Showing posts with label IKM. Show all posts
Showing posts with label IKM. Show all posts

Wednesday, April 24, 2024

Dorong Produk UKM-IKM Go Nasional

 

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Hj. Sitti Saleha berupaya keras mempromosikan berbagai produk Usaha Kecil Menengah dan Industri Kecil Menengah (UKM-IKM) agar bisa menembus pasar nasional. Itu diwujudkan melalui program kurasi pada ratusan produk UKM-IKM masyarakat.

Di Sultra pihaknya tengah melaksanakan kurasi terhadap sekira 300 UKM-IKM. Kurasi dilaksanakan untuk menyaring produk unggulan daerah yang bisa diikutkan dalam Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) tahun depan.

Ia menjelaskan, kurasi produk unggulan daerah penting dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas produksi UKM-IKM sehingga bisa berpartisipasi pada tingkat nasional (Gernas BBI).

Katanya, ratusan produk unggulan yang mengikuti kurasi berasal dari 17 Kabupaten/ Kota di Sultra dengan beragam produk seperti olahan komoditi pertanian (kelapa, cokelat, mete) dan komoditi hasil perikanan (olahan ikan dan sebagainya), serta hasil kerajinan.

“Nanti yang lolos bisa berpartisipasi dalam Gernas BBI dan produknya berpeluang untuk dipromosikan ditingkat nasional bahkan luar negeri,” kata Sitti Saleha.

Sebagai bentuk dukungan, pihaknya bakal memberikan pendampingan terhadap pelaku UKM-IKM yang terpilih sehingga bisa meningkatkan kualitas produknya.

“Gubernur sudah mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan daya saing UKM-IKM di Sulawesi Tenggara. Pendampingan yang diberikan berdasarkan potensi yang ada seperti produksi hasil pertanian, perikanan, kerajinan tangan dan produk lainnya,” pungkasnya. (ags/adv)

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/dorong-produk-ukm-ikm-go-nasional.html

Wednesday, July 7, 2021

UKM di Soloraya Didorong Berani Ekspor saat Pandemi


SOLO, iNews.id – Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Soloraya didorong untuk ekspor ke luar negeri di masa pandemi Covid-19. Berbagai kemudahan telah diberikan agar produk dapat dijual ke mancanegara.

“Untuk itu kami mempermudah perizinan produk-produk untuk ekspor selama pandemi. Banyak perusahaan dan produk-produk lokal yang kami permudah," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Surakarta, Budi Santosa, Rabu (7/7/2021).

Untuk wilayah Soloraya, selama ini pengiriman melalui pelabuhan di Semarang. Sedangkan di Semarang ternyata harus antre. Dari situasi itu, ia mengapresiasi upaya MSA Kargo yang menjadi konsolidator atau pengumpul barang ekspor untuk pelaku usaha di Soloraya.

“Selain kemudahan agar tidak antre, juga hemat biaya karena tidak mengangkut barangnya ke Semarang," katanya.

Upaya ini bisa menjadi awal untuk mendorong ekspor di Soloraya. Pihaknya memberikan fasilitas bagi perusahaan di kawasan berikat kelas menengah dan besar. Sedangkan skala kecil dan menengah ada fasilitas KITE IKM.

“Itu bentuk komitmen kami mendorong ekspor di Soloraya,” ujarnya.

Budi berharap dikeluarkannya izin kepada MSA Kargo sebagai konsolidator, biaya logistik para pelaku usaha bisa ditekan. Keringanan ini bisa menjadi daya tarik bagi para pelaku usaha. Pada sisi lain, semakin banyak ekspor maka semakin banyak produk yang dikenal di luar negeri.

Regional Manager MSA Kargo Jawa Tengah, Gandhi Yudi Widodo mengatakan, pihaknya berinisiatif menjadi konsolidator di Soloraya karena melihat banyaknya potensi ekspor, termasuk di masa pandemi.

"Kami upayakan konsolidasi di sini (Solo), supaya mereka bisa dimudahkan. Misalnya tidak bisa memenuhi satu kontainer, kami bantu untuk konsolidasi," katanya.

Pada tahap awal, ditargetkan pengiriman dari Soloraya sebanyak lima kontainer setiap minggu. Terkait hal itu, MSA Kargo aktif berkoordinasi ke pihak terkait, di antaranya Dinas Perdagangan serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

"Dari data UKM dan IKM yang melakukan ekspor sendiri, akan kami kunjungi untuk kemudian diarahkan. Dengan adanya MSA Kargo Solo, harapannya bisa mengurangi biaya logistik sekitar 20-25 persen," katanya.

Sumber : https://jateng.inews.id/berita/ukm-di-soloraya-didorong-berani-ekspor-saat-pandemi/2 

Sunday, July 4, 2021

Industri Kecil Mikro di Pagaralam Butuh Pinjaman Modal Bunga Nol Persen


TIMESINDONESIA, PAGARALAM – Kendati belum adanya industri besar baru yang diharapkan mampu banyak menyerap banyak tenaga kerja namun pertumbuhan Industri Kecil Mikro (IKM) masih menggeliat.

Sejauh ini menurut pendataan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan IKM Kota Pagaralam, keberadaan usaha atau industri didominasi skala kecil mikro yang bergerak memproduksi pangan.

Tidak terlepas dari itu, untuk mendorong kemajuan usaha ataupun industri tentunya tidak terlepas dari campur tangan pemerintah.

Dalam hal ini, inovasi program pinjaman dari pemerintah daerah tentunya sangat diharapkan pelaku usaha.

“Seperti program pinjaman (dengan bunga, red) 0 persen dari Wali Kota Pagaralam. Sedikit banyak tentunya sangat membantu pelaku usaha khususnya mereka yang skala usahanya kecil,” ujar Kadisprindagkop dan UKM Kota Pagaralam, Dawam SH melalui Kabid Industri, Indriany Faiti SSt Pi MM dihubungi, Minggu (4/7/2021).

Lanjut dia, jika dibandingkan jenis usahanya, industri pangan lebih mendominasi.

Dengan kata lain sekitar 61 persen jumlah IKM di Kota Pagaralam bergerak memproduksi pangan.

“Seperti industri kopi bubuk, kuliner atau pangan lainnya,” beber Indriany.

Industri kecil menengah yang ada di Kota Pagaralam dikelompokkan berdasarkan jenis usahanya. Sebut Indriany, seperti pangan, sandang dan kulit, kimia dan bahan bangunan, logam dan jasa, serta kerajinan dan umum (kraum, red).

Tahun lalu (2020, red) di Kota Pagaralam terdata sebanyak pada sebanyak 1.177 IKM yang tersebar di lima kecamatan.

“Sekitar 61 persennya atau sebanyak 719 IKM adalah industri kecil menengah yang bergerak memproduksi pangan,” ujar dia.

Berbeda dengan UKM, jawab Indriany, Industri Kecil Mikroadalah unit usaha yang kegiatannya memproduksi atau menghasilkan produk. Industri dimaksud tentunya memerlukan bahan baku dan proses untuk menghasilkan produk. “Kendati dalam kondisi pandemi industri kecil menengah masih tumbuh,” katanya.

Sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/356551/industri-kecil-mikro-di-pagaralam-butuh-pinjaman-modal-bunga-nol-persen 

Sunday, June 6, 2021

Maksimalkan Promosi Produk IKM/UMKM Grobogan dengan Aplikasi Dalmadi Center


 GROBOGAN, suaramerdeka.com - Bupati Grobogan Sri Sumarni meluncurkan Aplikasi Digital Dalmadi Center.


Aplikasi tersebut sebagai sarana promosi bagi pelaku industri kecil menengah (IKM) Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya.

“Gebyar Pasar Rakyat Grobogan Virtual yang dilaksanakan hari ini, kita pandang sebagai terobosan baru di bidang promosi dan pemasaran melalui platform digital. Barang-barang hasil produksi para pelaku IKM dan UMKM tidak hanya dipromosikan secara fisik, tetapi juga secara virtual atau _online_,” ujar Sri Sumarni, saat peluncuran aplikasi sekaligus pembukaan pasar rakyat virtual, di Gedung Wisuda Budaya, Jumat (4/6/2021).

Sri Sumarni mengatakan, pembatasan kontak fisik di masa pandemi Covid membuat konsumen saat ini cenderung lebih memilih cara praktis untuk memenuhi kebutuhannya.

“Untuk itu pelaku IKM dan UMKM dituntut supaya lebih kreatif dalam mem- _branding_ produk dan inovatif dalam mengikuti pasar, serta dapat memanfaatkan teknologi secara lebih maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Grobogan Pradana Setyawan menjelaskan, dalam platform digital itu tedapat Mobil Promosi IKM dan juga program Great Sale Grobogan.

Melalui inovasi itu diharapkan bisnis IKM-UMKM akan berkembang, dan menggerakan perekonomian di Kabupaten Grobogan.

Sumber : https://www.suaramerdeka.com/ekonomi/pr-04172480/maksimalkan-promosi-produk-ikmumkm-grobogan-dengan-aplikasi-dalmadi-center

Thursday, May 20, 2021

Festival Joglosemar Dorong Peningkatan IKM & UKM


 Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar Festival Joglosemar untuk tingkatkan jumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM).


Festival ini merupakan acara ke-5 dalam rangka menguatkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI). Sejak Presiden Joko Widodo mencanangkan gerakan BBI pada 14 Mei 2020, beberapa festival berlangsung di beberapa tempat lannya, termasuk Danau Toba di Sumatra Utara dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

Adapun beberapa tujuan Gerakan BBI, salah satunya meningkatkan jumlah pelaku usaha ke angka 30 juta unit. Selain itu, adapula tujuan menaikkan permintaan produk ekonomi kreatif dan meningkatkan peran aktif Pemerintah Daerah.

Menurut Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, perlu kerja sama semua pihak agar UKM dan IKM di Indonesia terus meningkat. Pada dasarnya, segala kebutuhan masyarakat maupun pemerintah, semua bisa dibuat oleh anak bangsa.

"Tidak hanya tumbuh tapi [produk dalam negeri] juga dibeli oleh kita sendiri, beli produk buatan Indonesia. Sebetulnya apapun itu kebutuhannya, produksinya semua sudah bisa dibangun, diciptakan oleh anak bangsa kita sendiri," kata Agus dalam acara puncak Festival Joglosemar bertema Artisan of Java di Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (20/5/2021). Acara ini disiarkan secara live di Yotube Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Selain acara ini, sebelumnya Kemenperin juga telah lakukan pembinaan pada 14.000 IKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Pembinaan dengan tajuk e-Smart berupaya agar IKM bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kuantitas, kualitas, dan sebagainya.

Saat ini, jumlah UKM dan IKM di Indonesia yang jajakan produknya di e-commerce capai enam juta unit. Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, jumlah ini mengubah struktur ekonomi Indonesia semakin kuat. Peran UKM dan IKM penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Luhut meminta kementerian dan lembaga di pemerintahan mendukung UKM dan IKM untuk berkembang. Salah satu caranya dengan menggunakan produk anak bangsa untuk keperluan di kementerian atau lembaga. "Kalau Anda lihat APBN, belanja modal belanja barang, kami minta untuk sisir itu, mana yang bisa dibuat dalam negeri. Ada potensi belanja sebesar Rp470 triliun dalam setahun yang bisa dibuat di dalam negeri. Ini akan ciptakan lapangan kerja dan perkembangan teknologi," kata Luhut.

Sumber : https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2021/05/21/510/1072252/festival-joglosemar-dorong-peningkatan-ikm-ukm

Friday, November 27, 2020

Dokumentasi Digitalisasi UMKM dengan Software - 27 Nov 2020

 Program StartSMEup - UKM Naik Kelas membahas DIGITALISASI UMKM DENGAN SOFTWARE dengan narasumber :

- Bpk. Lucassen Halim, Marketing Manager Paper.id

Moderator : Fanky Christian, Ketua APTIKNAS DKI JAKARTA, founder startSMEup.

Berikut informasi kegiatannya



Berikut video lengkap dapat disimak disini :



Thursday, November 12, 2020

Bagaimana IKM bisa maju gunakan teknologi, kita membahasnya bersama KATALOQ - 20 NOV 2020

 Bagaimana IKM bisa maju gunakan teknologi, kita membahasnya bersama KATALOQ - 20 NOV 2020, ikuti bersama di jam 15-16 WIB.


Segera daftar di : https://s.id/startsmeup20nov


Bagaimana UKM NAIK KELAS gunakan TEKNOLOGI, ATURTOKO bisa membantu anda - 13 Nov 2020

  Kembali StartSMEup, gerakan untuk membantu UKM NAIK KELAS DENGAN TEKNOLOGI akan membahas solusi ATURTOKO, pada Jumat, 13 Nov 2020, jam 15-16 WIB.

Pastikan anda sudah mendaftar di EventCerdas.com


 ATURTOKO juga masuk ke dalam kompetisi Startup4Industry dari KEMENPERIN





Tuesday, September 8, 2020

Webinar #2 Road to IDF: Prospek Pemulihan Ekonomi Sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM)