Showing posts with label kemkop. Show all posts
Showing posts with label kemkop. Show all posts

Monday, March 8, 2021

Kemkop dan UKM Akan Cetak Wirausaha Muda Berpendidikan, Inovatif, dan Berbasis Teknologi

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dalam acara Beritasatu Public Leader Awards, Selasa, 23 Februari 2021. (Foto: Beritasatu Photo/Herman)

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan kementerian yang dipimpinnya mendapat arahan Presiden Joko Widodo untuk menghasilkan wirausaha muda berpendidikan yang inovatif berbasis teknologi.

"Karena persaingan usaha ke depan akan dimenangkan oleh mereka yang menguasai bidang sains dan teknologi," ujar Teten pada Kuliah Umum di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia bertopik Kewirausahaan Mahasiswa dalam Pemulihan Ekonomi Nasional yang digelar secara daring, Senin (8/3/2021).

Oleh karena itu, Teten berharap Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia dapat mendukung penguatan kewirausahaan nasional dengan mengambil peran sebagai kampus pengembangan model kewirausahaan pesantren berbasis sosial, teknologi, bahkan ekonomi kreatif.

MenkopUKM mencontohkan kewirausahaan pesantren di Koperasi Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Koperasi tersebut berhasil mengembangkan komoditi sayur-sayuran dan mulai merambah ke peternakan domba dan sapi. Bahkan, produk yang dihasilkan sudah terhubung ke jaringan retail modern dan berpotensi untuk menjadi koperasi pangan.

"Hingga sekarang pun pemerintah terus mendampingi hingga memberikan support pembiayaan agar mampu berkembang menjadi koperasi modern," kata Teten.

Dalam kesempatan itu, Teten juga mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah sedang menyusun Peraturan Presiden tentang kewirausahaan sebagai payung hukum mendorong wirausaha baru tersebut.

"Kami berharap melalui rancangan ini nantinya dapat menjadi acuan bagi pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk pengembangan kewirausahaan," ujar Teten.

Pada draft Perpres yang sedang disiapkan tersebut, terdapat beberapa poin di antaranya definisi atas aspek-aspek yang berkaitan dengan kewirausahaan, termasuk di dalamnya meliputi definisi kewirausahaan, kewirausahaan sosial, dan teknologi.

Selain itu, rancangan Perpres juga mengatur tentang ekosistem kewirausahaan, norma, standar, prosedur, kriteria pengembangan kewirausahaan, hingga model bisnis pengembangan kewirausahaan, kaidah pelaksanaan pengembangan kewirausahaan, dan sistem informasi terintegrasi kewirausahaan. "Selain 22 lembaga dan kementerian, swasta dan BUMN juga menjadi mitra strategis dalam ekosistem unit," kata Teten.

Menurut Teten, untuk menghasilkan wirausahawan baru, nantinya tidak lagi dilakukan pelatihan-pelatihan yang sporadis, tetapi akan dikembangkan pendekatan inkubasi dengan melakukan kerja sama dengan inkubator swasta dan perguruan tinggi.

Di tahun 2021 ini, Deputi Kewirausahaan memiliki target rasio kewirausahaan Indonesia mencapai 3,55% dan menfasilitasi 10.000 wirausaha baru. Masing-masing 1.500 prioritas nasional, 8.500 kolaborasi dengan stakeholder, serta 900 perusahaan perintis teknologi.

Upaya tersebut menyasar lulusan SMA, perguruan tinggi, dan usia tertentu. Program tersebut juga memiliki basis kawasan, mulai dari basis wilayah, perguruan tinggi, pondok pesantren, hingga komunitas usaha/sentra. "Indikator tersebut tentunya akan tercapai melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak," ujar MenkopUKM.



sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/743175/kemkop-dan-ukm-akan-cetak-wirausaha-muda-berpendidikan-inovatif-dan-berbasis-teknologi
 

Thursday, February 25, 2021

Kemkop dan UKM, BI, dan Lembaga Pembiayaan Terus Tingkatkan Literasi Keuangan UMKM

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dalam acara Beritasatu Public Leader Awards, Selasa, 23 Februari 2021. (Foto: Beritasatu Photo/Herman)

Untuk meningkatkan pembiayaan formal kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Kementerian Koperasi dan UKM bersama Bank Indonesia, perbankan dan seluruh lembaga pembiayaan, akan terus meningkatkan literasi keuangan. Program ini diharapkan mendorong pembiayaan yang efektif untuk meningkatkan skala usaha UMKM sesuai amanat UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020.

Hal itu dikatakan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dalam webinar “Peran Sektor Keuangan Bangkitkan UMKM: Ragam Dukungan Menuju Pemulihan Ekonomi Nasional", Kamis (25/2/2021).

"Saya juga berharap pelaku UMKM di Tanah Air untuk mendapatkan akses pembiayaan hingga skala ekonominya lebih efisien dan menjadi katalisator perekonomian Indonesia," ujar Teten.

Teten menamabahkan, pemerintah tengah menyiapkan stimulus yang diharapkan dapat membangkitkan UMKM pada tahun 2021 dan berdampak pada perekonomian Indonesia secara agregat. Antara lain berupa Subsidi Bunga KUR dan NonKUR, KUR Super Mikro, modal kerja koperasi melalui LPDB, dan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Menurut Teten, pemulihan sektor UMKM dan koperasi adalah faktor penting untuk menjawab tantangan pemulihan ekonomi nasional sebagai dampak dari pandemi Covid-19. "Hal ini didukung kenyataan populasi UMKM yang mendominasi hingga 99% unit usaha, menyerap 97% tenaga kerja, dan berkontribusi 61,1% terhadap PDB," ulas Teten.

Proporsi Kredit UMKM

Menkop dan UKM mengatakan, proporsi kredit UMKM terhadap total kredit perbankan baru mencapai 19,97% pada tahun 2020. Hal ini karena sektor produktif masih dilihat sebagai usaha beresiko tinggi dan rendahnya literasi keuangan di kalangan UMKM.

"Kegiatan UMKM juga dianggap tidak feasible serta sulitnya UMKM dalam melengkapi persyaratan administratif pembiayaan formal," imbuh MenkopUKM.

Idealnya, lanjut Teten, dengan populasi UMKM yang besar, maka sudah sepatutnya rasio kredit perbankan untuk UMKM meningkat pada angka 22% hingga 30%. "Di sinilah pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan menyongsong UMKM nasional lebih berdaya saing dan mendunia," tandas Teten.

Menurut Teten, sebenarnya, realisasi penyaluran KUR pada sektor produktif di 2020 terus meningkat menjadi 57,25% dibandingkan tahun 2019 sebesar 52%. Porsi penyaluran KUR tahun 2020 terbesar disalurkan di sektor perdagangan (42,8%) kemudian sektor pertanian (29,6%) dan jasa (14,9%).

"Sektor pertanian menyerap paling banyak pelaku usaha mikro. Menjadi PR kita bersama untuk meningkatkan pembiayaan pada sektor pertanian yang secara tidak langsung dapat mengurangi angka kemiskinan, pengangguran, dan tantangan pemenuhan pangan di masa depan," pungkas Teten.


sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/738569/kemkop-dan-ukm-bi-dan-lembaga-pembiayaan-terus-tingkatkan-literasi-keuangan-umkm 

Sunday, February 21, 2021

Kemkop UKM Terima Tiga Rekomendasi Pengembangan UMKM dari Bappenas

Teten Masduki (Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemkop UKM) menyambut baik tiga rekomendasi bagi pengembangan UMKM di Indonesia yang disampaikan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas. Adapun tiga rekomendasi yang disampaikan yaitu penguatan kelembagaan, pelaksanaan program, dan Rancangan Peraturan Pelaksanaan (RPP) mandat Undang-Undang Cipta Kerja.

“Saat ini momentum pengarusutamaan ekonomi rakyat dalam pembangunan ekonomi nasional,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam siaran pers yang diterima Sabtu (20/2/2021).

Rekomendasi menekankan pentingnya penguatan peran Kemkop UKM sebagai pemimpin program pengembangan UMKM di berbagai Kementerian/Lembaga, BUMN, dan swasta. Selain itu, koordinator insentif bagi perusahaan yang bermitra, misalnya keringanan pajak, serta penguatan konsultan dan lembaga pendampingan UMKM, misalnya Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM.

Rekomendasi kedua dalam bentuk program yakni replikasi kemitraan strategis berupa pengembangan UMKM yang didasarkan pada konsep rantai pasok atau rantai nilai dan pengembangan lingkungan industri kecil (LIK) atau penyediaan ruang bersama bahan baku atau produksi bagi kelompok/sentra/kluster UMKM. Selain itu perluasan PLUT atau penyediaan expert pool berisikan para pakar atau praktisi bisnis, misalnya mantan CEO perusahaan, dosen, ahli koperasi, ahli hukum, untuk menjadi mentor bagi UMKM, perluasan akses pasar UMKM, dan pengembangan UMKM berbasis tematik kewilayahan sesuai potensi wilayah.

Rekomendasi ketiga yaitu Rancangan Peraturan Pelaksanaan (RPP) Undang-Undang Cipta Kerja. Termasuk di dalamnya perbaikan pendataan UMKM melalui basis data tunggal UMKM, perumusan kriteria UMKM, kemudahan izin usaha, dan insentif kemitraan usaha.

Teten sepakat bahwa pengembangan UMKM di Indonesia terganjal lima isu utama. Pertama, perbedaan definisi UMKM antarlembaga serta belum adanya basis data yang terintegrasi. Kedua, jumlah UMKM yang besar belum seimbang dengan kontribusinya pada produk domestik bruto (PDB). Hal ini karena sebanyak 99% usaha di Indonesia didominasi UMKM, namun UMKM hanya berkontribusi 57% terhadap PDB.

Ketiga, rendahnya UMKM yang terjalin dalam kemitraan, termasuk berjejaring dalam rantai nilai global (global value chain).

Keempat, akses pembiayaan bagi UMKM masih rendah. Kelima, rendahnya pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usahanya, termasuk digitalisasi.



sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/736049/kemkop-ukm-terima-tiga-rekomendasi-pengembangan-umkm-dari-bappenas 

Sunday, February 14, 2021

Kemkop dan UKM Dorong Komunitas Ekonomi Kreatif Berkonsolidasi ke Dalam Koperasi

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki hadir pada mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 21 Januari 2021. (Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan komunitas ekonomi kreatif (ekraf) berpotensi besar dalam perekonomian nasional. Untuk meningkatkan produktivitasnya, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop dan UKM) mendorong komunitas ekraf berkonsolidasi ke dalam format koperasi.

“Pelaku-pelaku ekraf menjadi sangat relevan dan berpotensi muncul sebagai lokomotif pemulihan ekonomi nasional karena merupakan sektor yang sangat bermodalkan pada kekayaan intelektual serta penciptaan nilai tambah," ujar Teten pada acara webinar “Membangun Milenial Produktif melalui Ekonomi Kreatif Berbasis Komunitas” yang diselenggarakan Ikatan Alumni SMAN 5 Bandung, Sabtu (13/2/2021).

Teten mengatakan, koperasi kreatif menjadi salah satu konsep yang semakin relevan dengan milenial karena sangat inklusif. Namun, di saat yang sama, memungkinkan menciptakan peluang usaha dari hobi, passion, hingga kesenangan yang sama.

"Contoh koperasi kreatif yang sedang kita dorong tercipta saat ini adalah koperasi kreatif film, motor kustom, hingga koperasi berkenaan aspek desain," kata Teten.

Dalam hal akses permodalan, Teten mengajak semua pihak untuk memanfaatkan program-program yang fokus pada pengembangan koperasi dan UMKM. Salah satunya melalui Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB) -koperasi usaha mikro kecil dan menengah (KUMKM) yang saat ini menyalurkan 100% dana bergulir melalui koperasi.

Teten berharap melalui forum webinar tersebut tercipta ide-ide brilian serta kolaborasi strategis dalam pengembangan ekraf Indonesia serta pemulihan ekonomi nasional.

Terlebih lagi, bagi Teten, Bandung sebagai bagian dari jejaring kota kreatif dunia telah ditetapkan UNESCO sebagai City of Design.

“Title ini merupakan bukti nyata bagaimana kolaborasi multi stakeholder di Bandung menjadi contoh dan referensi bagi pengembangan UKM masa depan yang berbasis ekonomi kreatif (ekraf) dan teknologi," ujar Teten.

Teten meyakini, forum ini dapat menciptakan banyak ide serta menghadirkan kolaborasi bermanfaat bagi para pelaku UMKM khususnya ekraf di tanah air untuk meningkatkan daya saing produknya.

Adaptasi dan Transformasi

Dalam kesempatan tersebut, Teten juga menegaskan bahwa pemerintah berupaya memastikan roda ekonomi dan aktivitas usaha dapat tetap bergulir di tengah dampak pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Adaptasi dan transformasi menjadi kunci keberhasilan koperasi dan UMKM dalam bertahan dan bangkit dari pandemi," tukas Teten.

Teten menambahkan, Kemkop dan UKM mendorong 4 pilar transformasi koperasi dan UMKM yaitu informal ke formal, akses rantai pasok, koperasi modern, dan pencetakan wirausaha muda produktif.

Keempat pilar tersebut diwadahi dalam Struktur Organisasi dan Tata Kelola KemenkopUKM yang baru serta diterjemahkan melalui program-program dari hulu hingga hilir. “Seperti akses pemodalan, korporatisasi petani, pelatihan dan pembinaan, hingga akses pemasaran dan transformasi digital," ujar Teten.

Badan Pusat Statistik baru-baru ini merilis kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2020. Meski masih terkontraksi, menurut Teten angka ini mengindikasikan tren positif pemulihan ekonomi nasional terus berlangsung. Dari -5.32% di kuartal II 2020, membaik menjadi -3,49% di Kuartal 3, dan -2,19% di kuartal 4.

"Perkembangan ini tentu memberikan sentimen positif atas upaya pemulihan ekonomi nasional yang sedang berlangsung. Namun demikian para pelaku usaha tetap diimbau untuk terus menerapkan protokol kesehatan," tandas Teten.



sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/732915/kemkop-dan-ukm-dorong-komunitas-ekonomi-kreatif-berkonsolidasi-ke-dalam-koperasi

Wednesday, February 3, 2021

Digandeng Kemkop UKM, Aplikasi Digital CrediBook Kian Ekspansif

Tim Credibook (kiri ke kanan) Christian Lie (COO), Gabriel Frans (CEO), dan Dekha Anggareska (CTO), sukses membawa aplikasi rintisannya menjadi juara pertama Pahlawan Digital UMKM 2020 dari Kementerian Koperasi dan UKM. (Foto: istimewa)

Dukungan pemerintah terhadap berbagai inovasi teknologi digital akan dapat turut mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Salah satu perusahaan rintisan dengan aplikasinya bernama CrediBook, mampu menarik lebih dari 500.000 pengguna yang tersebar diberbagai wilayah di Indonesia dengan fokus kepada para pelaku UMKM.

Harapannya, para pelaku UMKM dapat mengelola keuangan usahanya secara modern dan profesional.

Sukses dengan pertumbuhan bisnis yang semakin ekspansif, CrediBook dinobatkan sebagai juara Pahlawan Digital UMKM 2020 dari Kementerian Koperasi dan UKM, yang kemudian akan menjadi mitra strategis pemerintah untuk digitalisasi UMKM Indonesia.

"Dengan misi menjadikan UMKM Indonesia melek digital, sejak awal tahun 2020 kami merintis aplikasi CrediBook agar dapat menjadi solusi cerdas dalam mendorong perekonomian nasional. CrediBook dengan berbagai fasilitasnya mampu menghubungkan para pelanggan, pelaku UMKM, pemasok, dan wholesaler, melalui satu aplikasi pencatatan keuangan. Inovasi yang kami hadirkan merupakan kontribusi nyata khususnya dalam membantu usaha kecil yang kini semakin rentan terdampak pandemi," ujar Gabriel Frans selaku CEO CrediBook dalam keterangan persnya, Rabu (3/2/2021).

Penghargaan disertai kemitraan dengan Kemkop UKM dikatakan Gabriel, merupakan sebuah pencapaian sekaligus momentum bagi CrediBook dalam memperluas jangkauan serta mengedukasi masyarakat akan solusi digital.

Gabriel sangat optimis bahwa CrediBook yang telah genap berusia satu tahun pada 27 Januari lalu dapat semakin melaju.

"Solusi pengelolaan keuangan dari CrediBook akan terus kami kembangkan sehingga dapat menjangkau lebih banyak sektor usaha. Kami ingin mengakomodir berbagai jenis usaha melalui layanan yang disesuaikan dengan cara pemilik usaha bekerja setiap harinya. Sehingga CrediBook dapat terus digunakan oleh pelaku UMKM Indonesia dan berkontribusi untuk mengantarkan UMKM ke dalam pengelolaan keuangan berbasis digital," katanya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Fiki Satari, mengakui bahwa inovasi digital yang dihadirkan CrediBook dapat berkontribusi terhadap percepatan digitalisasi UMKM secara sistemik.

Dikatakan Fiki, struktur populasi usaha di Indonesia itu nyatanya didominasi usaha mikro, di mana sebagian besar dari pemilik usaha kecil masih bekerja secara konvensional. Baik itu pelaku usaha di sektor makanan dan minuman, aneka barang konsumsi, kerajinan, hingga material bangunan. Mereka masih sangat manual termasuk dalam hal pencatatan keuangan.

"Kami melihat dengan adanya CrediBook, para pelaku UMKM dari sektor mana pun dapat dengan mudah mengelola keuangannya lewat satu aplikasi. Bahkan dapat membentuk sebuah ekosistem usaha berbasis digital. Tentu ini bersinergi dengan usaha pemerintah dalam menggenjot kembali sektor UMKM yang melemah akibat pandemi. Sudah menjadi salah satu fokus Kemkop UKM untuk dapat membawa sektor UMKM melek digital alias transformasi digital secara menyeluruh," tandasnya.


sumber : https://www.beritasatu.com/digital/727817/digandeng-kemkop-ukm-aplikasi-digital-credibook-kian-ekspansif


Kata siapa UMKM tidak perlu melek keamanan siber (cybersecurity) ? Kami akan membahasnya bersama pak Didi Nurcahya, ITIL®, GSEC - di 16 Feb 2021, pastikan anda terdaftar di https://s.id/eventcerdas16feb .