 |
UMKM. Foto : MI/Hendrik.
|
Shopee Indonesia mendukung UMKM di Indonesia berkolaborasi bersama berbagai kementerian dan instansi pemerintah. Seperti Sekolah Ekspor lansiran asosiasi pemerintahan, gabungan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dengan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (SMESCO), untuk menargetkan terwujudnya 500 ribu eksportir di 2030.
Program ini akan dimulai dari awal Maret 2021, didukung oleh Kemenkop UKM dan Kementerian Perdagangan, agar lebih bersinergi dalam mendorong dan memberikan akses kepada UMKM untuk melakukan ekspor.
Head of Public Policy and Government Relations Shopee Indonesia Radityo Triatmojo menyampaikan Shopee mendukung keberlangsungan UMKM di Indonesia, yang tidak hanya untuk eksistensi dari karya lokal Tanah Air, tetapi juga secara tidak langsung mendorong perputaran roda ekonomi Indonesia.
"Melalui program 500 ribu eksportir baru dari Sekolah Ekspor ini, kami berupaya untuk dapat andil mengimplementasikan program lanjutan guna menciptakan cakupan dan jangkauan program ekspor yang lebih luas lagi melalui penerapan ekspor di literasi digital," kata Radityo, dalam keterangan resminya, Kamis, 4 Maret 2021.
Program "500 Ribu Eksportir Baru" diinisiasi untuk secara implisit mendukung sistem ekspor Indonesia yang akan senantiasa dilaksanakan dengan pengembangan UMKM di Indonesia. Agar lebih efektif dalam menjangkau berbagai UMKM yang akan diekspor, sinergi ini juga diwujudkan dengan Bank Indonesia, yang akan mengikutsertakan UMKM binaannya dan menjadi bagian dari terwujudnya 500 ribu eksportir.
Kepala Sekolah Ekspor Handito Joewono mengapresiasi para pihak yang turut mendukung kesuksesan dari program ini, terutama dari salah satu platform e-commerce, Shopee Indonesia. Program ini akan mendukung keberlangsungan bisnis, khususnya melalui program ekspor UMKM di Indonesia.
"Kami berharap melalui dukungan Shopee Indonesia, para pelaku eksportir yang telah sah menjadi bagian dari program ini dapat turut mendorong roda perputaran ekonomi dan tentunya ekspor di Indonesia," jelas dia.
Shopee menginisiasi terciptanya cakupan yang luas ekspor dengan turut membuka peluang untuk publik melalui sinergi program ini. Di dalam program ini, penjual ekspor binaan juga akan dibekali dengan kiat-kiat sukses ekspor yang secara spesifik akan merujuk ke penerapan literasi digital ekspor Shopee melalui kanal Kreasi Nusantara 'Dari Lokal untuk Global', bahkan Shopee Indonesia dan Sekolah Ekspor akan menghadirkan registrasi formulir terbuka untuk publik yang ingin menjadi salah satu bagian dari program ekspor Shopee.
"Kami berharap kedepannya akan semakin banyak kolaborasi yang terbentuk antara Shopee dan pemerintah untuk dapat terus mendorong, mendukung dan memberikan peluang ekspor bagi para UMKM di Indonesia yang menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perputaran roda ekonomi dan ekspor di Indonesia," tutup Radityo.
sumber : https://www.medcom.id/ekonomi/ekonomi-digital/Rb1mP9Yb-e-commerce-dukung-umkm-binaan-melalui-sinergi-dengan-sekolah-ekspor
 |
Foto: Kemenkop UKM
|
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bersama Menteri BUMN Erick Thohir menindaklanjuti MoU tentang sinergi membantu UKM di sektor ritel. Adapun Smesco Indonesia (BLU dari Kemenkop UKM) menjalin kerja sama dengan PT Kimia Farma Tbk (BUMN) dalam membangun pemasaran produk herbal dan spa UKM.
"Saya berharap sinergi ini dapat dimanfaatkan pelaku UKM di tanah air untuk mendapatkan akses pemasaran yang lebih luas. Sehingga, skala ekonominya lebih efisien dan menjadi katalisator perekonomian Indonesia," kata Teten dalam keterangan tertulis, Rabu (3/3/2021).
Teten menyampaikan hal tersebut pada acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembentukan kerja sama dalam pengembangan koperasi danUKM, antaraSmesco Indonesia dengan PT KimiaFarmaTbk.
Ia menilai kerja sama ini sebagai langkah penting bagi para UKM, sebab kualitas produk UKM sudah sangat baik. Hal ini juga menjadi salah satu alasan Kimia Farma bersedia memasarkan produk UKM.
"Momentum ini juga menunjukkan komitmen BUMN dalam mendampingi dan membantu para UKM," ujar Teten.
Teten pun menjelaskan, saat ini Kimia Farma sudah memiliki 1.300 gerai apotek di berbagai daerah. Banyaknya gerai ini, menurutnya, dapat menjadi jalur pemasaran strategis bagi UKM.
"BUMN dapat menjadi lokomotif UKM, menjadi pendamping, agregator, dan offtaker produk-produk UMKM," imbuh Teten.
Lebih lanjut, Teten meyakini kerja sama ini dapat berbuah manis. Terlebih produk kesehatan yang terdiri dari produk herbal dan spa saat ini sedang bertumbuh akibat pandemi.
"Tren belanja masyarakat terhadap vitamin, suplemen kesehatan, dan obat cenderung meningkat sejalan dengan kesadaran gaya hidup sehat pada masa pandemi COVID-19," papar Teten.
Ia pun merinci, berdasarkan data konsumsi dalam negeri dari hasil survei Global Consumer Insights 2020 PricewaterhouseCoopers (PwC) pada Agustus 2020 tercatat adanya peningkatan belanja konsumen meski pandemi ini menyebabkan pendapatan masyarakat turun.
Adapun ia menyebutkan peningkatan belanja tersebut, antara lain pada produk kesehatan (77%), bahan makanan (67%), hiburan & media (54%), pengambilan/pengiriman makanan (47%), dan DIY/perbaikan rumah/berkebun (32%).
Teten pun menyampaikan Indonesia berpotensi menjadi pengekspor produk obat herbal terbesar di dunia. Sebab Indonesia emmiliki tidak kurang dari 30 ribu spesies tumbuhan maupun sumber daya laut.
"UKM harus memanfaatkan peluang ini. Kita sediakan akses pasar yang luas agarUKM dapat berdaya saing," tegasnya.
Tak hanya dengan Kimia Farma, Teten mengungkap pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa BUMN dalam pendampingan UMKM. Di antaranya Bank Himbara dalam pembiayaan UMKM, BGR dalam mengembangan warung pangan, PT KAI dalam menyediakan dukungan logistik, PT Pertamina dalam pemberdayaan UKM bidang energi, hingga PT Angkasa Pura dalam pendampingan UMKM.
"Saya mengajak BUMN untuk terus bersinergi bersama pemerintah guna mendorong UMKM dapat bertahan dan bertumbuh menghadapi tantangan ekonomi di masa pandemi. Mari kita tingkatkan konsumsi terhadap produk-produk UKM negeri ini," terangnya.
sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5479847/sinergi-smesco--kimia-farma-pasarkan-produk-herbal-ukm