Showing posts with label Kimia Farma. Show all posts
Showing posts with label Kimia Farma. Show all posts

Wednesday, March 3, 2021

Sinergi, Smesco & Kimia Farma Pasarkan Produk Herbal UKM

Foto: Kemenkop UKM

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bersama Menteri BUMN Erick Thohir menindaklanjuti MoU tentang sinergi membantu UKM di sektor ritel. Adapun Smesco Indonesia (BLU dari Kemenkop UKM) menjalin kerja sama dengan PT Kimia Farma Tbk (BUMN) dalam membangun pemasaran produk herbal dan spa UKM.

"Saya berharap sinergi ini dapat dimanfaatkan pelaku UKM di tanah air untuk mendapatkan akses pemasaran yang lebih luas. Sehingga, skala ekonominya lebih efisien dan menjadi katalisator perekonomian Indonesia," kata Teten dalam keterangan tertulis, Rabu (3/3/2021).

Teten menyampaikan hal tersebut pada acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembentukan kerja sama dalam pengembangan koperasi danUKM, antaraSmesco Indonesia dengan PT KimiaFarmaTbk.

Ia menilai kerja sama ini sebagai langkah penting bagi para UKM, sebab kualitas produk UKM sudah sangat baik. Hal ini juga menjadi salah satu alasan Kimia Farma bersedia memasarkan produk UKM.

"Momentum ini juga menunjukkan komitmen BUMN dalam mendampingi dan membantu para UKM," ujar Teten.

Teten pun menjelaskan, saat ini Kimia Farma sudah memiliki 1.300 gerai apotek di berbagai daerah. Banyaknya gerai ini, menurutnya, dapat menjadi jalur pemasaran strategis bagi UKM.

"BUMN dapat menjadi lokomotif UKM, menjadi pendamping, agregator, dan offtaker produk-produk UMKM," imbuh Teten.

Lebih lanjut, Teten meyakini kerja sama ini dapat berbuah manis. Terlebih produk kesehatan yang terdiri dari produk herbal dan spa saat ini sedang bertumbuh akibat pandemi.

"Tren belanja masyarakat terhadap vitamin, suplemen kesehatan, dan obat cenderung meningkat sejalan dengan kesadaran gaya hidup sehat pada masa pandemi COVID-19," papar Teten.

Ia pun merinci, berdasarkan data konsumsi dalam negeri dari hasil survei Global Consumer Insights 2020 PricewaterhouseCoopers (PwC) pada Agustus 2020 tercatat adanya peningkatan belanja konsumen meski pandemi ini menyebabkan pendapatan masyarakat turun.

Adapun ia menyebutkan peningkatan belanja tersebut, antara lain pada produk kesehatan (77%), bahan makanan (67%), hiburan & media (54%), pengambilan/pengiriman makanan (47%), dan DIY/perbaikan rumah/berkebun (32%).

Teten pun menyampaikan Indonesia berpotensi menjadi pengekspor produk obat herbal terbesar di dunia. Sebab Indonesia emmiliki tidak kurang dari 30 ribu spesies tumbuhan maupun sumber daya laut.

"UKM harus memanfaatkan peluang ini. Kita sediakan akses pasar yang luas agarUKM dapat berdaya saing," tegasnya.

Tak hanya dengan Kimia Farma, Teten mengungkap pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa BUMN dalam pendampingan UMKM. Di antaranya Bank Himbara dalam pembiayaan UMKM, BGR dalam mengembangan warung pangan, PT KAI dalam menyediakan dukungan logistik, PT Pertamina dalam pemberdayaan UKM bidang energi, hingga PT Angkasa Pura dalam pendampingan UMKM.

"Saya mengajak BUMN untuk terus bersinergi bersama pemerintah guna mendorong UMKM dapat bertahan dan bertumbuh menghadapi tantangan ekonomi di masa pandemi. Mari kita tingkatkan konsumsi terhadap produk-produk UKM negeri ini," terangnya.


sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5479847/sinergi-smesco--kimia-farma-pasarkan-produk-herbal-ukm 

Produk UKM Bisa Mejeng di Apotek Kimia Farma, Begini Caranya

Ilustrasi/Foto: iStock

Kabar baik datang untuk para pelaku usaha kecil menengah (UKM) karena produknya berpeluang masuk apotek PT Kimia Farma Tbk. Hal itu ditandai dalam penandatanganan perjanjian kerja sama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LPP-KUKM) atau Smesco Indonesia dengan Kimia Farma yang dilakukan hari ini.
Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata mengatakan produk akan dipasarkan baik secara online lewat Kimia Farma Mobile maupun lewat gerai yang jumlahnya 1.300 dan tersebar di seluruh Indonesia. Produk UKM yang dikerjasamakan hari ini dan bisa masuk gerai Kimia Farma adalah produk perhotelan dan spa.

"Ini hari yang baik ada kerja sama dengan Smesco dan Kimia Farma, perusahaan BUMN yang memiliki 1.300 gerai apotek di seluruh Indonesia tersebar di semua provinsi. Kita berencana untuk memasarkan lebih banyak lagi produk UMKM untuk masuk ke dalam gerai Kimia Farma," kata Leo dilihat virtual, Rabu (3/3/2021).

Leo menjelaskan dalam sistem pembayarannya akan menerapkan skema beli putus sistem retur dengan sistem pembayaran 14 hari setelah barang masuk ke Smesco. Untuk menarik minat pembeli akan diterapkan diskon hingga program bundling. "Ini saya rasa sangat membantu dan pro UKM," tuturnya.

Bagi pelaku UKM yang mau bergabung bisa mengunjungi website smesco.go.id dan menghubungi divisi perdagangan untuk keterangan lebih lanjut. Namun ada beberapa hal yang jadi persyaratan seperti produk tersebut harus melalui proses kurasi.

"Tentunya diharapkan akan lebih banyak yang masuk tapi tentunya akan dikurasi. Kurasi ini menjadi sangat penting terutama untuk UKM agar kalian juga bisa naik kelas baik dari perizinan, kualitas, dan sebagainya. Saya rasa itu tolong partisipasinya bagi teman-teman UKM agar bisa mengikuti proses dan juga bisa berkembang naik kelas agar kita masuk pasok rantainya Kimia Farma apotek," jelasnya.

Pendaftaran ini akan terus dibuka bagi pelaku UKM yang berminat. Per hari ini sudah ada259 UKM yang mendaftar dan 43 yang sudah melalui kurasi dengan jumlah produk sebanyak 174.

"Batch pertama kita ambil dari UKM yang sudah on board di data based-nya Smesco dan kementerian. Tapi tentunya teman-teman yang lain juga bisa bergabung jadi on board dengan kita silakan hubungi divisi perdagangan Smesco dengan cari informasinya di website kita smesco.go.id, hubungi bagian perdagangan kita nanti kita akan on board kan melalui aplikasi kita dan kemudian akan dikurasi," tandasnya.


sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5479491/produk-ukm-bisa-mejeng-di-apotek-kimia-farma-begini-caranya