelebihan pasokan. Oleh karena itu, pemerintah menilai perlu adanya aksi agar produk koperasi bisa terserap oleh masyarakat.
“Kami ingin mendorong ASN di Kementerian Koperasi dan UKM sebagai perintis dalam menyerap produk-produk yang dihasilkan oleh koperasi sekaligus membantu koperasi dalam memasarkan produk-produk yang dihasilkan,” ujar Victoria dalam keterangan resmi Kementerian Koperasi dan UKM Jumat 10 April 2020.
Victoria mengatakan, melalui program ini diharapkan semua ASN dari kementerian atau lembaga lainnya bahkan pegawai BUMN dapat berpartisipasi dalam penyerapan produk-produk koperasi dan UKM. Dalam program ini, Kemenkop dan UKM menggandeng transportasi online (ojek online). Sebagai pilot project pada tahap I, program ini difokuskan pada komoditas beras. Pemerintah lantas menetapkan dropping point di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM dan daerah Lenteng Agung.
“Pada gelombang I yang dibuka pada pada Selasa, 7 April 2020 dan ditutup Rabu, 8 April 2020 telah berhasil melakukan pemesanan beras premium sebanyak 2,9 ton yang pemesannya tidak hanya berasal dari pegawai di ligkungan Kemenkop dan UKM namun juga Kementerian Desa dan PDT, Kemendagri, dan Bappenas,” kata Victoria.
Beras premium tersebut diambil dari Koperasi Tani Mulus di Kabupaten Indramayu yang selama ini menjadi binaan Kementerian Koperasi dan UKM dengan harga Rp 11.000 per kilogram yang terdiri dari tiga jenis kemasan yaitu 5 kilogram, 10 kilogram dan 20 kilogram. Pegawai atau ASN dapat mengambil barang yang dibeli di dropping point yang telah ditentukan atau bisa dikirim ke rumah masing-masing dengan memanfaatkan jasa ojek online.
Sementara itu Pengurus Koperasi Tani Mulus, Muhaimin menyambut baik program ini dan berharap ke depan program dapat berjalan secara kontinyu.
“Kami berharap program ini bisa melibatkan lebih banyak stakeholder baik dari sisi KUKM sebagai supplier dan ASN atau karyawan dan juga masyarakat sebagai buyer, serta tidak hanya komoditas beras namun kebutuhan sembako lainnya,” katanya.


Ekonomi Digital di Kota Malang Cukup Baik

Ekonomi Digital di Kota Malang Cukup Baik
Malang, Memorandum.co.id – Kota Malang tercacat sebagai salah satu kota di Indonesia yang berpeluang dalam pengembangan ekonomi digital. Terlebih masyarakatnya memiliki kemampuan digital yang lebih baik dibanding daerah lain.
East Ventures Digital Competitivenss Index 2020 merilis kota pendidikan ini berada di peringkat kesembilan dari 24 kota dan kabupaten se Indonesia sebagai daerah yang memiliki daya saing digital terbaik. Selain kota dan kabupaten, bersamaan juga meneliti daya saing pada 34 provinsi di Indonesia.
Partner East Ventures, Melisa Irene menyebutkan sebanyak 24 kota ini merupakan bagian dari 157 kota dan kabupaten yang diteliti dengan metodologi penghitungan East Ventures Digital Competitiveness Index (EV-DCI). “Sebanyak 24 kota di Indonesia ini berdasarkan jumlah penduduk terbanyak dan skor daya saing digital teratas,” katanya.
Disebutkan, Kota Malang mendapatkan skor 47,2 pada indeks tingkat kota di Indonesia. Skor ini menempatkan posisi kesembilan secara nasional, sementara Surabaya berada di peringkat ketiga. “Kota Malang menempati posisi kedua di Jawa Timur, setelah Surabaya,” sebutnya.
Kota Malang mendapatkan nilai tertinggi pada pilar infrastruktur sebesar 79,6 dan penggunaan ICT (Information and Communication Technologies ) sebesar 75,6. Pilar penggunaan ICT ini bahkan yang tertinggi di tingkat nasional. ICT ini adalah TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Namun, pilar lain masih berkisar di skor 50-an ke bawah. Salah satunya adalah pilar pengeluaran ICT dengan skor 28,6. Disamping itu, kewirausahaan bidang digital mendapatkan skor 37,7. Sementara itu, SDM di Kota Malang memiliki kemampuan digital yang relatif lebih baik dibanding yang lain meskipun skornya sebesar 22,3.
SDM dengan kemampuan digital di atas rata-rata ini menunjukkan masyarakat kota ini banyak yang ‘melek’ teknologi, banyak yang memiliki perangkat handphone maupun komputer serta mengakses internet dari berbagai tempat.
Melisa menyebutkan saat ini Indonesia sedang memasuki era digitalisasi di berbagai sektor. Dunia industri telah berubah dan bergeser seiring dengan perkembangan internet dan revolusi digital melalui perkembangan inovasi dan otomatisasi di berbagai sektor.
Kehadiran internet telah menciptakan internet economy atau ekonomi digital di berbagai belahan di dunia. “Ekonomi digital di Indonesia memang telah berkembang pesat melalui ekosistem digital, seperti jual beli online (e-commerce), transportasi online, jasa keuangan online, digitalisasi pariwisata dan lainnya. Beberapa perusahaan tumbuh menjadi pemain digital terbesar dan unicorn,” paparnya.
Penelitian East Ventures Digital Competitivenss Index 2020 ini tentunya mendorong Kota Malang sebagai kota kreatif yang bergerak menuju era digitalisasi. Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI melalui Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 memberikan penghargaan Kota Malang dalam kategori ‘promosi digital’ dan ‘festival pariwisata terpopuler’. (*/ari/gus)


Pelatihan Online Bikin UMKM Tetap Produktif di Tengah Corona

BRI Relaksasi 134 Ribu Pelaku UMKM

Liputan6.com, Jakarta Upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19) dengan melaksanakan physical distancing telah membuat metode live streaming menjadi pilihan masyarakat untuk tetap bersosialisasi, berbagi pengetahuan, dan produktif.

Salah satunya adalah dalam melaksanakan Pelatihan atau Diskusi secara online. Seperti yang dilakukan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bersama konsultan media OK’S Consultant (PT Opatan Komunika Sejahtera) saat menggelar Pelatihan bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).

Peserta diskusi dapat menyimak pembicara pelatihan dari tempatnya masing-masing dengan mengakses channel pada aplikasi video sharing, youtube.

Pelatihan yang mengusung pembicara Dudung Arief Rahmanto (pegiat Search Engine Organizing/SEO dari Dominasiserp.com) ini dilaksanakan pada Sabtu (11/4/2020) kemarin.
Uniknya Dudung berbagi ilmu dari sebuah kota di Jawa Timur, sementara penyelenggara OK'Consultant memandu acara dari beberapa tempat di Jabodetabek.

Tema pelatihan pun bermanfaat bagi UKM agar lebih maksimal melakukan pemasaran online yaitu Digital Marketing, Solusi Hemat Promosi UKM di Tengah Wabah Covid-19.

Dalam pemaparannya Dudung menuturkan, memasuki era milenial yang sarat ketergantungan pada social media seperti sekarang ini, digital marketing telah menjadi salah satu strategi promosi dan pemasaran yang sangat relevan sekaligus efisien bagi UKM.

Salah satu bagian dari strategi yang dapat memaksimalkan digital marketing adalah dengan mengimplementasikan SEO agar dapat mengoptimalkan promosi produk atau website milik UKM.
“Dengan implementasi SEO, UKM berpeluang menghemat biaya iklan. Selain itu, implementasi SEO juga terbilang simple, siapapun bisa melakukannya,” ujar Dudung dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (12/4/2020).

Tingkatkan Kapasitas UMKM

Pemberdayaan UMKM dengan KUR Berbunga Rendah

Sementara itu, Direktur Utama OK’S Consultant, Mukhtar Wijaya berharap langkah produktif ini dapat mendukung upaya seluruh pihak untuk menekan penyebaran Covid-19 sekaligus tetap menambah kapasitas UKM dalam hal digital marketing.

“Kami berterima kasih dan menyampaikan apresiasi setinggi-tinggi kepada BNI yang telah mendukung suksesnya pelatihan UKM di bidang digital marketing ini. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kami dalam menumbuhkembangkan sektor UKM yang berdaya saing global,” ungkapnya.

Selama ini, lanjut dia, OK’S Consultant memiliki komitmen yang tinggi terhadap upaya-upaya pengembangan UKM di Indonesia. Dalam menjalankan bisnisnya, perseroan senantiasa menjadi bagian dari penyelenggaraan berbagai kegiatan pelatihan serta pendampingan bagi UKM.

Karena itu, hingga saat ini OK’S Consultant telah memiliki lebih dari 1.000 UKM mitra binaan dari berbagai bidang usaha yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

“Selama ini kami memposisikan diri sebagai jembatan antara UKM dengan pemangku kebijakan, sektor usaha skala besar, lembaga pembiayan, serta seluruh stakeholders terkait. Dengan harapan, UKM tidak hanya dijadikan sebagai jargon kekuatan perekonomian nasional tetapi juga menjadi bagian terpenting dalam pertumbuhan ekonomi itu sendiri,” pungkas Mukhtar Wijaya.