Showing posts with label Smesco. Show all posts
Showing posts with label Smesco. Show all posts

Monday, April 5, 2021

Dukung UMKM, Teten Masduki Apresiasi Kerja Sama Kemenkop-UKM dan Smesco

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki (tengah)mengapresiasi kerja sama kementeriannya dengan SMESCO. /Pikiran Rakyat/Julkifli Sinuhaji

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman antara Smesco Indonesia & Accor Indonesia dengan Kementerian Koperasi dan UKM di Ibis Trans Studio Bandung, Kota Bandung, Sabtu 3 April 2021.

Dengan adanya penandatanganan itu, produk-produk UMKM dapat dipajang di hotel-hotel berbintang.

Hal ini tertuang dalam penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Smesco Indonesia tentang “Pembentukan Kerja Sama dalam Pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk mendukung Pemulihan Ekonomi pada Bidang Jasa Perhotelan.”

"Saya kira kerja sama ini menjadi terasa istimewa di tengah pandemi Covid-19 yang banyak terpukul," kata Teten.

"Kerja sama ini membantu, kita ingin banyak produk UMKM bisa terhubung dgn ekosistem hotel Accor Group," ucapnya.

Dia mengatakan kerja sama tersebut bukan hanya pertunjukan saja, tetapi juga untuk membantu branding produk-produk UMKM.

Menurutnya, produk UMKM dari segi kualitas tidak kalah jauh.

"Orang akan respek, dari segi kualitas produk UMKM itu tidak kalah," ujarnya.

Selain dengan produk kuliner, Teten menyebutkan akan bekerja sama di bidang seni rupa Jawa Barat.

"Saya kira jawa barat banyak seniman yang hebat, cocok dengan jaringan hotel Accor yang modern," kata dia.

Menurutnya, kolaborasi ini akan saling membantu antara jaringan hotel dan branding produk-produk UMKM lebih berkelas.

Selain itu, kerja sama penandatanganan itu juga akan memberikan nilai tambah bagi hotel.

Teten menyebutkan bisnis yang respek dan adil terhadap lingkungan, disabilitas, dan peningkatan ekonomi bisa menjadi salah satu tren konsumen dunia.

"Saya memberikan apresiasi, dan mudah-mudahan kerja sama ini bisa diperluas lagi,"ucapnya.



sumber : https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011716129/dukung-umkm-teten-masduki-apresiasi-kerja-sama-kemenkop-ukm-dan-smesco?page=2
 

Sunday, April 4, 2021

Smesco Akan Pasok 140 Hotel Accor dengan Produk UMKM

Ilustrasi. FOTO/SINDOnews

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk membantu dan memperluas jaringan pemasaran produk UMKM . Smesco dan Accor berkomitmen untuk membuka kesempatan produk-produk UMKM untuk mengisi kebutuhan 30.000 kamar di 140 jaringan hotel Accor seluruh Indonesia.

"Bukan sekadar showcase, melainkan juga bisa meningkatkan branding dan promosi produk UMKM," kata Teten di sela penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Smesco Indonesia dan Accor Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/4/2021).

Bagi Teten, kerja sama ini sangat membantu pelaku UMKM karena akan banyak produk mereka yang terhubung dengan jaringan hotel milik Accor Indonesia. “Saya meyakini, MoU ini merupakan kolaborasi mutualisme atau saling menguntungkan," ujar Teten.

Bahkan, lanjut Teten, dengan semakin banyaknya produk UMKM tampil di banyak hotel berbintang, masyarakat pun bakal semakin respect terhadap kualitas produk UMKM. "Misalnya, di setiap hotel Accor, ada kedai kopi yang kopinya merupakan produk khas di daerah tersebut. Begitu juga dengan kulinernya. Sehingga, akan terasa betul aura dari diversity of Indonesia," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut Smesco Indonesia Leonard Theosabrata menjelaskan, jenis produk UMKM yang akan mengisi jaringan hotel Accor antara lain untuk memenuhi kebutuhan restoran, bedroom, bathroom, toiletries, amenities, home decor, household, hingga minibar. “Kebutuhan snack untuk meeting room juga akan diakomodasi dari produk UMKM," imbuh Leonard.

Selain itu, lanjut Leonard, produk UMKM juga diharapkan dapat berperan memenuhi kebutuhan hotel-hotel yang akan dibangun di beberapa wilayah di Indonesia lainnya. Di antaranya, Jawa Timur dan Banten. “Kurasi akan dilakukan sesegera mungkin agar setelah pembangunan selesai produk UMKM sudah bisa digunakan yang tentunya melalui kurasi bersama antara Smesco dan Accor," papar Leonard.

Menurut Leonard, proses informasi kerja sama Smesco dan Accor dikoordinasikan melalui Dinas Koperasi dan UKM di seluruh Indonesia dan disosialisasikan melalui media sosial. "Proses pendaftaran melalui link secara online. Antusiasme pelaku UMKM untuk bergabung sangat bagus dan sudah terdaftar lebih dari 600 pelaku usaha yang tahap berikutnya akan diseleksi dan dikurasi oleh Smesco dan Accor," kata Leonard.

Sebagai pilot project, kerja sama Smesco dan Accor tersebut dimulai di Hotel Pullman, Central Park, Jakarta pada April 2021 ini yang sudah memasuki tahap kurasi. “Ini merupakan implementasi dari Gernas BBI, di mana Accor menggunakan produk lokal dari UMKM," tukas Leonard.

Sementara Senior Vice President Operations and Government Relation Accor Indonesia dan Malaysia Adi Satria menjelaskan, Accor yang memiliki 140 hotel di seluruh Indonesia sangat mendukung pemberdayaan UMKM. "Tahun ini, kita akan bangun lima hotel baru, yaitu dua di Surabaya, satu di Jakarta, satu di Malang, dan satu di Mandalika, Lombok," kata Adi.

Adi menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan kurasi bersama dengan Smesco Indonesia untuk produk jasa dan kreatif. “MoU ini merupakan bagian dari Gernas Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia," pungkas Adi.



sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/386388/34/smesco-akan-pasok-140-hotel-accor-dengan-produk-umkm-1617534296/10
 

Bangkitkan pariwisata, Smesco siapkan kerjasama dengan UKM sektor perhotelan

ILUSTRASI. Promosi dan pemasaran produk koperasi dan UKM di?Smesco Indonesia, Jakarta.

Banyak yang optimistis, pariwisata akan menggeliat di tahun 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Maka. Smesco Indonesia menjemput bola dan menyiapkan sistem kerjasama bagi usaha kecil dan menengah (UKM) produk perhotelan.

Leonard Theosabrata, Direktur Utama Smesco Indonesia menjelaskan, Smesco Indonesia telah melakukan kurasi bersama produk UKM jenis kebutuhan resto, bedroom, bathroom, toiletries, amenities, home dekor, house hold serta minibar. “Produk UKM yang telah terseleksi ini akan mengisi kebutuhan Hotel Grup Indonesia yang berjumlah 150 hotel di seluruh Indonesia,”ujar Leonard , dalam rilis ke Kontan.co.id, Minggu (4/4).

Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi lokasi pilot project penyertaan UKM masuk ke dalam rantai pasok industri perhotelan nasional. Mengingat Jabar selama ini menjadi trendsetter produk-produk lokal unggulan di Indonesia, terdapat 15.000 UKM Jabar aktif dan terbesar dalam berbagai klaster produk

Melalui kerjasama ini, harapannya produk UKM juga dapat berperan untuk hotel-hotel yang akan dibangun di beberapa wilayah di Indonesia. Di antaranya Jawa Timur dan Banten. Kurasisesegera mungkin agar setelah pembangunan selesai, produk UKM sudah bisa digunakan..”Hingga kini antusias UKM berpartisipasi sangat bagus, terdaftar lebih dari 600 UKM yang memiliki produk unggulan di bidang industri hotel,” terang Leonard.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Ekonomi Kreatif Fiki Satari mengatakan, postur UMKM ini 99% dari pelaku ekonomi di Indonesia, Berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja hibga 98%, dan kontribusi pada 60% produk domestik bruto (PDB). “Saat pandemi ini betul-betul terdampak. Salah satunya terkait pembatasan mobilitas karena baru 8 juta unit usaha yang masuk ke ekosistem digital,” kata Fiki.



sumber : https://industri.kontan.co.id/news/bangkitkan-pariwisata-smesco-siapkan-kerjasama-dengan-ukm-sektor-perhotelan
 

Smesco Bangun Infrastruktur Rantai Pasok Pelaku UKM

Foto/SINDOnews

Smesco Indonesia siap menyukseskan dan memeriahkan acara Sinergi Karya Kreatif Jawa Barat dan Pekan Kerajinan Jawa Barat 2021 untuk mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (BWI) yang akan dilaksanakan selama bulan April 2021.

Oleh karena itu percepatan pemulihan ekonomi mikro akan dilakukan Smesco Indonesia dengan menjemput bola dan meyiapkan sistem kerja sama onboarding market bagi UKM produsen di bidang produk perhotelan melalui kolaborasi antara pemerintah, industri nasional pariwisata, khususnya perhotelan dan pelaku UKM.

Kerja sama nyata tersebut diimplementasikan Smesco dengan membangun infrastruktur rantai pasok pelaku UKM ke dalam zona bisnis nasional perhotelan, di antaranya dengan menjadikan UKM sebagai pemasok produk hospitality. Kerja nyata tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Smesco Indonesia dengan Accors Hotel Group Indonesia.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Ekonomi Kreatif Fiki Satari mengatakan, postur UMKM ini 99% dari pelaku ekonomi di Indonesia, berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja 98%, dan kontribusi pada PDB 60%.

"Saat pandemi ini betul-betul terdampak. Salah satunya terkait pembatasan mobilitas karena UMKM baru 8 juta unit usaha yang masuk ke ekosistem digital,” kata Fiki di Jakarta, Sabtu (3/4/2021).

Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata menjelaskan saat ini Smesco Indonesia dan Accors Hotel Group Indonesia telah melakukan kurasi bersama produk UKM jenis kebutuhan resto, bedroom, bathroom, toiletries, amenities, home dekor, house hold serta minibar.

"Produk UKM yang telah terseleksi ini akan mengisi kebutuhan Accors Hotel Grup Indonesia yang berjumlah 150 hotel di seluruh Indonesia," ujar Leonard.

Lebih dekat, latar belakang dipilihnya UKM Provinsi Jawa Barat sebagai lokasi pilot project penyertaan UKM masuk ke dalam rantai pasok industri perhotelan nasional tak lain karena Jabar selama ini merupakan trendsetter produk-produk lokal unggulan di Indonesia, terdapat 15.000 UKM Jawa Barat aktif terbesar dalam berbagai cluster produk.

Ditambahkannya, melalui kerjasama ini, harapannya produk UKM juga dapat berperan untuk hotel-hotel yang akan dibangun di beberapa wilayah di Indonesia di antaranya Jawa Timur dan Banten. Kurasi sudah akan dilakukan sesegera mungkin agar setelah pembangunan selesai produk UKM sudah bisa digunakan yang tentunya melalui kurasi bersama antara Smesco & Accor.

"Proses informasi kerja sama Smesco dan Accor melalui Dinas Koperasi & UKM di seluruh Indonesia yang penyebaran informasinya disosialisasikan melalui medsos dan proses pendaftaran melalui link secara online. Hingga kini antusias UKM untuk berpartisipasi sangat bagus, terdaftar lebih dari 600 UKM yang memiliki produk unggulan di bidang industri hotel," tutup Leonard.

Saat ini pun Smesco Indonesia memperluas infrastruktur jaringan rantai pasok nasional produk industri besar di Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan sebagai salah satu unit usaha Media Grup Hospitality.

"The Papandayan Hotel telah berhasil menjalin kerja sama dengan Smesco Indonesia untuk menampilkan show case UKM Jawa Barat binaan Smesco Indonesia di area Hotel The Papandayan Bandung selama bulan April," tandasnya.



sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/385712/34/smesco-bangun-infrastruktur-rantai-pasok-pelaku-ukm-1617451466/10 

Wednesday, March 3, 2021

Sinergi, Smesco & Kimia Farma Pasarkan Produk Herbal UKM

Foto: Kemenkop UKM

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bersama Menteri BUMN Erick Thohir menindaklanjuti MoU tentang sinergi membantu UKM di sektor ritel. Adapun Smesco Indonesia (BLU dari Kemenkop UKM) menjalin kerja sama dengan PT Kimia Farma Tbk (BUMN) dalam membangun pemasaran produk herbal dan spa UKM.

"Saya berharap sinergi ini dapat dimanfaatkan pelaku UKM di tanah air untuk mendapatkan akses pemasaran yang lebih luas. Sehingga, skala ekonominya lebih efisien dan menjadi katalisator perekonomian Indonesia," kata Teten dalam keterangan tertulis, Rabu (3/3/2021).

Teten menyampaikan hal tersebut pada acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembentukan kerja sama dalam pengembangan koperasi danUKM, antaraSmesco Indonesia dengan PT KimiaFarmaTbk.

Ia menilai kerja sama ini sebagai langkah penting bagi para UKM, sebab kualitas produk UKM sudah sangat baik. Hal ini juga menjadi salah satu alasan Kimia Farma bersedia memasarkan produk UKM.

"Momentum ini juga menunjukkan komitmen BUMN dalam mendampingi dan membantu para UKM," ujar Teten.

Teten pun menjelaskan, saat ini Kimia Farma sudah memiliki 1.300 gerai apotek di berbagai daerah. Banyaknya gerai ini, menurutnya, dapat menjadi jalur pemasaran strategis bagi UKM.

"BUMN dapat menjadi lokomotif UKM, menjadi pendamping, agregator, dan offtaker produk-produk UMKM," imbuh Teten.

Lebih lanjut, Teten meyakini kerja sama ini dapat berbuah manis. Terlebih produk kesehatan yang terdiri dari produk herbal dan spa saat ini sedang bertumbuh akibat pandemi.

"Tren belanja masyarakat terhadap vitamin, suplemen kesehatan, dan obat cenderung meningkat sejalan dengan kesadaran gaya hidup sehat pada masa pandemi COVID-19," papar Teten.

Ia pun merinci, berdasarkan data konsumsi dalam negeri dari hasil survei Global Consumer Insights 2020 PricewaterhouseCoopers (PwC) pada Agustus 2020 tercatat adanya peningkatan belanja konsumen meski pandemi ini menyebabkan pendapatan masyarakat turun.

Adapun ia menyebutkan peningkatan belanja tersebut, antara lain pada produk kesehatan (77%), bahan makanan (67%), hiburan & media (54%), pengambilan/pengiriman makanan (47%), dan DIY/perbaikan rumah/berkebun (32%).

Teten pun menyampaikan Indonesia berpotensi menjadi pengekspor produk obat herbal terbesar di dunia. Sebab Indonesia emmiliki tidak kurang dari 30 ribu spesies tumbuhan maupun sumber daya laut.

"UKM harus memanfaatkan peluang ini. Kita sediakan akses pasar yang luas agarUKM dapat berdaya saing," tegasnya.

Tak hanya dengan Kimia Farma, Teten mengungkap pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa BUMN dalam pendampingan UMKM. Di antaranya Bank Himbara dalam pembiayaan UMKM, BGR dalam mengembangan warung pangan, PT KAI dalam menyediakan dukungan logistik, PT Pertamina dalam pemberdayaan UKM bidang energi, hingga PT Angkasa Pura dalam pendampingan UMKM.

"Saya mengajak BUMN untuk terus bersinergi bersama pemerintah guna mendorong UMKM dapat bertahan dan bertumbuh menghadapi tantangan ekonomi di masa pandemi. Mari kita tingkatkan konsumsi terhadap produk-produk UKM negeri ini," terangnya.


sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5479847/sinergi-smesco--kimia-farma-pasarkan-produk-herbal-ukm